
Sign up to save your podcasts
Or


Pada umumnya orang menunjukkan salah satu respons berikut ketika mengalami kesusahan: 1) menyangkal, 2) menyalahkan diri sendiri atau pihak lain, atau 3) melakukan instrospeksi dan mencari pertolongan. Bacaan hari ini menceritakan Yunus sedang mengalami kesusahan besar di dalam perut ikan. Dalam penderitaannya, ia berintrospeksi, mengingat Allah dan memohon pertolongan-Nya.
以东人伤透了被掳到巴比伦的犹大百姓的心。当以色列民要进入应许之地时,摩西很客气地向以东人提出借道而过的请求(《民数记》20:14-21)。摩西嘱咐以色列民不可憎恶以东人,"因为他是你的弟兄。"(《申命记》23:7);但以扫的后裔以东人却与此相反。当耶路撒冷被巴比伦大军摧毁时,以东人也不甘落后地对犹大百姓行强暴(1:10),对耶路撒冷的沦陷幸灾乐祸(1:11-12),甚至趁火打劫(1:13),不仅如此,以东人还除灭幸免于难的以色列民(1:14)。
在犹大百姓被巴比伦人击败,又惨遭以东人的卑鄙行为,处境极为困难之际,俄巴底亚先知传达了上帝的预言。上帝表明以东人必被上帝惩罚,就像犹大百姓一样,遭到失败和灭亡(1:5-9)。上帝应许犹大百姓复兴,他们将统治以东人(1:18-19),重归应许之地居住(1:17)。俄巴底亚先知的预言安慰了犹大百姓并使他们获得盼望。直接听到俄巴底亚先知的预言的犹大百姓当时仍未经历上帝的这应许,而我们却知道上帝后来果然带领犹大百姓进入了应许之地。甚至,我们如今已经历基督(弥赛亚)降临,救赎人类摆脱罪的捆绑。
虽然新冠疫情带来的灾难使我们仍处在诸般困境中,但是愿我们因上帝的信实而获得安慰并建立盼望。往昔上帝已成就了许许多多的应许,您是否坚信上帝也必将成就载于《圣经》中的其他的应许?上帝是在我们生命中掌权的王(1:21)。您是否已遵行祂的旨意过活?切记上帝必惩罚罪人(1:15)。您是否已传扬在基督里的救赎,使更多的人经历上帝赐人平安的应许的成就(《耶利米书》29:11)。求主帮助我们![王国贤牧师/张翼啸]
Kitab Yunus dimulai dengan memperkenalkan Yunus sebagai anak Amitai. Hal ini mengindikasikan bahwa kisah ini adalah kisah nyata, bukan dongeng. Pasal 1 berisi kisah pelarian Yunus dari panggilan Allah, dan berakhir dengan pembuangan ke laut dan ditelan oleh ikan besar.
以东人伤透了被掳到巴比伦的犹大百姓的心。当以色列民要进入应许之地时,摩西很客气地向以东人提出借道而过的请求(《民数记》20:14-21)。摩西嘱咐以色列民不可憎恶以东人,"因为他是你的弟兄。"(《申命记》23:7);但以扫的后裔以东人却与此相反。当耶路撒冷被巴比伦大军摧毁时,以东人也不甘落后地对犹大百姓行强暴(1:10),对耶路撒冷的沦陷幸灾乐祸(1:11-12),甚至趁火打劫(1:13),不仅如此,以东人还除灭幸免于难的以色列民(1:14)。
Umat Yehuda yang sedang berada dalam pembuangan di Babel tampak merasa terluka terhadap Edom. Saat bangsa Israel hendak memasuki Tanah Perjanjian, Musa menyampaikan permohonan dengan kata-kata yang ramah kepada Edom, (Bilangan 20:14-21). Musa berpesan agar bangsa Israel tidak menganggap keji orang Edom, "sebab ia saudaramu." (Ulangan 23:7). Sikap orang Edom—keturunan Esau—tampak kontras. Sewaktu Yerusalem dihancurkan oleh Babel, bangsa Edom ikut melakukan tindakan yang jahat terhadap umat Yehuda (1:10), yaitu merasa gembira menyaksikan Yerusalem jatuh (1:11-12), bahkan ikut menjarah barang-barang penduduk Yerusalem yang telah diluluhlantakkan oleh Babel (1:13). Tidak berhenti di situ, Edom malahan membinasakan mereka yang terluput dari kekejaman Babel (1:14).
Allah selalu memberi kesempatan kepada umat-Nya untuk bertobat. Kepada Yehuda pun, Ia terus-menerus mengirimkan nabi-nabi-Nya untuk mengingatkan mereka akan dosa-dosa mereka. Allah melakukan semua ini karena Ia menyayangi umat-Nya dan tempat kediaman-Nya (36:15). Respons terhadap peringatan Allah itu bermacam-macam. Ada yang memperhatikan peringatan Allah, dan kemudian berubah. Banyak pula yang tidak mau mendengar peringatan Allah, bahkan mengolok-olok para utusan Allah, menghina firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya (36:16). Nabi Yeremia adalah utusan Allah yang menyampaikan pesan Allah kepada Yehuda pada masa akhir keruntuhan Kerajaan Yehuda, yaitu pada zaman Raja Zedekia. Raja Zedekia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahnya, dan tidak merendahkan diri di hadapan nabi Yeremia yang datang membawa pesan TUHAN kepada dirinya (36:12). Inilah dosa terbesar Zedekia! Ia tidak mau mendengarkan firman Tuhan! Ia bukan hanya tidak mau mendengarkan pesan Tuhan, tetapi ia bahkan meremehkan firman Tuhan!
Dalam Yeremia 37:1-2, dicatat bahwa Raja Zedekia dan semua pegawainya serta rakyat Yehuda tidak mau mendengarkan firman yang disampaikan TUHAN dengan perantaraan nabi Yeremia. Raja Zedekia meminta agar Nabi Yeremia mendoakan mereka, namun mereka tidak memedulikan firman Tuhan. Mereka memilih untuk membohongi diri sendiri dengan mengatakan bahwa bangsa Kasdim telah pergi untuk selamanya. Sikap tidak mau mendengar dan tidak memedulikan firman TUHAN itu merupakan sikap merendahkan firman TUHAN. Dalam kebebalannya, Raja Zedekia memberontak terhadap Kerajaan Babel, padahal Nabi Yeremia telah mengingatkan bahwa ia tidak akan berhasil (Yeremia 32:1-5). Raja Zedekia bahkan memenjarakan Nabi Yeremia yang menyampaikan nubuat bahwa Yerusalem akan diserahkan ke dalam tangan raja Babel.
Sikap Raja Zedekia dan rakyat Yehuda yang menolak dan tidak mau mendengarkan firman Tuhan membuat penghukuman tidak dapat ditangguhkan lagi. Allah telah berulang kali memberi kesempatan dengan mengirimkan nabi-nabi-Nya. Sayangnya, mereka tidak bertobat, melainkan hidup mereka semakin tenggelam di dalam dosa dan kejahatan. Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk mendengar dan menaati friman Tuhan yang disampaikan kepada Anda? [GI Wirawaty Yaputri]
上帝总会给祂的子民悔改的机会。对犹大家所犯的罪恶,祂也不断派遣先知警戒他们。上帝如此行是因为祂爱祂的子民和祂的居所(36:15)。面对上帝的警戒,各有不同的反应。有些人留心上帝的警戒,然后便改变了。也有许多不想听到上帝警戒的人,甚至会嘲笑上帝的使者,侮辱祂的命令,讥笑祂的先知(36:16)。耶利米先知便是犹大王国灭亡末期,即西底家王时代上帝所差遣去传递悔改信息给犹大的使者。西底家王行耶和华他上帝眼中看为恶的事,耶利米先知给他带来耶和华上帝的话时,他也没有在耶利米先知面前谦卑(36:12)。这便是西底家最严重的罪!他不想听上帝的警戒!不仅不想听上帝的话,他甚至藐视上帝的警戒!
Apakah Anda pernah bekerja dengan pemimpin yang baik? Salah satu ciri pemimpin yang baik adalah bahwa dia merupakan teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang memberikan teladan akan membuat kepemimpinannya menjadi efektif, menginspirasi, dan memotivasi orang-orang yang dipimpinnya untuk mematuhi instruksi dengan sukarela, bukan dengan terpaksa atau dengan merasa tertekan. Kebanyakan pemimpin menjalankan jabatannya secara otoriter, keras, dan dengan banyak tuntutan, bukan dengan memberi teladan. Perlunya keteladanan seorang pemimpin bukan hanya berlaku untuk pemimpin suatu perusahaan, tetapi untuk pemimpin dalam bidang apa pun, termasuk untuk pemimpin secara rohani. Perhatikan bagaimana Tuhan Yesus menjadi teladan bagi para murid dalam segala hal!
你是否曾与一位优秀的领导共事过吗?一个好领导者的特征之一是成为被他领导者的好榜样。以身作则的领导者的领导素质将是有效率,有启发性,有激励性的,被他所领导的人们将会自愿遵守指示,没有感到受强迫或压迫。大多数领导者以专制、严厉和苛刻要求的方式行事,而不是以身作则。对模范领导者的要求不仅限于公司的领导者,也包括各种领域中的领导者,其中包括属灵领袖。请注意主耶稣如何全面性成为门徒们的好榜样!
Peristiwa yang paling terkenal pada zaman Raja Yosia memerintah adalah penemuan kembali Kitab Taurat. Peristiwa ini sekaligus menunjukkan betapa bobroknya kondisi rohani orang Israel maupun Yehuda pada waktu itu. Sungguh tidak masuk akal bahwa kitab Taurat dapat hilang dan tidak pernah ditemukan sebelum masa pemerintahan Raja Yosia! Tidak heran kalau mereka hidup dalam kejahatan dan penyembahan berhala. Memang, tanpa terus-menerus diingatkan oleh firman Tuhan, kita sulit untuk melakukan apa yang dikehendaki Tuhan. Kita bisa dibuat terlena oleh daya tarik dunia ini sehingga hidup kita jauh dari Tuhan. Situasi pandemi dapat menjadi cobaan bagi kita bila sebagai orang percaya, kita tidak tekun menjaga hati serta mencari Tuhan. Situasi Pandemi membuat banyak sekali orang Kristen yang hidup tanpa firman Tuhan, khususnya mereka yang belum terbiasa bersaat teduh secara pribadi—yaitu menjalin relasi dengan Allah melalui pembacaan dan perenungan Alkitab serta doa pribadi—serta tidak tekun mengikuti ibadah secara online. Kemalasan beribadah secara online membuat banyak orang Kristen tidak mendengar firman Tuhan, dan selanjutnya membuat hidup kita tidak lagi sesuai dengan kehendak Tuhan.
From the publisher's feed