SuarAkademia

SuarAkademia

By The Conversation
Download on the App Store

SuarAkademia episodes

  • Warga bersiap hadapi kenaikan harga BBM, sudah tepatkah kebijakan ini?

    Masyarakat ramai mendiskusikan kemungkinan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi September ini. Hingga artikel ini diterbitkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani enggan menjawab pertanyaan media saat ditanya mengenai isu kenaikan ini.

    Wacana kenaikan harga BBM ini tak lepas dari permasalahan subsidi bahan bakar yang kerap membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Subsidi yang mestinya untuk kelompok miskin dan rentan ini kerap salah sasaran dan justru dinikmati oleh kelompok menengah ke atas.

    Isu ini semakin mendesak akibat naiknya harga minyak dunia, imbas dari konflik Rusia dan Ukraina.

    Namun, di sisi lain, kenaikan harga BBM bisa makin mendongkrak inflasi Indonesia yang hampir menyentuh 5% akibat kenaikan harga pangan.

    Dalam episode SuarAkademia terbaru, kami berbincang dengan Teuku Riefky, peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

    Menurut Riefky, subsidi BBM memang seharusnya dialokasikan ke aktivitas ekonomi yang lebih produktif, seperti pembangunan infrastruktur atau biaya sekolah.

    Ia menekankan bahwa jika harga BBM bersubsidi dinaikkan, inflasi memang akan melonjak. Namun, seiring waktu, inflasi akan kembali melandai karena adanya penyesuaian perilaku konsumen dan tingkat upah untuk mempertahankan daya beli.

    Belum lagi, ekonomi Indonesia yang tengah menggeliat bisa mengurangi kekhawatiran terhadap dampak kenaikan BBM.

    Simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia – ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

    26 min
  • Biaya kuliah naik terus: perlunya kampus mencari model bisnis yang berkelanjutan
    CC BY

    Tren kenaikan biaya kuliah (tuition fee) di Indonesia berpotensi mengancam akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di masa depan.

    Pada akhir Juli lalu, Harian Kompas melaporkan bahwa laju kenaikan biaya kuliah per tahun – sekitar 1,3% untuk kampus negeri (PTN) dan 6,96% untuk kampus swasta (PTS) – sulit diimbangi oleh laju kenaikan pendapatan lulusan SMA (3,8%) maupun sarjana (2,7%).

    Berbagai akademisi mengatakan bahwa naiknya biaya kuliah erat kaitannya dengan meningkatnya biaya operasional yang harus dikeluarkan kampus.

    Baca juga:
    Pakar Menjawab: Kenapa biaya kuliah naik terus? Lemahnya model bisnis kampus ancam akses pendidikan tinggi di Indonesia

    Dua komponen pengeluaran kampus yang terbesar, yakni sumber daya manusia serta sarana dan prasarana, terus meningkat setiap tahunnya dan dapat mencapai sekitar 85% dari total anggaran. Sayangnya, banyak perguruan tinggi, terutama kampus swasta, masih membebankan mayoritas pendapatannya pada uang kuliah mahasiswa.

    Bagaimana sebaiknya pimpinan kampus menyikapi kenaikan biaya kuliah? Langkah-langkah seperti apa yang bisa diambil kampus untuk membuat model bisnis mereka lebih berkelanjutan?

    Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dalam episode podcast SuarAkademia kali ini, kami berbincang dengan Totok Amin Soefijanto, rekan senior dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) dan juga mantan wakil rektor Universitas Paramadina.

    Totok menjelaskan menjelaskan bagaimana kampus terlalu bergantung pada tuition fee, berbagai skema diversifikasi pendapatan yang bisa dilakukan kampus, hingga pentingnya keberpihakan beasiswa kuliah pada warga miskin.

    Simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia – ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

    23 min
  • Pentingnya pengelolaan air limbah rumah tangga di Indonesia
    Photo by : Tom Fisk (pexels)

    Air limbah rumah tangga atau domestik terbagi menjadi dua kategori: yaitu air hitam (black water) dan air kelabu (grey water).

    Air hitam adalah air buangan dari toilet (tinja dan urine) yang mengandung kandungan organik, nitrogen, dan fosfor yang tinggi. Sementara, air kelabu berasal dari dapur, kamar mandi, dan pencucian baju.

    Di Indonesia, pengelolaan air limbah belum maksimal. Proses penguraian tinja dalam tangki septik tidak optimal, sementara tidak sampai sepertiga dari total buangan air kelabu dikelola.

    Mengapa pengelolaan air limbah rumah tangga menjadi penting? Apa saja yang harus diperhatikan dalam pengelolaan air limbah rumah tangga?

    Episode SuarAkademia kali ini kami berbincang dengan Widyarani, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    Widyarani menceritakan apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengelola air limbah rumah tangga dan apa saja dampak yang terjadi apabila air limbah rumah tangga ini tidak bisa dikelola dengan baik.

    Simak episode selengkapnya hanya di SuarAkademia - ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

    22 min
  • Aksi protes pengemudi ojek online dorong kenaikan tarif: efektif atau sia-sia?

    Keluhan pengemudi ojek online seringkali tidak didengarkan oleh pihak platform penyedia jasa. Apa yang pengemudi sampaikan kerap hanya ditanggapi menggunakan algoritma aplikasi atau dialog yang nihil solusi.

    Kontrol kerja melalui algoritma dan diskusi satu arah dari pihak platform menjadi saluran bersuara yang tidak dipercaya pengemudi sehingga melahirkan berbagai aksi protes.

    Belum lama ini, Kementerian Perhubungan mengumumkan kenaikan tarif ojek online . Kenaikan tarif ini merupakan salah satu keluhan yang berulang kali disampaikan oleh para pengemudi kepada pihak platform dan pemerintah.

    Apakah aksi protes yang dilakukan menjadi satu satunya jalan efektif yang bisa ditempuh oleh para pengemudi ojek online agar keluhan mereka didengar? Mungkinkah dengan kenaikan tarif yang diumumkan pemerintah akan membuat para driver menjadi lebih nyaman bekerja sebagai mitra dalam platform ojek online?

    Episode SuarAkademia kali ini kami berbincang dengan Arif Novianto, Junior Researcher at Institute of Governance and Public Affairs dari Universitas Gadjah Mada.

    Ia menceritakan tentang bagaimana ia berkecimpung langsung untuk mendalami permasalahan ini, serta mendiskusikan sejumlah problem yang belum selesai meski pun tarif ojek online sudah dinaikkan.

    Simak episode selengkapnya hanya di SuarAkademia - ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

    33 min
  • Pernikahan beda agama: Apakah perlu diatur dalam UU Perkawinan?
    Photo by : Irina Iriser (pexels)

    Pernikahan beda agama di Indonesia sering menjadi kontroversi yang diperdebatkan oleh masyarakat lintas golongan. Banyak yang menganggap bahwa ini bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan dan merupakah pilihan personal setiap individu, namun tidak sedikit juga orang yang menganggap ini adalah perbuatan yang melanggar aturan, entah aturan negara maupun agama.

    Banyak pasangan yang memutuskan untuk menikah di luar negeri agar pernikahannya dianggap sah, lalu mencatatkannya di kantor catatan sipil di Indonesia. Ada pula yang melakukan perubahan identitas agama sementara agar pernikahan bisa tetap terselenggara.

    Apakah praktik-praktik tersebut menjadi indikasi bahwa sudah saatnya pemerintah merevisi Undang-Undang (UU) Perkawinan? Apa saja dampak yang akan terjadi apabila pemerintah gagal mengatur dengan tepat pernikahan beda agama?

    Dalam episode terbaru SuarAkademia, kami berbicara dengan Patrick Humbertus, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Surabaya.

    Ia menceritakan adanya kenaikan jumlah perkawinan beda agama dan betapa pentingnya pemerintah untuk mengubah aturan terkait pernikahan beda agama agar bisa melindungi dan memberikan rasa nyaman terhadap seluruh masyarakat.

    Simak selengkapnya hanya di SuarAkademia - ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

    26 min
  • Mengapa kontribusi laki-laki terhadap kesuksesan program KB melalui vasektomi sangat penting?
    Photo by : Agung Pandit Wiguna

    Program Keluarga Berencana yang dikenalkan sejak 1960-an berhasil menurunkan angka kematian ibu dalam waktu 50 tahun terakhir. Data ini bisa menjadi sebuah pertanda baik untuk Indonesia bisa mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.

    Namun fakta lain menemukan bahwa partisipasi laki-laki dalam program KB hanya 4,4%. Bandingkan dengan cakupan perempuan akseptor KB mencapai 61,9%. Data ini mencerminkan partisipasi laki-laki dalam program KB masih rendah.

    Apa saja yang menyebabkan partisipasi laki-laki dalam program KB sangat rendah? Metode apa sajakah yang bisa digunakan laki-laki untuk berpartisipasi dalam program KB? Apakah ada efek negatif yang dirasakan laki-laki bila ikut serta dalam program KB melalui vasektomi?

    Dalam episode terbaru SuarAkademia, kami berbicara dengan Mutiara Riani, Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

    Ia menceritakan pentingnya peranan laki-laki dalam program KB dan bagaimana pentingnya sosialisasi yang baik kepada laki-laki untuk bisa berpartisipasi dalam program ini.

    Simak episode selengkapnya hanya di SuarAkademia - ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

    24 min
  • Citayam Fashion Week: bukti pentingnya kota ramah anak, bagaimana mewujudkannya?
    (@aep_008/Instagram)

    Hingga kini, fenomena ‘Citayam Fashion Week’ masih merajai perbincangan publik di jagat media sosial.

    Aksi para remaja dari kawasan penyangga ibu kota – termasuk Citayam, Bojonggede, dan Depok – yang membanjiri kawasan Sudirman-Dukuh Atas di Jakarta tak hanya merebut hati masyarakat dengan gaya unik mereka, tapi juga memicu perdebatan penting terkait pembangunan kota dan ruang publik yang inklusif dan ramah anak.

    Baca juga:
    Citayam Fashion Week: mengurai munculnya subkultur fesyen jalanan para remaja pinggiran

    Bahkan, belum lama ini, Wakil Wali Kota Depok menyatakan keinginannnya memperlebar trotoar di daerah Margonda di kotanya untuk mereplikasi kenyamanan berjalan (walkability) serupa dengan kawasan Sudirman agar para remaja tak harus jauh-jauh main ke Jakarta. Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Bandung juga memerintahkan pemerintah kotanya untuk menambah ruang publik yang inklusif untuk semua golongan.

    Bagaimana cara mewujudkan kota yang ramah anak, supaya keramaian ala Citayam Fashion Week tak hanya bertempat di kawasan Sudirman-Dukuh Atas, tapi juga seluruh wilayah Indonesia?

    Dalam episode terbaru podcast SuarAkademia, kami berbicara dengan Rendy Diningrat, peneliti pembangunan dan ketimpangan sosial di SMERU Research Institute.

    Ia menceritakan dampak dari nihilnya ruang publik bagi anak terhadap tumbuh kembang dan kesejahteraan mereka, pentingnya mendayagunakan forum anak yang inklusif dalam pembangunan kota, dan perbandingan akses taman di luar negeri termasuk Australia.

    Simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia – ngobrol seru isu terkini, bareng peneliti dan akademisi.

    29 min
  • RKUHP: celaka bagi pejuang lingkungan, ‘angin surga’ buat korporasi
    antarafoto aksi mahasiswa tolak rkuhp mrh

    Sejak awal tahun lalu, pemerintah bersama DPR berencana mengebut pembahasan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Buku induk aturan pidana Indonesia ini awalnya akan disahkan pada bulan ini, tapi tertunda karena DPR masih menunggu masukan-masukan publik.

    Sejak 2019 lalu, draf RKUHP memancing protes besar-besaran dari beragam kelompok masyarakat.

    Selain memuat pasal-pasal yang memperkeruh iklim demokrasi Indonesia, draf ini juga diprediksi mengerdilkan hak warga untuk berjuang untuk lingkungannya (misalnya menolak aktivitas pertambangan) melalui ancaman kriminalisasi.

    Sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Nasional Reformasi KUHP pun mendesak pemerintah dan DPR membuka partisipasi yang bermakna – tidak sekadar seremonial dalam perumusan RKUHP.

    Dalam episode SuarAkademia kali ini, kami berbincang dengan Direktur Indonesian Centre for Environmental Law (ICEL), Raynaldo Sembiring. Menurut dia, RKUHP bukan hanya melemahkan perjuangan warga untuk kelestarian lingkungan, tapi juga menggerus ancaman sanksi bagi korporasi yang melakukan kejahatan lingkungan.

    Selain dua hal tersebut, Raynaldo juga menuturkan beragam risiko kemunduran hukum lingkungan jika RKUHP disahkan, imunitas pejuang lingkungan, hingga aturan pidana lingkungan yang ideal di tengah perubahan iklim.

    Simak perbincangan selengkapnya di SuarAkademia - ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

    41 min
  • Ancaman perut kosong: Tak hanya Indonesia, krisis harga pangan hantui seluruh dunia
    pexels daria shevtsova

    Indonesia bukan satu-satunya negara yang saat ini tengah menjerit karena kenaikan harga pangan.

    Di berbagai belahan dunia, harga pangan juga terus melejit, termasuk di negara-negara maju seperti Inggris. Dunia pun dipusingkan dengan potensi meningkatnya kelaparan global.

    Dalam pandangan masyarakat, Perang Rusia-Ukraina jadi biang kerok utama melonjakanya harga. Pasalnya, kedua negara tersebut merupakan produsen pangan global – utamanya gandum, minyak nabati, dan bijih-bijihan – serta gas alam yang menjadi bahan penting dalam pembuatan pupuk. Konflik ini juga memengaruhi logistik dan biaya energi, mengingat Rusia merupakan raksasa minyak.

    Namun, jangan salah, penyebab kenaikan harga pangan ini sebetulnya bersifat multidimensi. Perubahan iklim menjadi kontributor terbesar dari meroketnya harga pangan. Belum lagi, isu mengenai globalisasi pangan yang menimbulkan ketergantungan pasokan antar negara menambah rumit persoalan.

    Di episode podcast SuarAkademia terkini, Krisna Gupta, seorang peneliti di Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) membahas lengkap isu harga pangan global hingga bagaimana hal ini berdampak ke Indonesia.

    Menurut Krisna, bisa jadi, krisis harga pangan global ini adalah bentuk koreksi harga pangan. Jangan-jangan, harga pangan seharusnya memang tidak semurah sekarang.

    Simak diskusi seru yang membuka mata dengan Krisna, hanya di SuarAkademia - ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

    51 min
  • Wabah penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak makin luas: mengapa belum terkendali?
    Petugas Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan Bidang Peternakan Kota Lhokseumawe memeriksa kesehatan mulut hewan kurban di Desa Bandar Masen, Lhokseumawe, Aceh, 30 Juni 2022. ANTARA FOTO/Rahmad/foc

    Minggu depan, umat Muslim Indonesia akan merayakan Idul Adha. Salah satu aktivitas yang menyertai Hari Raya Haji tersebut adalah penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba. Setiap tahun, sekitar 1,7 juta hewan ternak dipotong untuk kurban.

    Masalahnya, kini wabah penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak makin menyebar di berbagai daerah. Walau Kementerian Pertanian telah menyatakan sapi yang siap potong untuk kurban tidak berasal dari zona PMK, kita perlu waspada akan risiko penularan virus ini pada hewan lainnnya.

    Lebih dari 180.000 hewan ternak yang tersebar di 19 daerah telah terinfeksi virus penyebab penyakit ini.

    Data populasi hewan ternak dari Kementerian Pertanian menunjukkan jumlah sapi potong ada sekitar 16 juta ekor, sapi perah 600 ribu, dan kerbau hampir 900 ribu. Jadi total, ada 18 juta ekor hewan ternak.

    Salah satu cara menekan penularan virus adalah membatasi pergerakan hewan antardaerah dan vaksinasi. Baru-baru ini sekitar 620.000 dosis vaksin PMK telah didistribusikan ke daerah-daerah yang kasusnya tinggi. Jumlah dosis ini masih sangat kecil dari kebutuhan.

    Mengapa penyakit yang telah dinyatakan punah di Indonesia pada 1986 tersebut kembali muncul dan cepat menyebar? Mengapa belum bisa dikendalikan setelah terdeteksi pada Mei lalu?

    Untuk mendalami hal tersebut, dalam episode SuarAkademia kali ini, kami berbicara dengan Khariri, sarjana kedokteran hewan yang menjadi peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    Simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia – ngobrol seru isu terkini bareng akademisi dan peneliti.

    37 min

About SuarAkademia

From the publisher's feed

Suar Akademia adalah podcast ngobrol seru yang menghadirkan akademisi dan peneliti untuk menjelaskan dan mengomentari isu terkini, dipandu oleh para editor The Conversation Indonesia (TCID).

More shows like SuarAkademia

The Conversation Documentaries by The Conversation

The Conversation Documentaries

43 Listeners

Politics with Michelle Grattan by The Conversation

Politics with Michelle Grattan

10 Listeners

Trust Me, I'm An Expert by The Conversation

Trust Me, I'm An Expert

2 Listeners

In Depth, Out Loud by The Conversation

In Depth, Out Loud

8 Listeners

Sains Sekitar Kita by The Conversation

Sains Sekitar Kita

1 Listeners

Pasha - from The Conversation Africa by The Conversation

Pasha - from The Conversation Africa

0 Listeners

To the moon and beyond by The Conversation

To the moon and beyond

5 Listeners

La preuve par trois by The Conversation France

La preuve par trois

0 Listeners

Les mots de la science by The Conversation France

Les mots de la science

0 Listeners

Les couleurs du racisme by The Conversation France

Les couleurs du racisme

0 Listeners

Don’t Call Me Resilient by The Conversation, Vinita Srivastava, Dannielle Piper, Krish Dineshkumar, Jennifer Moroz, Rehmatullah Sheikh, Kikachi Memeh, Ateqah Khaki, Scott White

Don’t Call Me Resilient

12 Listeners

The Conversation Weekly by The Conversation

The Conversation Weekly

65 Listeners

Retour sur... by The Conversation France

Retour sur...

0 Listeners

In Extenso by The Conversation France

In Extenso

0 Listeners

Secrets de Terrain by The Conversation France

Secrets de Terrain

0 Listeners

Great Mysteries of Physics by The Conversation

Great Mysteries of Physics

51 Listeners

Fear and Wonder by The Conversation

Fear and Wonder

5 Listeners

The Conversation's Curious Kids by The Conversation

The Conversation's Curious Kids

3 Listeners

Below the Line by The Conversation

Below the Line

0 Listeners