
Sign up to save your podcasts
Or


亚伯拉罕是一个尽可能避免冲突的人。然而,在一个家庭中,总不能避免会发生冲突。在第13章,当亚伯拉罕的仆人与罗得的仆人发生冲突时,亚伯拉罕试图通过与罗得分开居住来避免冲突。然而,当他与自己的妻子莎拉发生冲突时,他无法通过分居来避免。如果夫妻之间有不能通过妥协解决的意见分歧,就必须有一方让出。撒拉对夏甲,她的妾身和她的继子以实玛利感到不自在。因此,撒拉要求亚伯拉罕把夏甲和以实玛利赶出去(21:9-10)。撒拉的要求让亚伯拉罕很忧愁。然而,这个恼人的要求原来是上帝的安排,明确上帝与亚伯拉罕之约的继承人就是以撒。上帝命令亚伯拉罕遵从撒拉的要求。可见,当亚伯拉罕不得不赶走自己的妃子和儿子时,他的心一定是痛的。然而,这个情况是因为他听从撒拉的建议娶了夏甲为妾的错误决定造成的。请注意,上帝要求亚伯拉罕不要因为撒拉要求赶走夏甲和以实玛利而对撒拉怀有怨恨(21:11-12)。
我们当然希望有一个像亚伯拉罕的丈夫,是忠实保护妻子的理想丈夫。然而,实际上并不如此。亚伯拉罕是一个非常令人失望的丈夫!直至两次——也就是在埃及(12:10-13)和在基拉耳(20:1-2)——亚伯拉罕不承认撒拉为他的妻子,而是他的亲戚,因为他害怕如果坦白将会被杀害。问题是,撒拉虽然年老,她仍然非常美丽。当地的掌权者有意娶撒拉为妻,但是上帝降下大灾来阻止法老(12:17),而且给与亚比米勒严厉的警告(20:3)。亚伯拉罕和撒拉的故事提醒我们,在一个家庭里,我们的配偶常常是不符合我们的期望。即使亚伯拉罕是一位有信心的人,甚至亚伯拉罕的信心成为我们的榜样,显然亚伯拉罕作为丈夫的行为甚为令人失望。相反的事也会发生在丈夫方面。即使作妻子的是一个有信心的人,也有可能她的态度和行为会令她的丈夫失望。作为例子,请注意,当亚伯拉罕对上帝应允给他后裔的实现犹豫不决时,撒拉——亚伯拉罕的妻子——提议亚伯拉罕娶她的使女夏甲为妾。撒拉的态度使亚伯拉罕的信心愈加动摇。当夏甲怀孕后变为骄傲,撒拉责怪亚伯拉罕并要他负责,实际上是她提议亚伯拉罕娶夏甲为妾的(16:1-5)。我们理应意识到上帝把不完美的人置放在我们周围,使得我们只是仰望祂。我们的配偶、父母、孩子、兄弟姐妹、朋友、以及我们所仰慕的人,都能让我们失望。但是,上帝从来不曾让我们失望。上帝总是成为我们的盼望处。
Kita pasti berharap bahwa seorang suami seperti Abraham adalah suami ideal yang selalu setia melindungi istrinya. Akan tetapi, ternyata kenyataannya tidak demikian. Abraham adalah suami yang sangat mengecewakan! Sampai dua kali—yaitu di Mesir (12:10-13) dan di Gerar (20:1-2)—Abraham tidak mengakui Sara sebagai istri, tetapi sebagai saudara, karena dia takut dibunuh bila berterus terang. Pasalnya, walaupun sudah tua, Sara masih sangat cantik. Sara diambil oleh penguasa setempat dengan maksud untuk dijadikan istri, tetapi TUHAN mencegah dengan menimpakan tulah kepada Firaun (12:17) dan dengan memberi peringatan keras kepada Abimelekh (20:3). Kisah Abraham dan Sara ini mengingatkan kita bahwa dalam sebuah rumah tangga, pasangan kita sering kali tidak memenuhi harapan kita. Walaupun Abraham adalah seorang beriman, bahkan iman Abraham merupakan teladan bagi kita, ternyata bahwa tindakan Abraham sebagai seorang suami amat mengecewakan. Hal sebaliknya juga bisa berlaku bagi para suami. Walaupun sang istri adalah seorang yang beriman, mungkin saja sikap atau tindakannya mengecewakan suaminya. Sebagai contoh, perhatikan bahwa saat Abraham ragu-ragu tentang realisasi janji Tuhan untuk memberi keturunan, Sara—istri Abraham—menganjurkan agar Abraham mengambil Hagar—hamba Sara—sebagai gundik. Sikap Sara semakin menggoyahkan iman Abraham. Saat Hagar hamil dan menjadi sombong, Sara menyalahkan Abraham dan meminta Abraham bertanggung jawab, padahal dialah yang menganjurkan Abraham untuk mengambil Hagar sebagai gundiknya (16:1-5). Kita harus menyadari bahwa Allah menempatkan orang-orang yang tidak sempurna di sekitar kita supaya kita berharap kepada Allah saja. Pasangan kita, orang tua kita, anak kita, saudara kita, teman kita, dan orang-orang yang kita idolakan semuanya bisa mengecewakan diri kita. Akan tetapi, TUHAN tidak akan pernah mengecewakan kita. TUHAN selalu bisa menjadi tampat kita berharap.
罗得因作错误的决定而面临困境。当亚伯拉罕让他选择居住地点时,罗得只考虑于物质上的利益,以至他选择住在所多玛城,在那里土地肥沃,使得他的家畜易于觅食。他忽视了所多玛居民非常邪恶的现实。当看似普通人的两个天使来到的那天晚上,城里的男性来找他们想要强奸他们。罗得为保护他们而提供他的两个女儿来代替,但是他们拒绝了。他们更喜欢同性恋行为比起异性恋行为。同性恋行为是旧约时代被严格禁止的性偏差。"不可与男人苟合,像与女人一样;这本是可憎恶的。"(《利未记》18:22)。罗得意图将交出他的两个女儿作为代替两个天使,也是贬低女性的可恶行为。以上的道德堕落再加上罗得的两个女儿的道德堕落。所多玛与蛾摩拉城被上帝用硫磺与火从天上降下毁灭,罗得和两个女儿逃到一个山洞里。由于他们只是三个人而且除了罗得没有别的男人,两个女儿倡议把她们的父亲灌醉,使得她们能够轮流与她们的父亲同寝。结果,从她们的后裔产生了摩押和亚扪,两个成为世世代代与以色列民族为敌的民族。从罗得的家庭故事清楚看到错误选择居住地是致命的。
Lot menghadapi situasi sulit karena dia salah mengambil keputusan. Saat Abraham meminta dia memilih di mana akan tinggal, Lot hanya mempertimbangkan keuntungan materi, sehingga dia memilih untuk tinggal di kota Sodom yang daerahnya subur agar ternaknya mudah mendapatkan makanan. Dia tidak memedulikan kenyataan bahwa penduduk kota Sodom itu amat jahat. Pada malam hari di hari kedatangan kedua malaikat yang terlihat sebagai dua orang pria biasa itu, para lelaki kota itu mendatangi mereka dan ingin memerkosa mereka. Lot melindungi mereka dengan menawarkan kedua anak gadisnya sebagai pengganti, tetapi mereka menolak. Mereka lebih menyukai praktik homoseksual ketimbang heteroseksual. Praktik homoseksual adalah praktik penyimpangan seksual yang dilarang dengan tegas dalam Perjanjian Lama, "Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian." (Imamat 18:22). Niat Lot menyerahkan kedua anak gadisnya sebagai pengganti kedua malaikat itu juga merupakan tindakan keji yang merendahkan kaum wanita. Kebobrokan moral di atas masih ditambah dengan kebobrokan moral kedua anak gadis Lot. Setelah kota Sodom dan Gomora dihancurkan TUHAN dengan hujan belerang dan api, Lot dan kedua anak gadisnya melarikan diri ke sebuah gua. Karena mereka hanya bertiga dan tidak ada pria lain selain Lot, kedua anak gadis itu berinisiatif membuat ayah mereka mabuk supaya mereka bisa tidur secara bergantian dengan ayah mereka. Akhirnya, dari keturunan mereka-lah muncul bangsa Moab dan bangsa Amon yang turun-temurun menjadi musuh bangsa Israel. Terlihat jelas dalam kisah keluarga Lot bahwa kesalahan memilih lingkungan tempat tinggal bisa berakibat fatal.
Salah satu ciri kedekatan dengan TUHAN adalah kepekaan terhadap kehendak Tuhan. Saat TUHAN hendak menghukum kota Sodom dan Gomora, TUHAN beranggapan bahwa Dia seharusnya memberitahukan rencana tersebut kepada Abraham karena Lot—keponakan Abraham—tinggal di kota Sodom dan Lot dengan keluarganya akan terkena dampak penghukuman itu (18:17-19). Setelah mendengar rencana penghukuman itu, Abraham berusaha membujuk agar TUHAN membatalkan rencana tersebut. Apa yang dilakukan oleh Abraham itu bisa kita sebut sebagai doa. Doa adalah komunikasi kita dengan TUHAN. Doa bisa mencakup pembicaraan tentang apa saja. Selain berisi permohonan, doa yang baik juga mencakup pujian dan pengucapan syukur kepada Tuhan, serta bisa mencakup pengakuan dosa atas dosa-dosa yang kita sadari. Permohonan yang bisa kita sampaikan kepada TUHAN bukan hanya permohonan untuk hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan kita, tetapi juga permohonan yang berkaitan dengan keluarga, teman, gereja, tempat kerja, bencana alam, masalah nasional, dan hal-hal lain yang kita anggap penting untuk disampaikan kepada Allah.
与上帝亲近的其中一个特征,是对上帝的意愿有敏感性。当上帝要惩罚所多玛城和蛾摩拉城,上帝认为祂理应将此计划告诉亚伯拉罕,因为罗得——亚伯拉罕的侄子——住在所多玛城,而罗得与他的家属将遭遇到惩罚的影响(18:17-19)。听了惩罚的计划后,亚伯拉罕设法说服上帝使祂取消那计划。亚伯拉罕所做的我们可称作祷告。祷告是我们与上帝的交流。祷告能包括一切话题。除了包含祈求,祷告也可以包括对上帝的赞美与感恩,并且也可以包括对我们所做的过犯向上帝认罪。我们能够向上帝祈求的不仅是与我们有关的一切问题,而且也包括与家庭、朋友、教会、职场、天灾、国事以及其它我们认为重要的事项来向上帝阐述。
过去接待客旅是表示友善的态度,这种美德是值得成为我们学习的好榜样。在新约时代,有预备心接待客旅是成为选择教会监督的其中一个标准(《提摩太前书》3:2;《提多书》1:7-8,与《罗马书》16:23;《腓利门书》1:22作比较)。《希伯来书》作者给予劝勉,"不可忘记用爱心接待客旅;因为曾有接待客旅的,不知不觉就接待了天使。"(《希伯来书》13:2)。此劝勉与亚伯拉罕的经验相符合。亚伯拉罕接待来到他的帐棚的三个人,原来是上帝与祂的两个天使(《创世记》18:1-5)。他们享用了亚伯拉罕和他的妻子撒拉所预备的食物后,上帝对他们说,明年撒拉将产下一个男婴(18:10)。
Kebajikan masa lampau untuk mengungkapkan keramahan dengan menyediakan tumpangan bagi para perantau merupakan kebajikan yang patut kita teladani. Pada zaman Perjanjian Baru, adanya kesediaan memberi tumpangan merupakan salah satu kriteria dalam memilih penilik jemaat (1 Timotius 3:2; Titus 1:7-8, bandingkan dengan Roma 16:23; Filemon 1:22). Penulis surat Ibrani memberi nasihat, "Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat." (Ibrani 13:2). Nasihat ini cocok dengan pengalaman Abraham. Tiga orang yang diminta untuk singgah di kemah Abraham itu ternyata adalah TUHAN bersama dengan dua malaikat-Nya (Kejadian 18:1-5). Setelah mereka menyantap hidangan yang disajikan oleh Abraham dan Sara, istrinya, TUHAN menyampaikan bahwa di tahun berikutnya, Sara akan mendapatkan seorang anak laki-laki (18:10).
Penggantian nama merupakan suatu tanda yang mengingatkan pada janji Allah. Nama "Abram" diganti menjadi "Abraham" (17:5), sedangkan nama "Sarai" diganti menjadi "Sara" (17:15). Nama "Abram" berarti orang yang dihormati. Mungkin, hal ini menunjukkan bahwa Abram berasal dari sebuah keluarga yang dihormati. Nama "Abraham" berarti bapak sejumlah besar bangsa. Dari satu sisi, hal ini menunjukkan bahwa Allah akan membuat keturunan Abraham menjadi suatu bangsa yang besar. Dari sisi lain, dalam Perjanjian Baru, Abraham dipandang sebagai bapak bagi orang percaya karena orang yang memercayai Tuhan Yesus mewarisi janji Allah kepada Abraham. Nama "Sarai" menunjuk pada masa lalu sebagai seorang wanita yang mandul, sedangkan nama "Sara" menunjuk pada janji Allah untuk menjadikan dia sebagai ibu bagi bangsa-bangsa. Perjanjian Allah dengan Abraham dalam bacaan Alkitab hari ini disertai dengan kewajiban di pihak Abraham untuk melaksanakan sunat bagi setiap anak laki-laki saat berusia delapan hari (17:10-12). Sesudah perjanjian itu diungkapkan, Allah kembali memberi penegasan bahwa Abraham akan segera mendapatkan anak melalui Sara (17:15-16). Abraham dan semua pria lain yang saat itu tinggal bersama dengan Abraham menjalani sunat segera sesudah Allah mengemukakan perjanjian antara diri-Nya dengan Abraham (17:23). Saat disunat, Abraham berusia 99 tahun, sedangkan Ismael berusia 13 tahun. Jadi, pelaksanaan sunat bagi bayi laki-laki berumur 8 hari itu hanya berlaku bagi bayi yang lahir sesudah pelaksanaan sunat yang pertama tersebut.
From the publisher's feed