Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 十一月廿一日 - 蒙准的恶谋

    没有任何一个人能预测他的未来。瓦实提被废黜之后,王的使臣提议王寻找王后瓦实提的代替者。对世俗欲很强的王很赞同这个建议。这个消息传出去,许多美貌的处女被召集到书珊城的女院。从处女们当中,拣选了哈大沙(希伯来语意为芬芳的白花灌木)——后来叫以斯帖(波斯语意为"星星")、她被带进后宫,也就是皇宫里妻子和王妃住的地方。以斯帖是被末底改领养的犹太人的孤儿,他的堂妹。对于波斯民,被进入后宫并不耻辱,而是荣誉,虽然只是成为王妃而已,而接着成为不可再与别的男性结婚的寡妇。以斯帖是一个非常好的女孩,是看守女子的希该所喜悦的(2:9)——也是每个见到她的人所喜悦的(2:15)。在后宫的众女子在见王之前需要进行十二个月的隔离。末底改阻止以斯帖说出她的身世以避免造成麻烦。在王后瓦实提被废黜与以斯帖被立为王后时间相隔四年,在这四年期间,亚哈随鲁王进攻希腊,但是失败。当他回到王宫时想转移注意力於性欲。见到以斯帖,王爱以斯帖更甚于其他所有女子(2:17)。作为赏赐,王为以斯帖摆设筵席并免除地方税。


    计划杀害王的名为辟探和提列的两个守门的太监——开启了与王接通的机会。末底改在无意中听到那恶谋,他把这消息告诉以斯帖,然后以斯帖奉末底改的名报告给王。经过调查证明事实,那两个人被挂在木头上。这事件在王面前记载于历史上。很明显上帝有其计划而以斯帖是计划当中的一部分。上帝准许人类的恶行来完成祂更大的计划。我们也经常应该面对别人在我们身上所做的恶行。虽然那恶行非常令人心痛,您能相信上帝准许那事件的发生,是因为祂有目的并通过您的生活有美好的计划吗?[Yorimarlina Umboh传道/王丽娇]

    10 min
  • 十一月二十日 - 性的对象

    这经文以介绍亚哈随鲁王为开始,他统管从印度直到埃塞俄比亚共一百二十七个省。在位的第三年他为他一切首领、臣仆、军队、贵族以及地方官员摆设筵席。目的是要炫耀王国荣耀的丰富以及美好威严的华丽(1:4)。这显示亚哈随鲁正处在顶峰。为了炫耀他的威严,他为首领们设筵一百八十天,再加上为全民设筵七天。他不但炫耀他的所有财富,甚至他也要给全国人民与首领们显示他有非常美丽的妻子。


    王后瓦实提是亚哈随鲁王的妻子。她的容貌甚美。当盛筵进行时,亚哈随鲁王请她到王面前。但是,王万万想不到会被拒绝。拒绝的理由是因为瓦实提认为,对她来说被示众是降低妇女尊严的行为。此拒绝让亚哈随鲁王感到被羞辱,因此他怒火中烧。王后瓦实提敢于拒绝王的意愿说"不",王认为是一种藐视与错误。她以坚定的态度来反抗当时最大的权势!

    对丈夫顺服的态度是妻子的责任。然而,如果不符合上帝的真理,妻子被准许拒绝顺服丈夫。在上帝的计划中不曾指定妻子要顺服丈夫的恶欲望。在此事件中,亚哈随鲁王要展示瓦实提来满足他的性欲望。在这事上,王后瓦实提的态度值得被赞扬。即便在困境下而且面对危险的后果,王后瓦实提作出了勇敢的决定。

    这事件是教导关于婚姻不是给丈夫权力,或允许丈夫抱有可耻的幻想,利用妻子作为性对象来满足自己。如果您是一位丈夫,您是否已带领妻子到正道上并总是满足上帝的心,而不是满足自己的欲望?[Yorimarlina Umboh传道/王丽娇]

    8 min
  • 20 November 2022 - “SUAMI ISTERI SALING MENGHARGAI”

    Kitab ini dimulai dengan memperkenalkan Raja Ahasyweros yang merajai 127 propinsi dari India sampai Etiopia. Pada tahun ketiga pemerintahannya, dia mengadakan pesta besar-besaran bagi semua pejabat, pegawai, tentara, bangsawan, dan pemimpin daerah. Tujuannya adalah untuk memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya yang bersemarak (1:4). Hal ini menunjukkan bahwa Ahasyweros sedang berada di puncak kejayaan. Untuk memamerkan kebesarannya, dia membuat pesta selama 180 hari untuk para pembesar, ditambah 7 hari untuk seluruh rakyat. Dia bukan hanya menunjukkan seluruh kekayaannya, namun dia juga ingin memperlihatkan kepada seluruh rakyat dan para pembesar bahwa dia memiliki seorang istri yang sangat cantik.


    Ratu Wasti adalah istri raja Ahasyweros. Parasnya sangat elok. Saat pesta berlangsung, raja Ahasyweros meminta Ratu Wasti mengha-dap. Namun, raja tidak pernah menyangka bahwa dia akan ditolak. Alasan penolakan adalah karena Wasti beranggapan bahwa diperton-tonkan kepada orang banyak merupakan tindakan yang merendahkan martabatnya sebagai seorang wanita. Penolakan ini membuat Raja Ahasyweros malu, sehingga ia menjadi sangat geram dan berapi-apilah murkanya. Ratu Wasti berani menolak kemauan raja dan berkata "tidak" untuk sesuatu yang ia anggap menghina dan salah. Ia bersikap tegar untuk melawan kekuasaan terbesar pada saat itu!

    Sikap tunduk terhadap suami adalah kewajiban seorang istri. Namun, jika tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, istri diizinkan untuk menolak tunduk kepada suami. Tidak pernah ada dalam rancangan Allah bahwa seorang istri harus tunduk kepada hasrat-hasrat jahat suaminya. Dalam kasus ini, Raja Ahasyweros ingin memamerkan Wasti untuk memenuhi hasrat seksual. Dalam hal ini, sikap Ratu Wasti perlu untuk diacungi jempol. Meskipun berada dalam situasi yang sulit dan diperhadapkan pada konsekuensi yang membahayakan, Ratu Wasti membuat keputusan yang berani.

    Kisah ini mengajarkan bahwa pernikahan tidak memberi hak atau izin kepada suami untuk berkhayal secara memalukan dengan memakai istri sebagai objek seksual untuk memuaskan diri. Bila Anda seorang suami, apakah Anda telah menuntun istri kepada kebenaran dan Anda senantiasa memuaskan hati Tuhan, bukan memuaskan hasrat diri? [GI Yorimarlina Umboh]

    8 min
  • 19 November 2022 - “JANGAN BERKOMPROMI”

    Setelah penahbisan tembok Yerusalem dan pengangkatan para pelayan di bait Allah, dan  setelah tiga puluh dua tahun Nehemia memerintah sebagai bupati di Yehuda (13:6; 2:1; 5:14), Nehemia pergi menghadap raja (13:6) dengan sukacita karena tugas membangun kembali Yerusalem sudah selesai. Orang-orang yang ditinggalkan sudah diatur sedemikian rupa supaya dapat melayani dengan baik sesuai dengan posisi masing-masing. Setelah beberapa tahun, Nehemia kembali. Ternyata apa yang dilihatnya tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan saat meninggalkan Yerusalem. Mereka yang diberi kepercayaan tidak melakukan tugas sebagaimana mestinya. Mereka tidak melaksanakan komitmen dan kembali pada kebiasaan sebelum pembangunan dimulai. Mereka tidak menjalani hidup sesuai dengan kehendak TUHAN yang disampaikan melalui utusan-Nya, yaitu Nehemia dan Ezra.


    Mereka membiarkan orang Amon bernama Tobia—orang Amon pernah mencemooh bangsa Yehuda (2:19,4:3) dan pernah memfitnah Nehemia (6:12-13)—merampas perbekalan mereka. Tobia diizinkan tinggal di bilik penampungan berbagai persembahan untuk keperluan para pelayan di Bait Allah. Akibatnya, sumbangan tidak tersalurkan. Mereka tidak menjaga kekudusan hari Sabat—yaitu hari yang diberikan Tuhan untuk beristirahat dan memulihkan hubungan baik dengan Tuhan serta sesama—dan kembali bekerja pada hari Sabat. Mereka tidak menghargai identitas mereka—sebagai bangsa yang kudus, yang dikhususkan Allah untuk menjadi umat-Nya—melalui tindakan kawin campur dengan bangsa lain. Kompromi yang dilakukan Imam Elyasib (13:4)—untuk hal yang semula diremehkan—menimbulkan kerusakan fatal. Hal-hal yang dibangun pada masa kepemimpinan Nehemia selama 12 tahun seolah-olah sirna. Terhadap kondisi di atas, Nehemia dengan tegas menolak berkompromi. Kekesalan atas apa yang dilihatnya membuat ia bertindak (13:8). Ia memerintahkan penahiran terhadap bilik yang dipakai Tobia (13:9) serta penahiran terhadap orang-orang Lewi (13:22) dan  para imam (13:30). Dia mengganti orang yang berkompromi dengan orang yang setia (13:13,19, 28). Dia mengingatkan umat pada perbuatan nenek moyang mereka yang mendatangkan celaka (13:18, 26). Hal terpenting yang dilakukan Nehemia adalah berdoa (13:14,22,29, 31). Apakah Anda berani bersikap tegas untuk menolak berkompromi dalam hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah? [GI Benny Wijaya]

    9 min
  • 十一月十九日 - 不要妥协

    在耶路撒冷城墙告成礼和任命圣殿内供职的人之后,尼希米奉派在犹大当省长摄政十二年(13:6;2:1;5:14),因为重建耶路撒冷的任务已经完成,尼希米欢欢喜喜的回去见王(13:6) 。被留下来的人们经过安排,本来都各自按照分配好的,可以在各自岗位上提供良好的服务。几年后,尼希米回来了。显然看到事与愿违,完全不是他离开耶路撒冷时所期望的那样。那些受委托的人没有做好他们的工作。他们不履行承诺,情况又回到以前未重建的状态。他们没有按照上帝差遣的使者——即尼希米和以斯拉——所传达的旨意生活。


    他们任凭亚扪人多比雅——亚扪人曾讥讽犹大国(2:19,4:3)并曾诽谤尼希米(6:12-13)——拿走他们的粮食。他们任由多比雅居留在储藏库房内,就是专给圣殿供职人员收存各类供品的地方,因此,人们的捐献没有分发。他们也不再守安息日为圣日——即上帝让他们休息并恢复与上帝和他人的良好关系的那一日,他们在安息日照常工作。他们再不重视自己身为圣洁子民的身份,就是被上帝分别为圣的子民,反而与外邦人通婚了。祭司以利亚实作出妥协 (13:4) 、一开始就低估轻忽,结果造成了致命的伤害。在尼希米带领下的十二年内所建造的似乎已经消失无踪了。在上述情况下,尼希米坚决拒绝妥协。恼怒之际他采取了行动(13:8)。他下令洁净多比雅使用的库房(13:9),并洁净利未人(13:22)和祭司(13:30)。他以忠信的人代替妥协的人(13:13,19,28)。他提醒以色列人有关他们祖先的可悲行为(13:18,26)。尼希米所做的最重要的事就是祷告(13:14,22,29,31)。你敢在不合上帝心意的事情上坚决拒绝妥协吗?[Benny Wijaya传道/孙茵]

    6 min
  • 十一月十八日 - 尊重职务分配

    无论是一国范围内或者是一个组织范围内——包括教会——其中领导层结构中某职位的人员任命——都有可能引起不满、嫉妒甚至分裂。


    在犹大人中间也有如此职务任命的过程。在本日经文中有一份祭司名单。他们根据家庭背景担任大祭司职务。按照上帝所吩咐的规则(《民数记》3:10),只有大祭司亚伦的后裔才被允许成为祭司。还有另一份名单是被分派居住在耶路撒冷城的人们。他们以抽签方式来分配。尽管有人拥有某职务——比如作祭司或在上帝殿中供职的——但凡是没被选中的,也没权力居住耶路撒冷城内 (11:3,20)。也有些人被任命为长官或管理者,守门者,歌唱或,等等。是根据他们能胜任的工作资格接受分派。

    请注意,无论是基于家庭背景、经过制签或论工作资格,上述任命均在毫无异议情形下被接受。

    还要注意,不被拣选的人还赞美那些被选中留住耶路撒冷城的人们(11:2)。百姓愿意赡养歌唱者和守门人的生活费,并给利未人奉献当得的份(12:47)。他们很重视受分派的职务,把它办理得很完善。这是可以从耶路撒冷城墙行告成奉献礼中看出(12:27)。告成礼进行时很热闹,因为每个人都各司其职。祭司进行洁净礼(12:30),有一群祭司演奏乐器(12:35-36)。还有两个大型合唱团(12:31,38)。他们很高兴,因为上帝给了他们极大的欢乐(12:43,44)。

    要团结就很需要有肯接受差异的态度,无论是在一个小组(例如家庭)、一个大组织(包括教堂),或者是在一个国家当中。

    每当你面对一个不符合你预期的委任或选举过程时,你是否仍然愿意优先以团结的理由而支持任命或选举的结果?[Benny Wijaya传道/孙茵]

    8 min
  • 18 November 2022 - “MENGHARGAI PENETAPAN PERAN”

    Penetapan orang untuk menempati suatu posisi dalam sebuah struktur kepemimpinan, baik dalam lingkup negara maupun lingkup organisasi—termasuk gereja—berpotensi menimbulkan ketidakpuasan, iri hati, bahkan perpecahan.


    Proses penetapan ini pun terjadi di tengah bangsa Yehuda. Dalam bacaan Alkitab hari ini, terdapat daftar para imam. Mereka menduduki jabatan imam atas dasar latar belakang keluarga. Yang boleh menjadi imam hanyalah keturunan Imam Besar Harun, sesuai dengan aturan yang Tuhan berikan (Bilangan 3:10). Terdapat pula daftar orang-orang yang ditetapkan untuk tinggal di kota Yerusalem. Mereka dipilih dengan cara membuang undi. Walaupun seseorang memiliki jabatan tertentu—sebagai imam atau terlibat dalam pelayanan dalam bait Allah—bila mereka tidak terpilih, mereka tidak berhak untuk tinggal di kota Yerusalem (11:3,20). Terdapat pula orang-orang yang ditetapkan untuk menjadi pengawas, penunggu pintu, penyanyi, dan lain-lain. Mereka ditetapkan berdasarkan kualifikasi jabatan tertentu.

    Perhatikan bahwa penetapan tersebut di atas diterima tanpa protes, baik penetapan berdasarkan latar belakang keluarga, undian, maupun kualifikasi pekerjaan. Perhatikan pula bahwa orang yang tidak terpilih memuji orang yang terpilih untuk tinggal di Yerusalem (11:2). Rakyat bersedia menyokong biaya hidup para penyanyi dan penjaga pintu gerbang, serta mempersembahkan persembahan kudus bagi orang-orang Lewi (12:47). Mereka menghargai jabatan yang dipercayakan pada mereka dengan bekerja sebaik-baiknya. Hal ini terlihat saat penahbisan tembok Yerusalem (12:27). Acara itu meriah karena semua orang melakukan tugas sesuai dengan jabatannya. Para imam melaksanakan penahiran (12:30), Terdapat kelompok imam yang memainkan alat musik (12:35-36). Terdapat pula dua paduan suara besar (12:31,38). Mereka bersukaria karena Allah memberi kesukaan yang besar kepada mereka (12:43, 44).

    Kesediaan untuk menerima perbedaan sangat diperlukan untuk kebersamaan, baik dalam sebuah komunitas kecil (misalnya keluarga), sebuah organisasi (termasuk gereja), maupun dalam sebuah negara. Saat Anda menghadapi sebuah proses penetapan atau pemilihan yang tidak sesuai dengan yang Anda harapkan, apakah Anda tetap bersedia mengutamakan kebersamaan dan mendukung hasil penetapan atau pemilihan itu? [GI Benny Wijaya]

    7 min
  • 17 November 2022 - “PERTOBATAN YANG NYATA”

    Respons pertobatan yang dihasilkan setelah umat Allah mendengarkan pembacaan firman Allah dan uraiannya dilengkapi dengan komitmen atau tekad yang dituangkan dalam sebuah ikatan perjanjian. Ikatan perjanjian yang dibubuhi meterai para pemimpin, orang-orang Lewi, dan para imam ini diikrarkan dengan bersumpah kutuk untuk hidup menurut hukum Allah serta mengikuti dan melakukan segala perintah TUHAN (9:38-10:29).


    Respons pertobatan di atas mengekspresikan keberanian yang dihasilkan oleh pertumbuhan iman. Komitmen ini kemudian diwujudkan dalam berbagai tindakan praktis (10:30-39). Tentu saja penerapan dari komitmen ini tidak mudah. Komitmen ini menegakkan kembali aturan ritual ibadah berdasarkan hukum Taurat serta mengubah pola hidup. Kebebasan menikah dengan siapa saja berubah menjadi larangan menikah dengan bangsa lain (10:30), padahal di antara mereka sudah ada yang berkeluarga dengan bangsa lain, sehingga bisa muncul benturan sosial dalam keluarga serta dengan orang lain di luar keluarga. Pengudusan hari Sabat (10:31) berarti mereka harus berhenti bekerja pada hari Sabat. Setiap Tahun Sabat—yaitu tahun yang ketujuh—ladang mereka harus dibiarkan begitu saja (10:31), sehingga mereka tidak bisa mendapat penghasilan selama setahun penuh. Mereka tidak menagih hutang pada tahun yang ketujuh. Artinya, bila ada yang tidak sanggup membayar hutang, hutang itu dianggap lunas pada tahun ketujuh (10:31). Mereka akan kembali memberikan persembahan tahunan sepertiga syikal untuk keperluan ritual rutin di Bait Allah, pengucapan syukur atas berkat Tuhan bagi mereka, persembahan untuk pemeliharaan Bait Allah, dan persembahan untuk orang-orang yang bertugas melayani di bait Allah (10:32-39). Komitmen di atas jelas merupakan perubahan drastis yang bisa membuat mereka merasa tidak nyaman. Namun, iman membuat mereka berani meninggalkan kekeliruan pada kehidupan lama dan masuk ke dalam pola kehidupan yang baru yang sesuai dengan ketentuan firman Allah.

    Yakobus 2:26 mengatakan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Bagaimana dengan Anda: Apakah Anda meyakini bahwa Allah mengasihi Anda dan mau memberkati Anda? Beranikah Anda meninggalkan segala sesuatu yang telah memberikan nyaman, lalu Anda hidup di dalam Kristus? [GI Benny Wijaya]

    13 min
  • 十一月十七日 - 真正的悔改

    上帝的子民在听完上帝的话语及其描述后的悔改反应,伴随着盟约中概述的承诺。以领袖、利未人和祭司的印章所盖的这盟约,是用受诅咒的誓言起誓,要按照上帝的律法生活,遵守并遵行耶和华的一切诫命。(9:38-10:29)。


    上面的悔改反应表达了信心成长所产生的勇气。然后,这种承诺体现在各种实际行动中(10:30-39)。当然,这一承诺的落实并不容易。这一承诺重新建立了以法律为基础的礼拜仪式规则,并改变了生活模式。与任何人结婚的自由已经变成禁止与其他人民结婚(10:30),即使他们中的一些人已经有其他国籍的家庭,因此家庭内部以及家庭外的其他人可能会出现社会冲突。遵守安息日(10:31)意味着他们必须停止在安息日工作。每一个安息年——也就是第七年——他们的田地都要闲置(10:31),这样他们一整年就没有收成了。他们在第七年没有收回债务。也就是说,如果某人无法偿还债务,则该债务被视为在第七年(10:31)还清。他们将再次每年献上三分之一谢克尔,用于圣殿的例行仪式,感谢上帝对他们的祝福,为维护圣殿而奉献,并为在圣殿服务的人奉献(10:32-39)。上述承诺绝对是一个巨大的变化,会让他们感到不舒服。然而,信仰使他们敢于离开旧生活的错误,进入符合神话语规定的新生活模式。

    (《雅各书》2:26)说没有行为的信心是死的。你呢?你相信上帝爱你并要祝福你吗?你敢放弃一切舒适圈,活在基督里吗?[Benny Wijaya传道/林玉琴]

    12 min
  • 16 November 2022 - “HIDUP DALAM PERTOBATAN”

    Pertobatan tidak hanya terjadi satu kali. Setelah bangsa Yehuda bertobat pada pasal 8, pertobatan tersebut membawa mereka untuk terus bertekun dalam firman, dan firman itu akan kembali menghasilkan pertobatan.


    Doa orang-orang Lewi memperlihatkan keyakinan bahwa Allah itu Pemberi hidup (9:6). Allah telah memilih umat-Nya melalui Abraham (9:7), memberi Tanah Perjanjian (9:8), memedulikan kesusahan umat-Nya dengan melakukan berbagai perbuatan ajaib (9:9-15), serta memberi peraturan, hukum, ketetapan, dan perintah yang baik yang memberi hidup kepada mereka yang melakukannya (9:13-14,29). Sayangnya, umat-Nya sering kali bersikap angkuh dan memberontak (9:16,26,29). Mereka tidak menghargai perbuatan ajaib yang Allah lakukan, tidak menghargai pemeliharaan Allah, tidak menghargai tuntunan hidup yang Allah berikan, tidak menghargai nabi-nabi yang diutus Allah, tidak menghargai pengampunan Allah, tidak menghargai kesetiaan Allah. Sekalipun demikian, Allah mau mengampuni dan tidak meninggalkan umat-Nya (9:17), melainkan Ia mengirim para nabi untuk memperingatkan umat-Nya agar berbalik dari dosa dan menjalani hidup benar.

    Sejarah Israel memperlihatkan bahwa kesediaan untuk bersyukur dan memuji Allah tidak bergantung pada banyaknya berkat Tuhan yang diterima, tetapi pada adanya iman dan sikap hati yang mau merendahkan diri di hadapan Allah. Walaupun Allah telah melakukan berbagai perbuatan ajaib untuk menolong bangsa Israel, mereka tidak memperlihatkan sikap bersyukur, melainkan memberontak. Namun, atas anugerah Allah, saat mendengar pembacaan dan uraian firman Tuhan yang disampaikan oleh Imam Ezra, mereka merespons dengan mengaku dosa dan bertobat (9:2), bersyukur, serta memuji Allah (9:5).

    Bila kita membaca dan mempelajari firman Tuhan dengan hati yang terbuka, kita akan bisa mengingat perbuatan-perbuatan Allah yang besar yang telah Dia lakukan bagi kita, dan kita akan bisa melihat kesalahan dan dosa kita. Kesadaran akan anugerah Allah akan membuat kita bisa bersyukur, memuji Allah, mengaku dosa dan bertobat. Keadaan seperti itu seharusnya merupakan pengalaman setiap orang percaya. Apakah Anda memiliki kerinduan dan kesetiaan untuk membaca dan mempelajari firman Allah, serta kesediaan untuk terus-menerus dikoreksi oleh firman Allah itu? [GI Benny Wijaya]

    10 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…