
Sign up to save your podcasts
Or


Penulis Amsal—yaitu sang ayah—kembali memperingatkan anaknya agar tidak ikut campur (kompromi) dalam hutang seseorang. “Pe-nanggung sesama” (6:1) adalah orang yang menanggung hutang sese-orang jikalau orang yang berhutang gagal membayar hutangnya. Hal ini membuat kondisi keuangan si penanggung tergantung pada tindakan orang yang berhutang, dan hal itu berisiko membuat ia menjadi miskin serta kehilangan sahabat bila orang yang berhutang tidak membayar hutangnya. Si ayah meminta agar anaknya melepaskan diri dari ikatan seperti itu (6:3-5), bila perlu dengan berlutut memohon dilepaskan dari ikatan itu. Relasi persaudaraan atau persahabatan bisa rusak bila urusan pinjam-meminjam uang tidak terselesaikan dengan baik. Hal itu juga bisa terjadi di lingkungan gereja dan keluarga Kristen. Jika ingin membantu sesama, bantulah dengan memberi atau meminjamkan uang. Jangan mengambil risiko tinggi dengan menjadi penanggung hutang!
Selanjutnya, sang ayah meminta anaknya belajar dari seekor semut yang begitu rajin mengumpulkan makanan, meskipun tidak diawasi (6:6-11). Walaupun banyak hal yang bisa membuat seseorang menjadi miskin, kemalasan merupakan salah satu penyebab utama. Kemalasan terlihat dari sikap sering menunda (6:10). Jika Anda saat ini sedang merasa putus asa menghadapi kesulitan ekonomi, jangan putus asa! Teruslah bekerja dan jangan mengeluh saat menghadapi kesulitan. Tataplah masa depan dengan bersandar pada Tuhan dan sambil bekerja keras (bandingkan dengan Pengkhotbah 9:10)!
Bagian terakhir membahas kehidupan si penjahat (Amsal 6:12-19). Tuhan membenci orang yang perbuatannya jahat (6:16). Setiap jenis kejahatan berikut disebut dua kali: “Mata sombong” (6:17) berkaitan dengan mata yang berkedip (6:13). “Lidah dusta” (6:17) adalah gema dari “mulut serong” (6:12). “Tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah” (6:17) menjelaskan pergerakan jari yang memberi-tahukan tipu muslihat si penjahat (6:13). “Hati yang membuat rencana-rencana yang jahat” (6:18) sama dengan “senantiasa merencanakan kejahatan” (6:14) serta “kaki yang segera lari menuju kejahatan” (6:18). Selalu saja, orang seperti itu menimbulkan pertengkaran. Karakter apa yang masih tumbuh subur dalam kehidupan Anda saat ini? Ingatlah bahwa Tuhan membenci perbuatan jahat! [FL]
淫乱是男女之间婚外的性关系。主耶稣为性关系的圣洁定下了高度的标准,不是说当性关系发生的时候才算犯淫乱罪,而是在思想上——出现与别人的配偶发生性关系的念头——就已经犯淫乱罪了(《马太福音》5:27-28)。箴言书的前言部分(《箴言》1-9)多次论到关于淫乱的危险性(《箴言》2,5,6,7)。重复谈到关乎这淫乱表示此罪是多么的危险。
第一个危险性,淫乱会叫人失去理智。被引诱犯奸淫的人将落在起初听起来甜蜜迷人的假誓之网罗中(5:3)。然而,那却是陷阱!过后,犯奸淫者将感受到人生的苦涩(5:4)。一生将被后悔和犯错的阴影所笼罩。淫乱将造成生活不稳定、迷失方向,甚至朝向死亡(5:5-6)。第二个危险性,淫乱将付出昂贵的代价,其中毁坏自己的声望(5:9上,“尊荣”这个词指尊严)。犯淫乱者罪被揭露时觉得万分羞愧。淫乱也损害健康(5:11)。淫乱将要承担感染可怕性病菌的风险,比如衣原菌、梅毒、淋球菌、生殖器疱疹病毒、B型肝炎、艾滋病,等等。除此之外,淫乱也会造成精神健康受干扰,意即懊悔(5:12-13)。务要意识到,上帝将使犯淫乱者终生感到良心不安!
如何预防淫乱的发生呢?主要的一点就是要爱您的配偶(5:15-19)。每天与配偶建立爱的感情。不要给淫乱的诱惑留下一点缝隙。必须醒悟到,人生首要的满足只有在认识我们人生的上帝里头才能获得(5:21)。在上帝以外,享受不能满足我们,而将带来一生的痛悔。应该觉悟到,淫乱罪是何等危险啊!使我们远离美好人生却跌进魔鬼的圈套里。[林贻加传道/古建江]
Zinah adalah hubungan seks antara pria dan wanita tanpa ikatan pernikahan. Tuhan Yesus menerapkan standar tinggi menyangkut kekudusan seksual, yaitu bahwa dosa zinah telah terjadi bukan saat hubungan seks berlangsung, tetapi saat munculnya keinginan untuk berhubungan seks—dalam pikiran—terhadap lawan jenis yang bukan istri/suami (Matius 5:27-28). Bagian pendahuluan kitab Amsal (Amsal 1-9) beberapa kali membahas tentang bahaya perzinahan (Amsal 2,5,6,7). Pengulangan pembahasan tentang perzinahan ini menunjukkan bahwa dosa perzinahan itu amat berbahaya.
Bahaya pertama perzinahan adalah bisa membutakan akal sehat. Orang yang tergoda untuk berzinah akan mengalami perangkap janji palsu (5:3) yang terdengar manis dan penuh kenikmatan di awal. Namun, itulah perangkapnya! Kepahitan hidup akan dirasakan setelah seseorang jatuh dalam perzinahan (5:4). Penyesalan dan rasa bersalah akan menghantui diri. Perzinahan akan mendatangkan hidup yang tidak stabil, kesesatan, bahkan kematian (5:5-6). Bahaya kedua perzinahan adalah ada harga mahal yang harus dibayar, antara lain merusak reputasi diri (5:9a, kata “keremajaan” menunjuk pada masalah kehormatan). Orang yang berzinah akan merasa sangat malu saat dosanya ketahuan. Perzinahan juga merusak kesehatan (5:11). Perzinahan menimbulkan risiko besar tertular penyakit kelamin yang mengerikan seperti chlamydia, syphilis, gonorrhoea, genital herpes, Hepatitis B, dan AIDS. Selain itu, perzinahan bisa mengakibatkan gangguan kesehatan mental berupa penyesalan (5:12-13). Sadarilah bahwa Tuhan akan menggelisahkan hati nurani orang yang berzinah seumur hidupnya!
Bagaimana mencegah terjadinya perzinahan? Hal utama yang harus Anda lakukan adalah mengasihi pasangan (5:15-19). Bangunlah perasaan cinta terhadap pasangan setiap hari. Jangan biarkan ada celah sedikit pun untuk kita bisa tergoda dalam dosa perzinahan. Sadarilah bahwa kepuasan utama dalam kehidupan ini hanya dapat diperoleh di dalam Tuhan yang mengenal hidup kita (5:21). Di luar Tuhan, kenikmatan yang kita rasakan tidak akan memberi kepuasan, melainkan akan membawa kepada penyesalan. Sadarilah betapa berbahayanya dosa perzinahan yang merupakan perangkap Iblis untuk menjauhkan kita dari keindahan hidup ini! [FL]
智者的美好人生道路能够从本章的3方面来看。第一方面,透过大卫王教训儿子所罗门的方法来讲述智者美好的人生道路(4:1-9),就是把智慧当成人生最重要的(4:7圣经日常译本)。这一点通过“爱”、“高举”、“怀抱”智慧的词语来显示(4:6下-8)。智慧“保守”、“护卫”我们的人生(4:6上),智慧被描绘为“华冠”、“荣冕”(4:9),充满恩典和荣耀。身为父母——亲生或属灵——您是否已教导孩子们,人生中最首要的乃是敬畏上帝,意即过尊敬上帝的生活?
第二方面,讨论关于2条人生道路,就是智者和恶人的人生道路(4:10-19)。走智者道路所结出的善果其中有,延年益寿(4:10下)、行走不受阻(4:12上)、奔跑不绊跌(4:12下)。因此,作者要读者在人生中持定谨守智慧(4:13)。不像恶人的道路充满坏人,作者禁止读者接近总是设法为难人的坏人。义人的路好像黎明的光,而恶人的道却完全不同充满了幽暗(4:18-19)。倘若现今我们的人生已走在义路上,当向上帝感恩,祈求上帝时刻看顾我们。假使现在我们正处在罪恶的黑暗里,上帝要我们回转归向祂。
第三方面,告诉我们获得智慧的方法乃是关乎人的感官,其中有:侧耳听(4:20)、定睛看(4:21上)、存在心(4:21下)。智慧将给全身带来生命和健康(4:22)。您对一切进入心内(4:23)、流出口外(4:24)、射进眼帘(4:25)的,有留心注意吗?您是不是已经谨慎您的脚步呢(4:26-27)?[林贻加传道/ 古建江]
Keindahan jalan hidup orang berhikmat dapat dilihat dalam tiga bagian di pasal ini. Bagian pertama menceritakan keindahan hidup orang berhikmat melalui cara raja Daud mendidik anaknya, Salomo (4:1-9), yaitu dengan menjadikan hikmat sebagai hal yang terpenting dalam hidup (4:7, terjemahan Alkitab sehari-hari). Hal ini diungkapkan melalui kata “kasihilah”, “junjunglah”, dan “memeluk” hikmat (4:6b-8). Hikmat membuat hidup kita “dipelihara” dan “dijaga” (4:6a), penuh kasih karunia serta kemuliaan yang digambarkan sebagai karangan bunga dan mahkota di kepala (4:9). Sebagai orang tua—baik biologis maupun rohani—apakah Anda sudah mengajar anak-anak Anda bahwa hal yang terutama dalam kehidupan ini adalah takut akan Allah, yaitu hidup yang penuh rasa hormat kepada Allah?
Bagian kedua membahas tentang dua jalan kehidupan, yaitu jalan orang berhikmat dan jalan orang fasik (4:10-19). Konsekuensi dari orang yang menempuh jalan hikmat antara lain umur panjang (4:10b), tidak terhambat saat berjalan (4:12a), dan tidak tersandung saat berlari (4:12b). Oleh karena itu, penulis menginginkan agar pembaca memegang dan memelihara hikmat dalam kehidupannya (4:13). Berbeda dengan jalan orang fasik yang dipenuhi dengan orang jahat, penulis melarang pembaca berdekatan dengan orang jahat yang selalu berupaya menyusahkan orang lain. Jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, sangat berbeda dengan jalan orang fasik yang seperti kegelapan (4:18-19). Jika saat ini, hidup kita sudah berada di jalan orang benar, bersyukurlah kepada Tuhan dan berdoalah agar Tuhan selalu menjaga kita. Jika saat ini, kita sedang berada dalam kegelapan dosa, Tuhan menginginkan agar kita kembali kepada-Nya.
Bagian ketiga menyampaikan cara mendapatkan hikmat yang dikaitkan dengan indra tubuh, antara lain mengarahkan telinga (4:20), memfokuskan mata (4:21a), dan menyimpan di lubuk hati (4:21b). Hikmat itu akan mendatangkan kehidupan dan kesehatan bagi seluruh tubuh (4:22). Apakah Anda telah berjaga-jaga mengawasi segala hal yang masuk ke dalam hati Anda (4:23)? Apakah Anda telah berjaga-jaga terhadap ucapan yang keluar dari mulut Anda (4:24)? Apakah Anda telah berjaga-jaga terhadap hal-hal yang Anda pandang (4:25)? Apakah Anda telah berjaga-jaga dalam melangkah (4:26-27)? [FL]
在本书第三章里,作者给与有关敬虔生活的劝勉。该劝勉由6个鼓励(3:1-12)和6个禁止(3:25-35)所组成。6个鼓励即:第一,注意父母的法则(3:1-2)。第二,在生活中实践慈爱和诚实(3:3-4)。第三,在做决定时让上帝参与(3:5-6)。第四,持守敬畏上帝的心(3:7-8)。第五,把最好的献给上帝(3:9-10)。第六,尊重上帝对我们的管教(3:11-12)。6个禁止即:第一,被仇敌攻击时不要害怕(3:25-26)。第二,不可推辞行善(3:27)。第三,不可延迟行善(3:28)。第四,不可设计害人(3:29)。第五,不可无故相争(3:30)。第六,不可嫉妒(3:31)。从以上12句劝勉,您要实行哪一句呢?
本日经文的中间部分(3:13-24)显示了3点,指出在人生中智慧的存在是多么含有价值:第一,所罗门王的赞美揭示,智慧带来幸福(3:13)、利益(3:14),比珍珠宝贵(3:15),长寿、富贵和尊荣(3:16),道路充满快乐平安(3:17);成为周围人的祝福(3:18)。第二,上帝在创造中使用智慧(3:19-20)。第三,智慧在人的生活中产生影响力,成为人的生命(3:21-22),叫人坦然行路,睡得香甜(3:23-24)。
当您在上帝道中寻找和探讨祂的智慧时,您是否相信智慧在人生中将带来高度的价值,或者您只不过是履行宗教义务而已?在您远离罪——恶行、色情、淫乱、嫉妒、贪心,等等的时候——您是否如此做是怕遭刑罚或害怕失去物质祝福,或者是例行无意义之常规?愿上帝时刻保守我们的心灵和人生,让我们能够继续住在祂里面。这样,我们才能感受到祂的爱,并且在人生中经历祂的美善和喜乐(《约翰福音》15:9-11)。以上就是敬虔生活的劝勉![林贻加传道/古建江]
Di pasal ketiga ini, penulis memberi nasihat tentang hidup yang saleh. Nasihat itu terdiri dari enam dorongan (3:1-12) dan enam larangan (3:25-35). Enam dorongan itu adalah: Pertama, perhatikanlah ajaran orang tua (3:1-2). Kedua, praktikkanlah kasih dan kesetiaan dalam kehidupan (3:3-4). Ketiga, libatkanlah Allah dalam mengambil keputusan (3:5-6). Keempat, peliharalah hati yang takut akan Tuhan (3:7-8). Kelima, berikanlah yang terbaik pada Tuhan (3:9-10). Keenam, hargailah disiplin yang Anda terima dari Tuhan (3:11-12). Enam larangan itu adalah: Pertama, jangan takut ketika diserang musuh (3:25-26). Kedua, jangan menahan kebaikan (3:27). Ketiga, jangan menunda kebaikan (3:28); Keempat, jangan merencanakan kejahatan (3:29). Kelima, jangan bertengkar tanpa sebab (3:30). Keenam, jangan iri hati (3:31). Dari kedua belas nasihat di atas, nasihat yang mana yang hendak Anda terapkan?
Bagian tengah bacaan Alkitab hari ini (3:13-24) mengungkapkan tiga hal yang menunjukkan betapa berharganya nilai dari keberadaan hikmat dalam kehidupan manusia: Pertama, pujian raja Salomo mengungkapkan bahwa hikmat itu memberi kebahagiaan (3:13), keuntungan (3:14), lebih berharga dari permata (3:15), menawarkan umur panjang, kekayaan, dan kehormatan (3:16), jalan-jalannya penuh bahagia dan sejahtera (3:17); dan menjadi berkat bagi orang di sekitarnya (3:18). Kedua, Tuhan menggunakan hikmat dalam penciptaan (3:19-20). Ketiga, hikmat berdampak dalam kehidupan manusia: menjadi kehidupan bagi jiwa (3:21-22) serta membuat hidup menjadi aman dan bisa tidur nyenyak (3:23-24).
Saat Anda mencari dan menyelidiki hikmat Tuhan dalam firman-Nya, apakah Anda yakin bahwa hikmat akan membawa nilai yang baik dalam kehidupan, atau Anda hanya sekadar melakukan kewajiban kea-gamaan? Saat Anda menjauhi dosa—kejahatan, percabulan, perzinahan, iri hati, ketamakan, dan sebagainya—apakah Anda melakukan hal itu karena takut dihukum atau takut kehilangan berkat materi atau karena kebiasaan rutin tanpa makna? Marilah kita memohon agar Tuhan selalu menjaga hati dan hidup kita supaya kita bisa terus tinggal di dalam Dia. Hanya bila kita tinggal di dalam Dia, kita bisa merasakan kasih-Nya serta mengalami keindahan dan sukacita dalam kehidupan (Yohanes 15:9-11). Itulah nasihat untuk hidup yang saleh! [FL]
箴言书作者再次采用父亲-儿女的公式称“我儿”(2:1)。这种公式在智慧书(比如《传道书》12:12)和以色列民周围的文献中很容易读到。当然,箴言书的目标不是单指亲生的父亲,而是作者要读者把自己置于愿意受教的年轻人之地位上。
箴言作者要我们——身为读者——不是随便聆听和接受他所撰写的,而是要我们发出严肃的回应。这一点能够从“你若”的词语(印尼文圣经)3次重复(2:1,3,4)可以看到。作者要我们心中认真的接纳和收藏他所有的话语。“呼求”、“寻找”和“搜求”(2:3-4)这3个词是指在寻找智慧时必须认真——好比寻找贵重的东西。真正地寻求智慧将使我们明白敬畏耶和华和得以认识上帝(2:5)。
是否一个真心寻找智慧的人必将获得智慧?“祂的口”(2:6)乃使用拟人法——把人的特征用在上帝身上的修辞法——描绘上帝是智慧的源头。因此,寻求智慧应当真心,要在正确的源头才能找到,也就是在智慧的根源上帝里头才可寻见。在获得的时候,智慧将进入你的心,取悦你的灵(2:10)。对于从上帝那里真心寻得智慧的人,谋略和聪明必保守他的人生(2:11)。他将脱离恶道(2:12-19),经历上帝的眷顾(2:20-22)。
当您面对问题时,向什么或向谁求助呢?什么叫您很难使上帝成为您的帮助之泉源呢?倘若您承认上帝是您能力和智慧的源头,您作何努力去获得智慧呢?您是否只有听天由命,还是遵从箴言作者的劝言,就是在圣经里认真寻找智慧,好像找贵重的东西一样?您寻求智慧付出了多大的代价就表示智慧对您有多少的宝贵![林贻加传道/古建江]
Penulis kitab Amsal kembali menggunakan formula ayah-anak dengan kata “anakku” (2:1). Formula ini sangat umum ditemukan dalam kitab hikmat (misalnya Pengkhotbah 12:12) dan dalam literatur di sekitar bangsa Israel. Tentu saja, sasaran kitab Amsal bukan hanya anak dalam artian biologis, tetapi penulis ingin agar pembaca memosisikan diri sebagai seorang muda yang mau diajar.
Penulis Amsal ini ingin agar kita—sebagai pembaca—bukan hanya sekadar bersikap asal dengar atau asal terima terhadap apa yang ia tuliskan, tetapi agar kita merespons secara serius. Hal ini terlihat dalam frasa “jikalau engkau” yang diulang sampai tiga kali (2:1,3,4). Penulis ingin agar kita menerima dan menyimpan seluruh perkataannya secara serius dalam hati. Kata “berseru”, “mencari” dan “mengejar” (2:3-4) menunjuk pada perlunya kesungguhan—seperti mencari benda berharga—dalam mencari hikmat. Kesungguhan menginginkan hikmat akan membuat kita memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan membuat kita mengenal Allah (2:5).
Apakah orang yang sungguh-sungguh mencari hikmat pasti akan mendapatkan hikmat itu? Perkataan “mulut Tuhan” (2:6) merupakan antropomorfisme—gaya bahasa yang mengenakan ciri manusia pada diri Allah—yang menggambarkan Tuhan sebagai sumber hikmat. Jadi, hikmat harus dicari dengan kesungguhan, dan hikmat harus dicari pada sumber yang tepat, yaitu pada Tuhan yang merupakan sumber hikmat. Saat hikmat diperoleh, hikmat akan masuk ke dalam hati dan akan menyenangkan jiwa (2:10). Bagi orang yang sungguh-sungguh mencari hikmat dari Tuhan, kebijaksanaan dan kepandaian akan menjaga hidupnya (2:11). Dia akan terlepas dari jalan yang jahat (2:12-19) dan akan mengalami pemeliharaan Tuhan (2:20-22).
Saat Anda menghadapi persoalan, kepada apa atau kepada siapa Anda mencari pertolongan? Apa yang membuat Anda sulit menjadikan Tuhan sebagai sumber pertolongan? Bila Anda mengakui Tuhan sebagai sumber kekuatan dan hikmat bagi diri Anda, usaha apa yang telah Anda lakukan untuk mendapatkan hikmat? Apakah Anda hanya pasrah atau Anda mengikuti anjuran penulis kitab Amsal, yaitu bersungguh-sungguh mencari hikmat di dalam Alkitab, sama seperti mencari benda yang berharga? Besarnya usaha Anda dalam mengejar hikmat menunjukkan seberapa berharga hikmat itu bagi diri Anda! [FL]
Ada dua aspek yang merupakan ciri orang berhikmat dalam bacaan Alkitab hari ini. Aspek pertama adalah kesediaan mendengar dan menerima didikan. Mengetahui hikmat sama dengan menerima didikan (1:2-3); Orang bijak harus “mendengar dan menambah ilmu” (1:5). Seorang anak harus mendengar didikan atau ajaran orang tuanya (1:8). Ayat 23 memberi penegasan, “Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.” Tiga kata dalam ayat tersebut—teguranku, hatiku, dan perkataanku—adalah tiga kata yang berhubungan dengan “teguran” berupa celaan, nasihat, atau petuah. Sebaliknya, orang yang menghina didikan adalah orang bodoh (1:7). Orang bodoh menolak atau mengabaikan nasihat (1:24-25) serta benci kepada pengetahuan (1:29). Menerima didikan itu tidak mudah karena manusia cenderung untuk mudah mengkritik, tetapi sulit menerima bila dikritik. Ada kritik yang membangun dan ada kritik yang menjatuhkan. Sikap dalam menghadapi kritik memperlihatkan apakah kita berhikmat atau bodoh. Orang yang berhikmat menghadapi kritik—teguran, nasihat, petuah—dengan kesediaan mendengar dan menerima lebih dahulu, lalu mempertimbangkan, dan berusaha memperbaiki kesalahan bila kritik itu benar. Akan tetapi, hal ini tidak berarti bahwa orang yang berhikmat itu tidak punya pendirian dan selalu berusaha dianggap baik oleh orang lain, melainkan ia selalu bersedia memperbaiki diri. Apakah Anda bersedia dikritik dan selalu berusaha memperbaiki diri?
Aspek kedua dari orang berhikmat adalah sikap takut akan Tuhan (1:7), sedangkan orang bodoh tidak takut akan Tuhan (1:29). Istilah “takut” sebenarnya bukan dalam arti negatif, melainkan merupakan sikap yang positif—yaitu sikap “hormat”—kepada Tuhan. Menghormati Tuhan berarti mengakui dan menyadari kedaulatan Tuhan—untuk campur tangan dalam segala bidang kehidupan—yang membawa kebaikan. Apakah sikap Anda memperlihatkan bahwa Anda menaruh hormat pada Tuhan? Apakah makin hari Anda makin percaya bahwa Tuhan sedang menuntun kehidupan Anda atau Anda makin hari makin menolak untuk diatur oleh Tuhan, bahkan Anda ingin mengatur Tuhan? Semoga Tuhan menolong kita untuk terus memiliki hati yang mau dibentuk (teachable heart) dan yang takut akan Tuhan. [FL]
From the publisher's feed