Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 21 Februari 2022 - “ANUGERAH BAGI PENDOSA”

    Kesabaran dan anugerah Allah sungguh besar dalam kehidupan kita. Bacaan Alkitab hari ini merupakan kesaksian tentang anugerah Allah kepada Ahaz, seorang raja yang hidupnya jauh dari Tuhan karena ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN (28:1). Raja Ahaz secara aktif terlibat dalam penyembahan kepada Baal dan Molokh, serta meniru kebiasaan kafir dengan mempersembahkan korban di bukit-bukti pengorbanan, di tempat-tempat tinggi, dan di bawah setiap pohon yang rimbun, bahkan ia mengorbankan anak-anaknya sendiri sebagai korban dalam api (28:2-4). Korban dalam api adalah persembahan korban bagi Molokh—dewa sembahan bangsa Amon—yang dilakukan dengan cara memanaskan patung logam yang mewakili Molokh, lalu seorang anak yang masih hidup diletakkan di tangan patung Molokh sampai anak itu terbakar mati. Perbuatan Raja Ahaz ini sangat keji di mata TUHAN. TUHAN telah menetapkan hukuman mati bagi orang yang menyembah Molokh (Imamat 20:3).


    Di tengah kemarahan Allah karena perbuatan Raja Ahaz yang jahat, Ia masih mengutus nabi Yesaya untuk menyampaikan pesan kepada Raja Ahaz. Dalam Yesaya 7:1-14, Allah memberikan jaminan pertolongan kepada Raja Ahaz melalui tanda kelahiran seorang anak laki-laki yang diberi nama Imanuel, saat Yehuda terancam oleh pasukan Israel dan Aram yang bersatu untuk mengepung dan menyerang kota Yerusalem. Dalam 2 Raja-raja 16:5, dicatat bahwa raja Aram dan raja Israel bersatu untuk mengepung kota Yerusalem, tetapi mereka tidak dapat mengalahkan Raja Ahaz. Dalam situasi seperti ini, Raja Ahaz tidak mencari TUHAN, melainkan meminta bantuan Asyur. Perhatikan bahwa tawaran pertolongan Allah kepada Raja Ahaz yang tidak menyembah Allah dan tidak hidup mengasihi Dia ini merupakan kemurahan dan anugerah yang tidak ada taranya. Sayangnya, Raja Ahaz menolak tawaran dan anugerah Allah dengan mengatakan bahwa ia tidak mau mencobai TUHAN (Yesaya 7:12), padahal hatinya memang lebih percaya kepada Asyur ketimbang kepada TUHAN.

    Ancaman bangsa lain diizinkan TUHAN untuk menyadarkan Raja Ahaz. Sayangnya, Raja Ahaz tetap tidak mencari Allah seumur hidupnya. Melalui pengorbanan Kristus di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa, Allah menawarkan anugerah-Nya kepada kita semua. Apakah Anda sudah menyambut anugerah Allah tersebut? [GI Wirawaty Yaputri]

    11 min
  • 二月二十日 - 记住上帝

    到达人生成功顶峰的人,很容易变得狂妄自大、自以为是。一帆风顺的生活和健康的身体,很容易让人认为自己取得的成功是自己的成就和努力的结果。乌西雅王正是如此。当他刚开始做年轻国王时,他行了上帝眼中看为正的事。撒迦利亚在世的时候,他定意寻求上帝、敬畏上帝。他寻求上帝,上帝就使他亨通(26:4-5)。他之所以能成功是因为上帝帮助了他。本日阅读经文里记载了乌西雅变得强盛是因为上帝赐他非常的帮助(26:15)。是上帝的帮助使乌西雅成为一位伟大的、著名的国王。他为坚固自己的王国所做的一切让他的名声传到远方。他修建城楼和角楼,召集能作战的勇士,制造了军装。


    乌西雅王强盛后,就心高气傲,行事邪僻(26:16)。现代印尼语圣经写道,乌西雅王强大后变得傲慢,导致他的毁灭。所以,"行事邪僻"意味着做一些破坏自己的事情。上帝的话语再次提醒我们骄傲的危险(《箴言》18:12"败坏之先,人心骄傲。";《雅各书》4:6下"上帝阻挡骄傲的人,赐恩给谦卑的人")。乌西雅傲慢地违背了上帝的诫命,在圣殿的香坛上烧香,尽管这项服事只允许由亚伦后裔的祭司进行(《历代志下》26:16-18)。当他被祭司亚撒利雅和其他八十位敢于反对他的祭司责备时,他就发怒。结果,上帝惩罚乌西雅,使他的额上长大麻疯(26:19)。

    可惜乌西雅的生命结束得很惨。本日阅读经文教导我们在上帝面前保持谦卑。我们必须永远记住,我们的成功是因为上帝帮助了我们。[叶素心传道/洪萍利]

    8 min
  • 20 Februari 2022 - “INGAT TUHAN”

    Orang yang sedang mencapai puncak kesuksesan hidup mudah menjadi sombong dan lupa diri. Kehidupan yang serba lancar dan badan yang sehat mudah sekali membuat seseorang berpikir bahwa kesuksesan yang ia raih merupakan hasil prestasi dan usaha diri sendiri. Raja Uzia juga demikian. Ketika baru memulai jabatan sebagai raja yang masih muda, ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN. Selama hidup Zakharia, ia mencari Allah yang mengajarinya supaya takut akan Allah. Selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil (26:4-5). Ia berhasil karena Allah menolongnya. Di dalam bacaan Alkitab hari ini, dicatat bahwa Uzia menjadi kuat karena ia ditolong TUHAN secara ajaib (26:15). Pertolongan TUHAN-lah yang membuat Uzia menjadi raja yang hebat, terkenal, dan termasyhur. Namanya termasyhur sampai ke negeri-negeri yang jauh karena segala perbuatannya untuk mengokohkan kerajaannya.


    Ia membangun menara dan sudut-sudut tembok kota, serta mengumpulkan tentara yang sanggup berperang, dan membuat perlengkapan persenjataan.

    Setelah menjadi kuat, Raja Uzia menjadi tinggi hati dan melakukan hal yang merusak (26:16). Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia Masa Kini mengatakan bahwa setelah kuat, Raja Uzia menjadi sombong, dan itu menyebabkan kehancurannya. Jadi, "melakukan hal yang merusak" itu berarti melakukan hal yang menghancurkan dirinya. Firman Tuhan berulang kali mengingatkan kita tentang bahaya ketinggihatian (Amsal 18:12—"Tinggi hati mendahului kehancuran"; Yakobus 4:6b—"Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati). Dalam kesombongannya, Uzia melanggar perintah TUHAN dengan membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan di Bait Allah, padahal pelayanan ini hanya boleh dilakukan oleh imam dari keturunan Harun (2 Tawarikh 26:16-18). Ketika ditegur secara tegas oleh imam Azarya dan delapan puluh imam lain yang berani menentang dirinya (bandingkan dengan Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini), ia menjadi marah. Akibatnya, TUHAN menghukum Uzia dengan menimpakan penyakit kusta pada dahinya (26:19).

    Sangat disayangkan bahwa kehidupan Uzia berakhir dengan tidak baik. Bacaan Alkitab hari ini mengajar kita untuk menjaga kerendahhatian di hadapan Tuhan. Kita harus senantiasa ingat bahwa keberhasilan kita disebabkan karena Tuhan menolong kita. [GI Wirawaty Yaputri]

    9 min
  • 19 Februari 2022 - “SETENGAH HATI”

    Amazia memulai pemerintahannya dengan melakukan apa yang benar di mata TUHAN, namun, tidak dengan segenap hati. Inilah hal yang sangat disayangkan dari kehidupan Amazia. Karena ia mengikut TUHAN dengan setengah hati, pada akhirnya, ia sama sekali tidak hidup mengikut TUHAN. Iman dan pengabdian yang setengah-setengah, pada akhirnya akan menjadi tidak ada pengabdian sama sekali di hadapan TUHAN. Kita membutuhkan komitmen dan tekad yang bulat untuk mengabdi kepada TUHAN, karena perjalanan kita tidak akan mudah. Kalau kita tidak sepenuh hati, cepat atau lambat hidup kita akan jauh dari TUHAN, dan kita dapat meninggalkan TUHAN ketika satu dan dua hal terjadi dalam hidup kita.


    Bacaan Alkitab hari ini mencatat tentang ketaatan Amazia kepada perintah TUHAN, dan ketidaktaannya. Ketaatannya adalah ketika ia tidak membunuh anak-anak dari pegawai-pegawai yang telah membunuh ayahnya dahulu. Ia melakukan perintah dalam hukum Taurat, yaitu: "Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri." (Ulangan 24:16). Ia juga menaati nasihat abdi Allah yang memintanya untuk tidak menyewa seratus ribu pahlawan dari Israel, karena TUHAN tidak menyertai rakyat Kerajaan Israel. Kalau pahlawan Israel tetap bergabung dengan pasukan Yehuda, Allah akan menggelincirkan Amazia di depan musuh. Amazia taat, dan kemudian ia memperoleh kemenangan dari TUHAN (25:6-9). Namun setelah ia mendapatkan kemenangan atas Bani Seir, ia menunjukkan sisi lain hatinya yang tidak taat kepada Allah. Ia membawa pulang para allah bani Seir, dan sujud menyembah kepada allah-allah itu, dan membakar korban bakaran bagi mereka. Ketika Allah menyuruh seorang nabi datang kepada Amazia, nabi itu diancamnya (25:14-16). Allah mendatangkan hukuman terhadap Amazia melalui raja Israel yang kemudian mengalahkannya. Sejak Amazia menjauhi TUHAN, orang mengadakan persepakatan melawan dia di Yerusalem, lalu mengejarnya ke Lakhis, dan dibunuhlah ia di sana (25:27).

    Bagaimana dengan kehidupan Anda? Apakah selama ini, Anda mengikut TUHAN dengan sepenuh hati? Semoga Roh Kudus menolong kita untuk senantiasa taat kepada Tuhan! [GI Wirawaty Yaputri]

    12 min
  • 二月十九日 - 半心半意

    亚玛谢是通过做上帝眼中看为正的事而开始了他的统治,只是心不专诚。这是亚玛谢一生非常遗憾的事情。因为他半心半意地跟随上帝,结果他根本就没有跟随上帝而活。半心半意的信心和献身,在上帝面前最终被视为毫无献身。我们需要坚定的委身和决心来事奉上帝,因为我们生命的路程并不容易。如果我们不全心全意,我们的生活迟早会远离上帝,当我们生活中发生一两件事时,我们便离开了上帝。


    本日阅读经文里记载了亚玛谢顺从和违反了上帝的命令。他的服从体现在他没有杀死之前杀他父王的臣仆的孩子。他遵行了律法:"不可因子杀父,也不可因父杀子。凡被杀的都为本身的罪。"(《申命记》24:16)。他也听从了先知的劝诫,就是吩咐他不要从以色列雇佣十万勇士,因为耶和华不与以色列国的人民同在。如果以色列的勇士加入犹大军队,上帝就会在敌人面前击败亚玛谢。亚玛谢顺服了,上帝就让他得胜(25:6-9)。但在战胜了西珥人之后,他却表现出不顺服上帝的另一面。他带回西珥人的神像,敬拜它,在它面前叩拜烧香。当上帝派一位先知劝诫亚玛谢时,他便威胁了那先知(25:14-16)。上帝通过以色列王惩罚亚玛谢,亚玛谢战败了。自从亚玛谢离弃上帝之后,在耶路撒冷有人背叛他,追他到拉吉,将他杀了(25:27)。

    您的生活如何?您有没有全心全意跟随上帝?愿圣灵帮助我们永远顺服上帝![叶素心传道/洪萍利]

    7 min
  • 二月十八日 - 为上帝而活

    祭司耶何耶大在约阿施王的统治期间扮演了重要的角色。他成为了约阿施王的得力谋士,不断陪伴、帮助约阿施王。上帝的话语说,耶何耶大在世时,约阿施做了上帝眼中看为正的事(24:2)。他们成功将上帝殿修造得与从前一样,而且甚是坚固(24:13)。耶何耶大在世的时候,众人常在耶和华殿里献燔祭(24:14)。


    然而,可惜的是,耶何耶大去世后,约阿施的心就变了。他行了上帝眼中看为正的很有可能是因为深受耶何耶大的影响。《列王纪下》12:2记载约阿施在祭司耶何耶大教训他的时候,就行上帝眼中看为正的事。约阿施的虔诚竟然很依赖耶何耶大,非常遗憾。可惜的是,这种依赖人的敬虔在基督徒中很常见。有些基督徒因父母的命令而殷勤敬拜上帝。与父母不住在一起后,他们不再虔诚地敬拜上帝了。也有些基督徒因为钦佩教会中事奉上帝的仆人而非常热衷于事奉上帝。上帝的仆人搬到其他地方后,他因为种种原因就不再想事奉了。这种敬拜和事奉不是基于对上帝的爱,而是受人为的影响。这种敬拜和事奉最终是徒然的。

    这在约阿施王的生平中可见一斑。祭司耶何耶大去世后,犹大的首领来朝拜约阿施王。从那时起,约阿施王听从他们的话(24:17)。国王被首领们的谄媚打动了。他的心变得虚弱,他服从了他们。他不再听从上帝的话,而是听从人的话!约阿施王身上所发生的事很容易发生在每个信徒身上。谁不喜欢被高举?上帝的话语提醒我们,我们的信心应始终指向上帝,而不是指向人。我们应为上帝而活,而不是为人而活。您的信心和事奉如何呢?您的信心和事奉是否只专注于上帝?[叶素心传道/洪萍利]

    7 min
  • 18 Februari 2022 - “HIDUP UNTUK TUHAN”

    Imam Yoyada memegang peranan penting dalam pemerintahan raja Yoas. Ia menjadi penasihat dan pendamping yang sangat menolong bagi raja Yoas. Firman Tuhan mengatakan bahwa selama hidup Yoyada, Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN (24:2). Mereka berhasil membangun kembali rumah Tuhan menurut keadaanya semula dan mengokohkannya (24:13). Sepanjang umur Yoyada, korban bakaran tetap dipersembahkan dalam rumah TUHAN (24:14).


    Namun, sangat disayangkan bahwa setelah Yoyada meninggal, Yoas berubah hati. Kemungkinan besar, ia melakukan hal yang benar karena pengaruh yang kuat dari Yoyada. Dalam 2 Raja-raja 12:2, dicatat bahwa Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia. Kesalehan Yoas ternyata sangat bergantung pada Yoyada, dan hal seperti ini sangat disayangkan. Sayangnya, kesalehan yang bergantung pada manusia ini ternyata sangat banyak ditemukan di antara orang Kristen. Ada orang Kristen yang rajin beribadah karena perintah orang tua. Setelah tidak tinggal bersama dengan orang tua, ia tidak beribadah lagi dengan setia. Ada juga orang Kristen yang sangat bersemangat melayani Tuhan karena ia mengagumi sosok hamba Tuhan yang melayani di gerejanya. Ketika hamba Tuhan itu pindah ke tempat lain, ia sudah tidak mau lagi melayani dengan berbagai macam alasan. Ibadah dan pelayanan seperti di atas tidak dilandasi oleh kasih kepada Tuhan, melainkan disebabkan oleh pengaruh manusia. Ibadah dan pelayanan seperti itu pada akhirnya hanyalah merupakan kesia-siaan.

    Hal ini terlihat dalam kehidupan raja Yoas. Setelah imam Yoyada mati, para pemimpin Yehuda datang menyembah raja Yoas. Sejak saat itu, Raja Yoas mendengarkan mereka (24:17). Raja terbuai oleh sanjungan yang ia terima dari para pemimpin itu. Hatinya menjadi lemah dan ia menurut kepada mereka. Ia tidak lagi menurut kepada firman TUHAN, tetapi kepada manusia! Apa yang dialami oleh raja Yoas itu sangat mudah terjadi pada setiap orang percaya. Siapa orang yang tidak suka disanjung? Firman Tuhan mengingatkan kita agar iman kita selalu kita tujukan kepada Tuhan, bukan kepada manusia. Hidup kita haruslah untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Bagaimana dengan iman dan pelayanan Anda? Apakah iman dan pelayanan Anda hanya tertuju kepada Tuhan saja? [GI Wirawaty Yaputri]

    9 min
  • 二月十七日 - 鼓起勇气

    被圣灵充满的人的特征之一就是敢于传福音,敢于在苦难中事奉上帝。使徒彼得和其他使徒被圣灵充满后,尽管因此丧生和受苦,他们也敢于为基督作见证。在本日阅读经文中,我们可以读到一位名叫耶何耶大的祭司和他的妻子——约示巴——俩人敢于遵行上帝的旨意(23:1)。约示巴救了并收藏了约阿施(22:11)。这一行为对于一个信上帝的女人来说,是一种非常勇敢的行为。祭司耶何耶大也密谋反抗夺权后起来剿灭犹大王室的亚他利雅(22:10)。推翻皇位的计划非同小可。愿意牺牲一切来遵行上帝的旨意需要极大的勇气和决心。对发生的一切选择视而不见寻求“安全”或敢于面对前方的危险这两个选择中,虔诚敬畏上帝的人会选择第二种选择,即使他会经历其他可能威胁他生命的事情。


    耶何耶大的作为表明他是一位敬畏上帝的祭司。当他看到不符合上帝旨意的事情时,他不允许自己视而不见。他知道耶和华的旨意是要大卫的后裔统治以色列。因此,他计划并将心中敬畏上帝的百夫长、从犹大各城的利未人和以色列各族长都招聚在上帝的殿中与王立约(23:1-3)。他们设计了一个计划,就是立约阿施为犹大王。耶何耶大的计划和努力之所以成功,是因为上帝与他同在,上帝帮助他和以色列人打败了亚他利雅。当我们选择做正确的事并为义人挺身而出时,上帝的平安和力量就会与我们同在。当死亡威胁我们生命时,您敢遵行上帝的旨意吗?[叶素心传道/洪萍利]

    6 min
  • 17 Februari 2022 - “MEMBERANIKAN DIRI”

    Salah satu ciri orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah berani memberitakan Injil dan berani melayani Tuhan di tengah situasi sulit. Setelah Rasul Petrus dan rasul-rasul lain dipenuhi Roh Kudus, mereka berani bersaksi tentang Kristus meskipun kehilangan nyawa dan mengalami penderitaan menjadi konsekuensinya. Dalam bacaan Alkita hari ini, kita bisa membaca tentang seorang imam bernama Yoyada dan Yosabat—istrinya—yang memberanikan diri untuk melakukan apa yang dikehendaki Allah (23:1). Yosabat menyelamatkan dan menyembunyikan Yoas (22:11). Perbuatan ini adalah perbuatan yang sangat berani bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah. Imam Yoyada merencanakan perlawanan terhadap Atalya yang setelah merebut pemerintahan, lalu membunuh semua keturunan raja dari Kerajaan Yehuda (22:10). Rencana menggulingkan tahta itu bukan perkara kecil. Dibutuhkan keberanian dan tekad yang besar untuk bersedia mengorbankan segalanya demi melaksanakan kehendak Allah. Ketika diperhadapkan pada pilihan untuk menutup mata terhadap semua yang sudah terjadi dan mencari "aman", atau memberanikan diri menghadapi mara bahaya yang menghadang di depan, seorang yang saleh dan takut Tuhan akan mengambil pilihan yang kedua, meskipun ia akan menghadapi risiko mengalami hal-hal yang sangat membahayakan jiwa.


    Yoyada menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang imam yang memiliki hati takut akan TUHAN. Ia tidak membiarkan dirinya terlena saat melihat peristiwa yang tidak sesuai dengan kehendak TUHAN. Ia tahu bahwa kehendak TUHAN adalah agar keturunan Daud yang memerintah atas Israel. Oleh karena itu, ia merencanakan dan mengajak para kepala pasukan seratus yang hatinya takut kepada Allah, mengumpulkan orang-orang Lewi dari semua kota di Yehuda serta kepala-kepala puak orang Israel untuk mengadakan perjanjian dengan raja di rumah Allah (23:1-3). Mereka menyusun rencana untuk menobatkan Yoas menjadi raja Yehuda. Rencana dan usaha Yoyada berhasil karena Allah menyertai dan menolong dia serta orang Israel untuk mengalahkan Atalya. Saat kita memilih untuk melakukan apa yang benar dan membela orang yang benar, damai dan kekuatan Allah menyertai kita. Beranikah Anda melakukan apa yang dikehendaki Allah bila risikonya adalah kematian? [GI Wirawaty Yaputri]

    11 min
  • 16 Februari 2022 - “MENDIDIK ANAK-ANAK”

    Firman Tuhan memberikan peringatan kepada setiap orang tua tentang pentingnya memperhatikan kerohanian anak atau cucu kita. Kita melihat kenyataan bahwa banyak orang tua yang saleh ternyata tidak memiliki anak yang saleh. Kesalehan orang tua tidak menjamin bahwa kehidupan anak mereka pasti saleh juga. Raja Yoram—anak Raja Yosafat yang saleh—ternyata tidak mengikuti jejak ayahnya. Ia melakukan perbuatan yang sangat jahat di mata TUHAN. Setelah diangkat menjadi raja dan merasa dirinya kuat, ia membunuh saudara-saudaranya yang lain dan juga beberapa pembesar Israel (21:4). Ia melakukan apa yang jahat seperti raja-raja Israel, khususnya seperti keluarga Ahab, sebab istrinya adalah anak Ahab (21:6).

    Meskipun Allah telah menekan Yoram dengan pemberontakan Edom, orang Filistin, dan orang Arab, namun Yoram tidak berbalik dari kejahatannya. Bahkan, ketika Tuhan—melalui nabi Elia—menyampaikan tentang tulah besar yang akan ditimpakan TUHAN kepadanya serta kepada rakyat, anak-anak, istri-istri, dan semua harta miliknya, ia tidak berbalik dan bertobat (21:12-14). Hati Yoram amat keras dan jahat. Sampai akhir hidupnya, ia mengalami penyakit usus yang mengerikan yang tidak dapat disembuhkan, sesuai dengan firman TUHAN. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang dan tidak dikuburkan di dalam pekuburan raja-raja (21:20), padahal Yoram memiliki ayah yang hidupnya mencari TUHAN dengan sungguh-sungguh, dan Allah sudah pernah mengingatkan orang Israel sebelum mereka memasuki tanah Kanaan. Perintah Allah ini dikenal dengan Shema Israel, yaitu, "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu." (Ulangan 6:4-5) Perintah ini harus diajarkan kepada anak-anak berulang-ulang, dibicarakan saat sedang duduk di rumah, saat sedang dalam perjalanan, saat berbaring, dan saat bangun (Ulangan 6:7).

    Perintah untuk mengasihi Tuhan ini serius dan tidak boleh diabaikan! Para orang tua bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak mereka agar hidup dalam takut akan TUHAN. Apakah Anda sudah mengasihi TUHAN dengan segenap hati? Apakah para orang tua Kristen sudah mengajar anak-anak mereka untuk mengasihi TUHAN dengan segenap hati? [GI Wirawaty Yaputri]

    12 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…