
Sign up to save your podcasts
Or


Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di tengah lonjakan pandemi Covid-19. Kasus harian di Indonesia telah tembus 30 ribu. Atas kondisi ini sejumlah rumah sakit penuh dan layanan pengobatan juga terkendala.
Atas kondisi ini, pemerintah-pun melalui kementerian kesehatan meminta masyarakat yang sakit untuk melakukan konsultasi dokter melalui telemedicine.
Lalu seberapa akurat dokter dapat mendiagnosis lewat Telemedicine? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan Ketua Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Mohammad Adib Khumaidi.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Satu komponen utama yang menentukan keberhasilan pendidikan adalah guru. Kemajuan belajar peserta didik ditentukan dengan peran guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, guru yang memiliki kompetensi sebagai pendidik akan lebih berhasil dalam melaksanakan pembelajaran. Untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia, Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) secara konsisten melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap guru dalam bidang peningkatan kompetensi akademis. Di mana para guru dituntut untuk melakukan inovasi dalam melakukan kegiatan pembelajaran di kelas.
Lalu seperti apa cara YPA-MDR untuk membantu guru membuat inovasi pembelajaran? Serta seperti apa manfaat yang dirasakan siswa? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Budi Priyantoro - Kordinator Akademik SD YPA-MDR dan Yunita Makdalena Kolan, S.Pd - Guru SDN Buraen 1, Kab. Kupang, NTT (Juara 1 Kategori SD dalam ajang LINKAR).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pandemi COVID-19 beberapa hari terakhir berkembang sangat cepat karena varian baru yang juga jadi persoalan serius di banyak negara. Situasi ini mengharuskan pemerintah mengambil langkah yang lebih tegas agar bersama-sama dapat membendung penyebaran COVID-19 dengan mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali. PPKM Darurat ini berlaku sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang. PPKM Darurat ini akan meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada pembatasan yang selama ini berlaku. Presiden Jokowi meminta masyarakat berdisiplin mematuhi pengaturan ini demi keselamatan semua. Seluruh rakyat Indonesia diminta untuk tetap tenang dan waspada, mematuhi ketentuan yang ada, disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dan mendukung kerja aparat pemerintah dan relawan dalam menangani pandemi COVID-19.
Lalu, bagaimana pelaksanaan PPKM Darurat sejauh ini? Langkah apa saja yang diambil pemerintah untuk mengawal kebijakan PPKM Darurat? Akan dibahas dalam Ruang Publik bersama narasumber: dr. Tonang Dwi Ardyanto, SpPk, PhD, FISQua. - Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS UNS, Prof. Wiku Adisasmito - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Dr. Siti Nadia Tarmizi - Juru Bicara Kementerian Kesehatan.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode kembali mengemuka. Penggaungan jabatan tiga periode juga dilakukan Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari.
Ia mengusulkan agar Joko Widodo berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2024.
Pada 2019 silam, Jokowi pernah merespon wacana itu. Jokowi menyebut pengusul masa jabatan tiga periode seakan ingin menampar muka dirinya. Lantas sejauh mana kemungkinan perubahan aturan mengenai jabatan presiden ini? dan apa dampak politis jika jabatan presiden ditambah satu periode lagi?
Kita kan bahas hal ini bersama dengan Pengamat Politik & Pimpinan Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Tahukah Anda kalau ada sekitar 1,2 juta bayi di Indonesia yang mengalami gizi kronis atau stunting? Ini dihitung dari 5 juta kelahiran per tahun. Sumber data ini adalah Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2019 lalu.
Pemerintah sudah pasang target: tahun 2024 nanti akan menurunkan angka stunting menjadi di bawah 680 ribu per tahun. Di tengah pandemic, keluarga jadi garda terdepan dalam mengatasi problem stunting ini.
Bagaimana keluarga bisa berperan optimal? Apa saja yang sudah dan akan dilakukan BKKBN sebagai ujung tombak perang melawan stunting di tanah air? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber dr.Eni Gustina,MPH -Deputi Bidang KBKR (Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Tidak sedikit orang yang berpikir mencintai diri sendiri atau self love adalah sikap egois dan menunjukkan sikap tidak acuh kepada orang lain. Padahal, mencintai diri sendiri dan egois merupakan dua hal berbeda.
Dengan mencintai diri sendiri akan bisa menempatkan bagaimana orang lain perlu diperlakukan sama baiknya dengan kita memperlakukan kepada diri sendiri. Cinta kepada orang lain pun akan kuat, cinta sesama terbangun.
Dari situlah penghargaan dan toleransi ditanamkan. Lebih dari itu cinta kepada diri sendiri adalah bagian dari membangun kesehatan mental. Lantas apa saja bentuk Self Love itu? Dan apa sih dampak luas dari Self Love bagi diri kita dan orang lain? Untuk mengetahui penjelasannya, saat ini sudah bersama dengan, Yarra Rama, Penyintas Bipolar & Ketua omunitas Bipolar Bali dan Psikolog and Relationship Expert, Dian Wisnuwardani, M. Psi., Psikolog.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Bulan Juli identik dengan perayaan Hari Anak Nasional. Rangkaian perayaan HAN yang mengirim semangat sekaligus tekad perlindungan anak sangat kontras dengan kenyataan. Jumlah perokok anak di Indonesia terus naik.
Dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2018, perokok anak mencapai 9-an persen. Artinya, 1 dari 10 anak Indonesia itu merokok. Bila tidak diatasi angka ini diperkirakan bisa mencapai 16 persen.
Sementara itu target penurunan prevalensi perokok anak di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 tak tercapai. Salah satu yang menjadi penyebab naiknya angka perokok anak ini adalah masih kurang ketatnya aturan tempat penjualan rokok dan cara penjualannya. Seperti apa upaya mendorong pengetatan aturan tempat dan cara penjualan rokok ini? Bagaimana mencegah Indonesia darurat perokok anak?
Untuk membicarakan hal ini, kita telah bersama dua narasumber, ada Shoim Sahriyati, Ketua Yayasan Kepedulian untuk Anak Surakarta (Kakak) dan Risky Kusuma Hartono, Tim Periset Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PJKS-UI).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) diselenggara setiap tanggal pada 26 Juni, dan pada tahun ini BNN (Badan Narkotika Nasional) Republik Indonesia berfokus menggelar kegiatan pencegahan narkotika pada tingkat keluarga. BNN RI telah berkomitmen memperkuat program-program pencegahan berbasis masyarakat yang fokus sasarannya adalah keluarga. Pasalnya, banyak kasus peredaran narkoba yang berhasil diungkap BNN RI dalam beberapa waktu terakhir melibatkan peran anggota keluarga, termasuk pasangan suami istri. Di samping melibatkan keluarga dalam pencegahan narkoba, BNN juga melibatkan pemerintah desa demi mengantisipasi peredaran narkotika di daerah-daerah di luar kota-kota besar dengan meluncurkan program pembinaan dan pencegahan yang disebut "Desa Bersinar". Setidaknya 86.000 desa di Indonesia yang terlibat dalam program tersebut.
Seperti apa program Desa Bersinar? Dan bagaimana program ini dapat mengatasi bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkotika? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama Supratman, S.H. - Direktur Advokasi Deputi Bidang Pencegahan BNN.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2 telah memberi dampak besar terhadap banyak sektor kehidupan, termasuk mengganggu keberlangsungan pelayanan kesehatan, salah satunya pada pasien kanker.
Masalah utama yang dihadapi penderita kanker saat ini adalah penegakan diagnosis kanker dapat tertunda, risiko terkena Covid-19, Jika terkena Covid maka akan berpotensi terkena Covid dengan derajat yang berat, terapi kemoterapi atau stem cell yang biasa dilakukan pada penderita kanker berpotensi menurunkan kekebalan tubuh.
Lantas bagaimana pasien/ penyintas kanker bertahan di tengah pandemi? Dan apa saja tantangannya? untuk mengetahui penjelasannya, kami akan hadirkan perbincangan KBR bersama penyintas kanker, Yuniarti Tanjung dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Hemtologi Onkologi Medik, Rumah Sakit Kanker Dharmais, Dokter Ronald Alexander Hukom.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pemerintah saat ini tengah menggencarkan pemaksimalan wisata berbasis desa. Terbukti ada sekitar hampir 300 desa wisata yang sudah terbentuk. Desa wisata terus didorong sehingga mampu meningkatkan posisi dan peran sebagai pelaku penting dalam pembangunan sektor pariwisata. Sebanyak 200 desa ditargetkan menjadi Desa Wisata Mandiri pada 2024.
Berbicara mengenai desa wisata bukan hanya sekedar kegiatan rekreasi, tetapi juga menghasilkan manfaat berkelanjutan. Salah-satunya dengan memunculkan pembangunan wilayah dan peningkatan kualitas SDM.
Lantas bagaimana desa wisata bergerak sebagai penyelamat ekonomi warga? untuk mengetahui penjelasannya. Kita akan hadirkan perbincangan rekan Vitri Angreni bersama Sugeng Handoko, Pegiat Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta dan Soim SeTAM, Kepala Unit Usaha Pariwisata BUMDES Argo Inten Ngargoretno, Jawa Tengah.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners