
Sign up to save your podcasts
Or


喜剧演员查理卓别林曾经说过:"话语是廉价的,你能说的最大东西就是‘大象’。"卓别林的意思是,说话不费吹灰之力,我们可以夸夸其谈,但其实是口是心非。
在第7章,本书第一次提到以斯拉的名字。第6节提到以斯拉是一位文士,一个通达摩西律法的人,一个在异国他乡流放的人一定是罕见的。但是,看来以斯拉不仅忠心地研究上帝的话,对上帝的话认识很深,而且是一个照上帝的话生活的人。
Di dalam pasal 7 ini, untuk pertama kalinya nama Ezra disebut dalam kitab ini. Ayat 6 menyebutkan bahwa Ezra adalah seorang ahli kitab, seorang yang mahir dalam Taurat Musa, seorang yang tentunya langka di masa pembuangan di sebuah negeri asing. Akan tetapi, rupanya Ezra bukan hanya setia mempelajari firman TUHAN dan dipenuhi pengetahuan tentang firman TUHAN yang mendalam, tetapi juga seorang yang hidup sesuai dengan firman TUHAN itu.
每个人一定都经历过一段危机,当所有的道路似乎都陷入了僵局,一点出路都没有。当时犹大人的情况大致就是这样。当河西的总督达乃和几位官员勘察正在进行的耶和华圣殿和城墙的建设时,犹大人的忧虑和恐惧上升了。他们不仅担心施工将被完全停止,还担心耶路撒冷城会被摧毁。在古代世界中,往往会发生一个国王摧毁一座表明要叛乱的城市。
Setiap orang pasti pernah mengalami masa krisis saat semua jalan terliha buntu tanpa jalan keluar. Situasi bangsa Yehuda saat itu kira-kira seperti itu. Saat Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, dan beberapa pejabat lain meninjau pembangunan rumah TUHAN dan tembok kota yang sedang berlangsung, kekhawatiran dan ketakutan orang Yehuda memuncak. Mereka bukan hanya khawatir bahwa pembangunan akan dihentikan total, tetapi juga khawatir bahwa kota Yerusalem akan dihancurkan. Di dunia kuno, sering terjadi bahwa seorang raja menghancurkan kota yang terindikasi memberontak.
Bacaan Alkitab hari ini memberikan kesan bahwa orang Yehuda bersikap sangat eksklusif, tidak terbuka terhadap kesempatan menjalankan misi, bahkan cenderung kasar terhadap kelompok lain dengan menolak mentah-mentah. Akan tetapi, bila diperhatikan secara lebih teliti, sesungguhnya yang terjadi tidak demikian. Sejak awal pembuangan, para nabi menyampaikan agar mereka berpartisipasi membangun kehidupan masyarakat dengan menjadi berkat di tempat pembuangan (bandingkan dengan Yeremia 29:7). Sejarah mencatat bahwa banyak orang Yehuda yang turut mengupayakan kesejahteraan negeri tempat mereka dibuang dengan menjadi pejabat, bankir, dan berbagai profesi lain (bandingkan juga dengan Kitab Daniel dan Kitab Nehemia).
本日的圣经阅读给人的印象是犹大人非常排外,不接受执行任务的机会,甚至倾向于直接拒绝而对其他族粗鲁。然而,如果再仔细观察,事实并非如此。从流放初期,先知就告诉他们要通过成为在流放之地的祝福去参与建设人们的生活(比较《耶利米书》29:7)。历史记载,许多犹大人通过成为官员、银行家和其他职业,为他们在流放之地的福利做出了贡献(参与《但以理书》和《尼希米记》)。
数几十年的流放生活使犹大人意识到,事实上,远离他们的上帝耶和华是一种可悲的状况。因此,当他们有机会回到应许之地时,他们就下定决心要顺服上帝。有形的表现之一是他们试图在圣殿中重建崇拜。
Berpuluh-puluh tahun hidup dalam pembuangan menyadarkan orang-orang Yehuda bahwa sesungguhnya, hidup jauh dari TUHAN, Allah mereka adalah kondisi yang menyedihkan. Oleh karena itu, ketika mereka mendapat kesempatan untuk pulang ke Tanah Perjanjian, mereka bertekad untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah. Salah satu wujud nyatanya adalah mereka berupaya untuk membangun kembali peribadatan di Bait Allah.
Mungkin, kesan pertama kita mengenai Koresh—raja Persia—adalah bahwa ia merupakan seorang raja yang tidak mengenal TUHAN dan tidak mungkin dipakai oleh TUHAN. Di luar dugaan, ternyata bahwa beberapa ratus tahun sebelumnya, TUHAN telah berfirman melalui nabi Yeremia bahwa Dia akan memakai seorang bernama Koresh untuk menggenapkan janji-Nya kepada orang Israel (Ezra 1:1). Hal ini sesuai dengan perkataan penulis Amsal, "Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini." (Amsal 21:1). Koresh mengundangkan sebuah kebijakan yang memungkinkan bangsa-bangsa taklukan Babel untuk kembali ke tanah air mereka.
From the publisher's feed