Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 十二月廿六日 - 祈求保护

    安全感是每个人的基本需求。如果我们感觉到自己处于不安全的状态,那么,我们所拥有的一切皆无法提供安全感。当大卫作为逃难者,身处颠沛流离时也有这种感觉。主要因素是扫罗王意识到上帝已经离开了他,并且已经选择了大卫代替他作王。王位朝夕不保的情况使扫罗王蓄谋杀害大卫,以免大卫篡位。因此,大卫为逃避扫罗王便不断更换地方避开扫罗王。挪伯的祭司亚希米勒不知道大卫已经成为逃亡者,给大卫提供食物和武器。结果扫罗一怒之下大肆杀戮,杀死挪伯的众祭司和众居民。只有亚比亚他—祭司亚希米勒的儿子—幸免逃脱,后来成为大卫的追随者(《撒母耳记上》21-22)。难怪那次事件之后,再没有人能够并且敢于保护大卫了,所以大卫说:"我无处避难;也没有人眷顾我。"(《诗篇》142:4下半节)。在苦无藏身之处时,大卫经常被迫躲入山洞里(142:1)。大卫向上帝发声哀求怜悯:"我在他面前吐露我的苦情,陈说我的患难。"(142:2)。面对危险胁迫之状态下,大卫说:"主啊,我曾向祢哀求,你是我的避难所,在活人之地,祢是我唯一的福分。"(142:5,摘用《印尼日常语圣经译本》)。


    在印度尼西亚,类似大卫所面临的情况只在一些不稳定地区发生。虽然一般上我们不会面对武器的胁迫,但我们确实面对来自经济的困难,自然灾害、环境破坏和危险疾病的危险。新冠疫情虽然已经渐入尾声,然而,环境破坏和基因工程导致新疾病出现的可能性,会构成一种不亚于武器威胁的新威胁。当面临一些可能发生的危险时,你会依靠什么?你是靠健康的身体或丰盛的财富,或者是靠上帝的爱和保护呢?[邱隆泰传道/孙茵]

    7 min
  • 25 Desember 2022 - “TEMPAT BAGI-NYA”

    Biasanya, saat rakyat hendak menyambut seorang pemimpin, mereka akan melakukan persiapan spektakuler. bila perlu dengan membuat arak-arakkan. Namun, kedatangan Yesus Kristus—Sang Raja Sejati—tidak disambut dengan semestinya, bahkan dunia tidak menyadari kedatangan-Nya. Sekalipun demikian, Allah sangat menghargai Dia. Dia adalah satu-satunya Bayi yang kelahiran-Nya disambut dengan paduan suara bala tentara sorga yang memuji Allah (2:13-14).


    Yesus Kristus lahir pada masa pemerintahan Kaisar Agustus. Nama "Agustus" berarti suci atau dihormati, sebutan yang biasa dikenakan bagi para dewa. Kaisar Agustus bukan hanya pemimpin kekaisaran Romawi, tetapi juga bisa dipandang sebagai pemimpin dunia pada masa itu (2:1). Melalui perintah penyelenggaraan sensus, Allah berkarya untuk mengenapi salah satu nubuat Perjanjian Lama tentang Sang Mesias, yaitu nubuat Nabi Mikha yang menyatakan bahwa Yesus Kristus akan lahir di kota kecil Betlehem (Mikha 5:1). Yusuf dan Maria berasal dari Betlehem. Oleh karena itu, untuk bisa mengikuti sensus, mereka harus kembali ke Betlehem walaupun Maria sedang hamil tua.

    Mereka sampai di Betlehem bertepatan waktu dengan saat bagi Maria untuk melahirkan, tetapi mereka tidak mendapat tempat di rumah penginapan (2:7). Pada masa itu, bentuk penginapan masih primitif. Tempat penginapan berdampingan dengan kandang hewan. Bagian dalam adalah ruang untuk menginap, sedangkan bagian luar merupakan kandang hewan peliharaan. Karena kondisi darurat dan ruang untuk menginap sudah tidak tersedia, akhirnya Maria melahirkan di bagian luar, yaitu tempat hewan peliharaan. Palungan—tempat bagi makanan ternak—menjadi tempat bagi Maria untuk meletakkan Bayi Yesus yang baru dilahirkan. Kesediaan Sang Mesias—Raja umat manusia yang sesungguhnya—untuk lahir di kandang hewan menyatakan keagungan Allah yang hendak menyelamatkan manusia berdosa.

    Pada hari Natal ini, marilah kita bersyukur atas kesediaan Allah untuk datang ke dunia ini guna menyelamatkan manusia berdosa. Yesus Kristus—Sang Anak Allah—rela menanggalkan segala kebesaran-Nya dan menjadi Manusia yang lahir dalam kesederhanaan bahkan dalam keterhinaan untuk kepentingan kita. Bila di hari kelahiran Sang Mesias tidak ada tempat yang tersedia bagi-Nya, sudahkah Anda saat ini memberikan hati Anda sebagai tempat bagi Dia? Segala kemuliaan hanya bagi Dia, Sang Mesias yang kelahiran-Nya kita peringati! [GI Jumaria Chandra]

    8 min
  • 十二月廿五日 - 有地方为祂

    一般上,当人要迎接一位领袖时,他们都会做好壮观的准备。然而,耶稣基督—那真正的君王—的到来,却没有受到应有的接待,甚至世界都没有意识到祂的到来。祂是唯一受到赞美上帝的一大队天兵和天使所迎接的婴孩(2:13-14)。


    耶稣基督诞生于该撒亚古士督统治的时期。"亚古士督"的意思是神圣或受崇敬,是通常惯用于众神的称呼。该撒亚古士督不仅是罗马帝国的领袖,他也被视为当时的世界领袖(2:1)。藉着他下旨进行人口统计,上帝便动工成就旧约关于弥赛亚的预言,就是弥迦先知的预言,说耶稣基督将出生在小城伯利恒(《弥迦书》5:2)。约瑟和马利亚来自伯利恒。因此,为了能够参与人口统计,即使马利亚的身孕已经重了,他们也必须回到伯利恒。

    他们到伯利恒的时候,也正是马利亚产期到了的时候,但他们在客店里却找不到地方(2:7)。在那个时候,客店的形式还是很原始的。客店与牲畜圈是并排的。客店内部是供住宿的,而外部是牲畜圈。由于紧急情况,客店供住宿的房间已经住满了,马利亚最终在客店的外部生孩子,就是养牲畜的地方。马槽—放饲料的地方—是马利亚将初生婴儿耶稣安放的地方。弥赛亚—那真正的世人之王—愿意生在牲畜圈里,显明上帝要拯救罪人的伟大。

    在这个圣诞节,让我们向上帝感恩,因祂愿意来到世上,为了要拯救罪人。耶稣基督—上帝的儿子—愿意放下祂一切的崇高,成为一个生在简陋中的人,甚至为了我们的益处而生在卑贱中。倘若弥赛亚诞生的那天没有地方为祂而留,你是否已经在你的心中为祂留了地方?但愿一切的荣耀都归于弥赛亚,祂的诞生是我们所纪念的![Jumaria Chandra传道/陈巧云]

    8 min
  • 十二月廿四日 - 大光的出现

    以赛亚先知说,"在黑暗行走的百姓,看见了大光"(9:2)。这里所谓的"黑暗"是一个隐喻,表明了罪所产生的坏事,包括犯罪和不良的道德行为。当传达以上的预言时,犹太人正面对着"黑暗"的情况,是由他们的领袖—即犹太王,亚哈斯—的态度引起的,他没有过着敬畏上帝的生活。亚哈斯要求亚述帮助的决定是错误的决定,是导致犹太国遭毁灭的决定。在那般黑暗的情形中,他们需要光。


    以赛亚先知说上帝子民不会永远在黑暗中,他们要看见大光(9:1-2)。这个预言是上帝子民的盼望之源。在近的背景中,这个盼望的预言在犹大王希西家领导的时候成就了,希西家王是敬畏上帝的君王,他也进行灵命的改革(《列王纪下》18:1-6)。虽然后来,他们经历被掳的时候,但他们不会永远在被掳之地。上帝必要复兴他们!在远的背景中,这个盼望的预言的成就是当那大光—就是弥赛亚—使他们从人的最大问题,就是从罪的黑暗中得释放。弥赛亚来自大卫的后代,是奇妙策士、全能的上帝、永在的父、和平的君(《以赛亚书》9:6)。这四个头衔是平安和公义的保障,不仅是在世上,也在永恒中。

    当庆祝圣诞节时,我们要记得这个世界还在黑暗中。许多人还未尝到上帝的爱,并且过着没有盼望的生活,因为他们还不认识基督,那光的源头。他们需要基督的光!要记得弥赛亚—那大光—已经出现,要照耀因罪而变得黑暗的世界。那光已经解决了我们最大的问题—就是罪—以致我们在这个黑暗的世界中拥有真正的盼望。你是否已经获得了那大光?倘若你已经获得那大光,你是否已经成为世上的光?(《马太福音》5:14)[Jumaria Chandra传道/陈巧云]

    8 min
  • 24 Desember 2022 - “KEHADIRAN TERANG YANG BESAR”

    Nabi Yesaya berkata, "Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar." (9:1). Kata "kegelapan" di sini adalah suatu kiasan yang mengungkapkan tentang hal-hal buruk yang dihasilkan oleh dosa, termasuk tindak kejahatan dan moralitas yang buruk. Saat nubuat di atas disampaikan, bangsa Yehuda sedang menghadapi kondisi "kegelapan" yang disebabkan oleh sikap pemimpin mereka—yaitu Ahaz, raja Yehuda—yang tidak hidup dalam takut akan Allah. Keputusan Ahaz meminta pertolongan Asyur adalah keputusan keliru yang menyebabkan kehancuran bangsa Yehuda. Di tengah situasi yang gelap itu, mereka memerlukan Terang.


    Nabi Yesaya mengemukakan bahwa tidak selamanya umat Allah mengalami kegelapan, melainkan mereka akan melihat Terang Yang Besar (8:23-9:1). Nubuat ini merupakan sumber pengharapan bagi umat Allah. Dalam konteks dekat, nubuat pengharapan itu terwujud saat bangsa Yehuda dipimpin oleh raja Hizkia yang takut akan Allah dan mengadakan reformasi secara rohani (2 Raja-raja 18:1-6). Meskipun di kemudian hari, mereka mengalami masa pembuangan, tetapi tidak selamanya mereka akan berada di pembuangan. Allah akan memulihkan keadaan mereka! Dalam konteks jauh, nubuat pengharapan itu terwujud saat Terang Yang Besar—yaitu Sang Mesias—melepaskan mereka dari masalah utama manusia, yaitu kegelapan dosa. Sang Mesias berasal dari keturunan Daud dan hadir sebagai Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai (Yesaya 9:5). Keempat gelar itu adalah jaminan bagi damai sejahtera dan keadilan yang tidak hanya berlangsung di dunia, tetapi juga di dalam kekekalan.

    Saat merayakan Natal, marilah kita mengingat bahwa dunia ini masih berada dalam kegelapan. Banyak orang belum merasakan kasih Allah dan hidup tanpa pengharapan karena mereka belum mengenal Kristus, Sumber Terang itu. Mereka memerlukan Terang Kristus! Ingatlah bahwa Sang Mesias—Terang yang Besar itu—telah hadir untuk menerangi dunia yang gelap karena dosa. Terang itu telah membereskan masalah utama kita—yaitu dosa—sehingga kita memiliki pengharapan sejati di tengah dunia yang gelap ini. Terang itu juga menerangi hidup kita. Apakah Anda telah memperoleh Terang yang Besar itu? Bila Anda sudah memperoleh Terang yang Besar itu, apakah Anda sudah menjadi terang bagi dunia ini? (Matius 5:14) [GI Jumaria Chandra]

    10 min
  • 十二月廿三日 - 正确的回应

    耶稣基督的诞生不仅仅是犹太人的期待,也是外邦人的期待,正如从东方来的几个博士。弥迦先知(《弥迦书》5:1)和以赛亚先知(《以赛亚书》9:6;11:1)已经预言关于耶稣基督的诞生。有可能,外邦人在犹太人被掳的期间,通过与犹太人的交往而知晓旧约的预言。从东方来的几个博士是研究星象的天文学家。上帝引领他们—藉着使用一颗星—到犹大地敬拜耶稣基督。博士们顺服回应上帝话语的态度是值得我们效法的。尽管他们只相信上帝藉着一颗星的引领,但他们确实真诚地准备迎见和敬拜耶稣基督。他们为表达敬意而预备了黄金、乳香、没药,这些都是献给君王的最好祭物。


    不同于东方博士们,希律王却不恰当地回应上帝的话。他相信博士们论耶稣基督的话,且有祭司长和文士的确认(《马太福音》2:4-6)。然而,他心怀恶念,以致他以不恰当的态度回应上帝的话。他欺骗博士们,为了杀死他认为对他的政权构成威胁的耶稣基督。希律是一个残忍和权力狂的君王。他会行任何事来保卫他的王位。他要求博士们寻见那孩子之后就报信给他(2:8)。然而,希律的诡计不可能得逞,因为上帝有主权安排一切。上帝的计划不可能被人破坏。藉着梦中的指示,上帝提醒博士们不要回去见希律(2:12)。

    当庆祝圣诞节时,你如何回应耶稣基督:你是否以归荣耀与祂和遵行祂的旨意来回应祂,或者你反而抵挡圣经清楚记载的上帝旨意?你已经向祂献上什么来使祂得着荣耀?你是否已经活在顺服上帝的生活中?[Jumaria Chandra传道/陈巧云]

    6 min
  • 23 Desember 2022 - “RESPONS YANG TEPAT”

    Kelahiran Yesus Kristus tidak hanya dinantikan oleh bangsa Yahudi, tetapi juga oleh bangsa yang lain, seperti para majus dari Timur. Nubuat mengenai kelahiran Yesus Kristus telah disampaikan oleh Nabi Mikha (Mikha 5:1) dan Nabi Yesaya (Yesaya 9:5; 11:1). Mungkin, bangsa-bangsa lain mengetahui berbagai nubuat Perjanjian Lama melalui hubungan mereka dengan bangsa Yahudi pada masa pembuangan. Orang-orang Majus yang datang dari Timur itu adalah para astronom yang mempelajari perbintangan. Allah menuntun mereka—dengan memakai sebuah bintang—untuk menuju ke Yudea dan menyembah Yesus Kristus. Sikap para majus yang merespons firman Allah dengan ketaatan patut diteladani. Meskipun mereka hanya memercayai tuntunan Allah melalui sebuah bintang, mereka bersungguh-sungguh menyiapkan diri untuk berjumpa dan menyembah Yesus Kristus. Mereka memberikan penghormatan dengan menyiapkan persembahan berupa emas, kemenyan dan mur yang merupakan persembahan terbaik yang ditujukan bagi seorang raja.


    Berbeda dengan para majus, Herodes merespons firman Allah dengan tidak semestinya. Ia memercayai perkataan orang-orang majus mengenai Yesus Kristus yang dikonfirmasi oleh para imam kepala dan para ahli taurat (Matius 2:4-6). Namun, ia memiliki niat jahat, sehingga ia merespons firman Allah dengan tidak semestinya. Ia membohongi orang-orang majus agar dapat membunuh Yesus Kristus yang ia anggap mengancam pemerintahannya. Herodes adalah raja yang kejam dan gila kuasa. Ia bisa melakukan apa pun untuk mempertahankan takhtanya. Ia meminta orang-orang Majus itu untuk memberi kabar setelah menjumpai Anak itu (2:8). Namun, tipu daya Herodes tidak mungkin berhasil karena Allah berdaulat untuk mengatur segala sesuatu. Rencana Allah tidak mungkin bisa digagalkan oleh manusia. Melalui mimpi, Allah mengingatkan orang-orang Majus itu untuk tidak kembali untuk menjumpai Herodes (2:12).

    Saat merayakan Natal, bagaimana Anda merespons Yesus Kristus: Apakah Anda merespons dengan memuliakan Dia dan melakukan kehendak-Nya atau Anda justru menentang kehendak-Nya yang tercantum jelas dalam firman-Nya? Apakah yang telah Anda persembahkan kepada-Nya untuk membuat Dia dimuliakan? Apakah Anda telah hidup dalam ketaatan terhadap firman-Nya? [GI Jumaria Chandra]

    8 min
  • 22 Desember 2022 - “BUAH DARI SABAR MENANTI”

    Menanti hingga pengharapan kita terwujud membutuhkan kesabaran. Akan lebih mudah bila kita menantikan hal-hal yang sudah jelas kapan akan terwujud, misalnya menanti keberangkatan transportasi umum yang sudah dijadwalkan, menanti jam makan, menanti gaji bulanan, dan sebagainya. Sebaliknya, adalah sulit menantikan hal-hal yang belum jelas kapan akan terwujud seperti menanti kesuksesan, menanti kehamilan, menanti mendapat jodoh, dan sebagainya. Simeon dan Hana telah puluhan tahun menanti pengenapan janji tentang Mesias yang akan datang untuk menyelamatkan umat-Nya tanpa mengetahui kapan hal itu terwujud. Menanti dengan sabar terasa semakin sulit saat usia mereka semakin lanjut. Sekalipun demikian, mereka tetap yakin bahwa nubuat firman Allah pasti akan digenapi. Saat menanti kedatangan Sang Mesias, mereka tekun menjalani kehidupan yang saleh. Saat Bayi Yesus berusia delapan hari, Yusuf dan Maria membawa Dia untuk disunat sesuai dengan ketetapan hukum taurat (2:21; Imamat 12:3). Saat Simeon dan Hana melihat Bayi itu, kepekaaan rohani mereka membuat mereka menyadari bahwa Bayi itu adalah Sang Mesias yang telah dijanjikan selama berabad-abad. Rupanya kesalehan hidup berbuah kepekaan rohani, sehingga mereka bisa menyadari karya Allah yang  memenuhi pengharapan umat Yahudi yang saleh. Saat bertemu dengan bayi Yesus, Simeon memuji Allah dan mengemukakan bahwa ia telah melihat hadirnya keselamatan di dalam Yesus Kristus, sehingga ia merasa puas dan siap untuk pergi—maksudnya "mati"—dalam damai sejahtera (2:29). Demikian pula dengan Hana. Setelah bertemu dengan Bayi Yesus, dia juga mengucap syukur dan bersaksi tentang Sang Mesias kepada orang-orang yang menanti kelepasan bagi Yerusalem (2:38). Semasa kita hidup di dunia, kita hidup dalam pengharapan. Di satu sisi, pengharapan kita tertuju kepada kekekalan. Kita menanti saat Kristus datang untuk kedua kali. Saat itu, kita akan dibebaskan dari semua masalah kita. Di sisi lain, saat kita masih hidup di dunia ini, kita harus selalu menanti pertolongan dan pemeliharaan Allah atas hidup kita. Bila kita percaya kepada Kristus, kita adalah anak-anak Allah, sehingga kita bisa meyakini bahwa Allah pasti memiliki rancangan yang terbaik bagi diri kita (Yohanes 1:12; Yeremia 29:11). Bila kita selalu menanti pertolongan Tuhan, kita akan memiliki damai sejahtera (Filipi 4:6-7). Di samping itu, Allah akan memampukan kita untuk mengucap syukur serta memberitakan kemurahan Tuhan. [GI Jumaria Chandra]

    6 min
  • 十二月廿二日 - 耐心等候的果子

    一直等候直到希望成真是需要耐心的。我们会较容易倘若已很清楚所等待的事什么时候会发生,例如等待已经预定出发的公共交通工具,等待吃饭的事时间,等待发月薪,等等。相反的,等待不清楚何时会发生的事是很难的,例如等待成功,等待怀孕,等待有伴侣,等等。几十年以来,西面和亚拿一直地等待所应许要拯救祂子民的弥赛亚的来到,却不知道这应许何时才会成就。随着年龄的增长,耐心等待变得越来越困难。即便如此,他们仍然相信上帝的预言一定会成就。在等待弥赛亚来到的同时,他们存心忍耐地过着虔诚的生活。


    当婴孩耶稣满了八天,约瑟和马利亚按律法要给孩子行割礼(2:21;《利未记》12:3)。当西面和亚拿看见那孩子,他们属灵的敏锐使他们意识到那孩子就是历代以来所应许的弥赛亚。原来虔诚的生活结出了属灵敏锐的果子,以致他们能够意识到上帝动工,使虔诚的犹太人的盼望得以满足。当看见婴孩耶稣,西面称颂上帝并说他的眼睛已经看见在耶稣基督里的救恩,以致他感到满足和预备离去—意思是安然"去世"(2:29)。亚拿也是一样。当她看见婴孩耶稣,她也称谢上帝并向一切盼望耶路撒冷得救赎的人见证弥赛亚(2:38)。

    当我们活在世上的时候,我们是活在盼望中。一方面,我们的盼望是永恒的。我们等候基督的第二次再来。那时,我们将从一切的问题中得释放。另一方面,当我们还活在世上,我们要永远等待上帝的帮助和保守看顾我们的生活。如果我们相信基督,我们就是上帝的儿女,以致我们可以深信上帝向我们所怀的意念是对我们最好的意念(《约翰福音》1:12;《耶利米书》29:11)。如果我们一直地等候上帝的帮助,我们就必得平安(《腓立比书》4:6-7)。除此之外,上帝必使我们有能力感恩并传扬上帝的怜悯。[Jumaria Chandra传道/陈巧云]

    8 min
  • 21 Desember 2022 - “TERPANGGIL MENJADI SAKSI-NYA”

    Sungguh tak terduga bahwa yang pertama kali mendengar berita tentang kelahiran Yesus Kristus adalah para gembala yang sedang menjaga kawanan ternak, bukan para pemuka agama atau para pemimpin dalam masyarakat. Dalam masyarakat Yahudi, para gembala berstatus sosial rendah. Mereka adalah orang-orang upahan yang menjaga kawanan ternak orang lain dan umumnya tidak berpendidikan atau berpendidikan rendah. Pemilihan para gembala sebagai para penerima pertama berita kelahiran Yesus Kristus menunjukkan bahwa Sang Juruselamat tidak datang bagi mereka yang berpendidikan tinggi atau berstatus sosial tinggi saja, tetapi juga bagi mereka yang dianggap bodoh. Ia memilih mereka yang lemah dan hina menurut ukuran dunia untuk diselamatkan dan dipakai menjadi saksi-Nya (1 Korintus 1:26-29).


    Kesaksian (Yunani: martyria) adalah bagian dari iman yang hidup. Setelah seseorang menerima dan mengalami kuasa Injil, ia terpanggil untuk menjadi saksi Kristus. Para gembala pun demikian. Berita Natal telah mengubah ketakutan mereka menjadi sukacita yang besar. Mereka terpanggil menjadi saksi-Nya! Setelah menyaksikan pujian spektakuler yang dinyanyikan bala tentara sorga atas lahirnya Sang Juruselamat, mereka segera bergegas pergi ke Betlehem untuk menyaksikan apa yang telah diberitahukan kepada mereka mengenai Bayi Yesus Kristus itu, yaitu bahwa mereka akan menjumpai Bayi yang dibungkus dengan lampin dan terbaring dalam palungan. Sesampai di sana, terbukti bahwa apa yang disampaikan kepada mereka itu benar (Lukas 2:12,16). Sebagai respons, para gembala itu memuji dan memuliakan Allah. Bagi para gembala, pengalaman berjumpa dengan malaikat dan berjumpa dengan Bayi Yesus menjadi sumber kesaksian kepada orang-orang di sekitar mereka. Walaupun ada yang terheran-heran terhadap kesaksian mereka, respons Maria adalah menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya (2:19). Kesaksian para gembala meneguhkan dirinya bahwa Allah benar-benar mau melibatkan dirinya dalam rencana keselamatan.

    Seperti para gembala, setiap orang percaya juga dipanggil untuk menjadi saksi Kristus. Apakah Anda telah sungguh-sungguh menerima Kristus dan mengalami kuasa Injil yang mengubahkan hidup? Pengalaman mengalami perubahan hidup adalah sumber kesaksian yang bisa kita bagikan kepada orang lain, termasuk pada perayaan Natal tahun ini. [GI Jumaria Chandra]

    9 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…