Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 九月三日 - 上帝的国度于万民

    耶和华是万王之王,掌权永恒的国度。这就是《诗篇》97所强调的。上帝主动地策划、动工和掌管宇宙。在97:2-6中,陈述了密云、烈火、闪电、诸山和诸天都服从于万军之王。诗人不仅描述了上帝对自然的优越性,且还强调那事奉偶像的人都会蒙羞愧,而敬拜上帝的子民会欢喜快乐(97:7-8)。因此,诗人邀请上帝的子民要爱上帝,憎恨罪恶(97:10),当靠耶和华欢喜,并称谢祂可纪念的圣名(97:12)。诗人这邀请是基于对上帝的公义和慈爱的认识。意识到上帝在宇宙中所作的,以及祂为罪人所施行的救赎,理应使全地快乐,众海岛欢喜(97:1)。


    人类如何能觉察并回应上帝所作的呢?当上帝的子民知晓上帝的国度不仅是对以色列人,也是对于万民时,就觉悟了。这事被描述为众海岛欢喜当上帝的国度临到他们的生活时,他们以俯伏敬拜耶和华来回应。这事也体现在五旬节事迹(《使徒行传》2)。 五旬节那日,彼得被圣灵充满,使他能放胆地向各地来到耶路撒冷敬拜的人传讲上帝的话语。各人听见彼得用众人的乡谈说话。许多人领受了彼得的话,就受了洗,赞美主!那一天,门徒的人数约添了三千人。

    上帝国度的福音,应当传到所有人耳里。主耶稣已经呼召、吩咐信徒积极地把福音传到地极去。虽然资金赞助者也很必要,但更需要的是那些愿意作见证,用他们的生活和言语去传扬福音的人。你参与了传福音的事工吗?[陈仙果传道/陈永珍]

    11 min
  • 03 September 2022 - “KERAJAAN ALLAH BAGI SEMUA BANGSA”

    TUHAN adalah Raja di atas segala raja yang memerintah kerajaan yang kekal. Itulah penekanan Mazmur 97. Secara aktif, TUHAN merencanakan, bertindak, dan memerintah atas alam semesta. Di 97:2-6, dikemukakan bahwa awan, api, kilat, gunung, dan langit tunduk terhadap Raja Semesta Alam. Pemazmur bukan hanya menguraikan superioritas Allah terhadap alam, tetapi juga menegaskan bahwa manusia yang menyembah patung akan mendapat malu, sedangkan umat Allah yang menyembah TUHAN akan bersorak-sorak (97:7-8). Oleh karena itu, pemazmur mengajak umat TUHAN untuk mengasihi TUHAN, membenci kejahatan (97:10), bersukacita karena TUHAN, serta menyanyikan syukur bagi nama-Nya yang kudus (97:12). Ajakan pemazmur ini dilandasi oleh kesadaran akan keadilan dan kasih TUHAN. Kesadaran akan karya TUHAN dalam alam semesta dan karya penyelamatan bagi manusia berdosa membuat sudah selayaknya bila bumi bersorak-sorak dan banyak pulau bersukacita (97:1).


    Bagaimana manusia bisa sadar dan merespons karya Allah? Kesadaran muncul saat umat Allah memahami bahwa kerajaan Allah bukan hanya bagi umat Israel, tetapi juga bagi semua bangsa. Hal ini digambarkan sebagai banyak pulau bersukacita saat kerajaan Allah memerintah atas hidup mereka, dan mereka merespons dengan sujud menyembah kepada TUHAN. Hal ini terwujud pada peristiwa Pentakosta (Kisah Para Rasul 2). Pada hari raya Pentakosta itu, Allah Roh Kudus menguasai Petrus, sehingga ia dengan berani menyampaikan firman TUHAN bagi orang-orang dari berbagai tempat yang datang ke Yerusalem untuk beribadah. Perkataan Petrus didengar oleh orang banyak dalam bahasa tempat asal mereka masing-masing. Puji Tuhan! Banyak orang menerima perkataan Petrus dan memberi diri dibaptis, sehingga pada hari itu, jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

    Injil kerajaan Allah sudah sepatutnya didengar oleh semua orang. Tuhan Yesus telah memanggil dan memerintahkan orang percaya untuk giat menyebarluaskan injil Kerajaan Allah sampai ke ujung bumi. Walaupun penyandang dana juga sangat diperlukan, yang lebih diperlukan adalah orang yang mau menjadi saksi dan pergi memberitakan Injil Kerajaan Allah melalui hidup dan perkataannya. Apakah Anda sudah terlibat dalam pemberitaan Injil? [GI Roni Tan]

    11 min
  • 九月二日 - 来宣告祂的荣耀

    诗篇96篇是以色列人将约柜抬进耶路撒冷城时所唱的诗歌(《历代志上》16:23-33)。约柜是上帝与祂子民同在的凭据。因此,当约柜进入耶路撒冷城的时候,大卫和以色列人在那创造人类并拣选以色列人作祂子民的耶和华面前,表达了极大的喜乐。《诗篇》96是对上帝的子民和地上万民——甚至是一切受造物——要向耶和华歌唱的邀请(《诗篇》96:1-3)。这并不是个无意义的邀请,而是默示了只有耶和华才配得颂赞的邀请。在第4-7节中,大卫陈述了耶和华与所有神之间明显的对比。大卫说:耶和华在万神之上(96:4),是耶和华创造诸天(96:5),有尊荣和威严在耶和华面前(96:6),荣耀和能力属于耶和华(96:7)。耶和华的一切卓越应当受祂所创造的万物以屈服和敬拜来回应(96:8-13)。


    这诗篇的赞美诗应成为上帝子民荣耀赞美祂的灵感源头。但可惜的是,上帝的子民和万民都不寻求和敬拜祂,而是倾向于悖逆一直眷顾看守他们的创造主,在祂面前硬着颈项。《诗篇》96以耶和华要按公义和信实审判世界的话结尾(96:13)。这段话表明,上帝会向世人为他们的生活方式讨一个说法——是荣耀或悖逆上帝——以及上帝所赐给他们的每一个祝福负责。

    上帝呼召每一位信徒活出信心,信实和荣耀祂。这呼召不仅是因为我们是祂所创造、看顾的,也是因主耶稣在十字架上所作的救赎使我们得救,和有一天我们将要站在上帝的审判台前。你的生活是否已使上帝的名得荣耀呢?[陈仙果传道/陈永珍]

    12 min
  • 02 September 2022 - “MARI, NYATAKAN KEMULIAAN-NYA!”

    Mazmur 96 adalah mazmur yang dinyanyikan saat bangsa Israel membawa Tabut Perjanjian memasuki kota Yerusalem (1 Tawarikh 16:23-33). Tabut perjanjian merupakan tanda kehadiran Allah di tengah umat-Nya. Oleh karena itu, saat Tabut Perjanjian dibawa ke kota Yerusalem, Daud dan bangsa Israel mengungkapkan sukacita yang besar di hadapan TUHAN yang telah menciptakan umat manusia dan telah memilih bangsa Israel untuk menjadi umat-Nya. Mazmur 96 adalah ajakan kepada umat Allah serta semua bangsa di bumi—bahkan kepada seluruh ciptaan—untuk menyanyi bagi TUHAN (Mazmur 96:1-3). Ajakan ini bukan sekadar ajakan tanpa makna, tetapi ajakan yang menyiratkan bahwa hanya TUHAN yang layak untuk dipuji. Dalam ayat 4-7, Daud mengemukakan perbedaan yang kontras antara TUHAN dengan segala allah. Daud berkata bahwa TUHAN itu lebih dahsyat daripada segala ilah (96:4), TUHAN itu yang menjadikan langit (96:5), keagungan dan semarak ada di hadapan TUHAN (96:6), kemuliaan dan kekuatan adalah milik TUHAN saja (96:7). Semua kelebihan TUHAN sudah selayaknya direspons dengan ketundukan dan penyembahan dari semua makhluk ciptaan TUHAN (96:8-13).


    Pengagungan dalam mazmur ini merupakan sumber inspirasi bagi umat Allah untuk mengagungkan TUHAN. Sayangnya, umat Allah dan semua bangsa tidak mencari dan menyembah TUHAN, melainkan cenderung melawan TUHAN dan bersikap tegar tengkuk di hadapan TUHAN yang telah menciptakan dan memelihara hidup mereka. Oleh karena itu, Mazmur 96 ini ditutup dengan perkataan bahwa TUHAN akan menghakimi dunia dengan keadilan dan kesetiaan-Nya (96:13). Perkataan tersebut menunjukkan bahwa TUHAN akan meminta pertanggungjawaban manusia atas cara hidupnya—memuliakan atau melawan TUHAN—dan atas setiap berkat yang telah TUHAN berikan kepada mereka.

    Tuhan memanggil setiap orang percaya untuk hidup beriman, setia, dan mengagungkan Tuhan. Panggilan ini bukan hanya sekadar disebabkan karena kita diciptakan dan dipelihara oleh Tuhan, tetapi juga karena kita telah diselamatkan oleh karya keselamatan yang dikerjakan Tuhan Yesus di atas kayu salib, dan karena kelak kita akan berdiri di hadapan takhta pengadilan Allah. Apakah hidup Anda sudah membuat nama Tuhan dimuliakan? [GI Roni Tan]

    7 min
  • 01 September 2022 - “PUJIAN BAGI TUHAN”

    Perasaan hati perlu diungkapkan melalui perkataan dan tindakan, baik dalam hal relasi antar sesama manusia maupun dalam hal relasi antara manusia dengan TUHAN. Itulah sebabnya, kita perlu mengungkapkan perasaan kita kepada TUHAN. Inilah yang dilakukan Daud saat ia mengajak umat TUHAN untuk memuji TUHAN (95:1-2). Ajakan "Marilah kita …" menunjukkan bahwa Daud ingin memuji TUHAN secara bersama-sama dengan seluruh umat Israel. Dia tergerak untuk memuji TUHAN karena TUHAN adalah gunung batu keselamatan (95:1), karena TUHAN berkedudukan jauh lebih agung daripada ilah yang disembah oleh bangsa-bangsa lain (95:3), dan karena TUHAN berkuasa atas ciptaan-Nya (95:4-5). Oleh karena itu, pengagungan terhadap TUHAN harus diungkapkan melalui perkataan dan tindakan yang nyata. Daud mengajak umat Israel untuk mengungkapkan pengagungan itu melalui ibadah di hadapan TUHAN dengan sujud menyembah dan berlutut di hadapan-Nya disertai sikap tidak mengeraskan hati (95:6,8). Berbagai ekspresi umat Allah dalam ibadah tersebut mengungkapkan isi hati yang mengagungkan TUHAN. Saat beribadah, umat Allah berhadapan dengan Allah yang Mahakudus dan yang Mahakuasa, padahal umat Allah adalah manusia biasa yang hidupnya sering melanggar hukum TUHAN. Sekalipun demikian, TUHAN senantiasa berbelaskasihan pada umat-Nya. Belas kasihan TUHAN inilah yang menjadi landasan bagi umat Allah untuk senantiasa mengagungkan TUHAN dalam ibadah.


    Umat Allah pasti tidak asing dengan kata "ibadah" karena gereja menyelenggarakan ibadah setiap hari Minggu dan umat Allah yang setia akan datang untuk beribadah. Akan tetapi, bagaimana sikap Anda saat beribadah? Apakah ibadah Anda hanya sekadar rutinitas yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun, atau ibadah Anda diwarnai oleh perasaan kagum yang terus-menerus diperbarui karena Tuhan terus berkarya dalam hidup Anda? Bila kita jujur di hadapan Tuhan dan merenungkan semua yang telah Tuhan perbuat dalam hidup kita, ibadah akan menjadi waktu khusus untuk sungguh-sungguh mengungkapkan kekaguman dan kegentaran atas kemuliaan Tuhan, lalu kita wujudkan kekaguman dan kegentaran itu dalam hidup sehari-hari. Apakah hidup Anda sudah membuat nama Tuhan dipuji? [GI Roni Tan]

    8 min
  • 九月一日 - 颂扬耶和华

    情感需要用言语和行动来表达,无论是在人际关系方面,还是在人与上帝之间的关系上。这就是为什么我们需要向上帝表达我们的感受。当大卫邀请上帝的子民赞美耶和华的时候,他就是这样做的(95:1-2)。这句"来啊,我们……"的邀请表明大卫想要和以色列众人一同赞美耶和华。他心生感动地赞美耶和华,因为耶和华是拯救的磐石(95:1);因祂为大上帝,超乎列国所敬拜的万神之上(95:3);也因上帝掌权祂所创造的万物(95:4-5)。因此,高举上帝必须用真实的言语和行动来表达。大卫邀请以色列众人通过在耶和华面前屈身敬拜,及不硬著心在主面前跪拜,来表达高举耶和华的崇拜(95:6,8)。上帝子民在崇拜中所表现出来的各种表情表达了他们荣耀高举上帝的内心。在崇拜的时候,上帝的子民朝见至圣者和全能的上帝,而这些子民只是凡人,在他们的生活中常常违背了上帝的律法。然而上帝仍怜恤祂的子民。上帝的怜悯成为他们在崇拜中永远高举荣耀上帝的根基。


    上帝的子民对"崇拜"这词句绝不陌生,因为教会每周日都会举行崇拜会,上帝忠诚的子民会来敬拜。然而,你在崇拜时的态度是怎样的呢?你的崇拜是否只是多年来一直在进行的例行公事,还是那种在生命中不断地被上帝更新改造且充满了敬畏的崇拜呢?如果我们在上帝面前诚实和默想祂在我们生命中所做的一切,崇拜将是一个特殊的时刻,来真正地表达我们对上帝荣耀的敬畏和战兢,然后把这种敬虔的心态在我们日常生活中活出来。你的生活是否已使上帝的名被称赞呢?[陈仙果传道/陈永珍]

    9 min
  • 八月卅一日 - 为信仰而争战

    犹大 "写信给那被召、在父上帝里蒙爱、为耶稣基督保守的人 "(1:1)。目的是要收信人,即圣徒们为真道竭力地争辩(1:3)。 "争辩 "是由希腊语 "epagonizomai "——摔跤场——翻译过来的 。这意味着,基督徒必须为辩护、持守被仇敌攻击的信仰而奋力、激烈地争辩(或译“争战”)。引人注意的是,在希腊文语法中, "争辩 "/ "争战 "这个词是用现在不定式写的。意味着信徒的争战还在继续进行。


    犹大要求信徒持守信仰是因为在当时的信徒中间有些人偷着进来。这些人是谁呢?犹大揭露他们是滥用上帝的恩,放纵情欲的不虔诚的人。他们不认独一的主宰——主耶稣基督(1:4)。显然,这些人都是偏离真道或真理的人。我们不能将上帝的恩理解成可自由放纵情欲的机会。此处的"滥用",希腊语是 "metatithemi ",意思是“变为 "; "放纵情欲 ",希腊语是 "aselgeia ",意思是在大庭广众干出无耻行为。这些 "偷着进来的人 "其实都是已得着上帝恩典的人,但他们却将上帝的恩典转换为在光天化日之下干出污行的理由或机会。更有甚者,这些人还不认那唯一的主宰和我们的主——耶稣基督。但犹大没详述他们是如何否认的。或许与《约翰一书》2:22-23提及的否认一致,但也可能不相同。显然,这种离经叛道的教义使他们的生命在上帝面前不讨祂喜悦,因此他们必定要受上帝惩罚。您是否也已真心地为持守信仰而争战?您是否已每时每刻努力摆脱情欲?[叶素心传道/张翼啸]

    7 min
  • 31 Agustus 2022 - “BERJUANG UNTUK IMAN”

    Yudas menuliskan surat ini kepada orang-orang percaya, yaitu mereka yang terpanggil, dan dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus (1:1). Tujuan penulisan surat ini adalah agar orang-orang percaya yang menerima surat ini tetap berjuang untuk mempertahankan iman (1:3). Kata "berjuang" yang dipakai oleh Yudas adalah kata dalam Bahasa Yunani epagonizomai yang berarti lapangan gulat. Kata ini menunjukkan bahwa orang percaya harus berjuang dengan kuat dan keras untuk membela, mempertahankan iman dari serangan musuh. Yang menarik, dalam tata bahasa Yunani, kata "berjuang " ini ditulis dalam bentuk present infinitive. Artinya, perjuangan orang percaya itu berlangsung secara terus-menerus.


    Yudas meminta agar orang percaya mempertahankan iman karena adanya penyusup di antara orang-orang percaya waktu itu. Siapakah para penyusup ini? Yudas mengatakan bahwa para penyusup ini adalah orang-orang fasik yang menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu mereka. Mereka menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan, yaitu Yesus Kristus (1:4). Jelas bahwa para penyusup ini adalah orang-orang yang telah menyimpang dari kebenaran. Kasih karunia Allah tidak boleh diartikan bahwa kita bebas untuk melampiaskan hawa nafsu. Kata "menyalahgunakan" adalah terjemahan dari kata metatithemi yang berarti mengubah. Kata "melampiaskan hawa nafsu " adalah terjemahan dari kata Yunani aselgeia yang berarti melakukan hal yang tercemar di depan umum. Para penyusup ini adalah orang-orang yang telah menerima kasih karunia Allah, namun mereka telah mengubah kasih karunia Allah menjadi alasan untuk melakukan kecemaran di depan umum. Bukan itu saja: Mereka juga menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita Yesus Kristus. Tidak disebutkan oleh Yudas bagaimana bentuk penyangkalan mereka. Mungkin saja penyangkalan itu sama dengan penyangkalan yang terjadi di surat 1 Yohanes 2:22-23, tetapi mungkin juga berbeda. Yang jelas, penyimpangan doktrin itu telah membuat hidup mereka menjadi tidak berkenan di hadapan Allah, dan mereka sudah pasti akan menerima hukuman Allah. Apakah Anda sudah bersungguh-sungguh ikut berjuang mempertahankan iman? Apakah Anda telah berusaha untuk selalu menjauhi hawa nafsu? [GI Wirawaty Yaputri]

    10 min
  • 30 Agustus 2022 - “PENGHALANG KASIH”

    Apa yang bisa menjadi penghalang bagi kita untuk mengasihi? Salah satu penghalang untuk mengasihi adalah kesombongan. Rasul Yohanes mengingatkan Gayus—penerima surat 3 Yohanes—tentang Diotrefes, seorang yang tampaknya berpengaruh di gereja lokal.


    Sikap Diotrefes berkebalikan bila dibandingkan denga sikap Gayus. Gayus dikenal sebagai orang yang hidup dalam kebenaran (1:3) dan  yang hidupnya diwarnai oleh kasih (1:6), sedangkan Diotrefes adalah seorang yang tidak memiliki kasih dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Diotrefes tidak mau memberi tumpangan kepada Rasul Yohanes, bahkan anggota jemaat yang memberi tumpangan kepada Rasul Yohanes ia kucilkan atau ia keluarkan dari gereja sebagai bentuk disiplin gerejawi (1:9-10), padahal orang Kristen yang melakukan pelayanan misi pada zaman itu mengandalkan tumpangan dan bantuan dari sesama orang Kristen di tempat pelayanan mereka. Rasul Yohanes memuji Gayus yang telah berbuat baik dan benar dengan memberi tumpangan kepada orang-orang Kristen yang datang ke tempat mereka (1:3-6). Orang Kristen pada masa itu pergi ke berbagai tempat untuk memberitakan Injil tanpa mengambil keuntungan apa pun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah (1:7). Hal ini berbeda dengan guru-guru dari berbagai agama lain yang mengharapkan pemberian bantuan materi dari pihak mana saja. Orang-orang Kristen seperti Gayus yang bersedia memberi tumpangan kepada orang-orang Kristen yang sedang melakukan perjalanan misi—atau sedang melakukan pekerjaan untuk kebenaran—berarti secara tidak langsung telah ikut mengambil bagian dalam pelayanan tersebut (1:8).

    Mengapa Diotrefes tidak mau memberi tumpangan kepada Rasul Yohanes dan rekan-rekan seperjalanannya? Rasul Yohanes mengatakan bahwa penyebabnya adalah Diotrefes ingin menjadi orang yang terkemuka di tengah jemaat (1:9). Celakanya, Diotrefes menyombongkan diri dengan mengecilkan, merendahkan, dan menyakiti orang lain. Ia menyombongkan diri dengan tidak mengakui seorang rasul seperti Yohanes! Kesombongan dapat membutakan mata kita, sehingga kita tidak melakukan kebenaran dan kasih. Orang yang sombong tidak mementingkan kebenaran, apalagi kasih. Yang ia pentingkan hanya bagaimana agar dirinya lebih mulia, lebih dipuji, lebih diutamakan. [GI Wirawaty Yaputri]

    8 min
  • 八月三十日 - 爱的阻拦

    什么事情阻拦我们爱他人?爱的阻拦之一是骄傲。使徒约翰提醒该犹——约翰三书的收信人——关于丢特腓,他是一位似乎在当地教会中有影响力的人。


    丢特腓的态度与该犹的态度相反。大家都知道该犹是一个活在真理中的人(1:3),他的生活充满爱(1:6),而丢特腓是一个没有爱,只顾自己的人。丢特腓不愿接待使徒约翰,甚至将接待使徒约翰的弟兄赶出教会,作为树立教会纪律的一种形式(1:9-10),但当时做宣教事奉的基督徒是靠其他基督徒的接待与帮助服事的。使徒约翰表扬该犹已行善、行公义,接待了来到他们地方的基督徒(1:3-6)。那时的基督徒去各地传福音,对于不认识上帝的人一无所取(1:7)。这与其他各种宗教的教师不同,他们期望接受各方物质上的帮助。像该犹这样愿意接待其他正在做宣教事奉的基督徒——或者说正在为真理作工的基督徒——的人实际上已经间接参与了这一事工(1:8)。

    为什么丢特腓不想接待使徒约翰和他的同工?使徒约翰说,原因是因为丢特腓想成为教会中的杰出人物(1:9)。糟糕的是,丢特腓以自我吹嘘、贬低和伤害他人来抬高自己。他通过不承认约翰为使徒而抬高自己!骄傲会蒙蔽我们的眼睛,使我们无法行善、无法爱他人。骄傲的人不在乎真理,更不在乎爱。他所关心的是如何让自己更尊贵、更受称赞、更优先。[叶素心传道/洪萍利]

    7 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…