
Sign up to save your podcasts
Or


在本日经文中,基督所树立的榜样令人惊叹!很难想象一位伟大的领袖愿意做通常是奴隶所做的工作,就是洗脚。在印尼的城市地区,洗脚的习俗是没有必要的,因为路面的状况一般都比较好。然而,当时在巴勒斯坦为客人洗脚的习俗却是司空见惯。即便如此,负责洗脚的一般都是奴隶。一个地位高的人给地位低的人洗脚,真的不可思议!所以,主耶稣洗脚的做法非同寻常!更何况,祂是在声望达到顶峰的时候做的。
Teladan yang diberikan Kristus dalam Bacaan Alkitab Hari Ini sangat luar biasa! Sulit dibayangkan bahwa seorang Pemimpin Besar bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh seorang budak, yaitu membasuh kaki. Di daerah perkotaan di Indonesia, praktik membasuh kaki tidak diperlukan karena kondisi jalan pada umumnya relatif bagus. Akan tetapi, praktik membasuh kaki tamu di Palestina pada masa itu merupakan sesuatu yang sudah lumrah. Sekalipun demikian,yang bertugas membasuh kaki biasanya seorang budak. Sangat aneh bila orang yang statusnya lebih tinggi membasuh kaki orang lain yang statusnya lebih rendah. Oleh karena itu, praktik membasuh kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ini luar biasa! Apa lagi, hal itu dilakukan saat Ia sedang mencapai puncak kepopuleran.
本日阅读经文乃是主耶稣事奉焦点之转移,从起初一般性地针对众人转移到特殊性地只有针对十二位门徒。事奉焦点的转变始于法利赛人的一句话,"看哪,你们是徒劳无益,世人都随从祂去了"(12:19下)。几个希腊人来求见主耶稣仿佛强调那法利赛人所说的话。在此"希腊人"不应该指希腊民,而大有可能指向讲希腊语的寄居犹太人。因为不好意思直接见主耶稣,所以他们就通过中介,即来自加利利.伯赛大的腓力。伯赛大是许多外来的民居住的城市。由于腓力是希腊名,那些希腊人可能就托之前认识的腓力去帮助他们。过后腓力去见安得烈——也许安得烈比腓力资历更高——同样来自伯赛大,随即他们两位就把该希腊人的意愿转告主耶稣。很可惜,没有关乎主耶稣与希腊人之间的谈话记录,因此可以把12:23-26当作是主耶稣对于他们到来之回应。从一个角度,主耶稣透过祂的受死、复活和升天得荣耀。从另一个角度,主耶稣也借着听了福音而相信的人得荣耀。
Bacaan Alkitab hari ini merupakan peralihan fokus pelayanan Tuhan Yesus yang semula umumnya ditujukan kepada orang banyak menjadi pelayanan yang secara khusus ditujukan kepada kedua belas murid saja. Perubahan fokus pelayanan ini diawali dengan perkataan orang Farisi, "lihatlah, seluruh dunia datang mengikuti Dia." (12:19b). Kedatangan beberapa orang Yunani untuk bertemu Tuhan Yesus seperti menegaskan apa yang dikatakan oleh orang Farisi itu. Sebutan "orang Yunani" tidak harus menunjuk kepada bangsa Yunani, melainkan kemungkinan besar menunjuk kepada orang Yahudi di perantauan yang berbahasa Yunani. Keseganan mereka untuk langsung bertemu Tuhan Yesus membuat mereka mencari perantara, yaitu Filipus yang berasal dari Betsaida di Galilea. Betsaida adalah kota yang dihuni oleh banyak orang asing. Mengingat bahwa Filipus adalah nama Yunani, mungkin orang-orang Yunani itu meminta bantuan Filipus karena mereka sebelumnya telah saling mengenal. Filipus lalu menemui Andreas—mungkin Andreas lebih senior daripada Filipus—yang juga berasal dari Betsaida, lalu mereka berdua menyampaikan keinginan orang-orang Yunani itu kepada Tuhan Yesus. Sayangnya, tidak ada catatan tentang pembicaraan antara Tuhan Yesus dengan orang-orang Yunani itu, sehingga 12:23-26 bisa kita pandang sebagai respons Tuhan Yesus atas kedatangan mereka. ,Dari satu sisi, Tuhan Yesus dimuliakan melalui kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya ke surga. Dari sisi lain, Tuhan Yesus juga dimuliakan melalui orang–orang yang menjadi percaya saat menerima berita Injil.
主耶稣与拉撒路一家人很亲近,因此在逾越节前六天,祂去造访他们。马利亚和马大这两个人最感谢主耶稣,由于祂使拉撒路——她们的兄弟——从死里复活了。她们设宴迎接耶稣基督,马大在宴席中服侍主。即便马大曾经因为太过忙碌服侍没有坐下来听主耶稣的教导,因而受到主的责备(《路加福音》10:40-41)。马大宽宏大量接受责备,仍然要服侍主(《约翰福音》12:2)。此次,马大可能一边服侍一边专心听主的话,所以没有再被责备,而马利亚仍旧聚精会神聆听夫子的教导。过后,马利亚拿著一斤——半公斤左右——极贵的真哪哒香膏,倒在主的脚上,又降卑自己用头发去擦。马利亚这个举动表现出对主耶稣的尊敬。马利亚情愿付出很多费用去抹主耶稣的脚,她并且谦卑下来用自己的头发去擦主的脚。马利亚这种极其尊重主耶稣的态度与将出卖主耶稣的门徒——加略人犹大的态度形成强烈的对比——他认为马利亚此举是浪费。十分之一两银子是雇工一天的工价。因此,买那瓶真哪哒香膏可能是用了节省下来的储蓄钱。加略人犹大认为,价值达三十两银子的真哪哒香膏用来膏主耶稣的脚未免太浪费了。
Kedekatan dengan keluarga Lazarus membuat Tuhan Yesus mengunjungi mereka, enam hari sebelum Paskah. Maria dan Marta adalah dua orang yang paling berterima kasih kepada Tuhan Yesus atas dibangkitkannya Lazarus—saudara mereka—dari kematian. Mereka mengadakan perjamuan untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus, dan Marta melayani dalam perjamuan itu. Walaupun pernah ditegur Tuhan Yesus karena terlalu sibuk melayani sehingga tidak ikut duduk mendengar pengajaran Tuhan Yesus (Lukas 10:40-41), Marta menerima teguran itu dengan lapang dada dan tetap mau melayani (Yohanes 12:2). Kali ini, mungkin Marta melayani sambil tetap mendengarkan perkataan Tuhan Yesus, sehingga ia tidak mendapat teguran lagi, sedangkan Maria tetap fokus mendengarkan ajaran Sang Guru. Kemudian, Maria mengambil setengah kati—yaitu sekitar setengah liter—minyak narwastu yang mahal harganya untuk dituangkan ke kaki Tuhan Yesus, lalu diseka dengan rambutnya. Tindakan Maria ini memperlihatkan penghargaannya terhadap Tuhan Yesus. Maria rela mengeluarkan banyak biaya untuk meminyaki kaki Tuhan Yesus, dan ia juga mau merendahkan diri dengan memakai rambutnya untuk menyeka kaki Tuhan Yesus. Sikap Maria yang sangat menghargai Tuhan Yesus itu amat kontras bila dibandingkan dengan sikap Yudas—murid Tuhan Yesus yang akan berkhianat—yang menganggap Maria melakukan pemborosan. Satu dinar adalah upah pekerja harian dalam sehari. Oleh karena itu, minyak Narwastu itu mungkin dibeli dari hasil menghemat dan menabung. Yudas menganggap minyak Narwastu yang nilainya mencapai tiga ratus dinar terlalu berlebihan bila dipakai untuk mengurapi kaki Tuhan Yesus.
早在多世纪前骗局(骗人的信息)就已经有了;主耶稣时代也有了。骗局的传播可能是恶作剧,也可能是故意为了打倒被认为是仇敌的人。可惜,很多人听了骗人的信息不加思考,从而造成越轨(错误)之回应。本日阅读经文中,叫拉撒路从死里复活使许多人相信了主耶稣(11:45)。这是正常的回应。遗憾的是,大祭司和法利赛人对耶稣基督存嫉恨的态度认为主耶稣的声望给他们带来威胁。他们不要谦卑自己接受现实,耶稣基督本来就已符合上帝应许的弥赛亚之象征。为此缘故,他们发出不合理的言论说,主耶稣的声誉将威胁到罗马殖民政府,因而来攻击他们(11:47-48)。他们设法制造议论说,主耶稣所行的不过是要骗取众人的同情。实际上,他们所散播的言论反应出自己的内心。倘若他们能行神迹,能取得民心的话,他们可能将积蓄能力去夺取政权。他们继续存有嫉妒感,以致同谋欲杀害主耶稣(11:53)。
Hoaks telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Pada zaman Tuhan Yesus pun, hoaks telah ada. Hoaks bisa disebarkan karena iseng, tetapi bisa juga dengan sengaja disebarkan untuk menjatuhkan orang yang dianggap musuh. Sayangnya, banyak orang mendengar informasi hoaks tanpa berpikir, sehingga hoaks bisa mengakibatkan munculnya respons menyimpang. Dalam bacaan Alkitab hari ini, dibangkitkannya Lazarus dari kematian membuat banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus (11:45). Itu adalah respons yang wajar. Sayang, imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersikap dengki—artinya membenci karena iri hati—terhadap Yesus Kristus. Mereka menganggap popularitas Tuhan Yesus sebagai ancaman. Mereka tidak mau merendahkan diri mereka dan tidak mau menerima kenyataan bahwa Yesus Kristus memang memenuhi ciri-ciri sebagai Mesias yang dijanjikan Allah. Oleh karena itu, mereka memunculkan isu yang tidak masuk akal, yaitu bahwa popularitas Tuhan Yesus akan membuat pemerintah penjajah Romawi merasa terancam dan datang menyerang mereka (11:47-48). Mereka berusaha membentuk opini bahwa apa yang dilakukan Tuhan Yesus itu sekadar pencitraan untuk menarik simpati massa. Sebenarnya, isu yang mereka sebarkan mencerminkan isi hati mereka sendiri. Seandainya mereka mampu membuat mujizat dan bisa menarik simpati massa, mungkin mereka akan mengumpulkan kekuatan dan merebut kekuasaan. Rasa iri yang terus dipertahankan membuat mereka bersepakat untuk membunuh Tuhan Yesus (11:53).
Saat mendapat berita dari Maria dan Marta bahwa Lazarus—saudara mereka—sakit, Yesus Kristus mengatakan bahwa penyakit itu tidak akan membawa kematian, melainkan akan menyatakan kemuliaan Allah. Dua hari kemudian, barulah Ia berangkat bersama dengan murid-murid-Nya menuju ke Betania, tempat Lazarus tinggal. Saat hendak berangkat, Tuhan Yesus memberi tahu mereka bahwa sebenarnya Lazarus sudah meninggal. Saat mereka tiba di Betania, Lazarus sudah empat hari meninggal. Perkataan Marta, "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." secara tidak langsung menyampaikan pesan bahwa kedatangan Tuhan Yesus itu terlambat, sehingga Lazarus tidak tertolong. Yang menarik, saat memberi tahu para murid-Nya bahwa Lazarus sudah mati, Yesus Kristus berkata bahwa "keterlambatan" itu baik bagi murid-murid-Nya, yaitu agar mereka "belajar percaya" (11:15). Tampaknya yang harus belajar percaya itu bukan hanya para murid, tetapi juga Marta dan Maria. Perkataan Marta yang menganggap kehadiran Tuhan Yesus terlambat itu mewakili pemikiran banyak orang percaya di sepanjang abad. Marta yakin bahwa Tuhan Yesus bisa menyembuhkan orang sakit, tetapi dia tidak yakin bahwa Yesus Kristus bisa membangkitkan Lazarus yang telah mati. Sama seperti Marta, banyak orang percaya bahwa Kristus sanggup menolong untuk masalah yang tidak terlalu berat, tetapi tidak yakin bahwa Ia bisa menolong bila masalah yang dihadapi lebih berat atau lebih rumit. Walaupun mulut kita bisa mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah, tidak mudah bagi kita untuk memercayai bahwa Kristus benar-benar bisa mengatasi segala masalah kita. Oleh karena itu, mungkin kita perlu "belajar percaya" seumur hidup kita.
主耶稣从马利亚和马大那里听到拉撒路——她们的兄弟——病了,祂说那病不至于死,而是要彰显上帝的荣耀。两天后,祂才同门徒们前往伯大尼,拉撒路的居住地。出发时,主耶稣告诉他们,其实拉撒路已经死了。当他们到达伯大尼时,拉撒路已死了四天。马大说,"主啊,你若早在这里,我兄弟必不死……",这句话间接指主耶稣来迟了,以致拉撒路不能被救活。值得注意,在祂告知门徒们拉撒路已死的时候,耶稣基督说,该"来迟了"对门徒们有益处,叫他们"学习相信"(11:15)。看起来,应该学习的不仅是门徒们,马大和马利亚也必须学习。马大认为主来迟的话代表了历代以来很多信徒的想法。马大相信主耶稣能医治病人,可是不相信主能叫死了的拉撒路复活。好像马大一样,许多信徒相信,基督能帮助解决不是太大的问题,但是不相信祂能解决更大更复杂的问题。即便我们口说,对上帝而言没有难成的事,我们却不容易相信基督能真正地解决一切问题。因此,我们可能应当终身"学习相信"。
From the publisher's feed