
Sign up to save your podcasts
Or


悔改不只发生一次。在第八章犹大人悔改之后,使他们继续持守上帝的话语,并产生悔改。
TUHAN melindungi bangsa Yehuda, sehingga pembangunan tembok Yerusalem bisa diselesaikan. Mereka tidak lagi dicemooh dan tidak lagi kuatir dirampok. Namun, keadaan itu tidak membuat mereka menjadi sombong dan lupa diri. Setelah menerima berkat TUHAN, mereka tetap berusaha mendekat kepada Allah.
耶和华保护犹大人,使耶路撒冷城墙的建造得以完成。他们不再被嘲笑,不再害怕被抢劫。但是,这种情况并没有让他们变得傲慢和健忘。得到上帝的祝福后,他们仍然努力与上帝亲近。
Setelah gagal menghambat pekerjaan pembangunan tembok Yerusalem dengan cara mengolok-olok, musuh-musuh bangsa Yehuda terus berusaha menggagalkan pembangunan itu dengan cara mencelakai sang pemimpin, yaitu Nehemia. Mereka melakukan berbagai usaha: mengundang Nehemia, mengirim utusan untuk menyampaikan adanya berita yang dapat membuat Nehemia dihukum mati, menyuap teman Nehemia untuk bernubuat palsu bahwa Nehemia akan dibunuh. Mereka berpikir: jika Nehemia terbunuh atau ketakutan, bangsa Yehuda akan kocar kacir sehingga pembangunan akan berhenti. Namun hal ini ternyata tidak membuat Nehemia gentar.
未能阻碍建造耶路撒冷城墙的工作后,犹太国的敌人继续试图伤害他们的领导尼希米来阻碍建造城墙。他们使用了各种方法:邀请尼希米,派信使传递可能处决尼希米的消息,贿赂尼希米的朋友以虚假预言尼希米会被杀。他们想:如果尼希米被杀或受到惊吓,犹大国就会分崩离析,建设就会停止。但这并没有让尼希米颤抖。
Nehemia tahu bahwa membangun tembok Yerusalem bukanlah sekadar pekerjaan, melainkan pelayanan bagi umat Allah, bangsanya sendiri. Di tengah kesibukan membangun tembok Yerusalem, Nehemia dengan rendah hati mendengarkan keluhan yang disampaikan oleh bangsanya, sehingga ia bisa mengetahui bahwa ternyata ada masalah berat yang perlu segera ditangani. Masalah itu membuat ia marah (5:6). Ada orang-orang Yahudi yang mementingkan diri sendiri dengan mengambil untung dan hal ini melanggar firman Tuhan serta menyusahkan saudara sebangsanya. Fakta ini menunjukkan bahwa Nehemia tidak hanya menghadapi tantangan dari luar, tetapi juga dari dalam, yaitu dari bangsanya sendiri.
尼希米知道建造耶路撒冷的城墙不仅仅是一项工作,而是服侍上帝的子民,就是他自己的子民。在忙着修建耶路撒冷城墙的过程中,尼希米谦卑地倾听了他的人民的抱怨,这样他就知道有一个严重的问题需要立即解决。这个问题让他很生气(5:6)。有些犹太人自私地取利,这违背了上帝的话语并困扰着他的同胞。这一事实表明,尼希米不仅面临来自外部的挑战,也面临来自内部的挑战,即来自他自己的子民。
Keberhasilan Nehemia dalam memimpin bangsanya untuk memulai pembangunan tembok Yerusalem tidaklah berjalan dengan mulus. Bangsa-bangsa di sekeliling Yehuda menjadi iri dan marah, lalu menyerang untuk mengganggu jalannya pembangunan. Bangsa Yehuda dikelilingi oleh musuh-musuh dari berbagai jurusan, seperti Sanbalat dan orang Samaria dari Utara, Tobia dan orang Amon dari Timur, orang Arab dari Selatan, orang Asdod dari Barat. Mereka menyerang dengan cara mengolok-olok, menghina, membuat tipu muslihat, namun Nehemia tidak terpancing oleh gangguan tersebut dan tidak mau menghentikan pembangunan. Dalam kondisi penuh tekanan tersebut, Nehemia justru berdoa dan melihatnya dari kacamata rohani. Nehemia menganggap bahwa hinaan bukan semata-mata tertuju kepada dirinya atau kepada bangsanya. Nehemia menyadari bahwa bangsanya merupakan umat Allah. Oleh karena itu, segala hinaan kepada diri mereka merupakan hinaan kepada Allah juga. Akhirnya, dengan hikmat dari Tuhan, mereka terus melanjutkan pembangun tembok Yerusalem. Walaupun kondisi mereka kelelahan, mereka tetap memiliki semangat. Mereka berdoa sambil tetap bekerja, bahkan mereka juga berjaga-jaga dengan senjata seadanya. Keberhasilan mereka untuk mengetahui rencana musuh dan menggagalkannya disadari sebagai pertolongan dari Allah. Allah-lah yang telah menggagalkan rencana para musuh umat Allah yang berusaha dengan gigih untuk menghambat dan menggagalkan pembangunan tembok Yerusalem.
尼希米的成功带领他的族人重建耶路撒冷城墙的事开始并不是很顺利。犹大周围的列国都起了嫉妒心且愤怒,就攻击他们来破坏建设的进展。犹大人被来自四面八方的敌人包围,例如:叁巴拉和来自北方的撒玛利亚人,来自东方的多比雅和亚扪人,来自南方的阿拉伯人,以及来自西方的亚实突人。他们以嗤笑、藐视、同谋算计来攻击,但是尼希米并没被他们的骚乱而动摇,也不愿停止建城。在那种被压迫的情况下,尼希米反而以祷告和属灵的眼光来看待事情。尼希米认为所受的藐视不仅仅是针对他自己或针对他的族人。因为他们是上帝的子民,所以任何对他们的藐视也是等于藐视上帝。后来,靠着上帝赐予的智慧,他们继续重建耶路撒冷的城墙。尽管他们已经筋疲力尽,但他们仍然振作精神。他们一边工作一边祈祷,他们甚至只拿着简易的武器来预防被骚扰。他们晓得能成功地知道敌人的心意并破坏它,这都是上帝的帮助。是上帝破坏了祂子民众敌的计谋,那些人拼命地试图阻碍和阻挠耶路撒冷城墙的建造。
Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita bisa melihat sebuah kerjasama yang indah dalam membangun kota Yerusalem. Pintu gerbang, tembok, menara, dan sebagainya dibangun kembali. Umat Allah bersatu hati, baik laki-laki maupun perempuan (3:12), baik imam maupun orang awam (3:1,22), baik penguasa maupun rakyat jelata (3;9,12), tukang emas, juru campur rempah (3:8), dan sebagainya. Apa pun profesi mereka, mereka bersatu hati melakukan pekerjaan demi kepentingan bersama, yaitu membangun kota tempat mereka tinggal.
From the publisher's feed