Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 十二月八日 - 优美的品格

    一位妻子对家庭的影响力可以从这句话反映出来“快乐的妻 子,快乐的家庭”。当然,此话不是完全正确,因为幸福家 庭的核心在于上帝的临在。尽管如此,这句话显示出一位妻子在家 庭里的影响力是不可小觑的。 

     一位才德的妻子——从品格方面而言——在家庭里所发挥的 影响力在31:10-31,这段经文里,是显而易见的。这位妻子的品 格,可以从她所行的看得一清二楚:她支持丈夫(31:12),勤奋地工 作(31:13-18,27),对穷人和困苦的人有怜悯心(31:20),有问题时 能随机应变(31:21),能控制口舌和谆谆教导(31:26),并且敬畏上 帝(31:30)。在31:10节所描绘的妻子,她的价值远胜过珍珠,这是 对漂亮和珍贵的宝石的一般称号。她被表扬不是因为别人对她的评 价,而是她的丈夫和孩子都能感受到她的实际行动。保养外观的漂 亮没有错,也能讨丈夫的欢心。但是,最重要的是内在美或优美的 品格。品德不会因岁月而褪色。姐妹们阿,您们是否更注重品格比 起外在美呢? 

     妻子的美德是受到丈夫优良的品格所影响。从丈夫对妻子的 信任中,隐含了丈夫的角色(31:11)。就是这种信任让妻子能尽其所 长(31:16,19)。丈夫领会上帝对他工作的呼召(31:23,这位丈夫有 可能是一位审判官)。他称赞自己的妻子(31:28)。他视妻子为非常 珍贵(31:10)。弟兄们阿,您们是否更重视追求良好的品格比起追逐 名成利就?若夫妻间不向对方有诸多的要求,而能各尽其职并体现 优良的品格,那么《箴言》31章所描绘的美好家庭就能体现了。 

     箴言以敬畏耶和华为开头和结尾(1:7;31:30)。敬畏上帝是 充满智慧生活的根基,能使上帝的子民有美好的品格。[林贻加   传道/林贞兰] 

    8 min
  • 十二月七日 - 自我祷告

    箴言作者描述有四样动物(30:24-28)虽小却甚聪明,即蚂 蚁,沙番,蝗虫和守宫。圣经所提的第二个动物是沙番。是 指经常出现在中东地区被称为石獾的动物。牠一身是毛,有健壮的 足趾。这些足爪能使牠们攀爬岩石。这个动物的寿命约八年半,甚 至可以活到十二年。体重约四至五公斤。沙番是肉食性动物的袭击 目标。为了存活,这个微小和软弱的沙番选择栖息在磐石上,如此 才能避开猎食动物。因此箴言的作者称赞沙番是微弱却很聪明的动 物之一。 

     沙番虽然微弱,却是聪明的,因为懂得住在磐石上来保护自 己。正如我们软弱的人,若知道投靠那有能力的上帝就是有智慧 了。大卫王也说“因为你是我的岩石、我的山寨。所以求你为你名 的缘故、引导我、指点我。”(《诗篇31:3》)。他醒悟到唯有上 帝是他生命的岩石和他的山寨或避难所。 

     今天的经文教导我们两件事:第一,上帝的保护只有那些意 识到自己是微小和软弱的人才能感受到。若我们以为自己坚不可 摧——因为我们有钱或有势力或有很广的人脉——我们就很难觉悟 到上帝保护的重要性。您醒悟到其实世人是非常脆弱吗?有时,上 帝让我们感到软弱无助,来提醒我们上帝的同在和保护是何等的宝 贵。第二,当我们藉着上帝的道与祂相交时,上帝的保护和带领就 会临到我们的生命中。“上帝的言语、句句都是炼净的、投靠祂 的、祂便作他们的盾牌。”(《箴言》30:5)。上帝的言语被描述 如盾牌,会保护子民在生命中不受敌人的诱惑和袭击。最近您学习 了上帝的哪些真理,在您面对人生的挑战时,成为您生活中的盾牌 呢?[林贻加传道/林贞兰] 

    9 min
  • 07 Desember 2021 - "KECIL NAMUN SANGAT BERHIKMAT"

    Ada empat binatang (30:24-28) yang digambarkan oleh penulis Amsal sebagai binatang yang kecil, namun luar biasa bijaksana (terjemahan Firman Allah yang Hidup), yaitu semut, pelanduk, belalang, dan cicak. Binatang kedua—yang di Alkitab bahasa Indonesia disebut pelanduk—sebenarnya adalah binatang yang hidup di Timur Tengah yang disebut Shafan atau rock badgers. Shafan adalah hewan berbulu yang jari-jarinya kuat. Jari-jari yang kuat itu diperlukan untuk berjalan di atas batu. Usia hewan ini rata-rata sekitar 8,5 tahun, dan maksimal 12 tahun. Beratnya sekitar 4-5 kg. Shafan sangat rentan diserang oleh hewan karnivora atau pemakan daging. Agar bisa bertahan hidup, Shafan yang kecil dan lemah ini memilih untuk tinggal di bukit batu, sehingga terhindar dari hewan pemangsa. Itulah sebabnya, Shafan dipuji oleh penulis Amsal sebagai salah satu binatang yang lemah, namun sangat berhikmat.

    Seperti shafan yang lemah namun sangat berhikmat karena berlindung di bukit batu yang kuat, demikian pula manusia yang lemah akan sangat berhikmat jika berlindung pada Tuhan yang kuat. Senada dengan hal ini, Raja Daud berkata “Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.” (Mazmur 31:4). Dia sadar bahwa hanya Tuhanlah bukit batu dan pertahanan—atau tempat berlindung—dalam kehidupan.

    Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan dua hal: Pertama, perlindung-an Tuhan akan dirasakan oleh orang yang menyadari bahwa dirinya kecil dan lemah. Bila kita menganggap diri kita kuat—karena kita kaya atau berkuasa atau memiliki relasi yang luas—kita akan sulit menyadari pentingnya perlindungan Tuhan. Sadarkah Anda bahwa manusia itu sebenarnya lemah? Adakalanya, Tuhan mengizinkan kita merasa lemah dan tak berdaya untuk menyadarkan kita mengenai betapa berharganya kehadiran dan pertolongan Tuhan yang telah melindungi kita. Kedua, perlindungan dan tuntunan Tuhan datang dalam kehidupan kita saat kita menjalin relasi dengan Tuhan melalui firman-Nya. “Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya” (Amsal 30:5). Firman Allah digambarkan sebagai perisai yang akan melindungi umat dari serangan dan godaan musuh yang ada dalam kehidupan. Kebenaran firman Tuhan apakah yang Anda pelajari akhir-akhir ini yang begitu nyata menjadi perisai dalam hidup Anda saat Anda menghadapi tantangan kehidupan? [FL]

    9 min
  • 十二月六日 - 反应性或主动性?

    有三件东西是一去不复返的,即时间,机会和说出的话。消逝 的时光,错过的机遇,以及说出的话是不能再收回的。因 此,说话有智慧是与人交往的一个重要生活技巧。 

     有两类人比愚昧人或愚顽人更不如,那就是“自以为自己有 智慧的人”(26:12),及“言语急躁的人”(29:20)。“急躁” 一词表明草率的态度。说话急躁意味着他是一个鲁莽,仓促的人, 说话不经思考,也不留意自己所说的。箴言作者描述这种人比愚昧 人更没有指望。要与信口开河,出言不逊的人交友是何等困难。 

     我们该如何做才不至于口无遮拦呢?是否发言前先思考就够 了吗?那么,上帝的儿女说话前必须思量什么?鲁莽或轻易做出反 应的人是很容易受到处境的影响。他的态度和话语是对形势的一种 反映,并不是因所信的真理价值观而做出的明智决定。使徒保罗劝 勉,“无论作甚么、或说话、或行事、都要奉主耶稣的名……” (《歌罗西书》3:17)。上帝儿女的言行不应是对情况的一种自发 性反应,而是“要奉主耶稣的名”而做。但这个短语,不该仅是我 们话后随口的一个口头禅,而是我们必须去领会的。我们要主动地 说与上帝的旨意相符的话,让主耶稣越受到尊崇和得荣耀。最能影 响我们的言语是什么:处境还是我们渴慕越来越像主耶稣的心?切 不可让处境控制我们的言语,让我们这些活的越来越像基督的人, 因我们的出现而能改变情况。[林贻加传道/林贞兰] 

    7 min
  • 06 Desember 2021 - "REAKTIF ATAU PROAKTIF?"

    Ada tiga hal yang bila sudah berlalu, biasanya tidak dapat kembali lagi, yaitu waktu, kesempatan dan perkataan. Waktu yang telah lewat, kesempatan yang tidak diambil, dan kata-kata yang telah diucapkan tidak bisa dibatalkan atau diulang. Oleh karena itu, hikmat dalam berkata-kata merupakan salah satu keterampilan hidup yang penting yang diperlukan manusia dalam menjalin relasi. Ada dua macam orang yang lebih rendah daripada orang bodoh atau orang bebal, yaitu “orang yang menganggap dirinya bijak” (26:12) dan “orang yang cepat dengan kata-katanya” (29:20). Kata “cepat” menunjuk kepada sikap gegabah. Jadi, yang dimaksud dengan orang yang cepat berkata-kata adalah orang yang gegabah, terburu-buru, tidak berpikir atau memperhatikan kata-kata yang ia ucapkan. Penulis Amsal menggambarkan orang seperti itu lebih tidak punya harapan dibandingkan dengan orang bodoh. Sangatlah sulit berteman dengan orang yang sembarangan berbicara dan tidak mengenal sopan santun dalam berbicara. Apa yang harus kita lakukan agar kita tidak gegabah dalam berbicara? Apakah cukup dengan berpikir dahulu sebelum berbicara? Apa yang harus dipikirkan oleh anak-anak Tuhan sebelum berbicara? Orang yang gegabah atau reaktif adalah orang yang cepat terpengaruh oleh keadaan. Sikap dan perkataannya adalah reaksi terhadap keadaan, bukan hasil keputusan berhikmat yang dilandasi oleh nilai-nilai kebenaran yang ia percayai. Rasul Paulus menasihati, “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, .… ” (Kolose 3:17). Perkataan dan perbuatan anak-anak Tuhan seharusnya bukanlah reaksi spontan terhadap keadaan, tetapi harus dilakukan “dalam nama Tuhan Yesus”. Frasa “dalam nama Tuhan Yesus” bukanlah mantra yang sekadar kita sebut setelah kita berbicara, tetapi frasa itu harus kita hayati. Secara proaktif, setiap perkataan yang hendak kita ucapkan harus kita selaraskan dengan kehendak Tuhan, dan membuat Tuhan Yesus semakin dihormati dan dimuliakan. Apakah yang paling mempengaruhi perkataan kita: situasi atau kerinduan hati untuk hidup semakin menyerupai Tuhan Yesus? Jangan biarkan perkataan kita dikontrol oleh keadaan, tetapi ubahlah keadaan melalui kehadiran kita yang hidup semakin serupa dengan Kristus! [FL] 

    12 min
  • 十二月五日 - 责备的益处

    责备或纠正错误的其中一个挑战就是害怕被我们责备的人对我 们有不良的理解,“你不要自以为属灵,好像你不曾犯过错 似的!”这句话经常出自于被责备而误会的人之口。最终,为了保 持关系,看到错误之举或罪恶行为,许多人选择闭口不言或者不理 不睬。 

     箴言作者有与众不同的观点,“ 责备人的,后来蒙人喜悦, 多于那用舌头谄媚人的” (28:23)。即便有人不要被责备,也有人 尊重责备,甚至他更喜悦责备他的人比起拍他马屁的人。责备者可 能暂时会被孤立。但是,如果被责备者智慧的话,他将重视责备, 并且感谢责备者。 

     前章经文阐明,朋友将给予善意的责备。这一点却跟连连亲 嘴的仇敌不同(27:6)。敢于表达真理的群体乃是彼此相爱、彼此 相磨的群体之体现, “铁磨铁磨出刃来;朋友相感也是如此” (27:17)。给予建设性之责备乃是“磨利”人的其中一种方法。 

     本来,不是所有责备都是建设性的;有的责备只会令人伤 心。怎样给予建设性的责备呢?请记住责备的4个原则(印尼文 4S): 第一 ,即刻,看到有人犯错,马上祷告预备心,邀约他见 面。 第二, 主观,从第一人称的角度给予责备。开始说,“按照我 的看法,……”谈话焦点对事不对人。避免说,“你就是……”。 第三, 简短,直截了当,不转弯抹角。 第四, 支持,告诉被责备者 您将时刻支持他纠正错误。假使您的责备令他感到不舒服,请他原 谅。[林贻加传道/古建江] 


    7 min
  • 05 Desember 2021 - "MANFAAT MENEGUR"

    Salah satu tantangan yang muncul saat kita hendak menegur atau mengoreksi suatu kesalahan adalah ketakutan dipersepsikan buruk oleh orang yang kita tegur, “Kamu ini sok suci, seperti tidak pernah melakukan kesalahan saja!” Ungkapan seperti itu acapkali terlontar dari orang yang tersinggung saat ditegur. Akhirnya, demi menjaga relasi, banyak orang memilih untuk diam atau masa bodoh saat melihat tindakan yang salah atau perbuatan dosa.  Pandangan penulis Amsal berbeda dengan pandangan umum, “Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi daripada orang yang menjilat.” (28:23). Walaupun ada orang yang tidak mau ditegur, ada pula orang yang menghargai teguran, bahkan ia lalu lebih menyayangi orang yang menegur daripada yang menjilat. Orang yang menegur mungkin bisa diasingkan sementara. Akan tetapi, bila yang ditegur bijaksana, ia akan menghargai teguran, dan bahkan berterima kasih terhadap orang yang menegur.  Pasal sebelumnya menjelaskan bahwa seorang kawan akan memberikan teguran dengan maksud baik. Hal ini berbeda dengan lawan yang mencium secara berlimpah-limpah (27:6). Komunitas yang berani menyatakan kebenaran merupakan wujud dari komunitas yang saling mengasihi dan saling mengasah, “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya” (27:17). Memberi teguran yang membangun adalah salah satu cara “menajamkan” sesama.  Memang, tidak semua teguran bersifat membangun. Ada teguran yang hanya membuat seseorang menjadi sakit hati. Bagaimana memberikan teguran yang membangun? Ingatlah prinsip 4-S dalam menegur: Pertama , segera. Saat melihat suatu kesalahan, segera doakan dan siapkan hati untuk membuat janji bertemu dengan orang tersebut. Kedua , subjektif. Sampaikan teguran dari sudut pandang orang pertama. Mulailah dengan berkata, “Menurut pandangan saya, .…” Pembicaraan harus dipusatkan pada perilaku, bukan pada si pelaku. Hindari perkataan, “Kamu itu .…” Ketiga , singkat. Bicarakan masalah secara langsung, jangan berputar-putar. Keempat , suportif. Sampaikan bahwa Anda akan selalu mendukung orang yang Anda tegur untuk memperbaiki diri. Mintalah maaf bila teguran yang Anda sampaikan menimbulkan perasaan tidak nyaman. [FL] 

    10 min
  • 04 Desember 2021 - "DIUJI MELALUI PUJIAN"

    Setiap orang senang dan membutuhkan pujian dari orang lain. Pujian membangkitkan semangat untuk semakin efektif dalam pekerjaan maupun pelayanan. Dalam keluarga pun, pujian kepada sesama anggota keluarga sangat penting karena membangkitkan keceriaan dan keharmonisan satu sama lain. Bagaimana seharusnya anak-anak Tuhan merespons pujian yang mereka terima? Sangat berbahaya jika anakanak Tuhan mengejar pujian. Ujian yang kita terima dalam hidup kita bukan hanya berupa penderitaan, tetapi juga berupa pujian.  “Kui untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, dan orang dinilai menurut pujian yang diberikan kepadanya.” (27:21). Ayat ini tidak mengajar kita untuk mengejar pujian atau penilaian orang lain, tetapi agar kita menjadi seperti perak dan emas yang dilebur dengan panas yang sangat tinggi supaya menjadi emas dan perak murni. Demikian juga diri kita itu akan diuji melalui pujian yang kita terima. Pujian yang kita terima itu seperti dapur peleburan dengan suhu sangat tinggi. Untuk memurnikan emas dibutuhkan api yang suhunya 1.064,18 derajat Celsius, sedangkan untuk memurnikan perak diperlukan api yang suhunya 961,8 derajat Celsius. Kitab Amsal memandang pujian itu seperti sebuah dapur pengujian yang akan memperlihatkan keadaan kita yang sesungguhnya di hadapan Tuhan.  Yohanes Pembaptis juga mengalami ujian berupa pujian yang dicatat dalam Yohanes 3:22-36. Para murid Yohanes Pembaptis—yang mengidolakan guru mereka—menjadi gusar saat muncul Tuhan Yesus yang lebih populer daripada guru mereka. Mereka melaporkan bahwa saat itu, banyak orang yang mulai “hijrah” beralih menjadi pengikut Tuhan Yesus. Saat mengetahui bahwa dirinya—yang sebelumnya diagung-agungkan—ternyata kalah pamor, Yohanes Pembaptis tahu diri. Dia tidak memperjuangkan persepsi terhadap dirinya. Dia sadar bahwa ia bukan Mesias (Yohanes 3:28), Yesus-lah Sang Mesias itu! Dia tahu bahwa dirinya diutus untuk membuka jalan bagi Yesus Kristus. Seorang hamba Tuhan berkata: “Saat kita kenal Tuhan, kita kenal diri sendiri, dan kita semakin tahu diri.” Akhir hidup Yohanes Pembaptis di dunia sangat mengenaskan. Dia mati dipenggal! Namun, kesetiaan-Nya sebagai hamba Allah yang tahu diri dipuji oleh Tuhan Yesus (Lukas 7:28). Syukurlah, Tuhan memampukan Yohanes Pembaptis sehingga berhasil lulus dari ujian pujian. Apakah Anda sudah berhasil melalui ujian ini? [FL] 

    10 min
  • 十二月四日 - 透过称赞被试炼

    每个人喜欢和需要别人的称赞。称赞能提升精神,使工作和事 奉更加有效率。在家庭中也是如此,称赞家庭成员极为重 要,由于能够激发彼此之间的欢乐和融合之情。上帝儿女该如何回 应他们所接受的称赞呢?倘若上帝儿女追求称赞那是非常危险的。 我们人生中所经历的试炼不仅是苦难,同时也是称赞。 

     “鼎为炼银,炉为炼金,人的称赞也试炼人” (27:21)。这 节经文不是教导我们去追求人的称赞或评价,而是要我们像金和银 在高热的炉中被提炼成为精金和纯银。我们也一样,通过所领受的 赞美受到考验。我们收到的赞美正如高温的熔炉。炼纯黄金需要摄 氏1,064.18度的火力,炼纯白银需要摄氏961.8度的火力。箴言书视 赞美为炼炉把我们的属灵实质在上帝面前表现出来。 

     施洗约翰也经历赞美的试炼载于《约翰福音》3:22-36 。施 洗约翰的门徒们崇拜他们的老师,当出现声望比其师更高的主耶稣 时,他们不高兴。他们报告说,当时有很多人转移方向去跟随主耶 稣。当听到自身——之前被崇敬——如今名声却输给主耶稣——施 洗约翰很自量。他没有为自己辩解。他醒悟到自己不是弥赛亚 (《约翰福音》3:28),而耶稣才是那位弥赛亚!他晓得他被差派 为耶稣基督开道路。有位神仆如此说:“在我们认识主的时候,我 们就认识自己,并且我们越来越自量”。施洗约翰在世的人生结局 仿佛很悲惨,死在断头台上!然而,身为忠心自量的神仆,他得到 主耶稣的称赞(《路加福音》7:28)。感谢主,主使施洗约翰经得 起称赞的考验。您经得起这考验吗?[林贻加传道/古建江] 

    9 min
  • 03 Desember 2021 - "MENGANGGAP DIRI BIJAK?"

    Ungkapan “menganggap dirinya (lebih) bijak” muncul tiga kali dengan nada negatif dalam bacaan Alkitab hari ini (26:5,12,16). Ungkapan pertama (26:5) tampak bertentangan dengan ayat sebelumnya (26:4). Apakah orang bebal harus dijawab menurut kebodohannya atau tidak perlu dijawab? Tidak ada pilihan yang menguntungkan. Kadang-kadang kita perlu menjawab, kadang-kadang tidak perlu. Bila kita menjawab, tujuannya adalah agar si bebal tidak menganggap dirinya bijak. Ungkapan kedua (26:12) mengajarkan bahwa orang yang menganggap diri bijak itulah yang sebenarnya paling perlu berubah. Ungkapan ketiga (26:16) memperlihatkan kebodohan orang yang menganggap dirinya bijak, yaitu ia berpikir bahwa dirinya begitu pandai, sehingga ia dapat mengecoh setiap orang—perhatikan kata “tujuh” orang (26:16)—padahal sebenarnya ia tidak memahami jawaban mereka yang bijaksana.  Firman Tuhan dalam Yeremia 9:23-24 adalah nasihat bagi orang yang menganggap dirinya bijak, "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman Tuhan." Kata “bermegah” adalah terjemahan dari kata Ibrani Halal yang berarti “memegahkan, memuji, memuliakan, membanggakan” tiga hal, yaitu kebijaksanaan, kekuatan, dan kekayaan. Ketiga hal itu dipandang sebagai kebesaran sejati ( true greatness ) yang dikejar manusia. Tuhan menginginkan agar kita tidak sombong rohani atau merasa diri lebih mengenal Tuhan dibandingkan dengan orang lain, melainkan agar kita mengejar dan merindukan pengenalan—atau kedekatan relasi—dengan Tuhan. Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan menyatakan kesukaan-Nya terhadap orang yang tidak menganggap dirinya bijak, tetapi yang mengakui bahwa kebijaksanaan, kekayaan, dan kekuatan hanya berlaku untuk Tuhan. Hati kita seharusnya merasa puas oleh kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Apakah kepuasan Anda didasarkan hanya pada Pribadi Kristus dan karya-Nya dalam hidup Anda? Apa yang menghalangi Anda untuk mengejar pengenalan dan kedekatan dengan Tuhan sebagai sumber kepuasan? [FL] 

    10 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…