
Sign up to save your podcasts
Or


Kesabaran dan anugerah Allah sungguh besar dalam kehidupan kita. Bacaan Alkitab hari ini merupakan kesaksian tentang anugerah Allah kepada Ahaz, seorang raja yang hidupnya jauh dari Tuhan karena ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN (28:1). Raja Ahaz secara aktif terlibat dalam penyembahan kepada Baal dan Molokh, serta meniru kebiasaan kafir dengan mempersembahkan korban di bukit-bukti pengorbanan, di tempat-tempat tinggi, dan di bawah setiap pohon yang rimbun, bahkan ia mengorbankan anak-anaknya sendiri sebagai korban dalam api (28:2-4). Korban dalam api adalah persembahan korban bagi Molokh—dewa sembahan bangsa Amon—yang dilakukan dengan cara memanaskan patung logam yang mewakili Molokh, lalu seorang anak yang masih hidup diletakkan di tangan patung Molokh sampai anak itu terbakar mati. Perbuatan Raja Ahaz ini sangat keji di mata TUHAN. TUHAN telah menetapkan hukuman mati bagi orang yang menyembah Molokh (Imamat 20:3).
到达人生成功顶峰的人,很容易变得狂妄自大、自以为是。一帆风顺的生活和健康的身体,很容易让人认为自己取得的成功是自己的成就和努力的结果。乌西雅王正是如此。当他刚开始做年轻国王时,他行了上帝眼中看为正的事。撒迦利亚在世的时候,他定意寻求上帝、敬畏上帝。他寻求上帝,上帝就使他亨通(26:4-5)。他之所以能成功是因为上帝帮助了他。本日阅读经文里记载了乌西雅变得强盛是因为上帝赐他非常的帮助(26:15)。是上帝的帮助使乌西雅成为一位伟大的、著名的国王。他为坚固自己的王国所做的一切让他的名声传到远方。他修建城楼和角楼,召集能作战的勇士,制造了军装。
Orang yang sedang mencapai puncak kesuksesan hidup mudah menjadi sombong dan lupa diri. Kehidupan yang serba lancar dan badan yang sehat mudah sekali membuat seseorang berpikir bahwa kesuksesan yang ia raih merupakan hasil prestasi dan usaha diri sendiri. Raja Uzia juga demikian. Ketika baru memulai jabatan sebagai raja yang masih muda, ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN. Selama hidup Zakharia, ia mencari Allah yang mengajarinya supaya takut akan Allah. Selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil (26:4-5). Ia berhasil karena Allah menolongnya. Di dalam bacaan Alkitab hari ini, dicatat bahwa Uzia menjadi kuat karena ia ditolong TUHAN secara ajaib (26:15). Pertolongan TUHAN-lah yang membuat Uzia menjadi raja yang hebat, terkenal, dan termasyhur. Namanya termasyhur sampai ke negeri-negeri yang jauh karena segala perbuatannya untuk mengokohkan kerajaannya.
Amazia memulai pemerintahannya dengan melakukan apa yang benar di mata TUHAN, namun, tidak dengan segenap hati. Inilah hal yang sangat disayangkan dari kehidupan Amazia. Karena ia mengikut TUHAN dengan setengah hati, pada akhirnya, ia sama sekali tidak hidup mengikut TUHAN. Iman dan pengabdian yang setengah-setengah, pada akhirnya akan menjadi tidak ada pengabdian sama sekali di hadapan TUHAN. Kita membutuhkan komitmen dan tekad yang bulat untuk mengabdi kepada TUHAN, karena perjalanan kita tidak akan mudah. Kalau kita tidak sepenuh hati, cepat atau lambat hidup kita akan jauh dari TUHAN, dan kita dapat meninggalkan TUHAN ketika satu dan dua hal terjadi dalam hidup kita.
亚玛谢是通过做上帝眼中看为正的事而开始了他的统治,只是心不专诚。这是亚玛谢一生非常遗憾的事情。因为他半心半意地跟随上帝,结果他根本就没有跟随上帝而活。半心半意的信心和献身,在上帝面前最终被视为毫无献身。我们需要坚定的委身和决心来事奉上帝,因为我们生命的路程并不容易。如果我们不全心全意,我们的生活迟早会远离上帝,当我们生活中发生一两件事时,我们便离开了上帝。
祭司耶何耶大在约阿施王的统治期间扮演了重要的角色。他成为了约阿施王的得力谋士,不断陪伴、帮助约阿施王。上帝的话语说,耶何耶大在世时,约阿施做了上帝眼中看为正的事(24:2)。他们成功将上帝殿修造得与从前一样,而且甚是坚固(24:13)。耶何耶大在世的时候,众人常在耶和华殿里献燔祭(24:14)。
Imam Yoyada memegang peranan penting dalam pemerintahan raja Yoas. Ia menjadi penasihat dan pendamping yang sangat menolong bagi raja Yoas. Firman Tuhan mengatakan bahwa selama hidup Yoyada, Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN (24:2). Mereka berhasil membangun kembali rumah Tuhan menurut keadaanya semula dan mengokohkannya (24:13). Sepanjang umur Yoyada, korban bakaran tetap dipersembahkan dalam rumah TUHAN (24:14).
被圣灵充满的人的特征之一就是敢于传福音,敢于在苦难中事奉上帝。使徒彼得和其他使徒被圣灵充满后,尽管因此丧生和受苦,他们也敢于为基督作见证。在本日阅读经文中,我们可以读到一位名叫耶何耶大的祭司和他的妻子——约示巴——俩人敢于遵行上帝的旨意(23:1)。约示巴救了并收藏了约阿施(22:11)。这一行为对于一个信上帝的女人来说,是一种非常勇敢的行为。祭司耶何耶大也密谋反抗夺权后起来剿灭犹大王室的亚他利雅(22:10)。推翻皇位的计划非同小可。愿意牺牲一切来遵行上帝的旨意需要极大的勇气和决心。对发生的一切选择视而不见寻求“安全”或敢于面对前方的危险这两个选择中,虔诚敬畏上帝的人会选择第二种选择,即使他会经历其他可能威胁他生命的事情。
Salah satu ciri orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah berani memberitakan Injil dan berani melayani Tuhan di tengah situasi sulit. Setelah Rasul Petrus dan rasul-rasul lain dipenuhi Roh Kudus, mereka berani bersaksi tentang Kristus meskipun kehilangan nyawa dan mengalami penderitaan menjadi konsekuensinya. Dalam bacaan Alkita hari ini, kita bisa membaca tentang seorang imam bernama Yoyada dan Yosabat—istrinya—yang memberanikan diri untuk melakukan apa yang dikehendaki Allah (23:1). Yosabat menyelamatkan dan menyembunyikan Yoas (22:11). Perbuatan ini adalah perbuatan yang sangat berani bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah. Imam Yoyada merencanakan perlawanan terhadap Atalya yang setelah merebut pemerintahan, lalu membunuh semua keturunan raja dari Kerajaan Yehuda (22:10). Rencana menggulingkan tahta itu bukan perkara kecil. Dibutuhkan keberanian dan tekad yang besar untuk bersedia mengorbankan segalanya demi melaksanakan kehendak Allah. Ketika diperhadapkan pada pilihan untuk menutup mata terhadap semua yang sudah terjadi dan mencari "aman", atau memberanikan diri menghadapi mara bahaya yang menghadang di depan, seorang yang saleh dan takut Tuhan akan mengambil pilihan yang kedua, meskipun ia akan menghadapi risiko mengalami hal-hal yang sangat membahayakan jiwa.
Firman Tuhan memberikan peringatan kepada setiap orang tua tentang pentingnya memperhatikan kerohanian anak atau cucu kita. Kita melihat kenyataan bahwa banyak orang tua yang saleh ternyata tidak memiliki anak yang saleh. Kesalehan orang tua tidak menjamin bahwa kehidupan anak mereka pasti saleh juga. Raja Yoram—anak Raja Yosafat yang saleh—ternyata tidak mengikuti jejak ayahnya. Ia melakukan perbuatan yang sangat jahat di mata TUHAN. Setelah diangkat menjadi raja dan merasa dirinya kuat, ia membunuh saudara-saudaranya yang lain dan juga beberapa pembesar Israel (21:4). Ia melakukan apa yang jahat seperti raja-raja Israel, khususnya seperti keluarga Ahab, sebab istrinya adalah anak Ahab (21:6).
Meskipun Allah telah menekan Yoram dengan pemberontakan Edom, orang Filistin, dan orang Arab, namun Yoram tidak berbalik dari kejahatannya. Bahkan, ketika Tuhan—melalui nabi Elia—menyampaikan tentang tulah besar yang akan ditimpakan TUHAN kepadanya serta kepada rakyat, anak-anak, istri-istri, dan semua harta miliknya, ia tidak berbalik dan bertobat (21:12-14). Hati Yoram amat keras dan jahat. Sampai akhir hidupnya, ia mengalami penyakit usus yang mengerikan yang tidak dapat disembuhkan, sesuai dengan firman TUHAN. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang dan tidak dikuburkan di dalam pekuburan raja-raja (21:20), padahal Yoram memiliki ayah yang hidupnya mencari TUHAN dengan sungguh-sungguh, dan Allah sudah pernah mengingatkan orang Israel sebelum mereka memasuki tanah Kanaan. Perintah Allah ini dikenal dengan Shema Israel, yaitu, "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu." (Ulangan 6:4-5) Perintah ini harus diajarkan kepada anak-anak berulang-ulang, dibicarakan saat sedang duduk di rumah, saat sedang dalam perjalanan, saat berbaring, dan saat bangun (Ulangan 6:7).
Perintah untuk mengasihi Tuhan ini serius dan tidak boleh diabaikan! Para orang tua bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak mereka agar hidup dalam takut akan TUHAN. Apakah Anda sudah mengasihi TUHAN dengan segenap hati? Apakah para orang tua Kristen sudah mengajar anak-anak mereka untuk mengasihi TUHAN dengan segenap hati? [GI Wirawaty Yaputri]
From the publisher's feed