Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 五月廿一日 - 相信上帝仍然作工

    眼前罪孽大行其道,而上帝却似乎保持沉默,哈巴谷先知的心非常纠结。为何上帝放任那些听过祂的话但却又把祂的旨意当作耳边风的人们呢?那些人颠倒上帝的真理欺哄他人,又为何能在社会上受到尊重呢?放任他们大行不义为所欲为到几时呢?为何上帝要使哈巴谷先知目睹此等罪孽横行并奸恶满贯呢?(1:2-3)。


    先知为眼前犹大民的困境感到很揪心,他们活在毁灭当中,恶人向义人施行强暴欺压。因为呈现恶人欺压义人的情况,所以法律松懈,公理也不存在了(1:4)。这种一片混乱是约雅斤王治政期间的情况(主前609-598)。在此之前,犹大国在约西亚王的治理下进行了重大改革。不幸的是,改革没有持续下去。犹大人又重蹈覆辙过犯罪生活。

    先知今天的经文中提出的问题并非意味他对上帝表示质疑,相反地表现出他有活泼的信仰。他坦诚地道出心声也愿意与上帝一起经历这个变革改善的过程。他一边心中挣扎着目睹犹大人如何不理耳边上帝真理规劝一味顽固不愿悔改,甚至变本加厉地背道,一边上帝又似乎就这样不动声色。当上帝宣布要兴起一个更加邪恶的外邦人——就是迦勒底人——来惩罚犹大国时,他更倍感内心的挣扎了(1:5-11)。先知质疑上帝的公义(1:12-17),但他学会相信上帝仍然在作工。有这句话说,"因为 …… 我行一件事 ……,我必兴起迦勒底人。"(1:6)表明上帝的工作方式绝非祂的仆人所能参透的。

    本日经文解释说,上帝是不会对发生在祂子民身上的事情保持沉默的。即使方法令人困惑难解和教人内心挣扎,上帝还是不断做工。记住主耶稣所说的,"我父作工至到如今"(《约翰福音》5:17)。作为信徒,当上帝的工作方式令人困惑时,例如在这场似乎无休止的疫情期间,您是否仍然相信上帝会继续为我们的好处作工吗?通过已经大幅度改变全世界各地社会状况的疫情,你是否仍然相信上帝拥有祂美善的计划吗?[Jumaria Chandra传道/孙茵]

    10 min
  • 21 Mei 2022- “PERCAYA BAHWA ALLAH TETAP BEKERJA”

    Nabi Habakuk bergumul saat melihat terjadinya kejahatan, tetapi Allah seperti berdiam diri saja.  Mengapa Allah membiarkan saja orang-orang yang telah mendengar firman Tuhan, tetapi tidak peduli terhadap kehendak-Nya. Mengapa mereka yang memutarbalikkan firman Tuhan dan menipu bisa dihormati dalam masyarakat? Sampai kapan mereka dibiarkan melakukan ketidakadilan? Mengapa Allah membiarkan Nabi Habakuk melihat kejahatan dan kelaliman? (1:2-3).


    Sang Nabi bergumul saat melihat keadaan umat Yehuda yang hidup dalam kejahatan dan menindas sesamanya. Hukum tidak berdaya dan keadilan menghilang karena orang fasik menindas orang benar (1:4). Masa yang kacau itu adalah masa pemerintahan Raja Yoyakim (609-598 BC). Sebelum masa itu, terjadi reformasi besar-besaran saat Kerajaan Yehuda berada di bawah pemerintahan raja Yosia. Sayangnya, reformasi tidak berlanjut. Umat Yehuda kembali hidup dalam dosa.

    Pertanyaan Sang Nabi dalam bacaan Alkitab hari ini bukan berarti bahwa ia meragukan Allah, melainkan bahwa ia memiliki iman yang hidup. Ia jujur dan mau menjalani proses bersama Allah untuk menjadi lebih baik. Ia bergumul melihat umat Yehuda yang mendengarkan firman Tuhan, namun tidak kunjung bertobat, bahkan semakin murtad, dan Allah seperti membiarkan saja. Ia makin bergumul ketika Allah menyatakan bahwa Ia akan membangkitkan bangsa kafir yang lebih jahat, yaitu bangsa Kasdim, untuk menghukum bangsa Yehuda (1:5-11).  Sang Nabi mempertanyakan keadilan Tuhan (1:12-17), namun ia belajar memercayai bahwa Allah tetap bekerja.  Kalimat "sebab, sesungguhnya, Akulah yang membangkitkan orang Kasdim," (1:6) menunjukkan bahwa Allah bekerja dalam cara yang sulit dipahami oleh hamba-Nya.

    Bacaan Alkitab hari ini menjelaskan bahwa Allah tidak berdiam diri atas apa yang terjadi pada umat-Nya. Ia tetap bekerja walaupun caranya membingungkan dan membangkitkan pergumulan. Ingatlah perkataan Tuhan Yesus, "Bapaku bekerja sampai sekarang" (Yohanes 5:17). Sebagai orang percaya, apakah Anda yakin bahwa Allah tetap bekerja untuk kebaikan kita saat cara kerja Allah terasa membingungkan seperti pada masa pandemi yang belum kunjung berakhir ini? Apakah Anda meyakini bahwa Allah memiliki rencana yang baik melalui pandemi yang telah mengubah kondisi sosial masyarakat di seluruh dunia ini? [GI Jumaria Chandra]

    9 min
  • 五月二十日 - 反思对尼尼微的惩罚

    亚述国的军兵骁勇善战,军械齐全足以制伏敌人(2:3-5),他们自信满满,攻城掠地,所向披靡(2:5-6)。亚述国的辉煌战果使列邦战兢、害怕(2:10)。


    当约拿先知传达上帝的警告时,亚述人在上帝面前谦卑下来(《约拿书》3)。然而,大约一个世纪之后,他们重新行恶。这可能是因为他们克敌制胜并掳掠了许多战利品而增添了财富(2:9),加上他们的强盛使列邦惧怕,导致他们忘记了他们的祖先曾在上帝面前悔罪。结果,上帝与他们为敌(2:13)。亚述国无能为力了(3:13-17)。他们在列邦面前蒙羞,成为笑谈(3:5-6)。亚述国的首领们不带领百姓走向正道,结果他们彻底崩溃了(3:18-19)。

    尽管我们并非亚述人,我们从未攻打别国,也不曾对别人施与暴力,但我们或许会行出别种形式的恶事,所以,我们仍然有必要借鉴亚述人的遭遇,进行自我检讨。想一想,我是否曾对人不义?我是否曾口出恶言,伤害了别人?我是否曾跪拜偶像或假神?我是否曾将上帝置于我生命中的次要地位?请记住,我们可能都会面对将金钱、权力、成就、成为社交媒体上的被追随者和被喜欢者的欲望置于首位的诱惑,甚至还会过度看重自己,把上帝看成是次要的。视为比上帝更为重要的事物已成为今代人的偶像。上帝是公义的,祂恨恶罪恶,因此,我们要悔改,全心全意执行祂的旨意,因为基督已用祂的宝血救赎了我们。[王国贤牧师/张翼啸]

    7 min
  • 20 Mei 2022 - “REFLEKSI PENGHUKUMAN TERHADAP NINIWE”

    Bangsa Asyur memiliki pasukan yang tangkas dengan perlengkapan perang yang sangat memadai untuk menaklukkan musuh (2:3-5). Mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan berhasil mengalahkan kota demi kota dan wilayah demi wilayah (2:5-6). Bangsa Asyur—dengan segala kegemilangannya—telah membuat banyak bangsa merasa takut dan gentar menghadapi mereka (2:10).


    Ketika Nabi Yunus menyampaikan teguran Allah, Bangsa Asyur merendahkan diri di hadapan Allah (lihat Yunus 3). Akan tetapi, kurang lebih satu abad kemudian, mereka kembali melakukan kekejian. Mungkin, keberhasilan mengalahkan musuh dan menambah kekayaan melalui barang jarahan (2:9), serta kejayaan—yang membuat mereka ditakuti oleh bangsa-bangsa lain—membuat mereka lupa akan pertobatan yang pernah dilakukan oleh leluhur bangsa mereka. Sebagai akibatnya, Allah menjadi lawan bagi mereka (2:13). Asyur sama sekali tak berdaya (3:13-17). Mereka dipermalukan di hadapan bangsa-bangsa lain, dan mereka menjadi bahan olok-olokan (3:5-6). Para pemimpin Asyur tidak memimpin bangsa itu ke arah yang benar, sehingga mereka mengalami kehancuran total (3:18-19).

    Walaupun kita bukan orang Asyur, kita tidak pernah memerangi bangsa-bangsa lain, dan kita tidak pernah berlaku kejam secara fisik terhadap orang lain, bisa saja kita melakukan kejahatan dalam bentuk yang berbeda. Oleh karena itu, kita tetap perlu memeriksa diri sendiri berdasarkan perenungan terhadap apa yang dialami oleh bangsa Asyur. Apakah Anda pernah berlaku tidak adil terhadap orang lain? Apakah Anda pernah melontarkan perkataan yang membuat orang lain menjadi sakit hati? Apakah Anda pernah menyembah illah atau dewa? Apakah Anda pernah menomorduakan TUHAN dalam hidup Anda? Ingatlah bahwa kita bisa menghadapi godaan untuk mengutamakan uang, kuasa, prestasi, follower dan likes di media sosial. Bahkan, kita bisa menjadi terlalu mengutamakan diri sendiri, sehingga TUHAN menjadi nomor dua dalam hidup Anda. Hal-hal yang lebih diutamakan daripada Allah merupakan berhala masa kini. Allah itu adil dan Ia membenci dosa. Oleh karena itu, bertobatlah dan marilah kita dengan sepenuh hati melakukan kehendak-Nya, sebab kita telah ditebus oleh Kristus dengan darah yang mahal. [Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono]

    8 min
  • 19 Mei 2022 - “MENGENAL ALLAH YANG SEJATI”

    Ketika membaca Kitab Nahum, mungkin kita akan terkejut saat ayat kedua menyatakan bahwa Allah adalah Pribadi yang Cemburu dan Pembalas (1:2). Allah dinyatakan sebagai Sang Pembalas dengan amarah yang membara. Allah menyimpan kemarahan kepada para lawan-Nya (1:2). Walaupun selanjutnya dikatakan bahwa Allah itu panjang sabar (1:3), tetapi ayat itu lalu dilanjutkan dengan uraian yang mengungkapkan bahwa Allah yang mahakuasa itu tidak sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman (1:3). Allah itu mahakuasa dan kuasa-Nya yang dahsyat mengguncangkan semua ciptaan (1:5). Tidak ada yang dapat bertahan di hadapan murka-Nya (1:6), termasuk penduduk Niniwe yang "terbabat dan mati binasa" (1:12). Berbagai bentuk illah dan simbol penyembahan kepada dewa Asyur akan dihancurkan (1:14). Hal ini menunjukkan bahwa kuasa Allah melampaui segala sesuatu.

    Kontras dengan nubuat kepada penduduk Niniwe, kepada umat Israel dinyatakan bahwa akan ada pemulihan (2:2). TUHAN menyatakan diri sebagai Pribadi yang Baik, Tempat Perlindungan (1:7), Pemberita damai sejahtera (1:15). Bila kita hanya membaca kitab Nahum, seolah-olah penghukuman Allah hanya bagi bangsa Niniwe atau bangsa bukan Yahudi. Berdasarkan tulisan dari R.K. Harrison dalam bukunya, Introduction to the Old Testament, Kitab Nahum ditulis antara tahun 664-612 sebelum Kristus (halaman 927). Pada saat itu, Kerajaan Samaria atau Israel Utara, telah dihancurkan oleh bangsa Asyur sebagai akibat ketidaktaatan mereka kepada Allah (2 Raja-raja 15:27-31). Jadi, Kerajaan Israel Utara dihukum oleh Allah melalui tangan bangsa Asyur. Pada waktu-Nya, bangsa Asyur sendiri akan mengalami penghukuman dari Allah karena kejahatan yang mereka lakukan.

    Melalui perikop yang kita renungkan hari ini, kita diajak untuk mengenal Allah secara seimbang. Pada umumnya, orang Kristen sangat menyukai pengajaran tentang Allah yang Mahakasih, Maha Pengampun, dan Pemberi Berkat. Akan tetapi, kita sering tidak mengindahkan sifat Allah yang adil dan sangat membenci dosa. Apakah pengenalan Anda akan Allah telah seimbang? Allah membenci perbuatan dosa, tetapi Dia mengasihi pribadi pendosa seperti kita. Apakah Anda masih terus berjuang untuk menanggalkan perbuatan dosa dan menaati firman-Nya? Kiranya TUHAN menolong kita semua! [Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono]

    9 min
  • 五月十九日 - 识真神上帝

    翻阅《那鸿书》,读到第一章第2节经文说道"耶和华是忌邪施报的上帝"时,我们可能会感到很吃惊。上帝被说成是大有忿怒的施报者,"向祂的仇敌怀怒"(1:2)。虽然在第3节里说上帝不轻易发怒,但在同一节里又说道上帝"大有能力,万不以有罪的为无罪。"上帝有无限量的大能,其令人可畏的大能震撼所有受造物(1:5),第6节说道"祂发忿恨,谁能立得住呢?"尼尼微居民也不例外,他们"被剪除,归于无有"(1:12)。亚述人的各种神明和偶像必被砸碎(1:14)。这表明上帝的大能凌驾一切。


    与对尼尼微居民说的预言正好相反,上帝宣称以色列民必得复兴(2:2)。祂表明自己"本为善"又"为人的保障"(1:7)而且是"报好信传平安"的(1:15)。如果我们单单阅读《那鸿书》,就会觉得上帝似乎只惩罚尼尼微人或其他外邦人。R.K.Harrison在其著作《旧约导论》(Introduction to the Old Testament)中说,《那鸿书》写于主前664年-612年间(第927页)。当时,撒马利亚或北以色列国因为悖逆上帝而被亚述人消灭了(《列王纪下》15:27-31),也就是说,北以色列国被上帝所使用的亚述人惩罚了,而亚述人因为行恶,也将被上帝惩罚。

    通过今天所思想的经文,我们要从两方面来平衡地认识上帝。基督徒普遍都喜读关于上帝有大爱、广行赦免并赐恩福的教导,而常无视上帝公义、嫉恶如仇的特质。您对上帝的认识平衡了吗?上帝恨恶罪恶,但祂爱像你我这样的罪人。您是否还在继续努力脱离罪恶,遵行祂的道?愿主帮助我们大家![王国贤牧师/张翼啸]

    6 min
  • 18 Mei 2022 - “PENGAMPUNAN ALLAH”

    Ketika seseorang percaya kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima dia kembali. Dosa yang sangat besar seringkali membuat seseorang merasa bahwa Allah belum sepenuhnya mengampuni dosanya, dan ia tidak menemukan damai sejahtera. Namun, masalah yang sebenarnya, bukan pada seberapa besar dosa kita, tetapi pada seberapa besar anugerah pengampunan Allah. Jika anugerah pengampunan Allah kecil, maka dosa kecil pun tidak dapat diampuni. Namun belas kasihan dan kemurahan Allah memang melampaui segala sesuatu. Kasih-Nya besar tidak terkira, sehingga seburuk apapun dosa-dosa kita, kita dapat diampuni. Mikha tahu bahwa Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahan umat-Nya, dan membuang segala dosa umat-Nya ke dalam tubir laut (7:19). Oleh karena itu, Mikha mengajar umat Israel untuk memikul kemarahan TUHAN, dan menanti sampai Allah memulihkan keadaan mereka (7:9). Umat Allah harus bersabar menghadapi musuh-musuh maupun orang-orang yang mencela mereka saat mereka menanggung hukuman, karena ada waktunya mereka akan dipulihkan, dan musuh-musuh mereka akan menanggung malu (7:10).


    Walaupun Allah mau mengampuni dosa kita, kita perlu belajar untuk menanggung konsekuensi dari dosa yang kita lakukan, sehingga kita bisa memahami bahwa dosa itu memiliki konsekuensi yang berat. Selanjutnya, kita perlu belajar untuk hidup bergantung kepada Roh Kudus dan menjauhi dosa. Ada orang yang melakukan dosa, namun tidak mau menanggung akibat dari dosa tersebut. Ia berusaha untuk menghindar, melupakan, mengabaikan, dan tidak mau meminta pengampunan atas dosa-dosa yang ia lakukan. Sebagai contoh, ada seorang pebisnis yang menipu partner atau rekan bisnisnya, dan ia tidak mau mengaku. Ia secara mati-matian menyangkal perbuatannya. Ada pula karyawan yang melakukan korupsi, namun tidak mau mengaku dan terus menyangkal perbuatannya. Bila kita tidak mau mengaku dosa karena tidak mau menerima konsekuensi dari dosa itu, kita tidak akan mengalami pengampunan dan damai sejahtera. Kita akan terus hidup dikuasai oleh dosa, dan dosa yang satu akan melahirkan dosa yang berikutnya. Bila kita bersedia mengakui dosa kita, Allah yang setia dan adil itu akan mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:9). [GI Wirawaty Yaputri]

    8 min
  • 五月十八日 - 上帝的赦免

    当一个人相信上帝时,他必须相信上帝已经赦免了他的罪孽并接受了他。一个非常大的罪往往让人觉得上帝没有完全赦免他的罪,使他找不到平安。然而,真正的问题不是我们的罪有多大,而是上帝赦免的恩典有多大。如果上帝宽恕的恩赐很小,那么即使是小罪也无法得到宽恕。但上帝的怜悯和恩典确实胜过一切。祂的爱是无法测度,所以无论我们的罪有多么严重,都可以得到赦免。弥迦知道上帝会赦免祂子民的罪孽,并将祂子民的一切罪都投于深海(7:19)。因此,弥迦教导以色列人忍受耶和华的恼怒,等候上帝恢复他们的光景(7:9)。上帝的子民必须对他们的敌人以及在他们遭受惩罚时责备他们的人保持耐心,因为他们迟早会恢复,他们的敌人会感到羞耻(7:10)。

    即使上帝愿意赦免我们的罪,我们也需要学会承担我们所犯的罪的后果,这样我们才能明白罪的后果是严重的。接下来,我们需要学习依靠圣灵远离罪恶。有些人犯了罪,但不想承担罪的后果。他试图避免、忘记、忽视,也不想为他所犯的罪请求宽恕。例如,有一个商人欺骗他的合作伙伴或商业伙伴,他不想承认。他坚决否认自己的所作所为。也有员工贪污,但不愿承认,继续否认自己的行为。如果我们不想承认自己的罪,因为我们不想接受罪的后果,我们将不会体验到宽恕与平安。我们将继续活在罪权之下,一个罪会产生下一个罪。如果我们愿意承认我们的罪,那信实而公义的上帝会赦免我们的罪,洗净我们一切的不义(《约翰一书》1:9)。[叶素心传道/林玉琴]

    7 min
  • 17 Mei 2022 - “YANG DIKEHENDAKI ALLAH”

    Situasi dalam bacaan Alkitab hari ini bagaikan sebuah ruang sidang pengadilan. Allah mengajukan tuntutan yang adil kepada umat-Nya, dan keadilan Allah itu membuat Ia memberikan kesempatan kepada umat-Nya untuk membela diri. Allah ingin mendengar jawaban yang hendak dikemukakan oleh umat Israel atas tuduhan yang Allah kemukakan kepada mereka. Allah tidak pernah berlaku semena-mena. Umat Israel boleh menyampaikan pembelaan diri. Allah mengundang saksi-saksi (6:1-2) untuk mengemukakan fakta sebenarnya yang bersifat tidak memihak. Oleh karena itu, tuntutan Allah terhadap umat-Nya itu bersifat sah dan tidak semena-mena.


    Allah memulai "persidangan" itu dengan mengajukan pertanyaan kepada umat-Nya, "Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku!" (6:3). Ia meminta tanggapan umat-Nya atas apa yang telah Ia perbuat kepada mereka. Apakah ada perlakuan Allah yang tidak baik kepada umat Israel? Allah meminta orang Israel untuk mengajukan keberatan jika mereka menganggap Allah telah melakukan hal yang tidak benar. Ada versi Alkitab dalam bahasa Inggris yang mengganti perkataan "Jawablah Aku!" dengan perkataan yang bernuansa sidang pengadilan, "Bersaksilah melawan Aku!" (NKJV). Allah menyampaikan tantangan itu karena Ia tidak pernah merugikan umat Israel. Ia selalu melakukan apa yang baik dan benar. Ia menebus mereka dari tempat perbudakan di Mesir, lalu menuntun mereka untuk memasuki Tanah Perjanjian. Ia memberkati orang Israel saat Balak meminta Bileam mengutuk orang Israel. Allah mengubah kutuk menjadi berkat (6:4). Akan tetapi, pembelaan diri orang Israel memperlihatkan bahwa mereka salah duga. Mereka merasa bahwa tuntutan Allah terlalu banyak. Mereka mengira bahwa Allah menginginkan ribuan domba jantan dan puluhan ribu curahan minyak, bahkan mereka mengira bahwa Allah baru berkenan bila mereka mempersembahkan anak sulung mereka (6:6-7). Mereka berpikir bahwa Allah dapat disogok dengan berbagai macam ritual dan korban bakaran. Namun, Allah menjawab bahwa yang Ia kehendaki adalah agar mereka berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan-Nya (6:8). Inilah yang Allah inginkan dalam hidup kita karena Ia telah menebus kita dari maut. [GI Wirawaty Yaputri]

    10 min
  • 五月十七日 - 上帝的意願

    本日阅读经文所描述的情景就像法庭上的审判似的。上帝要与祂的子民争辩。因为上帝的争辩是公义的,因此上帝就给祂的子民辩护自己的机会。上帝想听到以色列人与上帝争辩的答案。上帝从不肆意妄为。以色列人可以辩护自己。上帝也请了见证人(6:1-2)揭示不偏不倚的事实。因此,上帝与祂子民的争辩是有效的,而不是肆意妄为的。


    上帝通过对祂子民的一个问题开始"庭审":"我的百姓阿,我向你做了什么呢?我在什么事上使你厌烦?你可以对我证明。"(6:3)。上帝要求他的子民回应祂为他们所做的一切。上帝是否亏待了以色列人?如果以色列人认为上帝做了不义的事,上帝请他们证明。有一个英语圣经的版本把"回答我!"改用审判法庭的用语"作证反对我!"(NKJV) 上帝挑战祂的子民,因为祂从不亏待以色列人。祂总是对他们行善、行公义的事。祂将他们从奴仆之家——埃及——领出来,然后带领他们进入应许之地。在巴勒请巴兰诅咒以色列人时,上帝则祝福以色列人。上帝将诅咒变为祝福(6:4)。然而,以色列人的辩护表明他们是误会了。他们认为上帝的要求太多了。他们认为上帝喜悦千千的公羊或万万的油河,他们甚至认为只有献上自己的长子,上帝才会喜悦(6:6-7)。他们认为可以用各种仪式和燔祭来贿赂上帝。然而,上帝回答说,祂所要的是他们行公义,好怜悯,存谦卑的心,与上帝同行(6:8)。这也是上帝在我们生活中想要的,因为他已经从死亡中救赎了我们。[叶素心传道/洪萍利]

    6 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…