
Sign up to save your podcasts
Or


Setiap orang pasti pernah mengalami perasaan yang campur aduk, misalnya mendengar berita sukacita bersamaan dengan berita dukacita. Perasaan tujuh jemaat di Asia Kecil—yaitu Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia dan Laodikia (1:4,11)—juga campur aduk. Mereka mengalami kesusahan, sama seperti Rasul Yohanes yang dibuang ke Pulau Patmos. Sekalipun demikian, mereka tetap setia dan menaati Kristus (1:9). Mereka menghadapi musuh-musuh yang menyerang iman mereka, yaitu penguasa Roma yang disimbolkan dengan Babel (16:1 9; 17:5; 18:2,10, 21), antikristus yang disimbolkan dengan binatang yang keluar dari dalam laut (13:1-10), nabi palsu yang disimbolkan dengan binatang yang keluar dari dalam bumi (13:11-18). Kejahatan musuh mereka itu dipengaruhi oleh Iblis yang disimbolkan dengan naga (12:1-18). Mereka menghadapi situasi sulit karena harus melawan dominasi antrikistus yang terwujud dalam bentuk kekuasaan kaisar Roma. Iman yang membuat mereka menolak untuk menyembah kaisar membuat nyawa mereka terancam. Di dahi mereka tertulis nama Bapa dan Kristus (14:1), bukan nama antikristus (13:16; 14:9; 17:5). Mereka tidak bisa membeli dan menjual, sehingga mereka menjadi miskin. Mereka dianiaya karena iman mereka tetap tertuju kepada Kristus (20:4). Itulah kenyataan hidup yang mereka hadapi.
Bulan ke-12—yakni bulan Adar—pada hari yang ke-13, adalah saat pelaksanaan titah raja untuk menyerang orang Yahudi. Akan tetapi, kenyataannya berbeda: Orang Yahudi-lah yang menyerang musuh-musuh mereka! Pasalnya, pada hari ke-13—dan dilanjutkan pada hari ke-14 sesuai dengan permintaan Ester—diberlakukan undang-undang yang memperbolehkan orang Yahudi melawan dan membunuh musuh-musuh mereka. Pada hari ke-13, di benteng Susan, orang Yahudi membunuh 500 orang, termasuk kesepuluh anak Haman, yaitu Parsandata, Dalfon, Aspata, Porata, Adalya, Aridata, Parmasta, Arisai, Aridai, dan Waizata (9:7-10). Ester lalu meminta agar kesepuluh anak Haman disulakan pada tiang. Dalam kisah Ester ini, Mordekhai menyelesaikan penghakiman Allah terhadap orang Amalek, yaitu Haman dan anak-anaknya (lihat penjelasan dalam renungan Ester 3-4). Pada hari ke-14, orang Yahudi membunuh 300 orang di benteng Susan dan 75 ribu orang di luar benteng, sehingga hari itu berubah menjadi hari perjamuan dan sukacita.
第十二个月——也就是亚达月——的第十三天,是王命令攻击犹大人的日子。但是,实际情况并不同:是犹大人反攻他们的敌人!因为第十三天、以及接下去的第十四天,按照以斯帖的要求——依照谕旨准许犹大人对抗并杀死他们的仇敌。第十三天,在书珊城,犹大人杀灭了五百人,包括哈曼的十个儿子,就是巴珊大他、达分、亚斯帕他、破拉他、亚大利雅、亚利大他、帕玛斯他、亚利赛、亚利代、和瓦耶撒他(9:7-10)。接着以斯帖要求将哈曼的十个儿子的尸首挂在木架上。在以斯帖的这个记载,末底改完成了上帝对亚玛力族的判决,也就是哈曼和他的儿子们(参阅以斯帖记3-4反思的说明)。在第十四天,犹大人在书珊城杀了三百人和城外七十五人,以至当天变成为设筵欢乐的日子。
以斯帖举行的筵席对哈曼来说是灾祸!在哈曼的心中完全没意料到那筵席是以斯帖用于破坏他的恶行的战略。在第二天的筵席,王再问,"王后以斯帖,妳有什么要求呢?"以斯帖以客套的方式用美妙的词语提出她的要求,"如果王准许,我求我和我的本族能够活着。因为我和我的本族被卖要被杀害。倘若我们只是被卖为奴,我也闭口不言而且不打扰王。但是现在我们将被杀戮灭绝!"(7:3-4,《印尼日常语圣经译本》)。以斯帖的说明使王越加好奇,王问道:"擅敢起意如此行的是谁?这人在哪里呢?"(7:5)。毫不犹豫的,以斯帖直接说出这人是哈曼。是他设计杀害并吸引王参与他的恶行。哈曼非常害怕他要求以斯帖救他的命。王去王宫花园平定他的心情和思想。回来时,王看见哈曼正伏在以斯帖所靠的榻上。王以为哈曼要凌辱并杀害以斯帖。王瞬间大发怒气,马上哈曼的脸被蒙了。作为被判罪者,哈曼不配看见王!一般上,将被挂死刑的人的脸被蒙住。于是哈曼被挂在他为末底改所预备的木架上。
Pesta yang diselenggarakan Ester adalah malapetaka bagi Haman! Tidak tebersit sedikit pun dalam hati Haman kalau pesta itu adalah strategi Ester untuk menghancurkan rencana jahatnya. Pada hari kedua pesta itu, raja kembali bertanya, "Apakah permintaanmu, hai ratu Ester?" Ester menyampaikan permintaannya secara diplomatis dengan kata-kata yang disusun dengan sangat indah. Ester berkata, "Kalau Baginda berkenan, hamba mohon supaya hamba dan bangsa hamba boleh hidup.
以斯帖没蒙召而敢于去见王的勇气,是因为亚哈随鲁王在对待王后方面没有好的名声。当以斯帖被准许见王,她没有直接提出她的要求。她以获得王的信任为优先,使得在她摆设的筵席上,哈曼的恶行被揭露。以斯帖还不敢提出她的要求,因而她接二连三的摆设筵席来拖延时间。她要揭露他的秘密,但由于还不是时候,所以说不出口来。为此缘故,上帝牵引她耽搁说出心里话。
Kesediaan Ester untuk menghadap raja tanpa dipanggil menuntut adanya keberanian karena Raja Ahasyweros tidak memiliki reputasi yang baik dalam memperlakukan ratunya. Saat Ester diperkenan untuk menemui raja, dia tidak langsung melontarkan permintaannya. Dia lebih dahulu memenangkan kepercayaan raja padanya dan ingin agar di pesta yang diadakannya, kejahatan Haman dapat diungkapkan. Ester belum berani menyampaikan permintaannya, sehingga ia membuat perjamuan secara berturut-turut untuk menunda waktu. Dia ingin mengungkapkan rahasianya, namun kata-katanya tidak bisa keluar karena saat itu bukanlah waktu yang tepat untuk berbicara. Itulah sebabnya, Allah menuntun dia untuk menunda pengungkapan isi hatinya.
Konspirasi adalah persekongkolan untuk melakukan suatu rencana jahat. Inilah yang dilakukan oleh Haman bin Hamadeta, orang Agag. Agag adalah nama daerah dalam Kerajaan Media-Persia. Akan tetapi, Agag juga menunjuk pada nama raja bangsa Amalek yang menjadi musuh bangsa Israel secara turun-temurun. Sebenarnya, Allah telah memerintahkan bangsa Israel untuk memusnahkan bangsa Amalek. Sayang, mereka tidak taat (Keluaran 17:14; Ulangan 25:17-19; 1 Samuel 15:2-9). Saat pangkat Haman dinaikkan sehingga melebihi semua pembesar di istana, semua pegawai raja yang bertugas di pintu gerbang istana wajib berlutut dan sujud kepada Haman. Akan tetapi, Mordekhai menolak untuk berlutut dan sujud. Itulah yang membuat Haman panas hati. Ia berencana untuk membunuh Mordekhai, tetapi ia tidak puas bila hanya membunuh Mordekhai saja. Dia ingin menghabisi semua orang Yahudi dengan menghasut raja agar mengeluarkan ketetapan untuk membunuh semua orang Yahudi.
阴谋是联合起来行恶事的计划。这就是亚甲族哈米大他的儿子哈曼。亚甲是玛代波斯王国的一个地区名。然而,亚甲也是指亚玛力族的国王,他是以色列民族世代相传的仇敌。实际上,上帝已经命令以色列民族消灭亚玛力族。很遗憾,他们不遵行(《出埃及记》17:14;《申命记》25:17-19;《撒母耳记上》15:2-9)。正当哈曼的地位高升超过宫中的一切臣宰,所有在王宫门口值班的臣仆都必须跪拜哈曼。但是,末底改不愿意跪拜。这使哈曼非常愤怒。他计划要杀死末底改,但是单单杀死末底改他觉得还不甘心。他要杀死所有的犹大人,他煽动王下旨意灭绝所有的犹大人。
Tak ada seorang pun yang bisa meramalkan masa depannya. Setelah Wasti dilengserkan, para penasihat raja mengusulkan agar raja mencari pengganti Ratu Wasti. Usul ini dipandang baik oleh raja yang hasrat duniawinya kuat itu. Tersiarlah berita ini dan banyak gadis cantik yang elok rupa dikumpulkan di dalam benteng Susan. Di antara para gadis itu, dipilihlah Hadasa (nama bahasa Ibrani yang artinya semak berbunga putih berbau wangi)—selanjutnya disebut Ester (nama bahasa Persia yang berarti "bintang")—untuk dibawa masuk ke dalam harem, yaitu tempat tinggal para istri dan selir raja di istana. Ester adalah anak yatim piatu Yahudi yang diadopsi oleh Mordekhai, sepupunya. Bagi bangsa Persia, dimasukkan ke harem bukan aib, melainkan kehormatan, sekalipun yang bersangkutan hanya menjadi selir raja, dan selanjutnya menjadi janda abadi yang tidak bisa menikah dengan pria lain. Ester adalah gadis yang sangat baik dan disukai oleh Hegai—penjaga para perempuan (2:9)—dan semua orang yang melihat dia (2:15). Para gadis di harem harus menjalani karantina selama setahun sebelum bertemu dengan raja. Untuk menghindari masalah, Mordekhai melarang Ester menceritakan identitasnya. Rentang waktu antara saat Ratu Wasti diceraikan dan Ester dijadikan ratu sekitar empat tahun. Selama empat tahun itu, Raja Ahasyweros menyerbu Yunani, namun kalah. Saat kembali ke istana, ia bermaksud mengalihkan perhatian kepada hasrat seksual. Setelah bertemu Ester, raja lebih mengasihi Ester dari pada semua perempuan lain (2:17). Sebagai penghargaan, raja mengadakan pesta untuk Ester dan menitahkan pembebasan pajak daerah.
From the publisher's feed