
Sign up to save your podcasts
Or


唯独圣经(Sola Scriptura)——意思是“唯独以圣经为依归”——这是宗教改革时期所强调的教义之一。真正的信心是以上帝的话为基础的信心。《旧约圣经》是用希伯来文写成的,而《新约圣经》是用希腊文写成的。在公元前三世纪或二世纪,《旧约圣经》被翻译成当代的国际通用言语,即希腊文。《圣经武加大译本》(Vulgate 或 Vulgate)当时是在公元四世纪完成的拉丁文《圣经》译本。《圣经》的第一个英文译本是《威克里夫圣经》—— Wycliffe Bible,它是在1382-1395年左右根据《圣经武加大译本》译成的。第一部从原文——希伯来文和希腊文——翻译成英文版本的《圣经》,是由威廉·廷代尔(William Tyndale)在1522-1536年完成的《廷代尔圣经》。除了上述各种译本外,还有其他语文的《圣经》古代译本。但是,由于印刷技术是在1450年才发明的,这些古代《圣经》仍然是手写的,所以数量有限。因此,在改革之前,《圣经》只能供给受过高等教育的圣职人员阅读。普通的教会会友从不读《圣经》。结果,教会会友的信仰大部分是基于教会传统教导而不是《圣经》。马丁路德(Martin Luther)——教会改革的创始人——极力强调要完全以上帝的真理为基础教义的重要性!他将《圣经》翻译成德文,目的是让普通的教会会友都能够读懂《圣经》。
Hidup oleh Roh berarti hidup kita digerakkan oleh Roh Kudus yang berdiam di hati setiap orang percaya. Hidup oleh Roh adalah lawan dari hidup menurut keinginan daging (Galatia 5:16-23). Dalam Alkitab, kata "daging" itu menunjuk pada dorongan atau kecenderungan untuk melakukan dosa. Kecenderungan untuk melakukan dosa itu ada pada diri setiap orang sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Roma 5:12 mengatakan, "Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa." Kita mulai menjadi orang berdosa bukan saat kita pertama kali berbuat dosa saat masih kecil. Akan tetapi kita telah menjadi orang berdosa saat kita dilahirkan di dunia ini. Kita berbuat dosa karena kita adalah orang berdosa. Hidup oleh Roh berarti bahwa Roh Kudus menolong kita untuk melawan keinginan berbuat dosa, sehingga kita tidak berbuat dosa, melainkan kita melakukan kehendak Allah. Sadarilah bahwa tanpa Roh Kudus, kita tidak bisa melepaskan diri dari kecenderungan berbuat dosa.
顺着圣灵而行意味着我们的生活被住在每个信徒心里的圣灵所推动。顺着圣灵而行与放纵肉体的情欲是对立的(《加拉太书》5:16-23)。在圣经中,"肉体"一词是指想犯罪的冲动或倾向。自从亚当和夏娃跌入罪中后,每个人都有犯罪的倾向。《罗马书》5:12说道:"这就如罪是从一人入了世界、死又是从罪来的、于是死就临到众人、因为众人都犯了罪。"我们不是在小孩时第一次犯罪才开始成为罪人。当我们在这个世上出生时,我们就已经是罪人了。我们犯罪因为我们是罪人。顺着圣灵而行意味着圣灵帮助我们抵抗犯罪的欲望,这样我们就不致犯罪,而会遵行上帝的旨意。务必意识到没有圣灵,我们就无法摆脱犯罪的倾向。
Sola Fide—artinya "Hanya oleh Iman"—adalah salah satu doktrin yang diperjuangkan oleh Martin Luther saat ia mengkritik pandangn gereja abad pertengahan yang mengutamakan perbuatan sebagai jalan untuk memperoleh keselamatan. Luther mendeklarasikan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang hanya bisa diperoleh melalui iman, bukan melalui perbuatan baik. Keselamatan melalui perbuatan baik mengandalkan peran diri sendiri, sedangkan keselamatan berdasarkan iman mengandalkan apa yang telah Kristus kerjakan di kayu salib. Keselamatan melalui perbuatan baik mengandalkan pertimbangan kekinian yang terlihat oleh mata, sedangkan keselamatan berdasarkan iman mengandalkan apa yang terjadi di masa lampau. Penulis surat Ibrani mengatakan bahwa "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." (11:1).
唯独信心(Sola Fide)——意思是"唯靠信心"——是马丁路德在批评中世纪教会将善行作为救赎之道的观点时所倡导的教义之一。路德宣称救恩是上帝的恩典,只能凭借信心获得,而不是凭善行获得。通过善行得救取决于自己的角色,而基于信心的得救取决于基督在十字架上所成就的代赎。通过善行得救靠当下肉眼所看见的,而基于信心的救赎乃靠过去曾经成就的事。《希伯来书》的作者说:"信是所望之事的实底,是未见之事的确据。" (11:1)。
Sola Gratia—artinya "Hanya oleh Anugerah"—adalah doktrin yang sangat penting dalam kekristenan. Walaupun doktrin ini merupakan salah satu doktrin yang amat ditekankan pada masa reformasi, doktrin ini sering disalahpahami dan diabaikan. Dalam Alkitab bahasa Indonesia, kata Yunani χάρις—baca: kharis—atau "anugerah" ini umumnya diterjemahkan sebagai "kasih karunia". Kata ini selalu dipakai oleh Rasul Paulus saat menyapa dalam surat-suratnya (Roma 1:7; 1 Korintus 1:3; 2 Korintus 1:2; Galatia 1:3; Efesus 1:2; Filipi 1:2; Kolose 1:2; 1 Tesalonika 1:1; 2 Tesalonika 1:2; 1 Timotius 1:2; 2 Timotius 1:2; Titus 1:4; Filemon 1:3). Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya konsep anugerah itu.
唯独恩典(Sola Gratia)——意思是" 唯靠恩典"——这是基督教教义中一个至关重要的一点。虽然这教义是宗教改革时期最受重视的教义之一,然而,它却经常被误解和忽视。在印尼文《圣经》中,希腊词中 χάρις ——读作:kharis ——或“恩典”通常被翻译为"恩惠"。使徒保罗在他的书信中问候时总是使用这句话(《罗马书》1:7;《哥林多前书》1:3;《哥林多后书》1:2;《加拉太书》1:3 ;《以弗所书》1:2;《腓立比书》1:2;《歌罗西书》1:2;《帖撒罗尼迦前书》1:1;《帖撒罗尼迦后书》1:2;《提摩太前书》1:2;《提摩太后书》1:2;《提多书》1:4;《腓利门书》1:3 )。由此可见恩典的关念是多么的重要。
在日常生活中,我们经常会面对各种选择。在做抉择时,我们意识到每一个选择的背后都有其风险。这是先知玛拉基所传达的最后一段信息,也是本日经文。先知从中显示了恶人的选择是公然羞辱上帝。通过三个说明,他们表达对上帝的不信:敬拜上帝过敬虔的生活是徒然的,恶人过着亨通幸福的生活,上帝毫无能力惩罚那些试探祂的人(3:14-15)。义人的选择与上述恶人所行的恰恰相反,他们在上帝面前过敬虔和公义的生活来荣耀祂(3:16)。当然,每个选择都会直接带来不同的结果,尤其是在世界末日时。在审判的日子,人们很容易分辨恶人和善人的结局。上帝会惩罚恶人如被烧尽的碎秸一样,这是一幅在地狱中受永恒惩罚的图画(4:1)。与之相反,上帝会让义人成为祂所爱的产业,一幅与上帝在天上享受永恒幸福的画面(3:17)。上帝也会为他们发出公义的日头,来恢复他们的生命,带领他们活在公义中,并取得胜利,直到审判的日子(4:2-6)。
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering diperhadapkan dengan pilihan. Ketika menentukan pilihan, kita sadar akan risiko di balik setiap pilihan yang kita ambil. Hal itulah yang disampaikan oleh bagian terakhir Kitab Nabi Maleakhi yang kita baca hari ini. Teks kita menunjukkan pilihan orang-orang fasik yang secara terbuka tidak menghormati Allah. Mereka menunjukkan ketidakpercayaan kepada Allah melalui tiga ungkapan: beribadah kepada Allah dan menjalankan kehidupan yang saleh adalah sia-sia, orang fasik hidupnya mujur dan bahagia, dan Allah tidak mampu menghukum orang yang mencobai-Nya (3:14-15). Bertolak belakang dengan pilihan orang fasik di atas, orang-orang benar memilih untuk menghormati Allah dengan menjalankan kehidupan yang saleh dan benar di hadapan Allah (3:16). Tentu saja masing-masing pilihan secara langsung membawa akibat yang berbeda, khususnya pada akhir zaman. Pada hari penghakiman, orang akan dengan mudah membedakan apa yang menimpa orang fasik dan orang benar. Allah akan menghukum orang-orang fasik. Mereka akan seperti jerami yang terbakar habis, sebuah gambaran tentang hukuman kekal di dalam neraka (4:1). Sebaliknya, Allah akan menjadikan orang benar sebagai milik kesayangan-Nya, sebuah gambaran tentang menikmati kebahagiaan kekal bersama Allah di sorga (3:17). Allah juga akan menerbitkan—bagi mereka—surya kebenaran untuk memulihkan kehidupan mereka dan menuntun mereka agar hidup dalam kebenaran dan mencapai kemenangan hingga pada hari penghakiman (4:2-6).
KJika seorang memiliki mobil yang rusak parah, baik body maupun mesinnya, ia punya dua pilihan: menjual dan mngganti dengan mobil baru atau memperbaiki. Seperti itulah kondisi umat Israel di hadapan Allah dalam bacaan hari ini. Meskipun tidak menemukan sedikit pun kebaikan dari umat Israel, Allah memilih untuk tetap mempertahankan Israel sebagai umat-Nya dan menolongnya menjalani pemulihan. Seberapa parah kerusakan Israel? Sangat parah! Tidak ada satu pun bagian yang benar, baik moral, hati, maupun perilaku. Mereka mengkhianati perjanjian dengan Allah melalui kawin campur dengan bangsa asing dan melakukan perceraian (2:10-16). Mereka menuduh Allah tidak berkuasa menghukum (2:17). Mereka mempraktikkan sihir, berzinah, bersumpah dusta, dan menindas orang tak berdaya (3:5). Secara turun temurun, mereka menyimpang dari ketetapan Allah (3:7). Mereka menipu Allah dalam persembahan persepuluhan dan persembahan khusus (3:8-9).
From the publisher's feed