Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 一月二十日 - 错误决定的后果

    亚伯拉罕是一个尽可能避免冲突的人。然而,在一个家庭中,总不能避免会发生冲突。在第13章,当亚伯拉罕的仆人与罗得的仆人发生冲突时,亚伯拉罕试图通过与罗得分开居住来避免冲突。然而,当他与自己的妻子莎拉发生冲突时,他无法通过分居来避免。如果夫妻之间有不能通过妥协解决的意见分歧,就必须有一方让出。撒拉对夏甲,她的妾身和她的继子以实玛利感到不自在。因此,撒拉要求亚伯拉罕把夏甲和以实玛利赶出去(21:9-10)。撒拉的要求让亚伯拉罕很忧愁。然而,这个恼人的要求原来是上帝的安排,明确上帝与亚伯拉罕之约的继承人就是以撒。上帝命令亚伯拉罕遵从撒拉的要求。可见,当亚伯拉罕不得不赶走自己的妃子和儿子时,他的心一定是痛的。然而,这个情况是因为他听从撒拉的建议娶了夏甲为妾的错误决定造成的。请注意,上帝要求亚伯拉罕不要因为撒拉要求赶走夏甲和以实玛利而对撒拉怀有怨恨(21:11-12)。


    亚伯拉罕的家庭故事教导了几个重要的家庭原则:首先,丈夫必须为他在家庭中所做的全部决定负责,也就是说愿意承担这些决定的全部后果。所以做丈夫的一定要慎重考虑,再做决定。此外,丈夫也必须考虑妻子提出的每一个建议,以表达对妻子的爱。其次,妻子要奖励丈夫,总是支持丈夫,提出经过深思熟虑的建议,使丈夫在做决定时避免失误,以及能做出合上帝旨意的明智决定。应该要记住,丈夫的成败,一般来说,很受妻子的影响。如果你是丈夫,你是否通过对家里所发生的一切事负责来表达爱?如果你是妻子,你有没有扮演好丈夫的助手角色——而不是无事生非——以尊重你的丈夫?[邱隆泰传道/孔秋雯]

    8 min
  • 一月十九日 - 只是仰望上帝吧!

    我们当然希望有一个像亚伯拉罕的丈夫,是忠实保护妻子的理想丈夫。然而,实际上并不如此。亚伯拉罕是一个非常令人失望的丈夫!直至两次——也就是在埃及(12:10-13)和在基拉耳(20:1-2)——亚伯拉罕不承认撒拉为他的妻子,而是他的亲戚,因为他害怕如果坦白将会被杀害。问题是,撒拉虽然年老,她仍然非常美丽。当地的掌权者有意娶撒拉为妻,但是上帝降下大灾来阻止法老(12:17),而且给与亚比米勒严厉的警告(20:3)。亚伯拉罕和撒拉的故事提醒我们,在一个家庭里,我们的配偶常常是不符合我们的期望。即使亚伯拉罕是一位有信心的人,甚至亚伯拉罕的信心成为我们的榜样,显然亚伯拉罕作为丈夫的行为甚为令人失望。相反的事也会发生在丈夫方面。即使作妻子的是一个有信心的人,也有可能她的态度和行为会令她的丈夫失望。作为例子,请注意,当亚伯拉罕对上帝应允给他后裔的实现犹豫不决时,撒拉——亚伯拉罕的妻子——提议亚伯拉罕娶她的使女夏甲为妾。撒拉的态度使亚伯拉罕的信心愈加动摇。当夏甲怀孕后变为骄傲,撒拉责怪亚伯拉罕并要他负责,实际上是她提议亚伯拉罕娶夏甲为妾的(16:1-5)。我们理应意识到上帝把不完美的人置放在我们周围,使得我们只是仰望祂。我们的配偶、父母、孩子、兄弟姐妹、朋友、以及我们所仰慕的人,都能让我们失望。但是,上帝从来不曾让我们失望。上帝总是成为我们的盼望处。


    现在您是否处在失望当中?仍然仰望上帝吧!当有人让您非常失望的时候,谨记也许也有别的人对您非常失望!我们都是不完美的人,也都会做错事。因此,我们应该随时准备饶恕别人,如同我们也希望我们的错误也将被饶恕。您是否已定期检查您自己的错误和缺点?您是否时刻准备饶恕得罪您的人?没有作饶恕的准备,我们与所有的亲戚朋友和社会大众的关系将易于动摇和破裂![邱隆泰传道/ 王丽娇]

    8 min
  • 19 Januari 2023 - “BERHARAPLAH KEPADA TUHAN SAJA!”

    Kita pasti berharap bahwa seorang suami seperti Abraham adalah suami ideal yang selalu setia melindungi istrinya. Akan tetapi, ternyata kenyataannya tidak demikian. Abraham adalah suami yang sangat mengecewakan! Sampai dua kali—yaitu di Mesir (12:10-13) dan di Gerar (20:1-2)—Abraham tidak mengakui Sara sebagai istri, tetapi sebagai saudara, karena dia takut dibunuh bila berterus terang. Pasalnya, walaupun sudah tua, Sara masih sangat cantik. Sara diambil oleh penguasa setempat dengan maksud untuk dijadikan istri, tetapi TUHAN mencegah dengan menimpakan tulah kepada Firaun (12:17) dan dengan memberi peringatan keras kepada Abimelekh (20:3). Kisah Abraham dan Sara ini mengingatkan kita bahwa dalam sebuah rumah tangga, pasangan kita sering kali tidak memenuhi harapan kita. Walaupun Abraham adalah seorang beriman, bahkan iman Abraham merupakan teladan bagi kita, ternyata bahwa tindakan Abraham sebagai seorang suami amat mengecewakan. Hal sebaliknya juga bisa berlaku bagi para suami. Walaupun sang istri adalah seorang yang beriman, mungkin saja sikap atau tindakannya mengecewakan suaminya. Sebagai contoh, perhatikan bahwa saat Abraham ragu-ragu tentang realisasi janji Tuhan untuk memberi keturunan, Sara—istri Abraham—menganjurkan agar Abraham mengambil Hagar—hamba Sara—sebagai gundik. Sikap Sara semakin menggoyahkan iman Abraham. Saat Hagar hamil dan menjadi sombong, Sara menyalahkan Abraham dan meminta Abraham bertanggung jawab, padahal dialah yang menganjurkan Abraham untuk mengambil Hagar sebagai gundiknya (16:1-5). Kita harus menyadari bahwa Allah menempatkan orang-orang yang tidak sempurna di sekitar kita supaya kita berharap kepada Allah saja. Pasangan kita, orang tua kita, anak kita, saudara kita, teman kita, dan orang-orang yang kita idolakan semuanya bisa mengecewakan diri kita. Akan tetapi, TUHAN tidak akan pernah mengecewakan kita. TUHAN selalu bisa menjadi tampat kita berharap.


    Apakah saat ini Anda sedang mengalami kekecewaan? Tetaplah berharap kepada Tuhan! Saat ada orang yang membuat Anda sangat kecewa, ingatlah bahwa mungkin ada pula orang lain yang sangat kecewa terhadap diri Anda! Kita semua tidak sempurna dan bisa melakukan kesalahan. Oleh karena itu, kita harus selalu siap memaafkan orang lain sebagaimana kita berharap bahwa kesalahan kita juga akan dimaafkan. Apakah Anda telah secara berkala memeriksa kesalahan dan kekurangan diri Anda sendiri? Apakah Anda selalu bersedia untuk memaafkan orang yang bersalah kepada diri Anda? Tanpa kesediaan memaafkan, semua relasi kita dengan keluarga atau dengan teman atau dengan masyarakat akan mudah goyah dan rusak! [GI Purnama]

    10 min
  • 一月十八日 - 作错误决定的结果

    罗得因作错误的决定而面临困境。当亚伯拉罕让他选择居住地点时,罗得只考虑于物质上的利益,以至他选择住在所多玛城,在那里土地肥沃,使得他的家畜易于觅食。他忽视了所多玛居民非常邪恶的现实。当看似普通人的两个天使来到的那天晚上,城里的男性来找他们想要强奸他们。罗得为保护他们而提供他的两个女儿来代替,但是他们拒绝了。他们更喜欢同性恋行为比起异性恋行为。同性恋行为是旧约时代被严格禁止的性偏差。"不可与男人苟合,像与女人一样;这本是可憎恶的。"(《利未记》18:22)。罗得意图将交出他的两个女儿作为代替两个天使,也是贬低女性的可恶行为。以上的道德堕落再加上罗得的两个女儿的道德堕落。所多玛与蛾摩拉城被上帝用硫磺与火从天上降下毁灭,罗得和两个女儿逃到一个山洞里。由于他们只是三个人而且除了罗得没有别的男人,两个女儿倡议把她们的父亲灌醉,使得她们能够轮流与她们的父亲同寝。结果,从她们的后裔产生了摩押和亚扪,两个成为世世代代与以色列民族为敌的民族。从罗得的家庭故事清楚看到错误选择居住地是致命的。


    您是否曾经作出某一个选择,使得您"被迫"行出不合符上帝的旨意?物质上的盈利是否让您应该忽略道德与精神上的价值?使徒保罗提醒说"你们不要自欺;滥交是败坏善行。"(《哥林多前书》15:33)。上述警告提醒我们要小心谨慎选择环境,无论是居住、工作、与学习的环境。在做选择时——包括工作、居住、学校及其它——我们应该考虑一切有关的方面,不只是盈利与亏损方面。错误的选择会引起致命。每当面对选择,我们必须自问:上帝对我的意愿是什么?哪一个选择能够使我更加认识上帝?[邱隆泰传道/王丽娇]

    9 min
  • 18 Januari 2023 - “AKIBAT KEPUTUSAN YANG SALAH”

    Lot menghadapi situasi sulit karena dia salah mengambil keputusan. Saat Abraham meminta dia memilih di mana akan tinggal, Lot hanya mempertimbangkan keuntungan materi, sehingga dia memilih untuk tinggal di kota Sodom yang daerahnya subur agar ternaknya mudah mendapatkan makanan. Dia tidak memedulikan kenyataan bahwa penduduk kota Sodom itu amat jahat. Pada malam hari di hari kedatangan kedua malaikat yang terlihat sebagai dua orang pria biasa itu, para lelaki kota itu mendatangi mereka dan ingin memerkosa mereka. Lot melindungi mereka dengan menawarkan kedua anak gadisnya sebagai pengganti, tetapi mereka menolak. Mereka lebih menyukai praktik homoseksual ketimbang heteroseksual. Praktik homoseksual adalah praktik penyimpangan seksual yang dilarang dengan tegas dalam Perjanjian Lama, "Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian." (Imamat 18:22). Niat Lot menyerahkan kedua anak gadisnya sebagai pengganti kedua malaikat itu juga merupakan tindakan keji yang merendahkan kaum wanita. Kebobrokan moral di atas masih ditambah dengan kebobrokan moral kedua anak gadis Lot. Setelah kota Sodom dan Gomora dihancurkan TUHAN dengan hujan belerang dan api, Lot dan kedua anak gadisnya melarikan diri ke sebuah gua. Karena mereka hanya bertiga dan tidak ada pria lain selain Lot, kedua anak gadis itu berinisiatif membuat ayah mereka mabuk supaya mereka bisa tidur secara bergantian dengan ayah mereka. Akhirnya, dari keturunan mereka-lah muncul bangsa Moab dan bangsa Amon yang turun-temurun menjadi musuh bangsa Israel. Terlihat jelas dalam kisah keluarga Lot bahwa kesalahan memilih lingkungan tempat tinggal bisa berakibat fatal.


    Pernahkah Anda mengambil suatu pilihan yang membuat Anda sering "dipaksa" untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan? Apakah keuntungan materi yang Anda peroleh membuat Anda harus mengabaikan nilai-nilai moral dan rohani? Rasul Paulus mengingatkan, "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." (1 Korintus 15:33). Peringatan tersebut mengingatkan kita agar kita berhati-hati memilih lingkungan, baik lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja, maupun lingkungan tempat belajar. Saat membuat pilihan—termasuk pilihan pekerjaan, tempat tinggal, sekolah, dan sebagainya—kita harus mempertimbangkan semua aspek yang berkaitan, bukan hanya aspek untung-rugi. Kesalahan memilih bisa berakibat fatal. Setiap kali berhadapan dengan pilihan, kita perlu bertanya: Apa yang menjadi kehendak TUHAN bagi diri saya? Pilihan mana yang bisa membuat saya semakin mengenal TUHAN? [GI Purnama]

    9 min
  • 17 Januari 2023 - “BERKOMUNIKASI DENGAN TUHAN”

    Salah satu ciri kedekatan dengan TUHAN adalah kepekaan terhadap kehendak Tuhan. Saat TUHAN hendak menghukum kota Sodom dan Gomora, TUHAN beranggapan bahwa Dia seharusnya memberitahukan rencana tersebut kepada Abraham karena Lot—keponakan Abraham—tinggal di kota Sodom dan Lot dengan keluarganya akan terkena dampak penghukuman itu (18:17-19). Setelah mendengar rencana penghukuman itu, Abraham berusaha membujuk agar TUHAN membatalkan rencana tersebut. Apa yang dilakukan oleh Abraham itu bisa kita sebut sebagai doa. Doa adalah komunikasi kita dengan TUHAN. Doa bisa mencakup pembicaraan tentang apa saja. Selain berisi permohonan, doa yang baik juga mencakup pujian dan pengucapan syukur kepada Tuhan, serta bisa mencakup pengakuan dosa atas dosa-dosa yang kita sadari. Permohonan yang bisa kita sampaikan kepada TUHAN bukan hanya permohonan untuk hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan kita, tetapi juga  permohonan yang berkaitan dengan keluarga, teman, gereja, tempat kerja, bencana alam, masalah nasional, dan hal-hal lain yang kita anggap penting untuk disampaikan kepada Allah.


    Komunikasi selalu berkaitan dengan kedekatan relasi. Bila kita dekat dengan TUHAN, kita akan berkomunikasi dengan TUHAN tentang masalah apa saja. Bila kita kurang berkomunikasi dengan TUHAN berarti relasi kita dengan TUHAN bermasalah. Perusak komunikasi dengan Tuhan adalah dosa. Dosa akan membuat kita enggan berdoa. Bila Anda ingin menjalin relasi yang intim dengan Tuhan, Anda harus membiasakan diri untuk mengaku dosa segera setelah dosa itu Anda sadari. Yang perlu kita komunikasikan dengan Tuhan bukan hanya masalah dosa dan kebutuhan kita, tetapi juga rencana-rencana kita. Sebelum membuat keputusan, kita harus mempertimbangkan dengan cermat dan juga dengan bergumul dalam doa. Keputusan yang salah—misalnya salah memilih pasangan hidup, salah memilih tempat kerja, salah memilih lokasi tempat tinggal, dan sebagainya—bisa berdampak fatal. Doa Abraham menyangkut kepentingan Lot sangat penting. Sayang bahwa Abraham kurang berani meminta saat berdoa, sehingga dia tidak meminta pengampunan untuk kota Sodom karena Lot yang beriman berdiam di sana. Bila Lot dan kedua putrinya akhirnya selamat, peranan doa syafaat Abraham untuk keluarga Lot tidak bisa diabaikan. Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk berdoa bagi pergumulan keluarga Anda, gereja Anda, dan orang-orang di sekitar Anda? Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk bergumul dalam doa sebelum membuat keputusan penting? Apakah Anda sudah memiliki hubungan yang intim dengan TUHAN? [GI Purnama]

    10 min
  • 一月十七日 - 与上帝交流

    与上帝亲近的其中一个特征,是对上帝的意愿有敏感性。当上帝要惩罚所多玛城和蛾摩拉城,上帝认为祂理应将此计划告诉亚伯拉罕,因为罗得——亚伯拉罕的侄子——住在所多玛城,而罗得与他的家属将遭遇到惩罚的影响(18:17-19)。听了惩罚的计划后,亚伯拉罕设法说服上帝使祂取消那计划。亚伯拉罕所做的我们可称作祷告。祷告是我们与上帝的交流。祷告能包括一切话题。除了包含祈求,祷告也可以包括对上帝的赞美与感恩,并且也可以包括对我们所做的过犯向上帝认罪。我们能够向上帝祈求的不仅是与我们有关的一切问题,而且也包括与家庭、朋友、教会、职场、天灾、国事以及其它我们认为重要的事项来向上帝阐述。


    交流一般上与密切关系有关。若我们与上帝有密切的关系,我们将与上帝无所不谈。如果我们与上帝缺少交流,表示我们与上帝的关系出现问题。破坏与上帝的交流的是罪。罪能使我们不情愿祷告。倘若您愿意与上帝有密切的关系,您应该习惯于在您醒悟到犯罪时即刻认罪祷告。我们应该与上帝交流的不仅是我们的罪与我们的需要而已,但也是我们的计划。在未做决定之前,我们应该慎重考虑并且在祷告中挣扎。错误的决定——比如选错婚姻对象、选错工作场所、选错居住地点、及其它——将会造成致命的影响。亚伯拉罕的祷告对于罗得很有重要性。可惜亚伯拉罕祷告时不敢过于祈求,以至他不祈求为赦免所多玛城的罪恶祷告,因为有信心的罗得住在那里。最终如果罗得与他的两个女儿安全,亚伯拉罕为罗得的家庭的代祷不能被忽略。您是否已经养成习惯于为您的家庭、您的教会、以及您周围的人的挣扎而祷告?您是否已习惯于在作重要决定之前作祷告?您是否与上帝有密切的关系?[邱隆泰传道/王丽娇]

    13 min
  • 一月十六日 - 信心的成长

    过去接待客旅是表示友善的态度,这种美德是值得成为我们学习的好榜样。在新约时代,有预备心接待客旅是成为选择教会监督的其中一个标准(《提摩太前书》3:2;《提多书》1:7-8,与《罗马书》16:23;《腓利门书》1:22作比较)。《希伯来书》作者给予劝勉,"不可忘记用爱心接待客旅;因为曾有接待客旅的,不知不觉就接待了天使。"(《希伯来书》13:2)。此劝勉与亚伯拉罕的经验相符合。亚伯拉罕接待来到他的帐棚的三个人,原来是上帝与祂的两个天使(《创世记》18:1-5)。他们享用了亚伯拉罕和他的妻子撒拉所预备的食物后,上帝对他们说,明年撒拉将产下一个男婴(18:10)。


    既是亚伯拉罕或撒拉都不能轻易相信上帝对他们后裔的事的应允。亚伯拉罕的犹豫使得他提议立伊利泽——他的奴仆——成为他的继承人,并且接受撒拉的建议娶夏甲为妾。今天的经文里,当撒拉听了上帝的应允,她将产下一个男婴,她笑了(18:10-12)。很明显的,信心是要通过一个过程而成长。对于亚伯拉罕来说,虽然没有一个合逻辑的理由来相信上帝的应允,但最终亚伯拉罕确信了(《罗马书》4:18-21))。撒拉也不相信上帝的应允。虽然如此,上帝的应允仍旧应验了。请谨记上帝的应允会应验不是因为靠我们的信心,而是因为给我们应允的上帝是可靠的上帝。对于我们来说,见证了上帝对祂的应允的忠心,我们的信心理应成长。

    您的生活是否以对上帝的信心为基础?您是否确信上帝爱您,并且肯定把最好的给祂的儿子们?切记信道是从听道来的,而听道是从基督的话来的(《罗马书》10:17)。如果您愿意使得您的信心不断成长,理应持续不断深入了解并持守上帝的道。上帝的意愿与应允理应成为您祷告的基础。如果您能记下您的祷告,并记下上帝怎么回应您的祷告,那将对您有很大的帮助。您的信心是否一直不断在成长?您是否已预备时间祷告,无论是个人的或群体的?为着您的信心的成长您是否有作某些计划?[邱隆泰传道/王丽娇]

    12 min
  • 16 Januari 2023 - “IMAN YANG BERTUMBUH”

    Kebajikan masa lampau untuk mengungkapkan keramahan dengan menyediakan tumpangan bagi para perantau merupakan kebajikan yang patut kita teladani. Pada zaman Perjanjian Baru, adanya kesediaan memberi tumpangan merupakan salah satu kriteria dalam memilih penilik jemaat (1 Timotius 3:2; Titus 1:7-8, bandingkan dengan Roma 16:23; Filemon 1:22). Penulis surat Ibrani memberi nasihat, "Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat." (Ibrani 13:2). Nasihat ini cocok dengan pengalaman Abraham. Tiga orang yang diminta untuk singgah di kemah Abraham itu ternyata adalah TUHAN bersama dengan dua malaikat-Nya (Kejadian 18:1-5). Setelah mereka menyantap hidangan yang disajikan oleh Abraham dan Sara, istrinya, TUHAN menyampaikan bahwa di tahun berikutnya, Sara akan mendapatkan seorang anak laki-laki (18:10).


    Baik Abraham maupun Sara tidak mudah untuk bisa memercayai janji TUHAN tentang keturunan mereka. Kesangsian Abraham membuat ia mengusulkan Eliezer—hambanya—untuk menjadi ahli waris, serta membuat ia menerima usulan Sara untuk mengambil Hagar sebagai istri muda. Dalam bacaan hari ini, Sara tertawa saat mendengar janji TUHAN bahwa ia akan melahirkan anak laki-laki (18:10-12). Jelaslah bahwa iman bertumbuh melalui suatu proses. Walaupun tidak ada alasan logis bagi Abraham untuk memercayai janji Allah, akhirnya Abraham sungguh-sungguh percaya.(Roma 4:18-21). Sara juga meragukan janji TUHAN, Sekalipun demikian, janji Allah tetap terwujud. Ingatlah bahwa janji Allah terwujud bukan karena iman kita, tetapi karena Allah yang memberi janji itu adalah Allah yang dapat dipercaya. Dari pihak kita, sudah semestinya iman kita terus bertumbuh setelah melihat bahwa Allah setia pada janji-Nya.

    Apakah hidup Anda dilandasi oleh iman kepada Allah? Apakah Anda yakin bahwa Allah mengasihi Anda dan Allah pasti akan memberi yang terbaik bagi anak-anak-Nya? Ingatlah bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Roma 10:17). Bila Anda menginginkan agar iman Anda terus bertumbuh, Anda harus terus memperdalam pemahaman Anda tentang firman TUHAN dan terus berpegang pada firman TUHAN. Kehendak dan janji TUHAN harus menjadi landasan doa Anda. Akan sangat menolong bila Anda mencatat apa yang Anda doakan serta mencatat bagaimana Allah menjawab doa Anda. Apakah selama ini, iman Anda terus bertumbuh? Apakah Anda sudah menyediakan waktu untuk berdoa, baik secara pribadi maupun secara bersama-sama? Apakah Anda memiliki rencana tertentu untuk bisa semakin bertumbuh dalam iman? [GI Purnama]

    14 min
  • 15 Januari 2023 - “TANDA PERJANJIAN”

    Penggantian nama merupakan suatu tanda yang mengingatkan pada janji Allah. Nama "Abram" diganti menjadi "Abraham" (17:5), sedangkan nama "Sarai" diganti menjadi "Sara" (17:15). Nama "Abram" berarti orang yang dihormati. Mungkin, hal ini menunjukkan bahwa Abram berasal dari sebuah keluarga yang dihormati. Nama "Abraham" berarti bapak sejumlah besar bangsa. Dari satu sisi, hal ini menunjukkan bahwa Allah akan membuat keturunan Abraham menjadi suatu bangsa yang besar. Dari sisi lain, dalam Perjanjian Baru, Abraham dipandang sebagai bapak bagi orang percaya karena orang yang memercayai Tuhan Yesus mewarisi janji Allah kepada Abraham. Nama "Sarai" menunjuk pada masa lalu sebagai seorang wanita yang mandul, sedangkan nama "Sara" menunjuk pada janji Allah untuk menjadikan dia sebagai ibu bagi bangsa-bangsa. Perjanjian Allah dengan Abraham dalam bacaan Alkitab hari ini disertai dengan kewajiban di pihak Abraham untuk melaksanakan  sunat bagi setiap anak laki-laki saat berusia delapan hari (17:10-12). Sesudah perjanjian itu diungkapkan, Allah kembali memberi penegasan bahwa Abraham akan segera mendapatkan anak melalui Sara (17:15-16). Abraham dan semua pria lain yang saat itu tinggal bersama dengan Abraham menjalani sunat segera sesudah Allah mengemukakan perjanjian antara diri-Nya dengan Abraham (17:23). Saat disunat, Abraham berusia 99 tahun, sedangkan Ismael berusia 13 tahun. Jadi, pelaksanaan sunat bagi bayi laki-laki berumur 8 hari itu hanya berlaku bagi bayi yang lahir sesudah pelaksanaan sunat yang pertama tersebut.


    Praktik sunat sebagai tanda perjanjian antara Allah dengan umat–Nya hanya berlaku pada masa Perjanjian Lama. Pada masa Perjanjian Baru, sunat hanya diwajibkan bagi orang Yahudi dan tidak diwajibkan bagi orang percaya bukan Yahudi pada masa Perjanjian Baru. Perjanjian yang Baru itu tercermin dalam perjamuan kudus dan baptisan. Roti dan anggur dalam Perjamuan Kudus menggambarkan Kristus yang menyerahkan tubuh-Nya sebagai korban dan mencurahkan darah-Nya untuk menebus dosa umat manusia. Penebusan dosa diterima oleh setiap orang yang memercayai karya penebusan itu. Baptisan menggambarkan penyatuan orang percaya dengan Kristus, sehingga semua orang percaya merupakan satu tubuh, yaitu tubuh Kristus. Perlu disadari bahwa "percaya" adalah kondisi hati yang tidak bisa dilihat atau didengar. Saat seseorang memberi diri untuk dibaptis, ia mengungkapkan kondisi "percaya" dengan ucapan mulutnya di hadapan jemaat, sehingga kondisi "percaya" itu bisa didengar dan dilihat. Apakah Anda percaya bahwa Tuhan Yesus sudah mati untuk menebus dosa Anda? Apakah Anda sudah mengungkapkan kondisi percaya Anda di hadapan orang lain melalui memberi diri untuk dibaptis? [GI Purnama]

    7 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…