Sinode Gereja Kristus Yesus

Sinode Gereja Kristus Yesus

By Sinode Gereja Kristus YesusReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Sinode Gereja Kristus Yesus episodes

  • 20 September 2021 - "KEPUTUSAN PENGHAKIMAN TUHAN"

    Bacaan Alkitab hari ini membahas tahap akhir keputusan penghakim-an Tuhan terhadap kerajaan Yehuda, yaitu ketetapan untuk meng-akhiri Dinasti Daud. Bagi rakyat Yehuda masa itu, keputusan ini merupa-kan kejutan yang tidak disangka-sangka karena dua alasan: Pertama, ketetapan tersebut berarti bahwa Allah telah membatalkan secara resmi Kovenan atau Perjanjian yang disepakati bersama antara Allah dengan Abraham (Kejadian 15:18). Tentu saja, keputusan Tuhan ini tidak diambil secara sepihak karena justru orang Israel sendiri yang telah lebih dahulu melanggar Perjanjian itu. Kedua, melalui keputusan itu, Allah sekaligus juga membiarkan bangsa Yehuda terusir dari Tanah Perjanjian—yaitu tanah yang dijanjikan Allah sendiri kepada Abraham (Kejadian 13:15). Sungguh, keputusan tersebut merupakan suatu kejutan yang tidak pernah disangka-sangka, karena selama ini, orang Israel meyakini bahwa meskipun mereka sering kali melanggar perintah Allah, Allah pasti akan tetap menerima mereka.

    Mengapa Allah bisa bertindak demikian? Ada dua alasan yang kita dapat dari bacaan Alkitab hari ini: Pertama, Allah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman karena masih ada penyembahan kepada ilah lain yang membuat Allah murka (Yeremia 22:9). Kedua, Allah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman karena masih ada ketidakadilan di negeri itu (21:12-14). Hal ini berarti bahwa bagi Allah, dosa bangsa ini mencakup dua aspek, yaitu aspek penyembahan yang merupakan aspek vertikal, dan aspek ketidakadilan yang merupakan aspek horizontal. Yang lebih memperparah kondisi itu adalah kekerasan hati umat Yehuda yang tetap tidak mau bertobat sampai di saat-saat terakhir. Sejarah mencatat bahwa nubuat keras terakhir tentang penghukuman itu pun tidak mampu mengetuk hati mereka yang telah mengeras, sehingga terjadilah tragedi besar yang akan kita baca di bacaan Alkitab selanjutnya

    Allah sangat jarang menghukum dosa seseorang secara langsung. Umumnya, hukuman dijatuhkan bila orang itu mengeraskan hati dengan tidak mau bertobat. Dalam hal bangsa Israel, hukuman baru dijatuhkan setelah Nabi Yeremia berulang kali memberitakan nubuat yang bernada keras. Hal ini mengajar kita untuk senantiasa siap mendengar firman Tuhan dan segera bertobat sebelum hukuman dijatuhkan. Bersediakah Anda untuk segera bertobat bila Anda jatuh ke dalam dosa? [J]

    10 min
  • 九月十九日 - 上帝的爱和公义

    今天的经文进入了犹大人历史的高潮阶段,上帝对那些不悔改和硬心的惩罚临近。第20章以关于祭司音麦的儿子巴施户珥,圣殿的总管的行为开头,他不仅没有在悔改方面树立榜样,而且还打先知耶利米,让他闭嘴。更严重的是,事实证明巴施户珥这样做并不是自己的想法,而是西底家王的命令。在第20章折磨先知耶利米之后,巴施户珥在第21章再次被打发去请求上帝帮助对付尼布甲尼撒王。诚然,巴施户珥和西底家王的行为是一种无耻无知的态度,也显示了当时耶利米所面对的人的性格!

    先知耶利米如何回应上述情况?作为一个普通人,先知耶利米当然感到沮丧。20:7-8很清楚地描述了先知耶利米的内心情绪。上帝如何回应上述事件?第一、上帝坚固先知耶利米,使他坚定不移(20:9-13)。上帝不仅是差遣人的主人,也是安慰的同伴!第二、上帝宣布巴施户珥和一切住在他家中的人都必被掳去并死在巴比伦(20:6)。西底家王也将被交在巴比伦王尼布甲尼撒的手中。(21:7)。《列王记下》25:7描述了西底家王将亲眼看到他的众子被杀死。之后他们剜了西底家王的眼睛,并带他到巴比伦去。很明显,上帝为正义的先知耶利米辩护并惩罚了那些犯罪的人——祭司巴施户珥和犹大王——西底家。

    上帝是一位好父亲,也是一位公正的法官。对于那些想要悔改的人,祂有一颗充满怜悯和宽恕的心,但祂的心却对顽固的罪人感到愤怒。你是否认识有爱也会发怒的上帝?你有没有意识到,即使上帝充满爱,祂也一定会惩罚那些继续犯罪的人?[许哈娜传道/林玉琴]

    7 min
  • 19 September 2021 - "KASIH DAN KEADILAN ALLAH"

    Bacaan Alkitab hari ini memasuki fase klimaks dari sejarah umat Yehuda, dengan makin dekatnya pelaksanaan hukuman Tuhan atas dosa dan kekerasan hati mereka yang tidak mau bertobat. Pasal 20 ini dimulai dengan catatan tentang tindakan Imam Kepala Bait Allah—Pasyhur bin Imer—yang bukan hanya tidak menjadi contoh dalam hal pertobatan, melainkan dia malah menghajar Nabi Yeremia dengan maksud membungkam sang nabi. Yang lebih keterlaluan, ternyata Pashyur melakukan hal itu bukan atas inisiatif pribadi, tetapi karena diperintah oleh Raja Zedekia. Setelah menyiksa Nabi Yeremia di pasal 20, Pashyur kembali diutus di pasal 21, kali ini untuk memohon bantuan Tuhan dalam menghadapi Raja Nebukadnezar. Sungguh, kelakuan Pasyhur dan Raja Zedekia itu merupakan sikap yang tidak tahu malu dan tidak tahu diri, sekaligus memperlihatkan karakter orang-orang yang dihadapi Nabi Yeremia kala itu!

    Bagaimana respons Nabi Yeremia saat menghadapi kondisi di atas? Sebagai manusia biasa, tentu saja Nabi Yeremia merasa tertekan dan frustrasi. Pasal 20:7-8 dengan jelas menggambarkan suasana batin Nabi Yeremia. Bagaimana Allah merespons peristiwa di atas? Pertama, Allah menguatkan Nabi Yeremia agar tabah dan sanggup berdiri teguh (20:9-13). Tuhan bukan hanya Sang Tuan yang mengutus, tetapi juga Rekan yang menghibur! Kedua, Tuhan dengan tegas mengumumkan bahwa Pasyhur dan seluruh keluarganya akan ditawan dan mati di Babel (20:6). Raja Zedekia juga akan diserahkan ke dalam tangan Raja Nebukadnezar, raja Babel. (21:7). 2 Raja-raja 25:7 memberi penjelasan bahwa Zedekia akan dipaksa melihat anak-anaknya di sembelih di depan matanya. Kemudian, mata Zedekia dibutakan, lalu dia dibuang ke Babel. Jelas bahwa Tuhan membela Nabi Yeremia yang merupakan orang benar serta menghukum orang yang berbuat tidak benar, yaitu Pasyhur—sang imam kepala, serta Zedekia—sang raja Yehuda.

    Allah adalah Bapa yang baik, sekaligus Hakim yang adil. Ia memiliki hati yang penuh belas kasihan dan pengampunan terhadap orang yang mau bertobat, tetapi hati-Nya geram terhadap orang berdosa yang mengeraskan hati. Apakah Anda mengenal Allah secara seimbang? Sadarkah Anda bahwa walaupun Allah itu penuh kasih, Ia pasti menghukum orang yang terus-menerus berbuat dosa! [J]

    9 min
  • 九月十八日- 破碎

    在吩咐耶利米先知去窑匠的家里,看如何将一个破碎的器皿修成一个新的完美器皿之后(第18章),上帝吩咐耶利米先知买窑匠的瓦瓶(19:1)让他在欣嫩子谷的陀斐特、即祭祀山上的丘坛打碎。在那里以色列人犯了属灵的奸淫就是向素不认识的别神烧香,甚至焚烧自己的儿子作为燔祭献给巴力和魔洛(19:4-5)。上帝选择在欣嫩子谷陀斐特打碎瓦瓶的地方——作为上帝惩罚犹大人民的象征——并非巧合的,而是因为他们在那里犯了属灵的奸淫,使上帝惩罚他们的主要原因。

    打碎瓦瓶的事情含了一些意义:第一、上帝要告诉他们,罪的惩罚不仅仅是虚张声势!罪必受惩罚,而且罪的惩罚是很可怕的!第二、上帝表明他与以色列人的约破碎了,正如瓦瓶破碎了。若上一章的器皿还能修好,那破碎的瓦瓶就无法修复了!这就是他们选择别神的结果。事件发生的地点被选为宣告上帝的圣约毁灭的地点,从而增加了上帝话语的坚定性。这是神罚真正的恐怖!

    我们可能经常听到上帝无条件地爱的教导。这个教导是没错,因为符合圣经的教导。但上帝的恩典并不意味着我们可以任意犯罪,虽然上帝的爱保证了我们的救恩。请记住,在上帝的爱中,也有上帝的主权和圣洁,这使上帝能够驱逐那些故意犯罪的子民。你是否还在硬着心,拒绝聆听和回应他悔改的呼召?[许哈娜传道/林玉琴]

    12 min
  • 18 September 2021 - "PECAH BERANTAKAN"

    Setelah memerintahkan Nabi Yeremia mengunjungi tukang periuk untuk melihat cara mendaur ulang bejana yang rusak menjadi bejana baru yang sempurna (pasal 18), Tuhan memerintahkan Nabi Yeremia untuk membeli sebuah buli-buli—sejenis guci dari tanah liat (19:1)—untuk dipecahkan di Tofet, yaitu bukit pengorbanan atau tempat penyembahan yang terletak di Lembah Ben-Hinom. Di sana, bangsa Israel melakukan perzinahan rohani dengan mempersembahkan korban kepada dewa-dewa asing, termasuk mengorbankan anak sebagai korban bakaran untuk Dewa Baal dan Dewa Molokh (19:4-5). Pemilihan Tofet di Lembah Ben-Hinom sebagai tempat memecahkan buli-buli—sebagai simbol dijatuhkannya hukuman Tuhan kepada umat Yehuda—bukanlah suatu kebetulan, melainkan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa perselingkuhan rohani yang terjadi di sana merupakan penyebab utama dijatuhkannya hukuman Tuhan.

    Ada beberapa makna khusus dari peristiwa pemecahan buli-buli tersebut: Pertama, Allah menegaskan bahwa hukuman atas dosa bukanlah gertak sambal belaka! Dosa pasti akan dihukum dan hukumannya sangatlah dahsyat! Kedua, Allah memperlihatkan bahwa perjanjian-Nya dengan Israel telah pecah berantakan seperti hancurnya buli-buli tersebut. Jika bejana tanah liat di pasal sebelumnya masih bisa didaur ulang, buli-buli yang hancur sudah tidak bisa diperbaiki lagi! Inilah konsekuensi logis dari pilihan bangsa tersebut yang telah memilih selingkuhan barunya. Lokasi tempat perselingkuhan tersebut dipilih sebagai tempat proklamasi hancurnya kovenan atau perjanjian Allah, sehingga menambah ketegasan pernyataan Allah tersebut. Inilah permulaan dari kengerian hukuman Allah yang nyata!

    Kita mungkin sering mendengar ajaran bahwa Allah mengasihi kita tanpa syarat. Tentu saja ajaran tersebut benar karena sesuai dengan pengajaran Alkitab. Akan tetapi, anugerah Allah itu tidak berarti bahwa kita boleh seenaknya berbuat dosa karena keselamatan kita telah dijamin oleh kasih Allah tersebut. Ingatlah bahwa di dalam kasih Allah terdapat juga kedaulatan dan kekudusan Allah yang membuat Allah dapat membuang umat-Nya yang sengaja berbuat dosa. Apakah Anda masih mengeraskan hati dengan menolak untuk mendengar dan merespons panggilan-Nya untuk bertobat? [J]

    8 min
  • 九月十七日 - 上帝看为宝贵

    并非所有的垃圾最终都必须进入垃圾填埋场。科技的发展使人能利用几类的废弃物进行回收,循环再生而改善人民的生活。然而,善用科技不只是这个新时代的专利而已。其实,在以色列国和犹大国的时期,就已经有非凡的回收技术,而上帝也采用之作为比方来说明祂对以色列的计划。

    在本日经文中,耶利米被上帝差派去拜访一位正在做器皿的窑匠。在那里,他看见那个窑匠将作坏了器皿的泥,重新塑造成别的形状的器皿。通过窑匠所作的,上帝要教导以色列人他们在上帝的眼中仍是宝贵的,因为他们始终是上帝的选民。只要他们愿意为自己的罪悔改,上帝就会恢复他们的状况,就如窑匠准备将破损的器皿回收成为新的器皿一样(18:4-6)。上帝赐给祂的儿女是何等奇妙的爱和恩典!然而,如果上帝的子民仍然不愿悔改的话,那么上帝就不会复兴他们,并会让他们成为外邦人的惊骇(18:10-17)。犹大人必须选择愿意悔改,还是依然顽梗刚硬。

    您现在的状况如何呢?您是否像以色列人一样陷在罪中呢?如果确实如此,请记住上帝今天的话,就是即便我们处于低谷,上帝也不会将我们视为要扔掉的垃圾。在上帝的眼中我们仍然是宝贵的,他能像窑匠一样恢复我们的状况。但是,我们自己必须愿意悔改和改变,这样我们的生命才能再次荣耀上帝,成为贵重的器皿来作上帝的工。您醒悟到您的生命中有某些部分需要上帝回收吗?您曾否将您的生命交托给那位充满慈爱的双手来重新被塑造?[许哈娜传道/林贞兰]

    9 min
  • 17 September 2021 - "BEJANA TANAH LIAT DITANGAN SANG PENJUNAN"

    Tidak semua sampah harus berakhir di tempat pembuangan akhir. Perkembangan teknologi memungkinkan manusia memanfaatkan beberapa jenis sampah untuk didaur ulang, supaya dapat dipakai lagi untuk menunjang kehidupan manusia. Akan tetapi, sebenarnya pemanfaatan teknologi tidak hanya dimonopoli oleh manusia pada zaman modern ini saja. Pada zaman Kerajaan Israel dan Yehuda pun, telah ada teknologi daur ulang yang luar biasa, yang akhirnya dipakai Tuhan sebagai ilustrasi mengenai rencana-Nya atas Israel.

    Dalam bacaan Alkitab hari ini, Yeremia diutus Tuhan untuk mengunjungi seorang tukang periuk yang sedang bekerja. Di sana, ia menyaksikan seorang tukang periuk mendaur ulang bejana tanah liat yang rusak untuk dibentuk kembali menjadi bejana dalam bentuk yang lain. Melalui pekerjaan seorang tukang periuk, Tuhan mengajarkan bahwa bangsa Israel tetap berharga di mata Tuhan, karena mereka tetap merupakan umat pilihan Tuhan. Asalkan mereka bersedia bertobat dari dosa-dosa mereka, Tuhan akan memulihkan keadaan mereka, sama seperti tukang periuk yang siap mendaur ulang bejana yang rusak menjadi bejana baru (18:4-6). Betapa luar biasa kasih dan anugerah yang Allah berikan kepada anak-anak-Nya! Namun, jika umat Allah tetap tidak mau bertobat, Tuhan tidak akan memulihkan mereka dan akan membiarkan mereka menjadi kengerian bagi bangsa-bangsa lain (18:10-17). Umat Yehuda harus memilih apakah mereka bersedia untuk bertobat atau mereka tetap bersikap keras kepala.

    Bagaimana keadaan Anda saat ini: Apakah Anda sedang terpuruk dalam dosa seperti bangsa Israel? Apabila benar demikian, ingatlah firman Tuhan hari ini, yaitu bahwa sekalipun kita sedang dalam keadaan terpuruk, Tuhan tidak memandang kita sebagai sampah yang akan dibuang. Kita tetap berharga di mata Tuhan, dan Ia mampu memulihkan kondisi kita seperti yang dilakukan oleh tukang periuk itu. Namun, dari pihak kita, harus ada kesediaan untuk bertobat dan berubah, supaya hidup kita kembali memuliakan Allah dan kita bisa dipakai untuk menjadi bejana yang mulia untuk melakukan pekerjaan Allah. Apakah Anda menyadari adanya bagian hidup Anda yang perlu didaur ulang oleh Allah? Apakah Anda pernah menyerahkan kehidupan Anda untuk dibentuk kembali oleh tangan Sang Penjunan yang penuh kasih itu? [J]

    11 min
  • 九月十六日- 敬畏上帝的心

    本日经文提出上帝要审判犹大人的两个主要原因:第一,犹大人的心是愚顽的。他们顽梗不化。他们并没有立即悔改以避免上帝的愤怒,而是依靠其他国家的帮助来寻求拯救。这似乎是指西底家王面临尼布甲尼撒王的威胁要入侵的事件(《列王记下》25章)。西底家王试图通过向外邦军队的求助来拯救自己。西底家王所表现的刚愎态度使上帝更加愤怒(25:5-6)。第二,犹大人故意忽视安息日的规定(17:21-23)。这种疏忽清楚地表明了耶路撒冷人的心,他们轻看了上帝的同在和对他们的主权!显然,以上的两个理由有力地证明犹大人的心是邪恶的。结果,先知耶利米无言以对,唯有支持上帝要严厉惩罚犹大子民的决定!

    当面对上帝严厉的审判时,先知耶利米提醒上帝的子民必须从两个选项中选其一:第一个选择是依靠上帝,或将上帝居首位并敬畏祂。第二个选择是无视上帝,随己意走自己的路。罪可以使人的心如此诡诈,逐渐变成刚硬,然后抵抗上帝的责备(17:9-10)。

    如果上帝的子民对上帝还存有敬畏之心,那么就还有悔改和恢复的希望。然而,当上帝的子民没有敬畏上帝的心时,还能从他们身上指望什么呢?犹大人被上帝所离弃岂不是罪有应得吗?犹大人的这段历史应该是今天上帝子民的一个反思:当您犯罪时,您是否感到不安呢?当您遇到困难时,您寻求上帝的帮助吗?你是否总是竭尽所能忠心地遵行上帝的旨意?您有敬畏上帝的心吗?[许哈娜传道/林贞兰]

    11 min
  • 16 September 2021 - "HATI YANG TAKUT AKAN TUHAN"

    Dalam bacaan Alkitab hari ini, dikemukakan dua alasan besar yang membuat hukuman Tuhan terhadap umat Yehuda dijatuhkan: Pertama, hati bangsa Yehuda itu degil. Mereka bersikap keras kepala. Mereka tidak segera bertobat untuk menghindari murka Tuhan, tetapi mereka malah mencari jalan selamat sendiri dengan mengandalkan pertolongan bangsa lain. Hal ini tampaknya menunjuk kepada peristiwa saat Raja Zedekia menghadapi ancaman serangan Raja Nebukadnezar (2 Raja-Raja 25). Raja Zedekia berusaha keras menyelamatkan diri dengan meminta pertolongan tentara asing. Sikap Raja Zedekia yang menunjukkan kedegilan hatinya itu membuat murka Tuhan makin besar (25:5-6). Kedua, dengan sengaja, umat Yehuda mengabaikan ketentuan atas Hari Sabat (Yeremia 17:21-23). Pengabaian ini jelas menunjukkan sikap hati penduduk Yerusalem yang meremehkan kehadiran dan kedaulatan Tuhan atas diri mereka! Kedua alasan di atas jelas merupakan bukti yang sahih terhadap kejahatan hati umat Yehuda. Akibatnya, Nabi Yeremia sudah tidak dapat berkata apa-apa lagi selain mendukung keputusan Tuhan untuk menghukum berat umat Yehuda!

    Saat berhadapan dengan vonis Tuhan yang berat, Nabi Yeremia mengingatkan bahwa umat Tuhan harus memilih satu dari antara dua pilihan: Pilihan pertama adalah mengandalkan Tuhan atau memprioritas-kan Tuhan dan menghormati Dia. Pilihan kedua adalah mengabaikan Tu-han dan mengambil jalan menurut kemauan sendiri. Dosa bisa membuat hati manusia menjadi begitu jahat, kemudian makin mengeras, dan selanjutnya menolak teguran Allah (17:9-10).

    Bila masih ada rasa takut akan Tuhan dalam hati umat Tuhan, maka masih ada harapan bagi pertobatan dan pemulihan. Akan tetapi, bila sudah tidak ada rasa takut akan Tuhan dalam hati umat Tuhan, apa lagi yang masih dapat diharapkan dari umat Tuhan yang bersikap seperti itu? Bukankah dibuang oleh Tuhan adalah kondisi yang pantas diterima oleh umat Yehuda? Riwayat umat Yehuda ini seharusnya menjadi perenungan bagi umat Tuhan masa kini: Bila Anda berbuat dosa, apakah Anda merasa gelisah? Bila Anda sedang menghadapi masalah, apakah Anda mencari pertolongan Tuhan? Apakah Anda selalu berusaha untuk setia melakukan kehendak Tuhan? Apakah Anda memiliki hati yang takut akan Tuhan? [J]

    11 min
  • 九月十五日 - 不可背弃上帝

    从这一章开始,《耶利米书》将开始进入最黑暗的时期:每一章都只讲述以色列各种各样的毁灭,不再有呼召和悔改的机会。上帝似乎允许并任凭他们遭受灭亡,由于犹大子民白白地错过了一连串悔改的机会。

    本日经文以一条非常令人惊讶的命令为开始,它同时也与上帝自己的命令互相矛盾,即“不可娶妻”的禁令(16:2)。这个命令使人感到困惑!结婚生子的命令,就是我们所称的文化使命(《创世记》1:28)岂不是从上帝而来吗?我们需要意识到,颁布这条不可娶妻的禁令有几个原因:第一,犹大子民罪恶滔天,以至于上帝不再向他们施恩(16:13)。上帝直接宣告,上帝的子民将被掳到异国——即巴比伦——在那里他们将被迫昼夜事奉别神。第二,上帝要描述犹大子民遭受的毁灭是何等可怕,甚至连最基本的社会关系——即婚姻——都会受破坏,混乱不堪。将要发生在犹大子民身上的毁灭是史无前例地可怕,会震撼他们的信心。尽管如此,非常令人惊讶的不是上帝宣布审判的来临,而是犹大子民对上帝的刑罚无动于衷。没有任何关于他们忏悔和悔改的记载。他们拒绝上帝的责备和谴责!他们轻视上帝审判的宣告,他们依然故我地照常生活。这是拥有宗教信仰的子民最高峰的假冒为善!

    您又如何呢?您的生活与您的信仰一致吗?您的事奉有意识到在您的生活中有上帝的临在吗?让我们的生活与我们口中所表达的信仰相称![许哈娜传道/林贞兰]

    8 min

About Sinode Gereja Kristus Yesus

From the publisher's feed

Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami…