
Sign up to save your podcasts
Or


有很多基督徒听到或读到某些人偷偷跟随基督时会嗤之以鼻。但是,如果我们读到耶稣基督受苦的故事,那些居高临下贬低偷偷跟随基督的人,恰是应当自我反省的人们。请记住,当主耶稣被捕时,所有的门徒都逃跑了。没有一个人敢继续陪伴耶稣基督。当主耶稣被钉在十字架上时,我们只看到几个妇女和一个主耶稣的门徒是在场见证这事的(18:25-27)。其他门徒又在哪里呢?虽然当时可能还有其他主耶稣的门徒在场,但其他门徒也可能躲起来先求自保。被钉十字架之后,还有那位门徒还在乎夫子的遗体的?事实证明,最关心此事的两个人竟然是两位犹太宗教领袖——公会成员——他们是耶稣基督的默默无声追随者,即亚利马太的约瑟(19:38)和尼哥底母(19:39)。他们不顾声望,冒着好名声受损的风险,向本丢彼拉多求得耶稣基督的遗体,以便他们可以妥善埋葬(19:40)。连约瑟也放弃了为自己准备的坟墓,用作埋葬主耶稣尸体的地方(见《马太福音》27:59-60)。
Banyak orang Kristen mencibir saat mendengar atau membaca tentang orang yang mengikut Kristus secara sembunyi-sembunyi. Akan tetapi, bila kita membaca kisah penderitaan Yesus Kristus, sepantasnya bila mereka yang bersikap merendahkan atau meremehkan orang yang mengikut Kristus secara sembunyi-sembunyi itu melakukan introspeksi diri. Ingatlah bahwa saat Tuhan Yesus ditangkap, semua murid melarikan diri. Tidak ada seorang pun yang berani untuk terus mendampingi Yesus Kristus. Saat Tuhan Yesus berada di kayu salib, kita hanya membaca tentang beberapa perempuan dan seorang murid Tuhan Yesus yang menyaksikan peristiwa tersebut (18:25-27). Di mana murid-murid yang lain? Walaupun mungkin masih ada murid Tuhan Yesus yang lain yang ada di sana saat itu, ada pula kemungkinan bahwa murid-murid yang lain bersembunyi untuk mengamankan diri mereka sendiri. Seusai penyaliban, siapa murid yang memedulikan jenazah Sang Guru Agung? Ternyata, yang paling peduli adalah dua orang pemimpin agama Yahudi—anggota Sanhedrin—yang menjadi pengikut Yesus Kristus secara diam-diam, yaitu Yusuf dari Arimatea (19:38) dan Nikodemus (19:39). Dengan menyingkirkan gengsi dan mempertaruhkan nama baik, mereka meminta mayat Yesus Kristus kepada Pontius Pilatus, agar mereka bisa menguburkan jenazah secara layak (19:40). Bahkan, Yusuf menyerahkan makam yang disiapkan bagi dirinya sendiri untuk dipakai sebagai tempat menguburkan jenazah Tuhan Yesus (lihat Matius 27:59-60).
Tujuan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia adalah untuk melaksanakan rencana Allah Bapa. Oleh karena itu, saat di kayu salib pun, Tuhan Yesus tetap menggenapi apa yang telah tertulis dalam Kitab Suci Perjanjian Lama (lihat 19:28). Yang perlu diingat adalah bahwa semua penderitaan yang dialami Tuhan Yesus itu bukan suatu kebetulan, melainkan terjadi sesuai dengan rencana Allah. Menjelang wafat, Tuhan Yesus berkata, "Sudah selesai." (19:30). Artinya, Tuhan Yesus telah menyelesaikan seluruh tugas penyelamatan umat manusia yang dirancang oleh Allah Bapa. Yang juga tidak boleh dilupakan adalah bahwa Tuhan Yesus mati bukan karena Ia kalah saat menghadapi para penentangnya, tetapi karena Ia dengan sukarela menyerahkan nyawa-Nya (lihat 19:30). Salib bukanlah kekalahan, melainkan kemenangan Yesus Kristus atas kuasa dosa dan kuasa maut!
主耶稣来到世上的目的是为了完成天父的旨意。因此,即便在十字架上,主耶稣仍应验了凡是旧约圣经所记载的(19:28)。需谨记的是,主耶稣所经历的一切苦难都不是巧合,而是按照上帝的计划而发生的。主耶稣临死前说:"成了。" (19:30)。就是说,主耶稣完成了天父所计划为了拯救世人的任务。我们也不可忘记,主耶稣的死并非因为祂输給了那些抵挡者,而是因为祂自愿舍弃了自己的生命(19:30)。十字架不是一个失败,而是一种胜利,因为耶稣基督战胜了罪和死亡的权势!
尽管彼拉多知道犹太宗教领袖的诉讼是无中生有,但他最终屈服于他们的要求。犹太的宗教领袖想要处死主耶稣的真正原因是因为祂自称与上帝同等。然而,这种原因是宗教性质的,彼拉多当然不想审理此类的案件。因此,他们就怂恿彼拉多处死耶稣基督,基于祂自称是君王,被认为有可能会反抗罗马政府。当彼拉多查问时,这个指控很明显是捏造的。主耶稣是王,但祂非如世人所想象的那世上的王。主耶稣从来没有打算要组织军队,若祂愿意的话,祂可以在一瞬间就消灭罗马政府。主耶稣所争战的是真理。可以说,祂的国度就是真理的国度。彼拉多问主耶稣:"什么是真理?"不幸的是,他并不想真正了解真理,所以他漫不经心地问(18:38)。彼拉多试图说服宗教领袖们来撤销对耶稣基督的指控。然而,他们却充耳不闻,仍然强烈要求将耶稣基督钉在十字架上。最后,彼拉多屈服了,将主耶稣交给他们钉在十字架上。
Pilatus menyerah terhadap tuntutan para pemimpin Agama Yahudi, walaupun ia tahu bahwa tuntutan mereka hanya mengada-ada. Alasan sebenarnya yang membuat para pemimpin agama Yahudi ingin agar Tuhan Yesus dihukum mati adalah karena Ia dianggap menyamakan diri-Nya dengan Allah. Akan tetapi, alasan semacam itu adalah alasan keagamaan, dan Pilatus pasti tidak mau mengurus masalah semacam itu. Oleh karena itu, alasan yang mereka pakai untuk mendesak Pilatus agar mau menghukum mati Yesus Kristus adalah bahwa Yesus Kristus mengaku sebagai seorang raja, sehingga Ia bisa dianggap berpotensi untuk memberontak terhadap pemerintah Romawi. Saat Pilatus mengklarifikasi, jelas bahwa tuduhan tersebut mengada-ada. Tuhan Yesus adalah Raja, tetapi bukan dalam pengertian seperti raja yang ada di bumi ini. Tuhan Yesus tidak pernah berencana untuk menghimpun pasukan, walaupun bila Dia mau, Dia bisa saja melenyapkan pemerintah Romawi dalam sekejap. Yang diperjuangkan Tuhan Yesus adalah kebenaran. Bisa dikatakan bahwa kerajaan-Nya adalah Kerajaan Kebenaran. Pilatus bertanya kepada Tuhan Yesus, "Apakah kebenaran itu?" Sayangnya, ia tidak sungguh-sungguh ingin memahami kebenaran, sehingga dia bertanya sambil berjalan pergi (18:38). Pilatus berusaha membujuk agar tuntutan terhadap Yesus Kristus dibatalkan. Akan tetapi, para pemimpin agama sudah menutup telinga mereka dan mereka tetap menuntut agar Yesus Kristus disalibkan. Akhirnya, Pilatus menyerah dan Tuhan Yesus diserahkan kepada mereka untuk disalibkan.
耶稣基督无论在肉身上或精神上所受的痛苦都是极其剧烈而非同一般。请记住,自从逾越节前的最后晚餐后,祂就没有歇息过。饭后,祂就往客西马尼园筋疲力尽地祷告。被捕后,他无片刻的休息,就立即被带到宗教法庭,进行两个阶段的审问,即亚那的审判和在该亚法与犹太公会成员前的受审。之后,耶稣基督不间歇地被带到巡抚本丢彼拉多面前。在《路加福音》中,还加添了一个叙述,在本丢彼拉多的审问过程中,主耶稣被送到希律那里(《路加福音》23:8-12),然后又被遣返到本丢彼拉多。
Penderitaan Yesus Kristus luar biasa, baik secara fisik maupun secara kejiwaan. Ingatlah bahwa Dia tidak beristirahat sama sekali sejak Perjamuan Terakhir Menjelang Paskah. Perjamuan itu disusul dengan doa di Taman Getsemani yang amat melelahkan secara emosi. Setelah penangkapan, tanpa jeda waktu istirahat, Dia langsung menghadapi pengadilan agama yang terdiri dari dua tahap, yaitu pengadilan oleh Hanas dan pengadilan oleh Kayafas yang didampingi oleh para anggota Mahkamah Agama atau Sanhedrin. Setelah itu, kembali tanpa jeda waktu istirahat, Yesus Kristus dibawa menghadap Gubernur Pontius Pilatus. Dalam Injil Lukas ditambahkan penjelasan bahwa di tengah pemeriksaan oleh Pontius Pilatus, Tuhan Yesus sempat dikirim kepada Herodes (Lukas 23:8-12), lalu dikembalikan lagi kepada Pontius Pilatus.
由亚那(18:13,19-23)和该亚法(18:24)领导的公审是一个宗教法庭,其目的是寻找判主耶稣死刑的理由。当时的大祭司是亚那的女婿该亚法,亚那是前任大祭司。虽然不再是大祭司,但亚那仍然拥有强大的权力。显然,他是策划和资助逮捕主耶稣的人。所以,主耶稣首先去面对亚那。以亚那为首的法庭,其实只是为了争取时间等待公会最高法院的会员们的来临。当公会会员达到法定人数后——即有议决权的基本人数——主耶稣才被交给该亚法,该亚法被公会成员陪同。公会决定判死刑。但是,他们无权执行死刑。因此,在天还没亮时,他们就立即带着耶稣基督到省长本丢彼拉多率领的法庭,要求判主耶稣死刑。然而,彼拉多没有找到耶稣基督应该被判死刑的任何错误。彼拉多建议执行在逾越节那天释放囚犯免受刑罚的习俗。可惜宗教领袖们却视而不见,还继续要求判主耶稣死刑!很明显,审判只是例行公事罢了。
Pengadilan yang dipimpin oleh Hanas (18:13,19-23) dan Kayafas (18:24) adalah Pengadilan Agama yang bertujuan mencari-cari alasan agar bisa menjatuhkan hukuman mati kepada Tuhan Yesus. Yang menjadi imam besar saat itu adalah Kayafas, menantu Hanas yang juga merupakan mantan Imam Besar. Sekalipun sudah tidak menjabat sebagai imam besar, Hanas masih memiliki kekuasaan yang besar. Tampaknya, dialah yang merancang dan membiayai penangkapan Tuhan Yesus. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus lebih dulu dihadapkan kepada Hanas. Pengadilan yang dipimpin oleh Hanas itu sebenarnya hanyalah strategi mengulur waktu untuk menunggu kehadiran anggota Mahkamah Agama yang disebut Sanhedrin. Setelah jumlah anggota Sanhedrin memenuhi kuorum—yaitu jumlah minimum kehadiran supaya rapat dapat mengesahkan suatu keputusan—barulah Tuhan Yesus diserahkan kepada Kayafas yang didampingi para anggota Sanhedrin. Mahkamah Agama itu memutuskan untuk menjatuhkan hukuman mati. Akan tetapi, mereka tidak berwewenang untuk melaksanakan hukuman mati. Oleh karena itu, ketika hari masih pagi, mereka segera membawa Yesus Kristus ke gedung pengadilan negeri yang dipimpin oleh Gubernur Pontius Pilatus untuk meminta agar Tuhan Yesus dijatuhi hukuman mati. Akan tetapi, Pilatus tidak menemukan kesalahan yang membuat Yesus Kristus patut dijatuhi hukuman mati. Pilatus mendorong dijalankannya kebiasaan membebaskan tawanan dari hukuman pada hari Paskah. Sayangnya, para pemimpin agama sudah menutup mata hati mereka dan tetap menuntut agar Tuhan Yesus dijatuhi hukuman mati! Jelas bahwa jalannya sidang pengadilan itu hanya suatu formalitas belaka.
From the publisher's feed