Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 30 Januari 2023 - “MENGHADAPI KESUKARAN HIDUP”

    Tidak ada seorang pun yang bisa menghindar dari kesukaran hidup. Bila seseorang ingin melarikan diri dari kesukaran hidup, dia akan menghadapi kesukaran yang lain. Belajar, bekerja, menikah, menghadapi konflik dalam keluarga dan pekerjaan, termasuk di antara hal-hal yang harus dihadapi setiap orang. Seorang anak yang tidak mau berjuang menghadapi kesukaran dalam belajar akan menghadapi kesukaran dalam bekerja. Seorang yang malas bekerja akan menghadapi kesukaran  saat penghasilan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bila kita mengamati kehidupan ini, jelas bahwa tidak mungkin kita bisa menghindar dari kesukaran dalam menghadapi kehidupan.


    Yakub—seorang yang tampaknya dimanja oleh ibunya saat masih sangat muda—harus berjuang dalam pekerjaan agar bisa mendapatkan calon istri yang ia kasihi. Dia harus berjuang untuk mengatasi kelicikan (calon) mertuanya. Akhirnya, dia berhasil mencapai cita-citanya karena ia tekun dan ia mengasihi (calon) istrinya. Ketekunan dan kasih adalah dua persyaratan yang akan membuat seseorang berhasil mengatasi kesukaran hidup. Seorang yang tidak tekun akan sulit menyelesaikan tugas atau tantangan yang ia hadapi. Seorang yang hidup untuk dirinya sendiri dan tidak memiliki orang lain yang ia kasihi akan cenderung berpuas diri dan tidak berjuang untuk menjadi lebih baik. Yakub adalah seorang yang tampaknya dimanja oleh ibunya. Dia tega memakai tipu muslihat guna mengambil keuntungan dari kakak kandungnya sendiri. Akan tetapi, setelah dia (terpaksa) harus menjalani hidup mandiri, ia menjadi tangguh dan bersedia berjuang untuk menggapai apa yang diinginkannya karena ia memiliki kasih. Sangat disayangkan bahwa pada zaman ini, banyak orang yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan tidak memiliki kasih.

    Kesukaran hidup tidak boleh dipandang sebagai musuh yang harus dihindari. Kesukaran hidup yang kita alami merupakan wujud dari kasih Allah untuk mendewasakan diri kita (Ibrani 12:5-11). Yakub adalah pewaris janji Allah yang diberikan kepada Abraham dan Ishak. Sekalipun mewarisi janji Allah, Yakub tetap harus berjuang menghadapi kesukaran hidup. Kesukaran hidup membentuk kehidupannya dan membuat ia menjadi lebih baik. Kesukaran hidup membuat Yakub belajar untuk memahami dan memikirkan kepantingan orang lain. "Paksaan" dari orang tuanya agar dia pergi ke Padan-Aram untuk mencari istri merupakan sekolah kehidupan yang membuat Yakub menjadi semakin dewasa. Apakah Anda pernah mengalami "paksaan" keadaan yang membuat Anda harus berjuang menghadapi kesukaran hidup dan membuat Anda menjadi semakin dewasa? Bila Anda menghadapi kesukaran hidup, jangan mengeluh atau putus asa! [GI Purnama]

    9 min
  • 一月廿九日 - 主的看顾

    雅各前往巴丹亚兰去不是要旅游或者休闲享乐,而是为了逃避以扫,因为以扫已计划要杀死他(27:41-43)。去之前以撒祝福雅各不要娶迦南女子为妻,而是要娶利百加兄弟——拉班——的女儿为妻。由此可见,雅各是迫于压力而逃走的。日落之后,疲惫不堪的雅各停在某个地方休息一下,躺卧睡了。睡觉中,雅各梦见一个头顶着天的梯子,上帝的天使在梯子上,上去下来。在梦中,耶和华重复了祂先前给亚伯拉罕的应许,就是将迦南地赐给亚伯拉罕后裔的应许。此外,耶和华应许祂必与雅各同在并保佑他,直到雅各归回迦南地。天使在梯子上上去下来表明天地相连。在天上的上帝看顾雅各,不会离弃雅各(28:12-15)。


    当我们回想雅各的狡猾,他如何夺取了以扫长子的名分,也夺走了以扫即将得到的福分,我们也许有疑问,究竟什么事让上帝仍要成全祂对雅各的应许?请注意,耶和华应许的开头特意说耶和华是亚伯拉罕和以撒的上帝(28:13)。所以很明显,对雅各的应许是对亚伯拉罕和以撒的应许的延续或重复,所以这一应许实际上表明了上帝对祂的应许的信实。

    上帝的信实与人的信实在性质上是不同的。雅各的承诺或许愿是有条件的,"上帝若与我同在,在我所行的路上保佑我,又给我食物吃、衣服穿,使我平平安安的回到我父亲的家,我就必以耶和华为我的上帝,我所立为柱子的石头,也必作上帝的殿,凡祢所赐给我的,我必将十分之一献给祢。"(28:20-22)。雅各有条件的许愿或承诺与上帝的应许大不相同,上帝的应许是基于祂的拣选和祂对祂应许的信实。雅各许愿将十分之一献给上帝,但那是如果上帝事先给他了。而上帝祂仍然赐福,即使雅各是个骗子。因此,上帝的福分永远是上帝的恩典!您有没有对上帝在您生命中所赐的福分献上感谢?[邱隆泰传道/洪萍利]

    8 min
  • 29 Januari 2023 - “PEMELIHARAAN TUHAN”

    Kepergian Yakub ke Padan-Aram bukan perjalanan wisata atau petualangan untuk bersenang-senang, melainkan perjalanan untuk melarikan diri dari ancaman pembunuhan yang direncanakan oleh Esau (27:41-43). Kepergian itu berkaitan dengan pesan Ishak agar Yakub tidak mengambil perempuan Kanaan sebagai istri, melainkan mengambil istri dari anak-anak saudara Ribka, yaitu Laban. Dengan demikian, jelas bahwa Yakub melarikan diri dalam keadaan tertekan. Sesudah matahari terbenam, Yakub yang sedang dalam kondisi lelah berhenti untuk beristirahat di suatu tempat, lalu tidur. Saat tidur, Yakub bermimpi melihat malaikat-malaikat Allah turun naik di sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit. Dalam mimpi itu, TUHAN mengulangi janji-Nya yang sebelumnya diberikan kepada Abraham, yaitu janji untuk memberikan Tanah Kanaan. Selain itu, TUHAN berjanji bahwa Ia akan menyertai dan melindungi Yakub, sampai Yakub kembali ke Tanah Kanaan. Adanya para malaikat yang turun naik tangga tersebut memperlihatkan bahwa bumi dan sorga telah terhubung. Allah yang berada di sorga peduli terhadap Yakub dan tidak akan meninggalkan Yakub (28:12-15).


    Bila kita mengingat kelicikan Yakub saat merebut hak kesulungan Esau dan merampas berkat yang hendak diberikan kepada Esau, mungkin kita bertanya-tanya apa yang membuat Allah tetap memenuhi janjinya kepada Yakub. Perhatikan bahwa janji TUHAN itu didahului dengan pernyataan bahwa TUHAN adalah Allah Abraham dan Allah Ishak (28:13). Jadi, jelas bahwa janji kepada Yakub adalah kelanjutan atau pengulangan dari janji kepada Abraham dan kepada Ishak, sehingga janji itu mengungkapkan kesetiaan Allah terhadap janji-Nya.

    Kesetiaan Allah berbeda kualitas dengan kesetiaan manusia. Janji atau nazar yang diucapkan Yakub bersyarat, "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu." (28:20-22). Nazar atau janji Yakub yang bersyarat itu berbeda jauh dengan janji Allah yang didasarkan pada pemilihan-Nya dan pada kesetiaan-Nya terhadap janji-Nya. Yakub berjanji untuk memberi persepuluhan bila ia lebih dulu diberi, sedangkan Allah tetap memberikan berkat-Nya walaupun Yakub adalah seorang penipu. Oleh karena itu, berkat Allah selalu merupakan anugerah Allah! Apakah Anda telah mengungkapkan rasa syukur atas berkat Allah yang telah Anda terima melalui kehidupan Anda? [GI Purnama]

    9 min
  • 一月廿八日 - 偏爱的后果

    以撒家庭中在教育孩子的偏爱态度具有严重的后果!以扫和雅各之间的竞争获得了以撒和利百加的支持。以撒打算在没有与利百加商量之前就想给以扫祝福了。作为回应,利百加试图欺骗以撒,以至于以扫的祝福能转给雅各。利百加轻率地说,如果这一诡计被揭穿,而以撒下了咒诅,这咒诅将归到利百加身上(27:1-13)。利百加的诡计成功了,雅各得到了以撒原本打算给以扫的祝福。这个祝福很重要,因为它意味着雅各继承了上帝对亚伯拉罕的应许,"凡咒诅你的,愿他受咒诅。为你祝福的,愿他蒙福。"(27:29下,请与12:3对比)。这一欺骗虽不让以撒咒诅雅各,但是这一欺骗行为却加剧了以扫和雅各之间的矛盾。为了防止矛盾升级,也为了避免以扫的报复,利百加与以撒派雅各前往巴旦亚兰寻找利百加的弟兄——拉班。


    以撒家庭中之所以发生这些悲惨景象,就是因为以撒和利百加以偏爱方式教育自己的孩子。他们没有教育他们的两个儿子——以扫和雅各——彼此相爱。以撒总是爱护以扫,利百加总是爱护雅各。所以,以扫和雅各的关系能够变得这么不好也是理所当然的。作为兄弟,他们两个互相争强好胜、互相绊倒对方,这一情景何等悲惨。以撒家庭的情况给当今父母在教育孩子方面一个重要警示!不仅夫妻关系需要爱,兄弟姐妹关系也需要爱。首先,必须引导每个孩子爱上帝并敬畏上帝。此外,在他们对上帝顺服的态度上,我们必须引导他们彼此相爱、彼此建立。如果父母不引导孩子彼此相爱,那么以后兄弟姐妹之间发生冲突也不要感到惊奇。

    您家庭的现状如何?兄弟姐妹之间的关系是彼此相爱、彼此建立,还是互相竞争、互相绊倒对方?如果您是家长,您有没有教育孩子彼此相爱、彼此建立?[邱隆泰传道/洪萍利]

    6 min
  • 28 Januari 2023 - “AKIBAT SIKAP PILIH KASIH”

    Sikap pilih kasih dalam mendidik anak yang berlangsung dalam keluarga Ishak berakibat fatal!, Persaingan di antara Esau dan Yakub didukung oleh Ishak dan Ribka. Ishak berniat memberi berkat kepada Esau tanpa berunding dengan Ribka. Sebagai respons, Ribka menyusun tipu muslihat untuk menipu Ishak agar berkat untuk Esau bisa beralih kepada Yakub. Dengan sembrono, Ribka mengatakan bahwa bila tipu muslihat itu ketahuan, dan Ishak memberikan kutukan, Ribka akan menanggung kutukan itu (27:1-13). Tipu muslihat Ribka berhasil, dan Yakub memperoleh berkat yang sebenarnya hendak diberikan oleh Ishak kepada Esau. Berkat ini penting karena berkat ini berarti bahwa Yakub adalah pewaris janji Allah yang diberikan kepada Abraham, "Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia." (27:29b, bandingkan dengan 12:3). Penipuan itu tidak membuat Ishak mengutuk Yakub! Akan tetapi, penipuan itu mempertajam konflik antara Esau dan Yakub. Untuk mencegah agar konflik tersebut tidak semakin meruncing dan untuk menghindarkan pembalasan dendam oleh Esau, Ribka bersepakat dengan Ishak untuk mengutus Yakub ke Padan-Aram guna mencari istri yang berasal dari keluarga Laban, saudara Ribka.


    Kondisi menyedihkan yang terjadi dalam keluarga Ishak disebabkan karena Ishak dan Ribka mendidik anak dengan cara pilih kasih. Mereka tidak mengajar kedua anak mereka—Esau dan Yakub—untuk saling mengasihi. Ishak selalu membela Esau dan Ribka selalu membela Yakub. Oleh karena itu, wajar bila hubungan di antara Esau dan Yakub sangat buruk. Sebagai saudara, sungguh menyedihkan bahwa mereka berdua bersikap saling berkompetisi atau saling menjatuhkan. Kondisi keluarga Ishak merupakan peringatan bagi para orang tua pada masa kini dalam mendidik anak! Hubungan kasih bukan hanya diperlukan dalam hubungan suami istri, tetapi juga diperlukan dalam hubungan kakak adik. Pertama-tama, setiap anak harus diarahkan untuk mengasihi Tuhan dan hidup dalam takut akan TUHAN. Selanjutnya, berdasarkan sikap taat kepada TUHAN, mereka harus diarahkan untuk bersikap saling mengasihi dan saling membangun. Bila orang tua tidak mengarahkan anak-anak mereka untuk saling mengasihi, jangan heran bila terjadi konflik antar saudara di kemudian hari.

    Bagaimana kondisi keluarga Anda saat ini: Apakah hubungan antar saudara dalam keluarga Anda merupakan hubungan yang saling mengasihi dan saling membangun atau hubungan yang saling berkompetisi dan saling menjatuhkan? Bila Anda adalah orang tua dalam keluarga, apakah Anda telah mendidik anak-anak Anda untuk hidup saling mengasihi dan saling membangun? [GI Purnama]

    9 min
  • 27 Januari 2023 - “KELEMAHAN YANG DIWARISKAN!”

    Pengalaman Abraham dan Sara terulang dalam kehidupan Ishak dan Ribka dalam bacaan Alkitab hari ini. Sampai dua kali, Abraham berusaha menyembunyikan fakta bahwa Sara adalah istrinya, dan ia mengaku bahwa Sara adalah adiknya (12:10-20; 20:1-18). Sebenarnya, Sara memang adik tiri Abraham yang diambil sebagai istri (20:12), sehingga mengaku Sara sebagai adik memang tidak salah. Akan tetapi, pengakuan itu hanya setengah kebenaran. Yang menjadi masalah utama adalah bahwa Abraham tidak berani mengakui Sara sebagai istrinya karena ia takut dibunuh, baik oleh Firaun (12:12-13) maupun oleh Abimelekh (20:11-12), padahal seorang suami memiliki kewajiban untuk melindungi istrinya. Adanya dua kisah memalukan tentang Abraham itu sudah pasti merupakan bahan gosip, sehingga Ishak pasti pernah mendengar kedua kisah tersebut. Kemungkinan, Ishak juga kesal dan menganggap Abraham—ayahnya—sebagai seorang pengecut. Akan tetapi, saat menghadapi situasi yang sama, Ishak meniru perilaku ayahnya. Dia mengakui istrinya sebagai saudaranya (26:7). Ishak takut dibunuh bila ia mengaku secara terus terang bahwa Ribka adalah istrinya.


    Mungkin, saat Abraham atau Sara menceritakan kedua kisah memalukan itu kepada Ishak, mereka menceritakan hal itu untuk memperlihatkan pemeliharaan Allah dengan maksud agar Ishak tidak meniru perilaku Abraham. Akan tetapi, kisah Ishak yang meniru perilaku buruk ayahnya menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh orang tua sering kali berbicara lebih keras daripada apa yang dikatakan atau diajarkan orang tua kepada anak-anaknya. Oleh karena itu, orang tua bukan hanya bertanggung jawab untuk mengajar, tetapi juga harus memberi teladan kepada anak-anaknya. Orang tua harus berhenti merokok bila hendak mengajar anak-anaknya untuk tidak merokok. Orang tua harus jujur bila hendak mengajar anak-anaknya untuk berperilaku jujur. Orang tua harus menjaga kesucian hidup sebelum mengajar anak-anaknya agar menjaga kesucian hidup. Hal yang sama juga berlaku bagi para guru, para guru sekolah minggu, para rohaniwan, dan siapa saja yang menjalankan fungsi mengajar: Mengajar itu hanya akan menjadi efektif bila pengajaran disertai dengan keteladanan.

    Kunci agar orang berdosa bisa mengalami perubahan hidup adalah kedekatan dengan Allah. Dengan usahanya sendiri, orang tua tidak akan sanggup mengubah kehidupan anak-anaknya, tetapi Allah sanggup! Roh Kudus sanggup mengingatkan manusia akan dosanya (Yohanes 16:8) serta mengubah orang berdosa menjadi manusia baru di dalam Kristus (Efesus 2:15; 2 Korintus  5:17). Apakah Anda sudah mengalami perubahan hidup dan hidup sebagai manusia baru yang mengikuti kehendak TUHAN? [GI Purnama]

    9 min
  • 一月廿七日 - 遗传的弱点!

    本日阅读经文中告诉我们亚伯拉罕和撒莱的经历在以撒和利百加的生活中重演。亚伯拉罕曾两次隐瞒撒莱是他妻子的事实,并承认撒莱是他的妹子(12:10-20;20:1-18)。实际上,撒莱确实是亚伯拉罕同父异母的妹妹,后来被娶为妻(20:12),所以认撒莱为妹子并没有错。然而,这种说法只对了一半。主要问题是亚伯拉罕不敢承认撒莱为他的妻子,因为他害怕被法老(12:12-13)或亚比米勒(20:11-12)杀死,即使丈夫有保护妻子的义务。这两个关于亚伯拉罕的羞耻故事定成为八卦的话题,所以以撒也一定听说过这两个故事。很有可能,以撒也很生气,认为他的父亲亚伯拉罕是个胆小鬼。然而,当面对类似的情况时,以撒却模仿了他父亲的行为。他将妻子承认为他的妹子(26:7)。以撒害怕因公开承认利百加是他的妻子而被杀。


    也许,当亚伯拉罕或撒莱告诉以撒这两个羞耻的故事时,他们的目的是为了表明上帝的看顾保守,让以撒不要效法亚伯拉罕的行为。然而,以撒模仿父亲不良行为的故事表明,父母所做的往往比父母所说或教导孩子的更有说服力。因此,父母不仅要负起教导孩子的责任,更要为孩子树立榜样。父母要想教育孩子不吸烟,就必须戒烟。父母要想教育孩子诚实,就必须自己先诚实。父母在教导孩子保守生命的圣洁之前,必须先保守自己生命的圣洁。这同样适用于教师、主日学老师、神仆和任何其他执行教导职能的人:只有在以身作则时我们的教导才会有效。

    罪人经历生命改变的关键是亲近上帝。父母单靠自己无法改变孩子的生命,但上帝能够!圣灵能够提醒人们他们的罪(《约翰福音》16:8),并将罪人转变为基督里的新人(《以弗所书》2:15;《哥林多后书》5:17)。您是否经历过生命的改变,成为一个遵行上帝旨意的新人?[邱隆泰传道/洪萍利]

    10 min
  • 一月廿六日 - 智慧很重要!

    许多人把生命看成流水。水总是往低处流,别无选择。有这种人生观的人,不会为了某些目标而努力。他只是抓住机会来生活,而不是刻意创造机会。这种情况发生在许多家庭中,包括以撒的家庭。以撒的家人有了一个良好的开端。以利以谢——亚伯拉罕吩咐为以撒寻找妻子的仆人——以祷告开始他的努力(24:12-14)。面对以撒的妻子利百加不生育的事实,以撒向上帝祷告。然而,在教育孩子的时候,他们的教育方式却不一致,"以撒爱以扫,因为常吃他的野味,利百加却爱雅各。"(25:28)。他们若是敏感的,就该看得见,他们教育偏袒孩子的方式,使以扫和雅各之间产生了不健康的竞争。鉴于当他们第一次见面时,据说以撒就爱上了利百加(24:67),我们不能认定以扫和雅各之间的竞争是由于以撒和利百加之间有不良关系造成的!教育孩子的失误,主要是父母在如何教育孩子的问题上,没有通过协商来平衡意见。尽管以撒爱利百加,但这并不一定会使他们的沟通自然是良好!父母需要上帝的智慧才能教好孩子!


    父母在教育孩子的时候需要培养敏感度。父母的责任不仅是满足孩子物质上的需要,更重要的是培养孩子的品格,帮助孩子认识上帝。就以撒和利百加而言,他们应该关注孩子的发展。他们需要确保他们的孩子彼此相爱并相互培养,而不是为了赏识而竞争。不幸的是,以撒和利百加的偏袒让以扫和雅各争夺了父母的宠爱。如果父母真的关注孩子的成长,想出最合适的教育方式,或许就可以避免以扫和雅各之间的矛盾继续发展下去。对于已婚生子的读者,你和你的配偶有没有祈求上帝的智慧(见《《雅各书》1:5),以便你们在教育孩子可以很好得配合?[邱隆泰传道/孔秋雯]

    6 min
  • 26 Januari 2023 - “HIKMAT ITU PENTING!”

    Banyak orang memandang hidup ini seperti air yang mengalir. Air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah dan tidak memiliki pilihan lain. Orang yang berpandangan hidup semacam itu tidak akan berjuang untuk mencapai tujuan tertentu. Dia menjalani hidup hanya dengan sekadar mengambil kesempatan yang mendatangi dirinya, bukan dengan sengaja menciptakan kesempatan. Kondisi semacam itu terjadi dalam banyak keluarga, termasuk dalam keluarga Ishak. Keluarga Ishak diawali dengan baik. Eliezer—hamba yang diperintahkan Abraham untuk mencari istri bagi Ishak—mengawali usahanya dengan doa (24:12-14). Saat menghadapi kenyataan bahwa Ribka—istri Ishak—mandul, Ishak berdoa kepada Tuhan. Akan tetapi, saat mendidik anak, cara mereka mendidik tidak searah, "Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub." (25:28). Bila mereka peka, seharusnya mereka bisa melihat bahwa cara mendidik mereka yang pilih kasih telah membuat Esau dan Yakub saling bersaing secara tidak sehat. Mengingat bahwa saat bertemu pertama kali, Ishak disebut mencintai Ribka (24:67), kita tidak bisa beranggapan bahwa persaingan antara Esau dan Yakub disebabkan karena hubungan yang buruk di antara Ishak dan Ribka! Kesalahan dalam mendidik anak terutama disebabkan karena orang tua tidak berunding untuk menyamakan pendapat tentang cara mendidik anak. Walaupun Ishak mencintai Ribka, hal itu belum tentu membuat komunikasi mereka otomatis menjadi baik! Orang tua memerlukan hikmat Allah agar bisa mendidik anak mereka dengan baik!


    Orang tua perlu menumbuhkan kepekaan saat mendidik anak. Kewajiban orang tua bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik anak-anaknya, tetapi juga membangun karakter serta menolong anak-anak mereka untuk mengenal Allah. Dalam hal Ishak dan Ribka, seharusnya mereka mengamati perkembangan anak-anak mereka. Mereka perlu memastikan bahwa anak-anak mereka bersikap saling mengasihi dan saling membangun, bukan bersaing untuk mendapatkan penghargaan. Sayangnya, sikap Ishak dan Ribka yang pilih kasih membuat Esau dan Yakub bersaing untuk mendapatkan kasih sayang orang tua mereka. Bila orang tua sungguh-sungguh mengamati perkembangan anak mereka serta memikirkan cara paling tepat dalam mendidik anak, mungkin konflik antara Esau dan Yakub bisa segera dicegah agar tidak terus berkembang. Bagi para pembaca yang telah berkeluarga dan memiliki anak, apakah Anda dan pasangan Anda telah memohon hikmat Allah (lihat Yakobus 1:5) agar kalian bisa bekerja sama dengan baik dalam mendidik anak-anak kalian? [GI Purnama]

    7 min
  • 一月廿五日 - 盟约之子

    撒拉要求亚伯拉罕赶走夏甲(亚伯拉罕的妾)和以实玛利(亚伯拉罕从夏甲生的儿子)的态度得到了上帝的认同,使亚伯拉罕明白只有以撒才是上帝对亚伯拉罕应许的继承人(参看《创世记》21章的默想)。撒拉死后,亚伯拉罕又娶了一个名叫基土拉为妻,既使亚伯拉罕意识到只有以撒含在上帝与他之间的盟约里。因此,亚伯拉罕临死前,命令基土拉所生的孩子离开以撒。他们得到生活的补给,但他们没有继承上帝的应许,这应许只传给以撒的。亚伯拉罕打发他的后裔离开时,虽然圣经没有提到他的感受,但那一定是一件令人难过的事。在现代,妃子类似于情妇。二奶生的孩子的生活肯定是不愉快的,而二奶生的孩子成年后一般很难建立和谐的人际关系,因为童年经历的不愉快境遇一般都会在成年后留下不稳定的情绪。因此,虽然亚伯拉罕在信仰方面是榜样,但在与女性的关系方面,他不配成为榜样。亚伯拉罕死后,埋葬他的人是以撒和以实玛利(25:7-9)。这表明赶走夏甲和以实玛利并没有招到怨恨。或许,夏甲已经意识到自己是撒拉的仆人或奴隶,所以被赶走时她无权抗议。


    以撒身为上帝与亚伯拉罕之约的继承人的地位是一个特殊的地位。他的家庭将成为一个幸福的家庭,子孙众多,最终成为一个强大的国。他的后裔也将继承整个迦南地。从积极的一面来说,身为一个继承上帝应许的孩子,意味着上帝会一直保护和祝福以撒和他的后代。在消极方面来说,继承和上帝的约意味着如果他悖逆上帝并且活在罪中将会受到惩罚。

    这时,上帝对亚伯拉罕的应许不再是专门给亚伯拉罕后裔的应许,而是赐给各族各国所有愿意敞开自己接受上帝恩典的人。在属灵上,那些意识到自己是罪人并愿意敞开心扉相信基督的死和复活的人,将继承上帝对亚伯拉罕的应许。你继承了这个应许吗?[邱隆泰传道/孔秋雯]

    8 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…