
Sign up to save your podcasts
Or
Sudah cukup Menteri Risma membuat blunder. Sejak dilantik sebagai Menteri Sosial, Risma berulang kali menyuguhkan ketidakpantasan seorang pejabat negara: marah-marah, membentak, dan terakhir memaksa penyandang disabilitas melakukan kemauan sang menteri. Ketika Menteri Risma memaksa anak difabel tuli berbicara, dia sepertinya tidak memahami kebutuhan berbeda setiap penyandang disabilitas.
Sebagai pejabat publik, Risma harus berhenti mempertontonkan hal-hal yang kurang substantif, termasuk kebiasaan buruk marah-marah dan suka meledak-ledak. Kegagalan mengelola tekanan hanya akan membuatnya cocok bekerja untuk rezim yang sewenang-wenang.
---
**Editorial soal blunder Menteri Risma bisa di baca di kolom.tempo.co atau dengan mengunduh aplikasi Tempo.
saran & kritik: [email protected]
5
33 ratings
Sudah cukup Menteri Risma membuat blunder. Sejak dilantik sebagai Menteri Sosial, Risma berulang kali menyuguhkan ketidakpantasan seorang pejabat negara: marah-marah, membentak, dan terakhir memaksa penyandang disabilitas melakukan kemauan sang menteri. Ketika Menteri Risma memaksa anak difabel tuli berbicara, dia sepertinya tidak memahami kebutuhan berbeda setiap penyandang disabilitas.
Sebagai pejabat publik, Risma harus berhenti mempertontonkan hal-hal yang kurang substantif, termasuk kebiasaan buruk marah-marah dan suka meledak-ledak. Kegagalan mengelola tekanan hanya akan membuatnya cocok bekerja untuk rezim yang sewenang-wenang.
---
**Editorial soal blunder Menteri Risma bisa di baca di kolom.tempo.co atau dengan mengunduh aplikasi Tempo.
saran & kritik: [email protected]
3 Listeners
30,738 Listeners
3 Listeners
4 Listeners
22 Listeners
24 Listeners
18 Listeners
0 Listeners
6 Listeners
1 Listeners
0 Listeners
0 Listeners
5 Listeners
0 Listeners
0 Listeners