
Sign up to save your podcasts
Or


Saat ini, perubahan perilaku perlu penangan lebih serius. Terkait dengan sistem pengawasan dan penegakan disiplin protokol kesehatan, Satgas Penanganan Covid-19 meluncurkan aplikasi digital, sebagai upaya promotif dan preventif dalam menangani Covid-19. Inovasi dengan Sistem Bersatu Lawan Covid-19 dirancang untuk menghasilkan data secara real time, terintegrasi, sistematis, interoperabilitas, dan melibatkan koordinasi antar dan lintas sektor. Untuk mengetahui selengkapnya tentang aplikasi inovatif, hasil kolaborasi Bidang Data dan IT bersama dengan Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, simak dalam siaran tunda talkshow: "Aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku"
Semuanya akan kita bahas tuntas di Ruang Publik KBR hari ini yang akan dipandu oleh dr. Lula Kamal, M.Sc , yang menghadirkan narasumber: Dr. Sonny Harry B Harmadi, SE, ME Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 dan Dr. Dewi Nur Aisyah Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Peran masyarakat sipil untuk bersama-sama pemerintah menghadapi pandemi Covid-19 sangat penting dalam penanganan dampak pandemi. Bahkan dapat dikatakan bahwa ujung tombak dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah partisipasi masyarakat. Karena sesungguhnya, tidak hanya pemerintah yang bergerak dalam melawan pandemi Covid-19 di Indonesia, tetapi juga lapisan masyarakat sipil. Seperti misalnya yang dilakukan Kampung Pandai 13 Ulu di Palembang yang giat memberikan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan di masa pandemi. Selanjutnya juga ada gerakan masyarakat sipil yang berbentuk dapur umum dan memberikan bantuan makanan, yang didanai oleh donasi sesama masyarakat, yaitu Solidaritas Pangan Jogja. Kedua gerakan ini ternyata juga masuk dalam jajaran Top 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19 yang diberikan oleh Kementerian PAN-RB pada bulan Agustus lalu.
Bagaimana gerakan masyarakat sipil berperan dalam menghadapi pandemi? Dan seperti apa upaya-upaya yang dilakukan oleh masyarakat sipil ini telah berkontribusi dalam penanganan Covid-19? Akan dibahas dalam Ruang Publik KBR bersama narasumber: Najmah, SKM, MPH, PhD - Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya & Inisiator Kampung Pandai 13 Ulu, Palembang dan Syafiatudina - Relawan Solidaritas Pangan Jogja.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Saat ini kota-kota di berbagai negara sedang berjuang menghadapi wabah virus corona. Pandemi ini secara langsung mengubah kebiasaan masyarakat serta wajah kehidupan perkotaan. Pandemi ini mengubah cara orang berkomunikasi satu sama lain hingga cara masyarakat beraktivitas dan bekerja.
Kini tidak banyak orang berkumpul dalam jumlah besar, penggunaan transportasi publik dan jumlah pengunjung wisata juga dibatasi. Tentu saja kita berharap pandemi covid-19 segera usai dan keadaan ekonomi secepatnya pulih.
Lalu, perubahan seperti apa yang akan terjadi setelah masa pandemi nanti? Bagaimana pengaruhnya terhadap perkotaan dan masyarakatnya? Akan dibahas dalam Ruang Publik KBR bersama narasumber Mulya Amri - Program Director JPI.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Hingga saat ini korban meninggal akibat Covid-19 terus bertambah. Namun, di sisi lain, tingkat kesembuhan juga terus naik, hal ini cukup membangkitkan optimisme bahwa Covid-19 bisa kita lawan dengan mengikuti protokol kesehatan dan menjaga imunitas tubuh. Kali ini bersama Satgas Covid-19 kita akan berbincang dengan para penyintas Covid-19 untuk menceritakan pengalamannya berjuang melawan virus ini. Tak sekedar melawan virus, para penyintas juga harus berjuang melawan stigma negatif di masyarakat. Bagaimana cara mereka bertahan melawan virus Corona selama perawatan? Bagaimana membangun optimisme di tengah suasana yang mencekam tersebut dan apa yang dilakukan oleh keluarga dan teman-teman sebagai support system dalam mendukung proses kesembuhan mereka?
Kita akan perbincangkan lebih lengkap di Ruang Publik KBR yang dipandu oleh Troy Pantouw, Ketua Sub Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19. Dan juga menghadirkan narasumber Psikolog Edward Andriyanto Sutardhio, M.Psi serta para penyintas Covid-19 yaitu: Arwin Rasyid (Bankir dan pengusaha Indonesia), Singgih Wiryono (Wartawan Kompas.com), dan Vinna Melwanti (News Director Caping).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Indonesia secara bertahap mengalami kenaikan persentase jumlah pasien sembuh Covid-19. Data Kementerian Kesehatan, hingga pekan kemarin menunjukkan total jumlah pasien yang sembuh dari kasus Covid-19 mencapai lebih dari 300 ribu jiwa (diapdet minggu malam/ senin pagi).
Presiden Joko Widodo sebelumnya mengingatkan seluruh pihak untuk terus memperbaiki pencapaian dalam hal penanganan pandemi Covid-19 dan tidak terlena dengan indikator-indikator angka yang menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam menangani pandemi.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, pekan lalu, Jokowi mengingatkan bahwa pandemi masih berlangsung. Di sejumlah negara di Eropa pandemi Covid-19 bahkan sudah menghadapi gelombang kedua.
Lantas bagaimana sebenarnya keberhasilan Indonesia dalam penanganan Covid-19 dan tugas rumah apa saja yang masih harus segera diselesaikan agar pandemi tertangani? Untuk membahas lebih lanjut kami sudah bersama Epidemiolog dari Griffith University Australia, dokter Dicky Budiman dan Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19,dokter Erlina Burhan.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pemerintah berupaya bergerak cepat dalam penanganan pandemi Covid-19. Meski demikian pemerintah juga memperhatikan aspek keselamatan, terutama terkait rencana vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat luas.
Saat memimpin rapat terbatas rencana pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi pada hari Senin 26 Oktober 2020 lalu, Presiden Jokowi menegaskan bahwa aspek keamanan dan keefektifan vaksin harus benar-benar dapat dipastikan.
Bagaimana persiapan pengadaan vaksin dan skema pelaksanaannya? Semuanya akan kita bahas tuntas di Ruang Publik KBR hari ini yang akan dipandu oleh Suryo Pratomo, yang menghadirkan narasumber: Letjen TNI Doni Monardo Ketua Satgas Penanganan Covid-19/Kepala BNPB, Dr. Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T. Ketua KPCPEN/Menko Perekonomian, Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D Menteri Riset dan Teknologi, dan Dr. Hj. Ida Fauziyah M. Si, Menteri Ketenagakerjaan.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Dampak pandemi Covid-19, telah mendorong para penyedia layanan publik untuk melakukan inovasi dalam memberi layanan masyarakat berbasis teknologi digital. Di masa ini para penyelenggara layanan publik pun mengubah mindset bahwa digitalisasi merupakan solusi dalam akselerasi dan penyederhanaan pelayanan. Sehingga layanan tatap muka bertransformasi menjadi layanan online. Seperti misalnya yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang meluncurkan DONGKELOR (Dongeng Keliling Online dari Rumah). Inovasi ini dilakukan dengan memindahkan semua aktivitas perpustakaan ke dunia maya, untuk melestarikan budaya mendongeng, meningkatkan minat baca, dan mengedukasi pencegahan covid-19. Selanjutnya juga ada inovasi dari Balai Anak Handayani di Jakarta, yang merupakan lembaga penyedia layanan rehabilitasi sosial bagi Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus. Kini pelayanan rehabilitasi sosial dilakukan secara daring melalui "Konsultasi Online bagi Anak".
Seperti apa upaya para penyedia layanan publik dalam melakukan inovasi digital? Dan bagaimana pelayanan mereka dapat berdampak lebih bagi masyarakat di masa pandemi ini? Akan dibahas dalam Ruang Publik KBR bersama Narasumber: Tulus Wulan Juni - Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan, Kota Makassar dan Neni Riawati - Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani, DKI Jakarta.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Kesenian merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Tapi sayangnya kebebasan berkesenian masih menjadi isu pelik di Indonesia. Sering kita dengar berita pembubaran atau pelarangan sebuah pameran seni. Kebebasan berkesenian terkait erat dengan pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) yang secara luas masih tersendat, bahkan memburuk di beberapa tahun terakhir. Pada 2020, Koalisi Seni bersama UNESCO melakukan studi pustaka terkait kasus pelanggaran kebebasan berkesenian pada tahun 2010 hingga 2020.
Kajian ini menemukan semangat reformasi justru menajamkan politik identitas, yang sering dijadikan alat negara mengontrol warganya. Isu utama yang digunakan untuk melarang berbagai kegiatan seni adalah komunisme, agama, dan LGBT. Ini menunjukkan dinamika sosio-politik Indonesia, di mana seni menjadi bagian ekspresi politis individu dan kelompok. Situasi ini mempengaruhi cara seni disikapi. Dalam sejarah Indonesia, seni merupakan alat yang penting untuk mengekspresikan identitas politik. Maka, seni menjadi rentan diserang dan patut dapat perlindungan.
Mengapa kebebasan berkesenian itu penting? Dan seperti apa sebenarnya kondisi kebebasan berkesenian di Indonesia? Akan dibahas dalam Ruang Publik KBR bersama narasumber: Ratri Ninditya (Koordinator Peneliti Kebijakan Seni dan Budaya, Koalisi Seni) dan Damar Juniarto (Direktur Eksekutif, SAFEnet).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Moda kereta api masih menjadi tulang punggung transportasi, baik itu angkutan penumpang maupun angkutan barang. Ditjen Perkereataapian terus menunjukkan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia dan menargetkan pembangunan kereta api di luar Pulau Jawa, seperti di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Pembangunan kereta apa di luar Pulau Jawa direncanakan dapat rampung pada 2030 mendatang. Pembangunan jalur kereta Makassar di Parepare merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sudah mulai dikerjakan sejak 2014. Jalur kereta api Makassar – Parepare merupakan tahap pertama dari pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi dari Kota Makassar menuju Kota Parepare, dengan jalur sepanjang kurang lebih 145 kilometer.
Bagaimana progres pembangunan kereta api Makassar – Parepare? Seperti apa dukungan pihak pemerintah daerah dalam pembangunan ini?
Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber Jumardi, S.T., M.T. - Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Dr. H. Muhammad Arafah, S.T., M.T. - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Sulawesi Selatan dan Dr. Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T. - Ketua Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska) Sulawesi Selatan.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Badan Kesehatan PBB (WHO) menetapkan standar pemeriksaan satu orang tiap seribu penduduk per pekan. Dengan asumsi Indonesia memiliki 267 juta penduduk, maka target pemeriksaan seharusnya mencapai 267 ribu orang per pekan. Jika kemampuan testing Indonesia dengan rata-rata 30 ribu orang per hari maka dalam sepekan menghasilkan jumlah testing 231 ribu orang. Dengan demikian, kondisi testing Covid-19 di Indonesia belum memenuhi standar WHO. Tak hanya itu, Indonesia mengalami penurunan testing di bawah angka 20 ribu pada dua hari berturut-turut. Lantas apa dampak yang akan terjadi jika testing masih dilakukan di bawah standar WHO? Untuk membahasnya kami sudah bersama dengan Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar (PB) IDI, dokter Adib Khumaidi dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Doktor Hermawan Saputra.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners