
Sign up to save your podcasts
Or


实在没有想到,首先听到耶稣基督诞生的消息的是正在看守羊群的牧羊人,而不是宗教领袖或社会领袖。在犹太社会中,牧羊人的地位是很低的。他们是受雇来看守别人的羊群,而他们一般上都是没有受过教育或学历低的人。牧羊人被拣选成为首先听到有关耶稣基督诞生的消息,表明了救主不是为那些受过高等教育或社会地位高的人而来的,但也为那些被认为是愚拙的人而来。祂拣选那些被世人认为是软弱和卑贱的人,叫他们得救并成为祂的见证(《哥林多前书》1:26-29)。
每一天,我们都离不开生活的规划。我们已习以为常地计划一整天想要做的事。如果我们没有定下计划,我们的生活仿佛变得漫无目的。约瑟和马利亚已经有了三个阶段的结婚计划,是根据犹太人的婚姻法则:第一,他们必须征求双方家长的同意。第二,他们要向众人宣布他们的关系和订婚。第三,他们过着夫妻生活。
Setiap hari, kita tidak terlepas dari perencanaan hidup. Kita sudah terbiasa memerinci apa yang hendak kita lakukan di sepanjang hari. Bila kita tidak membuat perencanaan, hidup kita menjadi seperti tidak bertujuan. Yusuf dan Maria telah memiliki rencana pernikahan yang terdiri dari tiga tahap, sesuai dengan ketetapan pernikahan orang Yahudi: Pertama, mereka akan meminta persetujuan keluarga. Kedua, mereka akan mengumumkan kepada orang banyak mengenai relasi mereka dan bertunangan. Ketiga, mereka hidup sebagai suami-istri. Yusuf kecewa terhadap Maria yang telah gagal di tahap kedua pernikahan mereka. Menurut aturan orang Yahudi, di tahap kedua, pasangan sudah seperti suami istri, kecuali dalam hal belum tinggal serumah dan belum berhubungan seksual. Bila ada yang melanggar—seperti Maria yang kedapatan hamil—ia akan dirajam batu hingga mati (Ulangan 22:23-24). Di tahap kedua ini, pernikahan hanya dapat dibatalkan dengan perceraian. Oleh karena itu, Yusuf berencana menceraikan Maria secara diam-diam. Dapat dipastikan bahwa saat itu, Yusuf belum tahu bahwa Maria telah mendapat hak istimewa dari Allah untuk menjadi Ibu dari Yesus, Sang Mesias. Selanjutnya, malaikat Allah datang kepadanya melalui sebuah mimpi dan menyampaikan agar Yusuf tidak perlu takut—atau ragu-ragu—untuk mengambil Maria menjadi istrinya, sebab Bayi yang dikandungnya adalah dari Roh Kudus (Matius 1:20). Dengan dipanggil menjadi ayah Yesus, hal ini berarti bahwa Allah mau melibatkan Yusuf dalam perencanaan-Nya. Meskipun pernikahannya dengan Maria itu—dari sudut pandang manusia—tidak sesuai dengan rencana Yusuf, tetapi Yusuf memilih untuk taat terhadap panggilan Allah tersebut. Yusuf memperistri Maria, tetapi mereka tidak berhubungan seksual sampai hari Maria melahirkan.
Perkataan "Tidak semua orang mendapat kesempatan yang sama" adalah kalimat yang sering disampaikan kepada orang yang mendapat hak istimewa yang seharusnya tidak boleh disia-siakan. Maria tidak menyangka bahwa ia akan mendapat hak istimewa yang tidak didapatkan oleh wanita lain dengan menjadi Ibu Yesus Kristus. Saat memeriksa diri, sungguh tak bisa dipahami bagaimana seorang perawan remaja yang berasal dari Nazareth—kota yang tidak terpandang, Yohanes 1:46—bisa mengandung tanpa melalui hubungan dengan seorang pria. Yang lebih sulit dimengerti adalah bagaimana Roh Kudus bisa membuat ia hamil dan melahirkan (Lukas 1:35). Peristiwa hamil di usia lanjut seperti yang dialami oleh Elisabet sudah pernah terjadi pada diri Sara dalam Perjanjian Lama. Akan tetapi, peristiwa kehamilan pada diri seorang perawan belum pernah terjadi. Oleh karena itu, Maria merasa ragu. Ia pasti merasa risau saat memikirkan konsekuensi yang terjadi bila ia hamil di luar nikah. Sebelum malaikat memberi penjelasan, Yusuf—tunangan Maria—berniat memutuskan hubungan (Matius 1:19). Selain itu, menurut hukum Taurat, hukuman bagi hubungan di luar nikah adalah hukuman rajam sampai mati (Ulangan 22:23-24).
这句"不是所有人都有相同的机会",是一句经常传达给拥有特权的人,要他们珍惜这特权。马利亚没有想到,她会拥有其他女人无法获得的特权,就是能成为耶稣基督的母亲。当她自我省察时,实在无法理解为何一个来自拿撒勒—一座不起眼的城市,《约翰福音》1:46—的一个童女,能够在不与男人发生关系的情况中怀孕。更难理解的是,圣灵怎样让她怀孕生子(《路加福音》1:35)。以利沙伯晚年怀孕的事件在旧约中已曾发生在撒拉身上。但却不曾有童女怀孕的事件。因此,马利亚心存疑虑。她一想到自己未婚生子的后果肯定会心慌。天使还未向约瑟—马利亚的未婚夫—说明之前,他想要和她断绝关系(《马太福音》1:19)。另外,根据律法,发生婚外关系的刑罚就是用石头打死(《申命记》22:23-24)。
"难成"这个词的意思是"不可能发生"。上帝通过天使加百列,预言撒迦利亚和以利沙伯将有一个儿子,他们要给他起名叫约翰—接着将称为施洗约翰。作为一对年纪老迈的夫妻,很明显,在撒迦利亚和以利沙伯的思维中,生孩子是不可能的,更何况伊利沙伯是不会生育的。然而,上帝能够使不可能的成为可能。约翰不仅是在不可能的情况中所赋予的,但他也扮演着为救主的到来预备道路的角色(1:17)。
Kata "mustahil" adalah kata yang artinya "tidak mungkin terjadi". Melalui malaikat Gabriel, Allah menubuatkan bahwa Zakharia dan Elisabet akan mendapatkan seorang anak laki-laki dan mereka akan menamainya Yohanes—selanjutnya akan disebut Yohanes Pembaptis. Sebagai pasangan usia lanjut, jelas bahwa mendapatkan anak adalah hal yang mustahil dalam pemikiran Zakharia dan Elisabet, apa lagi Elisabet itu mandul. Namun, Allah sanggup membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. Yohanes bukan hanya dikaruniakan di tengah kemustahilan, tetapi ia juga berperan dalam menyiapkan jalan bagi kedatangan Sang Juruselamat (1:17). Zakharia—ayah Yohanes Pembaptis—berasal dari garis keturunan Harun dan mewarisi peran Imam, sedangkan Yusuf—ayah Yesus Kristus—berasal dari garis keturunan Daud dan mewarisi peran Raja. Pada zaman Herodes, raja Yudea, kemuliaan kedua garis keturunan ini sudah redup. Tongkat kerajaan Yehuda telah berpindah ke tangan bangsa Asing, yaitu bangsa Romawi. Yohanes Pembaptis hadir untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Sang Juruselamat yang memegang tongkat kerajaan Yehuda. Sayangnya, saat menerima pemberitahuan tentang kelahiran anaknya, Zakharia sempat meragukan Allah. Sebagai konsekuensinya, ia menjadi bisu sampai hari kelahiran anaknya (1:20,64). Setelah menyadari bahwa dirinya telah hamil, Elisabet sangat bersukacita atas perbuatan ajaib Allah bagi dirinya (1:25). Apakah Anda sedang menghadapi persoalan berat yang membebani pikiran Anda? Walaupun mulut kita mungkin mengakui bahwa Allah itu mahakasih dan mahakuasa, tidak mudah bagi kita untuk meyakini bahwa Allah mau dan sanggup menolong kita. Jangan samakan Allah dengan manusia. Allah tidak memiliki keterbatasan seperti manusia yang terbatas. Kita perlu meyakini bahwa setelah kita memercayai Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita, kita telah menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12), sehingga Allah pasti memedulikan kita. Keyakinan kita kepada Kristus diuji oleh keberanian kita untuk meyakini bahwa Allah pasti mengabulkan doa kita bila kita meminta sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya (1 Yohanes 5:14). Apakah Anda benar-benar memercayai Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda? Apakah Anda meyakini bahwa Allah mengasihi dan memedulikan diri Anda? Apakah Anda meyakini bahwa kuasa Allah melampaui keterbatasan Anda? [GI Jumaria Chandra]
Di kalangan Kristen terdapat istilah "eskatofobia", yaitu istilah yang menggambarkan ketakutan orang Kristen yang berlebihan untuk membicarakan tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Topik pembicaraan ini dihindari karena kedatangan Kristus yang kedua kali dianggap identik dengan hal-hal yang bersifat menakutkan—seperti gempa bumi, bumi terbelah, gunung meletus, laut bergelora—yang terjadi menjelang kedatangan-Nya. Eskatofobia itu keliru karena sebenarnya, masalah kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali adalah sumber pengharapan orang percaya dalam menghadapi masa depan.
上基督徒圈子里有"末世恐惧症"这一词,即描述基督徒过度害怕谈论主耶稣的再来。这个话题被避免是因为基督的再临被认同于在祂临前发生的可怕事件例如地震、地面裂开、火山爆发、大海翻腾。末世恐惧症是错误的,因为其实主耶稣再来的议题是信徒面对未来的希望之源。
主耶稣说:"你们心里不要忧愁。你们信上帝,也当信我。在我父的家里,有许多住处。若是没有,我就早已告诉你们了。我去原是为你们预备地方去。"(《约翰福音》14:1-2)。所提到的地方就是新天新地。
From the publisher's feed