
Sign up to save your podcasts
Or


本日经文中有两方面乃是智慧者的特征。第一方面,愿意聆听和接受训诲。晓得智慧等同于接受训诲(1:2-3);智者应该“聆听和增长学问”(1:5)。一个孩子必须听从父母的训诲和法则(1:8)。第23节强调,“你们当因我的责备回转!我要将我的灵浇灌你们,将我的话指示你们”。这节经文中的3个词——我的责备、灵和话——跟“训诲”有关,意即指责、劝勉或告诫。反过来,藐视训诲的人是愚妄人(1:7)。愚妄人轻弃或忽视劝诫(1:24-25),还有恨恶知识(1:29)。接受训诲不容易,因为人倾向于轻易批评人,但是很难接受批评。批评有建设性的,也有破坏性的。面对批评的态度表现出我们是智者或者是愚者。智者面对批评——指责、劝勉、告诫——在先愿意聆听和接纳,过后考虑,如果批评是正确的,设法改正错误。然而,这一点不表示智者没有立场,总是要让别人认为他是良好的,相反地,他时刻情愿纠正自己。您是否愿意被批评,并且尽量改善自己呢?
第二方面,智者敬畏上帝(1:7),而愚者不敬畏上帝(1:29)。“畏”这个字,在此没有消极的含义,而是积极的态度——就是对上帝——“尊敬”的态度。尊重上帝表示承认和意识到上帝的主权——干预我们生活的所有层面——将给我们带来益处。您的态度是否表明尊敬上帝呢?是不是越来越相信上帝正在引领您的生活,或者越来越拒绝被上帝所安排,甚至,您要安排上帝呢?但愿,上帝帮助您仍旧拥有被上帝塑造(受教的心)和敬畏上帝的心。[林贻加传道/古建江]
当对外邦人和以色列民宣告审判之后,上帝在阿摩司书的结尾提出了祂复兴的应许。“到那日”(9:11)这个词是指将来的某一天,在以色列人经过屡次的惩罚之后,熬炼了他们,也就是上帝在修复祂子民状况的那一天。
当上帝审判之后,在阿摩司书的结尾,上帝说祂不会灭绝以色列人。尽管以色列人受到了严厉的惩罚,但总有一天他们会回到他们的土地。以色列民将再次得到上帝的祝福,甚至他们将成为外邦人的祝福。
上帝对以色列人的应许是:救回大卫的王国(9:11-12)和物质繁荣(9:13-14),以及应许之地将永远归回以色列民(9:15)。在上帝对复兴的应许(9:11-15)中,上帝至少有三次说他“必/将”。这个词表明上帝渴慕而且一定会很快成就祂的应许。正如上帝的刑罚必应验的,上帝的应许也必应验的,就按照上帝所定的时间。上帝的慈爱对人类何等的丰盛。一方面,虽然上帝必施行审判,上帝有美好的意念,为了要熬炼祂的子民,另一方面,上帝怜恤祂的子民,因此祂对子民的惩罚不是无限期的。当上帝的子民悔改之后,祂会复原并施恩给予祂的子民,远超过我们离开上帝之前。
罪使人远离上帝,然而,上帝的爱超越了人的罪。上帝的爱能使信徒归向祂。倘若有人悔改相信主耶稣,上帝必修复他。祂不仅应许施恩,并且祂也应许赐救恩给予祂的子民。你是否已来到主耶稣跟前来承认你的罪恶?你是否领受了确据的救恩?[陈家声 传道/邝绮茵]
Setelah penghukuman diumumkan, baik kepada bangsa asing maupun kepada bangsa Israel, Tuhan mengemukakan janji pemulihan-Nya di bagian akhir kitab Amos. Perkataan “Pada hari itu” (9:11) merujuk pada suatu hari tertentu di masa yang akan datang, setelah bangsa Israel melewati hukuman demi hukuman yang memurnikan mereka, yaitu hari saat Tuhan memulihkan keadaan umat-Nya.
Setelah Tuhan menghukum, di bagian akhir kitab Amos ini, Tuhan berjanji bahwa Ia tidak akan memusnahkan umat Israel sampai habis. Walaupun bangsa Israel dihukum habis-habisan, pada suatu hari nanti, bangsa itu akan dikembalikan ke negeri mereka. Bangsa Israel akan kembali akan diberkati oleh Tuhan, bahkan mereka akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain.
Janji Tuhan bagi umat Israel meliputi: pemulihan kerajaan Daud (9:11-12) dan kesejahteraan secara jasmani (9:13-14), serta janji bahwa Tanah Perjanjian akan menjadi milik tetap umat Israel (9:15). Dalam janji pemulihan yang diberikan Tuhan (9:11-15), paling tidak enam kali Tuhan mengatakan bahwa Ia “akan ...”. Perkataan tersebut mengungkapkan bahwa Tuhan sangat rindu untuk—dan pasti akan—melaksanakan janji-Nya dengan segera. Sama seperti hal hukuman Tuhan bersifat pasti, janji Tuhan pun juga bersifat pasti dan akan segera terlaksana pada waktu yang ditetapkan Tuhan. Kasih sayang Tuhan sangat besar—bahkan terlampau besar—bagi umat manusia. Di satu sisi, walaupun Tuhan menjatuhkan hukuman. Di balik hukuman tersebut terdapat maksud baik Tuhan, yaitu memurnikan hati orang percaya. Di sisi lain, Tuhan sangat menyayangi umat-Nya, sehingga hukuman terhadap umat-Nya tidak dijatuhkan tanpa batas waktu. Setelah umat Allah bertobat, Tuhan memulihkan dan memberikan berkat-Nya yang melampaui keadaan kita sebelum kita jauh dari Dia.
Dosa menarik orang untuk menjauhi Tuhan. Akan tetapi, kasih Tuhan melampaui dosa manusia. Kasih Tuhan menarik orang percaya untuk kembali kepada-Nya. Bila seseorang bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, Allah akan memulihkan. Dia bukan hanya berjanji untuk memberkati, tetapi juga berjanji untuk memberi kepastian keselamatan. Apakah Anda telah datang kepada Tuhan Yesus untuk mengaku dosa? Apakah Anda telah memperoleh kepastian keselamatan? [HS]
在旧约圣经中,上帝在异象中向先知显现,与他们说祂对祂的子民所要做的一切。《阿摩司书》7-9写上帝给阿摩司先知五个异象,关于上帝对祂的子民所要做的一切。大纲,这异象分为两段,7:1-6,7:7-9; 8:1-3; 9:1-6。
第一段,在两个异象中,上帝通过蝗虫的异象和火的异象要毁灭祂的子民来惩罚他们。以色列民将被消灭直到一无所有。但是当阿摩司先知求上帝饶恕祂的子民时,上帝却撤销祂的心意,圣经记载“上帝后悔了”(7:3上,6上)。意味着,一开始,神想彻底的惩罚,后来没有惩罚,上帝没有惩罚!下面两句话显示上帝的后悔。 “这灾可以免了”(7:3下)或“这灾也可免了”(7:6下)。
在第二段,更有意思的是,接下来的三个异象中,上帝说,祂不能再推延对以色列民的惩罚了。“我必不再宽恕他们”(7:8;8:2)这句话似乎是在说明,因上帝子民的态度和行为已经偏离了上帝的真理,使上帝的忍耐已经超越了极限。
准绳(7:8)是一根末端有铅的绳子,瓦匠用它来确保墙壁是垂直的。以色列人被量度,发现他们歪曲了,因他们拒绝上帝的话。一筐夏天的果子(8:1)说明上帝审判的时候到了。上帝要惩罚人各方面的生活,包括宗教方面。
当上帝的忍耐超越极限的情况时,就是我们人生中最可怕的时候了。因此,趁上帝还给我们机会,快悔改吧,要离恶行善!你是否已经有弃罪的决心了?你是否立志离开罪恶?你是否得到了上帝在耶稣基督里的赦免?[陈家声传道/邝绮茵]
Dalam Perjanjian Lama, Tuhan selalu menyatakan apa yang ingin dilakukan-Nya terhadap umat-Nya melalui penglihatan kepada para nabi-Nya. Amos 7-9 berisi lima penglihatan yang diberikan Tuhan kepada Nabi Amos tentang apa yang akan Tuhan lakukan terhadap umat-Nya. Secara garis besar, penglihatan itu bisa dibagi menjadi dua bagian, yaitu 7:1-6 dan 7:7-9; 8:1-3; 9:1-6.
Di bagian pertama, dalam dua penglihatan, Tuhan menyatakan akan menghukum umat-Nya dengan cara menghabisi mereka, baik melalui penglihatan tentang belalang maupun penglihatan tentang api. Umat Israel akan dihukum sampai tidak ada sisa lagi. Akan tetapi, Tuhan mengurungkan niat-Nya saat Nabi Amos memohon agar Tuhan mengampuni umat-Nya, Alkitab mencatat bahwa “menyesallah TUHAN” (7:3a, 6a). Hal ini berarti bahwa pada awalnya, Tuhan ingin menghukum sehabis-habisnya, tetapi kemudian tidak jadi menghukum, Tuhan batal menghukum! Hal ini dipertegas dengan perkataan “Itu tidak akan terjadi” (7:3b) atau “Ini pun tidak akan terjadi (7:6b).
Yang lebih menarik, di bagian kedua, yaitu dalam tiga penglihatan selanjutnya, Tuhan menyatakan bahwa Ia tidak akan berlama-lama lagi menjatuhkan hukumannya. Frasa “Aku tidak akan memaafkannya lagi” (7:8; 8:2) seolah-olah menyatakan bahwa kesabaran Tuhan sudah melampaui batas karena sikap dan tindakan umat Allah yang sudah jauh menyimpang dari kebenaran Tuhan.
Tali sipat (7:8) adalah tali yang berbandul timah pada ujungnya, yang dipakai oleh tukang batu untuk memastikan bahwa sebuah tembok telah tegak lurus. Bangsa Israel diukur dan didapati telah tidak lurus lagi karena mereka menolak firman. Bakul berisi buah-buahan musim ke-marau (8:1) menggambarkan bahwa saat dijatuhkannya hukuman Tuhan sudah tiba. Penghukuman itu mencakup seluruh aspek kehidupan umat, termasuk aspek keagamaan.
Kondisi saat kesabaran Tuhan sudah melampaui batas merupakan saat paling mengerikan dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, selagi masih ada kesempatan, bertobatlah, jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik! Apakah Anda sudah memiliki tekad untuk meninggalkan dosa? Apakah Anda sudah memperoleh pengampunan Allah yang tersedia dalam Yesus Kristus? [HS]
锡安和撒玛利亚是上帝子民享福的地方。让以色列民充满安逸无虑的生活(6:1)。遗憾的是,他们忽视了或不把上帝的刑罚当作一回事(6:3),把锡安和撒玛利亚也成为他们犯罪的地方。
一方面,上帝的子民相信他们所得到的是因上帝赐的福。另一方面,他们享用上帝的福,但把上帝忘掉,而且落在罪恶里。以色列人将他们与上帝的生活和他们个人的生活分得很清楚。以至于,上帝曾说,祂不但恨恶一切人的骄傲,随心所欲地生活,认为自己无上帝也可以活,而且肯定刑罚祂的子民。
“若在一房之内剩下十个人,也都必死”。(6:9)“你那里还有人没有。他必说,没有”。(6:10)上面两节说明上帝的刑罚是极其可怕的。祂会灭绝直到一无所有。
舒适的生活往往让人自满,最终依赖于物质上的东西。要醒悟到上帝所赐的福份并不是为了让我们热爱于它及依靠它过于依靠上帝。上帝所赐的福份应该让我们更有感恩的心,更依靠上帝。
上帝所赐的福份不应该使我们在神的面前犯罪。我们应该充满感恩的心来管理好上帝所赐的福份,而不是单单为了自娱自乐地花掉。我们必须对上帝所赐的福负责。你是否已预备心为上帝所赐的福分负责呢?[陈家声传道/邝绮茵]
Sion dan Samaria adalah tempat umat Allah menikmati kuasa dan kemakmuran. Hal itu membuat bangsa Israel merasa bahwa kehidupan mereka dipenuhi dengan keamanan dan ketenteraman (6:1). Sayangnya, Sion dan Samaria juga merupakan tempat bagi mereka untuk hidup dalam dosa dengan mengabaikan—atau menganggap tiada—hukuman Allah (6:3).
Di satu sisi, umat Allah memercayai bahwa segala pencapaian dan apa yang mereka miliki merupakan berkat Allah. Di sisi lain, mereka menikmati berkat Allah sampai melupakan Allah, dan selanjutnya terjerumus ke dalam dosa, justru karena berkat yang telah mereka terima itu. Orang Israel membuat pemisahan yang jelas antara kehidupan bersama Allah dengan kehidupan bagi diri mereka sendiri. Oleh karena itu, Allah mengemukakan bahwa Ia bukan saja membenci kecongkakan manusia yang hidup sesukanya dan merasa bisa hidup tanpa Allah, tetapi Ia juga pasti akan menghukum umat-Nya.
Pernyataan “jika masih tinggal sepuluh orang dalam satu rumah, mereka akan mati.” (6:9) dan “Adakah lagi orang bersama-sama engkau?” dan dijawab: “tidak ada” (6:10) menyatakan betapa mengerikannya hukuman Allah itu. Allah akan menghukum sedemikian rupa, sampai tidak ada yang tersisa.
Kenyamanan hidup sering membuat manusia terlena dan akhirnya menyandarkan hidupnya pada hal-hal yang bersifat jasmani. Sadarilah bahwa semua berkat yang diberikan Allah tidak dimaksudkan supaya kita mencintai pemberian itu. Berkat yang Tuhan berikan juga tidak dimaksudkan supaya kita makin mengandalkan—atau menyandarkan hidup kepada—pemberian itu, lebih daripada mengandalkan Sang Pemberi itu sendiri. Berkat Allah seharusnya membawa kita semua menjadi makin bersyukur kepada Allah dan makin mengandalkan Allah di dalam kehidupan kita.
Berkat Allah tidak seharusnya membuat hidup kita makin berdosa di hadapan Allah. Berkat yang Allah berikan seharusnya dikelola dengan baik dan disertai dengan hati yang penuh ucapan syukur kepada Allah, bukan dihabiskan semata-mata untuk kesenangan diri kita. Berkat Allah harus dipertanggungjawabkan. Apakah Anda telah siap untuk memper-tanggungjawabkan berkat Allah yang telah Anda terima? [HS]
Nabi Amos mencatat bagian ini sebagai sebuah ratapan, yaitu kata-kata yang diucapkan sambil menangis. Ia melihat bahwa ikap hidup bangsa Israel yang jauh dari Tuhan tampak jelas dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sebagai contoh, mereka memanipulasi keadilan dan tidak suka pada kebenaran (5:7). Mereka menindas orang miskin dan bahkan melakukan perampasan (5:11). Mereka sering berbuat jahat, melakukan banyak dosa, menerima suap, menjepit orang benar, mengesampingkan orang miskin (5: 12), dan sebagainya.
Nabi Amos melihat bahwa kehidupan bangsa Israel yang jauh dari Tuhan itu tidak akan menghasilkan apa-apa, selain menghasilkan jalan kematian. Orang yang rebah tidak akan bangkit lagi (5:2). Kota yang berperang dengan seribu orang menjadi seratus orang, dan yang berperang dengan seratus orang menjadi sepuluh orang (5:3) merupakan gambaran dari malapetaka hebat yang akan menimpa bangsa Israel karena kehidupan mereka menunjukkan bahwa mereka tidak sungguh-sungguh bertobat.
Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup (5:4,6) merupakan seruan Nabi Amos kepada orang Israel yang jalan hidupnya dan hatinya sudah bengkok. Perkataan yang serupa diulangi dalam ayat-ayat berikutnya, “Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup” (5:14) serta “Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik” (5:15). Amos memiliki kerinduan yang besar agar bangsa Israel bertobat dari jalannya yang sesat dan dari tindakannya yang jahat.
Nabi Amos menyadari bahwa kehidupan sebaik apa pun—di luar Tuhan—tidak ada gunanya. Hanya di dalam Tuhan saja, seseorang bisa memiliki kehidupan yang berarti, baik menyangkut kehidupan di dunia saat ini maupun kehidupan di dalam kekekalan kelak. Nabi Amos sangat rindu agar bangsa Israel bertobat dan kembali kepada Tuhan. Sama seperti Nabi Amos meratap karena rindu agar bangsa Israel bertobat dan kembali ke jalan yang benar, demikian pula Tuhan rindu agar setiap orang berbalik kepada-Nya. Apakah Anda sudah bertobat? Apakah Anda merindukan pertobatan orang-orang yang belum percaya di sekitar diri Anda? Apakah Anda telah membiasakan diri untuk berdoa bagi pertobatan orang-orang yang belum mau percaya dan bagi orang-orang yang belum pernah mendengar berita Injil? [HS]
阿摩司先知将这段经文写为哀歌,即哭泣时所说的话。他看到以色列民的日常生活里,远离了上帝。例如, 他们把公平挪用,不喜爱公义(5:7)。他们便欺压又抢夺贫民(5:11)。他们罪过何等多,罪恶何等大,收受贿赂,苦待义人,屈枉穷乏人(5:12),等等。
阿摩司先知看以色列民远离上帝的生活,并不会带来了好结果,而且会把他们带到死亡之路。跌倒的人,不得再起(5:2)。以色列家的城发出一千兵的,只剩一百,发出一百的,只剩十(5:3),这些描绘了因以色列人的生活没有显现他们真心悔改,大灾祸即将降临到他们身上。
你们要寻求上帝,就必存活(5:4,6),是阿摩司先知对弯曲悖谬以色列民所呼吁的。类似的话在以下经文中重复出现,“你们要求善,不要求恶,就必存活。”(5:14),及“要恶恶好善”(15:15)。阿摩司先知渴望以色列民能从他们弯曲的道与他们的恶行为悔改。
阿摩司先知深知离了上帝,多好的生活都无意义。只有在上帝里面,无论在今世或在永恒的生命,才会有意义。阿摩司先知渴望着以色列民悔改`转向上帝。如同阿摩司先知因渴望着以色列民悔改`转向上帝哀哭,上帝也渴望着每个人能转向祂。你是否已悔改了?你是否渴望着你周边的人未信上帝的也悔改?为未信上帝而未听福音的人祷告,是否已经成为你的习惯?[陈家声传道/邝绮茵]
Apakah tanda religiositas seseorang adalah kemampuan berbahasa Roh atau kegiatan pelayanan atau rutinitas kehadiran dalam setiap kegiatan gereja atau banyaknya persembahan yang diberikan atau aksesoris Kristen—seperti salib—yang dikenakan? Tidak! Tanda-tanda lahiriah yang terlihat oleh mata tidaklah menentukan apakah seseorang merupakan orang yang rohani atau tidak.
Amos 4:4-5 menunjukkan bahwa makin sering orang-orang Israel melakukan hal-hal “rohani”—seperti mengunjungi Betel dan Gilgal yang merupakan “tempat suci” untuk membakar korban dan memberi persembahan—mereka justru makin jauh dari Allah. Makin orang-orang Israel ingin “tampak rohani” di dalam tindak tanduknya, makin Tuhan tidak berkenan terhadap mereka. Hal ini disebabkan oleh dua hal: Pertama, pusat peribadatan yang ditetapkan Allah adalah Bait Allah di Yerusalem. Peribadatan di tempat lain—dalam hal ini di Betel dan Gilgal—adalah peribadatan yang telah tercampur dengan peribadatan agama kafir. Kedua, kehidupan mereka yang jahat tidak mencerminkan keagamaan yang benar (bandingkan dengan kondisi dalam Yesaya 1:11-17 dan teguran Tuhan Yesus dalam Matius 23). Jelas bahwa gaya hidup yang tertampil tidak berasal dari hati yang bertobat!
Jadi, mana yang lebih penting: Yang tampak atau yang tidak tampak? Keduanya penting! Akan tetapi, tindakan yang tampak harus mencerminkan yang tidak tampak, yaitu hati yang benar-benar bertobat dan mengasihi Tuhan sebagai landasan bagi tindakan yang tampak. Tuhan tidak suka terhadap ketidakseimbangan dan ketidaksinambungan antara kehidupan nyata dengan kehidupan keagamaan (Amos 5:21-22), antara iman dan perbuatan (Yakobus 2:17-22). Yang Tuhan kehendaki ialah agar kehidupan nyata mewujudkan iman (Yesaya 58:6-7).
Dalam ibadah, orang percaya bisa berbuat jahat bila hatinya tidak sungguh-sungguh dipersembahkan kepada Tuhan. Dalam hidupnya, seorang percaya bisa berbuat jahat secara tersembunyi, sehingga semua tindakannya tetap tampak baik dalam pandangan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, ada orang yang tampak rohani dan baik, tetapi sebenarnya hatinya busuk. Apakah perbuatan Anda sudah sesuai dengan iman Anda? Apakah ibadah yang Anda jalani dan perbuatan Anda kepada sesama dilandasi oleh kasih kepada Tuhan? [HS]
From the publisher's feed