
Sign up to save your podcasts
Or


Seperti apakah komunitas gereja yang sehat? Di pasal terakhir dari kitab 1 Petrus ini, sang rasul menasihati dua kelompok dalam gereja:, yaitu penatua atau pemimpin gereja (5:1-3), dan orang-orang muda dalam gereja (5:5a). Rasul Petrus menasihati para penatua untuk menggembalakan kawanan domba Allah. Gambaran yang dipakai dalam kepemimpinan gereja bukanlah gambaran tentang seorang raja yang gagah perkasa dan membabat habis siapa pun yang menentang kehendaknya, melainkan gambaran tentang seorang gembala yang merawat, memberi makanan sehat, menuntun domba-domba dengan sabar dan penuh kasih, serta mencari domba-domba yang sesat untuk dibawa pulang. Sebagai gembala, pemimpin gereja hendaknya tidak melayani dengan berat hati atau karena terpaksa, tetapi dengan penuh kerelaan sebagai bukti kasihnya kepada Tuhan. Pemimpin gereja sepatutnya memeriksa motivasi dirinya dalam melayani: Janganlah kita melayani demi mendapat keuntungan tertentu, tetapi kita seharusnya melayani karena sudah mengalami kasih Tuhan. Dengan motivasi yang benar, seorang pemimpin dapat melayani dengan penuh pengabdian diri dan antusiasme yang besar. Rasul Petrus juga meminta para penatua agar tidak bersikap seperti tiran—yaitu penguasa yang lalim dan sewenang-wenang—tetapi menjadi teladan. Menjadi pemimpin berarti melayani dan siap berkorban, bukan menuntut untuk dilayani. Selanjutnya, Rasul Petrus menasihati agar orang-orang muda bersikap hormat dan tunduk kepada orang-orang tua dan para pemimpin gereja. Perbedaan cara pandang antara kaum muda dan kaum tua bisa mengakibatkan konflik serius dalam gereja. Oleh karena itu, saat ada perbedaan pendapat, orang-orang muda harus belajar merendahkan hati dan menghargai pendapat orang-orang tua. Inilah rahasia membentuk komunitas gereja yang sehat! Belajarlah untuk bersikap rendah hati. Jika kita dipercaya untuk menjadi pemimpin gereja, ingatlah panggilan kita sebagai seorang gembala. Jadilah teladan dalam perkataan dan perbuatan kita. Jika kita adalah anggota jemaat, hormatilah para pemimpin kita. Ingatlah bahwa tidak ada pemimpin yang sempurna. Apakah sikap seperti di atas sudah terwujud di gereja Anda? Jika kita setia dan taat, Sang Gembala Agung akan memberi kita mahkota kemuliaan yang tidak akan layu! [OC]
在讨论了受苦的呼召之后——就像基督以前所受过的苦难—— 接着第四章一开始(4:1-6),使徒彼得便向他的读者提出了 一些关于他们应该如何过基督徒生活的实用劝勉。第七节中一句 “万物的终点”,是指主耶稣第二次的到来。使徒彼得和其他书信 的作者一样,总是将耶稣基督的再来视为终点,这对所有信徒来说 都是一个伟大的盼望。在等候基督再来时,祂劝勉读者要能克制自 己 让自己能安静祷告。祷告应该像信徒的生命气息。通过祷告,一 个人可以倾诉他渴慕与基督见面的心,并恳求主赐予能力,好保守 自己活出圣洁的生活。
使徒彼得的劝勉最重要的一部分,是基督徒要学会更诚心地 彼此相爱。喜爱某种美丽的东西很容易。然而,要去爱某些令人厌 恶的,的确需要上帝的爱。基督徒是已经接受基督之爱的人。因 此,基督徒被要求将基督的爱传递给他人。爱不应该只限于言语, 而必须用行为和宽恕来体现。这种神圣的爱可以“遮盖众多的罪 孽”(4:8)。
此外,使徒彼得劝勉他的读者要按照上帝所赐的恩赐彼此服 事。使用言语的恩赐来传达上帝的话语。那些领受服侍恩赐的人会 使用从上帝所得的恩赐去服侍。属灵恩赐不是让人可以因此夸口 的,而是为了服侍其他属基督的肢体而领受的。
作为神在这个世界上的教会,要明白我们生活的重心不应该 是这个世界。请记住,耶稣基督会第二次再来。务要继续不断祷 告!学会加倍诚心爱人!您是否已使用过上帝赐给你的所有恩赐来 服侍他人?愿神的名因我们得荣耀![张景福传道/孙茵]
Setelah membahas tentang panggilan untuk menderita—seperti Kristus yang telah lebih dulu menderita—di awal pasal keempat (4:16), Rasul Petrus memberi beberapa nasihat praktis kepada para pembacanya tentang bagaimana mereka seharusnya menjalani hidup kekristenan. Kata “kesudahan segala sesuatu” di ayat ketujuh menunjuk kepada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Rasul Petrus, seperti para penulis kitab lainnya, senantiasa melihat kembalinya Yesus Kristus ke dunia sebagai titik akhir yang merupakan pengharapan besar bagi semua orang percaya. Dalam menanti kedatangan Kristus, para pembaca dinasihati untuk menguasai diri dan menjadi tenang agar bisa berdoa. Doa seharusnya menjadi seperti nafas bagi kehidupan orang percaya. Melalui doa, seseorang dapat mencurahkan kerinduannya untuk berjumpa dengan Kristus dan memohon agar dirinya diberi kemampuan untuk menjaga diri agar bisa hidup dalam kekudusan. Nasihat paling utama yang disampaikan Rasul Petrus adalah agar orang-orang Kristen belajar untuk saling mengasihi dengan lebih bersungguh-sungguh. Mengasihi sesuatu yang indah itu mudah. Akan tetapi, dibutuhkan kasih Allah untuk bisa mengasihi sesuatu yang buruk. Orang Kristen adalah orang yang sudah menerima kasih Kristus. Oleh karena itu, orang Kristen diminta untuk menyalurkan kasih Kristus kepada sesamanya. Kasih seharusnya tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam perbuatan dan pengampunan. Kasih ilahi seperti ini dapat “menutupi banyak sekali dosa” (4:8). Selanjutnya, Rasul Petrus menasihati para pembacanya untuk saling melayani sesuai dengan karunia yang diberikan Tuhan. Pakailah karunia berbicara untuk menyampaikan firman Tuhan. Yang memiliki karunia melayani akan mendapat anugerah Allah untuk melayani. Karunia rohani diberikan bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk melayani anggota tubuh Kristus yang lain. Sebagai gereja yang Tuhan tempatkan di dunia ini, sadarilah bahwa fokus hidup kita seharusnya bukanlah dunia ini. Ingatlah bahwa Yesus Kristus akan datang lagi untuk kedua kalinya. Teruslah bertekun dalam doa! Belajarlah untuk lebih sungguh-sungguh mengasihi sesama! Apakah Anda sudah menggunakan semua karunia yang Tuhan berikan kepada diri Anda untuk melayani sesama? Semoga nama Tuhan dimuliakan melalui diri kita! [OC]
本日经文第一段的重点谈到有关妻子和丈夫的义务和责任(3:1 -7)。使徒彼得劝勉作妻子的要顺服她们各自的丈夫。这是 在第一世纪的背景下的劝勉。当代人对一个做妻子的要求是信仰从 夫,要信奉丈夫所信奉的。如果妻子成为基督徒与丈夫的信仰有别, 丈夫可以认为妻子已经不忠于他。此事往往是家庭冲突的导火线。 因此,使徒彼得要求妻子服从配偶,即使这会给她们的生活带来痛 苦。妻子们也被劝告不仅要在口头上有见证,还要把自己的信仰体 现在敬虔和纯洁的生活中。如此劝勉,暗示有时候要注意到,行动胜 于雄辩。
接着,使徒彼得强调内在美的重要性,这比外在的装饰更有 价值。这是否意味着使徒彼得禁止一切形式的装饰呢?当然不是。 万物都是上帝创造的,创造美好事物的技巧也来自上帝。编发、戴 首饰、穿漂亮的衣服都不是罪,只要不过分。但是,女人也应该注 意不会褪色的内在美,就是要具备温柔安详的灵性。这种内在美也 曾经呈现在一些仰望上帝并顺服丈夫的圣洁妇女身上。
使徒彼得也劝勉丈夫要爱他们的妻子,并把妻子当作一同继 承恩典的人这般来尊重她们。只有这样,上帝才愿意垂听作丈夫的 祷告。由此可见,妻子的地位并不低于丈夫。在上帝面前,夫妻地 位平等,只是扮演不同的角色罢了。每一位作丈夫和妻子的都当注 意,要听从使徒彼得的劝勉,这样你全家人才能真正感受到上帝的 同在。您——作为妻子的——是否已经顺服您的丈夫吗?还有您— —作为丈夫的——是否已经爱护您的妻子吗?[张景福传道/孙茵]
Kewajiban dan tanggung jawab istri dan suami merupakan fokus dari perikop pertama bacaan Alkitab hari ini (3:1-7). Rasul Petrus menasi-hati para istri untuk tunduk kepada suami mereka masing-masing. Nasihat ini diberikan dalam konteks abad pertama, ketika seorang istri diharapkan untuk memiliki iman yang sama seperti yang diakui suaminya. Jika sang istri menjadi Kristen, suaminya bisa menganggap sang istri tidak setia kepadanya. Hal ini sering mengakibatkan konflik rumah tangga. Oleh karena itu, Rasul Petrus meminta para istri untuk menaati pasangan mereka, meskipun hal ini dapat membawa kesengsaraan bagi hidup mereka. Para istri juga dinasihati agar tidak hanya bersaksi melalui perkataan, tetapi juga melalui kesalehan dan kemurnian hidup mereka. Secara tersirat, nasihat ini mengajarkan bahwa terkadang perbuatan berbicara lebih keras daripada perkataan.
Selanjutnya, Rasul Petrus menekankan pentingnya kecantikan dari dalam yang nilainya jauh lebih tinggi melampaui perhiasan lahiriah. Apakah hal ini berarti bahwa Rasul Petrus melarang segala bentuk perhiasan? Tentu saja tidak demikian. Semua benda diciptakan oleh Tuhan dan keterampilan membuat sesuatu yang indah juga berasal dari Tuhan. Mengepang rambut, memakai perhiasan dan pakaian yang indah bukanlah dosa, asalkan semua itu tidak dilakukan secara berlebihan. Namun, seorang perempuan hendaknya juga memperhatikan kecantikan batiniah yang tidak akan menjadi pudar, yaitu memiliki roh yang lemah lembut dan tenteram. Kecantikan batiniah ini juga diperlihatkan oleh perempuan-perempuan kudus di masa lampau ketika mereka menaruh pengharapannya kepada Allah dan tunduk kepada suaminya.
Rasul Petrus juga menasihati para suami agar mengasihi istri me-reka dan menghormatinya sebagai teman pewaris kasih karunia. Hanya dengan demikian maka Tuhan bersedia mendengarkan doa mereka. Hal ini menunjukkan bahwa status istri tidaklah lebih rendah daripada suami-nya. Di hadapan Allah, suami dan istri memiliki status yang sama, tetapi memiliki peran yang berbeda. Hendaklah setiap suami dan istri mem-perhatikan nasihat Rasul Petrus ini, supaya kehadiran Tuhan sungguh nyata dirasakan dalam keluarga Anda. Apakah Anda—para istri—sudah tunduk kepada suami Anda, dan Anda—para suami—sudah mengasihi istri Anda? [OC]
Dalam ayat 1-10, Rasul Petrus membahas tentang identitas dan panggilan gereja yang sesungguhnya. Sadarilah bahwa masyarakat kita sering melakukan kesalahan dengan memahami gereja hanya sekadar sebagai rumah ibadah atau tempat umat Kristiani beribadah, padahal sebenarnya gereja adalah kumpulan orang yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus. Memang, di masa Perjanjian Lama, umat Israel memiliki Bait Allah di Yerusalem, tempat mereka melakukan semua ritual persembahan korban. Akan tetapi, semua ritual itu hanyalah bayang-bayang yang terwujud pada diri Kristus. Saat Kristus datang ke dalam dunia, Ia menggenapi seluruh tuntutan hukum Taurat, sehingga seluruh sistem ritual itu sudah tidak lagi diperlukan. Saat ini, Yesus Kristus merupakan dasar gereja. Rasul Petrus memakai sebuah metafora atau kiasan untuk menggambarkan kebenaran ini, yaitu Yesus Kristus sebagai batu yang hidup atau batu penjuru, yaitu batu yang ditempatkan di sudut utama fondasi bangunan dan menentukan arah bagi semua batu yang lain. Gambaran ini berasal dari Yesaya 28:16 dan Mazmur 118:22. Rasul Petrus menjelaskan bahwa batu yang dibuang oleh para tukang bangunan justru dipilih menjadi batu penjuru dan dihormati di hadirat Allah. Oleh karena itu, setiap orang yang percaya kepada Kristus tidak akan dipermalukan. Terhadap Kristus, Sang Batu Penjuru, setiap orang harus memberi respons. Mereka yang tidak percaya akan jatuh tersandung, artinya mereka akan dihakimi dan dihukum. Tuhan ingin menggunakan orang percaya untuk menjadi batu hidup bagi pembangunan rumah rohani. Artinya, setiap orang di antara kita dipanggil untuk membangun komunitas orang percaya. Orang Kristen tidak bisa dan tidak boleh hidup sendiri. Lepas dari komunitas, orang Kristen hanya merupakan sebuah batu yang tidak berguna atau tidak berfungsi. Tuhan Yesus mati bagi kita untuk menjadi fondasi gereja, dan setiap orang percaya merupakan bagian dari bangunan gereja. Setiap orang percaya perlu mengingat identitas dirinya sebagai gereja. Sebagai gereja, kita adalah batu-batu hidup yang memiliki peran berbeda—sesuai dengan karunia yang kita miliki—dalam bangunan rumah rohani. Apakah Anda sudah menggunakan karunia yang Tuhan berikan untuk saling melayani dalam komunitas orang percaya? [OC]
第1-10节中,使徒彼得论及教会的真实身份和真正的呼召。我 们知道,社会人士经常对教会误解,把教会当成一个礼拜的 会所或基督徒敬拜的场所,而实际上教会是一群已被主耶稣基督救 赎的信徒群体。没错,在旧约时代,以色列人在耶路撒冷有一座圣 殿,他们在那里举行一切祭祀仪式。然而,这一切仪式都仅仅是后 来在基督身上成就之事的影子。当基督来到世上时,他已亲自体现 满足了该律法的所有要求,从此就已不再需要举行这一切律法中的 礼仪了。如今,耶稣基督便是教会的根基。
使徒彼得用一个比喻或寓言来描述这个真理,即耶稣基督是 活石或房角石,这石头是为奠定基础而被安置在建筑物的主要角落 的,它也给其他所有石头设定方向。如此描述是引用了《以赛亚 书》28:16,和《诗篇》118:22。使徒彼得解释说,建造者所丢弃的 石头反而被选为房角石,并在上帝面前得尊荣。因此,所有相信基 督的人将来都不会蒙羞。
每个人都必须对基督这位活石或房角石做出回应。不信的人 会被绊倒,这意味着他们会受到审判和惩罚。神要使用信徒作活 石,建造属灵的家。也就是说,我们每个人都被呼召建立一个信徒 群体。基督徒不能也不应该独自生活。离开了群体,基督徒便只是 一块无用或没有功用的石头了。为了成为教会的奠基石主耶稣为我 们而死,而每一个信徒都是教会的一部分。
每个信徒都需要记住他本身在教会中的身份。作为教会,我 们在所建造的属灵之家中,是一块块各自扮演着不同角色——根据 我们所拥有各自不同的恩赐——的活石。你有没有使用上帝所赐的 恩赐,在信徒群体中彼此服侍呢?[张景福传道/孙茵]
彼得前书是为分散在耶路撒冷以外的基督徒而写的。有些基督徒因信主耶稣而遭受逼迫。在本书的开头,使徒彼得强调基督徒所接受的救恩是三一上帝的工作。但凡得救的信徒,他们都是按照父上帝的计划被拣选,并接受主耶稣基督所洒的宝血,靠圣灵得以成圣的人。
使徒彼得鼓励他的收信人们,尽管遭受迫害和苦难,仍然要常常喜乐。基督徒不应将希望寄托在世上所过至暂至短的一生上,而应寄望于永恒的事。那些因基督的复活而重生的人,将承受不能被毁坏或被毁坏、不能被玷污或被污秽、不能衰残的基业。具有永恒价值的宝藏尽储存在天上,就由大能的上帝自己守护。使徒彼得提醒教会众信徒,要他们知道,所经历的苦难是至暂至短的,与他们将要承受的永恒荣耀相比之下简直微不足道。
那么,为什么上帝允许苦难临到基督徒身上呢?这些苦难和逆境都是用来净化信徒的信仰的(1:7)。人若经得起苦难的考验,主耶稣第二次来的时候,他就得着赞美、荣耀、和尊贵了。
使徒彼得还揭示了基督教徒信心的美妙之处,就是信徒能在从未曾亲眼见过基督的情况下即能够相信和爱基督。每一个基督徒都应当专心寄望于永恒的事,并期待等候基督再来的那一天,即信徒与救主相遇的那一天。
您——这自称是基督徒的——如今是否正在因基督的名受苦吗?如若如此,就当欢喜快乐!请记住,您现在所面临的所有苦难逆境都是短暂的。当你受苦时,你是否已养成仰望基督和寻求祂帮助的习惯呢?[張景福传道/孙茵]
Kitab 1 Petrus ditujukan bagi orang–orang Kristen yang tersebar di luar Yerusalem. Sebagian orang Kristen mengalami penganiayaan karena iman mereka kepada Tuhan Yesus. Di awal kitab ini, Rasul Petrus menegaskan bahwa keselamatan yang diterima oleh seorang Kristen merupakan karya Allah Tritunggal. Orang yang diselamatkan adalah orang yang dipilih sesuai dengan rencana Allah Bapa, dikuduskan oleh Roh Kudus, dan menerima percikan darah Tuhan Yesus Kristus.
Rasul Petrus mendorong para penerima suratnya untuk tetap ber-sukacita walaupun mengalami penindasan dan penderitaan. Orang Kristen sepatutnya meletakkan pengharapan bukan pada dunia yang sementara, melainkan pada kekekalan. Orang yang telah dilahirkan kembali oleh karena kebangkitan Kristus akan mewarisi suatu bagian yang tidak dapat binasa atau hancur, tidak dapat tercemar atau terkotori, dan tidak dapat layu. Harta yang bernilai kekal tersebut tersimpan di sorga dan akan dijaga oleh kekuatan Allah sendiri. Rasul Petrus mengingatkan jemaat bahwa penderitaan yang mereka alami itu bersifat seketika atau seben-tar saja, tidak berarti bila dibandingkan dengan kemuliaan kekal yang akan mereka warisi.
Lantas, mengapa Tuhan mengizinkan penderitaan menimpa orang Kristen? Semua kesulitan itu dimaksudkan untuk memurnikan iman orang percaya (1:7). Bila seseorang tahan uji, maka ia akan mendapat pujian, kemuliaan, dan kehormatan pada saat Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya.
Rasul Petrus juga menyingkapkan keindahan iman orang Kristen, yaitu kemampuan untuk memercayai dan mengasihi Kristus, meskipun mereka tidak pernah melihat Dia secara fisik. Hendaklah setiap orang Kristen memusatkan pengharapan pada kekekalan dan menanti-nantikan hari kedatangan Kristus, yaitu saat orang percaya berjumpa dengan Sang Juruselamat.
Apakah Anda—yang mengaku sebagai seorang Kristen—sedang mengalami penderitaan karena nama Kristus? Jika ya, bersukacitalah! Ingatlah bahwa semua kesulitan yang Anda hadapi saat ini hanya berlangsung sebentar saja. Saat Anda mengalami penderitaan, apakah Anda sudah membiasakan diri untuk memandang kepada Kristus dan berharap terus pada pertolongan-Nya? [OC]
《雅各书》的结尾警告说,一个人真正的信心可以从他与人并与上 帝之间的关系中看出。在人际关系上,信徒应该公平地待人来表现 真正的信心(5:1-6)。雅各向“富人”发出警告并不意味着他认为 “所有富人都是邪恶的”。在这段经文中,雅各责备富人,因为他 们亏欠工人的工钱、在世上尽兴地享福,好宴乐、甚至杀害无法抵 挡他们的义人。这个警告提醒我们,事实上,任何人都能够犯不公 正的罪,而不仅仅是富人而已。然而,信徒是靠信心而活的。既然 他所信的是一位公义仁慈的上帝,那么他也应该过公正和慈悲为怀 的生活。
有关与上帝之间的关系,信徒应该通过祷告来体现出真正的 信心(5:7-20)。雅各提醒我们在苦难中坚忍和忍耐的重要性(5:7 -11)。这也是他在信的开头所提及的。他是从主耶稣即将来临的角 度来编织这两方面的事。有趣的是,在谈到受苦时,雅各提到了信 徒应该做的一件事,那就是祷告。在13-14节中,雅各劝勉我们在下 述的三种情况下我们所该做的:第一,当我们受苦时,我们该祷 告。第二,喜乐时,就该歌颂来表达(《以弗所书 》5:19,《歌罗 西书》3:16)。第三,有病时,就该请长老祷告。雅各强调有信心 的人,他的生活是仰赖祷告的,并通过祷告将信心表现出来。祷告 至关重要,是事在必行的!此外,雅各提醒说一位祷告者的生命和 其个性大大地影响了他祷告的有效性。上帝愿意我们不只是祈祷而 已,也希望我们过端正的生活:承认错误、彼此原谅、伸张公义等 等,正如雅各在这封信中所讨论的那样。真正的信心会体现在生活 的每一个层面。您是否尝试在日常生活中表现出您的信心呢?[何美 瑟传道/林贞兰]
From the publisher's feed