Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 十一月六日 - 信口开河?

    喜剧演员查理卓别林曾经说过:"话语是廉价的,你能说的最大东西就是‘大象’。"卓别林的意思是,说话不费吹灰之力,我们可以夸夸其谈,但其实是口是心非。


    当以斯拉说:"我们上帝施恩的手、必帮助一切寻求祂的;但祂的能力和忿怒、必攻击一切离弃祂的。"(8:22下),他是认真的。这些话不是随口而言、廉价的话语。以斯拉证明自己心口一致,他并没有请求王派遣士兵或马兵在路上保护他们免受敌人的袭击。以斯拉宣告禁食并祈求上帝亲自保护他们和他们的财物。

    也许,我们经常承认上帝是良善的,上帝是满有慈爱的,上帝是全能的,以及其他的告白。我们可能经常说,"上帝赐福你"或"上帝与你同在"。有些人常常轻易地说:"哈利路亚! 赞美上帝!"问题是,我们是诚心相信这些话,还是只是冲口而出?在《马太福音》12:36-37中,主耶稣提醒我们,我们必须为我们所说的每一句话负责。

    在以斯拉的经历中,当他们敢说话时,他们就敢踏出信心的一步,将自己交托给上帝,而上帝也不会让他们失望。他们体验到上帝会直接垂听他们的祷告。您呢?当您说"上帝会帮助"的时候,您敢踏出信心的一步,完全依靠祂,等待他动工吗?

    当您与其他人交往时,您所说的话是信口开河,还是您会言而有信?答应帮助别人就必须说到做到,以实际行动来帮助。委身于事奉的就必须尽心尽责![林俊俊牧师/林贞兰]

    9 min
  • 十一月五日 - 学习、活出、教导

    在第7章,本书第一次提到以斯拉的名字。第6节提到以斯拉是一位文士,一个通达摩西律法的人,一个在异国他乡流放的人一定是罕见的。但是,看来以斯拉不仅忠心地研究上帝的话,对上帝的话认识很深,而且是一个照上帝的话生活的人。


    亚达薛西王本人对以斯拉非常青睐,他给了以斯拉所求的一切。应该注意的是,"以斯拉所求的一切"不是个人的意愿,而是对他的子民和他的上帝的神圣愿望。这可以从第12-26节亚达薛西王的书信副本中看出。亚达薛西除了赐予巨大的权力之外,还为圣殿所需用的经费奉献了各种贵重物品。然而,除了亚达薛西的厚待之外,以斯拉还是一个耶和华所喜悦的人(参见例如7:6下半节,9下半节,28)。然而,以斯拉并不骄傲,因为他意识到所发生的一切都是因为耶和华的作为,因此他称颂了耶和华(7:27)。

    使以斯拉成为上帝喜悦的人的秘诀是在于第10节,那就是他定志考究耶和华的律法。定志考究上帝的话语使他成为文士或圣经专家,并且使上帝与他同在。尽管他的专长得到认可,以斯拉并没有停止考究耶和华的话。他也决心按照上帝的话生活,将上帝的话教训祂的子民。

    在今天的时代,立志认真考究上帝的话,使自己的生活与上帝的话协调一致并且教导上帝的话的人越来越少了。



    您是谁?无论您的职位或职业是什么——身为孩子或父母、身为父亲或母亲、身为丈夫或妻子、身为普通会众或教会的执事、身为教会侍奉者或上帝的仆人——您是否被认为上帝与你同在的人?您有决心认真查考上帝的话吗?您决心按照上帝的话生活和教训他人吗?[林俊俊牧师/孔秋雯]

    6 min
  • 05 November 2022 - “MEMPELAJARI, MENGHIDUPI, MENGAJARKAN”

    Di dalam pasal 7 ini, untuk pertama kalinya nama Ezra disebut dalam kitab ini. Ayat 6 menyebutkan bahwa Ezra adalah seorang ahli kitab, seorang yang mahir dalam Taurat Musa, seorang yang tentunya langka di masa pembuangan di sebuah negeri asing. Akan tetapi, rupanya Ezra bukan hanya setia mempelajari firman TUHAN dan dipenuhi pengetahuan tentang firman TUHAN yang mendalam, tetapi juga seorang yang hidup sesuai dengan firman TUHAN itu.


    Raja Artahsasta sendiri sangat berkenan kepada Ezra, sehingga ia memberikan segala yang diingini oleh Ezra. Perlu dicatat bahwa agaknya "segala yang diingini Ezra" bukanlah keinginan pribadi melainkan keinginan yang kudus untuk bangsanya dan Allahnya. Hal ini terlihat dari salinan surat raja Artahsasta dalam ayat 12-26. Selain memberikan kekuasaan yang besar, Artahsasta juga memberikan berbagai barang berharga untuk keperluan rumah Allah. Akan tetapi, lebih dari perkenanan Artahsasta, Ezra adalah seorang yang diperkenan oleh TUHAN, Allahnya (lihat misalnya 7:6b,9b,28). Walaupun demikian, Ezra tidak lantas berbangga diri karena dia menyadari bahwa semuanya terjadi karena pekerjaan TUHAN, Allahnya, dan untuk itu dia memuliakan TUHAN (7:27).

    Rahasia yang membuat Ezra menjadi seorang yang diperkenan TUHAN terdapat dalam ayat 10, yaitu bahwa ia bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN. Tekad untuk belajar firman Tuhan itu membuat ia menjadi seorang pakar atau ahli Alkitab dan membuat TUHAN menyertai dia. Sekalipun kepakarannya sudah diakui, Ezra tidak berhenti meneliti firman TUHAN. Dia juga bertekad untuk hidup sesuai dengan firman TUHAN dan mengajarkan firman TUHAN kepada bangsanya.

    Pada zaman ini, semakin sedikit orang yang bertekad untuk bersungguh-sungguh menyelidiki firman TUHAN dengan setia, menyelaraskan hidupnya dengan firman TUHAN, serta mengajarkan firman TUHAN.

    Siapakah Anda? Apa pun posisi atau jabatan Anda—sebagai anak atau orang tua, sebagai ayah atau ibu, sebagai suami atau istri, sebagai anggota jemaat biasa atau majelis gereja, sebagai aktivis gereja atau hamba TUHAN—apakah Anda dikenal sebagai seorang yang disertai TUHAN? Apakah Anda memiliki tekad untuk tekun menyelidiki firman TUHAN? Apakah Anda bertekad untuk hidup sesuai dengan firman TUHAN dan mengajarkannya kepada orang lain? [Pdt. Hendro Lim]

    9 min
  • 十一月四日 - 在危机中

    每个人一定都经历过一段危机,当所有的道路似乎都陷入了僵局,一点出路都没有。当时犹大人的情况大致就是这样。当河西的总督达乃和几位官员勘察正在进行的耶和华圣殿和城墙的建设时,犹大人的忧虑和恐惧上升了。他们不仅担心施工将被完全停止,还担心耶路撒冷城会被摧毁。在古代世界中,往往会发生一个国王摧毁一座表明要叛乱的城市。


    然而,上帝的眼目看顾犹大的长老(5:5上半节),因此他们不仅没有被迫停工,而且达乃总督向大流士王上告有可能带来祸害的信实际上是继续建造圣殿的关键,甚至从河西的款项拨取贡银作建圣殿的经费。大流士王的决定让上帝子民的反对者噤若寒蝉。

    犹大人终于完工了,最后以庆祝逾越节作为结束,这不仅是对出埃及事件的纪念,而且标志着一个新的出埃及事件,即犹大人从流放地返回应许之地的事件。

    事实上,上帝的子民经常面临类似的情况。邪恶和有罪的人类经常计划邪恶的事,但上帝可以扭转局势以履行祂平安的意念(《耶利米书》29:11)。约瑟用这句话总结了他一生的故事——甚至是创世记的整个情节——"从前你们的意思是要害我,但上帝的意思原是好的。"(《创世记》50:20上半节)。

    你目前正在面对什么样的邪恶计划?静下心来,要知道上帝的眼目看顾你,祂不会让你被邪恶的人强迫停下来!祂能为你把邪恶的计划变成美好的计划,你将以庆祝来结束你生命的故事,因为祂一定把最好的赐给你![林俊俊牧师/孔秋雯]

    11 min
  • 04 November 2022 - “DI TENGAH KRISIS”

    Setiap orang pasti pernah mengalami masa krisis saat semua jalan terliha buntu tanpa jalan keluar. Situasi bangsa Yehuda saat itu kira-kira seperti itu. Saat Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, dan beberapa pejabat lain meninjau pembangunan rumah TUHAN dan tembok kota yang sedang berlangsung, kekhawatiran dan ketakutan orang Yehuda memuncak. Mereka bukan hanya khawatir bahwa pembangunan akan dihentikan total, tetapi juga khawatir bahwa kota Yerusalem akan dihancurkan. Di dunia kuno, sering terjadi bahwa seorang raja menghancurkan kota yang terindikasi memberontak.


    Akan tetapi, mata Allah mengamat-amati para tua-tua orang Yahudi (5:5a), sehingga mereka bukan hanya tidak dipaksa berhenti, melainkan surat tuduhan yang dikirimkan oleh Bupati Tatnai kepada Raja Darius yang berpotensi mendatangkan bencana itu justru menjadi kunci dilanjutkannya pembangunan Bait Allah dengan biaya yang ditanggung oleh perbendaharaan kerajaan, sehingga keputusan Raja Darius itu membungkam para lawan umat Allah.

    Bangsa Yehuda akhirnya menuntaskan pembangunan dan mengakhirinya dengan merayakan perayaan Paskah yang dalam hal ini bukan hanya menjadi peringatan bagi peristiwa eksodus atau peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir, melainkan juga menandai sebuah peristiwa eksodus yang baru, yaitu peristiwa keluarnya umat Yehuda dari pembuangan untuk kembali ke Tanah Perjanjian.

    Sesungguhnya, umat TUHAN seringkali menghadapi situasi serupa. Si jahat serta manusia berdosa sering merancangkan yang jahat, tetapi TUHAN bisa membalik situasi untuk melaksanakan rancangan damai sejahtera-Nya (Yeremia 29:11). Yusuf menyimpulkan episode hidupnya—bahkan seluruh episode kitab Kejadian—dengan kalimat, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan." (Kejadian 50:20a).

    Saat ini, rancangan jahat apa yang sedang Anda hadapi? Diamlah dan ketahuilah bahwa mata Allah mengamat-amati diri Anda dan Dia tidak akan membiarkan Anda dipaksa berhenti oleh si jahat! Rancangan kejahatan atas diri Anda bisa Dia ubah menjadi  rancangan kebaikan, dan Anda akan mengakhiri episode hidup Anda dengan sebuah perayaan karena Dia pasti memberi yang terbaik bagi diri Anda! [Pdt. Hendro Lim]

    11 min
  • 03 November 2022 - “YA ATAU TIDAK?”

    Bacaan Alkitab hari ini memberikan kesan bahwa orang Yehuda bersikap sangat eksklusif, tidak terbuka terhadap kesempatan menjalankan misi, bahkan cenderung kasar terhadap kelompok lain dengan menolak mentah-mentah. Akan tetapi, bila diperhatikan secara lebih teliti, sesungguhnya yang terjadi tidak demikian. Sejak awal pembuangan, para nabi menyampaikan agar mereka berpartisipasi membangun kehidupan masyarakat dengan menjadi berkat di tempat pembuangan (bandingkan dengan Yeremia 29:7). Sejarah mencatat bahwa banyak orang Yehuda yang turut mengupayakan kesejahteraan negeri tempat mereka dibuang dengan menjadi pejabat, bankir, dan berbagai profesi lain (bandingkan juga dengan Kitab Daniel dan Kitab Nehemia).


    Dalam kitab ini, kita bisa melihat keterbukaan mereka terhadap bangsa lain melalui sikap menerima kebaikan dan bantuan Koresh (lihat Ezra 1) serta bantuan sukarela yang diberikan rakyat Persia kepada mereka (1:4,6). Masalahnya, mengapa dalam bacaan Alkitab hari ini, bangsa Yehuda menolak mentah-mentah tawaran bantuan?

    1. Sebenarnya, yang menawarkan bantuan adalah "lawan orang Yehuda dan Benyamin";

    2. Walaupun yang menawarkan bantuan mengaku sebagai orang yang berbakti kepada Allah Israel sejak zaman Esar-Hadon, hidup mereka menunjukkan kebalikannya. Saat ditolak, mereka dengan terus terang menghambat pekerjaan TUHAN dengan cara:

       a. Melemahkan semangat dan membangkitkan ketakutan;

       b. Merongrong sepanjang masa pemerintahan Koresh;

       c. Mengadukan dan memfitnah orang Yehuda agar pembangunan terhenti selama bertahun-tahun.

    Jadi, tidak salah bila Zerubabel dan kawan-kawan berkata "Tidak!" kepada orang-orang yang sama sekali tidak takut akan TUHAN ini.

    Sebagai umat Allah pada masa kini, apakah Anda sudah membuka diri dan bergandeng tangan dengan kelompok masyarakat lain demi kesejahteraan bangsa, bahkan umat manusia? Saat bekerja sama, apakah Anda senantiasa waspada dan berani berkata "Tidak!" kepada mereka yang hendak menyesatkan diri Anda? [Pdt. Hendro Lim]

    10 min
  • 十一月三日 - 是还是不是?

    本日的圣经阅读给人的印象是犹大人非常排外,不接受执行任务的机会,甚至倾向于直接拒绝而对其他族粗鲁。然而,如果再仔细观察,事实并非如此。从流放初期,先知就告诉他们要通过成为在流放之地的祝福去参与建设人们的生活(比较《耶利米书》29:7)。历史记载,许多犹大人通过成为官员、银行家和其他职业,为他们在流放之地的福利做出了贡献(参与《但以理书》和《尼希米记》)。


    在这本书中,我们可以看到他们通过接受塞鲁士的仁慈和帮助(见《以斯拉记》1)以及波斯人民给予他们的自愿援助(1:4,6)来显明对外邦人的开放态度。问题是,为什么在今天的圣经阅读中,犹大人断然拒绝所提供的帮助?

    1. 实际上,那些主动提供帮助的人是"犹大和便雅悯的敌人";

    2. 虽然那些提供帮助的人自认是从以撒哈顿时代以来寻求以色列上帝的人,但他们的生活却恰恰相反。当被拒绝时,他们通过以下方式公开阻碍上帝的事工:

       a.使犹大人的手发软,扰乱他们;

       b.在塞鲁士统治期间不断地搔扰;

       c.上本控告和诽谤犹大人使重建的工程停止多年。

    所以,如果所罗巴伯和朋友对这些根本不敬畏耶和华的人说"不",这并没有错!

    身为当今的上帝子民,您有没有敞开心,与其他群体为国家,甚至为人类的福祉一起携手合一?在一起工作时,您是否一直保持警惕,对那些想误导你的人勇敢说"不!"[林俊俊牧师/孔秋雯]

    12 min
  • 十一月二日 - 在上帝面前真诚的心

    数几十年的流放生活使犹大人意识到,事实上,远离他们的上帝耶和华是一种可悲的状况。因此,当他们有机会回到应许之地时,他们就下定决心要顺服上帝。有形的表现之一是他们试图在圣殿中重建崇拜。


    他们忠实努力遵守法律和先知的教导可以从以下经文的片断中看出:

    照神人摩西律法书上所写的(3:2);

    照律法书上所写的……按数照例……(3:4);

    在原有的根基上筑坛(3:3);

    "照以色列王大卫所定的例"指派祭司和利未人。(3:10)。

    除了立志忠信,他们还有一颗真诚的心,这呈现在他们立定根基时的两个反应中:

    一方面,他们为所罗门宏伟的圣殿而哭泣。他们意识到圣殿被毁是因为他们的罪。他们意识到上帝配得得到更多的。

    另一方面,他们欢呼雀跃,以至于人们再也分不清欢呼声和哭泣声了。

    虽然他们刚刚铺设的圣殿不如所罗门的圣殿华丽,但在上帝眼里,他们发出内心的悔改和喜悦的泪水,比圣殿的建造更美。

    您自己又如何呢?您心里有没有渴望一直按照上帝的话生活?一方面,当您看到上帝的事工受阻,上帝的荣耀被侮辱时,有没有悲哀的悔改泪水?另一方面,在上帝安置您做上帝事工的地方有没有喜乐的欢呼?[林俊俊牧师/孔秋雯]

    11 min
  • 02 November 2022 - “HATI YANG TULUS DI HADAPAN TUHAN”

    Berpuluh-puluh tahun hidup dalam pembuangan menyadarkan orang-orang Yehuda bahwa sesungguhnya, hidup jauh dari TUHAN, Allah mereka adalah kondisi yang menyedihkan. Oleh karena itu, ketika mereka mendapat kesempatan untuk pulang ke Tanah Perjanjian, mereka bertekad untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah. Salah satu wujud nyatanya adalah mereka berupaya untuk membangun kembali peribadatan di  Bait Allah.


    Beberapa usaha mereka untuk mentaati hukum Taurat dan petunjuk para nabi secara setia dapat dilihat dalam beberapa cuplikan ayat berikut ini:

    - sesuai dengan yang ada tertulis dalam kitab Taurat Musa, abdi Allah (3:2);

    - sesuai dengan yang ada tertulis ... sesuai dengan peraturan … (3:4);

    - mendirikan mezbah di tempatnya semula (3:3);

    - menghadirkan para imam dan orang-orang Lewi "menurut petunjuk Daud, raja Israel." (3:10).

    Selain bertekad untuk setia, mereka juga mempunyai sikap hati yang tulus yang diperlihatkan melalui dua respons mereka pada saat peletakan dasar rumah itu:

    1. Di satu sisi, mereka menangis mengingat Bait Allah Salomo yang megah. Mereka sadar karena dosa merekalah Bait Allah tersebut dihancurkan. Mereka menyadari betapa Allah layak mendapatkan lebih.

    2. Di sisi lain, mereka bersorak-sorai kegirangan, sehingga orang tidak dapat lagi membedakan bunyi sorak-sorai kegirangan dan bunyi tangisan.

    Walaupun Bait Allah—yang dasarnya baru mereka letakkan—tidak akan seelok Bait Allah Salomo, namun di mata Tuhan, tangis dukacita pertobatan dan sorak-sorai sukacita di dasar hati mereka lebih indah daripada bangunan Bait Allah.

    Bagaimana dengan diri Anda? Adakah kerinduan di hati Anda untuk selalu hidup sesuai dengan yang tertulis dalam firman TUHAN? Di satu sisi, adakah tangis dukacita pertobatan saat Anda melihat pekerjaan TUHAN terhambat atau kemuliaan TUHAN dihina? Di sisi lain, adakah sorak-sorai sukacita dalam mengerjakan pekerjaan TUHAN di ladang tempat TUHAN menempatkan diri Anda? [Pdt. Hendro Lim]

    8 min
  • 01 November 2022 - “SEPENUH HATI ATAU SETENGAH HATI?”

    Mungkin, kesan pertama kita mengenai Koresh—raja Persia—adalah bahwa ia merupakan seorang raja yang tidak mengenal TUHAN dan tidak mungkin dipakai oleh TUHAN. Di luar dugaan, ternyata bahwa beberapa ratus tahun sebelumnya, TUHAN telah berfirman melalui nabi Yeremia bahwa Dia akan memakai seorang bernama Koresh untuk menggenapkan janji-Nya kepada orang Israel (Ezra 1:1). Hal ini sesuai dengan perkataan penulis Amsal, "Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini." (Amsal 21:1). Koresh mengundangkan sebuah kebijakan yang memungkinkan bangsa-bangsa taklukan Babel untuk kembali ke tanah air mereka.


    Di dalam kitab ini tercatat bahwa Koresh: 1) mengakui TUHAN sebagai Allah semesta langit; 2) mengakui TUHAN yang mengaruniainya segala kerajaan di bumi; dan 3) menyebut-Nya dengan nama TUHAN. Bahkan, ia melanjutkan pengakuannya dengan mengambil aksi nyata, yaitu: 1) menerima tugas mendirikan rumah TUHAN di Yerusalem; 2) memulangkan umat-Nya ke tanah Yehuda; dan 3) mengembalikan segala harta benda Bait Allah—yang dulu diambil oleh Nebukadnezar—kepada orang-orang Yehuda.

    Sayangnya, sekalipun telah dipakai oleh TUHAN, Koresh bersikap setengah hati terhadap TUHAN. Cyrus Cylinder—yaitu tulisan pada tanah liat yang berisi perintah Koresh— memperlihatkan bahwa Koresh memberi penghormatan yang besar kepada Marduk, dewa orang Babel. Jadi, sebenarnya, apa arti pengakuan dan tindakannya? Bukankah pertanyaan yang sama juga dapat kita ajukan kepada orang Yehuda? Dalam kitab para nabi, kita sering mendapati bahwa orang Yehuda mencari TUHAN saat mereka ditindas oleh bangsa asing yang menjajah mereka. Akan tetapi, mereka mudah melupakan TUHAN dan perintah-Nya saat situasi aman, sehingga TUHAN berulang kali mengutus para nabi untuk menegur dan mengingatkan mereka.

    Hari ini, dengan mulut kita, kita mungkin mengakui Yesus sebagai TUHAN dan berseru memanggil nama-Nya, bahkan melayani Dia. Pertanyaannya, apakah tindakan kita sejalan dengan pengakuan, panggilan, dan pelayanan kita? Apakah kita benar-benar tunduk dan taat kepada-Nya dengan sepenuh hati? [Pdt. Hendro Lim]

    10 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…