
Sign up to save your podcasts
Or


眼前罪孽大行其道,而上帝却似乎保持沉默,哈巴谷先知的心非常纠结。为何上帝放任那些听过祂的话但却又把祂的旨意当作耳边风的人们呢?那些人颠倒上帝的真理欺哄他人,又为何能在社会上受到尊重呢?放任他们大行不义为所欲为到几时呢?为何上帝要使哈巴谷先知目睹此等罪孽横行并奸恶满贯呢?(1:2-3)。
Nabi Habakuk bergumul saat melihat terjadinya kejahatan, tetapi Allah seperti berdiam diri saja. Mengapa Allah membiarkan saja orang-orang yang telah mendengar firman Tuhan, tetapi tidak peduli terhadap kehendak-Nya. Mengapa mereka yang memutarbalikkan firman Tuhan dan menipu bisa dihormati dalam masyarakat? Sampai kapan mereka dibiarkan melakukan ketidakadilan? Mengapa Allah membiarkan Nabi Habakuk melihat kejahatan dan kelaliman? (1:2-3).
亚述国的军兵骁勇善战,军械齐全足以制伏敌人(2:3-5),他们自信满满,攻城掠地,所向披靡(2:5-6)。亚述国的辉煌战果使列邦战兢、害怕(2:10)。
Bangsa Asyur memiliki pasukan yang tangkas dengan perlengkapan perang yang sangat memadai untuk menaklukkan musuh (2:3-5). Mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan berhasil mengalahkan kota demi kota dan wilayah demi wilayah (2:5-6). Bangsa Asyur—dengan segala kegemilangannya—telah membuat banyak bangsa merasa takut dan gentar menghadapi mereka (2:10).
Ketika membaca Kitab Nahum, mungkin kita akan terkejut saat ayat kedua menyatakan bahwa Allah adalah Pribadi yang Cemburu dan Pembalas (1:2). Allah dinyatakan sebagai Sang Pembalas dengan amarah yang membara. Allah menyimpan kemarahan kepada para lawan-Nya (1:2). Walaupun selanjutnya dikatakan bahwa Allah itu panjang sabar (1:3), tetapi ayat itu lalu dilanjutkan dengan uraian yang mengungkapkan bahwa Allah yang mahakuasa itu tidak sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman (1:3). Allah itu mahakuasa dan kuasa-Nya yang dahsyat mengguncangkan semua ciptaan (1:5). Tidak ada yang dapat bertahan di hadapan murka-Nya (1:6), termasuk penduduk Niniwe yang "terbabat dan mati binasa" (1:12). Berbagai bentuk illah dan simbol penyembahan kepada dewa Asyur akan dihancurkan (1:14). Hal ini menunjukkan bahwa kuasa Allah melampaui segala sesuatu.
Kontras dengan nubuat kepada penduduk Niniwe, kepada umat Israel dinyatakan bahwa akan ada pemulihan (2:2). TUHAN menyatakan diri sebagai Pribadi yang Baik, Tempat Perlindungan (1:7), Pemberita damai sejahtera (1:15). Bila kita hanya membaca kitab Nahum, seolah-olah penghukuman Allah hanya bagi bangsa Niniwe atau bangsa bukan Yahudi. Berdasarkan tulisan dari R.K. Harrison dalam bukunya, Introduction to the Old Testament, Kitab Nahum ditulis antara tahun 664-612 sebelum Kristus (halaman 927). Pada saat itu, Kerajaan Samaria atau Israel Utara, telah dihancurkan oleh bangsa Asyur sebagai akibat ketidaktaatan mereka kepada Allah (2 Raja-raja 15:27-31). Jadi, Kerajaan Israel Utara dihukum oleh Allah melalui tangan bangsa Asyur. Pada waktu-Nya, bangsa Asyur sendiri akan mengalami penghukuman dari Allah karena kejahatan yang mereka lakukan.
Melalui perikop yang kita renungkan hari ini, kita diajak untuk mengenal Allah secara seimbang. Pada umumnya, orang Kristen sangat menyukai pengajaran tentang Allah yang Mahakasih, Maha Pengampun, dan Pemberi Berkat. Akan tetapi, kita sering tidak mengindahkan sifat Allah yang adil dan sangat membenci dosa. Apakah pengenalan Anda akan Allah telah seimbang? Allah membenci perbuatan dosa, tetapi Dia mengasihi pribadi pendosa seperti kita. Apakah Anda masih terus berjuang untuk menanggalkan perbuatan dosa dan menaati firman-Nya? Kiranya TUHAN menolong kita semua! [Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono]
翻阅《那鸿书》,读到第一章第2节经文说道"耶和华是忌邪施报的上帝"时,我们可能会感到很吃惊。上帝被说成是大有忿怒的施报者,"向祂的仇敌怀怒"(1:2)。虽然在第3节里说上帝不轻易发怒,但在同一节里又说道上帝"大有能力,万不以有罪的为无罪。"上帝有无限量的大能,其令人可畏的大能震撼所有受造物(1:5),第6节说道"祂发忿恨,谁能立得住呢?"尼尼微居民也不例外,他们"被剪除,归于无有"(1:12)。亚述人的各种神明和偶像必被砸碎(1:14)。这表明上帝的大能凌驾一切。
Ketika seseorang percaya kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima dia kembali. Dosa yang sangat besar seringkali membuat seseorang merasa bahwa Allah belum sepenuhnya mengampuni dosanya, dan ia tidak menemukan damai sejahtera. Namun, masalah yang sebenarnya, bukan pada seberapa besar dosa kita, tetapi pada seberapa besar anugerah pengampunan Allah. Jika anugerah pengampunan Allah kecil, maka dosa kecil pun tidak dapat diampuni. Namun belas kasihan dan kemurahan Allah memang melampaui segala sesuatu. Kasih-Nya besar tidak terkira, sehingga seburuk apapun dosa-dosa kita, kita dapat diampuni. Mikha tahu bahwa Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahan umat-Nya, dan membuang segala dosa umat-Nya ke dalam tubir laut (7:19). Oleh karena itu, Mikha mengajar umat Israel untuk memikul kemarahan TUHAN, dan menanti sampai Allah memulihkan keadaan mereka (7:9). Umat Allah harus bersabar menghadapi musuh-musuh maupun orang-orang yang mencela mereka saat mereka menanggung hukuman, karena ada waktunya mereka akan dipulihkan, dan musuh-musuh mereka akan menanggung malu (7:10).
当一个人相信上帝时,他必须相信上帝已经赦免了他的罪孽并接受了他。一个非常大的罪往往让人觉得上帝没有完全赦免他的罪,使他找不到平安。然而,真正的问题不是我们的罪有多大,而是上帝赦免的恩典有多大。如果上帝宽恕的恩赐很小,那么即使是小罪也无法得到宽恕。但上帝的怜悯和恩典确实胜过一切。祂的爱是无法测度,所以无论我们的罪有多么严重,都可以得到赦免。弥迦知道上帝会赦免祂子民的罪孽,并将祂子民的一切罪都投于深海(7:19)。因此,弥迦教导以色列人忍受耶和华的恼怒,等候上帝恢复他们的光景(7:9)。上帝的子民必须对他们的敌人以及在他们遭受惩罚时责备他们的人保持耐心,因为他们迟早会恢复,他们的敌人会感到羞耻(7:10)。
即使上帝愿意赦免我们的罪,我们也需要学会承担我们所犯的罪的后果,这样我们才能明白罪的后果是严重的。接下来,我们需要学习依靠圣灵远离罪恶。有些人犯了罪,但不想承担罪的后果。他试图避免、忘记、忽视,也不想为他所犯的罪请求宽恕。例如,有一个商人欺骗他的合作伙伴或商业伙伴,他不想承认。他坚决否认自己的所作所为。也有员工贪污,但不愿承认,继续否认自己的行为。如果我们不想承认自己的罪,因为我们不想接受罪的后果,我们将不会体验到宽恕与平安。我们将继续活在罪权之下,一个罪会产生下一个罪。如果我们愿意承认我们的罪,那信实而公义的上帝会赦免我们的罪,洗净我们一切的不义(《约翰一书》1:9)。[叶素心传道/林玉琴]
Situasi dalam bacaan Alkitab hari ini bagaikan sebuah ruang sidang pengadilan. Allah mengajukan tuntutan yang adil kepada umat-Nya, dan keadilan Allah itu membuat Ia memberikan kesempatan kepada umat-Nya untuk membela diri. Allah ingin mendengar jawaban yang hendak dikemukakan oleh umat Israel atas tuduhan yang Allah kemukakan kepada mereka. Allah tidak pernah berlaku semena-mena. Umat Israel boleh menyampaikan pembelaan diri. Allah mengundang saksi-saksi (6:1-2) untuk mengemukakan fakta sebenarnya yang bersifat tidak memihak. Oleh karena itu, tuntutan Allah terhadap umat-Nya itu bersifat sah dan tidak semena-mena.
本日阅读经文所描述的情景就像法庭上的审判似的。上帝要与祂的子民争辩。因为上帝的争辩是公义的,因此上帝就给祂的子民辩护自己的机会。上帝想听到以色列人与上帝争辩的答案。上帝从不肆意妄为。以色列人可以辩护自己。上帝也请了见证人(6:1-2)揭示不偏不倚的事实。因此,上帝与祂子民的争辩是有效的,而不是肆意妄为的。
From the publisher's feed