
Sign up to save your podcasts
Or


每个人都渴望有个理想的家庭,即每个成员--丈夫、妻子、孩子--个个都能理解并执行上帝给予在家庭里的角色。只可惜很难找到这样理想的家庭。更遗憾的,即便是名人自传里一般也只讲述家庭生活里的一小部分,而且通常只记录积极的事情。
Abraham mendengar firman Tuhan yang memerintahkannya untuk pergi dari negeri di mana ia dan sanak keluarganya menetap (Kejadian 12:1). Jadi, Abraham diminta untuk pergi dari lingkungan yang sangat ia kenali, yang selama ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi Abraham serta seluruh keluarganya. Tuhan berkata kepada Abraham bahwa Ia akan menunjukkan negeri yang menjadi tujuan kepergian Abraham, tetapi Dia tidak memberitahu dengan jelas negeri, atau kota apa yang menjadi tujuan (Ibrani 11:8). Abraham tidak bisa mempersiapkan diri atau mengantisipasi apa yang akan dihadapi selanjutnya. Tuhan memang memberikan janji yang indah! (Kejadian 12:2-3). Namun, saat itu, janji Allah tersebut belum tergenapi. Yang membuat Abraham bersedia menaati firman Tuhan untuk pergi meninggalkan tanah tempat tinggal keluarga besarnya tidak lain hanya karena iman (Ibrani 11:1). Berdasarkan keyakinannya itu, Abraham menatap ke masa depan dengan sebuah harapan, yaitu harapan berupa sebuah “kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah” (11:10). Keyakinan Abraham kepada Allah dan janji-Nya membuat ia tetap melangkah. Iman Abraham mengantisipasi masa mendatang.
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (11:1). Setiap murid Kristus di abad ke-21 ini telah memiliki dasar yang lebih kokoh daripada Abraham ketika ia diminta untuk pergi menuju ke tanah Kanaan. Kita pun telah memiliki bukti yang lebih banyak—yaitu bukti bahwa janji Allah dapat dipercaya—daripada yang diketahui oleh Abraham, karena saat ini, sebagian besar dari janji Allah kepada Abraham telah digenapi. Misalnya, kita sudah tahu bahwa pada akhirnya, keturunan Abraham menjadi bangsa yang besar dan menduduki Tanah Perjanjian. Dari keturunan Abraham inilah, lahir Yesus Kristus, Sang Juruselamat. Selain itu, janji-janji Allah yang telah digenapi telah tercatat di dalam Alkitab untuk meneguhkan iman para murid Kristus di era digital ini.
Pandemi covid-19 menimbulkan situasi sangat tidak stabil. Kita tidak memiliki prakiraan yang jelas akan hari esok. Namun, kita memiliki kesaksian yang kukuh tentang Allah yang setia. Sambutlah tahun 2022 dan melangkahlah dengan iman kepada Allah yang setia. Iman yang demikian mengantisipasi masa mendatang! Apakah Anda telah terbiasa melangkah dengan iman? Bila belum, mulailah sekarang! [ECW]
亚伯拉罕听到上帝吩咐他的话,要他离开他和家人定居之处往别地去(《创世记》12:1)。也就是说,亚伯拉罕和他一家人要离开他们非常熟悉,安全舒适的居住环境。上帝只叫亚伯拉罕到祂所要指示他的地去,但没明确指出那地是哪国或哪城(《希伯来书》11:8)。仓促之间,亚伯拉罕无法做好准备,也无法预测未来如何。上帝固然赐下美好的应许(《创世记》12:2-3),但当时应许尚未成就。亚伯拉罕之所以照着上帝的吩咐去做,纯粹是因为他有信心(《希伯来书》11:1)。凭着这信心,亚伯拉罕怀抱希望,展望未来。这希望就是得着"那座有根基的城,就是上帝所经营所建造的"(11:10)。对上帝和上帝的应许的信心,使亚伯拉罕迈步前行,怀着信心,展望未来。
今天是今年的最后一程。来年、新冠病毒大流行照样前脚后脚的紧紧追踪。许多人心中忐忑不安、忧心仲仲,显然还在踌躇到底来年的经济何时复苏,期待来年比以往两年更胜一筹。或许有人担心圣诞节期和新年前后新冠病毒疫情会否再次飙升。也许我们中间有人就近年尾时已经灰心丧志、大失所望了。
使徒保罗在这段书信中强调说,上帝是维护、帮助祂儿女的(8:31)。天父上帝既然已赐下祂的独生子给我们,祂必然也赋予祂一切的祝福(8:32),而且基督必应验祂要与我们同在的应许(《马太福音》28:20)。我们确信,上帝能够使万事都互相效力、叫祂的选民得益处,塑造他们更加深入的认识上帝(8:28-29)。不仅如此,上帝在基督里所选召的人也会在末后得着尊贵荣耀(8:30)。接着他说,不论什么情况或什么人都不能使我们与上帝的爱隔绝(8:35)。因此,我们配被誉为是"已经得胜有余"的人了(8:37)。我们在基督里的胜利是灿烂辉煌且确实的。
除了有关未来的应许以外,上帝如今也应许要赐下平安(《约翰福音》14:27)、智慧(《雅各书》1:5)、保护(《哥林多前书》10:13)、帮助和力量(《马太福音》11:28)。实际上,上帝一切有关未来和现今的应许远远超过我们眼前所面对的任何困难。让我们转眼仰望基督的应许。那应许的盼望将推动我们奋斗到底、有克服窘境的毅力。当切记,上帝选民得胜在握(《罗马书》8:37)![王国贤牧师/胡敏慧]
Hari ini kita akan mengakhiri perjalanan hidup kita di tahun 2021. Tahun depan, kondisi pandemi covid-19 masih membayangi kehidupan kita. Banyak orang masih dicekam oleh rasa cemas dan terus menduga-duga apakah situasi ekonomi tahun depan bisa menjadi lebih baik bila dibandingkan dengan masa sulit selama dua tahun ini. Mungkin ada di antara kita yang merasa kuatir terhadap kemungkinan terjadinya lonjakan penularan covid-19 seusai masa raya Natal dan pergantian tahun. Jangan-jangan, ada di antara kita yang sudah tidak memiliki pengharapan saat mengakhiri tahun 2021 ini.
Surat Rasul Paulus yang kita renungkan pada hari ini menegaskan bahwa Allah di pihak kita, anak-anak-Nya (8:31). Allah Bapa yang telah mengaruniakan Putera Tunggal-Nya bagi kita pasti akan memberikan berkat-Nya (8:32), dan Kristus pun pasti akan menyertai kita sesuai dengan janji-Nya (Matius 28:20). Kita bisa meyakini bahwa Allah turut bekerja—dalam setiap situasi yang dihadapi oleh umat pilihan-Nya—untuk mendatangkan kebaikan, yakni membentuk pengenalan pribadi yang lebih mendalam dengan Allah (Roma 8:28-29). Bukan hanya itu, di dalam Kristus, orang-orang pilihan Allah pasti akan memperoleh kemuliaan pada akhirnya (8:30). Selanjutnya, siapa pun dan kondisi apa pun tidak akan bisa memisahkan kita dari kasih Kristus (8:35). Dengan demikian, sungguh benar bila kita disebut "lebih dari pada orang-orang yang menang" (8:37). Kemenangan yang kita peroleh di dalam Kristus adalah kemenangan yang gilang gemilang dan merupakan suatu kepastian.
Selain janji-janji untuk masa mendatang, Tuhan juga memberikan janji-janji untuk masa kini berupa damai sejahtera (Yohanes 14:27), hikmat (Yakobus 1:5), perlindungan (1 Korintus 10:13), pertolongan, dan kekuatan (Matius 11:28). Sesungguhnya, janji-janji Tuhan untuk masa mendatang maupun untuk masa kini itu jauh lebih berharga bila dibandingkan dengan segala kesulitan hidup yang sedang kita hadapi saat ini. Walaupun tantangan dan kesulitan hidup tidak mungkin untuk kita hindari, janji-janji yang kita peroleh di dalam Kristus jauh lebih berharga daripada semua masalah yang kita hadapi. Tataplah pengharapan yang kita miliki di dalam Kristus. Pengharapan itu akan membangkitkan daya juang dan keuletan untuk menghadapi segala kesulitan. Ingatlah bahwa umat pilihan Allah itu lebih dari para pemenang (Roma 8:37)! [Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono]
我们生活中必然有一些个人休闲的节期或腾空的时段。今年年尾当然是一个好时机哦!年终即到,让我们在迎向新一年的到来之前,好好反省思考、看看自己是否已经活出上帝的心意了吗?
第十五节是这段经文的基础信息、整合了5:15-6:9的训诲。保罗这一段长篇大论的劝勉与先前有关光明之子生活(5:8)的劝导相关。保罗劝勉我们当仔细留意自己如何过活。祂激发我们慎思明辨、谨慎度日。其实,每一位基督的门徒都应该以智慧为是、做智慧之子,在生命中遵命实践上帝的旨意。再者,我们理当活出光明之子的生命、有别于不认识上帝的人(4:17-32)。
请大家自行反省这一年来的行事为人、言语举止、思绪情操。上帝的心意是要我们全心全意的爱祂(《申命记》6:5)。2021年全年中,你对上帝的爱是否日愈加深、并全然顺服祂呢?创造主也要求我们爱人如己(《利未记》19:18)。我们对身边人的爱是否一天胜过一天呢?
作丈夫的你是否爱妻子如同基督爱教会,你是否已带动妻子使她更加顺服上帝的话语呢(5:25-26)?身为丈夫的你有否爱妻子如同爱自己的身子吗(5:28)?与此同时,作妻子的妳是否已做成丈夫的好帮助者、推动丈夫越来越尽心尽力遵行上帝的旨意呢?身为妻子的妳是否犹如教会顺服基督一般顺服妳的丈夫吗(5:24)?当父母的你有否教养儿女过一个敬畏上帝的生活呢(《申命记》6:7)? 身为儿女的你有否听从上帝、遵行祂的心意而敬重父母吗(6:2)?请来自我检讨一下:今年一路走过来,你已活像智慧之子了吗?[王国贤牧师/胡敏慧]
Dalam kehidupan kita, ada beberapa momen atau waktu yang singkat yang bisa dipakai untuk berhenti sejenak guna melakukan refleksi pribadi, seperti menjelang akhir tahun 2021 ini. Sebelum kita memasuki siklus satu tahun yang baru, ada baiknya bila kita memikirkan dengan baik, apakah kita telah hidup sesuai dengan kehendak Allah?
Ayat 15, yang menjadi dasar perenungan kita saat ini, sebenarnya merupakan satu kesatuan nasihat dalam Efesus 5:15-6:9. Nasihat Rasul Paulus yang panjang itu terkait dengan nasihat sebelumnya, yaitu nasihat agar kita hidup sebagai anak-anak terang (5:8). Rasul Paulus meminta agar kita memperhatikan dengan seksama bagaimana cara kita hidup. Ia mendorong kita untuk mengawasi cara kita menjalani kehidupan. Semestinya, setiap murid Kristus hidup sebagai orang yang arif, yaitu orang yang melakukan kehendak Tuhan. Seharusnya, kita hidup sebagai anak-anak terang dan hidup kita tidak sama dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah (4:17-32).
Marilah kita merenungkan perilaku, perkataan, pikiran, dan perasaan kita sepanjang tahun 2021. Allah menghendaki agar kita mengasihi Dia dengan sepenuhnya (Ulangan 6:5). Apakah sepanjang tahun 2021, kita bertumbuh dalam kasih dan ketaatan kepada-Nya? Sang Pencipta menghendaki agar kita mengasihi sesama (Imamat 19:18). Apakah kita semakin hari semakin mengasihi orang-orang yang ada di sekitar kita?
Sebagai suami, apakah Anda telah mengasihi istri sama seperti Kristus mengasihi Jemaat dan Anda telah memengaruhi istri untuk menjadi lebih menaati firman Tuhan (5:25-26)? Sebagai suami, apakah Anda telah mengasihi istri sama seperti mengasihi diri sendiri (5:28)? Sementara itu, sebagai istri, apakah Anda telah bertindak sebagai penolong yang sepadan, sehingga suami Anda terdorong untuk menjadi semakin bersungguh–sungguh melakukan kehendak Tuhan? Sebgai istri, apakah Anda telah menundukkan diri kepada suami sama seperti jemaat seharusnya tunduk kepada Kristus (5:24)? Sebagai orang tua, apakah Anda telah mendidik anak-anak Anda untuk hidup dalam takut akan Tuhan (Ulangan 6:7)? Sebagai anak, apakah Anda telah membiasakan diri untuk menghormati orang tua sebagai wujud ketaatan terhadap kehendak Tuhan (6:2)? Periksalah kehidupan Anda: Apakah Anda telah hidup sebagai orang yang arif selama tahun 2021 ini? [Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono]
Di pasal terakhir kitab 2 Petrus, sang rasul memperingatkan pembacanya akan bahaya pengajaran guru-guru palsu tentang akhir zaman. Rasul Petrus menasihatkan pentingnya mengingat segala perkataan para nabi maupun para rasul. Dilihat dari konteksnya, perkataan yang dimaksud adalah tentang datangnya hari Tuhan.
Rasul Petrus menegaskan bahwa pada hari-hari di zaman akhir akan tampil para pengejek. Yang dimaksud dengan "hari-hari di zaman akhir" adalah masa sejak Yesus Kristus terangkat ke sorga sampai Dia datang kembali ke dunia. Periode ini mencakup zaman Rasul Petrus menulis surat ini dan masa kita saat ini. Para pengejek di sini sangat mungkin mengacu kepada para guru palsu yang dibahas di pasal sebelumnya. Tampaknya, orang-orang ini mengerti tentang wahyu Allah dan penghakiman akhir. Kemungkinan, mereka mengenal Alkitab, tetapi mereka tidak memercayai firman Tuhan. Mereka mengejek iman Kristen dengan menolak wahyu Tuhan dan hidup dalam hawa nafsu. Mereka sengaja menentang kehendak dan perintah Allah.
Mereka tidak percaya akan hari penghakiman terakhir. Mereka mengejek janji kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Mereka melupakan atau mengabaikan kebenaran firman Tuhan tentang tindakan penghukuman yang dilakukan Allah melalui air bah atas umat manusia di masa lampau.
Selanjutnya, Rasul Petrus mengingatkan jemaat bahwa waktu Tuhan berbeda dengan waktu manusia. Apa yang manusia anggap sebagai kelalaian—karena Tuhan Yesus tidak kunjung datang kembali—sebetulnya memperlihatkan kesabaran Tuhan terhadap orang berdosa. Tuhan selalu menepati janji-Nya! Ia pasti datang, tetapi Tuhan ingin memberi kesempatan kepada manusia berdosa untuk bertobat dan kembali kepada-Nya.
Bagi kita yang beriman kepada Kristus, hendaklah kita terus memelihara kerinduan kita akan Dia dengan segenap hati sambil menanti-nantikan kedatangan-Nya. Dalam penantian ini Rasul Petrus mendorong kita untuk hidup dalam kesucian dan kesalehan. Bagi setiap orang yang belum sungguh-sungguh percaya kepada Kristus, hendaklah kebenaran ini menjadi dorongan untuk segera bertobat, sebelum hari Tuhan tiba dan sudah terlambat untuk bertobat! [GI Okky Chandra]
在彼得后书的最后一章,使徒警告他的读者,末世将会有些假师傅传讲误导危害人的学说。使徒彼得劝勉信徒主要强调须谨记住先知和使徒们的所传讲的。从上下文来看,他所讨论的是关于主再临的日子。
使徒彼得强调在末世会有许多讥笑者会出现。"末世"是指从耶稣升天至到祂再次降临世上的时间。这段时间包括使徒彼得写这封信的时候和当下我们的时间。这里的讥笑者很可能是指上一章所讨论的假师傅。显然,这些人明白上帝的启示和最后的审判。可能他们明白圣经,但他们不相信上帝的话。他们以嘲笑基督教信仰来拒绝上帝的启示,他们仍然活在情欲中,故意违背上帝的真理和命令。
他们不相信最后的审判。他们嘲笑主耶稣第二次再来的应许。他们忘记或无视上帝的圣经,记载过去曾经用洪水对人类进行惩罚的真实事迹。
此外,使徒彼得提醒会众,上帝的时间与人的时间不同。人认为祂或许疏忽了——因为主耶稣迟迟未来——其实这表示上帝对罪人的忍耐。主必信守祂的诺言!祂必再来,但上帝还要给有罪的人一个悔改归向祂的机会。
对于我们这些信基督的人,让我们在等候祂再临的同时,继续全心全意保持对祂的渴慕。在这段活着等待的日子中,使徒彼得鼓励我们活在圣洁和敬虔中。对于所有还没有真正相信基督的人,让这个真理成为鼓励他们在主的日子再临之前立即悔改。别等到主再临的那日悔改,只怕为时已晚![陈景福传道/孙茵]
在这段经文中,使徒彼得警告读者要提防渗入主的教会中的一些假师傅。假师傅们当然不会公开承认他们的教导不是主的教导。然而,这些假师傅巧妙地歪曲圣经的教导,私自引进他们自己的想法或异端。通过他们的误导行为,实际上他们已经不承认救赎他们的主 。
他们究竟教导些什么异端学说呢?由于假师傅的学说,结果有许多人随从他们的"邪淫的行为"(2:2)。这意味着假师傅假借上帝的救赎恩典作为可以继续犯罪的许可证。上帝的爱被滥用了,以至于被误导随从他们的会友在无论任何罪都可得到赦免的前提下随意犯罪。这种教导肯定会鼓励不道德行为,从而损害基督教的声誉。使徒彼得透露,假师傅们的动机是贪婪,就是贪恋他们想要但根本没有权利拥有的东西。对付这样的骗子,上帝会惩罚他们的。他们肯定会以灭亡告终。
为了证明这个警告不是无稽之谈,使徒彼得陈述上帝过去所行的一件件惩罚。就算是天使——他们是住在天上的——如果犯了罪,上帝也会毫不犹豫地 把他们扔进地狱里。当整个世界——除了挪亚一家人——都活在罪恶中时,上帝毫不犹豫地用洪水毁灭了他们。然而,上帝也有拯救义人的能力。这可以从上帝拯救被恶人包围的罗得时看出来。
即使我们周围的坏人看起来成功和繁荣,也不要被他们的生活方式所诱惑。请记住,恶人的境况将以灭亡告终。让我们祈求上帝保守我们的心,也求上帝帮助使我们能够在祂面前过义的生活。[陈景福传道/孙茵]
From the publisher's feed