
Sign up to save your podcasts
Or


Kisah menara Babel dalam bacaan Alkitab hari ini merupakan kisah yang sangat terkenal, tetapi makna kisah ini kadang-kadang disalah mengerti. Dalam kisah ini, Allah mengacaukan bahasa manusia, sehingga manusia tersebar ke seluruh bumi, tidak berkumpul di satu tempat. Akan tetapi, perlu disadari bahwa hal ini tidak berarti bahwa Allah tidak menghendaki kesatuan! Ada dua hal yang penting diperhatikan di sini: Pertama, kesatuan yang dikehendaki Allah bukan berarti bahwa Allah menghendaki agar umat-Nya selalu berusaha berkumpul di satu tempat saja. Saat menciptakan manusia, Allah telah mengungkapkan kehendak-Nya agar manusia memenuhi bumi. Menjelang naik ke sorga, Tuhan Yesus memberikan amanat agar murid-murid-Nya pergi ke seluruh dunia (Matius 28:19; Markus 16:15). Dari sisi kepelbagaian bahasa yang dimulai dengan peristiwa menara Babel, kita perlu mengingat bahwa saat Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta, bahasa manusia yang berbeda-beda itu disatukan. Melalui ide kepelbagaian, kita perlu melangkah keluar dari zona nyaman di dalam kelompok kita dan melangkar keluar untuk menjangkau orang-orang yang belum mengenal Kristus di seluruh dunia. Melalui ide kesatuan, kita perlu membangun kesadaran bahwa walaupun umat Allah itu terdiri dari kelompok yang berbeda-beda, kita bersatu di dalam Kristus. Kedua, dalam kisah menara Babel, yang dicela Allah adalah sikap sombong yang diungkapkan dengan keinginan membangun kota dengan menara yang puncaknya sampai ke langit serta mencari nama. Kita perlu senantiasa sadar bahwa Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya (Yesaya 43:7), bukan untuk kemuliaan diri kita sendiri. Bila kita menaati kehendak Allah untuk menyebar ke seluruh dunia pun, hal itu dimaksudkan untuk memuliakan Allah, bukan untuk mencari nama!
Setiap orang—termasuk orang beriman harus mewaspadai godaan. Nuh adalah seorang beriman. Dia hidup benar dan tidak bercela di tengah lingkungan yang jahat. Saat kehidupan manusia pada zamannya sudah terlalu jahat sehingga TUHAN menghukum dengan air bah yang melanda seluruh dunia, Nuh dan keluarganya diselamatkan TUHAN. Iman Nuh membuat dia menaati perintah Allah untuk membuat sebuah bahtera yang bisa menampung semua binatang di darat dan semua burung di udara. Dia berhasil mempengaruhi seluruh keluarganya—istri, tiga anak, dan tiga menantu—untuk bersama-sama mempertahankan iman dan membangun bahtera sebagai persiapan menghadapi hukuman Allah. Sekalipun demikian, Nuh tidak bebas dari godaan. Dalam bacaan Alkitab hari ini, setelah hukuman berupa air bah usai, Nuh membuat kebun anggur, lalu menjadi mabuk saat meminum hasil kebun anggurnya. Saat berada dalam keadaan mabuk, dia menelanjangi dirinya, sehingga ia mempermalukan dirinya sendiri. Ham—anak Nuh—tampaknya bersikap melecehkan saat melihat ayahnya telanjang. Sebagai anak, seharusnya Ham melindungi kehormatan ayahnya. Perhatikan bahwa Sem dan Yafet—saudara Ham—berusaha menjaga kehormatan ayahnya dengan berjalan mundur saat menutupi ketelanjangan Nuh dengan kain.
每个人——包括信徒在内,都应该提防诱惑。挪亚是个信徒。他在邪恶的环境中过着正义而无可指责的生活。当他那个时代的人类生活太邪恶以至于上帝用一场泛滥整个地上的洪水来惩罚时,挪亚和他的家人被上帝拯救了。挪亚的信心使他顺从上帝的命令造了一只可以容纳陆地上所有动物和空中所有鸟类的方舟。他成功影响了他的整个家庭——妻子、三个孩子和三个儿媳妇——共同坚持信心好为上帝的刑罚造方舟而作好准备。然而,挪亚并没有摆脱试探。在今天的经文中,当洪水的惩罚结束后,挪亚栽了一个葡萄园,然后喝了园中的酒便醉了。在醉酒状态下,他赤着身子,羞辱了自己。含——挪亚的儿子——在看到父亲赤身时似乎被骚扰。身为儿子,含本应保护父亲的尊严。请注意,闪和雅弗——含的兄弟——试图倒退着进去用衣服盖住赤身的父亲来保持他父亲的尊严。
Sejarah umum tidak mengakui adanya peristiwa air bah yang meliputi seluruh dunia sebagaimana yang dikemukakan dalam bacaan Alkitab hari ini. Akan tetapi, dalam kaca mata iman Kristen, peristiwa air bah ini adalah tonggak sejarah yang sangat penting untuk memahami kehidupan. Tidak mengherankan bila terjadi konflik antara cara pandang sains modern dengan cara pandang Kristen. Sains modern beranggapan bahwa semua proses dalam alam semesta ini terjadi dalam suatu sistem yang tertutup. Artinya, tidak ada Allah yang bisa melakukan intervensi dalam peristiwa apa pun. Manusia yang sombong menganggap dirinya bisa memahami apa saja, termasuk peristiwa yang terjadi pada masa lampau, padahal pemahaman kita tentang kondisi masa lampau hanya merupakan anggapan atau dugaan tanpa bukti yang teruji. Sebaliknya, iman Kristen meyakini bahwa Allah bisa melakukan intervensi terhadap alam, sehingga semua peristiwa yang terjadi dalam alam semesta terjadi dalam sistem yang terbuka. Intervensi Allah bisa menabrak hukum alam, termasuk dalam hal terjadinya banjir yang melanda seluruh dunia pada zaman Nuh. Iman Kristen memandang peristiwa air bah pada zaman Nuh sebagai memisahkan kondisi sebelum dan sesudah peristiwa air bah. Peristiwa air bah menimbulkan kerusakan hebat yang mengakibatkan kondisi bumi dan makhluk hidup di bumi terus-menerus mengalami kemerosotan, termasuk memicu terjadinya cacat genetik. Adanya cacat genetik merupakan penyebab munculnya anak yang lahir cacat, khususnya bila terjadi perkawinan antar saudara. Itulah sebabnya, pada zaman Musa, Allah menetapkan aturan pelarangan perkawinan inses atau perkawinan antar keluarga dekat.
通史不承认如今天经文所提出洪水泛滥大地的事件。然而,从基督教信仰的眼光来看,这洪水事件是理解生命非常重要的里程碑。现代科学的观点和基督教的观点之间存在冲突也就不足为奇了。现代科学认为宇宙中的所有过程都发生在一个封闭的系统中。也就是说任何事情上帝都不能干预。傲慢的人认为他们可以理解任何事情,包括过去发生的事件,其实我们对过去情况的理解只是一种没有被证实的假设或猜想而已。相反的,基督教信仰相信上帝可以干预自然界,使宇宙中发生的所有事件都发生在一个开放的系统中。上帝的干预可能违反自然法则,包括在挪亚时代泛滥地上的洪水。基督教信仰将挪亚时代的洪水视为区分洪水前后的情况。洪水事件造成了巨大的破坏,导致地和地上的生物状况不断的下降,包括引发基因缺陷。基因缺陷的存在是导致儿童先天缺陷的原因,尤其是在兄弟姐妹通婚。这就是为什么在摩西时代,上帝制订规则禁止近亲之间的乱伦或婚姻。
上帝永不改变。祂肯定会惩罚罪人,但祂总是赐恩典给所有相信衪或对衪有信心的人。认为上帝的良善使衪不惩罚罪是错误的假设!上帝是良善的,但同时也是公义的!上帝的良善使祂为罪人预备了一条出路,但上帝的公义使祂惩罚罪恶。在今天的经文中,"上帝的儿子"一词是指对上帝有信心的亚当后裔,而"人的女子"一词是指不信的亚当后裔。上帝的儿子只根据美貌来挑选妻子。仅基于美貌而非信心的选择使人更加邪恶。这显然不符合上帝的旨意,甚至使上帝心中忧伤。结果,上帝决定除灭地上的人和走兽(6:2-7,11-13)。
Allah tidak pernah berubah. Dia pasti akan menghukum orang yang berdosa, tetapi Ia selalu menyediakan anugerah bagi setiap orang yang memercayai Dia atau beriman kepada-Nya. Sangkaan bahwa kebaikan Allah membuat Dia tidak menghukum dosa adalah dugaan yang salah! Allah itu baik, tetapi sekaligus adil! Kebaikan Allah membuat Dia menyediakan jalan keluar bagi orang berdosa, tetapi keadilan Allah membuat Dia menghukum dosa. Dalam bacaan Alkitab hari ini, istilah "anak-anak Allah" menunjuk pada keturunan Adam yang beriman kepada Allah, sedangkan istilah "anak-anak perempuan manusia" menunjuk pada keturunan Adam yang tidak beriman. Anak-anak Allah memilih istri hanya berdasarkan kecantikan. Pemilihan yang hanya berdasarkan kecantikan—bukan berdasarkan iman—membuat manusia menjadi semakin jahat. Hal ini jelas tidak sesuai dengan kehendak Allah, bahkan menyakiti hati Allah. Akibatnya, TUHAN memutuskan untuk melenyapkan manusia dan hewan di bumi (6:2-7,11-13).
创世记提到亚当的三个儿子的名字,即该隐,亚伯和赛特。亚伯被该隐杀死,没有孩子。史记记载关于该隐的后裔有技能,即牧养牲畜的雅八,擅长弹琴吹箫的犹八,以及会打造各样铜铁利器的土八•该隐。此外,还提到一位实行一夫多妻制的拉麦,他以自己是一个有仇必报,且过度报复的人而自豪(4:17-24)。这与赛特后裔的历史有很大的差别(4:25–5:32)。在赛特后裔的史记中,没提到有关技能的事项,只提及对现代的人来说是超级长寿的岁数。除了亚伯(被该隐所杀),以诺(是位与上帝同行,没有经历过肉身的死亡就直接被上帝取到天上去,5:23-24),及玛勒列(895岁高龄);亚当和他所有的后裔——从赛特到挪亚——寿命超过900岁(5:11,14,20,27,31; 9:29)。值得注意的是,在挪亚之后的时代,人类的寿命急剧下降。亚伯拉罕只有175岁(25:17)。摩西说他们的时代一生的年日是七十岁,若是强壮可到八十岁(《诗篇》90:10)。为什么人类的寿命急剧减少呢?是不是经上所提到寿命超越900多岁只是个童话吗?这提问会是个难答的问题如果我们否定挪亚时代洪水泛滥淹没整个地球后,地球便发生了巨大的变化。
Kitab Kejadian menyebut tiga nama anak Adam, yaitu Kain, Habil, dan Set. Habil dibunuh oleh Kain dan tidak memiliki keturunan. Terdapat catatan tentang keturunan Kain yang memiliki keahlian, yaitu Yabal yang memelihara ternak, Yubal yang mahir memainkan kecapi dan suling, serta Tubal-Kain yang merupakan tukang tembaga dan tukang besi. Selain itu, ada kisah tentang Lamekh yang melakukan poligami dan membanggakan diri sebagai seorang pendendam yang membalas secara berlebihan (4:17-24). Hal ini amat berbeda dengan riwayat keturunan Set (4:25-5:32). Tidak ada penyebutan tentang keahlian dalam riwayat keturunan Set. Yang ada adalah penyebutan umur yang terasa fantastis bagi manusia masa kini. Kecuali Habel (yang mati dibunuh oleh Kain), Henokh (yang hidup bergaul dengan Allah dan diangkat ke sorga tanpa mengalami kematian jasmani, 5:23-24), serta Mahalaleel (yang mencapai umur 895 tahun), Adam dan seluruh keturunannya—melalui Set sampai Nuh--mencapai umur lebih dari 900 tahun (5:11,14,20,27,31; 9:29). Menarik untuk diperhatikan bahwa pada zaman setelah Nuh, umur manusia merosot tajam. Abraham hanya mencapai umur 175 tahun (25:7). Musa mengatakan bahwa masa hidup rata-rata pada zamannya hanya mencapai 70 tahun, dan 80 tahun sudah termasuk kuat (Mazmur 90:10). Mengapa terjadi pengurangan drastis umur hidup manusia? Apakah penyebutan umur yang mencapai lebih dari 900 tahun itu hanya sekadar dongeng? Pertanyaan tersebut akan sulit dijawab bila kita menyangkal adanya perubahan dahsyat di bumi setelah terjadinya air bah pada zaman Nuh yang menenggelamkan seluruh bumi.
Kisah pembunuhan yang dilakukan oleh Kain terhadap adiknya—yaitu Habel—adalah kisah yang amat terkenal. Saat membicarakan kisah itu, fokus perhatian kita umumnya tertuju pada apa yang dipersembahkan yang membuat persembahan Kain ditolak TUHAN dan persembahan Habel diterima TUHAN. Teks Alkitab yang kita baca tidak menjelaskan penyebab penolakan dan penerimaan persembahan itu. Penjelasan tentang hal itu terdapat dalam Ibrani 11:4 yang mengatakan bahwa persembahan Habel—yang dilandasi oleh iman—lebih baik daripada persembahan Kain. Berdasarkan Ibrani 9:22, "Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan," ada anggapan bahwa persembahan Habel lebih baik daripada persembahan Kain karena Habel mempersembahkan anak sulung dari kambing dombanya, sehingga ada penumpahan darah, sedangkan Kain mempersembahkan hasil tanah, sehingga tidak ada penumpahan darah. Akan tetapi, anggapan semacam itu tidak terlalu meyakinkan karena—pada saat itu—hukum Taurat belum ada.
From the publisher's feed