Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 十一月一日 - 全心全意还是半心半意?

    我们或许对波斯王塞鲁士的第一个印象是,他是一个不认识上帝,不可能被上帝使用的王。但出乎意料的,几百年前,耶和华曾通过先知耶利米预言说,祂将使用一个名叫塞鲁士的人来应验祂对以色列人的应许(《以斯拉记》1:1)。这正如箴言作者所说的:"王的心在耶和华手中,好像陇沟的水随意流转。"(《箴言》21:1)。塞鲁士制定了一项政策,允许被巴比伦征服的国家返回他们的家园。


    本书记载塞鲁士:1)承认耶和华为天上的上帝;2)承认赐给他天下万国的是耶和华;3)以耶和华的名称呼他。他甚至以实际行动继续承认,即:1)接受在耶路撒冷建造耶和华圣殿的任务; 2)将祂的子民送回犹大地;并且3)将圣殿里所有的财宝——尼布甲尼撒夺走的——归还给犹大人。

    可惜,尽管他已经被耶和华使用了,塞鲁士对耶和华三心二意。塞鲁士圆柱——即包含塞鲁士命令的粘土铭文——表明赛鲁士向巴比伦神米罗达致敬。那么,其实他的忏悔和行动意味着什么呢?我们不是也能向犹大人问同样的问题吗?在先知书里,我们经常发现犹大人在殖民他们的外邦民压迫时寻求耶和华。然而,在安宁的情况下,他们很容易把上帝和祂的诫命给忘掉,以至于上帝一而再地派先知去斥责和提醒他们。

    今天,我们可以用嘴承认耶稣为主,呼喊祂的名,甚至事奉祂。问题是,我们的行为是否与我们的认罪、呼召和事奉相称?我们真的全心全意地顺服祂吗?[林俊俊牧师/孔秋雯]

    10 min
  • 十月卅一日 - 为服侍而活

    服侍是为他人的利益而做某事,而不是为了自己。服侍使我们的生命对他人有意义。只为自己的利益着想的人,对他人是毫无益处的。这样的人死了没人哀悼,因为没有人会感到丧失了什么。在《新约圣经》中有个故事,关于一名叫大比大或多加的女信徒。他服侍寡妇们,给她们衣服穿。当她死时,许多寡妇想念多加种种善行服侍时为她哀哭(《使徒行传》9:36-39)。


    服务意味着把自己当作一个卑微的仆人,而不是一个专横的统治者。在《约翰福音》13:1-17中,主耶稣树立了榜样,把自己当作仆人,谦卑地为门徒们洗脚。主耶稣的榜样,对于那些自以为已经服事,实则行事为人专横的统治者,是一记耳光。如果我们不愿意谦卑,不考虑他人的利益,我们就无法服侍。使徒保罗——以主耶稣为榜样而活的使徒说(《哥林多前书》11:1)——把自己当作仆人是耶稣基督的旨意(《哥林多后书》4:5)。

    当主耶稣在地上事奉时,犹太人对弥赛亚的看法是错误的。他们以为弥赛亚会从罗马政府手中夺回政权,实则上主耶稣——弥赛亚——却是来服侍的,而不是以统治者身份受人服侍的!他并非来炫耀消灭撒旦的大能,相反地是借着献出自己的性命作许多人的赎价来服侍(《约翰福音》20:28)。从西庇太两个儿子——雅各和约翰——的母亲为她的两个儿子求权力(《马太福音》20:21)的态度表明了人们对上帝国度的误解。对主耶稣来说,事奉或为他人们带来益处要比争夺权利更重要(《马太福音》20:26-27)。您的一生是否已致力于服侍,或者相反的,您如今正忙于为自己谋求权势呢?[邱隆泰传道/孙茵]

    7 min
  • 31 Oktober 2022 - “HIDUP UNTUK MELAYANI”

    Melayani adalah melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain, bukan untuk kepentingan diri sendiri. Melayani membuat hidup kita menjadi berarti bagi orang lain. Orang yang hanya memikirkan kepentingan sendiri tidak akan berguna bagi orang lain. Saat orang semacam itu meninggal dunia, tidak akan ada orang yang meratap karena tidak ada orang yang merasa kehilangan. Dalam Perjanjian Baru terdapat kisah tentang seorang murid perempuan bernama Tabita atau Dorkas. Dia melayani dengan membuat dan memberi pakaian kepada para janda. Saat dia meninggal, banyak janda yang menangis saat mereka mengenang pelayanan Dorkas (Kisah Para Rasul 9:36—39).


    Melayani berarti menempatkan diri sebagai pelayan yang rendah hati, bukan sebagai penguasa yang bersikap sewenang-wenang. Dalam Yohanes 13:1-17, Tuhan Yesus memberi teladan dengan menempatkan diri sebagai Pelayan yang dengan rendah hati membasuh kaki murid-murid-Nya. Teladan Tuhan Yesus itu merupakan tamparan bagi orang yang merasa telah melayani, tetapi sebenarnya bertindak sebagai penguasa yang bersikap sewenang-wenang. Tidak mungkin kita bisa melayani bila kita tidak bersedia bersikap rendah hati dan kita tidak memikirkan kepentingan orang lain. Rasul Paulus—Sang Rasul yang telah hidup dengan mengikuti teladan Tuhan Yesus (1 Korintus 11:1)—mengatakan bahwa menempatkan diri sebagai hamba merupakan kehendak Yesus Kristus (2 Korintus 4:5).

    Saat Tuhan Yesus melayani di bumi ini, pemikiran orang Yahudi tentang Sang Mesias keliru. Mereka berpikir bahwa Sang Mesias akan merebut kekuasaan dari tangan pemerintah Romawi, padahal Tuhan Yesus—Sang Mesias itu—datang untuk melayani, bukan untuk dilayani sebagai Penguasa! Dia bukan datang untuk memamerkan kuasa-Nya dengan melenyapkan keberadaan Iblis, tetapi Dia datang untuk melayani dengan memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang (Yohanes 20:28). Sikap ibu dari anak-anak Zebedeus—yaitu Yakobus dan Yohanes—yang memohon kekuasaan bagi kedua anaknya (Matius 20:21) memperlihatkan pemahaman yang keliru tentang Kerajaan Allah. Bagi Tuhan Yesus, melayani atau menjadi berguna bagi orang lain lebih penting daripada merebut kekuasaan (Matius 20:26-27). Apakah hidup Anda sudah diabdikan untuk melayani, atau sebaliknya, Anda sibuk mencari kekuasaan bagi diri Anda sendiri? [GI Purnama]

    9 min
  • 30 Oktober 2022 - “HIDUP UNTUK MENGASIHI”

    Pandangan Tuhan Yesus tentang kemuliaan jauh berbeda dengan pandangan manusia pada umumnya. Bagi Tuhan Yesus dimuliakan bukan berarti disanjung atau dipuji-puji! Saat Tuhan Yesus mengatakan, "Sekaranglah saatnya Anak Manusia dimuliakan dan Allah dimuliakan melalui Dia" (13:31), yang dimaksud adalah bahwa Tuhan Yesus sedang menuju kematian di kayu salib untuk menebus dosa manusia berdosa! Mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia adalah ungkapan kasih Allah dan juga ungkapan kasih Kristus kepada kita. Bagi manusia pada masa itu, mati di kayu salib adalah suatu kehinaan. Akan tetapi, dalam pandangan Allah, mati di kayu salib adalah suatu kemuliaan!


    Sesudah wafat di kayu salib, Tuhan Yesus akan dikuburkan dan bangkit pada hari yang ketiga, lalu naik ke sorga meninggalkan murid-murid-Nya (13:33). Oleh karena itu, pesan yang disampaikan saat itu—yaitu pesan agar murid-murid-Nya saling mengasihi (13:34)—merupakan pesan yang amat penting! Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa "saling mengasihi" harus menjadi identitas murid-murid-Nya! (13:35). Apakah "saling mengasihi" juga merupakan identitas komunitas di gereja Anda? Apakah gereja Anda dikenal sebagai gereja yang anggota-anggotanya saling mengasihi?

    Mengasihi saudara seiman harus menjadi prioritas (Galaia 6:10). Akan tetapi, kasih terhadap saudara seiman itu harus terus ditingkatkan menjadi kasih kepada semua orang (2 Petrus 1:5-7). Kita perlu menyadari bahwa kasih itu selalu muncul dari dalam hati, lalu terwujud dalam tindakan kasih. Tindakan kasih tidak bisa digantikan oleh program gereja. Bila kasih merupakan program, kasih akan lenyap setelah kita melaksanakan program itu. Bila kasih merupakan program, kita bisa "mengasihi" orang yang jauh dan melupakan orang yang dekat. Bila kasih meluap dari hati, kasih akan menjadi tanggapan terhadap kebutuhan dan tidak memerlukan program untuk melaksanakannya. Kadang-kadang gereja dicemooh karena ada orang Kristen yang tampak murah hati, tetapi menindas mereka yang berada di sekitarnya. Yang tampak adalah kasih sebagai pertunjukan, sedangkan kasih yang sesungguhnya tidak pernah ada. Bagaimana dengan Anda: Apakah Anda memiliki kasih di dalam hati Anda? Apakah kasih Anda terlihat dan terasakan oleh orang-orang di sekitar Anda? Apakah Anda bersedia berkorban unuk orang-orang yang Anda kasihi? [GI Purnama]

    8 min
  • 十月三十日 - 为爱而生

    主耶稣对荣耀的看法与一般世人的看法大相径庭。对主耶稣来说,得荣耀不为了被高抬,也不是为了被赞美!当主耶稣说"如今人子得了荣耀,上帝在人子身上也得了荣耀。"(13:31),意思是主耶稣死在十字架上,为罪人赎罪!死在十字架上为人类赎罪是上帝爱的表现,也是基督对我们的爱的表现。对当时的人来说,死在十字架上是一种侮辱。然而,在上帝的眼中,死在十字架上是一种荣耀!


    主耶稣死在十字架上后将被埋葬并第三天复活,然后离开祂的门徒升天(13:33)。因此,当时祂的嘱咐——即要门徒们彼此相爱(13:34)的命令——是个非常重要的命令!主耶稣也说:"你们若有彼此相爱的心"众人因此就认出你们是我的门徒了(13:35)。 "彼此相爱"是否也是您教会群体的身份标志呢?你的教会是否以会众之间彼此相爱而称著呢?

    主内兄弟姐妹必须以彼此相爱为优先(《加拉亚书》6:10)。然而,对弟兄的爱必须继续提升为爱众人的心(《彼得后书》1:5-7)。我们需要领悟到,爱总是发自内心的,然后才付诸于行动。爱心行动不可以以教会工作计划所取代。若把爱当作工作计划,当我们把工作完成后,爱也随之消失无踪。当我们把表达爱成为一个工作计划,我们将会"爱"远方的人却忘了身边人。然而,当爱是发自内心满溢涌流而出,它将是回应周围需要的自然流露,它并不需要为了实行而设定计划。有时教会被人嘲笑是因为有些基督徒看似慷慨,却压迫周边的人,所谓爱心行动,也旨在出演一部爱心戏,然而真正的爱从来不存在。您的状况如何呢:您心里是否有爱 ?您的爱是否让周边的人看得到也感受得到?您是否愿意为您所爱的人做出牺牲吗?[邱隆泰传道/孙茵]

    11 min
  • 十月廿九日 - 活在盼望中

    基督教界中的其一特征,就是经常失却盼望。只要稍不留神,世界将会把我们拖入只关注肉眼可见的事物,实则上, 我们拥有价值远超世界所有能给予的盼望,(《彼得后书》1:4)。使徒保罗写道:"我们若靠基督只在今生有盼望,就算比众人更可怜。" (《哥林多前书》15:19)。我们对目前尚看不清楚的未来寄以盼望。这并不是说我们可以忽略眼前的事情,而是我们必须从未来的角度来看今生。今生我们需要钱、房子、汽车和其他东西。然而,我们所拥有的一切、在我们死后都带不走的。所以,忽视死后的生命是愚蠢的!主耶稣曾经讲过一个比喻,说一个财主囤积可以满足他多年需要的财富。然而主耶稣却说:"无知的人哪,今夜必要你的灵魂;你所预备的要归谁呢?"


    本日经文是使徒保罗给帖撒罗尼迦人的书信。使徒保罗在极为艰难的条件下创办了这间教会,因为城里的犹太人反对宣扬福音。他只能在那个教会做短期服侍工作(《使徒行传》17:1-10)。从逻辑上讲,我们可能会认为教会在使徒保罗离开后很快就会解散。然而,本日经文却显示出与人们所想像的反向发展:会友们以顺服回应上帝的真理。他们的信心使拜偶像者转变为事奉上帝的人。他们对基督再临的盼望使他们忍耐面对反对传扬福音的犹太人所带来的巨大逼迫,使帖撒罗尼迦教会成为其他各教会的榜样—— 包括整个马其顿和亚该亚省。试问您也正在等待基督的第二次降临吗?您的盼望是否也为您的生活带来影响了吗?[邱隆泰传道/孙茵]

    6 min
  • 29 Oktober 2022 - “HIDUP DALAM PENGHARAPAN”

    Salah satu ciri khas kekristenan yang sering meredup adalah adanya pengharapan. Bila kita tidak waspada, dunia akan menyeret kita untuk hanya memperhatikan hal-hal yang bisa dilihat oleh mata, padahal kita memiliki pengharapan yang jauh lebih berharga daripada apa yang dapat ditawarkan oleh dunia (2 Petrus 1:4). Rasul Paulus menuliskan, "Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia." (1 Korintus 15:19). Pengharapan kita menyangkut masa depan yang saat ini belum terlihat jelas. Hal ini bukan berarti bahwa hal-hal yang berkaitan dengan masa kini boleh kita abaikan, tetapi berarti bahwa kondisi masa kini itu harus kita lihat dari sudut pandang masa depan. Dalam kehidupan kita saat ini, kita memerlukan uang, rumah, mobil, dan barang-barang lainnya. Akan tetapi, semua yang kita miliki akan kita tinggalkan saat kita mati. Oleh karena itu, mengabaikan kehidupan sesudah kematian merupakan suatu kebodohan! Tuhan Yesus pernah memberikan perumpamaan tentang seorang kaya yang menimbun kekayaan yang akan bisa memenuhi kebutuhannya sampai bertahun-tahun. Akan tetapi, Tuhan Yesus bersabda, "Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?"


    Bacaan Alkitab hari ini adalah surat Rasul Paulus kepada jemaat Tesalonika. Rasul Paulus merintis jemaat ini dalam kondisi sulit karena orang-orang Yahudi di kota itu menentang pemberitaan Injil. Dia hanya bisa melayani jemaat di sana dalam waktu singkat (Kisah Para Rasul 17:1-10). Secara logika, mungkin kita menyangka bahwa jemaat itu akan segera bubar setelah ditinggalkan oleh Rasul Paulus. Akan tetapi, bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan perkembangan yang sebaliknya: Mereka merespons firman Tuhan dengan ketaatan. Iman mereka telah membuat mereka berubah dari penyembah berhala menjadi orang yang melayani Allah. Pengharapan mereka akan kedatangan Kristus yang kedua kali membuat mereka tetap bertekun saat menghadapi penderitaan berat yang dimotori oleh orang-orang Yahudi yang menentang pemberitaan Injil, sehingga jemaat Tesalonika menjadi teladan bagi jemaat-jemaat lain sampai mencakup seluruh propinsi Makedonia dan Akhaya. Apakah Anda juga sedang menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali? Apakah pengharapan Anda telah mempengaruhi kehidupan Anda? [GI Purnama]

    9 min
  • 28 Oktober 2022 - “HIDUP DALAM DAMAI SEJAHTERA”

    Kata "shalom" adalah kata dalam bahasa Ibrani yang biasanya diterjemahkan menjadi “damai sejahtera’. Kata "shalom" ini biasa dipakai sebagai sapaan yang mengandung pengertian keadaan yang baik, makmur, sehat, aman, harmonis, tidak ada pertengkaran atau perang. Keadaan damai sejahtera yang dimaksud dalam kata shalom ini bukan hanya menyangkut hubungan dengan sesama manusia, tetapi juga menyangkut hubungan dengan alam dan dengan Allah. Dalam terjemahan Perjanjian Lama bahasa Yunani yang biasa disebut LXX atau Septuaginta, kata "shalomv ini diterjemahkan sebagai εἰρήνη—dibaca:eirēnē. Kata  εἰρήνη—atau "damai sejahtera"—inilah yang dipakai oleh Tuhan Yesus dalam bacaan Alkitab hari ini (Yohanes 14:27).


    Dalam bacaan Alkitab hari ini, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia memberikan damai sejahtera kepada murid-murid-Nya (14:27). Damai sejahtera yang diberikan Tuhan Yesus ini unik, tidak seperti damai sejahtera menurut ukuran duniawi. Damai sejahtera menurut ukuran duniawi mengandaikan keadaan yang tanpa ancaman dan berlimpah uang. Damai sejahtera yang dijanjikan Tuhan Yesus itu berbeda. Ia memberikan janji itu menjelang Ia ditangkap dan kemudian disalibkan. Murid-murid-Nya juga menghadapi ancaman dari pihak orang-orang Yahudi yang telah menolak Yesus Kristus. Sesudah Tuhan Yesus pergi ke sorga meninggalkan murid-murid-Nya, murid-murid harus berhadapan dengan ancaman untuk ditangkap, bahkan dibunuh. Dengan kondisi masa depan semacam itu, sangat menarik untuk diperhatikan bahwa Tuhan Yesus menjanjikan damai sejahtera. Jadi, damai sejahtera itu tetap ada walaupun ada ancaman dan penganiayaan. Damai sejahtera itu dimungkinkan karena Allah Bapa telah mengutus Roh Kudus—yang disebut "Penolong yang lain" atau "Penghibur" (14:16,26)—untuk berdiam di hati setiap orang percaya. Damai sejahtera merupakan buah dari keberadaan Roh Kudus (Galatia 5:22).

    Pada akhir masa pandemi ini, apakah Anda masih memiliki damai sejahtera? Bila pandemi ini disusul dengan resesi seperti dugaan para pakar ekonomi, apakah Anda masih bisa tetap memiliki damai sejahtera? Adanya damai sejahtera yang merupakan buah dari Roh Kudus yang mendiami setiap orang percaya akan memungkinkan kita menjalani hidup dengan tenang dan wajar! Apakah Anda masih meyakini bahwa masa depan berada di tangan Allah yang kita kenal di dalam Kristus? [GI Purnama]

    12 min
  • 十月廿八日 - 活出平安

    希伯来文的"沙龙"(shalom)普遍被译为"平安"。"沙龙"一词一般上用于打招呼,带有安好、繁荣、健壮、安稳、和谐以及没有纠纷和战争的含义。"沙龙" 的平安不仅仅牵涉人际关系,也涵盖人与大自然、以及人与上帝的联结。《圣经七十士译本》将旧约希伯来文《圣经》翻译成希腊文,内中"沙龙"一词被译为εἰρήνη,读音是"伊了尼"。在今天阅读的经文中,主耶稣用上了εἰρήνη、即"平安"一字(《约翰福音》14:27)。


    主耶稣在这段经文中说,祂赐下平安给门徒(14:27)。主耶稣赐予的平安很特殊,与世人的平安量度迥然不同。世人所谓的平安在乎平顺无威胁的状况和丰裕的钱财。主耶稣应许的平安却是大相径庭。祂在大难临头、即将被抓拿和被钉十架之际应许赐下平安。耶稣的门徒也同样面对一班拒绝耶稣基督之犹太人的威胁。当主耶稣离开门徒们升天后,门徒濒临被抓拿和被杀害的威胁。在这种情境下,主耶稣应许赐下平安尤为奇特。因此,即使在重重威胁和逼迫中,平安依然赋存。平安之所以存在乃在于天父上帝差派那称之为 "保惠师v和 "训慰师"(14:16,26)的圣灵内住在每个信主之人心中。平安既是圣灵临在所结出的果子(《加拉太书》5:22)。

    在疫情大流行接近尾声之际,你是否依然拥有平安?正当专家们估计疫情大流行后会产生经济萧条的涟漪,你心中是否还有平安吗?信主之人有圣灵所结出的平安,从而让我们在奔走人生道路上淡定从容、潇洒安稳!你是否深信上帝在耶稣基督里掌管你我的未来呢?[邱隆泰传道/胡敏慧]

    5 min
  • 27 Oktober 2022 - “HIDUP DALAM KEBENARAN”

    Sola Scriptura—artinya "Hanya oleh firman Allah"—adalah salah satu doktrin yang ditekankan pada masa reformasi. Iman yang sejati adalah iman yang didasarkan pada firman Allah. Alkitab Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, sedangkan Alkitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Pada abad ketiga atau kedua sebelum Masehi, Alkitab Perjanjian Lama diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani yang merupakan bahasa internasional pada masa itu. Vulgata atau Vulgate adalah terjemahan Alkitab dalam bahasa Latin yang dikerjakan pada abad keempat Sesudah Masehi. Terjemahan Alkitab pertama dalam bahasa Inggris adalah Alkitab Wycliffe yang dikerjakan sekitar tahun 1382-1395 berdasarkan Alkitab versi Vulgata. Alkitab bahasa Inggris pertama yang diterjemahkan dari bahasa asli Alkitab—yaitu bahasa Ibrani dan bahasa Yunani—adalah Alkitab Tyndale yang dikerjakan oleh William Tyndale pada tahun 1522-1536. Selain berbagai terjemahan di atas, masih ada terjemahan kuno Alkitab dalam bahasa-bahasa lain. Akan tetapi, karena mesin cetak baru ditemukan pada tahun 1450, berbagai Alkitab kuno itu masih ditulis dengan tulisan tangan, sehingga jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, pada masa sebelum reformasi, Alkitab hanya bisa dibaca oleh kaum rohaniwan yang berpendidikan tinggi. Anggota jemaat biasa tidak pernah membaca Alkitab. Akibatnya, iman anggota jemaat lebih didasarkan pada tradisi gereja ketimbang Alkitab. Martin Luther—pencetus Reformasi gereja—amat menekankan pentingnya doktrin yang didasarkan hanya pada firman Tuhan! Dia menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman dengan maksud agar Alkitab bisa dibaca oleh anggota jemaat biasa.


    Dalam bacaan Alkitab hari ini, sang penulis—yaitu Rasul Yohanes yang menyebut dirinya sebagai "penatua"—mengatakan bahwa tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar bahwa anak-anak rohaninya hidup dalam kebenaran (1:4). Tentu saja, kebenaran yang dimaksud adalah kebenaran yang didasarkan pada firman Tuhan (bandingkan dengan Yohanes 17:17). Kita hanya bisa hidup dalam kebenaran bila kita sungguh-sungguh memandang firman Tuhan sebagai pegangan bagi hidup kita. Apakah Anda sudah hidup dalam kebenaran? Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk membaca, mendengarkan, mempelajari, menghafal, merenungkan, dan menerapkan firman Allah dalam hidup Anda? [GI Purnama]

    5 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…