Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 03 Maret 2022 - “DOA DI TENGAH KESUSAHAN”

    Pada umumnya orang menunjukkan salah satu respons berikut ketika mengalami kesusahan: 1) menyangkal, 2) menyalahkan diri sendiri atau pihak lain, atau 3) melakukan instrospeksi dan mencari pertolongan. Bacaan hari ini menceritakan Yunus sedang mengalami kesusahan besar di dalam perut ikan. Dalam penderitaannya, ia berintrospeksi, mengingat Allah dan memohon pertolongan-Nya.


    Kita memperoleh dua pelajaran dari doa yang dipanjatkan Yunus. Pertama, Yunus memohon pertolongan Allah di tengah kesusahannya (2:2-4). Ia menyadari bahwa kesusahannya adalah akibat hukuman Allah atas kesalahannya. Ia mengakui dirinya terusir dari hadapan Allah karena ia berusaha melarikan diri dari hadapan Allah (2:4, bandingkan dengan 1:3). Sebagai akibatnya, ia mengalami penderitaan seperti orang yang berada "di tengah-tengah dunia orang mati" (2:2). Namun, ia tidak tenggelam dalam keputusasaan. Ia berseru kepada Allah dan memohon kelepasan dari-Nya. Kedua,Yunus percaya bahwa Allah akan melepaskannya dari kesusahannya (2:5-9). Ia percaya bahwa Allah berlimpah dengan kasih setia dan menyelamatkan nyawanya seperti menaikkannya dari liang kubur (2:6). Oleh karena itu, ia berjanji akan membayar nazarnya untuk mempersembahkan korban keselamatan kepada Allah saat ia sudah dibebaskan kelak (2:9).

    Bacaan hari ini ditutup dengan perintah Allah kepada ikan untuk memuntahkan Yunus ke darat (2:10). Tindakan Allah itu mengungkapkan dua sifat ilahi-Nya, yakni Mahamurah dan Mahakuasa. Dalam kemurahan-Nya, Ia mengampuni Yunus dan memberinya kesempatan kedua untuk melayani. Dalam kemahakuasaan-Nya, Ia menaklukkan ikan untuk taat kepada perintah-Nya.

    Pengalaman Yunus adalah cermin kehidupan orang percaya. Selama masih di dunia, kita tidak mungkin terhindar dari berbagai kesusahan, baik akibat kesalahan diri sendiri maupun karena faktor lain. Kisah Yunus mengajar kita untuk melakukan introspeksi dan menengadahkan kepala kepada Allah memohon pertolongan-Nya. Permohonan kita harus dibangun di atas keyakinan bahwa Allah mendengar dan menjawab doa. Bagaimana kondisi Anda hari ini? Kesusahan apa yang sedang Anda tanggung dan apa penyebabnya? Bawalah kesusahan hidupmu kepada Allah. Dalam kemurahan dan kuasa-Nya, Ia menyertai dan menolong umat-Nya melewati pergumulan hidup ini. [Pdt. Timotius Fu]

    13 min
  • 三月二日 - 相信并顺服

    以东人伤透了被掳到巴比伦的犹大百姓的心。当以色列民要进入应许之地时,摩西很客气地向以东人提出借道而过的请求(《民数记》20:14-21)。摩西嘱咐以色列民不可憎恶以东人,"因为他是你的弟兄。"(《申命记》23:7);但以扫的后裔以东人却与此相反。当耶路撒冷被巴比伦大军摧毁时,以东人也不甘落后地对犹大百姓行强暴(1:10),对耶路撒冷的沦陷幸灾乐祸(1:11-12),甚至趁火打劫(1:13),不仅如此,以东人还除灭幸免于难的以色列民(1:14)。

    在犹大百姓被巴比伦人击败,又惨遭以东人的卑鄙行为,处境极为困难之际,俄巴底亚先知传达了上帝的预言。上帝表明以东人必被上帝惩罚,就像犹大百姓一样,遭到失败和灭亡(1:5-9)。上帝应许犹大百姓复兴,他们将统治以东人(1:18-19),重归应许之地居住(1:17)。俄巴底亚先知的预言安慰了犹大百姓并使他们获得盼望。直接听到俄巴底亚先知的预言的犹大百姓当时仍未经历上帝的这应许,而我们却知道上帝后来果然带领犹大百姓进入了应许之地。甚至,我们如今已经历基督(弥赛亚)降临,救赎人类摆脱罪的捆绑。

    虽然新冠疫情带来的灾难使我们仍处在诸般困境中,但是愿我们因上帝的信实而获得安慰并建立盼望。往昔上帝已成就了许许多多的应许,您是否坚信上帝也必将成就载于《圣经》中的其他的应许?上帝是在我们生命中掌权的王(1:21)。您是否已遵行祂的旨意过活?切记上帝必惩罚罪人(1:15)。您是否已传扬在基督里的救赎,使更多的人经历上帝赐人平安的应许的成就(《耶利米书》29:11)。求主帮助我们![王国贤牧师/张翼啸]

    10 min
  • 02 Maret 2022 - “PERCAYA DAN TAAT”

    Kitab Yunus dimulai dengan memperkenalkan Yunus sebagai anak Amitai. Hal ini mengindikasikan bahwa kisah ini adalah kisah nyata, bukan dongeng. Pasal 1 berisi kisah pelarian Yunus dari panggilan Allah, dan berakhir dengan pembuangan ke laut dan ditelan oleh ikan besar.


    Kisah pelarian Yunus mengungkapkan dua pelajaran rohani. Pertama, pemahaman kepada kehendak Allah menjadi tidak bermakna jika tidak disertai dengan ketaatan. Setelah menerima perintah dari Allah, Yunus justru melarikan diri ke Tarsis untuk menjauh dari hadapan Allah (1:2-3). Sebagai seorang nabi, Yunus memahami kebenaran Allah. Ia tahu bahwa lari dari hadapan Allah berarti meninggalkan sumber kebahagiaan dan berkat. Lagi pula, manusia tidak mungkin lari dari Allah. Ironisnya, ia justru menunjukkan ketidaktaatan dengan usaha kerasnya untuk melarikan diri ke Tarsis. Ia berangkat ke Yafo, memilih kapal, membeli tiket, naik ke kapal dan bersembunyi di ruang terbawah (1:5). Pemahaman Yunus akan kebenaran Allah menjadi tidak berarti ketika ia memilih untuk tidak menaatinya. Kedua, kasih Allah lebih besar daripada ketidaktaatan manusia. Setelah Yunus melarikan diri, Allah bertindak dan mengembalikannya kepada tugasnya. Allah menimbulkan badai, campur tangan dalam pengundian sehingga Yunus dibuang ke laut, dan mengutus ikan besar untuk menelannya. Yunus harus membayar harga atas ketidaktaatannya dengan tinggal di dalam perut ikan selama tiga hari. Sungguh ironis, sebuah panggilan mulia yang seharusnya dijalankan dengan penuh sukacita harus dijalankan dengan cara yang menimbulkan sengsara.

    Pengalaman Yunus mengingatkan kita bahwa ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada sekadar memahaminya. Namun, untuk dapat taat kepada kehendak Allah, seorang percaya harus terlebih dahulu memahaminya. Apakah Anda rindu memanfaatkan semua sarana untuk memahami kehendak Allah? Jika Anda tidak berusaha memahami kehendak Allah, bagaimana Anda dapat menaatinya? Salah satu penghalang kita untuk menaati kehendak Allah adalah sifat kedagingan. Karena itu, kita perlu bersandar kepada kuasa Roh Kudus yang mampu mengalahkan kedagingan dalam diri kita dan menolong kita hidup dalam ketaatan. Kiranya Allah menolong kita menjadi umat-Nya yang tidak hanya haus dan lapar akan kebenaran-Nya, tetapi juga berusaha sekuat tenaga untuk menaati kehendak-Nya. [Pdt. Timotius Fu]

    10 min
  • 三月一日 - 上帝的应许是盼望之源

    以东人伤透了被掳到巴比伦的犹大百姓的心。当以色列民要进入应许之地时,摩西很客气地向以东人提出借道而过的请求(《民数记》20:14-21)。摩西嘱咐以色列民不可憎恶以东人,"因为他是你的弟兄。"(《申命记》23:7);但以扫的后裔以东人却与此相反。当耶路撒冷被巴比伦大军摧毁时,以东人也不甘落后地对犹大百姓行强暴(1:10),对耶路撒冷的沦陷幸灾乐祸(1:11-12),甚至趁火打劫(1:13),不仅如此,以东人还除灭幸免于难的以色列民(1:14)。


    在犹大百姓被巴比伦人击败,又惨遭以东人的卑鄙行为,处境极为困难之际,俄巴底亚先知传达了上帝的预言。上帝表明以东人必被上帝惩罚,就像犹大百姓一样,遭到失败和灭亡(1:5-9)。上帝应许犹大百姓复兴,他们将统治以东人(1:18-19),重归应许之地居住(1:17)。俄巴底亚先知的预言安慰了犹大百姓并使他们获得盼望。直接听到俄巴底亚先知的预言的犹大百姓当时仍未经历上帝的这应许,而我们却知道上帝后来果然带领犹大百姓进入了应许之地。甚至,我们如今已经历基督(弥赛亚)降临,救赎人类摆脱罪的捆绑。

    虽然新冠疫情带来的灾难使我们仍处在诸般困境中,但是愿我们因上帝的信实而获得安慰并建立盼望。往昔上帝已成就了许许多多的应许,您是否坚信上帝也必将成就载于《圣经》中的其他的应许?上帝是在我们生命中掌权的王(1:21)。您是否已遵行祂的旨意过活?切记上帝必惩罚罪人(1:15)。您是否已传扬在基督里的救赎,使更多的人经历上帝赐人平安的应许的成就(《耶利米书》29:11)。求主帮助我们![王国贤牧师/张翼啸]

    9 min
  • 01 Maret 2022 - “JANJI ALLAH: SUMBER PENGHARAPAN KITA!”

    Umat Yehuda yang sedang berada dalam pembuangan di Babel tampak merasa terluka terhadap Edom. Saat bangsa Israel hendak memasuki Tanah Perjanjian, Musa menyampaikan permohonan dengan kata-kata yang ramah kepada Edom, (Bilangan 20:14-21). Musa berpesan agar bangsa Israel tidak menganggap keji orang Edom, "sebab ia saudaramu." (Ulangan 23:7). Sikap orang Edom—keturunan Esau—tampak kontras. Sewaktu Yerusalem dihancurkan oleh Babel, bangsa Edom ikut melakukan tindakan yang jahat terhadap umat Yehuda (1:10), yaitu merasa gembira menyaksikan Yerusalem jatuh (1:11-12), bahkan ikut menjarah barang-barang penduduk Yerusalem yang telah diluluhlantakkan oleh Babel (1:13). Tidak berhenti di situ, Edom malahan membinasakan mereka yang terluput dari kekejaman Babel (1:14).


    Dalam keadaan yang tertekan karena umat Yehuda dikalahkan oleh Babel dan menghadapi kekejian Edom, Nabi Obaja menyampaikan nubuat dari Allah. Allah menyatakan bahwa Edom akan menerima hukuman Allah dalam bentuk kekalahan dan kehancuran seperti yang dialami umat Yehuda (1:5-9). Allah menjanjikan pemulihan bagi umat Yehuda. Mereka akan berkuasa atas bangsa Edom (1:18-19), dan akan kembali tinggal di Tanah Perjanjian (1:17). Nubuat Obaja semestinya menghibur dan memberi pengharapan bagi bangsa Yehuda. Umat Yehuda yang mendengar langsung nubuat Nabi Obaja itu belum mengalami penggenapan janji Allah tersebut, sedangkan kita sudah tahu bahwa Allah kemudian membawa umat Yehuda ke Tanah Perjanjian. Bahkan, saat ini, kita sudah mengalami penggenapan janji kedatangan Sang Mesias yang telah menebus manusia dari jerat dosa yang sia-sia.

    Walaupun kita masih mengalami berbagai kesulitan akibat bencana pandemi covid-19, kiranya kita terhibur dan dapat memupuk harapan sebab Allah itu setia. Allah telah menggenapi janji-janji-Nya di masa lalu, apakah Anda yakin bahwa Allah pasti akan menggenapi janji-janji-Nya yang lain yang telah tertulis dalam Alkitab? Allah adalah Raja yang berdaulat dalam hidup kita (1:21). Apakah Anda telah menjalani hidup dengan menaati kehendak-Nya? Ingatlah bahwa Allah akan menghukum manusia berdosa (1:15). Apakah Anda telah mengabarkan penebusan dalam Kristus, sehingga semakin banyak orang yang mengalami penggenapan janji Allah yang mendatangkan damai sejahtera itu (Yeremia 29:11)? Kiranya Tuhan menolong kita! [Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono]

    9 min
  • 28 Februari 2022 - “KESEMPATAN TERAKHIR”

    Allah selalu memberi kesempatan kepada umat-Nya untuk bertobat. Kepada Yehuda pun, Ia terus-menerus mengirimkan nabi-nabi-Nya untuk mengingatkan mereka akan dosa-dosa mereka. Allah melakukan semua ini karena Ia menyayangi umat-Nya dan tempat kediaman-Nya (36:15). Respons terhadap peringatan Allah itu bermacam-macam. Ada yang memperhatikan peringatan Allah, dan kemudian berubah. Banyak pula yang tidak mau mendengar peringatan Allah, bahkan mengolok-olok para utusan Allah, menghina firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya (36:16). Nabi Yeremia adalah utusan Allah yang menyampaikan pesan Allah kepada Yehuda pada masa akhir keruntuhan Kerajaan Yehuda, yaitu pada zaman Raja Zedekia. Raja Zedekia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahnya, dan tidak merendahkan diri di hadapan nabi Yeremia yang datang membawa pesan TUHAN kepada dirinya (36:12). Inilah dosa terbesar Zedekia! Ia tidak mau mendengarkan firman Tuhan! Ia bukan hanya tidak mau mendengarkan pesan Tuhan, tetapi ia bahkan meremehkan firman Tuhan!

    Dalam Yeremia 37:1-2, dicatat bahwa Raja Zedekia dan semua pegawainya serta rakyat Yehuda tidak mau mendengarkan firman yang disampaikan TUHAN dengan perantaraan nabi Yeremia. Raja Zedekia meminta agar Nabi Yeremia mendoakan mereka, namun mereka tidak memedulikan firman Tuhan. Mereka memilih untuk membohongi diri sendiri dengan mengatakan bahwa bangsa Kasdim telah pergi untuk selamanya. Sikap tidak mau mendengar dan tidak memedulikan firman TUHAN itu merupakan sikap merendahkan firman TUHAN. Dalam kebebalannya, Raja Zedekia memberontak terhadap Kerajaan Babel, padahal Nabi Yeremia telah mengingatkan bahwa ia tidak akan berhasil (Yeremia 32:1-5). Raja Zedekia bahkan memenjarakan Nabi Yeremia yang menyampaikan nubuat bahwa Yerusalem akan diserahkan ke dalam tangan raja Babel.

    Sikap Raja Zedekia dan rakyat Yehuda yang menolak dan tidak mau mendengarkan firman Tuhan membuat penghukuman tidak dapat ditangguhkan lagi. Allah telah berulang kali memberi kesempatan dengan mengirimkan nabi-nabi-Nya. Sayangnya, mereka tidak bertobat, melainkan hidup mereka semakin tenggelam di dalam dosa dan kejahatan. Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk mendengar dan menaati friman Tuhan yang disampaikan kepada Anda? [GI Wirawaty Yaputri]

    12 min
  • 二月廿八日 - 最后的机会

    上帝总会给祂的子民悔改的机会。对犹大家所犯的罪恶,祂也不断派遣先知警戒他们。上帝如此行是因为祂爱祂的子民和祂的居所(36:15)。面对上帝的警戒,各有不同的反应。有些人留心上帝的警戒,然后便改变了。也有许多不想听到上帝警戒的人,甚至会嘲笑上帝的使者,侮辱祂的命令,讥笑祂的先知(36:16)。耶利米先知便是犹大王国灭亡末期,即西底家王时代上帝所差遣去传递悔改信息给犹大的使者。西底家王行耶和华他上帝眼中看为恶的事,耶利米先知给他带来耶和华上帝的话时,他也没有在耶利米先知面前谦卑(36:12)。这便是西底家最严重的罪!他不想听上帝的警戒!不仅不想听上帝的话,他甚至藐视上帝的警戒!


    《耶利米书》37:1-2中记载西底家王和他的众臣仆,和犹大人,都不愿听耶和华上帝借耶利米先知所说的话。西底家王请耶利米先知为他们祈祷,但他们完全不理会上帝对他们所说的话。他们宁可选择自欺欺人,说迦勒底人已经一去不复返了。不想听、不理会上帝的话就是藐视上帝的态度。尽管耶利米先知曾警告说他不会成功的,冥顽不灵的西底家王仍然愚蠢地反叛巴比伦王国(《耶利米书》32:1-5)。当耶利米先知预言耶路撒冷将被移交给巴比伦王时,西底家王甚至囚禁了耶利米先知。

    西底家王和犹大人民拒绝和不听上帝的话的态度使惩罚不再耽延。上帝通过派遣祂的先知一再给他们提供悔改的机会,不幸的是,他们不愿悔改,反而生活越发沉沦罪恶和邪恶之中。你是否已养成习惯,会聆听和顺服上帝传达给你的话呢?[叶素心传道/孙茵]

    7 min
  • 27 Februari 2022 - "TELADAN PEMIMPIN"

    Apakah Anda pernah bekerja dengan pemimpin yang baik? Salah satu ciri pemimpin yang baik adalah bahwa dia merupakan teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang memberikan teladan akan membuat kepemimpinannya menjadi efektif, menginspirasi, dan memotivasi orang-orang yang dipimpinnya untuk mematuhi instruksi dengan sukarela, bukan dengan terpaksa atau dengan merasa tertekan.  Kebanyakan pemimpin menjalankan jabatannya secara otoriter, keras, dan dengan banyak tuntutan, bukan dengan memberi teladan. Perlunya keteladanan seorang pemimpin bukan hanya berlaku untuk pemimpin suatu perusahaan, tetapi untuk pemimpin dalam bidang apa pun, termasuk untuk pemimpin secara rohani. Perhatikan bagaimana Tuhan Yesus menjadi teladan bagi para murid dalam segala hal!


    Bacaan Alkitab hari ini memberikan catatan tentang Raja Yosia yang merayakan Paskah bagi TUHAN. Perayaan ini diselenggarakan dengan persiapan yang baik dan dengan mengikuti aturan yang diperintahkan TUHAN (35:4-6). Raja Yosia menyumbangkan tiga ribu ekor kambing domba—yakni domba dan kambing jantan muda—sebagai korban Paskah bagi semua orang yang hadir untuk merayakan Paskah. Selain itu, dia menyumbangkan tiga ribu ekor lembu. Semua sumbangan itu berasal dari harta milik raja (35:7). Catatan ini menunjukkan bahwa Raja Yosia memberikan kambing domba dan lembu dalam jumlah yang besar sekali dari "kantong"-nya sendiri. Keteladanan semacam ini menakjubkan! Memberi untuk Tuhan dan bekerja untuk Tuhan adalah dua hal yang berbeda. Ada banyak orang yang hanya mau memberikan pikiran dan tenaganya saja untuk Tuhan, dan ada yang hanya mau memberikan uangnya saja. Akan tetapi, jarang ada orang yang mau memberikan semuanya, yaitu tenaga, pikiran, dan uangnya. Teladan Raja Yosia itu menggerakkan hati para panglima dan para pemimpin agama—Hilkia, Zakharia, dan Yehiel—untuk ikut memberi sumbangan sukarela sebagai korban Paskah untuk rakyat, para imam, dan orang-orang Lewi (35:8-9). Apa yang dilakukan para pemimpin ini sesuai dengan nasihat Tuhan Yesus kepada para murid-Nya, "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu ... sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani." (Matius 20:26,28). Apakah Anda sudah menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar Anda? [GI Wirawaty Yaputri]

    7 min
  • 二月廿七日 - 模范领袖

    你是否曾与一位优秀的领导共事过吗?一个好领导者的特征之一是成为被他领导者的好榜样。以身作则的领导者的领导素质将是有效率,有启发性,有激励性的,被他所领导的人们将会自愿遵守指示,没有感到受强迫或压迫。大多数领导者以专制、严厉和苛刻要求的方式行事,而不是以身作则。对模范领导者的要求不仅限于公司的领导者,也包括各种领域中的领导者,其中包括属灵领袖。请注意主耶稣如何全面性成为门徒们的好榜样!


    本日经文记载有关约西亚王为上帝庆祝逾越节。这个庆典是遵循了耶和华上帝所吩咐的规则情况下,并经过精心准备后所举行的(35:4-6)。约西亚王为所有在场庆祝逾越节的人提供逾越节献祭使用的祭物,他捐赠了三万只绵羊山羊,即绵羊羔和山羊羔。此外,他还捐赠了三千头牛。这些祭物都出自王的产业(35:7)。这段记载表明,约西亚王自掏“腰包”献出了大量的牛羊。如此好榜样太棒了!为上帝奉献和为上帝工作是两件不同的事。有很多人只想为上帝献上思考能力和精力,也有一些人只想奉献金钱。然而,很少有人愿意为上帝付出一切,即精力、思想和金钱。约西亚王的好榜样打动了众首领和宗教领袖们——希勒家、撒迦利亚和耶歇——的心,他们效法王自愿为百姓、祭司和利未人们献上逾越节的祭物(35:8-9)。这些领袖们的所作所为,是依照主耶稣对门徒们的劝勉,"你们中间谁愿为大,就必作你们的用人,……。正如人子来不是要受人的服事,而是要服事人。"(《马太福音》20:26,28)。你有没有成为身边人的好榜样呢?[叶素心传道/孙茵]

    9 min
  • 26 Februari 2022 - "PEMBAHARUAN DARI ALLAH"

    Peristiwa yang paling terkenal pada zaman Raja Yosia memerintah adalah penemuan kembali Kitab Taurat. Peristiwa ini sekaligus menunjukkan betapa bobroknya kondisi rohani orang Israel maupun Yehuda pada waktu itu. Sungguh tidak masuk akal bahwa kitab Taurat dapat hilang dan tidak pernah ditemukan sebelum masa pemerintahan Raja Yosia! Tidak heran kalau mereka hidup dalam kejahatan dan penyembahan berhala. Memang, tanpa terus-menerus diingatkan oleh firman Tuhan, kita sulit untuk melakukan apa yang dikehendaki Tuhan. Kita bisa dibuat terlena oleh daya tarik dunia ini sehingga hidup kita jauh dari Tuhan. Situasi pandemi dapat menjadi cobaan bagi kita bila sebagai orang percaya, kita tidak tekun menjaga hati serta mencari Tuhan. Situasi Pandemi membuat banyak sekali orang Kristen yang hidup tanpa firman Tuhan, khususnya mereka yang belum terbiasa bersaat teduh secara pribadi—yaitu menjalin relasi dengan Allah melalui pembacaan dan perenungan Alkitab serta doa pribadi—serta tidak tekun mengikuti ibadah secara online. Kemalasan beribadah secara online membuat banyak orang Kristen tidak mendengar firman Tuhan, dan selanjutnya membuat hidup kita tidak lagi sesuai dengan kehendak Tuhan.


    Ketika Yosia melakukan pembaharuan, ia menghancurkan segala bentuk penyembahan berhala di Yehuda dan di Israel, bahkan sampai ke kota-kota Manasye, Efraim, dan Simeon, serta kota-kota Naftali yang letaknya paling Utara dari Israel (34:3-7). Pembaharuan yang dilakukan Yosia tidak tanggung-tanggung. Ia menahirkan Yehuda dan Yerusalem. Ia menyuruh tiga orang, yaitu Safan bin Azalya dan Maaseya—penguasa kota—serta Yoah bin Yoahas—bendahara negara—untuk memperbaiki rumah TUHAN, Allahnya (34:8-9). Mereka bertiga mengumpulkan uang dan menempatkan para pekerja untuk mengawasi renovasi rumah TUHAN, dan para pekerja itu memberikan uang kepada tukang-tukang untuk memperbaiki rumah TUHAN (34:8-11). Para pengawas melakukan pekerjaan mereka dengan setia (34:12). Pada waktu mereka bekerja itulah, imam Hilkia menemukan kitab Taurat TUHAN. Penemuan kitab Taurat itu bukanlah suatu kebetulan. Tuhan-lah yang memimpin umat-Nya untuk menemukan kitab Taurat itu. Kitab itulah yang menuntun mereka untuk kembali kepada TUHAN. Ini adalah pembaharuan yang dikerjakan oleh Allah! Apakah Anda sudah mengalami pembaruan hidup yang didasarkan pada firman Allah? [GI Wirawaty Yaputri]

    7 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…