
Sign up to save your podcasts
Or


一个人是否有宗教信仰是取决于他/她能说方言、或参与侍奉、或定时参加教会的每一项活动、或金钱物质上奉献有多少、或戴上基督徒的装饰品——如十字架吗?不是的!肉眼所看得到的并不能断定一个人是否属灵。
《阿摩司书》4:4-5指出以色列人是越常执行“属灵”的事——比如往伯特利和吉甲这些“圣地”来献火祭和献燔祭——他们反而越远离上帝。以色列人越想在他们的行为上“看似属灵”,就越不蒙上帝喜悦。这里原因有二:第一,上帝规定的敬拜中心是耶路撒冷的圣殿。在其他地方敬拜如伯特利和吉甲——是已混合外邦异教的崇拜。第二,他们邪恶的生活不反映出宗教的真谛(相比于《以赛亚书》1:11-17里的情况和在《马太福音》23主耶稣的责备)。很明显,所表现出来的生活方式不是来自忏悔的心!
那么,哪种更重要:外在可见的还是内在看不到的呢?两种都重要!但是,那可见的行为必须反映出内在看不到的,那就是一颗真正悔改和爱主的心来作为可见行动的基础。上帝不喜欢现实生活和宗教生活之间的不平衡和不一致(《阿摩司书》5:21-22),在信心和行为之间(《雅各书》2:17-22)。上帝想要的是在现实生活里能体现出信心(《以赛亚书》58:6-7)。
在敬拜里,信徒如果没有真正把心献给上帝,他们就会行恶。一个信徒在他的生活中能在暗地里做坏事,但并不被外人所知,所以他的一切行为在别人眼里看上去都是好的。在日常生活里,有些人表面上看起来属灵和善良,但事实上他们的心是腐烂的。你的行为是否符合你的信仰呢?你的敬拜和对待他人的行为是出于对上帝的爱吗?[陈家声传道/陈永珍]
我们一向都认为一个人被爱的标志是没有严厉处置(严律管教)。然而今天的读经引我们细看到恰恰相反的事实,那就是因上帝爱以色列所以惩罚他们(3:2)。这句“在地上万族中,我只认识你们”显明上帝与以色列民的关系是多么的亲切和美好。在圣经其它的经文里,我们可以看到以色列民与上帝是如此的亲近,被上帝所爱;就如好比上帝所爱的葡萄园(《以赛亚书》5)和祂眼中的瞳人(《申命记》32:10;《撒迦利亚书》2:8)等等。
即使从一开始上帝已决定选择以色列作为他所爱的选民,这并不意味着以色列人可以随意妄为且可以免逃上帝的审判。以色列民与上帝那美好和亲密的关系被以色列民所犯的罪而毁灭了。恶行和自我为中心的生活不反映出和上帝有关系的生活。当上帝选择让一个民族成为祂的选民时,祂希望这民族能够通过与祂正确的好关系反映出公义的生活。但是在以色列民日常的生活里,还存在着欺压、不正直、暴力和虐待的恶行(3:9-10)。
当上帝惩罚时,祂希望看到忏悔的回应。但如果上帝已忽视不在理会时,那才是上帝最可怕的惩罚形式。要记住,惩罚(管教)通常总是从上帝家里开始。上帝希望我们悔改,归向祂,和过着正义的生活,结出与真上帝正确关系的果子来。因我们被上帝所疼爱,所以受祂责备管教。应当接受上帝的惩罚,且把它视为是主的管教,好让我们能悔改和归向祂。当你遇到困难或是被上帝责备管教时,你是否能以感恩的心接受呢?[陈家声传道/陈永珍]
Sering kali kita cenderung berpikir bahwa tanda seseorang dikasihi adalah tidak adanya hukuman (disiplin). Akan tetapi, sangat menarik untuk diamati bahwa bacaan Alkitab hari ini justru mengungkapkan hal yang sebaliknya, yaitu bahwa karena Israel dikasihi Allah, maka Israel dihukum oleh Allah (3:2).Frasa “hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi” menyatakan betapa dekat, manis, serta indahnya relasi antara Allah dengan bangsa Israel. Di bagian lain dalam Alkitab, kita dapat melihat bahwa bangsa Israel itu begitu dekat dengan Allah, disayang oleh Allah, melalui gambaran bahwa bangsa Israel adalah kebun anggur kesayangan Allah (Yesaya 5) dan biji mata Allah (Ulangan 32:10; Zakharia 2:8), dan sebagainya.
Sekalipun udah sejak awal sekali, Allah memutuskan untuk memi-lih bangsa Israel sebagai bangsa kesayangan-Nya, hal ini tidak berarti bahwa bangsa Israel boleh hidup sesuka hatinya dan mereka pasti akan lolos dari hukuman Allah. Hubungan antara Allah dengan bangsa Israel yang dinyatakan dengan begitu indah dan manis hancur karena dosa yang dilakukan oleh bangsa Israel. Kehidupan yang berdosa dan berfokus pada diri sendiri tidak mencerminkan kehidupan yang dihasilkan oleh relasi dengan Allah. Pemerasan, ketidakjujuran, kekerasan, serta pengani-ayaan masih dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari umat Israel (3:9-10). Saat Allah memilih untuk menjadikan sebuah bangsa sebagai milik kepunyaan-Nya sendiri, Allah mengharapkan bahwa bangsa tersebut akan mencerminkan kehidupan yang benar sebagai hasil relasi dengan Allah yang benar.
Jika Allah menghukum, berarti bahwa Allah menghendaki respons pertobatan. Akan tetapi, jika Allah sudah membiarkan, sikap Allah itu merupakan bentuk penghukuman Allah yang sangat mengerikan. Ingat-lah bahwa penghukuman (pendisiplinan) selalu dimulai dari rumah Allah sendiri. Allah menghendaki agar kita bertobat, kembali kepada-Nya, dan menghasilkan hidup yang benar sebagai buah dari relasi yang benar dengan Allah yang benar. Karena kita dikasihi, maka kita dihajar oleh Allah. Terimalah hajaran Allah sebagai bentuk didikan supaya kita bertobat dan kembali kepada-Nya. Bila Anda mengalami kesulitan atau hukuman sebagai wujud didikan Allah, Apakah Anda bisa menerima hal itu dengan rasa syukur? [HS]
上帝圣洁的标准不是只应该受到信徒的尊崇,非信徒也得尊敬之。违反上帝的圣洁必遭到上帝的惩罚。上帝──通过先知阿摩司──提示祂要惩罚列邦的计划,既是惩罚外邦人,也惩罚祂自己所拣选的子民以色列人、包括犹大南国到以色列北国。
第一章和第二章可分为两大部分,那就是对外邦人和对上帝选民之惩罚的默示。“……三番四次的犯罪”之字句一再的重复 (1:3,6,9,11,13;2:1,4,6)显明上帝有足够的理由来惩罚列国。没有一个民族在上帝圣洁的面前是无瑕疵的。在上帝面前一“小罪过”就已足够理由招来上帝的惩罚,更何况是罪孽深重的。
“我必不免去她的刑罚”这句重复八次(1:3,6,9,11,13; 2:1,4,6)意味着上帝刑罚的确定性。上帝一定惩罚每个违反祂圣洁的,无一人例外。今天的阅读经文里所提到的城市或列邦(大马士革,迦萨,泰尔,以东,亚扪,摩押,犹大,以色列)不仅完整地提示到上帝将要惩罚他们,也意味着没有哪一个民族能逃脱上帝的审判。
上帝不是任意的行事,也不是无理由的罚人。上帝惩罚一切违反祂圣洁的行为。上帝是爱,但也是公义的主,因此祂一定将会惩罚一切犯罪的人,一个也不例外。所以趁着还有悔改的机会,就要好好的利用它!你是否曾向上帝忏悔你的罪过,并恳求祂赦免你所犯过得罪呢?[陈家声传道/陈永珍]
Kekudusanllah adalah standar yang bukan saja harus dihormati oleh orang percaya, tetapi juga oleh orang yang tidak percaya. Pelanggaran terhadap kekudusan Allah pasti mendatangkan hukuman Allah. Allah—melalui Nabi Amos—mengemukakan rencana-Nya untuk menjatuhkan hukuman terhadap bangsa-bangsa, baik terhadap bangsa-bangsa asing maupun terhadap bangsa pilihan Allah sendiri, yaitu bangsa Israel, baik dari Kerajaan Israel Selatan (Yehuda) maupun dari Kerajaan Israel Utara.
Pasal 1 dan 2 dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu per-nyataan penghukuman terhadap bangsa asing dan pernyataan penghu-kuman terhadap umat pilihan Allah. Frasa “karena tiga perbuatan jahat ..., bahkan empat” yang diulang-ulang (1:3,6,9,11,13; 2:1,4,6) menyi-ratkan adanya alasan yang cukup dari pihak Allah untuk menjatuhkan hukuman terhadap bangsa-bangsa. Tidak ada satu bangsa pun yang tidak memiliki cacat di hadapan Allah yang kudus. Satu “dosa kecil” di hadapan Allah sudah cukup menjadi alasan bagi Allah untuk menjatuh-kan hukuman, apalagi terdapat dosa-dosa yang amat banyak.
Frasa “Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku” yang diulang sebanyak delapan kali (1:3,6,9,11,13; 2:1,4,6) menyiratkan kepastian dijatuhkannya hukuman Allah. Allah pasti akan menghukum setiap pelanggaran terhadap kekudusan-Nya tanpa ada yang dikecualikan. Kota-kota atau bangsa-bangsa yang disebutkan dalam bacaan Alkitab hari ini-—Damsyik, Gaza, Tirus, Edom, Amon, Moab, Yehuda, Israel—bukan saja menyiratkan kelengkapan dan kepastian hukuman yang akan Allah timpakan, tetapi juga menyiratkan bahwa tidak ada satu pun bangsa yang dapat lolos dari hukuman Allah.
Allah tidak bersikap semena-mena dan juga bukan tanpa alasan saat menghukum seseorang. Allah pasti akan menghukum setiap bentuk pelanggaran terhadap kekudusan-Nya. Allah itu kasih, tetapi Allah itu juga adil. Oleh karena itu, Ia pasti akan menjatuhkan hukuman terhadap semua manusia berdosa. Tidak ada satu pun manusia yang dapat lolos dari penghukuman Allah! Oleh karena itu, selagi masih ada kesempatan untuk bertobat, pergunakanlah kesempatan itu! Pernahkah Anda meng-akui dosa kepada Allah dan memohon Allah mengampuni dosa-dosa yang pernah Anda lakukan? [HS]
Reformasi gereja bukan seperti membuat monumen yang hanya dapat dikunjungi dan dipandangi. Reformasi gereja juga bukan tentang orang-orang tertentu, melainkan sebuah gerakan. Hal ini senada dengan pernyataan seorang teolog bernama Kevin Vanhoozer, “The Reformation was a movement, not a person.” Namun, ia tidak berhenti di sana. Vanhoozer mengutip perkataan Tuhan Yesus sebagai prinsip sebuah gerakan, “Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.” (Matius 7:17). Sampai tahun 2020, reformasi gereja sudah menghasilkan buah sebanyak 586 juta penganut Kristen Protestan, seperti yang dicatat di dalam World Christian Encyclopedia. Namun, jumlah itu tergerus oleh perkembangan zaman, kepentingan-kepentingan politis, dan isu-isu global seperti pernikahan sesama jenis. Bukanlah kebetulan jika masa pandemi menjadi ujian bagi buah reformasi gereja, sehingga gereja bukan hanya berjumlah banyak, tetapi juga berkualitas baik. Apa yang harus dilakukan oleh gereja pada masa kini?
Kualitas buah reformasi di gereja masa kini terancam oleh resesi kerohanian, sehingga gereja harus bergerak pada “the ancient paths” atau jalan-jalan dahulu kala, yaitu jalan-jalan yang membuat kita bercermin, bukan sekadar bernostalgia. Gereja dipanggil untuk bergerak meninggalkan ketergantungan pada masa kejayaan dan kembali kepada tiga “jalan dahulu kala”, yaitu teologi yang sehat, hasrat yang kudus, dan cara hidup yang benar. Di tengah himpitan pandemi dan dampak yang mengikuti pasca pandemi, tiga jalan itulah yang dapat membuat gereja tetap berbuah dengan kualitas prima, tanpa berkompromi atau bersahabat dengan sekularisme dan pragmatisme.
Sudah saatnya bagi gereja untuk bergerak maju dengan kembali kepada pengajaran—doktrin, teologi—yang sehat atau ortodoksi. Ingat, rupa-rupa angin pengajaran yang menyesatkan tidak tinggal diam. Gereja harus bergerak maju dengan didorong oleh pathos (passion, hasrat) yang kudus dari Allah (ortopati). Dengan demikian, gereja masa kini dapat menjadi komunitas orang percaya yang memiliki praktik kehidupan Kristen yang benar (ortopraksi). Tiga “jalan dahulu kala” terwujud di dalam dan melalui Yesus Kristus, karena Dialah satu-satunya jalan, dan kebenaran, dan hidup (Yohanes 14:6). Apakah gereja tempat Anda beribadah terus bergerak maju? [MP]
教会改革跟树立只供人造访和瞻仰的纪念碑不同。教会改革也不关乎某些既定人物。教会改革是一场运动。神学家范胡泽(Kevin Vanhoozer)也曾表示“教会改革是一场运动,与人无关。”这还不够,他又摘录了主耶稣在《马太福音》7:17说的话,作为其原则。主耶稣说:“这样,凡好树都结好果子,唯独坏树结坏果子。”据《世界基督教百科全书》,直至2020年,教会改革运动已产生了5亿8600万新教基督徒了。但如此众多的人数却遭时代潮流、政治利益和同性结婚等世界性问题的冲蚀而逐步减少了。眼下的新冠疫情也正考验教会改革运动的成果。教会不仅要追求量的增加,更要注重质的提高。今代教会该有什么行动呢?
教会改革运动成果的质量正受灵命衰退的威胁,因此教会必须“走老路”,意思是说,教会必须反省,不只是怀旧。教会要采取行动,再也不能仰仗曾有过的昌盛,而是要重走三条“老路”即是归回纯正的神学、圣洁的激情和端正的生活方式。在疫情和继疫情之后而来的负面影响的重压下,那“三条老路”能使教会依然结出优质成果,而不与世俗主义和实用主义妥协、交友。
如今正是教会行动起来重归纯正或正统神学教义的时候了。切记,各种迷惑人心的教导绝不会无所行动。教会必须在源于上帝的正统信仰的圣洁激情的推动下前行。如此一来,今代的教会就能成为实践纯正基督徒生活规范的信徒群体。三条“老路”要通过耶稣基督并且在祂里面实现,因为唯有祂是道路、真理和生命(《约翰福音》14:6)。您的教会是否继续前行?[Misael Prawira传道/张翼啸]
约20个月前,新冠病毒开始席卷印度尼西亚,造成疫病时,许多教会不知如何进行崇拜、团契、小组和关怀活动才好。教会仿佛对自己的身份特征茫然了。为克服这窘境,教会将所有的实体活动改为线上或网上进行,让信徒依然能够参与,教会的身份特征依旧存在可见。然而,有活动进行是表现教会身份特征的最佳方式吗?教会的身份特征是否取决于进行许多教会活动并且成功?请注意使徒保罗就自己在基督里的身份特征说了什么,特别是在《腓立比书》里说的。
使徒保罗写《腓立比书》时,已识基督约30年了。当时,他被囚禁在牢房里,处境窘迫。然而,对自己的身份特征并不困惑。他明确地说:“(使)我认识基督”(3:10上)。就是对基督的认识塑造了他的灵命。他视以往所得成就为粪土(3:7-9)。他的身份特征不基于宗教活动的成就或出身背景,而是基于对救主,即为他死而复活的主耶稣基督的认识。就是这种认识使他渴慕经历基督复活的大能,并通过基督的死,活得越像基督。
正如使徒保罗追求对基督的认识,作为今代主教会的信徒的我们也要与使徒保罗同。这种认识能打造我们的身份特征,成为经历基督复活大能的人,并在祂的死中被塑造得越来越像祂一样。这种身份特征不炫耀个人的成就,而是向人介绍基督,说明祂为我们做了何事。通过塑造信徒变得越来越像基督,向失丧的灵魂展现基督复活大能的教会活动,我们能拥有这种身份特征。您的生命是否越来越像基督了?通过您,基督更广为人所识吗?[Misael Prawira传道/张翼啸]
Ketika pandemi mulai melanda Indonesia sekitar 20 bulan yang lalu, banyak gereja kebingungan, baik bingung tentang cara melakukan ibadah maupun bingung tentang cara melakukan persekutuan, kelompok kecil, dan pemerhatian. Gereja seperti kebingungan terhadap identitas-nya. Salah satu cara yang akhirnya ditempuh gereja untuk mengatasi kebingungan adalah dengan memindahkan seluruh kegiatan gerejawi dari kegiatan fisik menjadi daring, sehingga anggota jemaat tetap dapat mengikuti berbagai kegiatan gereja. Semua ini dilakukan dengan maksud agar identitas gereja tetap terlihat. Namun, apakah kegiatan adalah cara terbaik untuk menyajikan identitas gereja? Apakah identitas gereja ditentukan oleh banyaknya kegiatan gerejawi serta suksesnya kegiatan tersebut? Perhatikanlah apa yang dikemukakan Rasul Paulus mengenai identitasnya di dalam Kristus, khususnya melalui surat Filipi.
Saat menulis surat Filipi, Rasul Paulus sudah mengenal Kristus sekitar 30 tahun. Saat itu, ia sedang berada dalam penjara, tempat dan kondisi yang tidak membanggakan. Namun, ia tidak bingung terhadap identitasnya. Beliau berkata dengan penuh keyakinan, “Yang kukehen-daki ialah mengenal Dia.” (3:10a). Pengenalan akan Kristus itulah yang membentuk kerohaniannya. Ia menganggap semua prestasi yang pernah ia capai sebagai sampah (3:7-9). Identitasnya tidak dilandasi oleh prestasi kegiatan keagamaan maupun latar belakang keluarga, melainkan oleh pengenalan akan Juru Selamatnya, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang sudah mati dan bangkit baginya. Pengenalan itulah yang membuat ia rindu untuk mengalami kuasa kebangkitan Kristus dan makin serupa dengan Kristus melalui kematian Kristus.
Sebagaimana Rasul Paulus menghendaki pengenalan akan Kristus, marilah kita—sebagai gereja Tuhan masa kini—juga menghendaki hal yang sama. Pengenalan itu akan membentuk identitas kita sebagai orang yang mengalami kuasa kebangkitan Kristus dan dibentuk menjadi makin serupa dengan Dia di dalam kematian-Nya. Identitas itu tidak mema-merkan prestasi kita, tetapi memperkenalkan Kristus dan apa yang sudah Ia lakukan bagi kita. Identitas itu terwujud melalui kegiatan gerejawi yang membentuk anggota jemaat menjadi makin serupa dengan Kristus serta memperlihatkan kuasa kebangkitan Kristus kepada jiwa-jiwa yang terhilang. Apakah kehidupan Anda makin menyerupai Kristus dan mem-buat Kristus makin dikenal melalui diri Anda? [MP]
对许多人,包括教会而言,新冠疫情时期常会成为增加知名度和成功的良机。谷歌(闻名于世的搜索引擎之一)对印度尼西亚2020年潮流趋势的调查报告显示,为数众多的人纷纷探寻创建微小中型企业、成为网路红人及品牌产品和促成产品出名的分销商的诸般方式,总之,人人都想成为受欢迎、成功的达人,以为如此才不枉此生。然而,假如借镜于以利亚的事迹,我们会得出不同的结论。
不可否认,以利亚经过一场惊心动魄的大比拼后,才成功击败了450个巴力的先知。当时“耶和华降下火来,烧尽燔祭、木柴、石头、尘土,又烧干沟里的水。”(18:38)。照理,以利亚应为此大胜而洋洋自得才对,但耶洗别在19:2里咬牙切齿说的狠话却使以利亚听后惊恐万状,拔腿便逃。这可证明成功未必能使人此生满足。在此,我们必须注意的不只是以利亚的成功和惧怕,更要看主如何通过火、地震和烈风这些大而可畏的现象彰显自己,也在默然无声中让人感觉到祂的临格。
通过“微小的声音”(19:12)主与以利亚相会并确认祂对以利亚的呼召。主默然无声地工作,以利亚不知主在以色列留下了7000人。他们是“未曾向巴力屈膝的,未曾与巴力亲嘴的”(19:18)。这7000名对主忠心到底的信徒的存在并非旁人的伟大作为,而是主默然无声眷顾的产物。在疫情中存在的教会只要真心寻求、了解并遵行主的旨意,也定能实现此事。主的教会啊,不能随世界的潮流走,实行主的旨意,进行改革吧。愿主添加力量给我们,让我们不以世界的方式,而用主的方式,进行祂已准备好的圣工。[Misael Prawira 传道/张翼啸]
From the publisher's feed