Ruang Publik

Ruang Publik

By KBR PrimeNews
Download on the App Store

Ruang Publik episodes

  • Kanker Paru, Ketahui Upaya Pencegahan dan Pengobatannya

    Di Indonesia, kanker paru-paru masih menjadi kanker dengan kasus kematian tertinggi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat adanya sekitar 34 ribu kasus baru kanker paru di Indonesia diikuti dengan angka kematian yang tinggi yaitu hampir 88 persen, atau setara dengan 30 ribu hingga 31 ribu kasus. Disebutkan, angka kesembuhan pada pasien kanker bisa mencapai 90 persen jika ditangani sejak dini.

    Selain upaya deteksi dini, tentu yang tak kalah penting adalah upaya pencegahan dari kanker paru. Menurut Badan kesehatan dunia (WHO) merokok merupakan faktor risiko utama penyebab kanker di Indonesia. Sedangkan di dunia, kebiasaan merokok menyumbangkan 20 persen kematian akibat kanker dan 70 persen kematian akibat kanker paru-paru.

    Bagaimana upaya pencegahan dan pengobatan kanker paru? Di Ruang Publik KBR akan kita bahas soal ini bersama Dokter Sita Laksmi Andarini, Ph.D, Sp.P.(K), dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, RSUP Persahabatan dan Sri Ediati, Survivor Kanker Paru dari Cancer Information and Support Center (CISC).

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    52 min
  • Larangan Penjualan Ketengan dan Lisensi Penjualan Rokok

    Jumlah perokok anak di Indonesia terus mengalami kenaikan. Upaya menaikkan harga cukai rokok pun masih belum efektif mengatasi masalah akses anak terhadap rokok. Disinyalir, rokok yang dijual batangan dan harganya murah menjadi pemicu banyaknya anak yang merokok.

    Dalam rangka mengendalikan kemudahan dan keterjangkauan anak membeli rokok, Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) memberikan beberapa rekomendasi dalam studi terbarunya, diantaranya adalah, warung rokok eceran masih sangat padat dan dapat dengan mudah diakses oleh penduduk termasuk anak-anak. Maka, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan perlu mendukung opsi pelarangan penjualan rokok secara batangan pada revisi PP 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

    Kementerian Perdagangan diharapkan mengembangkan regulasi untuk memperketat penjualan rokok secara per bungkus dan pelarangan penjualan rokok secara batangan.

    Sejauh mana revisi PP 109/2012 dilakukan? Lalu bagaimana aturan ini akan berjalan? Dan apa pengawasannya agar efektif hingga ke masyarakat?

    Kita akan perbincangkan bersama narasumber:

    1. dr. Benget Saragih - Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Akibat Tembakau Kementrian Kesehatan RI

    2. Riski Kusuma Hartono, PhD - Peneliti Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI)

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    52 min
  • Maksimalkan Pembagunan Daerah Dalam Revisi Undang-undang Pilkada

    DPR telah menyetujui revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) menjadi rancangan undang-undang inisiatif DPR. Sebelum disetujui menjadi RUU inisiatif DPR, revisi UU Pilkada dibahas oleh Badan Legislatif DPR.

    Ada tiga poin utama revisi UU Pilkada ini. Revisi UU Pilkada ini tentunya akan membawa sejumlah konsekuensi. Salah satunya terkait keberlanjutan pembangunan di daerah. Lalu, bagaimana menggunakan momentum revisi UU Pilkada ini untuk memaksimalkan pembangunan daerah di Indonesia?

    Kita bincangkan hal ini di Ruang Publik KBR pagi ini bersama Anggota Komisi II DPR RI, Drs. H. Guspardi Gaus, M.Si. - Anggota Komisi II DPR RI.

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    40 min
  • Transformasi Kesehatan untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan ke Masyarakat

    Pandemi COVID-19 menjadi masalah kesehatan global yang berdampak pada pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Di level nasional, pandemi mengakibatkan disrupsi terhadap ketahanan sistem kesehatan di tanah air.

    Belajar dari pandemi, Kementerian Kesehatan berupaya melakukan transformasi sistem kesehatan yang memprioritaskan program promotif preventif diseluruh lini kehidupan masyarakat.

    Transformasi kesehatan rencananya akan dilakukan dari tahun 2021 hingga 2024, dengan berfokus pada 6 bidang yaitu transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan dan transfromasi teknologi kesehatan.

    Bagaimana implementasinya dan apa saja tantangan yang dihadapi dalam menjalankan program ini?

    Kita bincangkan hal ini di Ruang Publik KBR pagi ini bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono.

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    43 min
  • Cukai MBDK dan Rokok untuk Indonesia Lebih Sehat

    Tahun 2024 menjadi awal pemerintahan baru pasca pemilu 2024. Melihat ini, Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) mengkhawatirkan pergeseran komitmen terhadap cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) yang merupakan usulan pemerintahan berjalan saat ini. Di sisi lain, upaya menaikkan cukai rokok juga belum terlihat jelas dalam visi misi setiap pasangan calon presiden dan wakil presiden.

    Padahal, prevalensi penyakit tidak menular (PTM) terus meningkat di Indonesia dengan stroke, jantung, dan diabetes masing-masing menempati posisi pertama, kedua, dan ketiga penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Seperti diketahui, rokok dan gula menjadi faktor risiko ketiga penyakit ini.

    Berlatar kondisi tersebut, CISDI bekerja sama dengan Bijak Memilih menyelenggarakan talkshow berjudul Cukai MBDK dan Rokok untuk Indonesia Lebih Sehat di Go Work, Menara Rajawali, Jakarta Selatan (05/12). Acara ini melibatkan puluhan anak muda yang aktif dalam proses diskusi urgensi cukai terhadap produk yang berpotensi membahayakan kesehatan, khususnya rokok dan MBDK.

    Nara Sumber:

    - Olivia Herlinda, Chief Research & Policy CISDI

    - DR. dr. Tan Shot Yen, M.hum, Ahli gizi masyarakat

    - Efraim Leonard, Community Lead Think Policy Indonesia & Bijak Memilih

    - Iman Maha Putra Zein, Project Lead for Tobacco Control CISDI

    - dr. Fatcha Nuraliyah, MKM, dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan

    - Zakiah, perwakilan DPRemaja Dapil I Jakarta

    53 min
  • Wujudkan Libur Nataru yang Selamat Melalui Inovasi dalam Pengelolaan Transportasi Darat

    Perayaan Natal dan Tahun Baru 2024 sudah di depan mata. Sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia pulang kampung di setiap memasuki liburan panjang Natal dan akhir tahun. Antrean panjang kendaraan pribadi dan barang serta kemacetan sering terjadi di jalan-jalan nasional, utamanya di lintas Jawa, lintas Sumatra, dan Bali, dan kota besar besar lainnya. Namun tradisi lama tersebut dalam beberapa tahun terakhir mulai terkikis dengan kesiapan dan perencanaan manajemen transportasi oleh semua stakeholder transportasi nasional yang terlibat.

    Kementerian Perhubungan sebagai pemangku kepentingan dan regulator di bidang transportasi nasional jauh-jauh hari telah memberi perhatian penuh terhadap penyelenggaraan transportasi yang aman, nyaman, dan selamat dalam situasi apapun, termasuk dalam kondisi peak season sekalipun.

    Bagaimana Kemenhub dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mewujudkan libur Nataru 2024 yang aman, nyaman dan selamat? Inovasi apa yang telah dilakukan dalam pengelolaan transportasi darat untuk memfasilitasi musim libur nataru 2024?

    Kita akan perbincangkan bersama narasumber:

    Ahmad Yani, A.T.D., M.T - Direktur Lalu Lintas Jalan Kemenhub

    53 min
  • Hari Nusantara 2023: Merajut Konektivitas Nusantara dan Ekonomi Maritim dari Titik Nol Jalur Rempah

    Guna memperkuat persatuan Indonesia sebagai negara kepulauan, setiap tanggal 13 Desember tiap tahunnya kita peringati sebagai hari Nusantara. Pada peringatan tahun ini Kementerian Perhubungan ditunjuk oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi sebagai Ketua Pelaksana Penyelenggaraan Hari Nusantara 2023.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bahwa peringatan Hari Nusantara merupakan sebuah momentum untuk mengingat Deklarasi Djuanda yang memperjuangkan konsep negara kepulauan Indonesia untuk diakui secara internasional dan masih relevan dengan situasi saat ini. Sehingga, patut diperingati untuk semakin mempersatukan kekuatan Indonesia sebagai negara kepulauan.

    Seperti apa peringatan Hari Nusantara 2023 diselenggarakan? Apa saja bentuk dukungan Kemenhub dalam menyukseskan peringatan Hari Nusantara tahun ini?

    Kita akan perbincangkan bersama narasumber:

    Amirulloh - Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    51 min
  • Minimnya Pemulihan terhadap Perempuan Korban Kekerasan, Apa Tantangannya?

    Selain pencegahan, upaya pemulihan terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia masih minim. Padahal dari tahun ke tahun angka kasus kekerasan terhadap perempuan terus naik. Pengaduan kasus kekerasan yang masuk ke Komnas Perempuan selama 2022 sejumlah 4371. Ini artinya Komnas Perempuan rata-rata menerima pengaduan sebanyak 17 kasus /hari, meningkat dibandingkan tahun 2020 yaitu 9 kasus.

    Terkait pemulihan korban ini juga disoroti Komnas Perempuan dalam Catatan Tahunan (CATAHU) 2023 yang berjudul Kekerasan terhadap Perempuan di Ranah Publik dan Negara: Minim Pelindungan dan Pemulihan. Apa tantangan dalam pemenuhan hak pemulihan bagi perempuan korban kekerasan? Seperti apa mekanisme yang seharusnya dibuat agar setiap perempuan korban bisa mendapat pemulihan?

    Kita bincangkan hal ini di Ruang Publik KBR pagi ini bersama Komisioner Komnas Perempuan, Bahrul Fuad dan Yumna Nurtanty Tsamara, Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Anti-Kekerasan Seksual (KOMPAKS).

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    51 min
  • Memaksimalkan Pemakaian Energi Surya, Seperti Apa?

    Konferensi Para Pihak tentang Perubahan Iklim Ke-28 atau COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, resmi dibuka pada Kamis kemaren. Perhelatan ini diselenggarakan saat keadaan Bumi disebut mendekati titik kritis. Sejumlah laporan menunjukkan suhu Bumi kian memanas dan intensitas bencana hidrometeorologi di berbagai belahan dunia terus meningkat signifikan.

    Dan untuk kali pertama, di COP28 ini nanti akan dipaparkan hasil dari global stock take atau inventarisasi global. Ini untuk mengevaluasi tindakan negara-negara di dunia dalam mengatasi krisis iklim setiap lima tahun. Tak terkecuali Indonesia.

    Pemerintah telah melakukan berbagai upaya yang diklaim untuk mendukung penggunaan energi bersih. Tapi sejauh ini soal efektifitas program-program itu masih belum terlihat. Bulan lalu, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata diresmikan dan diklaim terbesar se-Asia Tenggara. PLTS ini disebut bakal mengalirkan listrik sekitar 245 juta kWh setiap tahunnya.

    Seperti apa memaksimalkan PLTS untuk memperluas penggunaan energi bersih di tanah air? Bagaimana mendorong penggunaan energi bersih menjadi bagian dari gaya hidup? Di Ruang Publik KBR pagi ini kita bahas hal ini bersama Hafiz, Founder Komunitas I Love Energi Surya (ILES) dan Hadi Priyanto, Juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia.

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    51 min
  • Mendesak Upaya Pencegahan HIV dari Ibu ke Anak

    Kasus HIV di Indonesia meningkat tahun ini. Menurut data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Mei 2023, infeksi kasus HIV didominasi oleh ibu rumah tangga yang mencapai 35%. Padahal, ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV berisiko tinggi untuk menularkan virus kepada anaknya.

    Pemerintah telah menjalankan program Pencegahan Penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak (PPIA) sejak 2006. Program ini sebagai upaya menanggulangi penluaran HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu hamil kepada bayinya.

    Seperti apa upaya mendesak yang segera harus dilakukan untuk menekan angka penularan HIV dari ibu ke anak? Kita bincangkan hal ini di Ruang Publik KBR bersama Mohammad Syahril, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dan Hartini, Perempuan dengan HIV sekaligus Ketua Divisi Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) di Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI).

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    53 min

About Ruang Publik

From the publisher's feed

Perbincangan khas KBR. Mengangkat hal-hal yang penting diketahui demi kemaslahatan masyarakat. Hadir juga di 100 radio jaringan KBR se-Indonesia.

More shows like Ruang Publik

Apa Kata Tempo by Podcast Tempo Media

Apa Kata Tempo

3 Listeners

Dongeng Paman Gery by Dongeng Paman Gery

Dongeng Paman Gery

1 Listeners