
Sign up to save your podcasts
Or


Dalam pembahasan tentang masalah ibadah (4:17-5:6), Pengkhotbah tidak menyebut tentang keadaan "di bawah matahari" dan "kesia-siaan" yang sebelumnya sering disebut. Apakah hal ini berarti bahwa ibadah adalah jawaban atas pencarian makna hidup? Sebagai umat Allah, ibadah memang merupakan kewajiban. Akan tetapi, pembahasan menyangkut ibadah ini diawali dengan perkataan, "Jagalah langkahmu, ...." (4:17) Ingatlah bahwa saat Allah memanggil Musa, Musa diminta untuk menanggalkan kasutnya. Hal ini menunjukan bahwa sikap hormat itu penting bila kita hendak menghadap hadirat Allah yang kudus.
在关于敬拜问题的讨论中(5:1-7),传道者并没有提及之前常 提及关于‚在日光之下‛和‚虚空‛的情况。这一点是否意 味着敬拜是寻找生命意义的答案?作为上帝的子民,敬拜本是义 务。但是,关于敬拜的讨论是以‚所行的……。‛(5:1)这句话开 始。要记得,当上帝呼召摩西时,上帝叫摩西把脚上的鞋脱下来。 这一点表明,如果我们要来到圣洁的上帝面前,敬畏是很重要的。 传道者提醒说聆听胜过献祭。倘若我们来到上帝面前,我们 要听上帝的话,而不是相反。我们必须带着服从上帝旨意的决心来 到祂面前。若不愿意听上帝的话,我们会以错误的方式奉献,就是 愚昧人在他的愚昧中奉献,就是不按照上帝的旨意奉献。随意的奉 献意味着把上帝当作乞丐一样的缺乏,这种行为是对创造宇宙万物 的上帝的侮辱。因此,这种行为是恶的(5:1)。 当上帝允许我们藉着祷告对祂说话时,我们必须明智地说话 (5:2)。不可用太多的言语,仿佛上帝难以明白我们要说的话(参 阅《马太福音》6:5-15)。我们许愿之前也要谨慎,因为许了愿就 应当偿还(《传道书》5:4-5)。千万不可像亚拿尼亚和撒非喇一样 地在奉献的事上欺哄上帝,以致这样的谎言引来惩罚(《使徒行 传》5:1-11)。 在圣经中,上帝有时通过梦说话。然而,传道者提醒说,千 万不可轻易将梦解为上帝的话,因为事务多思想多就令人做梦 (《传道书》5:3)。 通过传道者在本日经文中的阐述,很明显的,若要通过敬拜 寻找生命的意义,我们要有敬畏上帝的心的感动,若没有敬畏上帝 的心,我们的敬拜便是虚空,并会带来惩罚。你的所有敬拜活动是 否都伴随着敬畏上帝的态度?[Benny Wijaya传道/陈巧云]
Harta–Wanita-Takhta atau Kekayaan-Relasi-Kekuasaan sering dianggap sebagai ukuran kesuksesan seseorang. Dalam bacaan Alkitab hari ini, ketiga hal di atas dipaparkan oleh Pengkhotbah. Namun, benarkah Kekayaan-Relasi-Kekuasaan merupakan ukuran kesuksesan?
财富、女人与宝座或财富、关系与权势,通常都被认为是衡量一个人成功与否的标准。在本日经文中,以上这三件事传道者都有所阐述。然而、财富、权力与关系真的是衡量成功的准则吗?
Dalam bacaan Alkitab sebelumnya (3:1-15), Pengkhotbah memperlihatkan bahwa sesungguhnya, manusia tidak berkuasa atas hidupnya. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Pengkhotbah memperlihatkan bahwa bila seseorang menganggap dirinya berkuasa memakai kekuasaannya secara sewenang-wenang, pasti akan timbul ketidakadilan (3:16) dan penindasan (4:1).
Berdasarkan pengamatannya, Pengkhotbah menemukan bahwa dalam hidup manusia di bawah matahari, banyak terjadi ketidakadilan. Di pengadilan, tempat yang seharusnya untuk menegakkan keadilan pun, ternyata bisa ditemukan ketidakadilan (3:16). Orang yang berkuasa—yang seharusnya memberi kesejahteraan—justru melakukan penindasan (4:1). Pengkhotbah melihat bahwa sumber ketidakadilan dan penindasan adalah iri hati seseorang terhadap orang lain (4:4). Itulah sebabnya, ketidakadilan dan penindasan bisa terjadi kepada semua orang. Bila kita menuntut agar kita diperlakukan adil secara sempurna di bawah matahari, kita akan sulit menemukan kebahagiaan. Kita hanya akan menemukan kebahagiaan bila kita memandang keadilan Allah, karena Dialah yang Mahaadil. Dia akan mengadili seluruh umat manusia secara adil. Pengkhotbah mengingatkan bahwa mereka yang—dengan kekuasaannya—memutarbalikkan keadilan serta melakukan penindasan akan menerima ganjaran dari Allah. Allah akan mengadili secara adil (3:17). Oleh karena itu, janganlah berlaku tidak adil sehingga kita menindas orang lain. Mereka yang menyalahgunakan kekuasaan tidak ubahnya dengan binatang yang tidak menikmati kehidupan setelah kematiannya. Semuanya akan berakhir dengan kesia-siaan (3:19-22).
Jagalah hati Anda agar Anda tidak memiliki perasaan iri hati. Milikilah hati yang takut akan Allah karena Allah akan mengadili semua orang secara adil. Jangan menuntut keadilan dari dunia yang berdosa yang tidak sanggup untuk bertindak adil sepenuhnya. Bersikaplah tenang dan bersandarlah kepada TUHAN saat Anda menemui atau mengalami ketidakadilan dan penindasan. Hiburlah mereka yang tertindas. Itulah yang diharapkan oleh Pengkhotbah.
Sebagai pimpinan, orang tua, karyawan, atau dalam posisi apa pun, apakah Anda telah menggunakan kekuasaan yang Anda miliki secara adil dan sesuai dengan kehendak Allah? [GI Benny Wijaya]
之前所读《圣经》经文中(3:1-15),传道者表明人类无法掌控自己的一生。在本日经文中,传道者说明当一个人觉得自己可以随己意施行权力时,难免造成不公平(3:16)和欺压他人的事(4:1)。
人人都想凡事都幸福顺遂。凭借智慧、能力和努力,许多人认为他们能够实现自己的愿望。然而,现实并非总是如此。传道者观察到人的一生中多是事与愿违,因为凡事都有定时(3:1-8)。
Semua orang menginginkan hal-hal yang membahagiakan. Dengan hikmat, kuasa dan kerja keras, banyak orang berpikir bahwa mereka akan dapat mewujudkan apa yang mereka harapkan. Akan tetapi, kenyataan tidak selalu demikian. Pengkhotbah mengamati bahwa dalam hidup ini, terjadi banyak hal yang tidak sama dengan apa yang kita harapkan, karena untuk segala sesuatu ada waktunya (3:1-8).
当我们遇到一个陌生人时,我们通常除了问名字之外也会问他们的工作是什么。职位通常被认为是一个人的身份。然而,工作能体现生活的意义吗?
Saat berjumpa dengan seorang yang belum kita kenal, hal pertama yang biasanya kita tanyakan selain nama adalah pekerjaan. Pekerjaan sering kali dianggap sebagai identitas seseorang. Namun, apakah pekerjaan mencerminkan makna hidup yang sebenarnya?
From the publisher's feed