
Sign up to save your podcasts
Or


安全感是每个人的基本需求。如果我们感觉到自己处于不安全的状态,那么,我们所拥有的一切皆无法提供安全感。当大卫作为逃难者,身处颠沛流离时也有这种感觉。主要因素是扫罗王意识到上帝已经离开了他,并且已经选择了大卫代替他作王。王位朝夕不保的情况使扫罗王蓄谋杀害大卫,以免大卫篡位。因此,大卫为逃避扫罗王便不断更换地方避开扫罗王。挪伯的祭司亚希米勒不知道大卫已经成为逃亡者,给大卫提供食物和武器。结果扫罗一怒之下大肆杀戮,杀死挪伯的众祭司和众居民。只有亚比亚他—祭司亚希米勒的儿子—幸免逃脱,后来成为大卫的追随者(《撒母耳记上》21-22)。难怪那次事件之后,再没有人能够并且敢于保护大卫了,所以大卫说:"我无处避难;也没有人眷顾我。"(《诗篇》142:4下半节)。在苦无藏身之处时,大卫经常被迫躲入山洞里(142:1)。大卫向上帝发声哀求怜悯:"我在他面前吐露我的苦情,陈说我的患难。"(142:2)。面对危险胁迫之状态下,大卫说:"主啊,我曾向祢哀求,你是我的避难所,在活人之地,祢是我唯一的福分。"(142:5,摘用《印尼日常语圣经译本》)。
Biasanya, saat rakyat hendak menyambut seorang pemimpin, mereka akan melakukan persiapan spektakuler. bila perlu dengan membuat arak-arakkan. Namun, kedatangan Yesus Kristus—Sang Raja Sejati—tidak disambut dengan semestinya, bahkan dunia tidak menyadari kedatangan-Nya. Sekalipun demikian, Allah sangat menghargai Dia. Dia adalah satu-satunya Bayi yang kelahiran-Nya disambut dengan paduan suara bala tentara sorga yang memuji Allah (2:13-14).
一般上,当人要迎接一位领袖时,他们都会做好壮观的准备。然而,耶稣基督—那真正的君王—的到来,却没有受到应有的接待,甚至世界都没有意识到祂的到来。祂是唯一受到赞美上帝的一大队天兵和天使所迎接的婴孩(2:13-14)。
以赛亚先知说,"在黑暗行走的百姓,看见了大光"(9:2)。这里所谓的"黑暗"是一个隐喻,表明了罪所产生的坏事,包括犯罪和不良的道德行为。当传达以上的预言时,犹太人正面对着"黑暗"的情况,是由他们的领袖—即犹太王,亚哈斯—的态度引起的,他没有过着敬畏上帝的生活。亚哈斯要求亚述帮助的决定是错误的决定,是导致犹太国遭毁灭的决定。在那般黑暗的情形中,他们需要光。
Nabi Yesaya berkata, "Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar." (9:1). Kata "kegelapan" di sini adalah suatu kiasan yang mengungkapkan tentang hal-hal buruk yang dihasilkan oleh dosa, termasuk tindak kejahatan dan moralitas yang buruk. Saat nubuat di atas disampaikan, bangsa Yehuda sedang menghadapi kondisi "kegelapan" yang disebabkan oleh sikap pemimpin mereka—yaitu Ahaz, raja Yehuda—yang tidak hidup dalam takut akan Allah. Keputusan Ahaz meminta pertolongan Asyur adalah keputusan keliru yang menyebabkan kehancuran bangsa Yehuda. Di tengah situasi yang gelap itu, mereka memerlukan Terang.
耶稣基督的诞生不仅仅是犹太人的期待,也是外邦人的期待,正如从东方来的几个博士。弥迦先知(《弥迦书》5:1)和以赛亚先知(《以赛亚书》9:6;11:1)已经预言关于耶稣基督的诞生。有可能,外邦人在犹太人被掳的期间,通过与犹太人的交往而知晓旧约的预言。从东方来的几个博士是研究星象的天文学家。上帝引领他们—藉着使用一颗星—到犹大地敬拜耶稣基督。博士们顺服回应上帝话语的态度是值得我们效法的。尽管他们只相信上帝藉着一颗星的引领,但他们确实真诚地准备迎见和敬拜耶稣基督。他们为表达敬意而预备了黄金、乳香、没药,这些都是献给君王的最好祭物。
Kelahiran Yesus Kristus tidak hanya dinantikan oleh bangsa Yahudi, tetapi juga oleh bangsa yang lain, seperti para majus dari Timur. Nubuat mengenai kelahiran Yesus Kristus telah disampaikan oleh Nabi Mikha (Mikha 5:1) dan Nabi Yesaya (Yesaya 9:5; 11:1). Mungkin, bangsa-bangsa lain mengetahui berbagai nubuat Perjanjian Lama melalui hubungan mereka dengan bangsa Yahudi pada masa pembuangan. Orang-orang Majus yang datang dari Timur itu adalah para astronom yang mempelajari perbintangan. Allah menuntun mereka—dengan memakai sebuah bintang—untuk menuju ke Yudea dan menyembah Yesus Kristus. Sikap para majus yang merespons firman Allah dengan ketaatan patut diteladani. Meskipun mereka hanya memercayai tuntunan Allah melalui sebuah bintang, mereka bersungguh-sungguh menyiapkan diri untuk berjumpa dan menyembah Yesus Kristus. Mereka memberikan penghormatan dengan menyiapkan persembahan berupa emas, kemenyan dan mur yang merupakan persembahan terbaik yang ditujukan bagi seorang raja.
Menanti hingga pengharapan kita terwujud membutuhkan kesabaran. Akan lebih mudah bila kita menantikan hal-hal yang sudah jelas kapan akan terwujud, misalnya menanti keberangkatan transportasi umum yang sudah dijadwalkan, menanti jam makan, menanti gaji bulanan, dan sebagainya. Sebaliknya, adalah sulit menantikan hal-hal yang belum jelas kapan akan terwujud seperti menanti kesuksesan, menanti kehamilan, menanti mendapat jodoh, dan sebagainya. Simeon dan Hana telah puluhan tahun menanti pengenapan janji tentang Mesias yang akan datang untuk menyelamatkan umat-Nya tanpa mengetahui kapan hal itu terwujud. Menanti dengan sabar terasa semakin sulit saat usia mereka semakin lanjut. Sekalipun demikian, mereka tetap yakin bahwa nubuat firman Allah pasti akan digenapi. Saat menanti kedatangan Sang Mesias, mereka tekun menjalani kehidupan yang saleh. Saat Bayi Yesus berusia delapan hari, Yusuf dan Maria membawa Dia untuk disunat sesuai dengan ketetapan hukum taurat (2:21; Imamat 12:3). Saat Simeon dan Hana melihat Bayi itu, kepekaaan rohani mereka membuat mereka menyadari bahwa Bayi itu adalah Sang Mesias yang telah dijanjikan selama berabad-abad. Rupanya kesalehan hidup berbuah kepekaan rohani, sehingga mereka bisa menyadari karya Allah yang memenuhi pengharapan umat Yahudi yang saleh. Saat bertemu dengan bayi Yesus, Simeon memuji Allah dan mengemukakan bahwa ia telah melihat hadirnya keselamatan di dalam Yesus Kristus, sehingga ia merasa puas dan siap untuk pergi—maksudnya "mati"—dalam damai sejahtera (2:29). Demikian pula dengan Hana. Setelah bertemu dengan Bayi Yesus, dia juga mengucap syukur dan bersaksi tentang Sang Mesias kepada orang-orang yang menanti kelepasan bagi Yerusalem (2:38). Semasa kita hidup di dunia, kita hidup dalam pengharapan. Di satu sisi, pengharapan kita tertuju kepada kekekalan. Kita menanti saat Kristus datang untuk kedua kali. Saat itu, kita akan dibebaskan dari semua masalah kita. Di sisi lain, saat kita masih hidup di dunia ini, kita harus selalu menanti pertolongan dan pemeliharaan Allah atas hidup kita. Bila kita percaya kepada Kristus, kita adalah anak-anak Allah, sehingga kita bisa meyakini bahwa Allah pasti memiliki rancangan yang terbaik bagi diri kita (Yohanes 1:12; Yeremia 29:11). Bila kita selalu menanti pertolongan Tuhan, kita akan memiliki damai sejahtera (Filipi 4:6-7). Di samping itu, Allah akan memampukan kita untuk mengucap syukur serta memberitakan kemurahan Tuhan. [GI Jumaria Chandra]
一直等候直到希望成真是需要耐心的。我们会较容易倘若已很清楚所等待的事什么时候会发生,例如等待已经预定出发的公共交通工具,等待吃饭的事时间,等待发月薪,等等。相反的,等待不清楚何时会发生的事是很难的,例如等待成功,等待怀孕,等待有伴侣,等等。几十年以来,西面和亚拿一直地等待所应许要拯救祂子民的弥赛亚的来到,却不知道这应许何时才会成就。随着年龄的增长,耐心等待变得越来越困难。即便如此,他们仍然相信上帝的预言一定会成就。在等待弥赛亚来到的同时,他们存心忍耐地过着虔诚的生活。
Sungguh tak terduga bahwa yang pertama kali mendengar berita tentang kelahiran Yesus Kristus adalah para gembala yang sedang menjaga kawanan ternak, bukan para pemuka agama atau para pemimpin dalam masyarakat. Dalam masyarakat Yahudi, para gembala berstatus sosial rendah. Mereka adalah orang-orang upahan yang menjaga kawanan ternak orang lain dan umumnya tidak berpendidikan atau berpendidikan rendah. Pemilihan para gembala sebagai para penerima pertama berita kelahiran Yesus Kristus menunjukkan bahwa Sang Juruselamat tidak datang bagi mereka yang berpendidikan tinggi atau berstatus sosial tinggi saja, tetapi juga bagi mereka yang dianggap bodoh. Ia memilih mereka yang lemah dan hina menurut ukuran dunia untuk diselamatkan dan dipakai menjadi saksi-Nya (1 Korintus 1:26-29).
From the publisher's feed