
Sign up to save your podcasts
Or


与《诗篇》中的其他诗作相比,"年岁"这一字眼在《诗篇》90内出现次数最多。在希伯来文《诗篇》90里,"shana"(即"年岁")反复七次亮相。在今年2022年跨年之际,以《诗篇》90作为基础,进行反思是非常合适的。摩西在《诗篇》90的祈祷一开始就表明,对人来说,上帝好比是"我们的居所"。祂不仅是一人或数人的"居所",而是"世世代代"的"居所"。确实,上帝是永在的,是至大且又尊贵的保护者。人看为漫长的岁月上帝视为稍纵即逝。大有能力的上帝主宰时间的开始和结束(90:2-3)。
敬拜中的一个重要元素经常被忽视,就是赞美上帝时的热忱。如果带领敬拜者不能激起共鸣让会众热忱赞美主,那么会众便在敬拜中沦为旁观者,没有投入参与赞美主或赞美主时显得无精打采。多少时候,赞美主并非由心发出,而是来自敬拜中主领的鼓励或音乐的影响。请注意,当下科技发达,有时会造成人们对上帝的赞美是被乐器所支配,并且赞美上帝的热忱也会被音乐的节奏所操纵,不再是在一颗想要荣耀上帝的心所驱动。这显然与诗篇中许多赞美诗所反映的有很大的差异。
Salah satu unsur penting dalam ibadah yang sering tak terlihat adalah gairah untuk memuji TUHAN. Bila pemimpin ibadah tidak bisa membangkitkan gairah jemaat untuk memuji Tuhan, banyak anggota jemaat yang hanya menjadi penonton dalam ibadah dan tidak ikut memuji TUHAN atau memuji TUHAN tanpa gairah. Gairah untuk memuji TUHAN seringkali tidak muncul dari hati, tetapi muncul karena dorongan pemimpin ibadah atau pengaruh musik. Waspadalah bahwa perkembangan teknologi pada masa kini kadang-kadang bisa membuat pujian kepada TUHAN didominasi oleh alat musik dan gairah memuji TUHAN bisa dimanipulasi oleh irama musik, bukan didorong oleh hati yang ingin memuliakan TUHAN. Hal ini amat berbeda dengan apa yang tercermin dalam mazmur-mazmur pujian dalam kitab Mazmur.
我们赞美主上帝最有力的理由是因为我们信靠祂!如果我们不相信主又为何要赞美祂呢?没有信心为基础的赞美是不诚实的赞美或只是盲从的赞美。主上帝要求来自充满信心的赞美!这就是为何诗人多次在诗篇中说道:"我的心哪,你要赞美耶和华!" (103:1-2,22; 104:1,35; 146:1)。
Alasan paling kuat bagi kita untuk memuji TUHAN adalah karena kita memercayai Dia! Bila kita tidak memercayai TUHAN, untuk apa kita memuji Dia? Memuji TUHAN tanpa dilandasi sikap percaya merupakan pujian yang tidak jujur atau pujian yang hanya sekadar ikut-ikutan. Allah menghendaki pujian yang berasal dari hati yang memercayai Dia! Itulah sebabnya, dalam kitab Mazmur, beberapa kali pemazmur berkata, "Pujilah TUHAN, hai jiwaku!" (103:1-2, 22; 104:1,35; 146:1).
大卫是一个过亲近主生活的人。他与上帝亲密的生活历程,塑造了他的心态。大卫最突出的态度之一是他非常尊崇主上帝。尊崇主的态度不是基于自称是多少年的基督徒或上帝子民,而是基于那人与上帝亲近的生活历程。在诗篇中,我们可以清楚地看到,大卫让主完全介入他的生活—从他年轻时当牧羊人至到成为战场上的元帅,甚至后来当了国王。他总是向主倾心吐意—表达他心种种苦情,烦恼、担忧、恐惧、内疚、感恩、和他的信心等等。正是他的生活历程使他总是想尊崇和赞美主(145:1-2)。尊崇主是理所当然的,因为上帝确实是伟大的,其大无法测度(145:3-4)。使大卫总是想尊崇主—甚至想宣扬主的伟大—的关键因素之一是他经常默想上帝在他生命中奇妙的作为(145:5-6,《印尼日常语圣经译本》)。
Daud adalah seorang yang hidupnya sangat dekat dengan TUHAN. Pengalaman hidupnya berama TUHAN itu membentuk sikapnya. Salah satu sikap Daud yang amat menonjol adalah bahwa dia sangat mengagungkan TUHAN. Sikap mengagungkan TUHAN bukanlah sikap yang muncul berdasarkan lamanya seseorang mengaku sebagai orang Kristen atau sebagai anggota umat Allah, tetapi berdasarkan pengalaman hidup yang dijalani bersama dengan TUHAN. Dalam kitab Mazmur, kita bisa melihat secara gamblang bahwa Daud melibatkan Allah seumur hidupnya, mulai saat dia masih menjadi seorang gembala kambing domba pada usia muda sampai ia menjadi seorang panglima perang, bahkan sampai ia menjadi seorang raja. Dia selalu mengutarakan isi hatinya—keluhannya, kekesalannya, kekuatirannya, ketakutannya, rasa bersalahnya, rasa syukurnya, keyakinannya, dan sebagainya—kepada TUHAN. Pengalaman hidupnya itulah yang membuat ia selalu hendak mengagungkan dan memuji Tuhan (145:1-2). Mengagungkan TUHAN itu sudah sepantasnya karena TUHAN itu memang agung dan kebesaranNya tak terduga (145:3-4). Salah satu kunci yang membuat Daud selalu hendak mengagungkan TUHAN—bahkan ingin memberitakan keagungan Tuhan—adalah karena dia sering merenungkan perbuatan TUHAN dalam hidupnya (145:5-6, Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari).
许多人总认为他们的成就完全是靠自己不凡的能力和下苦功获得的。然而,大卫认为他的成功背后有上帝动工。大卫是战场上伟大的元帅,但他承认上帝是他的保护者、引导者、教师、帮助者、庇护者和救主(144:1-2《印尼日常语圣经译本》)。他之所以能打赢一场仗,是因为上帝动工,而不是他自己很伟大。在一方面,他觉悟自己作为一个人,他真的什么都不是(144:3-4)。另一方面,他也知道上帝拥有主宰宇宙万有的主权并能力。上帝将他从危险中拯救出来。因此,大卫一直盼望上帝的保护和帮助(144:5-11)。大卫不仅祈求上帝在人身安全方面给予保护和帮助,并且他祈盼上帝在有关他生活的各方面给他祝福,包括他的家庭和他生活上的需要(144:12-14)。
Banyak orang beranggapan bahwa semua kesuksesan yang ia raih semata-mata karena kemampuannya yang hebat dan usahanya yang besar. Akan tetapi, Daud mengakui bahwa Allah bekerja di balik kesuksesannya. Daud adalah panglima perang yang hebat, tetapi ia mengakui bahwa TUHAN adalah Pelindung, Pelatih, Guru, Penolong, Pembela, dan Penyelamat dirinya (144:1-2 Alkitab Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari). Keberhasilannya memenangkan pertempuran diraih karena TUHAN bekerja, bukan karena dirinya hebat. Di satu sisi, dia sadar bahwa sebagai manusia, dirinya sebenarnya tidak berarti (144:3-4). Di sisi lain, dia juga sadar bahwa Allah itu berkuasa atas alam semesta serta berdaulat atas segala sesuatu yang terjadi di bumi ini. Allah juga yang meluputkan dia dari bahaya. Oleh karena itu, Daud selalu mengharapkan perlindungan dan pertolongan TUHAN (144:5-11). Daud bukan hanya berharap pada pertolongan TUHAN dalam aspek keamanan saja, tetapi dia mengharapkan berkat TUHAN dalam seluruh aspek hidupnya, termasuk dalam kaitan dengan keluarga dan kebutuhan hidupnya (144:12-14).
Keamanan adalah kebutuhan mendasar bagi setiap orang. Bila kita merasa bahwa diri kita berada dalam keadaan tidak aman, segala sesuatu yang kita miliki tidak akan bisa memberi kenyamanan. Hal ini juga dirasakan oleh Daud yang saat itu menjadi pelarian. Pasalnya, Raja Saul sadar bahwa Allah telah menolak dirinya dan Allah telah memilih Daud untuk menjadi raja menggantikan dia. Kekuatiran bahwa Daud akan merebut posisinya membuat Raja Saul berniat membunuh Daud. Oleh karena itu, Daud melarikan diri dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari Raja Saul. Ahimelekh, imam di Nob—yang tidak mengerti bahwa Daud telah menjadi buronan—memberi makanan dan senjata kepada Daud. Akibatnya, Saul murka dan membunuh para imam dan penduduk Nob. Hanya Abyatar—anak imam Ahimelekh—yang berhasil meloloskan diri, lalu menjadi pengikut Daud (1 Samuel 21-22). Tidak mengherankan bahwa setelah peristiwa itu, tidak ada orang yang bisa dan berani melindungi Daud, sehingga dia mengatakan, "tidak ada seorang pun yang menghiraukan aku; tempat pelarian bagiku telah hilang" (Mazmur 142:5b). Daud sangat sulit mencari tempat berlindung, sehingga dia sering terpaksa bersembunyi di dalam gua (142:1). Dalam keadaan seperti itu, Daud berseru kepada TUHAN untuk memohon belas kasihan: "Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya." (142:3). Dalam keadaan yang terancam itu, Daud berkata, "Aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN, Engkaulah tempat perlindunganku, Engkau saja yang kuperlukan dalam hidup ini." (142:6, Alkitab Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari).
From the publisher's feed