Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 04 Agustus 2022 - “KOTA ALLAH YANG KITA NANTIKAN”

    Benteng Oranje adalah salah satu benteng yang dibangun oleh kolonial Belanda di Maluku-Ternate. Benteng ini dibangun pada abad ke-17 untuk menjadi pusat kedudukan resmi VOC di Nusantara dan pengendali monopoli perdagangan rempah-rempah. Benteng ini adalah tempat tinggal dan pusat pemerintahan gubernur VOC sebelum dipindahkan ke Batavia (Jakarta). Ketersohoran benteng Oranje kini tinggal menjadi sejarah, namun benteng itu masih ada di Ternate.


    Bangsa Israel menguasai kota Yerusalem yang dipilih sebagai tempat Raja bertahta dan tempat TUHAN berkenan berdiam di tengah umat-Nya dengan didirikannya Bait Suci pada zaman Salomo. Dalam Mazmur 87, Yerusalem disebut sebagai kota Allah, tempat Allah bertakhta dan tempat raja menjalankan hukum Tuhan atas bangsa Israel. Pemazmur menggambarkan kemuliaan Yerusalem sebagai berikut: Pertama, kota Allah ini terletak di gunung yang kudus (87:1). Kota Yerusalem bukanlah tempat yang kudus sehingga dipilih Allah, tetapi kota itu dipilih Allah, sehingga kota itu menjadi kudus. Kedua, Allah mengasihi kota itu (87:2). Apakah kota Yerusalem yang disebut di sini hanya menunjuk kepada kota Yerusalem pada masa lampau yang pernah ada dan kemudian menjadi porak poranda? Tidak! Sebutan Yerusalem itu juga menunjuk kepada kota Yerusalem Baru yang akan hadir di masa depan dan menjadi tempat Allah berdiam di tengah umat-Nya untuk selama-lamanya. Siapakah yang tinggal di kota itu? Kota Yerusalem yang lama adalah tempat tinggal bangsa Israel. Akan tetapi, kota Yerusalem yang baru akan ditempati oleh seluruh umat dari segala bangsa yang telah menerima keselamatan dari Tuhan Yesus.

    Kota Yerusalem yang lama telah beberapa kali dibangun dan kemudian runtuh, sedangkan kehadiran kota Yerusalem yang baru masih kita nantikan penggenapannya. Rasul Yohanes menuliskan sebuah penglihatan, "Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, …." (Wahyu 21:2). Penglihatan tentang Yerusalem yang baru itu dilihat oleh Rasul Yohanes di pulau Patmos. Keindahan kota Yerusalem mencerminkan kehadiran Allah yang memerintah secara abadi atas umat tebusannya. Di masa depan, orang yang diselamatkan oleh Tuhan Yesus akan tinggal untuk selama-lamanya bersama dengan Allah. Inilah sukacita yang luar biasa bagi orang percaya. Apakah Anda menantikan penggenapan janji Tuhan ini? [GI Roni Tan]

    10 min
  • 八月四日 - 我们等待的上帝之城

    奥兰治(Oranje)城堡是荷兰殖民主义者在马鲁古的特尔纳特(Maluku-Ternate)所建造的其中一座城堡。该城堡建于公元17世纪成为东印度公司(VOC)在努山答拉(Nusantara)的官方中心驻地,垄断统筹香料贸易。这座城堡是当时VOC总督官邸和荷兰殖民主义者在还未搬到巴达维亚(Batavia椰加达前身)之前的中央政府所在地。出名的奥兰治城堡如今还在特尔特纳,但已成了历史的遗产。


    以色列民统治耶路撒冷,该城被选为君王坐宝座和耶和华喜悦临格选民当中的地方;所罗门王时代在此建立起圣殿。本诗篇称耶路撒冷为上帝之城,上帝掌权作王之地,君王实行上帝律法管治以色列民。诗人描绘耶路撒冷的荣耀如下:第一,上帝之城立于圣山(87:1)。耶路撒冷非因圣洁被上帝拣选,而是蒙拣选而成为圣洁。第二,上帝爱那城(87:2)。这里所提到的是不是单指以前曾经存在,过后已七零八落的耶路撒冷?不是!耶路撒冷的名称也是指向将来必临到,上帝与子民永远同在的新耶路撒冷。谁住在那城呢?旧耶路撒冷是以色列民的居所。然而,新耶路撒冷将成为已经接受主耶稣救恩的万族万民之居所。

    旧耶路撒冷多次重建,之后陷落,而新耶路撒冷,我们还在等候它的应验。 使徒约翰写下了一个异象,"我又看见圣城新耶路撒冷由上帝那里从天而降……"(《启示录》21:2)。使徒约翰在拔摩岛看见该异象。耶路撒冷城的美表明了上帝的临格,祂永远统管所救赎的子民。蒙主耶稣拯救的人,上帝将与他们永久同在。此是信徒非凡的喜乐。您是否正在等待主应许的成就?[陈仙果传道/古建江]

    11 min
  • 八月三日 - 苦难中的呼声

    1945年宪法第34条声明,贫穷人和无依无靠的孩子由国家抚养。因此,国家不可对活在苦难中(贫穷痛苦)的百姓盖起眼睛。大卫也曾经历困苦穷乏(86:1),以及患难(86:7)。在本诗篇里,没有说明大卫何时经历如此严重的境况?然而,若我们仔细查考大卫的生平,在他生活里的许多事件让他掉进这样的状况之中,比如他被扫罗王追杀,或者亲生儿子的背叛叫他必须逃亡。当逃避扫罗王追杀时,他曾经装疯使自己能逃脱敌军的威胁。在这一切患难困苦中,大卫仍旧记念耶和华,并且不断向耶和华呼求。


    大卫在祷告中发出了他信靠耶和华的呼声。大卫表明耶和华在诸神中没有可比的(86:8),耶和华有能力在生活中行各样奇妙的事(86:10),耶和华总是能救助大卫(86:13)。以上各种表达显明大卫极为信任耶和华。大卫深信耶和华肯定有办法救他脱离苦难。对耶和华必然施助的信念不是自私的,因为对耶和华的帮助表示感恩能让耶和华得荣耀。

    一般而言,每个人都经历过患难和困苦,特别在疫情之下。疫情使生活瞬息万变,不论工作、生意、健康,或者日常活动。改变的发生有时令人觉得极端。改变会使问题接踵而至。如此的局势环境会令人灰心失去盼望。不少时候,信心软弱的基督徒会怀疑上帝的帮助。请相信,上帝不曾离开您!上帝时刻与您同在,赐给您及时的帮助。务要不厌其烦的发出仰望上帝的呼声!您是不是确信上帝能够并且愿意向您伸出援手呢?[陈仙果传道/古建江]

    11 min
  • 03 Agustus 2022 - “SERUAN DALAM KEPAPAAN”

    Pasal 34 UUD 1945 mengatakan bahwa fakir miskin dan anak—anak terlantar dipelihara oleh Negara. Jadi, negara tidak boleh menutup mata terhadap rakyat yang hidup dalam kepapaan (penderitaan, kemiskinan). Daud pun pernah mengalami keadaan sengsara dan miskin (86:1) serta kesesakan (86:7). Dalam Mazmur 86 ini, tidak dijelaskan kapan Daud mengalami kondisi yang berat ini? Akan tetapi, bila kita meneliti riwayat kehidupan Daud, banyak peristiwa dalam kehidupannya yang bisa membuat dia berada dalam situasi seperti itu misalnya saat dia di kejar-kejar oleh Raja Saul atau saat dia melarikan diri karena dikudeta oleh anaknya sendiri. Saat melarikan diri dari kejaran Raja Saul, Daud pernah harus berpura-pura menjadi orang yang tidak waras agar dirinya bisa terlepas dari ancaman pasukan musuh. Dalam semua kondisi kepapaan tersebut, Daud tetap mengingat TUHAN dan tidak henti-hentinya berseru kepada TUHAN.


    Dalam doanya, Daud menyampaikan seruan yang mengungkapkan kepercayaannya pada TUHAN. Daud menyatakan bahwa tidak ada yang bisa menyamai TUHAN (86:8), TUHAN mampu melakukan berbagai keajaiban dalam kehidupannya (86:10), TUHAN selalu sanggup menolong Daud (86:13). Berbagai ungkapan ini menunjukkan bahwa Daud amat memercayai TUHAN. Daud percaya bahwa TUHAN pasti sanggup menolong kepapaan yang dialaminya. Keyakinan akan pertolongan TUHAN itu bukanlah sikap egois karena rasa syukur atas pertolongan TUHAN itu akan membuat TUHAN dimuliakan.

    Secara umum, setiap orang pernah mengalami kondisi sulit dan menderita, khususnya pada masa pandemi  ini. Masa pandemi membuat keadaan berubah dengan sangat cepat, baik dalam hal pekerjaan, usaha, kesehatan, maupun dalam aktivitas sehari-hari. Perubahan yang terjadi kadang-kadang bisa terasa ekstrim. Perubahan itu memunculkan berbagai masalah yang bermunculan silih berganti. Situasi semacam ini bisa membangkitkan keputusasaan dan bisa membuat kita kehilangan harapan. Tidak jarang terjadi bahwa orang Kristen yang lemah imannya bisa menjadi sangsi akan pertolongan Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan Anda! Tuhan selalu menyertai Anda dan memberi pertolongan pada saat yang tepat. Jangan jemu-jemu berseru dan berharap pada Tuhan! Apakah Anda yakin bahwa Allah sanggup dan bersedia menolong Anda? [GI Roni Tan]

    11 min
  • 八月二日 - 罪人需要恩典

    以色列民已经罪大恶极,以致耶和华降下刑罚把他们从应许之地流放出去,使他们被掳到不认识耶和华的亚述和巴比伦民中。如此的境况多么羞耻啊!一方面,本日阅读经文中,诗人发出了求告的呼声,同时深信,其实,耶和华有至大的赦免,从而把赦罪恩典赐给祂的子民(85:2-3)。另一方面,诗人渴望耶和华不仅恢复子民的肉体(把他们带回应许之地,经济状况蒙复原),并且更重要的——恢复他们的灵命:子民再度对耶和华有忠诚的心,因此,子民和耶和华之间建立起亲密的关系(85:9-10)。


    显然,耶和华的恩典绝对在乎耶和华,不决定于我们的行动。为此缘故,当耶和华赐予子民恩典时,赦免他们的罪和恢复他们的状况,在此,完全基于耶和华对罪人的怜悯。当今信徒的生活也相似当时的上帝子民。在未领受主耶稣的救恩之前,我们配得上帝降下的忿怒和惩罚。然而,在主耶稣里接受的救恩,叫我们成为蒙恩得救的人。得救以后,我们是否还需要恩典呢?是!我们总是需要上帝的恩典使我们在罪恶的世界里有能力持守圣洁的生活。我们人生中丰盛的上帝恩典应该叫我们醒悟到,时刻把时间首先分别出来与上帝建立亲密的关系,让上帝干预我们生活的各个生活层面,因此,我们所思想、所计划、所决定、所实行的一切能符合圣经真理。您是否已经领受了在基督里为您预备的救赎恩典?您已经习惯了把跟耶和华建立亲密关系的时间当作优先吗?您与上帝之间的关系是不是已经影响了您的日常生活呢?[陈仙果传道/古建江]

    11 min
  • 02 Agustus 2022 - “PENDOSA MEMERLUKAN ANUGERAH”

    Umat Israel telah sangat berdosa, sehingga TUHAN menghukum dengan membuang mereka dari Tanah Perjanjian serta membuat mereka menjadi tawanan bangsa Asyur dan bangsa Babel yang tidak mengenal TUHAN. Kondisi seperti ini sangat memalukan! Di satu sisi, dalam bacaan Alkitab hari ini, pemazmur memunculkan seruan permohonan sekaligus keyakinan bahwa sebenarnya, TUHAN adalah Maha Pengampun, sehingga Ia memberi pengampunan pada umat-Nya (85:3-4). Di sisi lain, pemazmur merindukan pemulihan yang TUHAN lakukan atas umat-Nya yang bukan hanya sekadar pemulihan secara fisik (dikembalikan ke Tanah Perjanjian, kehidupan ekonomi dipulihkan), tetapi juga—yang lebih penting—pemulihan secara rohani: umat kembali memiliki kesetiaan secara rohani di hadapan TUHAN, sehingga terjalin relasi yang intim antara umat dengan TUHAN (85:10-11).


    Jelas bahwa anugerah TUHAN itu secara mutlak tergantung pada TUHAN saja, sama sekali tidak ditentukan oleh tindakan kita. Oleh karena itu, saat TUHAN memberi anugerah kepada umat Israel, yaitu mengampuni dan memulihkan kondisi mereka, hal itu sepenuhnya berdasarkan pada belas kasihan TUHAN atas orang berdosa. Kehidupan orang percaya pada masa kini juga serupa dengan kehidupan umat TUHAN pada masa lampau. Sebelum menerima anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus, kita adalah orang yang sepatutnya menerima murka dan hukuman Allah. Akan tetapi, anugerah yang kita terima di dalam Tuhan Yesus membuat kita menjadi orang yang diselamatkan. Lalu, setelah kita diselamatkan, apakah kita masih memerlukan anugerah? Ya!  kita selalu memerlukan anugerah Allah yang akan memampukan kita menjalani kehidupan yang kudus di dunia yang berdosa ini. Anugerah Allah yang melimpah dalam hidup kita seharusnya menyadarkan kita untuk selalu memprioritaskan waktu guna menjalin relasi yang intim dengan TUHAN dan melibatkan TUHAN dalam seluruh aspek kehidupan kita, sehingga apa yang kita pikirkan, apa yang kita rencanakan, apa yang kita putuskan, dan apa yang kita lakukan, semuanya sesuai dengan kebenaran firman Allah. Apakah Anda telah menerima anugerah pengampunan yang tersedia di dalam Kristus itu? Apakah Anda telah membiasakan diri untuk memprioritaskan waktu guna menjalin relasi yang intim dengan TUHAN? Apakah relasi Anda dengan TUHAN telah mempengaruhi kehidupan Anda sehari-hari? [GI Roni Tan]

    9 min
  • 八月一日 - 渴慕上帝

    您曾否听过有人说,"刚才听道时,因讲员的声音太过平坦,我差不多睡着了。在那间教会做礼拜我什么都没得着。"如此的回应在崇拜过后经常听到。此种回应合理吗?是否显示出对崇拜有误解?本日阅读经文中,可拉后裔的诗篇表现出有来到上帝家敬拜的激情。可拉后代的态度跟其祖先,即可拉本身作比较显得格外悬殊。可拉曾经参与煽动250名以色列首领反抗摩西的领导,因而耶和华刑罚他们(《民数记》16)。务要感恩,可拉族——可拉的后代——没有被耶和华灭绝,甚至赐给他们事奉耶和华的机会。《诗篇》84篇表达了可拉后裔在事奉耶和华中的渴慕和喜乐。


    本诗篇其中最出名的经节即第10节。诗人表明,在上帝的院宇住一日或在上帝殿中看门,胜过在别处或在恶人帐棚住千日。即便在别处或在恶人帐篷可以令人感到舒服,由于在那里叫人得到肉体的满足和属物质的利益,诗人更选择住在圣殿里或者更亲近耶和华。 诗人——可拉后裔——把自己置于帐幕或会幕事奉者的地位(《历代志上》9:19)。他们相信耶和华。因此,他们忠心执行交给他们的所有任务。即使看起来微不足道的看门任务,他们享受此项任务。该任务叫他们更亲近上帝。

    您是否相信耶和华?您曾否参加过崇拜会中的事奉?您是不是能够享受在崇拜事奉里跟上帝团契?您是否愿意选择更注重与上帝建立关系比起选择过舒服的生活满足自己的情欲?身为已获得救赎恩典的人,我们理当把在敬拜和日常生活中与上帝建立关系作为最首要的![陈仙果传道/古建江]

    10 min
  • 01 Agustus 2022 - “MERINDUKAN ALLAH”

    Pernahkah Anda mendengar orang berkata, "Tadi, saya hampir tertidur saat mendengarkan khotbah karena suara pengkhotbah datar. Saya tidak mendapat manfaat apa pun dalam ibadah di gereja itu." Respons semacam itu sering terdengar setelah ibadah usai. Apakah respons semacam itu wajar? Apakah respons semacam itu memperlihatkan adanya kekeliruan dalam memahami ibadah? Mazmur bani Korah dalam bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan adanya gairah untuk hadir di rumah Tuhan. Sikap bani korah ini kontras dengan sikap leluhur mereka, yaitu Korah. Korah pernah ikut mempengaruhi 250 orang pemimpin umat Israel untuk memberontak terhadap kepemimpinan Musa, sehingga TUHAN menghukum mereka (Bilangan 16). Syukurlah bahwa bani Korah—keturunan Korah—tidak dimusnahkan TUHAN, bahkan mereka diberi kesempatan untuk melayani TUHAN. Mazmur 84 mengungkapkan kerinduan dan sukacita bani Korah dalam melayani TUHAN.


    Salah satu ayat paling terkenal dalam Mazmur 84 adalah ayat 11. Pemazmur mengungkapkan bahwa lebih baik satu hari di pelataran atau di ambang pintu rumah Allah daripada seribu hari di tempat lain atau di kemah orang fasik. Walaupun tempat lain atau kemah orang fasik bisa terasa menyenangkan karena di sana bisa menjadi tempat memuaskan keinginan daging dan bisa memberi keuntungan materi, pemazmur lebih memilih untuk berada di rumah TUHAN atau berada di dekat TUHAN. Pemazmur—yakni bani Korah—memosisikan diri sebagai pelayan di Kemah Suci atau Kemah Pertemuan (1 Tawarikh 9:19). Mereka memercayai TUHAN. Oleh karena itu, mereka setia melakukan semua tugas yang diserahkan kepada mereka. Walaupun tugas sebagai penjaga pintu tampak sepele, bani Korah menikmati tugas tersebut. Tugas itu membuat mereka lebih dekat dengan TUHAN.

    Apakah Anda memercayai TUHAN? Apakah Anda pernah ikut melayani dalam suatu ibadah? Apakah Anda bisa menikmati persekutuan dengan Tuhan saat Anda melayani dalam ibadah? Apakah Anda bersedia memilih untuk lebih mengutamakan relasi dengan Tuhan daripada menikmati kesenangan hidup untuk memuaskan keinginan daging Anda? Sebagai orang yang telah memperoleh anugerah keselamatan, seharusnya kita mengutamakan relasi dengan Tuhan yang harus dijalin dalam ibadah dan dalam kehidupan sehari-hari! [GI Roni Tan]

    12 min
  • 31 Juli 2022 - “MENGANDALKAN ALLAH”

    Apakah Anda pernah menghadapi persoalan yang terasa amat berat, sehingga Anda merasa tidak mungkin sanggup menghadapinya? Saat Anda berada dalam keadaan semacam itu, apa yang akan Anda lakukan? Dalam mazmur yang kita baca hari ini, umat Israel sedang berhadapan dengan koalisi yang amat besar, yang terdiri dari orang Edom, Ismael, Moab, Hagar, Gebal, Amon, Amalek, Filistea, Tirus, dan Asyur (83:7-9). Jelas bahwa koalisi yang sedemikian besar itu amat berat untuk dihadapi. Dalam situasi semacam itu, Asaf mengajak segenap umat Israel untuk mencari pertolongan pada Allah. Mereka menyebut koalisi tersebut sebagai musuh-musuh Allah dan pembenci Allah (83:3). Sebutan itu tepat karena musuh-musuh mereka menganggap tanah yang mereka tempati sebagai "tempat-tempat kediaman Allah" (83:13). Mereka berdoa agar Allah bertindak sama seperti yang pernah terjadi pada zaman Debora (83:10; bandingkan dengan peristiwa yang dicatat pada Hakim-hakim 4:6-22, 7:1-23) dan pada zaman Gideon (83:12; bandingkan dengan peristiwa yang dicatat pada Hakim-hakim 7:25, 8:12). Perlu diperhatikan bahwa hukuman yang diharapkan menimpa musuh-musuh bangsa Israel itu dimaksudkan "supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN, Yang Mahatinggi atas seluruh bumi." (83:19).


    Mazmur yang kita baca hari ini mengajarkan tiga hal yang amat penting: Pertama, sejarah bangsa Israel memperlihatkan bahwa Allah peduli terhadap umat-Nya. Perlakuan jahat terhadap umat Allah bisa dipandang sebagai perlakuan jahat terhadap Allah, sehingga merupakan hal yang wajar bila umat Allah berlindung pada Allah saat menghadapi ancaman. Kedua, bila Allah membela umat-Nya, koalisi musuh sebesar apa pun tidak perlu ditakuti karena kemampuan koalisi musuh itu tidak berarti apa-apa dibandingkan kekuatan Allah. Ketiga, umat Allah seharusnya mengutamakan kemuliaan Allah, bukan keagungan diri mereka sendiri.

    Bila Anda telah percaya kepada Tuhan Yesus, Anda telah menjadi anggota tubuh Kristus, sehingga Anda berada dalam keadaan aman karena Anda diawasi dan dilindungi oleh Yesus Kristus dan Allah Bapa (Yohanes 10:28-29). Apakah Anda telah percaya kepada Kristus? Saat Anda menghadapi persoalan berat yang membuat Anda sangat kuatir, apakah Anda berlindung kepada Kristus? [GI Purnama]

    11 min
  • 七月卅一日 - 仰赖上帝

    您曾否面对极度沉重的难题、心神恍惚无力面对?身处窘境,您会如何回应呢?今天所读的《诗篇》讲到以色列百姓面临威猛的联盟军,那就是以东、以实玛利、摩押、夏甲、迦巴勒、亚扪、亚玛力、非利士、推罗和亚述结盟的大军团(83:6-8)。实在的、这么庞大的阵容确实难以抵御。正值非常时期,亚萨召唤全体以色列百姓寻求耶和华上帝的帮助。他们号称这队联盟军为上帝的仇敌、憎恨上帝之辈(83:2)。这样的称呼很精准、乃因为这些敌人宣称他们脚踏之地的产业乃是“上帝的住处”(83:12)。他们祈求上帝再次大显作为、再现往日在底波拉(83:9;参考《士师记》4:6-22,7:1-23的史记)和基甸时期(83:11;参考《士师记》7:25,8:12史记)的大能奇事。务必留意,上帝惩罚敌人的用意乃为了“使他们知道:惟独你名为耶和华的,是全地以上的至高者!”(83:18)。


    这篇《诗篇》教导我们三件要事:第一,以色列民摘录的的历史显明上帝关顾祂的子民。恶待上帝百姓的作风等于恶待上帝,所以上帝百姓在急难时投奔上帝是天经地义的事。第二,只要上帝维护祂子民、不论多彪悍的联盟军团都无需畏惧之,因为联军的威力比不上上帝的大能力。第三,上帝的百姓应当以尊荣上帝为首、而不是自寻虚荣。

    您一旦相信了主耶稣、您就是基督身子的一员,因此您在耶稣基督与父上帝的监管和保护下全然安全无恙(《约翰福音》10:28-29)。您是否已经信靠基督呢?当难题紧迫、忧心忡忡时,您是否寻求基督的庇护呢?[邱隆泰传道/胡敏慧]

    7 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…