
Sign up to save your podcasts
Or


Pandemi ini telah membuat banyak orang terguncang dan bingung karena tidak mengerti apa yang harus dilakukan dalam kondisi yang sulit saat ini. Dalam kondisi saat ini, kita tidak bisa bergantung kepada orang lain karena semua interaksi dengan sesama harus dibatasi. Sebaliknya, kita bisa terus bergantung kepada Tuhan Yesus, Sang Gembala Agung (10:11) yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Pertolongan dan bimbingan-Nya bisa kita temukan kapan saja dan di mana saja melalui Roh Kudus yang mendampingi setiap orang percaya.
Sebagai Gembala Agung, Tuhan Yesus mengenal, memperhatikan, memimpin, dan melindungi kita, yaitu domba-domba-Nya. Bahkan, Tuhan Yesus rela menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya melalui kematian-Nya di kayu salib. Bila kita mengakui bahwa Tuhan Yesus adalah Gembala yang Agung bagi diri kita, maka semestinya kita menyediakan waktu untuk menjalin relasi yang intim dengan Dia. Semestinya kita berusaha mendengar suara-Nya dengan membaca firman-Nya setiap hari. Semestinya kita mengikuti pimpinan-Nya melalui ketaatan kita terhadap kehendak-Nya yang sudah Dia ungkapkan di dalam Alkitab. Kehendak Sang Gembala Agung itu bukan hanya terlihat dari apa yang Dia katakan, tetapi juga dari apa yang tersirat dari apa yang Dia lakukan. Semestinya, kita datang memohon petunjuk dan perlindungan-Nya saat kita menghadapi masalah apa pun dalam kehidupan kita. Semestinya, kita memercayai bahwa Dia selalu memiliki maksud baik melalui segala peristiwa yang Dia izinkan untuk terjadi di dalam hidup kita. Bila kita meyakini bahwa Sang Gembala Agung itu rela menyerahkan nyawa-Nya sendiri bagi domba-domba-Nya, maka sudah semestinya bila kita tidak ragu-ragu untuk tetap memercayai Dia pada masa pandemi yang terasa berat ini.
Periksalah hubungan Anda dengan Yesus Kristus, Sang Gembala Agung: Apakah Anda sudah menyediakan waktu untuk menjalin relasi dengan Sang Gembala Agung itu? Apakah Anda sudah berusaha untuk mendengarkan suara-Nya dengan membaca dan mempelajari firman-Nya? Apakah Anda sudah berusaha untuk melakukan kehendak-Nya? Apakah Anda berusaha untuk mencari pimpinan-Nya sebelum mengambil suatu keputusan penting? Apakah Anda tetap memercayai Dia saat Anda mengalami sakit, kehilangan pekerjaan, kekurangan uang, dan menghadapi berbagai masalah pada masa pandemi ini? [GI Purnama]
主耶稣是救主的角色是众所周知的。但却很少人意识到耶稣基督就是那伟大的夫子。作为夫子,祂的出现改变了那些与祂沟通的人的生命。祂的教导不仅是通过祂所说的话,也通过从祂生命中所彰显的榜样。可惜的是,很多跟随基督的人成为信徒,却没有成为门徒。我们希望每个听到关于在基督里的拯救信息的人都成为信徒,我们也希望每个成为信徒的人,能够不断的在基督里增长成为门徒——就是学习的人——并过着结果子的生活。在本日经文中,主耶稣对西门彼得和安得烈说"来跟从我,我要叫你们得人如得鱼一样"。要注意,成为得人的人是从聆听主耶稣的教导中所获得的技能,并藉着主耶稣实践教导的方式而加深,然后我们必须遵行出来(4:19-20)。主耶稣在最后的嘱咐中强调这一点——称为大使命——是祂升天离开门徒之前所说的话,"所以,你们要去,使万民作我的门徒,奉父、子、圣灵的名给他们施洗,凡我所吩咐你们的,都教训他们遵守"(28:19-20上)。主耶稣的旨意很明显,祂要的并不只是"相信"主耶稣的教导的回应,也要"遵守"祂的命令的回应。
如今的疫情时期就是试炼期!如果我们只是相信主耶稣的听者,当我们独自一人,不在基督徒的团契中时就会不知所措。但是,若我们成为"门徒",我们必将疫情视为实践耶稣基督,那伟大夫子的教导的机会。正如主耶稣离开天上的舒适,前来拯救罪人,同样的,我们也要离开在基督徒团契中的舒适,为要在世界中运行那伟大夫子的教导。你是否正在奋力的遵行那伟大夫子的教导?[邱隆泰传道/陈巧云]
Peran Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dikenal oleh banyak orang. Akan tetapi, tidak banyak orang yang menyadari bahwa Yesus Kristus adalah Seorang Guru yang Agung. Sebagai Guru, kehadiran-Nya mengubah kehidupan orang-orang yang berinteraksi dengan diri-Nya. Dia mengajar bukan hanya melalui perkataan yang diucapkan-Nya, tetapi juga melalui teladan yang memancar dari kehidupan-Nya. Sayangnya, banyak pengikut Kristus yang menjadi orang percaya, tetapi tidak menjadi murid. Kita mengharapkan bahwa setiap orang yang mendengar berita tentang keselamatan di dalam Kristus menjadi orang percaya, tetapi kita juga mengharapkan bahwa orang yang menjadi percaya itu bisa terus bertumbuh di dalam Kristus serta menjadi seorang murid— yaitu orang yang belajar—dan kehidupannya berubah. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Tuhan Yesus berkata kepada Simon Petrus dan Andreas, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Perhatikan bahwa menjadi penjala manusia adalah ketrampilan yang diperoleh dari mendengar ajaran Tuhan Yesus, diperdalam dengan melihat cara Tuhan Yesus mempraktikkan apa yang Dia ajarkan, lalu kita praktikkan dalam kehidupan kita (4:19-20). Tuhan Yesus menegaskan hal ini dalam pesan terakhir—disebut Amanat Agung—yang Ia sampaikan sebelum naik ke sorga meninggalkan murid-murid-Nya secara fisik, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” (28:19-20a). Jelaslah bahwa yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus bukan hanya sekadar respons “percaya” terhadap ajaran Tuhan Yesus, tetapi respons “melakukan” apa yang Ia perintahkan. Masa pandemi ini merupakan masa ujian! Bila kita hanya sekadar pendengar yang memercayai Tuhan Yesus, kita akan kebingungan saat kita sendirian, tidak berada di dalam komunitas Kristen. Akan tetapi, bila kita menjadi seorang “murid”, kita akan memandang pandemi sebagai kesempatan mempraktikkan ajaran Yesus Kristus, Sang Guru Agung. Sama seperti Tuhan Yesus meninggalkan kenyamanan sorga untuk menyelamatkan manusia berdosa, demikian pula kita harus meninggalkan kenyamanan berada dalam komunitas Kristen untuk menerapkan ajaran Sang Guru Agung dalam dunia. Apakah Anda sedang berjuang untuk melaksanakan ajran Sang Guru Agung itu? [P]
即使耶稣基督已经到来拯救罪人,我们还是未能免于罪恶环境 的引诱和撒旦企图叫人跌入罪中的诡计。撒旦总是设法叫信 徒忘记自己是已经脱离罪恶权势的人,以致许多信徒屈服在罪恶环 境的诱惑中。因此,如今的信徒也还是会犯罪和经历痛苦。这种对 罪恶试探的脆弱就是撒旦使信徒焦虑不安的入口处,叫信徒怀疑在 耶稣基督里已备有的拯救,甚至使信徒怀疑基督的爱。
我们要永远的相信上帝不曾停止爱我们。要意识到三一上帝 之间的关系——即圣父、圣子、圣灵——是非常密切的关系。在永 恒中,圣子——称为道——与父上帝同在(《约翰福音》1:1)。因 此,耶稣基督——那圣子——为罪人死在十字架上的恩典(《约翰 福音》3:16)是天父奇妙大爱的表现,是上帝爱我们的明证,也是 上帝将最好的赐给我们的保障(《罗马书》8:32)。我们在上帝眼 中是特别的!天父必不丢弃我们或忽略我们!耶稣基督已经把最好 的赐给我们——就是祂自己——祂如今在父上帝面前替我们祈求 (《罗马书》8:34)。没有什么能使我们与上帝在主耶稣基督里的 爱隔绝(《罗马书》8:35)。
在疫情期间的疾病威胁和死亡威胁使人们彼此怀疑。我们要 提高警惕,千万别让撒旦成功的使我们怀疑上帝的爱。当主耶稣在 客西马尼园将被捕时,祂维护祂的门徒们(《约翰福音》18:19)。为了我们的益处,祂愿意牺牲自己,死在十字架上,承当我们 罪的刑罚。在这疫情期间,主耶稣是否离弃我们?你是否相信基督 永远的保护你,不论是你在世的生活亦或你已离开世界之后?[邱隆 泰传道/陈巧云]
圣
Walaupun Yesus Kristus telah datang untuk menyelamatkan manusia berdosa, kita belum bebas dari godaan lingkungan yang berdosa dan dari usaha Iblis menjatuhkan manusia ke dalam dosa. Iblis selalu ber-usaha membuat orang percaya melupakan identitasnya sebagai orang yang telah dibebaskan dari kuasa dosa, sehingga banyak orang percaya takluk terhadap godaan lingkungan yang berdosa. Oleh karena itu, saat ini, orang percaya juga masih bisa berbuat dosa dan mengalami penderi-taan. Kerentanan terhadap godaan dosa inilah yang menjadi jalan masuk bagi Iblis untuk membuat orang percaya menjadi gelisah dan meragukan keselamatan yang telah tersedia di dalam Yesus Kristus, bahkan membu-at orang percaya meragukan kasih Kristus.
Kita perlu senantiasa meyakini bahwa Allah tidak pernah berhenti mengasihi kita. Sadarilah bahwa relasi di antara ketiga Pribadi Allah Tritunggal—yaitu Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus—adalah relasi yang amat erat. Di dalam kekekalan, Allah Anak—yang disebut Firman—berada bersama-sama dengan Allah Bapa (Yohanes 1:1). Oleh karena itu, penganugerahan Yesus Kristus—Sang Allah Anak—untuk mati di kayu salib bagi manusia berdosa (Yohanes 3:16) merupakan wujud kasih Allah Bapa yang luar biasa terhadap diri kita, sekaligus merupakan bukti bahwa Allah mengasihi kita dan menjadi jaminan bahwa Allah pasti akan memberikan segala sesuatu yang terbaik bagi kita (Roma 8:32). Kita ini istimewa dalam pandangan Allah! Kita tak mungkin ditinggalkan atau diabaikan oleh Allah Bapa! Yesus Kristus, yang telah memberikan yang terbaik bagi kita—yaitu diri-Nya sendiri—saat ini menjadi Pembela bagi kita di hadapan Allah Bapa (Roma 8:34). Tidak ada yang dapat memi-sahkan kita dari kasih Allah yang ada di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Roma 8:35).
Ancaman penyakit dan kematian di masa pandemi membuat manusia saling mencurigai. Waspadalah agar Iblis jangan sampai berhasil membuat kita meragukan kasih Allah. Saat hendak ditangkap di Taman Getsemani, Tuhan Yesus membela para murid-Nya (Yohanes 18:1-9). Bagi kepentingan kita, Dia rela menyerahkan diri-Nya sendiri untuk mati di kayu salib menanggung hukuman dosa kita. Di masa pandemi ini, mungkinkah Tuhan Yesus meninggalkan kita? Apakah Anda yakin bahwa Kristus akan selalu membela Anda, baik saat Anda menjalani kehidupan di dunia maupun setelah Anda meninggalkan dinia ini? [P]
Perjanjian Lama sarat dengan berbagai kisah tentang kegagalan manusia untuk mengikuti kehendak Allah serta janji Allah untuk memberikan Penolong atau Pembebas. Kegagalan untuk mengikuti kehendak Allah itu diawali dengan kegagalan Adam dan Hawa untuk mematuhi perintah Allah (Kejadian 2:16-17; 3:1-12). Kegagalan selanjutnya terlihat jelas dalam sejarah bangsa Israel dan memuncak dengan pembuangan bangsa Israel, baik bangsa Israel dari Kerajaan Israel Utara yang dibuang ke Asyur maupun bangsa Israel dari Kerajaan Yehuda yang dibuang ke Babel. Dalam Perjanjian Baru, Penolong atau Pembebas itu dikenal dengan sebutan Mesias. Sebutan "Mesias " adalah kata dalam bahasa Aram yang berarti "Yang Diurapi " untuk menjadi Penyelamat atau Pembebas. "Kristus " adalah terjemahan bahasa Yunani untuk "Mesias ". Dalam Perjanjian Lama, pengurapan itu dikenakan bagi raja dan imam, serta secara khusus dikenakan bagi raja Koresy yang dipakai Allah untuk mengembalikan bangsa Yehuda dari pembuangan di Babel. Dalam Perjanjian Baru, gelar "Mesias " itu dikenakan bagi Yesus dari Nazaret. Karena sebutan Kristus amat sering dilekatkan pada nama Yesus, gelar "Kristus " itu seakan-akan seperti menjadi nama keluarga.
Pembuangan di Babel yang menegaskan kegagalan bangsa Israel menaati kehendak Allah serta disusul penjajahan oleh bangsa-bangsa lain—Persia, Yunani, Romawi—telah mengakibatkan penderitaan yang membangkitkan pengharapan mengenai kedatangan Sang Mesias. Saat Yohanes Pembaptis berada di penjara pun, dia berharap bahwa Yesus-lah Sang Pembebas itu, sehingga ia mengutus murid-muridnya untuk bertanya kepada Tuhan Yesus (11:3). Jawaban Tuhan Yesus (11:4-5) mengungkapkan bahwa Dia bukanlah pemimpin politik yang akan mengepalai pemberontakan terhadap pemerintah penjajah seperti yang diharapkan oleh bangsa Israel, melainkan Ia adalah Penolong yang dibutuhkan oleh umat Israel, bahkan dibutuhkan oleh seisi dunia ini. Dari ajaran seluruh Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, kita mengetahui bahwa Tuhan Yesus adalah Pembebas bagi seluruh umat manusia—bukan bangsa Yahudi saja—dari penjajahan dosa.
Karena dosa telah melanda semua orang di seluruh dunia, maka Yesus, Sang Mesias itu, adalah jawaban bagi kebutuhan semua orang. Apakah Anda percaya bahwa Yesus Kristus adalah Sang Mesias yang sanggup membebaskan Anda dari penjajahan dan hukuman dosa? [GI Purnama]
Perjanjian Lama sarat dengan berbagai kisah tentang kegagalan manusia untuk mengikuti kehendak Allah serta janji Allah untuk memberikan Penolong atau Pembebas. Kegagalan untuk mengikuti kehendak Allah itu diawali dengan kegagalan Adam dan Hawa untuk mematuhi perintah Allah (Kejadian 2:16-17; 3:1-12). Kegagalan selanjutnya terlihat jelas dalam sejarah bangsa Israel dan memuncak dengan pembuangan bangsa Israel, baik bangsa Israel dari Kerajaan Israel Utara yang dibuang ke Asyur maupun bangsa Israel dari Kerajaan Yehuda yang dibuang ke Babel. Dalam Perjanjian Baru, Penolong atau Pembebas itu dikenal dengan sebutan Mesias. Sebutan “Mesias” adalah kata dalam bahasa Aram yang berarti “Yang Diurapi” untuk menjadi Penyelamat atau Pembebas. “Kristus” adalah terjemahan bahasa Yunani untuk “Mesias”. Dalam Perjanjian Lama, pengurapan itu dikenakan bagi raja dan imam, serta secara khusus dikenakan bagi raja Koresy yang dipakai Allah untuk mengembalikan bangsa Yehuda dari pembuangan di Babel.. Dalam Perjanjian Baru, gelar “Mesias” itu dikenakan bagi Yesus dari Nazaret. Karena sebutan Kristus amat sering dilekatkan pada nama Yesus, gelar “Kristus” itu seakan-akan seperti menjadi nama keluarga. Pembuangan di Babel yang menegaskan kegagalan bangsa Israel menaati kehendak Allah serta disusul penjajahan oleh bangsa-bangsa lain—Persia, Yunani, Romawi—telah mengakibatkan penderitaan yang membangkitkan pengharapan mengenai kedatangan Sang Mesias. Saat Yohanes Pembaptis berada di penjara pun, dia berharap bahwa Yesuslah Sang Pembebas itu, sehingga ia mengutus murid-muridnya untuk bertanya kepada Tuhan Yesus (11:3). Jawaban Tuhan Yesus (11:4-5) mengungkapkan bahwa Dia bukanlah pemimpin politik yang akan mengepalai pemberontakan terhadap pemerintah penjajah seperti yang diharapkan oleh bangsa Israel, melainkan Ia adalah Penolong yang dibutuhkan oleh umat Israel, bahkan dibutuhkan oleh seisi dunia ini. Dari ajaran seluruh Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, kita mengetahui bahwa Tuhan Yesus adalah Pembebas bagi seluruh umat manusia— bukan bangsa Yahudi saja—dari penjajahan dosa. Karena dosa telah melanda semua orang di seluruh dunia, maka Yesus, Sang Mesias itu, adalah jawaban bagi kebutuhan semua orang. Apakah Anda percaya bahwa Yesus Kristus adalah Sang Mesias yang sanggup membebaskan Anda dari penjajahan dan hukuman dosa? [P]
圣诞节是纪念耶稣基督诞生于世界的节日。耶稣基督的诞生是 一个特殊的诞生,与这世上所有人的诞生没有共同之处的。 马利亚——耶稣基督的母亲——不是因为夫妻关系怀孕,而是由圣 灵感孕《马太福音》1:18。请记住,耶稣基督从永恒开始就与圣父 和圣灵同在。耶稣基督——圣子——是太初与上帝同在的道,然后 成了肉身,住在人间《约翰福音》1:1,2,14。因此,耶稣基督的诞 生也被称为道成肉身。
上帝成为人是因为通过亚当——和夏娃——的堕落,人类已 经陷入了罪中。“这就如罪是从一人入了世界,死又是从罪来的, 于是死就临到众人,因为众人都犯了罪。”许多人——包括基督 徒——认为亚当和夏娃的堕落只是一个有趣的古老故事,但没有意 识到这堕落与全人类有关。亚当的堕落将罪带入世界,然后带来死 亡。因此,每个人生来就有罪性,甚至在灵性上都是死的《罗马 书》5:12;《诗篇》51:7;《以弗所书》2:1。既然每个人生来就有 罪性,灵性是死的,人就不可能自救。因此,上帝成为人子耶稣基 督来拯救人类。马利亚——耶稣基督的母亲——是因圣灵怀了孕, 而不是因夫妻关系,所以耶稣基督是唯一没有继承亚当的罪并且生 来是无罪性的。因此,只有耶稣基督才能拯救罪人《使徒行传》 4:12。
大流行病是否改变了人类有罪的状态?不!人类仍然生在罪 中,等待上帝的审判到来《希伯来书》9:27。您准备好面对那审判 吗?您是否拥有了只在救主耶稣基督里才能得到的救恩保障《约翰 福音》3:16;14:6?[邱隆泰传道/梁思静]
Natal adalah hari raya untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus di dunia ini. Kelahiran Yesus Kristus adalah kelahiran yang istimewa yang tidak memiliki kesamaan dengan semua kelahiran manusia di dunia ini. Maria—ibu Yesus-Kristus—hamil bukan karena hasil hubungan suami istri, tetapi karena Roh Kudus (Matius 1:18). Ingatlah bahwa Yesus Kristus telah ada sejak kekekalan bersama-sama dengan Allah Bapa dan Allah Roh Kudus. Yesus Kristus—Sang Allah Anak—adalah Firman yang pada mulanya bersama-sama dengan Allah, lalu menjadi Manusia dan tinggal di antara manusia (Yohanes 1:1,2,14). Oleh karena itu, kelahiran Yesus Kristus ini juga disebut sebagai inkarnasi Allah menjadi Manusia. Allah menjadi Manusia karena umat manusia telah jatuh ke dalam dosa melalui kejatuhan Adam—dan Hawa—ke dalam dosa. “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” Banyak orang— termasuk orang Kristen—memandang kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa hanya sebagai kisah kuno yang menarik, tetapi tidak menyadari bahwa kejatuhan tersebut berkaitan dengan seluruh umat manusia. Kejatuhan Adam ke dalam dosa itu membawa masuk dosa ke dalam dunia, dan selanjutnya membawa kematian. Oleh karena itu, setiap orang dilahirkan dalam kondisi berdosa, bahkan dalam kondisi mati secara rohani (Roma 5:12; Mazmur 51:7; Efesus 2:1). Karena setiap orang dilahirkan dalam keadaan berdosa dan mati secara rohani, manusia tidak mungkin bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Itulah sebabnya, Allah menjadi Manusia Yesus Kristus untuk menyelamatkan umat manusia. Maria—Ibu Yesus Kristus—mengandung karena Roh Kudus, bukan karena hubungan suami istri, sehingga Yesus Kristus adalah satu-satunya Manusia yang tidak mewarisi dosa Adam dan dilahirkan dalam keadaan tidak berdosa. Oleh karena itu, hanya Yesus Kristus saja yang sanggup menyelamatkan manusia berdosa (Kisah Para Rasul 4:12) Apakah pandemi mengubah keadaan manusia berdosa? Tidak! Manusia tetap dilahirkan dalam dosa dan menunggu saat kedatangan masa penghakiman Allah (Ibrani 9:27). Apakah Anda siap menghadapi masa penghakiman itu? Apakah Anda sudah memiliki jaminan keselamatan yang hanya bisa diperoleh dalam diri Yesus Kristus, Sang Juru Selamat itu (Yohanes 3:16; 14:6)? [P]
一个健康的教会群体是什么样的呢?在彼得前书的最后一章 中,使徒为教会中的两组信徒提供劝勉:长老或教会领袖 (5:1-3),还有教会中的年轻人(5:5上)。使徒彼得劝告长老牧 养上帝的羊群。文中没有采用一位强大和可以对任何敌对他的人有 生杀权的国王来描绘教会领袖,相反是以一个关心羊群的牧羊人形 象来描绘领袖,他是位提供健康粮食、用耐心和爱心带领羊群、寻 找迷羊把他们带回家的牧羊人。
作为牧者,教会领袖不应有被迫感或勉为其难的服侍,而是 应该满心乐意为见证对上帝的爱而服侍。教会领袖应该检讨自己服 侍的动机:不是为了某些利益而服侍,而是因为已经经历了上帝的 大爱而愿意去服侍。有了正确的动机,教会领袖可以以充分舍己的 精神和热情去服侍。使徒彼得还嘱咐长老们不要像暴君那样行事— —即专横和任意妄为的统治者态度——而要树立好榜样。成为教会 领袖意味着服侍和随时舍己,而不是要求被服侍。
此外,使徒彼得劝勉年轻人们要尊重和顺服长老和教会领袖 们。年轻人和老年人之间的观点的差异会导致教会中的严重冲突。 因此,当意见分歧时,年轻人要学会谦卑,尊重老年人的意见。这 就是建立健康教会的秘诀!务要学会谦卑。如果我们承蒙众人信任 当上教会领袖,请记住我们蒙召是作牧羊人,就必须在言行上都当 众人的榜样。如果我们是教会的会友,请务必尊重我们的领袖。特 别请记住,没有一位领袖是完美的。在您的教会中是否已经体现了 上述态度?如果我们是忠心顺服的,我们伟大的牧者必将会把那永 不衰残的荣耀冠冕赐给我们![陈景福传道/孙茵]
From the publisher's feed