Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 26 November 2022 - “MEMEGANG KUNCI MAUT DAN KERAJAAN MAUT”

    Setiap orang pasti pernah mengalami perasaan yang campur aduk, misalnya mendengar berita sukacita bersamaan dengan berita dukacita. Perasaan tujuh jemaat di Asia Kecil—yaitu Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia dan Laodikia (1:4,11)—juga campur aduk. Mereka mengalami kesusahan, sama seperti Rasul Yohanes yang dibuang ke Pulau Patmos. Sekalipun demikian, mereka tetap setia dan menaati Kristus (1:9). Mereka menghadapi musuh-musuh yang menyerang iman mereka, yaitu penguasa Roma yang disimbolkan dengan Babel (16:1 9; 17:5; 18:2,10, 21), antikristus yang disimbolkan dengan binatang yang keluar dari dalam laut (13:1-10), nabi palsu yang disimbolkan dengan binatang yang keluar dari dalam bumi (13:11-18). Kejahatan musuh mereka itu dipengaruhi oleh Iblis yang disimbolkan dengan naga (12:1-18). Mereka menghadapi situasi sulit karena harus melawan dominasi antrikistus yang terwujud dalam bentuk kekuasaan kaisar Roma. Iman yang membuat mereka menolak untuk menyembah kaisar membuat nyawa mereka terancam. Di dahi mereka tertulis nama Bapa dan Kristus (14:1), bukan nama antikristus (13:16; 14:9; 17:5). Mereka tidak bisa membeli dan menjual, sehingga mereka menjadi miskin. Mereka dianiaya karena iman mereka tetap tertuju kepada Kristus (20:4). Itulah kenyataan hidup yang mereka hadapi.


    Di tengah tantangan yang berat itu, firman Tuhan datang kepada mereka: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut." (1:17b-18). Iman mereka dikuatkan lagi. Perasaan mereka yang sedih berubah menjadi sukacita. Mereka siap menghadapi tantangan dan kenyataan masa depan. Mereka hanya memercayai Kristus yang memegang kunci maut dan kerajaan maut. Mereka menghadapi situasi sulit, namun mereka telah dibekali dengan firman yang hidup yang menguatkan dan menyemangati untuk menghadapi tantangan di depan.

    Apakah Anda merasa risau saat menghadapi pandemi Covid-19 yang telah memukul sendi-sendi kehidupan Anda? Apakah Anda risau saat menghadapi ketidakadilan, intimidasi, kebencian, permusuhan, fitnah, iri hati, dan sebagainya? Kenyataan hidup yang kita hadapi memang tidak mudah. Akan tetapi, kita tetap harus memberitakan kebenaran dan mempertahankan iman. Tetaplah setia dan taat hanya kepada Kristus! Dia sudah menang atas kuasa dosa dan maut, sehingga Dia sanggup membuat kita menang saat menghadapi pergumulan apa pun! [Pdt. Souw Suharwan]

    8 min
  • 25 November 2022 - “SUKACITA KEMENANGAN”

    Bulan ke-12—yakni bulan Adar—pada hari yang ke-13, adalah saat pelaksanaan titah raja untuk menyerang orang Yahudi. Akan tetapi, kenyataannya berbeda: Orang Yahudi-lah yang menyerang musuh-musuh mereka! Pasalnya, pada hari ke-13—dan dilanjutkan pada hari ke-14 sesuai dengan permintaan Ester—diberlakukan undang-undang yang memperbolehkan orang Yahudi melawan dan membunuh musuh-musuh mereka. Pada hari ke-13, di benteng Susan, orang Yahudi membunuh 500 orang, termasuk kesepuluh anak Haman, yaitu Parsandata, Dalfon, Aspata, Porata, Adalya, Aridata, Parmasta, Arisai, Aridai, dan Waizata (9:7-10). Ester lalu meminta agar kesepuluh anak Haman disulakan pada tiang. Dalam kisah Ester ini, Mordekhai menyelesaikan penghakiman Allah terhadap orang Amalek, yaitu Haman dan anak-anaknya (lihat penjelasan dalam renungan Ester 3-4). Pada hari ke-14, orang Yahudi membunuh 300 orang di benteng Susan dan 75 ribu orang di luar benteng, sehingga hari itu berubah menjadi hari perjamuan dan sukacita.


    Mordekhai menulis peristiwa itu, lalu ia mengirim surat kepada semua orang Yahudi di seluruh wilayah kekuasaan raja Ahasyweros agar mereka merayakan hari ke-14 dan ke-15 bulan Adar sebagai hari perjamuan dan sukacita. Hari raya itu kemudian disebut sebagai Hari Raya Purim. Hari raya yang dirayakan setiap tahun tersebut mengingatkan orang Yahudi bahwa Allah telah menyelamatkan mereka dari rencana pembunuhan oleh Haman dan sekutunya. Hari raya ini biasanya dirayakan antara lain dengan membaca kitab Ester di sinagoge, saling mengirim makanan, memberi sedekah, makan bersama hidangan pesta, dan memakai kostum khusus. Apa yang dilakukan Mordekhai itu dicatat dalam sejarah Media dan Persia, dan Mordekhai menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros. Kemenangan orang Yahudi tidaklah terlepas dari campur tangan TUHAN. Meskipun kehadiran TUHAN tidak terlihat secara kasat mata, Mordekhai menyadari adanya pertolongan TUHAN bagi orang Yahudi (lihat 4:14).

    Riwayat Hari Raya Purim ini mengingatkan kita untuk tidak melupakan apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Sukacita terbesar dalam hidup orang beriman adalah karena Kristus telah membebaskan kita dari belenggu dosa melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Apakah Anda selalu mengingat penebusan dosa oleh Kristus dan Anda sudah merespons dengan selalu bersyukur serta hidup di dalam kehendak-Nya? [GI Yorimarlina Umboh]

    9 min
  • 十一月廿五日 - 胜利的喜悦

    第十二个月——也就是亚达月——的第十三天,是王命令攻击犹大人的日子。但是,实际情况并不同:是犹大人反攻他们的敌人!因为第十三天、以及接下去的第十四天,按照以斯帖的要求——依照谕旨准许犹大人对抗并杀死他们的仇敌。第十三天,在书珊城,犹大人杀灭了五百人,包括哈曼的十个儿子,就是巴珊大他、达分、亚斯帕他、破拉他、亚大利雅、亚利大他、帕玛斯他、亚利赛、亚利代、和瓦耶撒他(9:7-10)。接着以斯帖要求将哈曼的十个儿子的尸首挂在木架上。在以斯帖的这个记载,末底改完成了上帝对亚玛力族的判决,也就是哈曼和他的儿子们(参阅以斯帖记3-4反思的说明)。在第十四天,犹大人在书珊城杀了三百人和城外七十五人,以至当天变成为设筵欢乐的日子。


    末底改记录此事件,然后他写信寄给亚哈随鲁王统治下各省的犹大人,使他们在亚达月第十四十五日设为设筵欢乐的日子。那个节日后来被称为普珥日。每年都庆祝这个节日来提醒犹大人,上帝已经将他们从哈曼与他的同盟的设谋杀害中营救出来。这个节日通常是在犹太教堂记念,读以斯帖的经文、互相赠送食物、周济穷人、在筵席上一起享用食物,穿特殊的服装。末底改所做的一切被记载在玛代人和波斯人的历史中,而末底改成为亚哈随鲁王权下的第二位。犹大人的胜利离不开上帝的插手。即使上帝的莅临不以肉眼看见,末底改醒悟到犹大人有上帝的帮助(参阅 4:14)。

    普珥日的历史提醒我们,不要忘记上帝在我们生活中已做的事。信徒生活中最大的喜乐,是因为耶稣已死在十字架上,把我们从罪的捆绑中释放出来。您是否谨记基督的赎罪,而您已以感恩的心并活在祂的旨意中来回应祂?[Yorimarlina Umboh传道/王丽娇]

    7 min
  • 十一月廿四日 - 撒种收割

    以斯帖举行的筵席对哈曼来说是灾祸!在哈曼的心中完全没意料到那筵席是以斯帖用于破坏他的恶行的战略。在第二天的筵席,王再问,"王后以斯帖,妳有什么要求呢?"以斯帖以客套的方式用美妙的词语提出她的要求,"如果王准许,我求我和我的本族能够活着。因为我和我的本族被卖要被杀害。倘若我们只是被卖为奴,我也闭口不言而且不打扰王。但是现在我们将被杀戮灭绝!"(7:3-4,《印尼日常语圣经译本》)。以斯帖的说明使王越加好奇,王问道:"擅敢起意如此行的是谁?这人在哪里呢?"(7:5)。毫不犹豫的,以斯帖直接说出这人是哈曼。是他设计杀害并吸引王参与他的恶行。哈曼非常害怕他要求以斯帖救他的命。王去王宫花园平定他的心情和思想。回来时,王看见哈曼正伏在以斯帖所靠的榻上。王以为哈曼要凌辱并杀害以斯帖。王瞬间大发怒气,马上哈曼的脸被蒙了。作为被判罪者,哈曼不配看见王!一般上,将被挂死刑的人的脸被蒙住。于是哈曼被挂在他为末底改所预备的木架上。


    亚哈随鲁王将哈曼的所有家产赐给以斯帖,而以斯帖告诉王她和末底改的关系之后,末底改进宫来见王。王从哈曼拔出印戒交给末底改,而以斯帖派末底改管理哈曼的家产。在以斯帖的要求下,王答应取消哈曼的恶谋(3:13;8:5-8)。哈曼撒什么种,他也收什么割。哈曼设阴谋把末底改挂在他准备的木架上。但是,最终是他自己被挂那在木架上。哈曼想要杀害所有的犹大人,但是最终他自己被杀死。您是否经常对别人行恶?请意识到您将收割您所撒种的![Yorimarlina Umboh传道/王丽娇]

    10 min
  • 24 November 2022 - "TABUR TUAI"

    Pesta yang diselenggarakan Ester adalah malapetaka bagi Haman! Tidak tebersit sedikit pun dalam hati Haman kalau pesta itu adalah strategi Ester untuk menghancurkan rencana jahatnya. Pada hari kedua pesta itu, raja kembali bertanya, "Apakah permintaanmu, hai ratu Ester?" Ester menyampaikan permintaannya secara diplomatis dengan kata-kata yang disusun dengan sangat indah. Ester berkata, "Kalau Baginda berkenan, hamba mohon supaya hamba dan bangsa hamba boleh hidup.


    Sebab hamba dan bangsa hamba telah dijual untuk dibunuh. Andaikata kami hanya dijual untuk dijadikan budak, hamba akan berdiam diri dan tidak mengganggu Baginda. Tetapi kini kami akan dibinasakan dan dimusnahkan!" (7:3-4, Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari). Pernyataan Ester ini membuat raja makin penasaran dan bertanya, "Siapakah orang itu dan dimanakah dia yang hatinya mengandung niat akan berbuat demikian?" (7:5). Tanpa ragu, Ester langsung berkata bahwa Haman-lah orangnya. Dialah yang merancang pembunuhan dan menarik raja menjadi bagian dari kejahatannya. Haman menjadi sangat takut dan memohon agar Ester menyelamatkan hidupnya. Raja pergi ke taman istana untuk menenangkan hati dan berpikir. Sekembalinya, raja melihat Haman sedang berlutut pada katil tempat Ester berbaring. Raja mengira Haman hendak memerkosa dan membunuh Ester. Segera setelah raja mengungkapkan murkanya, wajah Haman ditutup. Sebagai terhukum, Haman tidak layak melihat raja!  Biasanya, orang yang akan dihukum gantung ditutup wajahnya. Haman lalu digantung pada tiang yang dia dirikan dengan maksud untuk menyulakan Mordekhai.

    Raja Ahasyweros mengaruniakan semua harta Haman kepada Ester, dan Mordekhai masuk menghadap raja setelah Ester memberitahu raja tentang hubungannya dengan Mordekhai. Raja mencabut cincin meterai dari Haman dan memberikannya pada Mordekhai, dan Mordekhai diangkat Ester untuk menjadi kuasa atas harta milik Haman. Atas permintaan Ester, raja setuju untuk membatalkan maksud jahat Haman (3:13; 8:5-8). Apa yang ditabur Haman, itu juga yang dituainya. Haman merancang untuk menyulakan Mordekhai di tiang yang ia persiapkan. Namun, dialah yang akhirnya digantung pada tiang itu. Haman ingin membunuh semua orang Yahudi, tetapi dialah yang akhirnya terbunuh. Apakah Anda sering berbuat jahat terhadap orang lain? Sadarilah bahwa Anda akan menuai apa yang Anda tabur! [GI Yorimarlina Umboh]

    12 min
  • 十一月廿三日 - 上帝的时间

    以斯帖没蒙召而敢于去见王的勇气,是因为亚哈随鲁王在对待王后方面没有好的名声。当以斯帖被准许见王,她没有直接提出她的要求。她以获得王的信任为优先,使得在她摆设的筵席上,哈曼的恶行被揭露。以斯帖还不敢提出她的要求,因而她接二连三的摆设筵席来拖延时间。她要揭露他的秘密,但由于还不是时候,所以说不出口来。为此缘故,上帝牵引她耽搁说出心里话。


    哈曼是一个尊荣狂。末底改不愿跪拜的行为,使他觉得被轻视而恼怒。但是,上帝使哈曼忍住对末底改的痛心,没有直接发泄他的怒气,以至最终上帝的计划成全了。实际上,问题的根源不是末底改的态度,而是自卑感使哈曼要求更多的尊荣。制作木架用来将末底改挂上,体现出有尊荣狂的哈曼的恼怒。但是,上帝的时间是对祂的子民最好的,没有任何人能预测到。有一天晚上,亚哈随鲁王睡不着觉,他吩咐人念给他历史书,其中有关于末底改的报告记录,就是辟探和提列策划杀害王。王觉悟到末底改为他的功劳还未接受任何的奖赏,王命令哈曼赐给末底改恰当的对待。对于哈曼来说,当他应该赐给他的大敌赏赐的事件,对他是莫大的耻辱。他的妻子和顾问们视此事件为他的将来,也就是哈曼必定不能胜过末底改。

    以斯帖延迟对王的请求,是上帝指定恰当的时间来荣耀末底改。在我们的生活当中,也许我们经常没有醒悟到,上帝安排的时间与祂在我们生活上特别的计划相关。您是否相信上帝所安排的时间?[Yorimarlina Umboh传道/王丽娇]

    6 min
  • 23 November 2022 - "WAKTU TUHAN"

    Kesediaan Ester untuk menghadap raja tanpa dipanggil menuntut adanya keberanian karena Raja Ahasyweros tidak memiliki reputasi yang baik dalam memperlakukan ratunya. Saat Ester diperkenan untuk menemui raja, dia tidak langsung melontarkan permintaannya. Dia lebih dahulu memenangkan kepercayaan raja padanya dan ingin agar di pesta yang diadakannya, kejahatan Haman dapat diungkapkan. Ester belum berani menyampaikan permintaannya, sehingga ia membuat perjamuan secara berturut-turut untuk menunda waktu. Dia ingin mengungkapkan rahasianya, namun kata-katanya tidak bisa keluar karena saat itu bukanlah waktu yang tepat untuk berbicara. Itulah sebabnya, Allah menuntun dia untuk menunda pengungkapan isi hatinya.


    Haman adalah seorang yang gila hormat. Sikap Mordekhai yang tidak mau tunduk membuat Haman kesal karena merasa dilecehkan. Akan tetapi, TUHAN membuat Haman menahan rasa sakit hatinya terhadap Mordekhai dan tidak segera melampiaskan kemarahannya, sehingga akhirnya rencana Allah terlaksana. Sebenarnya, sumber masalah bukanlah sikap Mordekhai, melainkan rasa rendah diri yang membuat Haman menuntut penghormatan yang berlebihan. Pembuatan tiang gantungan untuk menggantung Mordekhai mengungkapkan kekesalan Haman yang gila hormat itu. Akan tetapi, waktu TUHAN adalah waktu terbaik bagi umat-Nya, dan tidak selalu bisa diduga oleh siapa pun. Suatu malam, Raja Ahasyweros tidak bisa tidur. Dia meminta agar dibacakan buku catatan sejarah yang antara lain memuat catatan laporan Mordekhai tentang rencana pembunuhan oleh Bigtan dan Teresh terhadap sang raja. Setelah menyadari bahwa Mordekhai belum mendapat penghargaan apa pun atas jasanya, raja meminta Haman untuk memberikan penghargaan yang layak kepada Mordekhai. Bagi Haman, peristiwa saat dia harus memberikan penghargaan terhadap musuh besarnya itu merupakan penghinaan yang amat memalukan. Istri dan para penasihat Haman melihat hal itu sebagai petunjuk masa depan, yaitu bahwa Haman tidak akan bisa menang melawan Mordekhai.

    Penundaan permintaan Ester terhadap raja mengalokasikan waktu TUHAN yang tepat untuk mempermuliakan Mordekhai. Dalam hidup kita, mungkin kita sering tidak menyadari adanya pengaturan waktu TUHAN berkaitan dengan rencana-Nya yang khusus bagi hidup kita. Apakah Anda memercayai pengaturan waktu TUHAN itu? [GI Yorimarlina Umboh]

    10 min
  • 22 November 2022 - “MENGHADAPI KONSPIRASI”

    Konspirasi adalah persekongkolan untuk melakukan suatu rencana jahat. Inilah yang dilakukan oleh Haman bin Hamadeta, orang Agag. Agag adalah nama daerah dalam Kerajaan Media-Persia. Akan tetapi, Agag juga menunjuk pada nama raja bangsa Amalek yang menjadi musuh bangsa Israel secara turun-temurun. Sebenarnya, Allah telah memerintahkan bangsa Israel untuk memusnahkan bangsa Amalek. Sayang, mereka tidak taat (Keluaran 17:14; Ulangan 25:17-19; 1 Samuel 15:2-9). Saat pangkat Haman dinaikkan sehingga melebihi semua pembesar di istana, semua pegawai raja yang bertugas di pintu gerbang istana wajib berlutut dan sujud kepada Haman. Akan tetapi, Mordekhai menolak untuk berlutut dan sujud. Itulah yang membuat Haman panas hati. Ia berencana untuk membunuh Mordekhai, tetapi ia tidak puas bila hanya membunuh Mordekhai saja. Dia ingin menghabisi semua orang Yahudi dengan menghasut raja agar mengeluarkan ketetapan untuk membunuh semua orang Yahudi.


    Walaupun mengetahui rencana pembunuhan terhadap seluruh orang Yahudi, Mordekhai tetap mempertahankan integritasnya untuk tidak sujud di bawah kaki Haman. Bagi orang Yahudi berlutut dan sujud kepada siapa pun atau apa pun di atas bumi adalah pemberhalaan. Selanjutnya, Mordekhai menantang Ester untuk menghadap raja atas nama seluruh orang Yahudi. Ester lalu menyampaikan kesulitannya untuk bertemu raja tanpa undangan. Ternyata ada jarak dalam hubungan antara seorang ratu Persia dengan sang raja. Terhadap respons Ester yang tampak ragu-ragu, Mordekhai mengemukakan keyakinan bahwa keselamatan orang Yahudi tidak tergantung kepada Ester, tetapi kepada Allah. Dia meyakini bahwa akan ada pertolongan bagi seluruh orang Yahudi. Tampaknya Ester menyadari bahwa kedudukannya saat itu tidak terlepas dari campur tangan Tuhan dan manjadi bagian dalam rencana-Nya. Dia meminta agar semua orang Yahudi—termasuk dayang-dayangnya—berpuasa. Akhirnya, Ester menemui sang raja dengan mempertaruhkan nyawanya.

    Banyak orang merasa takut dan ragu-ragu menyatakan iman di hadapan kaum mayoritas. Kita cenderung diam atau ikut arus. Maukah Anda meniru sikap Mordekhai yang berani melawan konspirasi serta meniru Ester yang berani menghadapi risiko kematian? Percayalah dan yakinilah pertolongan Tuhan! Janganlah berharap pada manusia! Itulah yang akan memampukan kita untuk terus berdiri teguh! [GI Yorimarlina Umboh]

    7 min
  • 十一月廿二日 - 面对阴谋

    阴谋是联合起来行恶事的计划。这就是亚甲族哈米大他的儿子哈曼。亚甲是玛代波斯王国的一个地区名。然而,亚甲也是指亚玛力族的国王,他是以色列民族世代相传的仇敌。实际上,上帝已经命令以色列民族消灭亚玛力族。很遗憾,他们不遵行(《出埃及记》17:14;《申命记》25:17-19;《撒母耳记上》15:2-9)。正当哈曼的地位高升超过宫中的一切臣宰,所有在王宫门口值班的臣仆都必须跪拜哈曼。但是,末底改不愿意跪拜。这使哈曼非常愤怒。他计划要杀死末底改,但是单单杀死末底改他觉得还不甘心。他要杀死所有的犹大人,他煽动王下旨意灭绝所有的犹大人。


    末底改虽然知道有灭绝所有犹大人的计划,他仍然坚持正义不跪拜哈曼。对于犹大人来说在世上无论对谁或对物跪拜是崇拜偶像。接下来,末底改挑战以斯帖代表所有犹大人的名去见国王。以斯帖表示没受蒙召去见王是为难的。事实证明一位波斯王后与国王之间的关系还有距离。对于以斯帖犹豫不决的反应,末底改表示犹大人的安全肯定不是靠以斯帖,而是仰赖上帝。他肯定犹大全民将得以解救。看起来以斯帖醒悟到她现在的地位是上帝的插手干预,而且是在祂的计划中。她吩咐所有犹大人——包括她的宫女——禁食。最后,以斯帖以她的性命作为赌注去见王。

    很多人害怕而犹豫不决在多数人面前表明信仰。我们一般采取静默或随波逐流。您愿意模仿末底改的态度勇敢反抗阴谋,模仿以斯帖敢于面对死亡的风险?请相信并肯定上帝的帮助!不要对人类抱着希望!那就是使我们能站立得稳的能力![Yorimarlina Umboh传道/王丽娇]

    8 min
  • 21 November 2022 - “RENCANA JAHAT YANG DIIZINKAN”

    Tak ada seorang pun yang bisa meramalkan masa depannya. Setelah Wasti dilengserkan, para penasihat raja mengusulkan agar raja mencari pengganti Ratu Wasti. Usul ini dipandang baik oleh raja yang hasrat duniawinya kuat itu. Tersiarlah berita ini dan banyak gadis cantik yang elok rupa dikumpulkan di dalam benteng Susan. Di antara para gadis itu, dipilihlah Hadasa (nama bahasa Ibrani yang artinya semak berbunga putih berbau wangi)—selanjutnya disebut Ester (nama bahasa Persia yang berarti "bintang")—untuk dibawa masuk ke dalam harem, yaitu tempat tinggal para istri dan selir raja di istana. Ester adalah anak yatim piatu Yahudi yang diadopsi oleh Mordekhai, sepupunya. Bagi bangsa Persia, dimasukkan ke harem bukan aib, melainkan kehormatan, sekalipun yang bersangkutan hanya menjadi selir raja, dan selanjutnya menjadi janda abadi yang tidak bisa menikah dengan pria lain. Ester adalah gadis yang sangat baik dan disukai oleh Hegai—penjaga para perempuan (2:9)—dan semua orang yang melihat dia (2:15). Para gadis di harem harus menjalani karantina selama setahun sebelum bertemu dengan raja. Untuk menghindari masalah, Mordekhai melarang Ester menceritakan identitasnya. Rentang waktu antara saat Ratu Wasti diceraikan dan Ester dijadikan ratu sekitar empat tahun. Selama empat tahun itu, Raja Ahasyweros menyerbu Yunani, namun kalah. Saat kembali ke istana, ia bermaksud mengalihkan perhatian kepada hasrat seksual. Setelah bertemu Ester, raja lebih mengasihi Ester dari pada semua perempuan lain (2:17). Sebagai penghargaan, raja mengadakan pesta untuk Ester dan menitahkan pembebasan pajak daerah.


    Rencana pembunuhan terhadap raja oleh Bigtan dan Teresh—dua orang sida-sida yang menjadi penjaga pintu—menjadi pembuka relasi dengan raja. Mordekhai—yang mendengar rencana itu tanpa sengaja—melaporkan hal itu kepada Ester, lalu Ester menyampaikannya kepada raja atas nama Mordekhai. Setelah diperiksa dan ternyata benar, kedua orang itu disulakan pada tiang. Peristiwa itu ditulis dalam kitab sejarah di hadapan raja. Jelas bahwa Tuhan punya rencana dan Ester merupakan bagian dari rencana tersebut. Allah mengizinkan tindakan jahat manusia untuk memenuhi tujuan-Nya dalam rencana-Nya yang lebih besar. Kita pun sering harus berhadapan dengan tindakan jahat orang lain atas diri kita. Walaupun tindakan jahat itu sangat menyakitkan, apakah Anda bisa meyakini bahwa Tuhan mengizinkan hal itu terjadi karena Ia memiliki tujuan dan rencana yang indah melalui hidup Anda? [GI Yorimarlina Umboh]

    8 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…