
Sign up to save your podcasts
Or


Dalam kehidupan sehari-hari pada dasarnya setiap orang terlibat dengan berbagai peristiwa hukum. Dan dari berbagai peristiwa hukum, ada yang membutuhkan perjanjian terutama apabila melibatkan suatu transaksi. Misalnya perjanjian jual beli mobil hingga pengurusan acara perkawinan dengan wedding organizer.
Meski kita sendiri dapat saja membuat perjanjian, tapi terkadang kita juga bingung gimana bikinnya, atau kalimatnya seperti apa. Sehingga biasanya urusan pembuatan perjanjian diwakilkan ke seorang ahli hukum atau setidaknya orang yang mengerti atau memiliki pengetahuan mengenai hukum. Ternyata saat ini ICJR sudah mengembangkan aplikasi pembuatan dokumen hukum supaya kita bisa membuat kontrak atau perjanjian yang terstandarisasi dengan baik, melalui dokumenhukum(dot)id.
Bagaimana platform ini dapat membantu masyarakat umum menyusun dokumen hukum? Dan apa yang perlu diperhatikan dalam membuat perjanjian atau kontrak bagi keperluan sehari-hari? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama Anggara Suwahju - Peneliti Senior ICJR.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Orangtua adalah guru pertama bagi anak-anak. Sikap dan tindakan orangtua cenderung ditiru anak-anaknya. Keluarga bagaimanapun menjadi sekolah pertama. Tapi bukankah orangtua juga bisa salah? Bagaimana kalau orangtua bersikap intoleran? Apakah kita mesti menirunya juga?
Kadang juga ada toxic parent atau tipe orang tua yang mengatur anak sesuai dengan kemauannya tanpa menghargai perasaan dan pendapat sang anak. Kalau kita tidak setuju bagaimana sih cara menyampaikan pendapat yang enak di rumah? Untuk membahas lebih jelas, kita sudah bersama dengan Psikolog Klinis Anak Remaja, Feka Angge Pramita dan Aktivis Keberagaman Peace Generation, Nenden Vinna Mutiara Ulfa.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Ramadan adalah waktu di mana Muslim di seluruh dunia melaksanakan puasa. Momen bulan suci ini juga bisa menjadi kesempatan kita untuk mengubah kebiasaan sehari-hari menjadi lebih positif, misalnya melakukan aksi ramah lingkungan.
Satu contoh nyata, akibat perilaku konsumsi yang meningkat di bulan Ramadan, yaitu volume sampah pun mengalami peningkatan. Contohnya di Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup menyatakan bahwa sampah selama bulan puasa di Jakarta dapat meningkat 20% dari hari biasa. Mengontrol konsumsi selama puasa sangat penting, dan diharapkan bisa berlanjut ke kehidupan sehari-hari selepas Ramadan. Pasalnya, 30% makanan terbuang secara global dan di Indonesia hampir 300 kg setiap orang membuang makanannya tiap tahun, padahal dalam kasus gizi buruk Indonesia menempati urutan ke-3 dunia dan 820 juta orang tidak punya cukup makanan untuk dimakan. Ramadan juga bisa menjadi momentum untuk mengembangkan pangan lokal, apalagi kini pertanian perkotaan semakin berkembang selama pandemi. Pada hakikatnya, Ramadhan adalah bulan yang mulia dan waktu bagi kita semua berlomba-lomba dalam kebaikan. Salah satunya kebaikan terhadap alam semesta.
Apa langkah sederhana bisa kita lakukan untuk memulai kebaikan bagi alam dan lingkungan? Dan apa saja yang bisa dilakukan kaum muda Muslim selama bulan Ramadan ini, bahkan hingga selepas Ramadhan nanti untuk membuat perubahan? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Muharram Atha Rasyadi - Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia, Ust. Rifqi Fairuz, MA - Redaktur Islami.co dan Dosen IAIN Salatiga, dan Fitria Ariyani - Direktur Bank Sampah Nusantara LPBI Nahdlatul Ulama.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Generasi bangsa wajib memperoleh pendidikan yang berkualitas. Sebab pendidikan berperan penting dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan pergerakan pembangunan. Namun sayangnya, pendidikan di Indonesia mengalami banyak tantangan dan hambatan sehingga kualitas pendidikan belum merata dan terpuruk ditengah perkembangan globalisasi yang pesat. Perlu upaya serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk itu, dukungan dari berbagai pihak juga diperlukan untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia, satu diantaranya adalah Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) yang secara khusus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di wilayah prasejatera dengan memberikan pembinaan bagi sekolah, guru dan para siswa.
Bagaimana peran YPA-MDR untuk mengatasi persoalan dalam bidang pendidikan di Indonesia? Dan apa saja program yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Herawati Prasetyo - Ketua Pengurus YPA-MDR dan Kristanto - Sekretaris Pengurus YPA-MDR.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Lebaran tahun ini masih dirayakan dalam suasana pandemi. Pelarangan mudik tahun ini membuat masyarakat harus mengatur ulang rencana perayaan lebaran mereka termasuk dalam membelanjakan uang Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan. Seperti apa cara bijak kelola THR saat pandemi? Untuk mencari tahu soal ini, kita sudah bersama Metta Anggriani CFP, Perencana Keuangan dan Pendiri Anggriani & Partners.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional di tanggal 2 Mei kemarin. Membahas tentang pendidikan, memperoleh pendidikan merupakan hak bagi anak Indonesia. Pada tahun 2030-2040 mendatang, negara kita diprediksi akan mendapat bonus demografi. Penduduk dengan umur produktif akan lebih banyak dibandingkan dengan penduduk usia muda dan usia lanjut. Untuk mempersiapkan bonus demografi tersebut, tentu saja sektor pendidikan menjadi perlu prioritas sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Demi mewujudkannya, juga diperlukan adanya kesetaraan pendidikan.
Lalu seperti apa konsep kesetaraan dalam pendidikan? Dan bagaimana penerapannya dapat mempengaruhi masa depan bangsa? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Prof. dr. Fasli Jalal, Sp.GK., Ph.D. - Dewan Pembina Yayasan Plan International Indonesia, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Indonesia periode Januari 2010-Oktober 2011, Putri Naila - Pegiat isu pendidikan untuk kaum muda, dan Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd. - Direktur Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Anak muda di Indonesia punya peran besar di masyarakat mengingat jumlah mereka yang mendominasi keseluruhan jumlah penduduk. Keterlibatan mereka diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ketika bicara soal lingkungan. Saat ini lewat berbagai platform, kita bisa mendengar dan melihat aksi mereka menyelamatkan lingkungan.
Lewat Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik hari ini kita akan mendengarkan kisah inspiratif para anak muda. Kali ini kita akan dengarkan temuan Generasi Melek Politik yang melakukan riset di empat daerah terkait partisipasi politik anak muda terhadap isu lingkungan. Seperti apa temuannya
Sudah bergabung untuk berbincang pagi ini ada dua orang dari Tim Generasi Melek Politik (GMP) ada Arief C. Nugraha, Co-founder & Head of Content Research dan Belinda Amri, Project Officer.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Badan Kesehatan Dunia menyatakan setiap tahun 10 juta penduduk dunia jatuh sakit akibat Tuberkulosis (TBC) dan penyebaran penyakit ini dapat meluas di tengah pandemi COVID-19.
Stop TB Partnership (global) mengindikasikan jumlah orang dengan TBC pada 2025 akan bertambah 6 jutaan dan kematian akibat TBC bertambah lebih dari sejuta di dunia.
Sementar itu, pada tahun 2020 Indonesia masuk dalam tiga negara dengan beban tuberkulosis (TBC) terbesar di dunia. Lalu bagaimana upaya pengendalian TB di tengah pandemi ini? Apa saja tantangannya? untuk mengetahui penjelasannya, kita akan simak penjelasan Program Manager Principal Recipient TB Aisyiyah, Tuti Alawiyah dan Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dokter Erlina Burhan.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Presiden Joko Widodo menyebut bahwa Indonesia harus terus mandiri dalam segala hal, termasuk riset dan pengembangan teknologi.
Sejumlah llmuan-pun menyebut bahwa pengembangan riset di Indonesia masih lemah. Ada anggapan bahwa riset saat ini tak memiliki keterkaitan dengan dunia industri. Hilirisasi hasil riset cenderung berhenti pada publikasi. Belum memberi nilai tambah berupa manfaat yang secara langsung dapat dinikmati masyarakat.
Lantas upaya apa saja yang perlu dilakukan guna memperkuat riset dan teknologi di Indonesia? Untuk mengetahui penjelasannya, kita akan simak penjelasan, Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuan Muda Indonesia (ALMI), Berry Juliani.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Beberapa provinsi di Indonesia sudah membuka kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi pelajar SD, SMP dan SMA/SMK. Antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Barat dan Riau.
Untuk DKI Jakarta, PTM dimulai pada 7 April lalu di mana ada 85 sekolah yang dinyatakan siap untuk uji coba PTM. Dinas Pendidikan DKI melakukan dua tahap asesmen untuk melihat kesiapan lembaga pendidikan yang akan melakukan sekolah tatap muka. Pertama melihat kondisi kesehatan guru, siswa hingga tenaga pendidik seperti staf administrasi, tata usaha hingga pegawai lainnya. Kedua melihat strategi guru mengajar saat uji coba ini.
Seperti apa evalusi pelaksanaan PTM sejauh ini di Jakarta dan daerah lainnya? Untuk itu pagi ini kita akan berbincang dengan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli Rahim.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners