
Sign up to save your podcasts
Or


Percaya itu harus dibuktikan dengan tindakan. Bila anak kita berkata bahwa ia memercayai kita, hal itu masih harus diuji. Akan tetapi, bila dia berani melompat ke dalam air dari pinggir kolam renang ke arah pelukan kita, padahal dia belum mahir berenang, hal itu membuktikan bahwa ia memercayai kita. Ia berani melompat karena ia yakin bahwa kita pasti akan melindungi dia dan tidak akan membiarkan dia tengge-lam. Dalam bacaan Alkitab hari ini, tindakan Nabi Yeremia memperlihat-kan kepercayaannya kepada Tuhan dan firman-Nya.
Saat itu, Yerusalem sedang di ambang kehancuran. Tentara Babel telah mengepung kota Yerusalem (32:2). Kekalahan sudah dekat dan tidak terhindarkan, seperti yang telah difirmankan Tuhan. Namun, Tuhan justru memerintahkan Nabi Yeremia untuk membeli sebidang tanah di kampung halamannya. Nabi Yeremia patuh sepenuhnya. Di mata manusia, perintah ini tidak masuk akal karena kemungkinan, tanah yang dibeli pada situasi dan kondisi seperti itu tidak akan bisa dinikmati. Tanah tersebut pasti akan dirampas oleh Raja Nebukadnezar. Membeli tanah pada masa itu merupakan tindakan membuang uang. Terlihat adanya keraguan kepada Tuhan dalam doa Nabi Yeremia. Dia mengakui semua yang dia ketahui tentang Tuhan, yakni Kuasa-Nya, karakter-Nya, pengetahuan-Nya, kesetiaan-Nya, namun akhir doa menunjukkan keraguannya sendiri (32:25). Mengapa Tuhan meminta dia untuk membeli sebuah ladang di tempat yang akan segera diambil alih dan dihancurkan oleh musuh?
Tuhan menjawab Nabi Yeremia, “Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku?” (32:27). Tuhan memberi tanggapan terhadap Nabi Yeremia dalam ayat 36-44. Dari sudut pandang kita, kehancuran Yerusalem sudah dekat dan kemerdekaan bangsa Yehuda akan hilang. Akan tetapi, Tuhan memiliki rencana lain, yaitu mengembalikan orang-orang buangan, memulihkan kemakmuran mereka, dan mengikat perjanjian kekal dengan mereka (32:40). Menurut pemahaman akal, masa depan tampak suram. Akan tetapi, seperti pengakuan Nabi Yeremia sebelumnya—dan kemudian Tuhan mengulangi—tidak ada yang sulit bagi Tuhan (32:17,27). Percayakah Anda bahwa tidak ada yang sulit bagi Tuhan? Apakah Anda bisa mengungkapkan kepercayaan Anda terhadap kemampuan Tuhan? [J]
立约是为了要遵守。人会疏忽遵守诺言,但上帝不曾疏忽。从以前、现在,甚至到永远,上帝永远忠于祂向祂子民所立的约。上帝并没有因为以色列民的反叛而断了祂与他们之间的约。祂反而主动的更新在西奈山所立的约——要求遵守律法为标志——因祂的子民已经违反因而另立的新约(31:31-34)。祂充满慈爱的特性是基于祂与祂子民所立的约(31:3)。虽然以色列民反叛和离开上帝,但祂有所行动的复兴和更新祂的子民(31:4-6)。
新约的内容与旧约一样,就是上帝要作他们的主,他们要作祂的子民(31:33下)。立新约并非是旧约有缺陷,而是因为祂的子民不能遵守旧约。这种无能的问题存在人的内心。因此,这种的更新在于立约的书写媒体。在西奈山所立的约,上帝将约写在两块石版上,以致成为仪文法版(31:32),就是上帝的律法。在新约时,上帝将约写在祂子民的心上(31:33上)。上帝知道人心是万恶和污秽之根(参阅《马太福音》15:18-19)。倘若一个人的心没有改变,那人一生中会继续的犯罪和反抗上帝。
两千年前,主耶稣藉着祂的生、死和复活(参阅《路加福音》22:20),并在五旬节藉着圣灵的降临成就了新约。上帝藉着主耶稣招呼我们,主耶稣救赎我们并洁净我们脱离罪恶,而圣灵保守我们的心,能够立定心志,真正的依靠和认识上帝。我们不再活在罪恶的阴影之下,而是活在上帝恩典的覆庇之中。在基督里,我们有能力遵守上帝的话,以致我们能够过着作为祂子民的生活。在基督里,我们成为新约的仆人(《哥林多后书》3)。感谢主!上帝没有弃了祂的约!你要做什么来表达你对祂的感恩呢?[许哈娜传道/陈巧云]
Janji dibuat untuk ditepati. Manusia bisa lalai menepati janji, tetapi Tuhan tidak. Dari dulu, sekarang, bahkan sampai selamanya, Allah itu setia terhadap perjanjian-Nya dengan umat-Nya. Allah tidak memutus-kan perjanjian-Nya dengan bangsa Israel sebagai akibat pemberontakan mereka. Namun, Ia justru berinisiatif membarui perjanjian Sinai—yang ditandai tuntutan ketaatan terhadap hukum Taurat—yang telah dilanggar oleh umat-Nya dengan perjanjian yang baru (31:31-34). Karakter Allah yang penuh kasih karunia mendasari perjanjian-Nya dengan umat-Nya (31:3). Meskipun orang Israel memberontak dan meninggalkan Tuhan, Ia akan bertindak untuk memulihkan dan membarui umat-Nya (31:4-6).
Isi perjanjian yang baru sama dengan perjanjian yang lama, yaitu bahwa Tuhan akan menjadi Allah bagi orang Israel dan mereka akan menjadi umat-Nya (31:33b). Perjanjian yang baru ini diadakan bukan karena perjanjian yang lama cacat, tetapi karena umat-Nya tidak mampu menaati perjanjian yang lama. Masalah ketidakmampuan ini terletak dalam hati manusia. Oleh karena itu, pembaruan itu terletak pada media penulisan perjanjian. Pada perjanjian Sinai, janji Allah ditulis pada dua loh batu sehingga menjadi hukum tertulis (31:32), yaitu hukum Taurat. Pada perjanjian yang baru, Allah menuliskan janji-Nya langsung di hati umat-Nya (31:33a). Allah tahu bahwa hati adalah sumber segala perbuatan dosa dan kenajisan (bandingkan dengan Matius 15:18-19). Jika hati seseorang tidak diubahkan, orang itu akan tetap berkanjang dalam dosa dan melawan Allah sepanjang hidupnya.
Dua ribu tahun yang lalu, perjanjian yang baru digenapi dalam diri Tuhan Yesus melalui kelahiran, kematian, dan kebangkitan-Nya (ban-dingkan dengan Lukas 22:20), serta melalui turunnya Roh Kudus di hari Pentakosta. Allah menyapa hidup kita melalui Tuhan Yesus yang telah menebus dan menyucikan kita dari dosa, sedangkan Roh Kudus menjaga hati kita untuk tetap setia dan mengenal Allah dengan benar. Hidup kita tidak lagi berada di bawah bayang-bayang dosa, melainkan dalam ling-kup anugerah Allah. Di dalam Kristus, kita dimampukan untuk menaati firman-Nya, sehingga kita bisa hidup sebagai umat-Nya. Di dalam Kristus, kita dijadikan sebagai pelayan dari perjanjian yang baru (2 Korin-tus 3). Syukurlah! Tuhan tidak meninggalkan perjanjian-Nya! Apa yang Anda lakukan untuk mengungkapkan rasa syukur Anda kepada-Nya? [J]
Yeremia pasal 30 berisi janji pemulihan dari Tuhan bagi bangsa Yehuda, yang diberikan setelah pesan penghakiman yang panjang. Nabi Yeremia diperintahkan oleh Tuhan untuk menuliskan kata-kata penghiburan kepada orang-orang Yehuda.
Pemulihan seperti apa yang dimaksud oleh Tuhan? Pemulihan berarti bahwa kuk penindasan terhadap umat Tuhan akan dipatahkan. Orang Yehuda tidak akan diperbudak lagi dan si penindas akan dihukum Tuhan. Umat Tuhan akan dikembalikan ke tanah yang sebelumnya telah dijanjikan Allah kepada Abraham. Dengan kembalinya bangsa Yehuda ke Tanah Perjanjian, Tuhan berjanji untuk mengganti rasa sakit dan ketakutan dengan kedamaian dan keamanan. Umat Yehuda akan membangun kembali tanah mereka dan Tuhan akan memulihkan kota mereka. Apa yang tampak seperti luka yang tidak bisa disembuhkan ternyata bisa disembuhkan oleh Tuhan. Pada gilirannya, akan ada nyanyian syukur dan suara sukaria (30:19). Pengalaman tidak enak yang pernah mereka alami akan diganti dengan keadaan baik yang Tuhan sediakan bagi mereka.
Janji Tuhan dalam bacaan Alkitab hari ini membicarakan tentang pembaruan hubungan antara Tuhan dengan umat-Nya. Tuhan akan menyertai dan menyelamatkan umat-Nya (30:11). Pesan Nabi Yeremia mengungkapkan bahwa alih-alih melayani penguasa asing, umat Tuhan akan melayani Tuhan (30:9). Pemimpin mereka akan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan (30:21), sehingga “Kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu” (30:22). Inti pembaruan yang dilakukan Tuhan adalah bahwa Tuhan akan hadir di tengah-tengah mereka dan bahwa hubungan yang benar antara umat Allah dengan Allah akan dipulihkan kembali.
Tuhan memerintahkan Nabi Yeremia untuk menuliskan pesan-pesan-Nya kepada umat Tuhan agar umat-Nya dapat kembali menjalin hubungan yang benar dengan Tuhan. Tuhan menjanjikan penghiburan kepada mereka. Kita bisa melakukan hal yang sama untuk mengingatkan diri kita sendiri tentang kesetiaan Tuhan. Dari semua ayat dalam pasal 30 ini, ayat mana yang telah menghibur dan menguatkan iman Anda? Apakah Anda meyakini bahwa Tuhan berbicara kepada Anda melalui firman-Nya yang kekal? [J]
耶利米书30章记载上帝复兴犹大的应许,这是在漫长的审判信息之后所赐予的。上帝吩咐耶利米先知向犹太人写下安慰 的话。
上帝所谓的复兴是怎样的呢?复兴意味着上帝将折断祂子民颈项上的轭。犹太人不再作奴仆,欺压他们的将受到上帝的惩罚。上帝的子民将归回上帝向亚伯拉罕所应许之地。犹大归回应许之地之后,上帝应许将赐平靖安逸来代替他们的痛苦和惧怕。犹大子民将重建故土,上帝也将复兴他们的城市。任何看似无法医治的伤口,上帝都能治愈。到头来,必有感谢和欢乐的声音(30:19)。他们之前曾遭遇的一切不好经历,将被上帝为他们预备的美好境况所取代。
在本日经文中,上帝的应许是关于更新上帝与祂子民之间的关系。上帝要与祂的子民同在,要拯救他们(30:11)。耶利米先知的信息表明,上帝的子民要事奉上帝,而不是服事外邦的掌权者(30:9)。他们的领袖将与上帝拥有亲密的关系(30:21),以致“你们要作我的子民,我要作你们的上帝”(30:22)。上帝的更新本质就是上帝在他们当中,上帝子民与上帝的真实关系将重新得 复兴。
上帝吩咐耶利米先知记载祂的命令,好让祂的子民能够重新与祂建立真正的关系。上帝应许要安慰他们。我们也能做同样的事来提醒自己关于上帝的信实。在这30章中的每节经文,哪一节已经安慰你并坚固你的信心?你是否相信上帝藉着祂的永恒之道在对你说话?[许哈娜传道/陈巧云]
公元前594年,巴比伦国内的骚乱使巴比伦王国统治下的国家向尼布甲尼撒王报告,并强调要效忠尼布甲尼撒王。西底家王也做了同样的事。因此,他差沙番的儿子以利亚萨和希勒家的儿子基玛利去见尼布甲尼撒王(29:3)。当他二人要出发前,先知耶利米托他们将信给在那里的犹太人。
耶利米先知的信当然是上帝的嘱咐(29:4)。这个嘱咐是对第一批被尼布甲尼撒王掳掠的犹太人说的。圣经告诉我们,当时在巴比伦的假先知预言说上帝的惩罚只会持续很短的时间。犹太人当然都喜欢这样的预言,但上帝的嘱咐却不一样。可能,在被掳之地的犹太人读了耶利米先知的嘱咐时非常的吃惊,他叫他们盖造房屋、栽种田园、娶妻生儿女、为儿女娶妻嫁人,生养众多,并为他们的城求平安(29:5-7)。不是诅咒巴比伦人,而是为那城祷告和求平安。他们在被掳之地将持续几代,以致他们必须盖造房屋住在其中。
即使如此,耶利米先知的信中也包含着非常振奋人心的信息。在一段时间后,他们的命运将会改变。他们专心的悔改和寻求上帝,上帝就成就祂的应许,使他们归回他们的地方。即使他们当时的情形仿佛很暗淡和绝望,上帝却没有忘记祂向他们所怀的长远计划,就是赐平安和末后有指望的意念(29:11)。本日经文教导我们,即使在生活困难中,我们还是相信上帝掌管一切,祂不会忘记祂恩慈的计划,并赐予我们盼望。你是否有朋友已经失去盼望,并需要提醒他关于在主里的盼望?[许哈娜传道/陈巧云]
Pada tahun 594 BC, kerusuhan di internal bangsa Babel membuat negara-negara di bawah kekuasaan Kerajaan Babel melapor ke Raja Nebukadnezar dan menegaskan kembali kesetiaan mereka kepada Raja Nebukadnezar. Hal yang sama juga berlaku untuk Raja Zedekia. Oleh Karena itu, ia mengutus Elasa bin Safan dan Gemarya bin Hilkia kepada Raja Nebukadnezar (29:3). Saat mereka berdua hendak berangkat ke Babel, Nabi Yeremia menitipkan surat untuk diberikan kepada orang-orang Yehuda di sana.
Surat Nabi Yeremia tentu saja merupakan pesan Tuhan (29:4). Pesan tersebut ditujukan kepada rakyat Yehuda yang ditawan oleh Raja Nebukadnezar pada gelombang pertama. Alkitab memberi tahu bahwa saat itu, nabi-nabi palsu di negeri Babel menubuatkan bahwa hukuman Tuhan hanya akan berlangsung dalam rentang waktu singkat. Nubuat seperti itu tentu disukai orang-orang Yehuda, sedangkan pesan Tuhan berbeda. Mungkin, orang-orang Yehuda di tempat pembuangan itu terkejut saat membaca saran Nabi Yeremia agar mereka membangun rumah, berkebun, menikah, memiliki anak-anak, menikahkan anak-anak mereka agar mereka memiliki cucu, serta mengusahakan kesejahteraan mereka dan kota mereka (29:5-7). Alih-alih mengutuki orang Babel, mereka harus berdoa untuk perdamaian dan kemakmuran bersama. Pengasingan mereka akan berlangsung selama beberapa generasi, sehingga mereka harus membangun rumah untuk didiami.
Sekalipun demikian, surat Nabi Yeremia juga mengandung pesan yang sangat membesarkan hati mereka. Setelah jangka waktu tertentu, nasib mereka akan berubah. Pertobatan dan pencarian sepenuh hati kepada Tuhan membuat Tuhan memenuhi janji untuk mengembalikan mereka ke tanah air mereka. Meskipun situasi mereka saat itu mungkin terasa suram dan putus asa, Tuhan tidak melupakan rencana jangka panjang-Nya bagi mereka, yaitu memberikan damai sejahtera dan memberikan hari depan yang penuh harapan (29:11). Bacaan hari ini mengajar kita bahwa meskipun keadaan hidup kita sulit, kita masih dapat percaya bahwa Tuhan adalah Pemegang kendali dan Ia tidak melupakan rencana-Nya yang murah hati, dan memberikan harapan kepada kita. Apakah ada teman Anda yang telah kehilangan pengharapan dan perlu diingatkan tentang pengharapan yang ada di dalam Tuhan? [J]
Hananya bin Azur dari Gibeon di daerah Benyamin berbicara kepada Nabi Yeremia di halaman Bait Suci, di hadapan para imam dan massa yang berkumpul di sana. Ironisnya, pada zaman Yosua, orang-orang Gibeon telah menipu bangsa Israel. Sekarang, Hananya yang berasal dari daerah Gibeon juga mencoba menipu orang-orang Israel.
Nabi Yeremia telah menubuatkan bahwa penawanan terhadap orang Yehuda akan berlangsung tujuh puluh tahun (25:11), sedangkan Hananya menubuatkan bahwa dalam waktu dua tahun, Tuhan akan mengembalikan segala perkakas rumah Tuhan yang telah diambil oleh Raja Nebukadnezar. Hananya—yang namanya berarti “Yahweh telah bermurah hati”—mengumumkan sebuah pesan bahwa Tuhan akan bermurah hati kepada orang-orang Yehuda. Saat itu, nubuat Hananya tampak masuk akal. Pada sekitar 594/593 BC, Raja Nebukadnezar dikalahkan dalam pertempuran melawan bangsa Mesir, sehingga tentara Babel belum menyerang Kerajaan Yehuda. Saat itu, tersebar desas-desus bahwa kekuatan tentara Babel telah melemah. Nabi Yeremia menanggapi nubuat Hananya dengan berkata bahwa semoga Tuhan berbuat seperti apa yang dinubuatkan oleh Hananya (28:6). Nabi Yeremia telah diperintahkan oleh Tuhan untuk menggantungkan sebuah gandar di tengkuknya sebagai simbol penindasan oleh bangsa Babel (27:1-8). Akan tetapi, untuk meyakinkan orang banyak, Hananya mengambil gandar itu, lalu mematahkannya (28:10). Perbuatan ini memvisualisasikan nubuatan bahwa Tuhan akan mematahkan kuk Raja Nebukadnezar dari tengkuk segala bangsa dalam dua tahun itu.
Nabi Yeremia adalah seorang hamba Tuhan. Dia tahu bahwa pendapatnya tidak boleh didasarkan pada keinginannya, melainkan harus didasarkan pada kehendak Tuhan. Nabi Yeremia mengingatkan bahwa nabi-nabi sebelum dia telah menubuatkan berbagai bencana dan hal itu digenapi. Bila nubuat tentang damai sejahtera itu tergenapi, barulah terbukti bahwa Hananya adalah utusan Tuhan. Pada akhirnya, terbukti bahwa Tuhan tidak berbicara melalui Nabi Hananya. Dua bulan setelah itu Tuhan membinasakan Hananya. Nabi Yeremia mengevaluasi pesan Nabi Hananya berdasarkan firman yang keluar dari mulut Tuhan. Apakah Anda seperti Nabi Yeremia, yaitu mengevaluasi suatu ajaran berdasarkan apa yang telah Tuhan ungkapkan dalam firman-Nya? [J]H
基遍人押朔的儿子哈拿尼雅在便雅悯一带,在上帝的殿中当着祭司和众民对耶利米先知说话。讽刺的是,在约书亚时代,基遍人已经欺骗以色列民。现在,基遍人哈拿尼雅也试图欺骗以色列人。
耶利米先知已经预言被掳的犹太人要服事巴比伦王七十年(25:11)。而哈拿尼雅却预言在二年之内,上帝要将一切巴比伦王尼布甲尼撒所掠的器皿带回去。哈拿尼雅——其名意为“耶和华已施怜悯”——宣告说上帝要向犹太人施怜悯。当时,哈拿尼雅的预言看似有理。大约在公元前594/593年,尼布甲尼撒王在与埃及人的争战中被击败,以致巴比伦军队尚未入侵犹大王国。当时有谣言说巴比伦的军事能力已经弱了。耶利米先知回应哈拿尼雅的预言说,愿耶和华成就哈拿尼雅所预言的话(28:6)。上帝的话临到耶利米先知说,要将轭加在自己的颈项上,作为被巴比伦压迫的象征(27:1-8)。但是,为了说服众人,哈拿尼雅将耶利米颈项上的轭取下了,折断了(28:10)。这个行动形象化了他的预言,即上帝在二年之内要将尼布甲尼撒王加在所有人颈项上的轭折断。
耶利米先知是上帝的仆人。他知道自己的意见不应该基于自己的意愿,乃基于上帝的旨意。耶利米先知提醒说,在他之前的先知们已经预言种种的灾难,而也已经成就了。到最后,已经证明上帝没有对哈拿尼雅先知说话。两个月后,上帝叫哈拿尼雅去世。耶利米先知基于上帝的口所出的话来评估哈拿尼雅的话。你是否也像耶利米先知一样,就是根据上帝的话语所揭示的真理来评估某个教义?[许哈娜传道/陈巧云]
一般上,被掳掠的国家领袖都想要对抗入侵者。这就是西底家王的挣扎!假先知们激励西底家王,叫他不要向巴比伦王屈服(27:9,14)。此外,假先知们也安抚犹大人,向他们预言说犹太人必从巴比伦被掳之地释放出来。但是,耶利米先知向他们传达的信息却与假先知们所讲的大不相同。他照着上帝的命令说西底家王必要服事尼布甲尼撒王。
上帝的命令不仅是对犹太人说的,也是对周围的列国说的。拒绝尼布甲尼撒王统治的人将遭受灾难,但臣服在尼布甲尼撒王统治下的人就能够居留在他们的地上。上帝为什么要这样做呢?巴比伦人岂非是上帝子民和列国的残酷敌人吗?
答案是因为上帝是自主和有权柄的。没有什么是在上帝的知识或掌控之外的。27:5说上帝是创造一切的主,看谁相宜就给谁。27:6说上帝要将犹太人交给尼布甲尼撒王的手。田野和走兽也给他使用。尼布甲尼撒王不是一个可以自由行动的统治者,但被描绘是上帝的仆人。按照上帝的律例,巴比伦将持续一连几代的掌权,随后就会被其他权力制服。一切发生在犹太人身上的,无论多艰难,都在上帝的掌控之中。
本日经文的总结是,顺服巴比伦意味着顺服上帝,祂使掳掠犹大的巴比伦得复兴,到最后巴比伦将被毁。上帝通过耶利米先知所传的话,激励我们要相信上帝的计划和掌权,包括当我们面对巨大的困难时。你是否相信当今世界各国的领袖都在上帝的手中?[许哈娜传道/陈巧云]
From the publisher's feed