
Sign up to save your podcasts
Or


Covid-19 di Indonesia telah mencapai lebih dari 3 juta kasus. Melonjaknya jumlah pasien Covid-19 membuat rumah sakit tidak mampu menampung dan pasien Covid-19 diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Sayangnya, karena fasilitas layanan kesehatan yang terbatas serta pemahaman yang masih rendah akan bahaya Covid-19, menyebabkan banyak pasien isoman yang tidak tertolong saat berjuang melawan Covid-19. Data dari Tim Koalisi LaporCovid19, tercatat lebih dari 2000 orang di 16 provinsi dan 78 kota meninggal ketika isolasi mandiri pada periode 1 Juni hingga 21 Juli 2021.
Bagaimana upaya yang tepat saat melakukan isolasi mandiri di rumah? Dan apa rekomandasi untuk mengatasi tantangan isoman di masa pandemi ini? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: dr. Jossep F. William (Satgas Covid-19 Nasional) dan dr. dr. Alisa Nurul Muthia (RS PMI Bogor).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Penelitian menyatakan bahwa pemberian ASI eksklusif dan meneruskan menyusui hingga satu tahun dapat menurunkan hingga 13% angka kematian balita di seluruh dunia. Untuk menyelamatkan kehidupan dan juga meningkatkan kesehatan anak, WHO juga merekomendasikan inisiasi menyusu dini, pemberian ASI eksklusif hingga sekurang-kurangnya dua tahun, serta pemberian MP-ASI yang tepat dan adekuat sejak usia 6 bulan.
Tanggal 1-7 Agustus merupakan momen perayaan World Breastfeeding Week atau Pekan Menyusui Dunia (PMD) yang bertujuan untuk melindungi, mempromosikan, dan mendukung menyusui, serta meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di seluruh dunia. Tahun 2021 ini, PMD mengangkat tema "Perlindungan Menyusui Tanggung Jawab Bersama".
Bagaimana kita dapat mendorong terciptanya dukungan yang kuat untuk menyusui, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini? Apa saja kegiatan yang diselenggarakan Save The Children dalam mendukung Pekan Menyusui Dunia 2021? Akan dibahas dalam ruang publik KBR bersama narasumber: dr. Wiyarni Pambudi, Sp.A., IBCLC - Ikatan Dokter Anak Indonesia, Aditya Suryo - Aktor, dan Hj. Susi Gantini S. Si - Ketua TP PKK Sumedang. Perbincangan ini dipandu oleh moderator Ita Perwira.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pandemi Covid-19 sudah berlangsung sekitar satu setengah tahun di Indonesia. Jumlah kasus positif di Indonesia sudah lebih dari 3 juta kasus dengan jumlah kematian lebih dari 90 ribu jiwa. Berbagai upaya dari hulu ke hilir dilakukan untuk terus menekan penyebaran penyakit yang disebabkan Virus SARS CoV-2 ini.
Sebagai bentuk pencegahan, salah satu upaya yang mulai dilakukan daerah adalah memaksimalkan peraturan daerah yang mengatur Kawasan Tanpa Rokok (KTR) untuk menurunkan kasus Covid-19.
Merokok diketahui menjadi faktor risiko berbagai infeksi saluran pernapasan dan meningkatkan tingkat keparahan penyakit saluran pernapasan. Pengkajian atas penelitian yang dilakukan pakar-pakar kesehatan masyarakat yang diadakan oleh WHO pada tanggal 29 April 2020 mendapati bahwa perokok lebih tinggi kemungkinannya menderita penyakit COVID-19 yang parah dibandingkan orang yang tidak merokok.
Karena itu kedisiplinan dalam penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) menjadi hal yang penting untuk bisa menekan keparahan kondisi seseorang yang menderita Covid-19. Seperti apa strategi penerapan perda KTR agar bisa berjalan maksimal? Seperti apa tantangannya?
Untuk membincangkan hal ini, telah bersama kita di Ruang Publik KBR pagi ini, ada Ahyani Raksanagara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung dan Bambang Priyono, Ketua Ketua No Tobacco Community (NoTC) Bogor.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Penularan virus covid-19 semakin mengkhawatirkan. Data satgas penanganan COVID-19 pada pertengahan Juli mencatat, ada 12,8% atau sekitar lebih dari 350 ribu kasus positif covid-19 terjadi pada usia anak usia 0 – 18 tahun.
Yang bikin mengkhawatirkan lagi adalah, korban anak meninggal karena covid-19 mencapai lebihd ari 700 orang. Ada 5 provinsi dengan jumlah kasus anak terkena covid-19 tertinggi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Lantas bagaimana upaya mencegah penularan covid-19 kepada anak? untuk mengetahui penjelasannya, kita akan simak perbincangan Vitri Angreni bersama Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dan Komisioner KPAI, Jasra Putra.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pemerintah hingga saat ini terus meningkatkan upaya vaksinasi di Indonesia. Vaksinasi ini dikejar untuk menciptakan her immunity.
Tak hanya itu, guna melindungi tenaga kesehatan, pemerintah kini juga tengah merencanakan vaksin dosis ketiga. Pemberian vaksinasi dosis ketiga ini telah mendapatkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).
Lantas seperti apa perkembangan terkini pemberian vaksin di Indonesia? untuk mengetahui penjelasannya, simak perbincangan Vitri Angreni bersama Juru Bicara Vaksinasi, kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Penyakit pneumonia merupakan radang paru yang menyebabkan demam, pilek, batuk, atau sesak napas. Pneumonia juga dikenal sebagai salah satu gejala Covid-19. Faktanya, pneumonia sering ditemukan pada anak-anak dan banyak yang tidak mendapatkan perawatan memadai, sehingga tidak jarang menyebabkan kematian. Padahal, sebenarnya anak dapat dilindungi dari pneumonia dengan memberikan imunasasi.
Pada Hari Anak Nasional 2021, Save the Children Indonesia memulai kampanye “Ayo Imuniasasi STOP Pneumonia†mengajak pemangku kepentingan dan orang tua untuk mendukung program vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) oleh Kemenkes di 2021 sebagai upaya bersama dalam mencegah kematian anak akibat pneumonia.
Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Harimawan Latif - Senior Campaign Manager STOP Pneumonia Save the Children, Dr.dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) - Ketua UKK Respirologi IDAI, Aditya Dwi Putra - Perwakilan ayah Muda.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, gerakan sosial yang menyalurkan bantuan bermunculan. Gerakan-gerakan ini hadir untuk membantu mereka yang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi, sosial, dan juga kesehatan.
Banyak lembaga keagamaan atau kelompok umat mengelola bantuan lintas iman, meski masih ada jug yang bersikap eksklusif. Inilah yang perlu kita renungkan. Saling membantu ini harus dibangun tanpa melihat siapa yang dibantu. Sekat-sekat perbedaan agama, ras, suku diruntuhkan agar semua sama-sama kuat bertahan.
Di Ruang Publik Edisi #IndonesiaBaik yang hadir di hari Jumat, kita akan mendengarkan kisah orang-orang baik yang menyebarkan kebaikannya untuk masyarakat. Kali ini kita akan berbincang bersama Juru Bicara Kitabisa.com & Relawan #WargaBantuWarga, Fara Devana dan Pembina Yayasan Gorontalo Baik, Ririn Afitri Tatu.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Tentu kita masih ingat pada awal April 2021 lalu badai siklon tropis Seroja menghantam Nusa Tenggara Timur. Badai sudah berlalu, namun kehancuran masih tersisa dan ribuan keluarga di NTT kehilangan tempat tinggal. Mereka harus berjuang untuk bertahan di gubuk, tenda, maupun tempat pengungsian lainnya dengan fasilitas yang sangat terbatas.
Sejak awal terjadinya bencana tersebut, Habitat for Humanity Indonesia sudah memberikan bantuan untuk memperbaiki dan membangun rumah, serta alat-alat kebersihan dan lain sebagainya. Namun masih banyak yang dibutuhkan untuk mengembalikan tempat tinggal yang layak bagi korban bencana badai Seroja. Untuk itu Habitat for Humanity Indonesia bersama Ananda Sukarlan akan menggalang dana melalui Konser Amal "NTT adalah Kita" untuk membantu NTT cepat pulih. Seperti apa konser amal yang akan dibuat? Dan bagaimana kita bisa berpartisipasi untuk membantu pengungsi di NTT? Untuk mengetahui penjelasannya, kita akan perbincangkan bersama Martya Litna, Communications Manager Habitat for Humanity Indonesia.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan terus meningkat selama masa pandemi Covid-19. Kementerian PPPA setidaknya mencatat ada lebih empat ribu kasus kekerasan pada anak.
Ribuan kasus ini terjadi pada periode Januari hingga Juli tahun lalu, yang juga terjadi pada saat pandemi Covid-19.
Kekerasan ini berupa kekerasan fisik, psikis, seksual, eksploitasi, perdagangan orang dan penelantaran.
Lalu upaya apa saja yang bisa menghentikan kekerasan anak khususnya di masa pandemi? untuk mengetahui penjelasannya, kita akan simak perbincangan Vitri Angreni bersama Komisioner KPAI, Ai Maryati Sholihah.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Kanker dapat menyerang anak mulai dari usia bayi hingga usia 18 tahun. Hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013, menyebutkan prevalensi kanker anak adalah sekitar 16ribu kasus tiap tahunnya. Sayangnya, lebih dari 50% kasus kanker anak yang datang ke fasilitas kesehatan sudah dalam keadaan stadium lanjut. Minimnya edukasi dan pengetahuan orang tua mengenai kanker, menjadi salah satu penyebab kanker yang diderita anak-anak dalam kondisi stadium lanjut. Padahal apabila dapat terdeteksi secara dini, kanker pada anak dapat disembuhkan dengan pengobatan dan terapi yang baik.
Pita Kuning merupakan yayasan yang membantu anak pejuang kanker dari keluarga prasejahtera. Saat ini, Pita Kuning membantu anak pejuang kanker di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Medan, Yogyakarta dan Denpasar.
Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Raka Eka Pramudito - Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia dan Amalia Astrid Sani - Kepala Layanan Komunitas Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners