
Sign up to save your podcasts
Or


人们对福音消息的反应各不相同。有些人对福音消息是持开放的态度,但有些人是持封闭的态度,甚至憎恨传福音的工作。对福音消息的消极回应是很正常的,因为上帝的真理与这世界的信念与思想不同。怪不得拒绝并憎恨福音消息与接受福音消息的人更多。众人拒绝了行善的耶稣——甚至拒绝了祂通过所行的神迹所彰显的神性——这一情况反映了若传福音的工作遭遇拒绝和挑战,这是很正常的事了。若我们所行的善遭受消极的回应,我们就不必觉得惊奇,因为主耶稣也针对给予消极回应的众人说这样的话"他们无故恨我"(15:25)。当我们行义后遭受了消极的回应,我们必须记住主耶稣的话"为义受逼迫的人有福了。因为天国是他们的。人若因我辱骂你们、逼迫你们、捏造各样坏话毁谤你们,你们就有福了。应当欢喜快乐。因为你们在天上的赏赐是大的。在你们以前的先知、人也是这样逼迫他们。"(《马太福音》5:10-12)。对我们见证予以积极的回应是一种安慰。然而,当我们遭受消极的回应,我们仍然有不取决于情况好坏的安慰,即是圣灵的安慰。这样的安慰使我们在困难和挑战中心仍存平安(《约翰福音》14:26-27)。
Respons terhadap berita Injil itu bermacam-macam. Ada orang yang bersikap terbuka terhadap berita Injil, akan tetapi ada pula yang bersikap tertutup, bahkan membenci pemberitaan Injil. Respons negatif terhadap berita Injil itu wajar karena kebenaran Allah berbeda dengan keyakinan dan kecenderungan dunia ini. Tidak mengherankan bila jumlah orang yang menolak—bahkan membenci—berita Injil lebih banyak daripada yang menerima. Penolakan massa terhadap Tuhan Yesus yang telah membuat amat banyak kebaikan—bahkan mujizat-mujizat yang Ia lakukan jelas memperlihatkan keilahian-Nya—merupakan cermin bahwa amat wajar bila pemberitaan Injil itu menemui tantangan dan penolakan. Kita tidak perlu heran bila kebaikan kita menuai respons negatif karena Tuhan Yesus pun mengatakan tentang orang banyak yang berespons negatif itu, "Mereka membenci Aku tanpa alasan." (15:25). Bila kita melakukan kebenaran dan menuai respons negatif, ingatlah perkataan Tuhan Yesus, "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." (Matius 5:10-12). Respons yang positif terhadap kesaksian kita memang merupakan sumber penghiburan. Akan tetapi, bila kita mendapat respons negatif, kita tetap memiliki sumber penghiburan yang tidak tergantung dari situasi, yaitu penghiburan yang berasal dari Roh Kudus. Penghiburan inilah yang memungkinkan kita memiliki damai sejahtera di tengah kesulitan dan tantangan (Yohanes 14:26-27).
耶稣基督形容祂与门徒们的关系如同葡萄树与枝子。若不衔接在树上,枝子就无法结出果子(15:5)。要让一棵树结果子,就要把它修理干净。不衔接在树上的枝子很快就会枯干,因此要马上剪掉。结果子的枝子要经常修理干净,使枝子能够结更多的果子。如同枝子要时常衔接在树上,门徒们也要与耶稣建立关系才能结出果子。
Tuhan Yesus menggambarkan relasi antara diri-Nya dengan murid-murid-Nya sebagai hubungan antara pokok anggur dengan ranting-rantingnya. Ranting tidak akan bisa hidup dan menghasilkan buah bila tidak menempel pada pokoknya (15:5). Supaya sebuah pohon bisa menghasilkan banyak buah, pohon itu harus dirawat. Ranting yang terlepas dari pokoknya akan segera mengering dan mati, sehingga harus dibuang. Ranting yang berbuah harus sering dibersihkan supaya bisa menghasilkan lebih banyak buah. Sama seperti sebuah ranting harus menempel terus pada pokoknya, demikian pula para murid harus terus membangun relasi dengan Kristus supaya bisa berbuah.
主耶稣很清楚,祂被捕、受苦、最终被钉死在十字架上后,祂的门徒就会惶恐不安,失去他们所依靠的。当祂与门徒还在一起时,他们可以寻求祂的帮助来解决所面对的任何问题。当祂不再与门徒在一起后,门徒有困难时就会感到困惑。因此,主耶稣说祂要求天父另外差派一位保惠师(14:16,印尼文译为"帮助者")。在本日经文中,有不同的词汇来形容那位帮助者,即真理的圣灵、保惠师和圣灵(14:17, 26)。
Tuhan Yesus sangat paham bahwa setelah Ia menyerahkan diri-Nya untuk ditangkap dan menjalani penderitaan sampai berada di kayu salib, murid-murid-Nya akan gelisah dan kehilangan tempat berpegang. Saat Ia masih bersama-sama dengan para murid-Nya, para murid bisa mencari Dia untuk meminta pertolongan atas masalah apa pun yang mereka hadapi. Sesudah Dia tidak bersama-sama dengan mereka, para murid akan kebingungan saat menghadapi masalah. Oleh karena itu, Tuhan Yesus memberi tahu bahwa Ia akan meminta Allah Bapa mengirimkan Penolong yang lain (14:16). Dalam bacaan Alkitab hari ini, ada berbagai istilah yang menunjuk kepada Penolong yang lain itu, yaitu Roh Kebenaran, Penghibur, dan Roh Kudus (14:17, 26).
身为好牧人(第10章),主耶稣非常关心祂门徒的需要,因为他们是祂牧养的羊群。耶稣基督被捕后,他的门徒就像没有牧人的羊一样四处分散。因此,在本日经文中,祂装备门徒如何面对困难,其信息是:第一,主耶稣劝门徒要继续相信耶稣基督所怀的意念总是好的。当祂要离开门徒时,并不意味着祂撇弃了他们。祂离开这个世界是为了凡相信祂的人预备地方。然后,祂会再回到这个世界来接那些相信祂的人,让他们可以在天上永远与祂在一起(14:1-3)。其次,主耶稣解释说,祂现在的角色是成为上帝与人之间的中保(14:13;参照《提摩太前书》2:5;《希伯来书》 7:25;8:6;9:15;12:24;《约翰一书》2:1)。正是这种中保的角色确保了祷告的应允(14:14)。耶稣基督既成为中保,当我们祷告时,我们并不是依靠自己的圣洁,而是依靠耶稣基督为我们所成就的一切。
Sebagai Gembala yang baik (pasal 10), Tuhan Yesus amat memperhatikan keperluan murid-murid-Nya yang merupakan bagian dari domba-domba yang Dia gembalakan. Setelah Yesus Kristus ditangkap, murid-murid-Nya akan tercerai berai seperti domba tanpa gembala. Oleh karena itu, dalam bacaan Alkitab hari ini, Dia memberikan pesan-pesan untuk mempersiapkan para murid dalam menghadapi masa sulit: Pertama, Tuhan Yesus berpesan agar murid-murid tetap percaya bahwa Dia selalu memiliki maksud baik. Bila Ia pergi meninggalkan murid-murid-Nya, hal itu tidak berarti bahwa Dia mengabaikan mereka. Kepergian-Nya dari dunia ini dimaksudkan untuk menyediakan tempat bagi orang yang percaya kepada-Nya. Selanjutnya, Ia akan datang kembali ke dunia ini untuk menjemput orang yang percaya kepada-Nya, sehingga orang percaya bisa tinggal bersama dengan Dia di sorga (14:1-3). Kedua, Tuhan Yesus menjelaskan bahwa peran-Nya saat ini adalah menjadi Pengantara di antara Allah dan manusia (14:13; lihat juga 1 Timotius 2:5; Ibrani 7:25; 8:6; 9:15; 12:24; 1 Yohanes 2:1). Peran sebagai Pengantara inilah yang menjamin pengabulan doa (14:14). Dengan menjadikan Yesus Kristus sebagai Pengantara, maka saat kita berdoa, kita tidak mengandalkan kesucian diri kita, tetapi mengandalkan apa yang sudah dikerjakan oleh Yesus Kristus bagi diri kita.
在犹太人的逾越节前夕,耶稣基督和祂的门徒所举行的最后一次晚餐令人非常感动。他以仆人的身份自愿为门徒洗脚,树立了服事的榜样。祂已经公开表示其中的一个门徒会背叛祂(13:21)。令人惊讶的是,当祂对加略人犹大说:" 你所作的,快作罢。" 其他的门徒竟然都没有怀疑犹大就是那个叛徒(13:27-28)。这表明,虽然耶稣基督知道加略人犹大会出卖祂,但耶稣对他的态度并没有改变。祂没有用气恼的语气,以至于让其他的门徒生疑。祂的爱不离不弃!所以,在筵席上,主耶稣在对待仇敌的态度上树立了典范。基于如此高标准的爱,主耶稣传达了一个信息:" 我赐给你们一条新命令,乃是叫你们彼此相爱;我怎样爱你们,你们也要怎样相爱。"
体验基督对祂门徒的爱至关重要,因为基督的爱是当今信徒团体必须在彼此相爱时所体现的那种标准。正如基督愿意为祂的门徒洗脚一样,信徒群体也应该是一个互相服事、先人后己,为人设想的群体,而不是一个争权夺利的群体。正如主耶稣仍然爱着那明显要出卖祂的加略人犹大一样。信徒也必须如此爱每一个与他交往的人,包括那些行为非常讨厌的人。如今我们活在疫情大流行时期,要显出爱心是一项非常艰巨的挑战。我们不仅需要培养宽容的态度,还需要一颗愿意考虑——甚至优先考虑——他人利益的心。您有没有在信徒群体中表现出您的关怀?您愿意接受,甚至仍然爱那些敌对您的或那些态度令您恼火的人吗?[邱隆泰传道/林贞兰]
Perjamuan terakhir menjelang Paskah orang Yahudi yang diselenggarakan oleh Yesus Kristus bersama dengan murid murid-Nya berlangsung dengan sangat mengharukan. Beliau memberi teladan dalam melayani dengan menempatkan diri sebagai Pelayan yang mau membasuh kaki murid-murid-Nya secara sukarela. Dia sudah memberi pengumuman bahwa salah seorang murid-Nya akan mengkhianati Dia (13:21). Anehnya, saat Dia berkata kepada Yudas Iskariot, " Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera," ternyata tidak ada murid lain yang curiga bahwa Yudaslah si pengkhianat itu (13:27-28). Hal ini menunjukkan bahwa walaupun Yesus Kristus tahu bahwa Yudas Iskariot akan mengkhianati Dia, sikap-Nya terhadap Yudas Iskariot tidak berubah. Tidak ada nada suara kesal yang membuat murid-murid yang lain curiga. Kasih-Nya tak tergoyahkan! Jadi, dalam perjamuan tersebut, Tuhan Yesus telah memberi teladan dalam hal bersikap terhadap musuh. Berdasarkan standar kasih yang sedemikian tinggi, Tuhan Yesus menyampaikan pesan, " Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi."
From the publisher's feed