
Sign up to save your podcasts
Or


Diare merupakan salah satu gangguan pencernaan yang menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Hampir semua orang pernah mengalaminya, tak terkecuali anak-anak. Diare punya dampak yang lebih berbahaya pada anak-anak.
Menurut WHO dan UNICEF sebanyak 1,9 juta balita meninggal karena diare di seluruh dunia setiap tahunnya. Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi diare pada balita, anak di bawah 5 tahun, sebesar 12,3% dan pada bayi 10,6%.
Bagaimana pencegahan diare pada anak? Dan seperti apa pemenuhan gizi untuk mencegah atau saat anak mengalami diare? Pagi ini di Ruang Publik KBR kita akan mendengarkan penjelasan dokter Himawan Aulia Rahman, Staf Medis Departemen KSM FKUI-RSCM dan Sekretaris UKK Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Dan kita juga berbincang dengan Nurfi Afriansyah, Ketua Departemen Riset & Pengembangan Bidang Ilmiah DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi)
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Tak terasa tahun baru 2024 sudah di depan mata. Banyak dari kita yang melakukan refleksi dari apa yang sudah dilakukan dan keputusan yang diambil di tahun sebelumnya untuk dijadikan pertimbangan mengambil keputusan di tahun yang baru. Salah satunya adalah soal keuangan.
Literasi keuangan masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat kita. Pada tahun 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68% yang berarti baru setengah penduduk sudah terliterasi dengan baik. Namun, masih ada 14 provinsi di Indonesia yang masih memiliki tingkat literasi keuangan di bawah rata-rata nasional.
Literasi keuangan bisa diajarkan sejak dini karena anak-anak lebih mudah belajar dan pengetahuan ini tentuya akan berguna saat mereka sudah dewasa. Lalu bagaimana mengedukasi anak soal keuangan sejak dini? Seperti apa masa depan masyarakat yang tingkat literasi keuangannya masih rendah?
Pagi ini di Ruang Publik KBR kita akan berbincang mengenai masalah ini dengan narasumber kita. Ada Rizki Laila Harahap, Financial Trainer dan Founder Kampus Keuangan Keluarga.
**Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Masa pergantian tahun sering kali dimanfaatkan untuk beristirahat dan berlibur, baik di rumah saja maupun bepergian. Selain untuk mengistirahatkan diri dan pikiran, tujuan berlibur untuk menikmati momen kebahagiaan.
Namun untuk pemilik hewan peliharaan, pergi berlibur kadang terasa berat karena harus meninggalkan peliharaan kesayangan. Tak sedikit juga yang merasa sedih saat liburan hingga tidak bisa menikmati liburan dengan maksimal.
Lalu apa yang harus dipersiapkan sebelum pergi liburan meninggalkan hewan peliharaan? Dan apakah mungkin untuk mengajak hewan peliharaan berlibur bersama?
Di Ruang Publik KBR kita akan berbincang mengenai masalah ini dengan narasumber kita. Ada Drh. R. Fitri, Dokter Hewan di Pampamdo dan Carolina Fajar, Head of Operations dari Let's Adopt Indonesia.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Banyak orangtua yang mengajak anak-anaknya untuk menikmati liburan bersama memanfaatkan momen akhir dan awal tahun. Berbagai kegiatan bisa dilakukan bersama dan mengunjungi berbagai tempat wisata.
Namun, tak jarang karena banyaknya kegiatan yang dilakukan saat liburan, bisa menyebabkan kesehatan anak terganggu. Belum lagi saat ini sebagai besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan yang tentunya akan ikut memengaruhi kesehatan keluarga.
Bagaimana orangtua melindungi dan menjaga kesehatan anak saat liburan? Pagi ini di Ruang Publik KBR kita akan berbincang mengenai masalah ini dengan narasumber kita. Ada dr. Marissa, Dokter Anak di Yayasan Orang Tua Peduli (YOP).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Mencari tahu apa saja potensi bencana di tujuan liburan Anda merupakan bagian persiapan liburan yang tak boleh dilupakan. Tak hanya wisatawan, pengelola tempat wisata juga diharapkan menyiapkan mitigasi bila terjadi bencana baik alam ataupun non-alam. Apalagi sebagian wilayah Indonesia bersiap menghadapi puncak musim hujan di Januari tahun depan.
Persiapan apa yang harus dilakukan wisatawan sebelum mengunjungi satu tempat wisata? Bagaimana dengan kesiapan tempat wisata menerima para pengunjung dan menyiapkan mitigasi bila tejadi bencana? Kita bincangkan hal ini bersama Agus Pahlevi, Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia dan Avianto Amri, Ketua Umum Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI).
Kita akan perbincangkan bersama narasumber:
1.Agus Pahlevi - Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia
2.Avianto Amri - Ketua Umum Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI)
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Hingga saat ini tingkat kekerasan terhadap penyandang disabilitas baik perempuan dan anak di Indonesia terus meningkat. Penyandang Disabilitas, baik perempuan dan anak, adalah kelompok yang rentan terhadap kekerasan seksual. Menurut Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) pada Tahun 2019 setidaknya tercatat 69 kasus kekerasan seksual terhadap Penyandang Disabilitas. Berdasarkan Catatan Tahunan (CATAHU) Tahun 2021 Komnas Perempuan tercatat dari 77 kasus kekerasan terhadap perempuan disabilitas, 42% di antaranya mengalami kekerasan seksual. Sedangkan Catatan Tahunan (CATAHU) 2022 Kekerasan Berbasis Gender dan Disabilitas (KBGD) yang dirilis oleh Yayasan Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA) mencatat adanya 18 kasus kekerasan seksual perkosaan terhadap Penyandang Disabilitas.
UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) sudah mengakomodir kepentingan Penyandang Disabilitas yang menjadi korban kekerasan seksual dengan menegaskan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap Penyandang Disabilitas adalah bukan delik aduan, penambahan 1/3 masa hukuman bagi pelaku, dan penjaminan akomodasi yang layak bagi Penyandang Disabilitas.
Sementara itu, sejak tahun 2022, Rutgers Indonesia bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia berinisiasi memberikan Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas sekaligus riset aksi di 7 sekolah luar biasa di Sumatera Utara, Jawa Barat dan Jawa Timur.
Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember, kita akan bahas bagaimana Implementasi Nyata Pendidikan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi Penyandang Disabilitas?
Kita akan perbincangkan bersama narasumber:
1. Deka Kurniawan - Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas
2. Sofi Septiani Julaeha Nursaniah - Mahasiswi Jur. Pendidikan Khusus Univ Pendidikan Indonesia
3. Stella Rosita Anggraini - Penyandang Disabilitas Daksa
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pekerja Migran Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan. Di antaranya terkait tindak pidana perdagangan orang (TPPO), gaji tidak dibayar, dugaan penyanderaan oleh majikan, kriminalisasi, hingga perkosaan.
Berdasarkan data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), selama Januari-Oktober 2023, pengaduan pekerja migran Indonesia yang ditempatkan secara prosedural mencapai 338 pengaduan. Sementara jumlah pengaduan dari pekerja migran Indonesia yang berangkat secara nonprosedural mencapai 1.451 pengaduan atau 81 persen dari total pengaduan.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Menteri Ketenagakerjaan dan Kepala BP2MI agar memperbaiki tata kelola pelindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang membutuhkan langkah-langkah strategis.
Bagaimana mewujudkan langkah-langkah strategis itu? Apa tantangannya? Kita bincangkan hal ini di Ruang Publik KBR bersama Komisioner Komnas HAM, Anis Hidayah dan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Badan Penelitian dan pengembangan (Balitbang) Diklat Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam dunia birokrasi pada era disruptif saat ini. Keberadaan Litbang menjadi motor bagi terciptanya birokrasi yang adaptif dan antisipatif, termasuk bagi Kementerian Agama.
Saat ini Badan Litbang Diklat Kemenag memilik dua jenis program kerja yaitu Program Strategis dan Program Legacy.
Program apa saja yang dimaksud dan seperti apa implementasinya sejauh ini? Bagaimana program ini berdampak positif kepada masyarakat?
Di Ruang Publik KBR akan kita bahas lebih dalam soal ini bersama Prof. Amien Suyitno selaku Kepala Balitbang Diklat Kemenag RI dan Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M. Ag selaku Sekretaris Balitbang Diklat Kemenag RI.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Apakah Anda pernah mendapat kiriman file dengan ekstensi APK lewat WhatsApp? Ini adalah metode baru serangan digital dalam bentuk pemancingan (phishing).
Dalam laporan SAFEnet yang berjudul Installah Aku, Kau Kumata-matai, serangan file APK ini marak dalam satu tahun terakhir. Nama file APK yang disebar pun membuat orang tidak mudah curiga, seperti cek resi, undangan pernikahan, nasabah bank dan PPS Pemilu 2024.
Seperti apa bahayanya membuka file APK? Bila sudah terlanjur membuka, apa yang bisa dilakukan untuk mencegah dampak yang bisa ditimbulkan?
Kita bincangkan hal ini di Ruang Publik KBR bersama Imal, Anggota Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), organisasi regional yang berfokus pada upaya memerjuangkan hak-hak digital di kawasan Asia. Dan juga Dewi Pattiasina, seorang warga yang beberapa kali menerima pesan dengan ekstensi APK.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Situs Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mencatat peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia jelang akhir 2023. Di saat yang kita sudah memasuki masa liburan Natal dan Tahun Baru.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan selama melakukan perjalanan pada libur. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu, saat ini tren kasus Covid-19 mengalami peningkatan namun masih di tahap rendah dan terkendali.
Apa yang harus dilakukan agar kasus Covid-19 di Indonesia tetap terkendali? Dan bagi masyarakat yang akan menikmati liburan dan bertemu keluarga di kampung halaman, bisa tetap sehat dan bisa menikmati liburannya? Kita bincangkan hal ini di Ruang Publik KBR Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman dan juga Yohanes Sutrisno, Orang Tua yang akan berlibur bersama keluarga.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners