
Sign up to save your podcasts
Or


我们或许对波斯王塞鲁士的第一个印象是,他是一个不认识上帝,不可能被上帝使用的王。但出乎意料的,几百年前,耶和华曾通过先知耶利米预言说,祂将使用一个名叫塞鲁士的人来应验祂对以色列人的应许(《以斯拉记》1:1)。这正如箴言作者所说的:"王的心在耶和华手中,好像陇沟的水随意流转。"(《箴言》21:1)。塞鲁士制定了一项政策,允许被巴比伦征服的国家返回他们的家园。
服侍是为他人的利益而做某事,而不是为了自己。服侍使我们的生命对他人有意义。只为自己的利益着想的人,对他人是毫无益处的。这样的人死了没人哀悼,因为没有人会感到丧失了什么。在《新约圣经》中有个故事,关于一名叫大比大或多加的女信徒。他服侍寡妇们,给她们衣服穿。当她死时,许多寡妇想念多加种种善行服侍时为她哀哭(《使徒行传》9:36-39)。
Melayani adalah melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain, bukan untuk kepentingan diri sendiri. Melayani membuat hidup kita menjadi berarti bagi orang lain. Orang yang hanya memikirkan kepentingan sendiri tidak akan berguna bagi orang lain. Saat orang semacam itu meninggal dunia, tidak akan ada orang yang meratap karena tidak ada orang yang merasa kehilangan. Dalam Perjanjian Baru terdapat kisah tentang seorang murid perempuan bernama Tabita atau Dorkas. Dia melayani dengan membuat dan memberi pakaian kepada para janda. Saat dia meninggal, banyak janda yang menangis saat mereka mengenang pelayanan Dorkas (Kisah Para Rasul 9:36—39).
Pandangan Tuhan Yesus tentang kemuliaan jauh berbeda dengan pandangan manusia pada umumnya. Bagi Tuhan Yesus dimuliakan bukan berarti disanjung atau dipuji-puji! Saat Tuhan Yesus mengatakan, "Sekaranglah saatnya Anak Manusia dimuliakan dan Allah dimuliakan melalui Dia" (13:31), yang dimaksud adalah bahwa Tuhan Yesus sedang menuju kematian di kayu salib untuk menebus dosa manusia berdosa! Mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia adalah ungkapan kasih Allah dan juga ungkapan kasih Kristus kepada kita. Bagi manusia pada masa itu, mati di kayu salib adalah suatu kehinaan. Akan tetapi, dalam pandangan Allah, mati di kayu salib adalah suatu kemuliaan!
主耶稣对荣耀的看法与一般世人的看法大相径庭。对主耶稣来说,得荣耀不为了被高抬,也不是为了被赞美!当主耶稣说"如今人子得了荣耀,上帝在人子身上也得了荣耀。"(13:31),意思是主耶稣死在十字架上,为罪人赎罪!死在十字架上为人类赎罪是上帝爱的表现,也是基督对我们的爱的表现。对当时的人来说,死在十字架上是一种侮辱。然而,在上帝的眼中,死在十字架上是一种荣耀!
基督教界中的其一特征,就是经常失却盼望。只要稍不留神,世界将会把我们拖入只关注肉眼可见的事物,实则上, 我们拥有价值远超世界所有能给予的盼望,(《彼得后书》1:4)。使徒保罗写道:"我们若靠基督只在今生有盼望,就算比众人更可怜。" (《哥林多前书》15:19)。我们对目前尚看不清楚的未来寄以盼望。这并不是说我们可以忽略眼前的事情,而是我们必须从未来的角度来看今生。今生我们需要钱、房子、汽车和其他东西。然而,我们所拥有的一切、在我们死后都带不走的。所以,忽视死后的生命是愚蠢的!主耶稣曾经讲过一个比喻,说一个财主囤积可以满足他多年需要的财富。然而主耶稣却说:"无知的人哪,今夜必要你的灵魂;你所预备的要归谁呢?"
Salah satu ciri khas kekristenan yang sering meredup adalah adanya pengharapan. Bila kita tidak waspada, dunia akan menyeret kita untuk hanya memperhatikan hal-hal yang bisa dilihat oleh mata, padahal kita memiliki pengharapan yang jauh lebih berharga daripada apa yang dapat ditawarkan oleh dunia (2 Petrus 1:4). Rasul Paulus menuliskan, "Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia." (1 Korintus 15:19). Pengharapan kita menyangkut masa depan yang saat ini belum terlihat jelas. Hal ini bukan berarti bahwa hal-hal yang berkaitan dengan masa kini boleh kita abaikan, tetapi berarti bahwa kondisi masa kini itu harus kita lihat dari sudut pandang masa depan. Dalam kehidupan kita saat ini, kita memerlukan uang, rumah, mobil, dan barang-barang lainnya. Akan tetapi, semua yang kita miliki akan kita tinggalkan saat kita mati. Oleh karena itu, mengabaikan kehidupan sesudah kematian merupakan suatu kebodohan! Tuhan Yesus pernah memberikan perumpamaan tentang seorang kaya yang menimbun kekayaan yang akan bisa memenuhi kebutuhannya sampai bertahun-tahun. Akan tetapi, Tuhan Yesus bersabda, "Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?"
Kata "shalom" adalah kata dalam bahasa Ibrani yang biasanya diterjemahkan menjadi “damai sejahtera’. Kata "shalom" ini biasa dipakai sebagai sapaan yang mengandung pengertian keadaan yang baik, makmur, sehat, aman, harmonis, tidak ada pertengkaran atau perang. Keadaan damai sejahtera yang dimaksud dalam kata shalom ini bukan hanya menyangkut hubungan dengan sesama manusia, tetapi juga menyangkut hubungan dengan alam dan dengan Allah. Dalam terjemahan Perjanjian Lama bahasa Yunani yang biasa disebut LXX atau Septuaginta, kata "shalomv ini diterjemahkan sebagai εἰρήνη—dibaca:eirēnē. Kata εἰρήνη—atau "damai sejahtera"—inilah yang dipakai oleh Tuhan Yesus dalam bacaan Alkitab hari ini (Yohanes 14:27).
希伯来文的"沙龙"(shalom)普遍被译为"平安"。"沙龙"一词一般上用于打招呼,带有安好、繁荣、健壮、安稳、和谐以及没有纠纷和战争的含义。"沙龙" 的平安不仅仅牵涉人际关系,也涵盖人与大自然、以及人与上帝的联结。《圣经七十士译本》将旧约希伯来文《圣经》翻译成希腊文,内中"沙龙"一词被译为εἰρήνη,读音是"伊了尼"。在今天阅读的经文中,主耶稣用上了εἰρήνη、即"平安"一字(《约翰福音》14:27)。
Sola Scriptura—artinya "Hanya oleh firman Allah"—adalah salah satu doktrin yang ditekankan pada masa reformasi. Iman yang sejati adalah iman yang didasarkan pada firman Allah. Alkitab Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, sedangkan Alkitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Pada abad ketiga atau kedua sebelum Masehi, Alkitab Perjanjian Lama diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani yang merupakan bahasa internasional pada masa itu. Vulgata atau Vulgate adalah terjemahan Alkitab dalam bahasa Latin yang dikerjakan pada abad keempat Sesudah Masehi. Terjemahan Alkitab pertama dalam bahasa Inggris adalah Alkitab Wycliffe yang dikerjakan sekitar tahun 1382-1395 berdasarkan Alkitab versi Vulgata. Alkitab bahasa Inggris pertama yang diterjemahkan dari bahasa asli Alkitab—yaitu bahasa Ibrani dan bahasa Yunani—adalah Alkitab Tyndale yang dikerjakan oleh William Tyndale pada tahun 1522-1536. Selain berbagai terjemahan di atas, masih ada terjemahan kuno Alkitab dalam bahasa-bahasa lain. Akan tetapi, karena mesin cetak baru ditemukan pada tahun 1450, berbagai Alkitab kuno itu masih ditulis dengan tulisan tangan, sehingga jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, pada masa sebelum reformasi, Alkitab hanya bisa dibaca oleh kaum rohaniwan yang berpendidikan tinggi. Anggota jemaat biasa tidak pernah membaca Alkitab. Akibatnya, iman anggota jemaat lebih didasarkan pada tradisi gereja ketimbang Alkitab. Martin Luther—pencetus Reformasi gereja—amat menekankan pentingnya doktrin yang didasarkan hanya pada firman Tuhan! Dia menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman dengan maksud agar Alkitab bisa dibaca oleh anggota jemaat biasa.
From the publisher's feed