Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 29 Oktober 2021 - "KESENYAPAN DI ATAS POPULARITAS"

    Tidak jarang, masa pandemi menjadi ladang yang subur bagi banyak orang—termasuk gereja—untuk menambah popularitas dan kesuksesan. Hasil riset dari Google (salah satu mesin pencarian yang ternama di dunia) terhadap tren tahun 2020 di Indonesia menunjukkan bahwa ada begitu banyak orang yang mencari tahu bagaimana membuat usaha kecil (UMKM), menjadi YouTuber, dan menjadi reseller dari barang-barang yang sudah terkenal atau yang ingin dibuat terkenal. Semua orang mau menjadi terkenal, karena menjadi terkenal—populer, sukses—dianggap bisa memberikan kepuasan hidup. Namun, kesimpulan kita bisa berubah bila kita bercermin pada kisah Elia.

    Tidak bisa dipungkiri bahwa Elia baru saja sukses mengalahkan 450 nabi Baal melalui peperangan fenomenal, yaitu saat “api Tuhan menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.” (18:38). Seharusnya, Elia sangat bangga terhadap kesuksesan itu! Namun, pernyataan Izebel (19:2) membuat Elia takut dan melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya. Kisah itu menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu berujung pada kepuasan hidup. Namun, yang perlu kita perhatikan bukan sekadar tentang kesuksesan dan ketakutan Elia, tetapi tentang Tuhan yang tidak hanya menyatakan diri melalui tindakan yang fenomenal—api, gempa bumi, angin badai—tetapi juga di dalam kesenyapan.

    Melalui “bunyi angin sepoi-sepoi basa” (19:12), Tuhan hadir bagi Elia dan menguatkan panggilan-Nya terhadap Elia. Kesenyapan Tuhan bekerja itu membuat Elia tidak sadar bahwa Tuhan sudah menyisakan 7000 orang di Israel, “yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia” (19:18). 7000 orang percaya yang tetap setia kepada Tuhan itu dipelihara oleh tangan Tuhan yang bekerja dengan senyap, bukan melalui usaha manusia yang fenomenal. Perenungan ini dapat direalisasikan oleh gereja di masa pandemi bila gereja sungguh-sungguh bergumul untuk menemukan kehendak Tuhan, lalu menaati kehendak Tuhan untuk melakukan hal-hal yang Allah kehen-daki. Hai gereja Tuhan, mari mereformasi diri dengan melaksanakan kehendak Tuhan, bukan mengikuti arus tren dunia. Biarkan Tuhan me-nguatkan kita untuk melakukan pekerjaan yang sudah Ia siapkan, bukan dengan cara dunia, tetapi dengan cara Tuhan. [MP]

    9 min
  • 十月廿八日- 上帝的荣耀与教会的回应

    从走出为奴之地,在旷野漂流,直到成为一国,以色列民的历史告诉我们,以往,看见上帝的荣耀是极其可怕的事情。上帝的荣耀要求祂的子民必须圣洁,亵渎上帝的荣耀会导致死亡。但与此同时,因为上帝拯救了曾经为奴的以色列民,上帝的荣耀也是以色列民唯一的骄傲。上帝的荣耀在会幕、圣殿和他们当中大放光彩,特别是当耶稣基督道成肉身,来到世上时,上帝的荣耀更是完整无缺地光华四射。

    施救的上帝不仅仅是荣耀的(11:36),同时也是充充满满地有恩典有真理(5:17),还充满神秘而难测(11:33-34)。上帝的荣耀要求教会必须成为圣洁的群体,愿意把身体献上,渴望继续被改造,变得与基督一样。教会的这种特性或许并不受人欢迎且是难以实现的,尤其对当今正处在新冠疫情的教会而言。然而,教会的特性世世代代永远不变。这种特性提醒教会要意识到自身的属性,教会是并非来自这世界但处在这世界的信徒的群体。这种特性也提醒教会的职责并非炫耀人为的成功,而是通过教会在这世上作为上帝代理所采取的行动体现上帝的荣耀。这种特性呼召教会不崇拜财物、权力和名声,而是单单地敬拜独一无二的上帝,即是那三位一体的上帝。这种敬拜体现在12:1里说的“将身体献上,当作活祭,是圣洁的,是上帝所喜悦的”生命里。

    这充满荣耀的呼召会不断地改变教会,使教会越来越像基督一样。不冷也不热,只喜荣耀自身,又没什么作为的教会是无法回应并实践这种呼召的。唯有积极主动,不断求变,变得越来越像基督那教会元首的教会才能。当基督二次再临时,“唯独上帝的荣耀”的呼声就不再仅是一种口号,而是真敬拜的体现。您的生命已否荣耀上帝?[Misael Prawira 传道/张翼啸]

    7 min
  • 28 Oktober 2021 - "KEMULIAAN ALLAH DAN RESPONS GEREJA"

    Melihat kemuliaan Allah adalah sangat mengerikan di masa lampau. Kemuliaan Allah menuntut kekudusan umat-Nya. Pelanggaran terhadap kekudusan Allah mengakibatkan kematian. Hal ini terlihat dalam sejarah bangsa Israel, mulai saat keluar dari tanah perbudakan, berkeliling di padang gurun, sampai menjadi sebuah kerajaan. Di saat yang sama, kemuliaan Allah adalah satu-satunya kebanggaan bangsa Israel karena Allah telah menyelamatkan mereka dari perbudakan. Kemuliaan Allah terpancar di tengah-tengah mereka, baik dalam Kemah Suci, dalam Bait Allah, dan terpancar secara utuh saat Yesus Kristus berinkarnasi ke tengah dunia.

    Allah yang menyelamatkan itu bukan hanya mulia (11:36), tetapi juga penuh kasih karunia dan kebenaran (5:17), sekaligus penuh misteri (11:33-34). Kemuliaan Allah menuntut agar gereja menjadi komunitas yang kudus, rela mempersembahkan diri, dan rindu untuk terus-menerus diubah menjadi serupa dengan Kristus. Identitas seperti itu mungkin tidak populer dan menyulitkan, apa lagi saat gereja masa kini berada dalam konteks pandemi! Namun, identitas gereja tidak berubah saat melintasi zaman dan generasi. Identitas itu mengingatkan gereja untuk menyadari siapa dirinya, yaitu sebagai kumpulan orang percaya yang bukan dari dunia, tetapi berada di tengah dunia. Identitas ini mengingatkan bahwa tugas gereja bukanlah memamerkan kesuksesan yang lahir dari usaha manusiawi, tetapi mewujudkan kekudusan Allah melalui aksi gereja sebagai wakil Allah di tengah dunia. Identitas itu memanggil gereja untuk tidak menyembah harta, kuasa, dan popularitas, tetapi menyembah satu Allah saja, yaitu Sang Tritunggal. Penyembahan itu diwujudkan melalui hidup yang dipersembahkan kepada Allah sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada-Nya (12:1).

    Panggilan penuh kemuliaan itu tidak henti-hentinya mengubah gereja menjadi makin serupa dengan Kristus. Panggilan itu tidak dapat dikerjakan oleh gereja yang suam-suam kuku dan senang dengan kemuliaan diri, serta gereja yang pasif, tetapi hanya dapat dikerjakan oleh gereja yang dinamis, terus-menerus berubah menjadi makin serupa dengan Kristus, Sang Kepala Gereja. Saat Ia datang kembali, seruan “Soli Deo gloria!” (hanya Tuhan yang dimuliakan) bukan sekadar slogan, melainkan persembahan yang sejati. Apakah kehidupan Anda telah memuliakan Allah? [MP]

    9 min
  • 十月廿七日 - 教会遗留下来的信仰传统

    教会给下一代遗留下来了什么好处?教会历史学家雅罗斯拉夫。帕利坎(Jaroslav Pelikan)的声明值得我们反思:“传统是死者活的信仰,传统主义是生者的死信仰。”教会经常夹在信仰传统和传统主义(对某些传统或习俗的推崇)之间。因理解错误,教会将无法把信仰传统遗留给面对各种不确定因素和正设法走出危机及疫情的下一代。

    在这似乎永无止境的疫情苦况中,教会不可持续陷于不确定的困境中,而是应当突破不确定,将信仰传统遗留给下一代。《希伯来书》第11章论析了以色列民的信仰传统的传承(请注意:11:13-16)。信仰传统是经久不衰的传统。这传统是“所望之事的实底,是未见之事的确据”(11:1)。只有在教会确知自身是从不间断地面对并要努力解决世上各种难题的子民,才能将信仰传统遗留下来。信仰传统能让我们依然信靠主,尽管情况看似无法确定。信仰传统不是建立在成就、财富或世俗欲望的基础上,而是由承认“是的,我曾在这儿失败,我曾在这儿破碎,我在这儿经受苦楚和生活危机,然而也就在这儿主扶持我,使我坚强。虽然面对不确定的情势,我仍有盼望。是的,唯独因信称义!全是因为在基督里的信心,我才能面对一切问题”的信心传下来的。

    信仰传统必须遗留给继续凭着同样的实底和确据奔走信心旅程的下一代。这实底和确据就是“仰望为我们信心创始成终的耶稣。祂因那摆在前面的喜乐,就轻看羞辱,忍受了十字架的苦难,便坐在上帝宝座的右边”(12:2)的主耶稣基督。您已否遗留信仰传统?您是否将信仰传统遗留给您周围的人?[MisaelPrawira传道/ 张翼啸]

    9 min
  • 27 Oktober 2021 - "TRADISI IMAN SEBAGAI WARISAN GEREJA"

    Apa sumbangsih gereja bagi generasi yang akan datang? Pernyataan sejarawan gereja bernama Jaroslav Pelikan pantas untuk kita renungkan, “Tradition is the living faith of the dead. Traditionalism is the dead faith of the living.” (“Tradisi adalah iman yang hidup dari orang yang telah mati. Tradisionalisme adalah iman yang mati dari orang yang masih hidup”). Gereja sering terjebak di antara tradisi iman dan tradisio-nalisme (pengagungan tradisi atau kebiasaan tertentu). Kesalahpahaman membuat gereja terancam untuk tidak mewariskan tradisi iman kepada generasi berikutnya, yang menghadapi berbagai ketidakpastian serta sedang berjuang untuk keluar dari krisis dan pandemi.

    Di tengah masa pandemi yang seperti tak berujung, gereja tidak boleh terus-menerus terjebak oleh arus ketidakpastian. Gereja harus menerobos ketidakpastian dengan mewariskan tradisi iman kepada generasi berikutnya. Ibrani 11 menguraikan tentang pewarisan tradisi iman bangsa Israel (Perhatikan 11:13-16). Tradisi iman adalah tradisi yang tidak akan habis dimakan waktu. Tradisi ini menjadi dasar dari seluruh pengharapan kita dan bukti dari semua yang tidak kita lihat (11:1). Tradisi iman hanya dapat diwariskan jika gereja memahami identitasnya sebagai umat yang terus bergumul menghadapi berbagai permasalahan di dunia. Tradisi iman membuat kita tetap mempercayai Tuhan walaupun kondisi tampak tidak pasti. Tradisi iman bukan dibangun atas dasar prestasi, kekayaan, atau keinginan duniawi, melainkan diwariskan melalui jejak-jejak iman yang mengaku, “Ya, di sini saya pernah gagal, di sini saya pernah hancur, di sini saya mengalami penderitaan dan krisis kehidupan. Akan tetapi, di sini pula Tuhan menopang saya, membuat saya lebih tabah, membuat saya tetap memiliki pengharapan sekalipun saya menghadapi situasi yang diliputi ketidakpastian. Ya, sola fide! Hanya karena iman di dalam Kristus, saya mampu menghadapi segala persoalan.”

    Tradisi iman harus diwariskan kepada generasi berikutnya yang melanjutkan perjalanan iman dengan dasar dan bukti yang sama, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang “memimpin kita dalam iman dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” (12:2). Apakah Anda sudah mewarisi tradisi iman? Apakah Anda mewariskan tradisi iman kepada orang-orang di sekitar Anda? [MP]

    8 min
  • 十月廿六日- 走出恐慌、进入安息

    活在罪恶充塞的世界中实在令人疲乏困倦,诸般问题、暴力和伤天害理的事亦叫人心寒心碎。即或已经遍体鳞伤,人们还得硬着头皮支撑下去、还得刻苦面对生活的挑战。以色列人的先祖雅各的一生、就是如此一般充塞着大小问题和重重挑战。

    雅各的一生、果真人如其名――“紧抓脚跟”或“欺骗者”――名副其实的绘画出他行使诡诈手段,一而再、再而三的行骗,一生混得精疲力尽。然而,雅各看似不知劳累的样子。他照常出手行使不符合上帝心意的计谋、伤透上帝的心。结果上帝终止他一切的作为。上帝呼唤他回到自己的故乡(《创世记》31:3)。对他来说,上帝召唤他回故乡是件恐怖的事,因为他必然要面对亲哥哥以扫,即是他曾经一度下手欺诈到一无所有的哥哥,结果激怒哥哥决心杀他。由于惊慌害怕(32:7),他布局了一切,把回归队伍分成好几个层次的团队,其中有进贡以扫的礼物、随後是家人以及资财;与此期望以扫的心被软化、願意饶恕他以往的恶行。

    当他正值胆丧心惊,就在半夜时分,上帝亲自临近雅各。上帝与雅各的相遇促使他面对一向来所抵抗的上帝。有趣的是、上帝不仅仅使雅各屈服,上帝也改变他的生命。从此以后,他不再叫雅各,而是改名为以色列。改名换姓的举动是在教导雅各痛悔前非、弃绝诡诈欺骗的行径、进入上帝恩典的祝福中。从那时起,就在他与临近罪人的上帝摔跤较力后,雅各不再撒谎行骗,而是蜕变为以色列。是的,雅各在毗努伊勒时大腿就瘸了。晨曦初现的时候,雅各已经成为一个新造的人。虽然他与上帝较力之后大腿瘸了,雅各的生命却焕然一新,他完全仰赖信靠上帝的恩典。每每遭遇挣扎、上帝就是我们安息的避难所。您是否也全然倚靠上帝的恩典而活?祂的恩典奇妙难测!唯独恩典![Misael Prawira 传道/胡敏慧]

    7 min
  • 26 Oktober 2021 - "DARI KETAKUTAN KEPADA PERTEDUHAN"

    Kehidupan di dunia yang berdosa ini melelahkan serta penuh dengan masalah, kekerasan, dan hal-hal yang bisa membuat hati kita terluka. Sekalipun sudah terluka, manusia harus terus berusaha untuk melawan semua tantangan hidup. Kehidupan yang penuh masalah dan tantangan ini terlihat jelas dalam kehidupan nenek moyang bangsa Israel yang bernama Yakub.

    Kehidupan Yakub—namanya berarti “si pemegang tumit” atau “si penipu”—mencerminkan strategi demi strategi licik yang ia lakukan, yang sebetulnya amat melelahkan. Namun, Yakub seperti tak kenal lelah. Ia terus melakukan berbagai upaya yang sebenarnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, bahkan melukai hati Tuhan. Semua upaya Yakub itu akhirnya dihentikan Tuhan. Tuhan memanggil Yakub untuk kembali ke kampung halamannya (Kejadian 31:3). Panggilan ini menakutkan karena panggilan itu berarti bahwa ia harus berjumpa dengan Esau, yaitu kakak kembarnya sendiri yang pernah ia tipu habis-habisan sehingga berniat membunuh dia. Karena merasa ketakutan (32:7), Yakub lalu merancang strategi, yaitu membuat barisan panjang yang berturut-turut terdiri dari rombongan ternak untuk dipersembahkan kepada Esau, keluarganya, dan hartanya, sambil berharap bahwa hati Esau menjadi luluh dan ia mau mengampuni segala kejahatan Yakub di masa lalu.

    Saat dicekam ketakutan itulah, Tuhan menjumpai Yakub yang sedang sendirian di tengah malam. Perjumpaan itu membuat Yakub berhadapan muka dengan Pribadi yang selama ini ia lawan. Yang menarik, Tuhan tidak hanya membuat Yakub menyerah, tetapi Tuhan mengubah hidupnya, yang ditandai dengan pengubahan nama Yakub menjadi Israel. Perubahan nama ini mengajarkan Yakub untuk berpindah dari hidup yang penuh tipu daya menjadi hidup yang penuh anugerah Allah. Yakub bukan lagi si tukang tipu, melainkan telah berubah menjadi Israel, seorang yang sudah melewati pergulatan dengan Allah yang rela menjumpai manusia berdosa seperti Yakub. Ya, di Pniel, Yakub menjadi pincang. Setelah matahari terbit, Yakub telah menjadi manusia baru. Walaupun pergulatan dengan Tuhan membuat Yakub menjadi pincang secara fisik, kehidupan Yakub telah berubah menjadi bergantung pada anugerah Allah. Allah menjadi tempat perteduhan saat menghadapi setiap pergumulan. Apakah Anda juga telah hidup dengan bergantung pada anugerah Allah? Sangat ajaib anugerah-Nya! Sola gratia! [MP]

    9 min
  • 25 Oktober 2021 - "YESUS KRISTUS ADALAH PUSAT IBADAH"

    Masa pandemi banyak mengubah cara gereja memaknai dan melakukan ibadah. Di tengah begitu banyak keterbatasan, gereja harus memutar akal untuk menciptakan “ibadah versi pandemi”. Ada gereja yang segera memindahkan ibadah fisik (on site) kepada ibadah daring (online). Ada pula gereja yang merancang ibadah dengan konsep worship from home, yaitu ibadah ditampilkan dengan nuansa yang casual (informal) seperti berada di rumah. Alunan musiknya pun sederhana, tetapi dapat dinikmati oleh jemaat. Masih ada berbagai model ibadah yang lain yang dibuat oleh gereja pada masa pandemi ini. Dalam situasi seperti ini, marilah kita merenungkan sebuah pertanyaan yang bersifat teologis, yaitu “Di manakah posisi Kristus dalam ibadah kita? Apakah ibadah gereja pada masa kini tetap mempertahankan prinsip solus Christus (Kristus sebagai satu-satunya pusat ibadah)?

    Penulis surat Ibrani sejak jauh hari memahami peranan Tuhan Yesus sebagai Imam Besar Agung, yaitu sebagai Pengantara satu-satunya kepada Allah dalam sebuah ibadah. Peranan Tuhan Yesus adalah mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai persembahan yang sempurna, tak bercacat, dan membuat umat-Nya layak untuk beribadah. Pemahaman terhadap peranan Kristus seharusnya membuat gereja di masa pandemi ini mengusahakan ibadah yang Kristosentris, yaitu ibadah yang berpusatkan pada pribadi Tuhan Yesus Kristus dan karya pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Karya pengorbanan dari Sang Pengantara itu merupakan persembahan yang sempurna dan yang menunjukkan belas kasihan Tuhan bagi umat-Nya. Belas kasihan Tuhan itu melayakkan umat-Nya untuk datang menyembah Dia.

    Dengan demikian, apa pun usaha gereja untuk membuat ibadah di masa pandemi, biarlah hanya Kristus yang menjadi pusat ibadah tersebut. Sehebat apa pun media yang digunakan (musik, suasana ibadah, teknologi), semuanya itu tidak dapat mengalahkan kesempurnaan pengorbanan Tuhan Yesus sebagai satu-satunya pengantara antara Allah Bapa dan manusia, sehingga setiap orang yang percaya di dalam nama Yesus Kristus dilayakkan untuk beribadah kepada-Nya. Semoga ibadah gereja pada masa kini hanya di dalam Kristus, melalui Kristus, dan untuk Kristus—in Christ, through Christ, for Christ. Solus Christus! Apakah ibadah di gereja Anda telah menempatkan Kristus sebagai pusat ibadah? [MP]

    7 min
  • 十月廿五日 - 耶稣基督是敬拜的中心

    病毒疫情大流行改变了教会的敬拜涵义和敬拜形式的方方面面。在诸般限制之际、教会绞尽脑汁来设制“疫情版本的敬拜”。有些教会立即将现场实体敬拜转为线上视频敬拜。也有的教会布置一番、改装成为居家敬拜的概念,呈现出一副非正式之家庭聚会的敬拜形式。音乐旋律也近乎朴实、信徒却也能乐在其中欣赏之。除外还有好些其他疫情版本的敬拜形式。在如此的状况中,让我们来思考一个神学的议题,那就是“基督在敬拜中的位置”。到底今时今日教会的敬拜是否还是以基督为中心?敬拜中是否依然谨守“唯独基督”的原则呢?

    《希伯来书》作者老早就察透到主耶稣身为大祭司的角色、祂就是唯一的中保、使人与上帝在敬拜中联结。主耶稣的作为即是献上自己、成为完美全备、毫无瑕疵的祭牲,就此引领祂子民配得来敬拜上帝。认定基督的作为、即能使疫情大流行中的教会在敬拜礼仪中以基督为中心,信徒全神灌注敬拜主耶稣基督、且纪念祂为子民担负了牺牲的代价。中保耶稣基督的牺牲大功就是全然完好的奉献,也显明上帝对其子民的慈爱怜悯。上帝的慈爱怜悯促使信徒配得前来俯伏敬拜祂。

    因此,在疫情大流行中、不论教会如何制定敬拜聚会,其中最要紧的就是以基督为敬拜的中心对象。尽管教会用上了最先进的媒介(音乐、敬拜的氛围、技术),都务必以基督为整个敬拜流程的中心。尽管用上了所有高超媒体技术、都不能超越主耶稣完美的牺牲,唯有祂是天父上帝和人类之间的中保,每一位相信耶稣基督之名的、经由祂而配得来敬拜上帝。期盼现今的教会在崇拜聚会中都本於基督、倚靠基督、归于基督!您教会的崇拜聚会是否已经以基督为中心呢?[Misael Prawira 传道/胡敏慧]

    8 min
  • 十月廿四日- 世界的神话相对于《圣经》的教导

    全球病毒疫情大流行似乎牵引人类倾向两种生活形态之中。一方面、有人在面对疫情大流行中已经荡然掏空、精疲力尽。因此他们选择垂头丧气、气馁罢手。另外一方却有人还是超常的坚韧。他们费尽心思的坚持到底、企图克制疫情大流行。他们心想突破万难、被喻为成功誇胜者。教会极大可能也同样处于这两种生活形态之中。与此同时,魔鬼撒旦以错谬教义和世俗生活形态冲击我们、企图削弱我们的信心!到底教会当如何应对呢?让我们来细察保罗的劝勉。

    保罗描述哪些异端教义就如同世俗的虚谈、是不敬虔的,如同毒瘡、越爛越大。异端的教义使人专爱自己、追随世俗的生活形态(《提摩太后书》2:16-17;3:2-5)。异端邪说和世俗生活形态就是魔鬼撒旦的两个伎俩,试图诱惑教会信徒的心倾向世俗虚谈,以至人们自高自大、自夸功绩,而非讨上帝的喜悦。上述两种威胁近在咫尺,教会是否充耳不闻、视而不见、无动于衷吗?当上帝托付之羊儿已经心神枯槁、误入歧途,教会是否还在一味的高抬名望呢?

    上述情景与现今状况类同相似,因此,保罗予以提摩太的书写、对于今日疫情大流行中之教会依然是非常贴切的训诲。教会必须谨守上帝话语的训诲,因为是上帝的主权在主宰人的生命。上帝的训诲颠倒了异端的神话以及世俗的生活形态。上帝训诲的言词也在催促教会回到“唯独《圣经》”的原则上,教会务必按照《圣经》真理来教导会众们。教会必须在上帝面前承认一切的罪、且乐於让上帝大能的话语来察验纠正,务必谨守“唯独《圣经》”的原则、实现上帝在祂子民身上的主宰。让我们回到上帝《圣经》中的原则吧!感谢上帝,因祂的大能不曾向祂子民收回!你个人是否願意敞开心门、任由上帝的真理来检视呢?你是否运用上帝的话语作为光明的兵器来抵挡世俗的异端邪说以及属世的生活形态呢?[Misael Prawira 传道/胡敏慧]

    8 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…