TabulaTalks

TabulaTalks

Download on the App Store

TabulaTalks episodes

  • Episode 58 - Empati: Kunci Menjadi Pendengar Yang Baik

    Empati: Kunci Menjadi Pendengar Yang Baik feat. Carrenina Prilly Juaninda



    Teman Tabula pernah merasa tidak puas setelah bercerita dengan orang lain?

    Biasanya, kita akan bercerita dengan orang terdekat, seperti sahabat.
    Namun, pernahkah teman-teman justru tidak puas setelah bercerita dengan orang terdekat?

    Hal ini tentunya membuat kita dilema. Di satu sisi, orang tersebut merupakan orang yang bisa membuat kita terbuka. Sayangnya, orang tersebut membuat kita tidak puas, sehingga muncul rasa tidak nyaman setelah bercerita.

    Lalu, apa yang dimaksud menjadi pendengar yang baik?
    Bagaimana cara menjadi pendengar yang baik?

    Daripada bingung, yuk, sharing dengan Kak Carren, konselor Tabula yang berpengalaman dalam menjadi pendengar yang baik. Akan ada banyak insight bermanfaat yang bisa diambil!

    1 hr 2 min
  • Episode 57 - Menghadapi Overthinking Akibat Luka Masa Lalu

    Menghadapi Overthinking Akibat Luka Masa Lalu feat. Fitria Purwaningsih, S.Psi



    Teman Tabula pernah merasa overthink dalam kesehariannya?

    Biasanya, overthinking muncul sebagai rasa cemas akan hal yang sedang dihadapi.
    "Aduh, kalau presentasi besok gagal gimana nih? Kalau besok sakit perut gimana ya? Kalau gagap gimana?"

    Namun, bagaimana seandainya overthinking itu muncul tanpa sadar akibat luka masa lalu yang pernah dialami?

    Pengalaman dibully, dilabel, dan dibicarakan, terakumulasi dan berdampak hingga sekarang.

    Lalu, apa penyebab luka masa lalu membuat kita merasa overthink?
    Bagaimana cara untuk berdamai dengan kondisi tersebut?

    Daripada overthinking sendirian, yuk, kita sharing dengan Kak Fitria, konselor Tabula yang memiliki pengalaman serupa. Akan ada banyak insight bermanfaat yang bisa diambil!

    1 hr 4 min
  • Episode 56 - Membangun Kebiasaan Baru? Siapa Takut!

    Membangun Kebiasaan Baru? Siapa Takut! feat. Carrenina Prilly Juaninda



    Teman Tabula pernah merasa kesulitan membangun kebiasaan baru?

    "Resolusi tahun baru ini aku akan lebih giat olahraga!"
    "Mulai hari ini, aku akan diet dan makan lebih sehat!"

    Pastinya kita ingin terus menambah kebiasaan positif untuk diri kita. Sayangnya, terkadang sulit untuk berkomitmen dengan kebiasaan baru ini. Akibatnya, kita gagal dan cenderung menyalahkan diri sendiri akan hal ini.

    Lalu, bagaimana agar bisa memulai dan konsisten dengan kebiasaan baru?
    Apa cara untuk mempertahankannya?

    Yuk, kita sharing bersama Kak Carren, konselor Tabula yang pandai membangun kebiasaan baru! Kita akan sharing tentang strategi Kak Carren membangun kebiasaan baru dan cara mempertahankannya. Akan ada banyak insight yang bisa diambil.

    1 hr 3 min
  • Episode 55 - Menghadapi Insecurity Pekerjaan Pertama

    Menghadapi Insecurity Pekerjaan Pertama feat. Vini Febriani, S.Psi.


    Teman Tabula pernah merasa gugup saat pertama kali mulai bekerja? Atau mungkin merasa tidak percaya diri, sehingga memiliki pemikiran tidak akan bisa bertahan dan memiliki performa kerja yang baik?

    Pastinya sangat tidak nyaman saat kita mengalami pemikiran-pemikiran itu. Di sisi lain, sulit untuk kita mengontrol munculnya pemikiran-pemikiran itu.

    Lalu, dari mana asal pemikiran-pemikiran tersebut?
    Apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya?

    Daripada merasa insecure, yuk, kita sharing bersama Kak Vini, konselor Tabula yang memiliki pengalaman serupa. Kita akan sharing tentang pengalaman insecure Kak Vini saat pertama kali mulai bekerja dan cara untuk menghadapinya. Akan ada banyak insight yang bisa kita ambil!

    1 hr 2 min
  • Episode 54 - Pentingnya Memahami Kepribadian Diri

    Pentingnya Memahami Kepribadian Diri feat. Amadea Shafira Subagyo, S.Psi


    Seberapa kenal teman Tabula dengan pribadi masing-masing?

    Kita sering menilai orang lain berdasarkan apa yang kita pahami dari orang tersebut. Salah satunya melalui kepribadian. Namun, apakah teman-teman sudah cukup paham dengan kepribadian diri masing-masing?

    Seberapa penting sih memahami kepribadian diri masing-masing?
    Apa yang terjadi jika kita kurang mengenal kepribadian diri masing-masing?

    Yuk, kita sharing bersama Kak Amadea, konselor Tabula yang pernah memiliki pengalaman yang sama! Kita akan sharing tentang proses dan dampak yang dirasakan setelah Kak Amadea memahami dirinya melalui kepribadian. Pastinya akan ada banyak insight bermanfaat yang bisa kita ambil!

    1 hr 6 min
  • Episode 53 - Bertumbuh Bersama Orangtua

    Bertumbuh Bersama Orangtua feat. Adisty Ghaisani Muthiah, S.Psi



    Teman Tabula tahu nggak, orang tua yang selama ini menjadi panutan kita sejak kecil sebenarnya juga masih ikut bertumbuh bersama kita lho!

    Selama ini, kita terbiasa menjadikan orang tua sebagai pedoman kita dalam berperilaku. Tapi apakah teman Tabula tahu, bahwa orang tua masih terus berkembang dan berproses seiring berjalannya waktu bersama kita?
    Sebetulnya, bagaimana sih cara yang baik untuk bertumbuh berdampingan bersama mereka?
    Bagaimana cara memisahkan pertumbuhan kita dengan mereka?

    Daripada merasa bingung sendirian, yuk kita sharing bersama Kak Disty, praktisi psikologi Tabula yang pernah memiliki pengalaman yang sama! Pastinya akan ada banyak insight bermanfaat yang bisa kita ambil!

    1 hr 8 min
  • Episode 52 - Sisi Positif dari Perilaku Membuka Diri

    Sisi Positif dari Perilaku Membuka Diri feat. Vini Febriani, S.Psi.



    Pernah nggak, teman Tabula menutup diri dari orang lain? Kita percaya pada diri kita sendiri, sehingga menutup diri dari pandangan atau bantuan orang lain.

    Tapi apakah teman-teman pernah merasakan dampak negatif karena terlalu mengandalkan diri sendiri, sehingga mulai meragukan pendirian tersebut?
    Sebetulnya, apakah lebih baik untuk menerima bantuan dan pandangan orang lain?
    Apakah dengan membuka diri, kita akan mendapatkan manfaat yang lebih besar?

    Daripada merasa bingung sendirian, yuk kita sharing bersama kak Vini, konselor Tabula yang pernah memiliki pengalaman yang sama! :) Pastinya akan ada banyak insight bermanfaat yang bisa diambil untuk berani mencoba membuka diri.

    1 hr 3 min
  • Episode 51 - Mengatasi Kecemasan Akan Masa Depan

    Mengatasi Kecemasan Akan Masa Depan feat. Fauzi Budi Prasetyo, S.Psi.



    Menurut Teman Tabula, apakah wajar untuk merasa cemas akan masa depan?

    Biasanya, rasa cemas akan muncul ketika memikirkan masa depan yang tidak pernah pasti.
    Ketika masa SMA, mungkin teman-teman merasa cemas, nanti lebih baik masuk jurusan apa ya saat kuliah?
    Ketika sudah berkuliah, nanti bisa lulus tepat waktu nggak ya?
    Saat sudah lulus, nanti bisa mendapatkan pekerjaan yang oke nggak ya?

    Pastinya, teman-teman tidak sendirian dalam kecemasan ini. Tapi penting lho, untuk mengetahui cara mengatasi kecemasan ini agar kita tetap sehat mental.

    Yuk kita sharing bersama kak Fauzi, konselor Tabula yang juga pernah mengalami kecemasan yang sama! :) Kita akan sharing bersama mengenai cara menghadapi dampak negatif dari kecemasan akan masa depan.

    1 hr 9 min
  • Episode 50 - Self-Love untuk Mengatasi Physical Insecurity

    Self-Love untuk Mengatasi Physical Insecurity feat. Cherubine Gabriela



    Teman Tabula pernah diberi komentar negatif mengenai bentuk tubuh?
    Atau mungkin membandingkan bentuk tubuh diri sendiri dengan orang lain, sehingga merasa insecure?

    Pastinya menyakitkan untuk menerima komentar yang kurang menyenangkan, terlebih jika diberikan oleh orang-orang terdekat.

    Bagaimana sih dampak komentar negatif ini terhadap kehidupan teman-teman?
    Apakah ada hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak negatifnya?

    Daripada merasa cemas sendirian, yuk kita sharing bersama kak Chey, konselor Tabula yang pernah memiliki pengalaman yang sama! :) Kita akan sharing mengenai cara untuk menerima dan mencintai diri sendiri berkaitan dengan physical insecurity yang kita rasakan.

    1 hr 2 min
  • Episode 49 - Berhenti Mengejar Pencapaian Orang Lain

    Berhenti Mengejar Pencapaian Orang Lain feat. Carrenina Prilly Juaninda



    Teman Tabula pernah membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain?

    Terkadang, mungkin kita merasa iri terhadap pencapaian orang lain dan berusaha untuk mengejar kesuksesan yang sama. Tapi, mungkin apa yang kelihatan berbeda dengan yang tidak kelihatan; usaha, waktu, dan tenaga sebesar apa yang diberikan orang tersebut untuk mencapainya.

    Tapi bagaimana ya caranya untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain?
    Apakah salah kalau kita membandingkan pencapaian kita?

    Yuk kita sharing bersama kak Carren, konselor Tabula yang pernah memiliki pengalaman yang sama! :) Kita akan sharing bersama bagaimana cara kak Carren untuk bisa mengevaluasi diri dengan sehat tanpa mengejar pencapaian orang lain.

    1 hr

About TabulaTalks

From the publisher's feed

Teman Belajar dan Bertumbuh #BersamaTabula | Wellness & Mental Health