Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 十二月卅一日 - 跨年祈祷

    与《诗篇》中的其他诗作相比,"年岁"这一字眼在《诗篇》90内出现次数最多。在希伯来文《诗篇》90里,"shana"(即"年岁")反复七次亮相。在今年2022年跨年之际,以《诗篇》90作为基础,进行反思是非常合适的。摩西在《诗篇》90的祈祷一开始就表明,对人来说,上帝好比是"我们的居所"。祂不仅是一人或数人的"居所",而是"世世代代"的"居所"。确实,上帝是永在的,是至大且又尊贵的保护者。人看为漫长的岁月上帝视为稍纵即逝。大有能力的上帝主宰时间的开始和结束(90:2-3)。


    从根本上来说,人不过是"尘土"(90:3)。人生在世经历的无非是"劳苦愁烦"(90:10)。或许,我们当中的一些人这一整年里活得比较舒适开心,但或许相当多的人天天难以度日。此外,我们一生难免犯罪和行恶(90:8),但说不定我们不能全然醒悟到所犯罪孽为何(90:13)。或许,这一年里,我们在敬拜和事奉上帝方面不一贯到底,不够真诚。或许,我们身处困境时曾怀疑上帝的良善。或许,我们屡次做出、思想并说出自己也意识到是不符合上帝圣言的行为、念头和话语。

    实际上,人生如昙花一现(90:5-6),这也包括我们的经验在内。人生在世岁月有限(90:10)。但愿我们献上像摩西一样的祈祷:第一,鉴于上述人生现实,求上帝赐下智慧之心好让我们度过2023年的每日生活;第二,求上帝施恩,使我们能获得更多唯有从上帝那儿才能取得的真满足;第三,靠着上帝的恩典,愿我们都能成为多代多人的祝福。在这跨年之际,您向上帝求什么?愿上帝慷慨赐福与我们!阿门。[王国贤牧师/张翼啸]

    6 min
  • 十二月三十日 - 赞美上帝的热忱

    敬拜中的一个重要元素经常被忽视,就是赞美上帝时的热忱。如果带领敬拜者不能激起共鸣让会众热忱赞美主,那么会众便在敬拜中沦为旁观者,没有投入参与赞美主或赞美主时显得无精打采。多少时候,赞美主并非由心发出,而是来自敬拜中主领的鼓励或音乐的影响。请注意,当下科技发达,有时会造成人们对上帝的赞美是被乐器所支配,并且赞美上帝的热忱也会被音乐的节奏所操纵,不再是在一颗想要荣耀上帝的心所驱动。这显然与诗篇中许多赞美诗所反映的有很大的差异。


    本日经文展露出诗人赞美上帝时散发出不一般的热忱。《诗篇》148篇是诗人对天使、宇宙万物(日头月亮,放光的星宿、天上的天,火与冰雹、雪雾气、狂风、大山小山、树木)、动物(野兽,牲畜,昆虫和飞鸟)、统治者(君王、首领、官长)和人(少年,童女,老人和孩童)发出邀请,一同赞美上帝。《诗篇》149 篇特别邀请上帝的子民赞美上帝。诗人提醒上帝的子民,祂是他们的创造者、君王和救主(149:2,4)。因此,赞美和荣耀上帝是一种正常的反应。《诗篇》150类似呼吁,使用乐器(角声、鼓瑟,弹琴,丝弦乐器、竖琴、手鼓、长笛、钹)和舞蹈(150:3-5)邀请人们来赞美上帝。

    赞美主的热忱应该是在众人齐聚敬拜时出现。除非大家团结,不然赞美上帝的热忱便难以维持!尽管我们在独处和没有乐器的情况下仍然应该能够赞美上帝,但一般上,当大家齐聚加上乐器的影响下,会让赞美上帝的氛围显得更加火热!您是否有赞美上帝的热忱吗?对您本身来说,是什么更能激起您的热忱:在信徒齐聚一起赞美主时呢,或者是一人独处时呢?有哪些是更能挑起您在赞美时的热忱的:赞美上帝时使用的乐器或者不需要使用乐器?[邱隆泰传道/孙茵]

    8 min
  • 30 Desember 2022 - “GAIRAH UNTUK MEMUJI TUHAN”

    Salah satu unsur penting dalam ibadah yang sering tak terlihat adalah gairah untuk memuji TUHAN. Bila pemimpin ibadah tidak bisa membangkitkan gairah jemaat untuk memuji Tuhan, banyak anggota jemaat yang hanya menjadi penonton dalam ibadah dan tidak ikut memuji TUHAN atau memuji TUHAN tanpa gairah. Gairah untuk memuji TUHAN seringkali tidak muncul dari hati, tetapi muncul karena dorongan pemimpin ibadah atau pengaruh musik. Waspadalah bahwa perkembangan teknologi pada masa kini kadang-kadang bisa membuat pujian kepada TUHAN didominasi oleh alat musik dan gairah memuji TUHAN bisa dimanipulasi oleh irama musik, bukan didorong oleh hati yang ingin memuliakan TUHAN. Hal ini amat berbeda dengan apa yang tercermin dalam mazmur-mazmur pujian dalam kitab Mazmur.


    Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan gairah pemazmur yang luar biasa untuk memuji TUHAN. Mazmur 148 merupakan ajakan pemazmur kepada para malaikat, alam semesta (matahari, bulan, bintang, langit, air, api, hujan es, salju, kabut, angin badai, gunung, bukit, pohon), hewan (binatang liar, binatang melata, burung bersayap), penguasa (raja, pembesar, pemerintah), dan semua orang (teruna dan anak dara, orang tua dan orang muda) untuk bersama-sama memuji TUHAN. Mazmur 149 merupakan ajakan khusus kepada umat Allah untuk memuji TUHAN. Pemazmur mengingatkan umat Allah bahwa TUHAN adalah Pencipta dan Raja serta Penyelamat mereka (149:2,4). Oleh karena itu, memuji dan memuliakan TUHAN merupakan respons yang wajar. Mazmur 150 merupakan seruan untuk memuji TUHAN dengan menggunakan alat musik (sangkakala, gambus, kecapi, rebana, seruling, ceracap) serta dengan tari-tarian (150:3-5).

    Kegairahan untuk memuji TUHAN itu seharusnya muncul dalam ibadah bersama. Tanpa kebersamaan, gairah untuk memuji TUHAN sulit untuk dipertahankan! Walaupun seharusnya kita tetap bisa memuji TUHAN saat sendirian dan tanpa alat musik, pada umumnya, kebersamaan dan alat musik akan menambah kegairahan dalam memuji TUHAN! Apakah Anda memiliki gairah untuk memuji TUHAN? Bagi diri Anda, mana yang lebih menggairahkan: Memuji TUHAN secara bersama-sama dalam sebuah komunitas umat TUHAN atau memuji TUHAN secara pribadi? Mana yang lebih menggairahkan: Memuji TUHAN dengan alat musik atau tanpa alat musik? [GI Purnama]

    8 min
  • 十二月廿九日 - 赞美主的心

    我们赞美主上帝最有力的理由是因为我们信靠祂!如果我们不相信主又为何要赞美祂呢?没有信心为基础的赞美是不诚实的赞美或只是盲从的赞美。主上帝要求来自充满信心的赞美!这就是为何诗人多次在诗篇中说道:"我的心哪,你要赞美耶和华!" (103:1-2,22; 104:1,35; 146:1)。


    真诚的赞美总是来自一颗相信主是希望之源的心。今天的圣经阅读提醒我们,当我们面临危险时,主是我们的帮助者(146:5)。祂总是能够帮助我们,因为祂是创造天地、海洋和其中万物的主宰(147:8,16)。祂是可信靠的,因为我们可以从圣经中读到祂信守祂的应许(146:6)。我们可以相信主,因为祂是公正的、慈爱的、关心我们的。主关心祂的子民,所以祂降临世上为了使人们摆脱罪恶的束缚,给予理解,保护受压迫的人,帮助无助的人—陌生人、孤儿和寡妇(146:7-9)。主做王,祂有权管理我们的生活(146:10)。祂是伟大、满有能力,祂的智慧无法测度(147:5)。您相信主吗?

    真诚地赞美主必是经历主同在后的自然反应。经历主的帮助也是让我们发出赞美主的动力之一(对照犹大人的经历,147:1-2)。我们也赞美主,因为我们经常经历主的安慰,尤其是当我们伤心时(147:3)。每个信徒都必与主有过特殊的经历,这事因人而异。您能否分享一个您与主有过的特殊经历,后来成为您赞美上帝的的理由吗?

    表达对上帝的真诚赞美可用多种方式,包括使用竖琴等乐器(147:7)。乐器的使用是中性的。所有的乐器都可以用来表达对上帝的赞美。然而,在敬拜中使用乐器应该带来平安,而不是焦虑。你教会里的乐器能促进你内心的平静吗?[邱隆泰传道/孙茵]

    8 min
  • 29 Desember 2022 - “HATI YANG MEMUJI TUHAN”

    Alasan paling kuat bagi kita untuk memuji TUHAN adalah karena kita memercayai Dia! Bila kita tidak memercayai TUHAN, untuk apa kita memuji Dia? Memuji TUHAN tanpa dilandasi sikap percaya merupakan pujian yang tidak jujur atau pujian yang hanya sekadar ikut-ikutan. Allah menghendaki pujian yang berasal dari hati yang memercayai Dia! Itulah sebabnya, dalam kitab Mazmur, beberapa kali pemazmur berkata, "Pujilah TUHAN, hai jiwaku!" (103:1-2, 22; 104:1,35; 146:1).


    Pujian yang tulus selalu muncul dari hati yang memercayai TUHAN sebagai sumber pengharapan. Bacaaan Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa TUHAN adalah Penolong saat kita menghadapi bahaya (146:5). Dia selalu sanggup menolong kita karena Dia adalah Pencipta langit dan bumi, laut dan segala isinya (147:8,16). Ia dapat diandalkan karena Ia setia terhadap janji-janji-Nya yang bisa kita baca dalam Alkitab (146:6). Kita bisa memercayai TUHAN karena Dia itu adil, penuh kasih, dan memedulikan kita. TUHAN itu peduli terhadap umat-Nya, sehingga Ia hadir di dunia untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa, memberi pengertian, membela orang yang tertindas, serta menolong orang yang tak berdaya—arang asing, anak yatim, dan janda (146:7-9). Ialah Raja yang memiliki wewenang mengatur hidup kita (146:10). Ia besar, kuat, dan bijaksana (147:5). Apakah Anda memercayai TUHAN? Pujian yang tulus kepada TUHAN selalu merupakan respons yang wajar dari pengalaman hidup bersama TUHAN. Pengalaman mengalami pertolongan TUHAN adalah salah satu dorongan untuk memuji Tuhan (bandingkan dengan pengalaman umat Yehuda, 147:1-2). Kita juga memuji TUHAN karena kita telah sering mengalami penghiburan Tuhan, khususnya saat hati kita terluka (147:3). Setiap orang beriman pasti memiliki pengalaman khusus dengan Tuhan, yang berbeda bagi setiap orang. Apakah Anda bisa menceritakan pengalaman bersama TUHAN yang bisa menjadi alasan khusus bagi Anda untuk memuji Tuhan? Pujian yang tulus kepada TUHAN bisa diungkapkan dengan berbaai ekspresi, termasuk melalui penggunaan alat musik seperti kecapi (147:7). Penggunaan alat musik bersifat netral. Semua alat musik bisa dipakai untuk mengekspresikan pujian kepada TUHAN. Akan tetapi, pemakaian alat musik di dalam ibadah seharusnya menimbulkan damai sejahtera, bukan kegelisahan. Apakah alat musik di gereja Anda menumbuhkan damai sejahtera di hati Anda? [GI Purnama]

    9 min
  • 十二月廿八日 - 尊崇主

    大卫是一个过亲近主生活的人。他与上帝亲密的生活历程,塑造了他的心态。大卫最突出的态度之一是他非常尊崇主上帝。尊崇主的态度不是基于自称是多少年的基督徒或上帝子民,而是基于那人与上帝亲近的生活历程。在诗篇中,我们可以清楚地看到,大卫让主完全介入他的生活—从他年轻时当牧羊人至到成为战场上的元帅,甚至后来当了国王。他总是向主倾心吐意—表达他心种种苦情,烦恼、担忧、恐惧、内疚、感恩、和他的信心等等。正是他的生活历程使他总是想尊崇和赞美主(145:1-2)。尊崇主是理所当然的,因为上帝确实是伟大的,其大无法测度(145:3-4)。使大卫总是想尊崇主—甚至想宣扬主的伟大—的关键因素之一是他经常默想上帝在他生命中奇妙的作为(145:5-6,《印尼日常语圣经译本》)。


    你能否尊崇主的决定性关键因素之一是你对祂的看法。耶和华对你来说是谁?你是否像大卫一样可以承认,"主是有恩惠的,有怜悯,不轻易发怒,大有慈爱的。耶和华善待万民,覆庇他一切所造的。"(145:8-9)。"主所说的一切都是信实的,他所行的一切都充满信实。凡跌倒的人主必扶持,凡被压倒的人主必将他们扶起。"(145:13下半节-14)。"主在他所行的一切事情上都是公正的,在他所做的一切事情上都有慈爱。凡求告他的,就是诚心求告他的,主都与他相近。"(145:17-18)。你能否发自内心地说出这样的告白吗?你能否用你自己的话来表达,"耶和华对你来说是谁?"如果你能回答,你就能尊崇主了![邱隆泰传道/孙茵]

    6 min
  • 28 Desember 2022 - “MENGAGUNGKAN TUHAN”

    Daud adalah seorang yang hidupnya sangat dekat dengan TUHAN. Pengalaman hidupnya berama TUHAN itu membentuk sikapnya. Salah satu sikap Daud yang amat menonjol adalah bahwa dia sangat mengagungkan TUHAN. Sikap mengagungkan TUHAN bukanlah sikap yang muncul berdasarkan lamanya seseorang mengaku sebagai orang Kristen atau sebagai anggota umat Allah, tetapi berdasarkan pengalaman hidup yang dijalani bersama dengan TUHAN. Dalam kitab Mazmur, kita bisa melihat secara gamblang bahwa Daud melibatkan Allah seumur hidupnya, mulai saat dia masih menjadi seorang gembala kambing domba pada usia muda sampai ia menjadi seorang panglima perang, bahkan sampai ia menjadi seorang raja. Dia selalu mengutarakan isi hatinya—keluhannya, kekesalannya, kekuatirannya, ketakutannya, rasa bersalahnya, rasa syukurnya, keyakinannya, dan sebagainya—kepada TUHAN. Pengalaman hidupnya itulah yang membuat ia selalu hendak mengagungkan dan memuji Tuhan (145:1-2). Mengagungkan TUHAN itu sudah sepantasnya karena TUHAN itu memang agung dan kebesaranNya tak terduga (145:3-4). Salah satu kunci yang membuat Daud selalu hendak mengagungkan TUHAN—bahkan ingin memberitakan keagungan Tuhan—adalah karena dia sering merenungkan perbuatan TUHAN dalam hidupnya (145:5-6, Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari).


    Salah satu kunci penentu apakah Anda bisa mengagungkan TUHAN atau tidak adalah pandangan Anda tentang TUHAN. Siapakah TUHAN bagi diri Anda? Apakah Anda seperti Daud yang bisa membuat pengakuan, "TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya." (145:8-9). "TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk." (145:13b-14). "TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan." (145:1718). Apakah Anda bisa mengucapkan pengakuan semacam itu dari lubuk hati Anda yang paling dalam? Apakah Anda bisa mengungkapkan dengan kata-kata Anda sendiri, "Siapakah TUHAN bagi diri Anda?" Bila Anda sanggup menjawab, Anda akan bisa mengagungkan TUHAN! [GI Purnama]

    11 min
  • 十二月廿七日 - 成功的关键因素

    许多人总认为他们的成就完全是靠自己不凡的能力和下苦功获得的。然而,大卫认为他的成功背后有上帝动工。大卫是战场上伟大的元帅,但他承认上帝是他的保护者、引导者、教师、帮助者、庇护者和救主(144:1-2《印尼日常语圣经译本》)。他之所以能打赢一场仗,是因为上帝动工,而不是他自己很伟大。在一方面,他觉悟自己作为一个人,他真的什么都不是(144:3-4)。另一方面,他也知道上帝拥有主宰宇宙万有的主权并能力。上帝将他从危险中拯救出来。因此,大卫一直盼望上帝的保护和帮助(144:5-11)。大卫不仅祈求上帝在人身安全方面给予保护和帮助,并且他祈盼上帝在有关他生活的各方面给他祝福,包括他的家庭和他生活上的需要(144:12-14)。


    在我们与主的关系中,先认清自己的地位便是真正成功的关键因素。认为自己很了不起并且不需要主的人可能会一时看起来很成功。然而,这样的成功可能会在一瞬间崩溃。在我们周围,我们可以看到家财万贯的贪污罪犯,一旦被捕后瞬间一无所有了。一个看起来很健康的人可能会因为一种不治之症而立即面临死亡。真正的成功只能在主那里获得,因为只有主是可靠的,不仅在今生,也同时在将来的永恒生命中。在主里,我们可以肯定祂怀有赐平安的意念,要叫我们末后有指望(《耶利米书》29:11)。在主里面,我们可能得不到我们所梦想的,但主所赐给我们的,是价值远超过我们所想所求的。当您面对生活中的各种问题时,你是否倚靠主?你是否相信上帝总是对你怀有好的意念呢?[邱隆泰传道/孙茵]

    9 min
  • 27 Desember 2022 - “KUNCI KESUKSESAN”

    Banyak orang beranggapan bahwa semua kesuksesan yang ia raih semata-mata karena kemampuannya yang hebat dan usahanya yang besar. Akan tetapi, Daud mengakui bahwa Allah bekerja di balik kesuksesannya. Daud adalah panglima perang yang hebat, tetapi ia mengakui bahwa TUHAN adalah Pelindung, Pelatih, Guru, Penolong, Pembela, dan Penyelamat dirinya (144:1-2 Alkitab Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari). Keberhasilannya memenangkan pertempuran diraih karena TUHAN bekerja, bukan karena dirinya hebat. Di satu sisi, dia sadar bahwa sebagai manusia, dirinya sebenarnya tidak berarti (144:3-4). Di sisi lain, dia juga sadar bahwa Allah itu berkuasa atas alam semesta serta berdaulat atas segala sesuatu yang terjadi di bumi ini. Allah juga yang meluputkan dia dari bahaya. Oleh karena itu, Daud selalu mengharapkan perlindungan dan pertolongan TUHAN (144:5-11). Daud bukan hanya berharap pada pertolongan TUHAN dalam aspek keamanan saja, tetapi dia mengharapkan berkat TUHAN dalam seluruh aspek hidupnya, termasuk dalam kaitan dengan keluarga dan kebutuhan hidupnya (144:12-14).


    Mengenal diri dalam hubungan kita dengan TUHAN adalah kunci kesuksesan yang sesungguhnya. Orang yang merasa dirinya hebat dan tidak memerlukan TUHAN bisa saja untuk sementara terlihat sukses. Akan tetapi, kesuksesan semacam itu bisa saja runtuh dalam sekejap. Di sekitar kita, kita bisa melihat koruptor yang kaya raya, tetapi dia terpuruk dalam sekejap setelah tertangkap. Orang yang terlihat sehat bisa dalam sekejap menghadapi maut karena terjangkit penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Kesuksesan yang sesungguhnya hanya bisa diperoleh di dalam TUHAN karena hanya TUHAN yang dapat diandalkan, bukan hanya di dalam kehidupan ini, tetapi juga di dalam kehidupan yang akan datang. Di dalam TUHAN, kita bisa meyakini bahwa Dia memiliki rancangan damai sejahtera yang akan menghasilkan hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11). Di dalam TUHAN, kita mungkin tidak mendapatkan apa yang menjadi angan-angan kita, tetapi apa yang diberikan TUHAN kepada kita itu jauh lebih berharga daripada apa yang bisa kita pikirkan. Apakah Anda mengandalkan TUHAN saat menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan Anda? Apakah Anda percaya bahwa Allah selalu memiliki niat baik terhadap diri Anda? [GI Purnama]

    9 min
  • 26 Desember 2022 - “DOA MEMOHON PERLINDUNGAN”

    Keamanan adalah kebutuhan mendasar bagi setiap orang. Bila kita merasa bahwa diri kita berada dalam keadaan tidak aman, segala sesuatu yang kita miliki tidak akan bisa memberi kenyamanan. Hal ini juga dirasakan oleh Daud yang saat itu menjadi pelarian. Pasalnya, Raja Saul sadar bahwa Allah telah menolak dirinya dan Allah telah memilih Daud untuk menjadi raja menggantikan dia. Kekuatiran bahwa Daud akan merebut posisinya membuat Raja Saul berniat membunuh Daud. Oleh karena itu, Daud melarikan diri dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari Raja Saul. Ahimelekh, imam di Nob—yang tidak mengerti bahwa Daud telah menjadi buronan—memberi makanan dan senjata kepada Daud. Akibatnya, Saul murka dan membunuh para imam dan penduduk Nob. Hanya Abyatar—anak imam Ahimelekh—yang berhasil meloloskan diri, lalu menjadi pengikut Daud (1 Samuel 21-22). Tidak mengherankan bahwa setelah peristiwa itu, tidak ada orang yang bisa dan berani melindungi Daud, sehingga dia mengatakan, "tidak ada seorang pun yang menghiraukan aku; tempat pelarian bagiku telah hilang" (Mazmur 142:5b). Daud sangat sulit mencari tempat berlindung, sehingga dia sering terpaksa bersembunyi di dalam gua (142:1). Dalam keadaan seperti itu, Daud berseru kepada TUHAN untuk memohon belas kasihan: "Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya." (142:3). Dalam keadaan yang terancam itu, Daud berkata, "Aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN, Engkaulah tempat perlindunganku, Engkau saja yang kuperlukan dalam hidup ini." (142:6, Alkitab Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari).


    Di Indonesia, situasi seperti yang dihadapi oleh Daud itu hanya terdapat di daerah-daerah konflik. Walaupun pada umumnya, kita tidak menghadapi ancaman senjata, kita menghadapi bahaya yang datang dari kesulitan ekonomi, bencana alam, kerusakan lingkungan, dan penyakit berbahaya. Pandemi Covid-19 sudah menghadapi masa akhir. Akan tetapi, kemungkinan munculnya berbagai penyakit baru yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan dan rekayasa genetika bisa menjadi ancaman baru yang tidak kalah mengerikan bila dibandingkan dengan ancaman senjata. Saat menghadapi kemungkinan ancaman bahaya, apa yang Anda andalkan? Apakah Anda mengandalkan tubuh yang sehat atau kekayaan yang berlimpah atau Anda mengandalkan kasih dan perlindungan TUHAN? [GI Purnama]

    9 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…