Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 16 Mei 2022 - “YESUS KRISTUS MEMBAWA PEMULIHAN”

    Di tengah berita penghukuman yang disampaikan kepada orang Israel dan Yehuda, Allah yang penuh dengan kemurahan dan anugerah memberikan janji pemulihan. Allah mengutus Anak-Nya sendiri untuk menjadi perantara antara manusia berdosa dan Allah, dengan jalan mati di kayu salib untuk menebus dosa setiap orang yang percaya kepada-Nya. Janji ini adalah berita sukacita dan pengharapan, karena Allah tidak membiarkan manusia binasa di dalam dosa, melainkan memberikan jalan keluar untuk permasalahan yang tidak dapat dipecahkan oleh manusia. Allah berjanji bahwa Seorang Pemimpin akan bangkit dari Betlehem Efrata, dan janji ini digenapi ketika Yesus Kristus lahir di Betlehem.


    Siapakah Yesus, Sang Pemimpin yang dijanjikan Allah itu? Ia lahir di Betlehem, tetapi Ia tidak berawal di Betlehem. Permulaan-Nya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala (5:1). Perkataan "dahulu kala" itu ada yang menerjemahkan sebagai "awal zaman" (Alkitab Terjemahan Lama), dan ada yang menerjemahkan sebagai "kekekalan" (KJV, NASB). Sebagai Anak Allah, Yesus Kristus sudah ada bersama-sama dengan Allah sejak kekekalan. Dia adalah Pencipta alam semesta ini. Akan tetapi, Dia mau lahir di Betlehem, sebuah kota kecil di Yudea. Kenyataan ini mengajarkan kepada kita beberapa hal:

    Pertama, Yesus Kristus adalah Allah yang mulia, melebihi manusia mana pun, karena Ia telah ada dalam kekekalan.

    Kedua, Yesus Kristus mengasihi kita, sehingga Ia rela meninggalkan surga yang mulia untuk menjadi sama dengan manusia yang hina.

    Ketiga, Yesus Kristus adalah Allah, namun sekaligus Ia adalah manusia karena ia lahir dari seorang wanita. Ia menambahkan Kemanusiaan pada Keilahian-Nya.

    Keempat, Yesus Kristus adalah Allah dan manusia yang menunjukkan simpati-Nya pada kita. Ia mau turut merasakan keadaan dan kondisi kita sebagai manusia. Ketika kita bergumul, Allah mengerti apa yang kita rasakan dan apa yang kita alami.

    Bersyukurlah karena kasih Allah melampaui pengertian kita. Kita—yang seharusnya mengalami kematian kekal—telah beroleh pengampunan dan keselamatan kekal. Jangan sia-siakan anugerah Allah itu! Apakah Anda telah mengabdikan seluruh hidup Anda bagi Yesus Kristus, sebagai respons terhadap apa yang telah Ia lakukan bagi diri Anda? [GI Wirawaty Yaputri]

    10 min
  • 五月十六日 - 耶稣基督带来复兴

    在针对以色列和犹大人的审判信息中,充满怜悯和恩典的上帝同时也赐了复兴的应许。上帝差遣祂的独生子,成为罪人和上帝之间的中保,并且死在十字架上救赎每个相信祂的人。这应许是喜乐且充满盼望的消息,因为上帝绝不让世人在罪里灭亡,乃是为人无法解决的问题开出路。上帝应许将从伯利恒以法他复兴一位掌权者,这应许就在耶稣基督诞生在伯利恒时得以成就。


    上帝所应许的掌权者——耶稣——到底是谁?祂诞生在伯利恒,但是祂不是从伯利恒来的。祂的根源从亘古,从太初就有了 (5:1)。有的圣经版本把"太初"翻译成时代的开始(Alkitab Terjemahan Lama),有的翻译成"永恒"(KJV/NASB)。身为上帝的儿子,耶稣基督从永恒里就已经与上帝同在了。祂是宇宙万物的创造主。然而,祂愿意诞生在犹太的小城邑——伯利恒。这事实告诉我们几件事:

    第一,耶稣基督是荣耀的上帝,远远超过任何人,因为祂从永恒里就有了。

    第二,耶稣基督爱我们,祂愿意离开荣耀的天堂成为卑微的人类。

    第三,耶稣基督是上帝,同时也是人,因为祂是由一位贞女所生的。祂在祂的神性中添加了人性。第四,耶稣基督即是上帝又是人,祂向我们表明祂的同情。祂愿意体恤我们人类的景况。当我们面对挣扎的时候,上帝理解我们的感受和经历。

    上帝的慈爱远远超过了我们所能理解的,我们感谢主。本应该承受永恒死亡的我们,却得着了赦罪之恩和永恒的救恩。不要白白浪费上帝的恩典!您是否已经把您的生命献给耶稣基督,回应祂为您所做的一切?[叶素心传道/洪萍利]

    16 min
  • 五月十五日 - 必承受惩罚

    为什么人不愿意立即悔改呢?一般来讲,知道自己犯罪了而不愿悔改的人是一个认为犯了罪就不会受到任何惩罚的人,因为犯了罪他们的情况仍然很好,甚至比那些远离罪恶的人更舒适快活。以色列人和犹大人的首领和先知相信上帝在他们中间,所以无论他们做什么,灾祸必不临到他们(3:11)。这样的信心常常使许多基督徒盲目相信他们可以自由犯罪,因为上帝一定明白并无条件地爱他们。使徒保罗在《加拉太书》5:13说:"弟兄们,你们蒙召,是要得自由。只是不可将你们的自由当作放纵情欲的机会。总要用爱心互相服事。"上帝之所以赦免我们的罪,使我们不再活在罪里,是因为要我们爱主、爱他人。


    以色列和犹大的首领欺压了并对上帝所信托于他们的人行恶。他们为自己的利益而欺压别人。先知弥迦描述他们的行为是自相残杀的行为。他们贪婪并残暴地杀了别人(《弥迦书》3:2-3)。本应该传讲上帝话语的先知们,反而讲了假预言,追求自己的利益(3:5,11)。先知弥迦提醒他们说上帝定会惩罚他们(3:4,6,7,12)。不可低估上帝的忍耐和恩惠。祂赐恩典,但祂的恩典并非亷价的。凡全心全意相信耶稣基督并罪得赦免的人,不可故意活在罪中,因为祂已为我们的罪而死。使徒保罗在《罗马书》6:1-2说:"这样,怎么说呢?我们可以仍在罪中,叫恩典显多吗?断乎不可。我们在罪上死了的人,岂可仍在罪中活着吗?"[叶素心传道/洪萍利]

    9 min
  • 15 Mei 2022 - “PENGHUKUMAN YANG PASTI”

    Apa yang membuat seseorang tidak mau segera bertobat dari dosa-dosanya? Biasanya, orang yang tidak mau segera bertobat—walaupun menyadari bahwa dirinya telah berbuat dosa—adalah orang yang beranggapan bahwa hukuman terhadap dosa itu tidak ada, karena keadaan mereka baik-baik saja, bahkan mereka lebih makmur dan senang dibandingkan dengan orang yang hidupnya menjauhi dosa. Para pemimpin bangsa dan nabi-nabi Israel maupun Yehuda juga merasa sangat yakin bahwa TUHAN ada di tengah-tengah mereka, sehingga apa pun yang mereka lakukan, mereka tidak akan mengalami malapetaka (3:11). Keyakinan seperti ini sering kali membutakan banyak orang Kristen, dan membuat mereka beranggapan bahwa mereka bebas melakukan dosa karena Allah pasti mengerti dan mengasihi mereka tanpa syarat. Dalam Galatia 5:13, Rasul Paulus berkata, "Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih." Allah mengampuni dosa kita agar kita tidak lagi hidup di dalamnya, tetapi hidup mengasihi Tuhan dan sesama.


    Para pemimpin Israel dan Yehuda melakukan dosa dengan menindas orang yang dipercayakan kepada mereka. Mereka mengambil keuntungan bagi diri sendiri dengan menindas orang lain. Nabi Mikha menggambarkan perbuatan mereka sebagai tindakan kanibal. Dengan rakus dan kejam, mereka menghabisi orang lain (Mikha 3:2-3). Nabi-nabi yang seharusnya menyampaikan firman TUHAN, justru mengejar keuntungan pribadi dengan menyampaikan nubuat palsu (3:5,11). Nabi Mikha mengingatkan bahwa TUHAN pasti akan menghukum mereka (3:4,6,7, 12). Kesabaran dan kebaikan TUHAN tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia memberikan anugerah, tetapi anugerah-Nya tidak pernah murahan. Setiap orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus dan mendapat pengampunan dosa tidak boleh dengan sengaja hidup di dalam dosa, karena kita sudah mati bagi dosa. Dalam Roma 6:1-2, Rasul Paulus berkata, "Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, Bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?" [GI Wirawaty Yaputri]

    8 min
  • 14 Mei 2022 - “DUKA ATAS DOSA”

    Bagaimanakah sikap atau pandangan Anda terhadap dosa? Apa yang Anda rasakan saat Anda melihat orang lain melakukan dosa? Bagaimana perasaan Anda saat Anda berbuat dosa? Nabi Mikha meratapi dosa-dosa yang dilakukan oleh umat Israel dan Yehuda (1:8). Setiap orang yang saleh dan takut TUHAN tidak akan tahan untuk tidak peduli saat melihat dosa. Ia akan mengalami dukacita yang mendalam saat melihat dosa orang lain, apa lagi saat melihat dosa diri sendiri. Nabi Mikha berdukacita karena dosa umat Israel dan Yehuda sudah menjadi luka yang tidak dapat sembuh (1:9). Mengapa dosa mereka dikatakan seperti luka yang tidak dapat sembuh? Karena mereka tidak mau bertobat dan kembali kepada Allah. Dosa tidak dapat disembuhkan kecuali bila seseorang bertobat dan kembali kepada Kristus untuk mendapatkan pengampunan dan penyucian. Dalam Lukas 18:27, Tuhan Yesus berkata: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah." Hanya bila kita percaya kepada Yesus Kristus dengan segenap hati, barulah kita bisa mengalami penebusan atas dosa-dosa kita. Dosa sebesar apa pun dapat dibersihkan oleh Tuhan Yesus (bandingkan dengan Yesaya 1:18). Yang menjadi pertanyaan, apakah Anda merasa berdukacita saat melihat adanya dosa di dalam hati Anda?


    Umat Israel dan Yehuda tidak berdukacita atas dosa-doa mereka. Mereka hidup dalam kejahatan. Mereka menyembah patung berhala (Mikha 1:7). Mereka merancang kejahatan dan berbuat jahat kepada orang lain dengan tidak takut-takut. Mereka menindas orang yang lemah karena mereka memiliki kekuasaan (2:1). Mereka merampas ladang dan rumah orang lain (2:2). Perbuatan jahat yang terus berulang menunjukkan bahwa hati mereka tidak berdukacita atas dosa yang mereka perbuat, dan mereka tidak mau bertobat. Hidup terlalu lama di dalam dosa akan membuat hati menjadi tidak peka. Sekalipun berbuat sangat jahat kepada orang lain, hati mereka tidak merasa gelisah dan mereka tidak menyesal. Kondisi yang sangat mengerikan ini terjadi saat seseorang sudah merasa kebal terhadap dosa. Dosa itu menjadi luka yang tidak sembuh-sembuh dan makin lama makin parah. Bagaimana Anda bisa menjaga kepekaan hati agar selalu berduka bila jatuh dalam dosa? Koreksilah diri Anda setiap hari! Segeralah bertobat dan mintalah pertolongan serta pimpinan Roh Kudus! [GI Wirawaty Yaputri]

    9 min
  • 五月十四日 - 为罪悲伤

    您对罪恶有什么态度或看法?当您看到别人犯罪时,您有何感觉?当您犯罪的时候,您有何感觉?先知弥迦为以色列和犹大人所做的罪哀号(1:8)。每位虔诚敬畏上帝的人,当看到罪恶时定不会不在乎的。当他看别人的罪,他会感到非常悲伤,更何况看到自己的罪。先知弥迦为犹大人的罪恶感到悲伤,这一伤痕甚至无法医治(1:9)。为什么说他们的罪恶如同无法医治的伤痕呢?因为他们不愿悔改归向主。唯独悔改归向基督求饶恕和主的洁净,罪恶才能够被医治。耶稣在《路加福音》18:27说:"在人所不能的事,在神却能。"只要我们全心全意相信耶稣基督,我们才能经历罪恶的救赎。不管我们的罪恶多大,主耶稣必能洗净(请与《以赛亚书》1:18对比)。问题是,当您觉悟到心中的罪,您会感到悲伤吗?


    以色列和犹大人没有为他们的罪恶感到悲伤。他们活在罪中。他们祭拜偶像(《弥迦书》1:7)。他们图谋奸恶并不怕向别人行恶。他们因手有能力而欺压软弱的人(2:1)。他们夺取别人的田地和房屋(2:2)。反复行恶表明他们没有因自己所行的罪恶感到悲伤,他们不愿悔改。长久活在罪中导致我们的心不再敏锐了。向别人行恶后,他们的心没有感到不安,也不后悔。这一可怕的情形之所以会发生,是因为那人已经对罪免疫了。罪恶变成无法医治的伤痕,并且越来越严重。您如何保持心中的敏锐感,好让您即使跌在最终也还能为罪悲伤?您要天天反省!立即悔改,求圣灵帮助和引导我们![叶素心传道/洪萍利]

    10 min
  • 13 Mei 2022 - “HIDUP YANG BERMAKNA”

    Bacaan Alkitab hari ini adalah bagian akhir dari apa yang hendak disampaikan Pengkhotbah (12:13), serta merupakan kesimpulan dari pencarian makna hidup yang dilakukan Pengkhotbah. Di sini, Sang Pengkhotbah menempatkan diri sebagai orang ketiga. Ia mengingatkan kembali siapa dirinya, yaitu bahwa dia bukan orang yang asal bicara. Dia berpengetahuan, berhikmat, cermat, dan jujur, sehingga apa yang ia sampaikan amat berharga. Walaupun tidak mudah dimengerti, nasihat Pengkhotbah jangan diabaikan! Dia tidak lagi menganggap hikmat yang dimilikinya sebagai kesia-siaan karena dia sudah menemukan makna hidup yang sesungguhnya. Pengkhotbah meyakini bahwa hikmat yang dia dapatkan itu seperti kusa (tongkat) yang dipakai untuk mendorong dan mengarahkan domba, dan seperti paku yang menancap (12:11), sehingga hikmat yang didapatnya diharapkan dapat mendorong dan mengarahkan orang dalam menjalani hidup dan membangkitkan keyakinan pada mereka yang bimbang.


    Pengkhotbah menyimpulkan bahwa sesungguhnya, hidup yang bermakna adalah hidup dengan sikap takut akan Allah serta berpegang pada perintah-perintah-Nya (12:13). Membaca Alkitab dan mengikuti renungan GeMA merupakan langkah yang baik untuk mengenal Allah dan perintah-perintah-Nya. Namun, apakah pembacaan Alkitab hanya sekadar untuk menambah pengetahuan? Pengkhotbah mengingatkan bahwa bila Alkitab tidak menjadi pegangan hidup, pembacaan Alkitab hanya akan melelahkan badan (12:12-13) dan menjadi kesia-siaan. Pembacaan firman Tuhan harus dilakukan dengan hati yang takut akan Allah serta didorong oleh kerinduan untuk melakukan kehendak-Nya (12:13), agar kita terus berubah menuju keserupaan dengan Kristus. Dengan demikian, pengetahuan, hikmat, pekerjaan, jabatan, kesuksesan, ibadah, kekayaan, dan nama baik bukanlah suatu kesia-siaan.  Sebaliknya, hal-hal itu akan menjadi sarana untuk memuliakan Allah dan untuk menikmati kemuliaan-Nya, serta berdampak pada jalannya pengadilan Allah. Pada akhirnya, kita akan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin. (Roma 11:36). Bagaimana dengan kebiasaan hidup Anda saat ini: Apakah Anda sedang mengikuti jejak Pengkhotbah yang sudah menemukan makna hidupnya? [GI Benny Wijaya]

    7 min
  • 五月十三日 - 有意义的人生

    本日《圣经》经文是传道者想要传达的最后一部分(12:13),也是传道者寻找生命意义后作出的结论。在此,传道者以第三人自称。他再次提醒自己,他不是一个只会说的人。他博学、睿智、透彻、诚实,所以他所传达的非常有价值。虽然不容易理解,但传道者的忠告不容忽视!他不再认为自己拥有的智慧是一种虚空徒劳,因为他已找到了生命的真正意义。传道人认为,他所获得的智慧就像一根杖,用来推赶和引导群羊的,又像钉稳的钉子(12:11),因此他所获得的智慧有望能在生活中鼓励和引导人们,为那些彷徨中的人启发信心。


    传道者总结说,真正有意义的生活是敬畏上帝并遵守祂的诫命的(12:13)。阅读《圣经》并使用读经运动灵修辅助本是了解上帝和他的诫命的好步骤。然而,阅读《圣经》只是为了增加知识吗?传道者提醒我们说,如果不是把《圣经》作为人生指南的话, 阅读圣经只会使身体疲倦(12:12-13)并毫无用处。读上帝的话必须怀着敬畏上帝的心,有遵行上帝旨意的心(12:13),这样我们才能不断转变,学习像基督的样式。因此,一切知识、智慧、工作、地位、成功、敬拜、财富和美名都不再是徒劳虚空的了。相反,它们将成为荣耀上帝和享受上帝的荣耀的一种方式,并会对上帝审判的进程产生影响。最终,我们会找到真正的喜乐。因为万有都本于他,依靠他,归于他。荣耀归于他,直到永远!阿门。(《罗马书》11:36)。你目前的生活习惯如何:你是否正追随那位已找到生活意义的传道者的脚步?[Benny Wijaya传道/孙茵]

    6 min
  • 12 Mei 2022 - “MASA MUDA YANG SIA-SIA”

    Dalam bacaan Alkitab hari ini, Pengkhotbah secara khusus menasihati kaum muda. Masa muda adalah masa produktif, saat seseorang bisa mengembangkan segala kemampuan yang dimilikinya. Secara umum, kaum muda mempunyai masa hidup yang lebih panjang. Oleh karena itu, sayang bila kaum muda mengerjakan hal yang sia-sia. Yang paling menyedihkan adalah bila ada anak muda yang sengaja menyia-nyiakan hidupnya karena merasa bahwa dirinya masih muda dan masih memiliki banyak waktu dan kesempatan.


    Pengkhotbah melihat bahwa mereka yang mengagungkan masa muda sering kali tergoda untuk "mengikuti keinginan diri sendiri".  Oleh karena itu, Pengkhotbah mengingatkan bahwa sikap mereka itu bisa membuat mereka dibawa ke pengadilan Allah (11:9) dan masa muda yang seharusnya menjadi masa produktif menjadi  kesia-siaan (11:10). Kita tidak akan tahu kapan hari-hari kemalangan akan tiba, saat manusia pergi ke rumahnya yang kekal (12:5). Pengkhotbah mengatakan bahwa debu kembali menjadi tanah dan roh kembali kepada Allah (12:7). Hal ini bisa terjadi kapan saja, tidak selalu terjadi di usia tua, namun di usia muda pun bisa terjadi juga. Oleh karena itu, Pengkhotbah berpesan, "Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu!" (12:1a). Pengkhotbah mengajak kita untuk melihat bahwa keberadaan kita di dunia ini memiliki tujuan. Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26). Sayangnya, dosa membuat keserupaan dengan gambar dan rupa Allah itu menjadi rusak. Akan tetapi, kehadiran Yesus Kristus di dunia ini telah memungkinkan manusia kembali ke dalam keserupaan tersebut (Roma 8:29). Selama Allah masih memberi kita kehidupan di dunia ini, berusahalah agar kehidupan Anda semakin menyerupai Kristus. Jangan menunggu diri Anda menjadi tua. Manfaatkanlah kesempatan di masa muda Anda untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus!

    Walaupun bacaan Alkitab hari ini secara khusus ditujukan bagi kaum muda, sebenarnya nasihat Pengkhotbah berlaku bagi setiap orang yang menganggap masa hidupnya masih panjang, sehingga melupakan kewajiban untuk hidup dalam takut akan Allah. Nasihat ini juga berlaku bagi mereka yang anaknya masih muda, yaitu agar mereka mendidik anak mereka dalam takut akan Allah, sehingga masa muda anak mereka tidak menjadi kesia-siaan (bandingkan dengan Amsal 22:6). Apakah Anda sudah bertekad untuk hidup semakin menyerupai Kristus? [GI Benny Wijaya]

    8 min
  • 五月十二日 - 虚度青春

    本日《圣经》经文中,传道者特此给年轻人们忠告。青春期是发挥成效的时期,一个人在这个阶段会将他所有的一切能力挥发得淋漓尽致。一般上,年轻人的生存率还是更长的 。所以,如果年轻人把时间浪费在一些无用的事上,将会是件很遗憾的事。最可悲的是,有些年轻人因为觉得自己还年轻,还有很多时间和机会,便故意浪费生命,在无用的事上消磨时间。


    传道者看到那些炫耀青春的人们经常陷入"随性而为"陷阱内。因此,传道书警告他们说,为这一切事,将导致上帝要审问他们(11:9),本来多有成效的青春期到头来是一事无成(11:10)。我们不知道将来遭难的日子何时临近,人又何时回归他永远的住处(12:5)。传道书说尘土仍归于地,灵归于赐灵的上帝(12:7)。这样的事随时会发生,并非总是在年老时才会临到,也可以在年轻就临到。因此,传道者说:"当趁你年轻的时,纪念造你的主!" (12:1上)。传道书邀请我们看到,我们在这个世界上的存在是有目的的。我们是按照上帝的形象和样式创造的(《创世记》1:26)。不幸我们这个形象和样式已被罪破坏了。然而,耶稣基督在这个世界上的存在使人类能够重归回到那个模样(《罗马书》8:29)。只要上帝仍然让我们活在这世界一天,就要努力让您的生命活得更像基督。别耽误了自己。当趁你年轻时,日复一日活得更像基督!

    虽然今天的经文是针对年轻人的,但传道者的建议实际上适用于那些认为自己还很长寿却忘了有责任敬畏主的人们。这个建议也适用于那些家里还有年幼儿女的人们,让他们教育孩子要有敬畏主的心,这样下一代将便不会虚度大好青春(比较《箴言》22:6)。你是否下决心要变得越来越像基督吗?[BennyWijaya传道/孙茵]

    8 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…