Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 06 Mei 2022 - “IBADAH YANG SIA-SIA”

    Dalam pembahasan tentang masalah ibadah (4:17-5:6), Pengkhotbah tidak menyebut tentang keadaan "di bawah matahari" dan "kesia-siaan" yang sebelumnya sering disebut. Apakah hal ini berarti bahwa ibadah adalah jawaban atas pencarian makna hidup? Sebagai umat Allah, ibadah memang merupakan kewajiban. Akan tetapi, pembahasan menyangkut ibadah ini diawali dengan perkataan, "Jagalah langkahmu, ...." (4:17) Ingatlah bahwa saat Allah memanggil Musa, Musa diminta untuk menanggalkan kasutnya. Hal ini menunjukan bahwa sikap hormat itu penting bila kita hendak menghadap hadirat Allah yang kudus.


    Pengkhotbah mengingatkan bahwa mendengar lebih baik daripada mempersembahkan korban. Bila kita datang kepada Allah, kita harus mendengarkan Allah, bukan sebaliknya. Kita harus datang dengan ketetapan hati untuk menaati kehendak Allah. Tanpa kesediaan mendengar, kita bisa memberi persembahan dengan cara yang salah, yaitu seperti orang bodoh memberi persembahan dalam kebodohannya, yaitu memberi tanpa memedulikan kehendak Allah. Memberi secara sembarangan berarti menganggap Allah kekurangan seperti pengemis, dan tindakan itu merupakan penghinaan terhadap Allah, Sang Pemilik alam semesta ini. Oleh karena itu, perbuatan itu jahat (4:17).

    Ketika kita diizinkan berbicara melalui doa, kita harus berkata-kata dengan bijaksana (5:1). Jangan mengeluarkan terlalu banyak kata-kata seolah-olah Allah sulit memahami apa yang kita inginkan (Bandingkan dengan Matius 6:5-15). Kita juga harus berhati-hati sebelum mengucapkan nazar karena nazar harus ditepati (Pengkhotbah 5:3-4). Jangan sampai kita mengikuti jejak Ananias dan Safira yang menipu Allah saat memberi persembahan, sehingga  kebohongan itu mendatangkan hukuman (Kisah Para Rasul 5:1-11).

    Dalam Alkitab, adakalanya Allah berbicara melalui mimpi. Namun, Pengkhotbah mengingatkan agar jangan terlalu mudah menafsirkan mimpi sebagai perkataan Allah karena mimpi bisa muncul dari beban pikiran dan juga bisa berkaitan dengan kesibukan (Pengkhotbah 5:2).

    Melalui pemaparan Pengkhotbah dalam bacaan Alkitab hari ini, jelas bahwa pencarian makna hidup melalui aktivitas ibadah bisa menjadi kesia-siaan dan mendatangkan hukuman bila kita tidak memahami bahwa ibadah itu harus digerakkan oleh hati yang takut akan Allah. Apakah seluruh aktivitas ibadah Anda disertai sikap takut akan Allah? [GI Benny Wijaya]

    11 min
  • 五月六日 - 虚幻的敬拜

    在关于敬拜问题的讨论中(5:1-7),传道者并没有提及之前常 提及关于‚在日光之下‛和‚虚空‛的情况。这一点是否意 味着敬拜是寻找生命意义的答案?作为上帝的子民,敬拜本是义 务。但是,关于敬拜的讨论是以‚所行的……。‛(5:1)这句话开 始。要记得,当上帝呼召摩西时,上帝叫摩西把脚上的鞋脱下来。 这一点表明,如果我们要来到圣洁的上帝面前,敬畏是很重要的。 传道者提醒说聆听胜过献祭。倘若我们来到上帝面前,我们 要听上帝的话,而不是相反。我们必须带着服从上帝旨意的决心来 到祂面前。若不愿意听上帝的话,我们会以错误的方式奉献,就是 愚昧人在他的愚昧中奉献,就是不按照上帝的旨意奉献。随意的奉 献意味着把上帝当作乞丐一样的缺乏,这种行为是对创造宇宙万物 的上帝的侮辱。因此,这种行为是恶的(5:1)。 当上帝允许我们藉着祷告对祂说话时,我们必须明智地说话 (5:2)。不可用太多的言语,仿佛上帝难以明白我们要说的话(参 阅《马太福音》6:5-15)。我们许愿之前也要谨慎,因为许了愿就 应当偿还(《传道书》5:4-5)。千万不可像亚拿尼亚和撒非喇一样 地在奉献的事上欺哄上帝,以致这样的谎言引来惩罚(《使徒行 传》5:1-11)。 在圣经中,上帝有时通过梦说话。然而,传道者提醒说,千 万不可轻易将梦解为上帝的话,因为事务多思想多就令人做梦 (《传道书》5:3)。 通过传道者在本日经文中的阐述,很明显的,若要通过敬拜 寻找生命的意义,我们要有敬畏上帝的心的感动,若没有敬畏上帝 的心,我们的敬拜便是虚空,并会带来惩罚。你的所有敬拜活动是 否都伴随着敬畏上帝的态度?[Benny Wijaya传道/陈巧云]

    8 min
  • 05 Mei 2022 - “KESUKSESAN YANG SIA-SIA”

    Harta–Wanita-Takhta atau Kekayaan-Relasi-Kekuasaan sering dianggap sebagai ukuran kesuksesan seseorang. Dalam bacaan Alkitab hari ini, ketiga hal di atas dipaparkan oleh Pengkhotbah. Namun, benarkah Kekayaan-Relasi-Kekuasaan merupakan ukuran kesuksesan?


    Sifat selfish adalah sifat mementingkan diri sendiri. Tanda dari orang yang bersifat selfish adalah ketidakpedulian terhadap perasaan atau kepentingan orang lain. Sifat selfish ini merupakan penyebab timbulnya kejahatan dan bersifat memperbudak diri sendiri. Bila orang seperti itu menjadi raja, orang itu tidak akan mau menerima nasihat orang lain. Contoh orang yang memiliki sifat selfish adalah orang yang terus mengejar kekayaan, padahal dia sudah tidak memiliki tanggungan lagi (4:7). Orang yang demikian akan sulit untuk mengucap syukur dan mencukupkan diri dengan apa yang ada. Pengkhotbah menjelaskan bahwa sikap selfish ini merupakan suatu kebodohan karena kekayaan yang dikumpulkan akan menjadi tidak berguna, bahkan kekuasaan yang dimiliki pun aka

    Pengkhotbah mengingatkan bahwa lebih baik memiliki teman dekat daripada sendirian. Sepasang suami istri bisa menghangatkan badan dengan tidur berdua. Dengan saling membantu, mereka akan bisa mengerjakan hal-hal yang tidak bisa dikerjakan sendiri (4:9-12). Tentu saja mereka harus saling menasihati dan saling mendengarkan. Pentingnya relasi ini kontras dengan raja yang tidak mau mendengar (4:13). Sekalipun miskin, kalau seseorang bisa membangun relasi yang baik, ia bisa menjadi berkuasa, apalagi kalau dia kaya. Jadi, orang berhikmat akan memanfaatkan kekayaan untuk membangun relasi yang kemudian dipakai untuk membangun kekuasaan. Sepintas lalu, hal ini seperti membenarkan ungkapan "Harta-Wanita-Tahta" atau "kekayaan-Relasi-Kekuasaan" sebagai ukuran kesuksesan. Akan tetapi, Pengkhotbah mengingatkan bahwa bila kita hanya bersandar pada kekayaan, relasi, dan kekuasaan saja, akhirnya kita akan memperoleh kesia-siaan belaka (4:16).

    Ingatlah bahwa kekayaan-relasi-kekuasaan akan berlalu, tetapi kasih tidak berkesudahan (1 Korintus 13:8). Hidup kita harus tetap berpusat kepada Allah yang adalah Kasih (1 Yohanes 4:8). Kekayaan-Relasi-Kekuasaan yang Tuhan percayakan adalah sarana untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Apakah Anda dikenal sebagai orang yang penuh kasih atau arang yang mementingkan diri sendiri? [GI Benny Wijaya]

    10 min
  • 五月五日 - 虚空的成功

    财富、女人与宝座或财富、关系与权势,通常都被认为是衡量一个人成功与否的标准。在本日经文中,以上这三件事传道者都有所阐述。然而、财富、权力与关系真的是衡量成功的准则吗?


    自私是一种只图自己利益的心态。自私的人其标志是对他人的感受或利益漠不关心。这种自私的本性是邪恶的根源,也奴役了他自己。当此类人做王时,他不愿接受别人的进谏。具有自私本性的一个例子就是即使他不再有家属的负担,他却仍继续地追求财富,(4:7)。这样的人很难感恩并且不知足。传道者解释说,这种自私的态度是愚昧的,因为所积累的财富将变得毫无用处,甚至所拥有的权力也会烟消 云散。

    传道者警告说,有亲密的朋友总比孤身好。夫妻同睡就能暖和身体。通过互相帮助,他们将能够做他们独自无法胜任的事情(4:9-12)。当然,他们必须互相劝勉,互相倾听。此关系之重要性与国王拒绝谏言形成鲜明的对比(4:13)。一个人即便很穷,只要他能够建立良好的人脉,就可以变得有权势,更何况如果他有钱财。所以,一个聪明人会用财富来建立关系,然后进一步去建立他的权力。咋看之下,这似乎证明了用"财宝、女人与宝座"或"财富、权力与关系"作为衡量成功的标准是正确的。然而,传道者警告说,如果我们只依赖财富、人际关系和权力,最终也只是一场空(4:16)。

    请谨记,财富、权力与关系都会过去,但爱是永不止息的(《哥林多前书》13:8)。我们的生活始终必须以那位本身就是爱的上帝为中心(《约翰一书》4:8)。上帝托付我们的财富、关系与权力,是我们爱上帝与爱众人的一种途径。别人认为您是一个有爱心的人,还是一个只顾自己利益的孤独木炭呢?[Benny Wijaya传道/林贞兰]

    10 min
  • 04 Mei 2022 - “KUASA YANG SIA-SIA”

    Dalam bacaan Alkitab sebelumnya (3:1-15), Pengkhotbah memperlihatkan bahwa sesungguhnya, manusia tidak berkuasa atas hidupnya. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Pengkhotbah memperlihatkan bahwa bila seseorang menganggap dirinya berkuasa memakai kekuasaannya secara sewenang-wenang, pasti akan timbul ketidakadilan (3:16) dan penindasan (4:1).

    Berdasarkan pengamatannya, Pengkhotbah menemukan bahwa dalam hidup manusia di bawah matahari, banyak terjadi ketidakadilan.  Di pengadilan, tempat yang seharusnya untuk menegakkan keadilan pun, ternyata bisa ditemukan ketidakadilan (3:16). Orang yang berkuasa—yang seharusnya memberi kesejahteraan—justru melakukan penindasan (4:1). Pengkhotbah melihat bahwa sumber ketidakadilan dan penindasan adalah iri hati seseorang terhadap orang lain (4:4). Itulah sebabnya, ketidakadilan dan penindasan bisa terjadi kepada semua orang. Bila kita menuntut agar kita diperlakukan adil secara sempurna di bawah matahari, kita akan sulit menemukan kebahagiaan. Kita hanya akan menemukan kebahagiaan bila kita memandang keadilan Allah, karena Dialah yang Mahaadil. Dia akan mengadili seluruh umat manusia secara adil. Pengkhotbah mengingatkan bahwa mereka yang—dengan kekuasaannya—memutarbalikkan keadilan serta melakukan penindasan akan menerima ganjaran dari Allah. Allah akan mengadili secara adil (3:17). Oleh karena itu, janganlah berlaku tidak adil sehingga kita menindas orang lain. Mereka yang menyalahgunakan kekuasaan tidak ubahnya dengan binatang yang tidak menikmati kehidupan setelah kematiannya. Semuanya akan berakhir dengan kesia-siaan (3:19-22).

    Jagalah hati Anda agar Anda tidak memiliki perasaan iri hati. Milikilah hati yang takut akan Allah karena Allah akan mengadili semua orang secara adil.  Jangan menuntut keadilan dari dunia yang berdosa yang tidak sanggup untuk bertindak adil sepenuhnya. Bersikaplah tenang dan bersandarlah kepada TUHAN saat Anda menemui atau mengalami ketidakadilan dan penindasan. Hiburlah mereka yang tertindas. Itulah yang diharapkan oleh Pengkhotbah.

    Sebagai pimpinan, orang tua, karyawan, atau dalam posisi apa pun, apakah Anda telah menggunakan kekuasaan yang Anda miliki secara adil dan sesuai dengan kehendak Allah? [GI Benny Wijaya]

    11 min
  • 五月四日 - 虚空的权势

    之前所读《圣经》经文中(3:1-15),传道者表明人类无法掌控自己的一生。在本日经文中,传道者说明当一个人觉得自己可以随己意施行权力时,难免造成不公平(3:16)和欺压他人的事(4:1)。


    根据观察,传道者发现在日光下,人间经常发生许多不公平的事。即使在法庭上,也就是应当伸张正义的地方,也经常可以发生不公正的事(3:16)。那些当权者——他们本该为他人谋福利的——却反其道施行欺压(4:1)。传道者看到不公正和欺压的根源来自人与人之间的嫉妒(4:4)。这就是为什么不公正和欺压可能发生在每个人身上的原因。如果我们要求日光之下能得到完全公平的待遇,那么我们只能失望而归,得不到喜乐。唯有当我们仰望上帝的公义时,我们才会找到喜乐,因为祂全然公义。他将公平地审判全人类。传道者警告那些——凭借自己的势力——扭曲正义和施行欺压的人,他们必将接受上帝的制裁。上帝必会施行公平的审判(3:17)。因此,不要行事不公正,以致于欺压他人。滥用权力的人们有如畜类,它们死后魂归入地,再无生命可言。他们终归于虚空(3:19-22)。

    要保守您的心,别让嫉妒胜过您。必须有一颗敬畏上帝的心,因为上帝将会公平地审判每一个人。不用在一个无法完全公正行事施行公义的罪恶世界要求公正。当您遇到或经历不公正和欺压时,请保持冷静并依靠上帝。去安慰受欺压的人吧。这就是传道者所期望的。

    作为领导者、父母、员工或担任何等职位,您是否也公平地按照上帝的旨意行使您的权力呢?[Benny Wijaya传道/孙茵]

    11 min
  • 五月三日 - 凡事都有定时

    人人都想凡事都幸福顺遂。凭借智慧、能力和努力,许多人认为他们能够实现自己的愿望。然而,现实并非总是如此。传道者观察到人的一生中多是事与愿违,因为凡事都有定时(3:1-8)。


    凡事都"有定时",这说明人类对这些事情的发生显然无能为力,无法掌握。因此,即使是我们想避免某事,它终究将会发生。所以,事实上,人类连本身的一生也没法掌控。传道者明显告诉我们,上帝干预人的一生(3:10)。本日经文提醒我们,凭借我们所有的智慧和知识,倾其所有都无法参透上帝所成就的工作(3:11)。我们必须让自己极力配合上帝的时间和计划。我们如今所看到和经历的都是有极限的。正如有人看到雕刻师把路边一块平日让人坐下歇脚的木块"损坏"时感到困惑一般。雕刻师手里拿着一把刀在其上涂鸦。甚至以当看到雕刻师连连砍划木头时,他发出警告说:"哦,雕刻师,你为何毁掉这块良好有用的木头呢?"  然而,雕刻师仍然继续他的工作。最终摆在眼前的是一件非常漂亮优质的作品。

    传道者明白上帝已将永恒置入人心中(3:11),上帝也邀请人们别从短暂的角度来看一切事和物,而要从永恒的角度来看。我们今天所经历的——无论是愉快的还是不愉快的——都是来自上帝的礼物,即使我们不能参透上帝到底用何种方式来成就实现祂的工作,但到了时候,一切都会成为美好(3:11)。传道者发现,最重要的是人人要有敬畏上帝的态度(3:14),也就是敬畏上帝的伟大崇高。以敬畏上帝的态度享受度过您一生的年日,即使如今你还未能完全参透即将发生的事情。当你制定计划时,你是否总是让自己极力配合上帝的旨意呢?[Benny Wijaya传道/孙茵]

    10 min
  • 03 Mei 2022 - “UNTUK SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA”

    Semua orang menginginkan hal-hal yang membahagiakan. Dengan hikmat, kuasa dan kerja keras, banyak orang berpikir bahwa mereka akan dapat mewujudkan apa yang mereka harapkan. Akan tetapi, kenyataan tidak selalu demikian. Pengkhotbah mengamati bahwa dalam hidup ini, terjadi banyak hal yang tidak sama dengan apa yang kita harapkan, karena untuk segala sesuatu ada waktunya (3:1-8).


    Perkataan "ada waktu" untuk segala sesuatu menunjukkan bahwa manusia tidak berkuasa atas terjadinya hal-hal itu. Oleh karena itu, untuk hal yang tidak kita inginkan pun, hal itu akan tetap terjadi. Jadi, sebenarnya, manusia tidak berkuasa atas hidupnya sendiri. Pengkhotbah memperlihatkan bahwa Allah terlibat dalam segala peristiwa (3:10). Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa kita tidak dapat menyelami pekerjaan Allah dengan segala hikmat dan pengetahuan yang kita miliki (3:11). Kita harus menyesuaikan diri dengan waktu dan rencana Allah. Apa yang kita lihat dan alami saat ini memiliki batas. Sama seperti seseorang yang kebingungan saat melihat seorang pemahat "merusak" sebongkah kayu besar di pinggir jalan yang biasa digunakan untuk duduk. Pemahat itu mencoret-coret dengan pisau di tangannya. Bahkan, sang pemahat memotong-motong kayu itu, sehingga dia menegurnya. "Hai pemahat, mengapa kamu merusak kayu yang bagus dan berguna ini?" Namun, sang pemahat itu tetap melanjutkan aktivitasnya. Akhirnya, terlihatlah sebuah karya yang sangat indah yang harganya mahal.

    Pengkhotbah memahami bahwa Allah telah memberikan kekekalan dalam hati manusia (3:11) dan Allah mengajak manusia melihat segala sesuatu bukan dari sudut pandang kesementaraan yang sia-sia, tetapi dari sudut pandang kekekalan. Apa yang kita alami saat ini—baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan—merupakan pemberian Allah yang akan terlihat indah pada waktunya (3:11) sekalipun kita tidak memahami cara kerja Allah dalam mewujudkannya. Pengkhotbah menemukan bahwa hal terpenting adalah bahwa manusia harus memiliki sikap takut akan Allah (3:14), yaitu rasa takut yang didasari oleh sikap hormat atas keagungan-Nya. Nikmatilah hidup Anda dengan sikap takut akan Allah, meskipun saat ini Anda belum memahami sepenuhnya apa yang akan terjadi. Saat Anda membuat perencanaan, apakah Anda selalu berusaha menyesuaikan rencana Anda  dengan kehendak Allah? [GI Benny Wijaya]

    11 min
  • 五月二日 - 徒劳无功

    当我们遇到一个陌生人时,我们通常除了问名字之外也会问他们的工作是什么。职位通常被认为是一个人的身份。然而,工作能体现生活的意义吗?


    在上一章中,传道者说一切都是虚空的,包括智慧和知识。然而,在今天的经文中,传道者认为智慧和知识都是好事,因为智慧胜过愚昧(2:13)。智慧使他能够成功地完成大工程(2:4-8),并使他成为一个伟大的人,而不是一个普通人(2:9),因此传道者可以说:"这就是我从劳碌中所得的分"(2:10)。然而,当他看到一切都将结束,他所得的分必须传递给可能没有能力继承他的成功,他就意识到他工作的最终结果是虚空,是捕风(2:11),尤其是当他看到自己在做什么时,最后,即聪明人和愚蠢的人都有相同的结局,即死亡。因此他劳碌所成的功都是虚空(2:16)。

    传道者意识到有意义的生活不是基于他所做的工作的结果,而是讨上帝喜悦的生活。传道者发现上帝赐给他所喜悦的人智慧、知识和喜乐(2:26)。我们怎样才能活出讨上帝喜悦的生活?首先,我们必须接受耶稣基督成为我们生命中的救主。我们不可能带着我们所有不可饶恕的罪过讨上帝喜悦的生活,除非我们来到那位已经为我们的罪付出了代价的耶稣基督跟前。在《约翰福音》14 章6节,上帝说:"我就是道路、真理、生命。若不借着我,没有人能到父那里去。"你接受耶稣基督成为你的救主了吗?你是否尝试过一种讨上帝喜悦的生活?你是否感激你所拥有的?是否总是根据上帝对你的托付努力做到最好?[Benny Wijaya传道/林玉琴]

    12 min
  • 02 Mei 2022 - “PEKERJAAN BESAR YANG SIA-SIA”

    Saat berjumpa dengan seorang yang belum kita kenal, hal pertama yang biasanya kita tanyakan selain nama adalah pekerjaan. Pekerjaan sering kali dianggap sebagai identitas seseorang. Namun, apakah pekerjaan mencerminkan makna hidup yang sebenarnya?


    Pada bagian sebelumnya, Pengkhotbah menyatakan bahwa segala sesuatu adalah sia-sia, termasuk hikmat dan pengetahuan. Akan tetapi, dalam bacaan Alkitab hari ini, Pengkhotbah melihat bahwa hikmat dan pengetahuan adalah hal yang baik, karena hikmat melebihi kebodohan(2:13). Hikmat membuat dia bisa sukses melakukan berbagai pekerjaan besar (2:4-8) dan membuat dia menjadi orang besar, bukan orang biasa (2:9), sehingga Pengkhotbah dapat berkata, "inilah jerih payahku" (2:10). Namun, saat ia melihat bahwa semua akan berakhir dan kebesarannya harus diwariskan kepada generasi berikutnya yang belum tentu bisa meneruskan kebesaran tersebut, dia sadar bahwa hasil akhir pekerjaannya adalah kekecewaan dan kesia-siaan (2:11), apa lagi saat ia melihat yang paling akhir, yaitu bahwa baik orang berhikmat maupun orang bodoh memiliki akhir yang sama, yaitu kematian. Oleh karena itu, segala keberhasilan yang ia capai itu pun merupakan kesia-siaan (2:16).

    Pengkhotbah menyadari bahwa kehidupan yang bermakna itu bukanlah didasarkan pada hasil pekerjaan yang ia lakukan. Akan tetapi, hidup yang bermakna adalah hidup yang  Pengkhotbah menemukan bahwa kepada orang yang diperkenan-Nya, Allah mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan (2:26). Bagaimana agar hidup kita bisa berkenan kepada TUHAN? Pertama-tama, kita harus menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidup kita. Kita tidak mungkin hidup berkenan kepada Allah dengan segala keberdosaan kita yang tidak terampuni, kecuali bila kita datang bersama Anak-Nya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus yang telah menebus segala dosa kita. Dalam Yohanes 14:6, firman Tuhan mengatakan, "Akulah  jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." Apakah Anda sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda? Apakah Anda sudah berusaha untuk hidup berkenan kepada Allah? Apakah Anda selalu bersyukur atas apa yang Anda miliki? Apakah Anda selalu berusaha melakukan yang terbaik berdasarkan apa yang telah Allah percayakan kepada Anda? [GI Benny Wijaya]

    11 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…