
Sign up to save your podcasts
Or


本日经文主要讲叙有关彼得。当主耶稣面对犹太人公会庭审时,彼得三度否认主耶稣,尽管他之前曾吹嘘说:"众人虽然为你的缘故跌倒,我却永不跌倒。"(《马太福音》26:33),还说:"我愿意为你舍命!"(《约翰福音》13:37)。很可惜,那不过是信口开河,因为接着,彼得根本没法实践它(18:17,25 -27)。由于彼得三度否认主耶稣,主耶稣也同样三度提问来修复彼得:"你爱我吗?"。主耶稣的问题并非要论断或打压彼得的热心,而是再次挑起和复兴彼得的热心,当主耶稣第三次问他:"你爱我吗?"时,彼得忧愁了,因为主把同样的问题重复了三遍,他知道主正在提醒自己曾经三次否认祂。然而,第三次同样的问题并没有改变彼得的答复。彼得甚至回答说:"主啊,祢什么都知道,祢知道,我是爱祢的。"这个答复表明彼得确实相信,尽管他经过三次否认了主耶稣是 失败了,但主耶稣依然愿意接受他的。
Bacaan Alkitab hari ini khusus membicarakan tentang Petrus. Saat Tuhan Yesus menghadapi Pengadilan Agama Yahudi, Petrus menyangkal Tuhan Yesus sampai tiga kali, padahal sebelumnya Ia sempat sesumbar dengan berkata, "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak." (Matius 26:33), dan juga mengatakan, "Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" (Yohanes 13:37). Sayangnya, kata-kata yang indah itu hanya omong kosong karena dia gagal merealisasikan perkataannya (18:17,25-27). Karena Petrus menyangkal Tuhan Yesus sampai tiga kali, Tuhan Yesus juga memulihkan Petrus dengan tiga kali bertanya, "Apa engkau mengasihi Aku?" Pertanyaan Tuhan Yesus itu tidak dimaksudkan untuk menghakimi atau menghancurkan semangat Petrus, melainkan untuk memulihkan semangat Petrus. Saat Tuhan Yesus bertanya untuk ketiga kalinya, "Apakah engkau mengasihi Aku?" Petrus merasa sedih karena pengulangan pertanyaan sampai tiga kali itu mengingatkan bahwa Petrus telah menyangkal Gurunya sebanyak tiga kali. Akan tetapi, pertanyaan ketiga itu tidak mengubah jawaban Petrus. Bahkan, Petrus berkata, "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Jawaban ini memperlihatkan bahwa Petrus yakin bahwa Tuhan Yesus masih mau menerima dirinya yang pernah gagal dan menyangkal Tuhan Yesus sebanyak tiga kali.
主耶稣从死里复活至到圣灵降临的这段日子意味着过渡时期。在耶稣基督舍身被捕并被钉在十字架上之前,祂只能一次出现在一个地方。圣灵降临之后,耶稣基督的角色就被圣灵所取代了。较之不同的是,圣灵可以同时出现在很多地方。在过渡时期,主耶稣临格仍然受局限,只能在某个时间的某个地方。不过,祂来去快如闪电,甚至可以穿墙而过。
Masa sesudah Tuhan Yesus bangkit dari kematian sampai masa Roh Kudus dicurahkan merupakan masa peralihan. Sebelum Yesus Kristus menyerahkan diri-Nya untuk ditangkap dan kemudian disalibkan, Ia hadir secara fisik di satu tempat saja pada waktu tertentu. Setelah Roh Kudus dicurahkan, peran Yesus Kristus digantikan oleh Roh Kudus. Perbedaannya, Roh Kudus bisa hadir di banyak tempat pada waktu yang sama. Pada masa peralihan, kehadiran Tuhan Yesus masih terbatas di satu tempat pada waktu yang tertentu. Akan tetapi, Ia bisa hadir dan pergi secepat kilat, bahkan bisa menembus tembok.
Saat para murid berkumpul di sebuah ruangan yang terkunci, tiba-tiba Tuhan Yesus berdiri di tengah-tengah mereka. Hal ini menunjukkan bahwa sesudah Yesus Kristus bangkit dari kematian, Ia mengenakan tubuh yang baru, yaitu tubuh kebangkitan yang tidak terbatasi oleh ruang. Para murid yang berada di ruangan itu jelas tidak bisa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat sendiri. Akan tetapi, Tomas, yang sedang tidak bersama-sama dengan para murid yang lain, tidak bisa memercayai hal yang tidak bisa dimengerti oleh akal manusiawinya yang terbatas itu. Tomas berkata kepada mereka: " Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." (20:25b). Delapan hari kemudian, saat Tomas berada di rumah itu bersama-sama dengan para murid yang lain, Tuhan Yesus kembali hadir di tengah-tengah mereka. Saat itu, Tuhan Yesus berkata kepada Tomas, " Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (20:29).
当门徒们聚集在一个锁着的房间里时,主耶稣突然站在他们中间。这表明耶稣基督从死里复活后,拥有一个新的身体,也就是一个不受空间限制的复活身体。屋子里的门徒显然根本无法否认自己亲眼所见。然而,没有和众门徒在一起的多马,拒绝相信超乎人类有限理性能理解的事。多马对他们说:"我非看见祂手上的钉痕,用手指头探入那钉痕,又用手探入祂的肋旁之前,我总不信。"(20:25下)。八天后,当多马和其他门徒在家里时,主耶稣再度出现在他们中间。那时,主耶稣对多马说:"你因看见了我才信。那没有看见就信的人有福了。"(20:29)。
Budaya Ibrani—sama seperti mayoritas budaya di dunia—adalah budaya yang mengagungkan pria, khususnya pria dewasa. Saat melakukan penghitungan pun, sering kali hanya pria dewasa yang dihitung, sedangkan wanita dan anak-anak diabaikan (bandingkan dengan Matius 14:21; 15:38). Oleh karena itu, menarik untuk diperhatikan bahwa setelah Tuhan Yesus bangkit dari kematian, yang diberi kehormatan pertama kali untuk melihat Dia dalam tubuh kebangkitan adalah seorang perempuan, yaitu Maria Magdalena—seorang yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat (Markus 16:9; Lukas 8:2). Tampaknya, Maria Magdalena merasa sangat berterima kasih saat dibebaskan dari ketujuh roh jahat itu, sehingga Ia menjadi pengikut Tuhan Yesus yang sangat setia. Saat Yesus Kristus disalibkan pada hari sebelum Sabat—yang kita kenal sebagai Jumat Agung—dia adalah salah seorang perempuan yang ikut menunggui di dekat salib (Yohanes 19:25). Setelah hari Sabat usai—yaitu Sabtu malam—ia bersama dengan Maria—ibu Yakobus—dan Salome membeli rempah-rempah untuk mengurapi jasad Tuhan Yesus (Markus 16:1). Menjelang fajar menyingsing, pagi-pagi benar, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus pergi menengok ke kubur (Matius 28:1). Mereka tidak memikirkan siapa yang akan menggulingkan batu besar penutup kubur. Akan tetapi, ternyata batu penutup kubur telah terbuka dan kubur itu telah kosong. Saat melihat kondisi kubur, Yohanes—yang lebih rasional—teringat terhadap ajaran Tuhan Yesus tentang kebangkitan, dan ia percaya bahwa Kristus telah bangkit (20:8-9). Akan tetapi, terhadap Maria Magdalena yang masih berdukacita, Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya secara langsung (20:14-17).
与世界上大多数文化一样——希伯来人的文化是崇尚男尊女卑的,尤其是成年男性。即使在点数人口时,通常也只计算成年男性,而忽略女性和儿童(参见《马太福音》14:21;15:38)。因此 请注意一件趣事,就是耶稣从死里复活后,第一位有幸看到他复活的身体的却是女性,即抹大拉的马利亚 — 一位从七个邪灵缠绕中被拯救出来的人(《马可福音》16:9;《路加福音》8:2)。显然,抹大拉的马利亚从七个邪灵中解脱出来,心里非常感激,成为了一个非常忠心的主耶稣的跟随者。当耶稣基督在安息日(我们称为耶稣受难日)前一天被钉死在十字架上时,她是忠心靠近十字架陪伴祂的女性之一(《约翰福音》19:25)。安息日结束后——也就是星期六晚上——她和马利亚——雅各的母亲——和莎罗美一起买了香料作膏主耶稣的遗体用(《马可福音》16:1)。黎明时分,天还黑时,抹大拉的马利亚和雅各的母亲马利亚便来到耶稣坟墓那里(《马太福音》28:1)。她们没有想过谁会滚开封住坟墓的巨石。然而,显然封石已经打开,坟墓是空的。当看到坟墓的情况时,比较理性的约翰想起了主耶稣关于复活的教导,他相信基督已经复活了(20:8-9)。然而,对于仍在悲伤中的抹大拉马利亚,主耶稣直接向她显现了自己(20:14-17)。
整篇复活的故事是一个合理和令人信服的故事,并非杜撰。门徒们没想到基督会从坟墓里复活(20:9)。抹大拉的马利亚——这位姐妹一大早就出发到耶稣基督的坟墓那里,预备膏耶稣身体。当看到封住墓门的巨石已经被滚开,她惊呆了,立即跑去找西门彼得和另外一位主耶稣所爱的门徒。(20:1-2)。虽然没有明确说明,但照推测,自称主耶稣所爱的门徒的那位就是《约翰福音》的作者约翰。当耶稣基督被钉十字架时,这位门徒也在十字架附近,因此主耶稣将耶稣基督的母亲马利亚托付给他(19:25-27)。复活节前最后晚餐时,就是这位门徒侧身挨近主耶稣胸膛,问主何人会出卖祂(13:25)。当西门彼得跑进了坟墓,就看见细麻布还放在一处,裹头巾在另一处卷着。这里没有记载西门彼得的反应(20:6-7)。然而,彼得之前抵达的那位门徒——也就是约翰——注意到坟墓里的情况后,他就相信复活的事实。到底是什么让约翰相信了呢?环绕裹住耶稣身体的细麻布呈现扁身形状置一边,另一旁有耶稣的裹头巾——就是一般稳住死者嘴巴不张开,由下颚直缠到头顶用的小布——由此显然呈现一个现象,就是耶稣基督的身体——之前被细麻布和裹头巾包裹着的——突然从中消失的状况。请注意,这与特意把细麻布和裹头巾从耶稣基督的身体上打开取下的情况,必定是完全不同的。这就是约翰看见就相信的原因(20:8)。
Seluruh kisah kebangkitan adalah kisah yang wajar, tidak dibuat-buat. Para murid tidak menyangka bahwa Kristus akan bangkit dari kubur-Nya (20:9). Maria Magdalena—yang pagi-pagi benar pergi untuk berziarah ke kubur Yesus Kristus, merasa kaget ketika melihat batu penutup kubur telah terguling, sehingga ia segera lari mencari Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Tuhan Yesus (20:1-2). Walaupun tidak disebut secara terus terang, kita bisa menduga bahwa murid yang menyebut dirinya sebagai murid yang dikasihi Tuhan Yesus itu adalah Yohanes, sang penulis Injil Yohanes. Murid ini pula yang berada di dekat salib saat Yesus Kristus disalibkan, sehingga Tuhan Yesus menitipkan Maria—Ibu Yesus Kristus—kepadanya (19:25-27). Dia pula yang duduk di dekat Tuhan Yesus pada Perjamuan Malam Terakhir menjelang Paskah dan menanyakan siapa yang akan berkhianat (13:25). Saat Simon Petrus memasuki kubur itu, ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedangkan kain peluh sudah tergulung di tempat yang lain. Tidak ada catatan tentang reaksi Simon Petrus (20:6-7). Akan tetapi, setelah murid yang lain itu—yaitu Yohanes—memperhatikan keadaan di dalam kubur, ia menjadi percaya akan fakta kebangkitan. Sebenarnya, apa yang membuat Yohanes menjadi percaya? Dapat dipastikan bahwa keadaan kain kapan pembalut tubuh yang tiba-tiba mengempis dan kain peluh—yaitu kain kecil yang dililitkan dari dagu sampai atas kepala untuk mencegah agar mulut tidak terbuka—yang dalam keadaan tergulung memperlihatkan bahwa tubuh Yesus Kristus—yang sebelumnya terbalut kain kapan dan kain peluh—tiba-tiba menghilang. Perhatikan bahwa kondisi yang terlihat akan jauh berbeda bila kain kapan dan kain peluh itu dibuka dari tubuh Yesus Kristus. Itulah sebabnya, Yohanes melihat dan ia menjadi percaya (20:8).
From the publisher's feed