Truth Daily Enlightenment

Truth Daily Enlightenment

Download on the App Store

Truth Daily Enlightenment episodes

  • Pengalaman Yang Mendewasakan
    Sering kita mendengar bahwa Allah adalah Allah yang Mahabesar, Mahadahsyat dan Maha Luar Biasa dan lain sebagainya. Firman Tuhan mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Dia, tetapi sesungguhnya betapa sulitnya bagi orang Kristen untuk memercayai Allah sebagai Bapa.  Bapa mengerti itu, sebab banyak persoalan berat di depan mata mereka dan yang mengancam hidup mereka, sementara Allah tidak terlihat dan tidak dapat tersentuh sama sekali. Kadang-kadang orang percaya menjadi begitu tidak percaya kepada Allah Bapa, sampai-sampai meragukan apakah Allah ini sebenarnya ada atau tidak. Mereka tidak berani mengatakan bahwa Allah tidak ada, tetapi sering mereka menjadi bingung dan bertanya-tanya: Mengapa Allah tidak nyata bagi mereka? Mengapa Allah seperti meninggalkan mereka sendiri?
     
    Allah mengetahui pada waktu mana orang Kristen kecewa dan berpikir bahwa Allah tidak setia, yaitu

    * Pada waktu doa-doa yang mereka naikkan kepada Tuhan tidak segera dijawab oleh Tuhan.
    * Orang percaya sering tidak melihat tanda-tanda Allah hadir dalam hidup mereka.
    * Lebih menyakitkan hati mereka, ketika mereka melihat orang-orang yang tidak mengenal Allah yang benar, ternyata hidup lebih tenang, nyaman dan sukses dalam pandangan mata secara umum.

    Sedangkan orang percaya yang berusaha untuk melayani Tuhan, mengalami keadaan yang bertolak belakang dengan keadaan mereka.
     
    Orang-orang Kristen yang kecewa tersebut tidak mengakui bahwa diri mereka sakit hati, tetapi sebenarnya di kedalaman hati mereka ada perasaan itu.  Mereka tidak jujur dengan diri mereka sendiri, sebenarnya ada kemarahan kecil di dalam hati mereka kepada Tuhan. Mereka berkata di kedalaman hatinya: Mengapa Bapa tidak memedulikan aku, mengapa Bapa tidak segera menolongku? Bapa mengerti dan bisa cukup maklum, sebab merekadipandang belum dewasa. Tetapi kalau orang percayadianggap sudah dewasa, tetapi masih berpikir demikian, maka Bapa akan mendisiplin mereka.
     
    Orang percaya harus tahu bahwa Allah tidak pernah meninggalkan mereka sendirian. Roh Allah selalu menyertai orang percaya.  Tetapi mereka harus mengerti kalau Allah menyertai mereka bukan berarti setiap persoalan mudah diselesaikan oleh Allah. Tidak selalu Allah mengabulkan doaatau segera menjawab doa orang percaya seperti yang mereka inginkan. Harus dimengerti bahwa kuasa kegelapan mengabulkan apa yang manusia minta, tetapi Allah memberi apa yang terbaik bagi umat pilihan-Nya. Dengan cara memberi apa saja yang diminta manusia, kuasa kegelapan dapat menghancurkan hidup manusia itu. Berbeda dengan Allah yang benar dan baik, yang tidak mudah mengabulkan doa. Allah mempersiapkan orang percaya menjadi anak-anak Allah yang agung dan mulia.
     
    Orang percaya yang dewasa harus mengetahui bahwa semua pengalaman yang orang percaya alami merupakan cara Allah mendewasakan. Maka sesunggunya, tidak ada satu lembar daun yang gugur di luar kehendak Allah. Itu berarti semua hal dalam kontrol dan monitor Allah dengan sempurna. Seperti dikatakan oleh Firman Tuhan bahwa jumlah rambut kitapun terhitung oleh Allah yang peduli. Kalau tidak satu ekor pun burung pipit dibiarkan oleh Allah jatuh ke tanah, apalagi orang percaya yang jauh lebih berharga dari banyak burung pipit.  Tentu Allah sangat memedulikan orang percaya. Allah sangat memedulikan orang percaya, lebih dari yang dapatdipikirkan oleh mereka. Kalau Putra Tunggal-Nya yang paling disayangi rela diberikan bagi manusia, apalah artinya yang lain?
     
    Ketika seseorang merasa ditinggalkan oleh Allah, itu berarti orang Kristen tersebut tidak dewasa. Orang tersebut belum mengenal Allah dengan baik. Orang tersebut bersikap tidak menghormati Allah. Tidak mungkin ada ibu meninggalkan bayi yang sedang disusuinya, tetapi seandanya ada ibu seperti itu, Allah tidak akan pernah melakukannya. Allah pasti memenuhi janji-Nya, bahwa Allah menyertai orang percaya senantiasa sampai pada kesudaha...
    0 min
  • Kesempatan Menjadi Anak Allah
    Kita harus menyadari bahwa tidak semua orang diberi kesempatan menjadi anak Allah. Menjadi anak Allah adalah keagungan yang melampaui segala keagungan apa pun di jagad raya ini. Kita tidak akan bisa mengerti sekarang, tetapi suatu hari nanti kita melihat keagungan yang kita tidak pernah duga di dalam Kerajaan Tuhan Yesus Kristus. Kalau kita sungguh-sungguh mengupayakan diri menjadi anak Allah, maka sekarang di bumi Bapa akan menunjukkan sebagian kemuliaan yang akan kita saksikan di Kerajaan Tuhan Yesus nanti, dan kemuliaan sebagai anak-anak Allah. Sehingga kita seakan-akan sudah melihat surga sebelum kitadipanggil pulang.
     
    Menjadi umat pilihan yang mengenal anugerah keselamatan dalam Yesus Kristus adalah hal yang sangat istimewa. Kepada setiap individu umat pilihan, Allah merancang perkara besar, bukan hanya selama hidup di bumi, tetapi sampai pada kekekalan. Itulah sebabnya Allah berurusan dan berperkara dengan masing-masing individu secara khusus dan dengan cara yang sangat istimewa. Hal ini tidak Allah lakukan di zaman sebelum kedatangan Tuhan Yesus ke bumi. Allah berurusan dengan umat Israel dalam kelompok, tetapi dengan orang percaya Allah berurusan secara pribadi.
     
    Umat pilihan diberi kesempatan mengenal anugerah. Di dalam anugerah itu, Roh Kudus mengajar orang percaya untuk bisa memperagakan hidup Yesus di dalam mereka. Jika hal itu terwujud dalam hidup mereka, barulah mereka layak menjadi saudara bagi Yesus. Itu berarti orang percayadiperkenan menjadi anggota keluarga Kerajaan Allah. Hanya itulah yang dapat menyenangkan dan memuaskan hati Bapa. Tidak semua orang bisa menyenangkan dan memuaskan hati Bapa, tetapi hanya mereka yang menjadi umat pilihan dan dapat memperagakan hidup Yesus. Mereka yang memperagakan hidup Yesus adalah pemenang yang memiliki karunia sulung Roh yang sampai akhir tidak akan menukar hak kesulungannya dengan perkara dunia.
     
    Allahmenghendaki agar fokus hidup orang percaya tidak kepada apa pun dan siapapun, selain kepada Dia; yaitu bagaimana dapat mengerti perasaan Allah dan menyenangkan serta memuaskan hati-Nya. Segala hal yang orang percaya lakukan harus dipertimbangkan apakah hal itu menyenangkan hati Allah atau tidak. Segala hal yang dilakukan dalam hidup ini harus selalu dihubungkan dengan perasaan Allah. Sehingga dalam segala hal yang terjadi dalam hidup ini selalu menjadi perkara antara orang percaya dengan Allah. Ketika orang percaya diperlakukan tidak adil dan dilukai, kemudian memiliki kesempatan dan kekuatan membalas kejahatan orang lain, mereka harus ingat bahwa ini adalah urusan antara orang percaya dan Allah. Jika orang percaya membiasakan diri berpikir demikian, maka mereka tidak akan melukai hati Allah. Dengan cara demikian orang percaya menyenangkan hati Allah. Inilah pelayanan yang benar, yang dikehendaki oleh Allah.
     
    Kalau orang percaya memberi diri dibentuk oleh Roh Kudus agar bisa memperagakan kehidupan Yesus, hal ini sesungguhnya suatu anugerah yang sangat luar biasa, lebih dari apapun yang dapat dimiliki manusia. Sayangnya, banyak orang Kristen yang tidak mau mengerti hal ini. Mereka lebih memperhatikan kuasa Allah demi mukjizat yang mereka harapkan dapat terjadi. Mereka berurusan dengan Allah hanya karena hendak memanfaatkan-Nya. Sebenarnya mereka bersikap kurang ajar terhadap Allah. Mereka mau menjadi majikan bagi diri mereka sendiri dan Allah diperlakukan seperti pembantunya. Mereka adalah kelompok orang Kristen yang tidak akan pernah bisa bertumbuh. Untuk sementara waktu, mereka masih diberi kesempatan bertobat, tetapi kalau mereka selalu menolak untuk melakukan kehendak Allah, maka mereka akan dibinasakan.
     
    Sesungguhnya fokus perhatian orang Kristen yang egois dan tidak dewasa hanya kepada pemenuhan kebutuhan jasmani, sehingga kehendak dan rencana Allah tidak dihargai sama sekali. Mereka tidak memedulikan hal-hal rohani, keselamatan dan kekekalan.
    0 min
  • Mewarisi Kerajaan Bersama Tuhan Yesus
    Ketika hati seseorang tertarik kepada sesuatu yang membuatnya tidak memedulikan perasaan Tuhan, sesungguhnya dirinya memiliki allah lain di hadapan Tuhan. Orang tersebut menyakiti hati Tuhan, seperti yang telah dilakukan banyak orang Kristen yang tidak setia. Kalau orang tersebut tidak bertobat, maka suatu saat dengan sedih Tuhan akan menghukum dan mencampakkan mereka ke dalam kegelapan, terpisah dari hadirat-Nya selamanya. Kalau malaikat-malaikat yang memberontak kepada Allah saja tidak disayangkan, mereka dicampakkan dari hadapan Tuhan, maka orang-orang yang tidak setia juga akan diperlakukan sama.
     
    Banyak orang Kristen mengikatkan hatinya kepada banyak hal yang dijadikan berhala, tetapi mereka merasa hal itu sebagai kewajaran, karena semua orang juga melakukan hal tersebut. Mereka merasa berhak memiliki kesukaan tanpa mempersoalkan apakah Tuhan menyukai hal tersebut atau tidak.  Dengan cara hidup seperti itu, mereka telah menjadi sama dengan dunia. Mereka tidak layak menjadi anak Allah.
     
    Tuhan sedih, tidak sedikit orang-orang Kristen berpikir bahwa keberadaan Tuhan hanya untuk mereka, bukan sebaliknya. Hal ini diajarkan oleh orang-orang yang mengaku sebagai hamba Tuhan Yesus, padahal Tuhan Yesus tidak mengajarkan demikian. Sesungguhnya, keberadaan manusia semua diciptakan oleh Allah, untuk keagungan Allah. Harus diingatkan, bahwa segala sesuatu dari Allah, oleh Allah dan bagi Dia. Jika seseorang tidak bisa menerima kodratnya sebagai ciptaan untuk hidup bagi Allah Penciptanya, maka itu merupakan malapetaka paling besar.
     
    Banyak orang Kristen tidak menyadari betapa istimewa penunjukkan atas diri mereka sebagai umat pilihan. Tuhan memberikan Roh-Nya agar orang percaya belajar bagaimana menempatkan diri sebagai anak-anak Allah yang menghormati Bapa secara pantas, agar suatu hari mereka dilayakkan masuk rumah Bapa, menjadi bagian dari anggota keluarga Kerajaan Allah. Tidak semua orang memiliki kesempatan luar biasa seperti ini. Orang percaya harus menghargai anugerah yang diberikan ini.
     
    Kalau orang percaya mengerti betapa mulia penunjukan diri mereka sebagai umat pilihan, maka keindahan dunia ini menjadi tidak ada artinya sama sekali. Mereka akan rela meninggalkan dunia dengan segala kesenangannya. Ini berarti mereka seharusnya tidak lagi memiliki ketertarikan atas apa pun di dunia ini. Jiwa mereka hanya dapat disegarkan oleh Firman dan kehadiran Tuhan.
     
    Mengalami perubahan jiwa yang sudah tercemar, sesungguhnya bukan sesuatu mudah. Tidak sedikit orang Kristen yang putus asa dalam pergumulan menjadi anak-anak Allah yang benar, sehingga mereka meninggalkan perjuangan tersebut. Tuhan menasihati agar orang percaya tidak putus asa. Orang percaya harus belajar dengan tekun bagaimana memiliki kesetiaan seperti Yesus, yang setia dengan tulus kepada Bapa. Yesus dengan gigih memikul salib dan mati dengan rela demi melakukan kehendak Bapa, walau hal itu sangat menyakitkan. Bahkan di saat-saat Bapa meninggalkan Dia, Yesus tetap memercayai Bapa-Nya. Itulah sebabnya Yesusdisebut Yang Setia. Kesetiaan seperti itu yang diinginkan Bapa dimiliki orang percaya.
     
    Tuhan tahu, ada banyak kejahatan di dalam diri orang percaya yang terbentuk sejak lama. Itulah sebabnya ada saat-saat mereka bisa bertindak kurang ajar terhadap Tuhan. Orang percaya harus selalu mengingat Firman Tuhan melalui Petrus, yang menuli suratnya: Hendaklah kamu hidup dalam ketaatan dalam segala hal dan dalam segala keadaan, jangan turuti hawa nafsumu pada waktu kebodohanmu(1Ptr. 1:14). Hawa nafsu adalah segala keinginan dalam diri orang percaya yang tidak sesuai dengan keinginan Tuhan. Orang percaya memiliki banyak keinginan, artinya ada potensi dalam diri orang percaya untuk hidup dalam hawa nafsu yang menempatkan allah lain di hadapan-Nya. Oleh sebab itu, orang percaya harus belajar setia kepada Bapa. Itulah yang Tuhan Yesus ajarkan,
    0 min
  • Memberi Telinga Untuk Mendengar
    Setiap kali orang percaya menyampaikan suatu permintaan, Tuhan memperhatikan motivasi di balik permintaan itu. Tuhan menguji batin. Dalam hal ini, masalahnya bukan hanya apa yang orang percaya minta, tetapi juga mengapa orang percaya meminta sesuatu itu kepada Tuhan. Apa pun yang orang percaya minta, tidak ada masalah sama sekali bagi Tuhan, sebabTuhan berkuasa mengadakannya. Tetapi yang Tuhan persoalkan adalah apa artinya sesuatu itu bagi orang percaya dan bagi kepentingan Kerajaan Tuhan? Apakah permintaan orang percaya itu mendatangkan kedewasaan rohaninya dan kemuliaan bagi nama Tuhan?
     
    Banyak orangsering mempersoalkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dipersoalkan dan dibawanya kepada Tuhan (Yak. 4:1-4). Mereka berusaha untuk memperoleh apa yang mereka pandang sebagai suatu kebutuhan, yang menurut pertimbangandapat membahagiakan. Kadang-kadang mereka memaksa Tuhan untuk mengabulkan doa mereka dengan menggunakan nama Yesus, seakan-akan mereka memiliki hak untuk menuntut Tuhan. Sikap seperti itu menunjukkan sikap kurang hormatkepada Tuhan. Hal itu mereka lakukan selama bertahun-tahun, dari dulu sampai sekarang. Mereka hanya melihat kepentingan mereka sendiri, tetapi mereka tidak mengerti tempat mereka sebagai anak yang seharusnya mengabdi dengan benar.
     
    Pada waktu orang-orang Kristen tersebut masih dipandang Tuhan belum dewasa, hal itu dibiarkan, bahkan tidak jarang Tuhan menuruti keinginan mereka, selama itu tidak membahayakan masa depan kekekalan mereka. Tuhan memahami bahwa merekabelum dewasa, tidak mengenal Dia. Mereka hanya mau dimengerti, tetapi tidak mau mengerti Tuhan. Tetapi waktu berjalan terus, kalau mereka sudah dianggap dewasa oleh Tuhan, maka Tuhan tidak lagi bisa menolerir kalau mereka hanya memikirkan dan menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak dikehendaki oleh Tuhan.
     
    Seharusnya, di dunia yang sudah semakin mendekati ujungnya ini, orang percaya tidak lagi memikirkan dan mempersoalkan sesuatu yang tidak perlu dipikirkan dan dipersoalkan. Hal-hal yang dipikirkan dan dipersoalkan orang percaya seharusnya mengenai pekerjaan dan rencana Tuhan saja, yaitu bagaimana mereka bertumbuh menjadi sempurna seperti Yesus. Sehingga orang percaya dapat hidup hanya untuk melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Kalau orang percaya menjadi dewasa, mereka pasti memahami bagaimana dapat melakukan apa yang juga dilakukan Yesus. Hal ini menyukakan hati Bapa di surga. Pada waktu orang percaya menyukakan hati-Nya, sebenarnya itulah pelayanan yang Tuhan inginkan orang percaya lakukan setiap saat.
     
    Kalau orang percaya sudah menjadi dewasa, maka mereka tidak lagi sembarangan membawa permintaan kepada Tuhan. Mengapa demkikian?
    Pertama, karena mereka tidak akan lagi berselera memikirkan dan mempersoalkan hal-hal yang tidak mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan dan yang tidak membawa keuntungan bagi kepentingan Kerajaan Allah. Mereka tidak mudah lagi meminta sesuatu, sebab mereka akan selalu hanya membawa permintaan yang sesuai dengan keinginan RohKudus. Semua yang mereka minta sebenarnya adalah segala sesuatu yang dikehendaki dan direncanakan oleh Bapa.
     
    Kedua, kegentaran hadirat Bapa di dalam jiwa mereka membuat mereka tidak sembarangan membawa persoalan-persoalan yang tidak bernilai. Mereka tidak lagi banyak bicara hal-hal yang tidak perlu. Setiap perkataan mereka dalam doa penuh dengan rasa hormat yang tinggi kepada Bapa, sebagaimana seharusnya seorang anak di hadapan bapanya. Mereka hanya ingin menyukakan hati Bapa, tidak lagi mencari kesenangan bagi diri mereka sendiri. Dengan demikian mereka terdorong kuat membangun kehidupan yang suci di hadapan Tuhan setiap hari.
     
    Sebelum dewasa, orang percaya memenuhi ruangan dan waktu doa mereka dengan perkataan mereka sendiri, seakan-akan Tuhan tidak ada atau tidak perlu ada. Padahal Tuhan mau berbicara, tetapi mereka tidak membuka telinga jiwa mereka untuk mend...
    0 min
  • Menemukan Hati Bapa
    Ternyata hubungan dekat seseorang dengan orang tua di bumi ini, juga bisa membangun hubungan dengan Bapa kita di surga dengan keintiman yang lebih mendalam. Ini berarti kedekatan dan keintiman seperti yang dimiliki seseorang dengan orang tua di bumi, bisa secara konkret terbangun dalam hubungandengan Bapa di surga. Bapa menginginkan hal tersebut, karena memang orang percaya adalah anak-anak-Nya. Sesungguhnya, ini adalah hal yang lebih luar biasa dari segala hal. Sesungguhnya, Bapa yang kita sering sebut-sebut dalam doa dan nyanyian-nyanyian adalah Pribadi yang hidup dan mestinya sangat nyata, sehingga orang percaya dapat merasakan dan mengalaminya secara berlimpah. Tetapi sayang, banyak orang Kristen menyebut nama Bapa hanya sebuah fantasi dalam pikiran mereka. Bahkan mereka bisa berbicara banyak mengenai Bapa dan mendiskusikan-Nya, tetapi Bapa hanya menjadi wacana di nalar mereka semata-mata. Sejatinya, mereka tidak mengalami Bapa sama sekali. Teori dari kajian-kajian teologi mereka mengenai Bapa sekadar wacana yang tidak pernah dialami dalam kehidupan konkret.
     
    Untuk itu, kalau kita mau mengalami Bapa, kita harus terus mencari hadirat Bapa setiap hari. Harus ada waktu khusus yang kita sediakan untuk bertemu dengan Bapa. Dari pengalamanada di hadirat Bapa setiap hari kita dapat menemukan kedekatan yang semestinya dengan Bapa. Ini membutuhkan ketekunan dan waktu yang panjang, yakni sepanjang umur hidup kita. Harus diingatkan, bahwa belajar duduk diam di kaki Bapa bukan sesuatu yang mudah. Tetapi kita harus membiasakannya sampai hal itu menjadi kebutuhan, bukan kewajiban yang berat untuk dilakukan. Dalam ketekunan ada di hadirat Bapa, kita dapat menemukan Dia.
     
    Mungkin kita pernah mendengar atau bahkan sering mendengar mengenai menemukan hati Bapa yang dibicarakan oleh orang-orang yang mengaku orang percaya. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan menemukan hati Bapa? Menemukan hati Bapa adalah hubungan yang sebagaimana mestinya yang diinginkan oleh Bapa yang harus dialami oleh orang percaya. Hubungan yang diinginkan Bapa bisa terjadi dalam hidup kita, yaitu kalau kita tidak merasa memiliki sesuatu yang dapat membahagiakan hidup kita kecuali kehadiran Bapa dalam hidup ini.Mestinya tidak ada lagi yang kita mau capai dan miliki kecuali mengerti kehendak Bapa dan melakukan kehendak Bapa. Hal ini satu-satunya yang bisa menyenangkan hati Bapa.
     
    Banyak orang Kristen merasa memiliki hubungan yang berkualitas baik dengan Bapa, padahal hubungan mereka belum berkualitas sama sekali. Hubungan mereka sama seperti hubungan anak balita dengan ibunya. Mestinya kita bertumbuh sampai kita mengerti kehendak Bapa, sehingga yang kita persoalkan dalam berurusan dengan Bapa bukan lagi kebutuhan-kebutuhan dan berbagai masalah pribadi, tetapi bagaimana menemukan kehendak Bapa untuk dilakukan (Mat. 4:34).
     
    Orang yang menemukan hati Bapa, tidak lagi merasa bahwa dunia ini rumahnya. Orang percaya seperti ini memiliki kerinduan yang sangat kuat untuk pulang ke Rumah Bapa. Selain merindukan kehadiran Bapa di Rumah-Nya, juga bisa bertemu muka dengan muka dengan Tuhan. Faktanya, banyak orang Kristen yang tidak mampu menghayati bahwa dunia ini bukan rumah mereka. Hal itu terjadi karena mereka telah dibelenggu oleh percintaan dunia ini. Orang yang terbelenggu oleh dunia berarti dalam cengkeraman keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Tentu saja kasih Bapa tidak ada pada orang tersebut.Kalau orang percaya sungguh-sungguh menginginkan sebuah hubungan yang sepatutnya dengan Bapa, selain tidak ada lagi yang dapat membahagiakan orang percaya selain Bapa, orang percaya juga harus menjaga kesucian hidup, dari apa yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan. TuhanYesus melalui Roh Kudus pasti menuntun orang percaya yang mengasihi Dia untuk bisa menemukan Bapa.
    0 min
  • Umat Yang Sejati
    Tuhan memperhatikan bagaimana setiap hari Minggu orang-orang Kristen ke gereja untuk berbakti kepada Bapa dan kepada Tuhan Yesus. Mereka merasa sedang menghadap Tuhan, padahal tidak sedikit gereja yang sebenarnya bukan lagi gereja Tuhan. Mereka menyelenggarakan pertemuan tanpa dihadiri oleh Tuhan. Gereja-gereja itu sebenarnya gereja milik manusia. Jemaat gereja itu merasa bahwa mereka sedang datang kepada Tuhan, padahal mereka hanya datang kepada suatu gedung di mana orang-orang berkumpul menyelenggarakan tata cara ibadah atau liturgi. Mereka merasa sudah berurusan dengan Tuhan, padahal mereka hanya berurusan dengan manusia dan liturgi gereja. Mereka menyanyi, tetapi tidak memuji. Mereka mengucapkan kata-kata penyembahan, tetapi sebenarnya hati mereka tidak menyembah(Mat. 15:8). Mereka mengucapkan kata-kata doa, tetapi tidak berdoa. Susunan tata cara ibadah mereka membuat mereka hanya berhadapan dengan “tuhan fantasi”, bukan dengan Tuhan. Mereka mengikuti liturgi tanpa perasaan hormat kepada Tuhan secara pantas. Mereka menganggap Tuhan seperti satu sosok yang hanya dapat disentuh dengan liturgi.
     
    Para pendetanya juga mengesankan kepada para jemaatnya bahwa mereka sudah memenuhi kewajiban sebagai orang Kristen. Dengan cara ini sebenarnya jemaat disesatkan. Mereka mengenal ajaran Injilhanya sekadar sebagai agama. Injil Tuhan Yesus Kristus yang sangat mulia telah disejajarkan dengan agama-agama yang tidak membawa manusia kepada keselamatan. Mereka pikir agama Kristen dengan tata cara keberagamaannya dapat menyelamatkan mereka, padahal yang dapat menyelamatkan mereka adalah darah Yesus dan Firman yang mereka harus pahami oleh tuntunan Roh Kudus untuk memerdekakan mereka.
     
    Sejatinya,banyak orang Kristen tidak pernah berurusan dengan Tuhan. Mereka hanya berurusan dengan agama, gereja dan pendeta. Tetapi mereka merasa sudah berurusan dengan Tuhan. Hal ini membuat mereka menjadi orang Kristen yang tidak mengalami Tuhan secara pribadi, dan tentu mereka tidak mengalami proses pemuridan. Dengan keadaan ini mereka tidak pernah mengalami perubahan. Mereka hanya menjadi manusia yang bermoral baik, tetapi tidak mengikuti jejak Tuhan sebagai Anak Allah yang menyenangkan hati Bapa. Di antara mereka juga ada orang-orang Kristen yang jahat, yang tidak akan pernah masuk Kerajaan Surga.
     
    Banyak orang Kristenyang tulus mencari Tuhan, tetapi mereka dengan mudah diperdaya dan dimanfaatkan oleh lembaga gereja melalui para pejabatnya untuk kepentingan lembaga itu sendiri, dan akhirnya juga untuk kepentingan individu pejabat gereja dan pengurusnya. Mereka tidak mengarahkan jemaat tersebut masuk menjadi anggota keluarga Kerajaan, tetapi hanya menjadikan mereka sebagai anggota gereja yang rajin dan setia terhadap gerejanya, tetapi tidak setia kepada Tuhan secara pribadi. Sesungguhnya mereka membangun kerajaannya sendiri, bukan Kerajaan Tuhan Yesus. Tetapi mereka merasa dan menyatakan bahwa kegiatan mereka adalah pelayanan bagi kepentingan Tuhan. Satu kali mereka akan mengetahui keadaan mereka yang sesungguhnya dan mereka menuai apa yang telah mereka tabur.
     
    Sebenarnya TuhanYesus ingin berjalan dengan mereka, menyentuh mereka dan mengajarkan bagaimana menjalani hidup seperti yang pernah Dia jalani. Tetapi mereka tidak tertarik, sebab banyak hal yang lebih menarik perhatian mereka. Bagi mereka, dunia lebih menarik dan berharga daripada perkara-perkara rohani yang diajarkan dan diberikan kepada mereka. Kalau keadaan seperti ini berlarut-larut, maka mereka tidak akan pernah mengenal kebenaran dan tidak akan pernah memahami perkara-perkara rohani.
     
    Dalam keadaan dunia yang makin fasik ini, masih ada umat Tuhan yang sejati. Mereka ada di tengah-tengah umat yang lain dalam gereja. Kelihatannya mereka sama dengan yang lain, padahal sebenarnya berbeda. Mereka memiliki hati yang melekat kepada Tuhan. Setiap hari mereka menyediakan waktu untuk bertemu dengan Bapa dan Tuhan Y...
    0 min
  • Kehidupan Yang Akan Datang
    Seandainya orang percaya dapat melihat kedahsyatan kehidupan di dunia yang akan datang, maka besar kemungkinan berpotensi cara hidupnya akan sangat berubah. Kehidupan yang akan datang yang dipersiapkan oleh Tuhan untuk orang percaya adalah kehidupan yang keindahannya tidak terbayangkan oleh kita sekarang ini. Keadaannya sangat jauh berbeda dengan bumi di mana kita menetap untuk sementara hari ini. Tuhan Yesus sangat merindukan membawa orang percaya ke tempat itu, supaya di mana Dia ada orang percaya pun berada. Tetapi sekarang belum tiba saatnya. Sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh Bapa, Tuhan Yesus akan mengakhiri kehidupan di bumi dengan kedatangan-Nya yang kedua. Tuhan Yesus akan datang bersama para malaikat-Nya dan bersama dengan orang-orang suci untuk menjemput orang percaya dan membawa ke tempat yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yesus. Mestinya orang percaya tidak perlu harus melihat tempat itu baru percaya, tetapi cukup percaya saja apa yang telah berulang-ulang dikatakan oleh Tuhan Yesus di dalam Injil-Nya.
     
    Tuhan memilih kita di antara banyak manusia di bumi ini agar kita mengikuti jejak hidup Yesus. Dengan mengikuti jejak-Nya orang percayadilayakkan duduk semeja dengan Tuhan Yesus di Kerajaan Surga nanti. Mengikuti jejak Yesus berarti orang percaya harus memiliki karakter Yesus. Memiliki karakter Yesus bukan hanya berarti menjadi mirip seperti karakter-Nya. Kalau hanya mirip belumlah yang dikehendaki Bapa, tetapi mengenakan karakter Yesus, Anak Allah. Hendaknya orang percaya bukan hanya sekadar meniru-niru, tetapi sungguh-sungguh mengenakan gairah hidup Yesus. Jika kita sudah sampai mengenakan gairah hidup Yesus, berarti kita sudah menjadi segambar dan serupa dengan Dia. Inilah sebenarnya rancangan Allah semula. Bapa sangat mengingini manusia berkeadaan seperti Diri-Nya. Tuhan Yesus telah berhasil memuaskan hati Bapa dengan menjadi manusia seperti yang dirancang-Nya sejak semula. Inilah kemenangan itu.
     
    Mengenakan karakter Yesus bukan hal yang mudah. Sebenarnya itu adalah pergumulan yang tersulit dalam hidup ini. Tanpa anugerah Tuhan Yesus melalui karya salib-Nya, tidak ada orang yang bisa berhasil menjadi manusia sesuai dengan rancangan Allah semula. Anugerah Tuhan Yesus adalah korban-Nya di kayu salib, Roh Kudus yang dimateraikan dalam kehidupan orang percaya, Injil yang diajarkan oleh Yesus, akhirnya anugerah tersebut adalah penggarapan Allah dalam segala peristiwa kehidupan untuk mendewasakan orang percaya. Allah bekerja dalam segala hal agarorang percayamenjadi sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Diri Yesus. Itulah sebabnya betapa pentingnya perjalanan hidup setiap hari bersama Tuhan, sebab melalui kehidupan setiap hari Tuhan mengajarkan banyak hal. Di dalam hal ini Tuhan Yesus sungguh-sungguh memuridkan setiap orang percaya secara pribadi.
     
    Setelah melalui perjalanan panjang Tuhan memuridkan, maka orang percaya akan dapat berkata: “hidupku bukan aku lagi tetapi Tuhan yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:20). Inilah kesempurnaan seperti Bapa yang dimaksudkan oleh Tuhan. Orang percaya harus mengenakan hidup-Nya, dan Tuhan akan mengajar orang percaya untuk memikul salib. Memikul salib artinya menderita demi keselamatan jiwa-jiwa untuk juga disempurnakan seperti kita yang telah diproses oleh Tuhan. Harus diingatkan kepada orang percaya bahwa tidak ada mahkota tanpa salib. Salib yang diajarkan oleh Tuhan Yesus untuk dipikul adalah kasih karunia, agar orang percaya memperoleh berkat surgawi yang utuh dan lengkap. Tidak banyak orang dipercayai oleh Tuhan untuk memikul salib. Dengan demikian penderitaan bagi Tuhan juga adalah kasih karunia.
     
    Kenyataan hari ini membuat Tuhan bersedih, melihat tidak sedikit orang Kristen yang sibuk dengan begitu banyak urusan yang mengganggu pertumbuhan kedewasaan rohaninya. Banyak hal yang mereka anggap selalu penting dan mendesak, sehingga mereka hanyut dengan berbagai urusan.
    0 min
  • Terhindar Dari Neraka
    Seandainya kita melihat kedahsyatan kengerian neraka, kita pasti akan rela dan nekad berbuat apa pun demi dapat menghindarinya. Kengerian neraka adalah terpisahnya manusia dari Allah yang benar (Why. 20:13-15). Itu adalah keadaan yang sangat mengerikan, yang tidak dapat digambarkan dan dijelaskan sekarang ini kepada semua orang. Tuhan sangat tidak menginginkan manusia ada di sana. Tetapi sekarang ini banyak orang belum melihat dan tidak tahu kedahsyatan kengerian neraka, sehingga mereka menganggap remeh realitas neraka tersebut.  Cara hidup banyak orang menunjukkan bahwa mereka tidak sungguh-sungguh menjauhi neraka jahanam. Ironinya, banyak orang malah mendekat dan semakin terjerat, sehingga mereka sampai pada keadaan tidak akan pernah dapat keluar dari belenggu jerat kuasa jahat, yang dengan sendirinya tergiring ke neraka. Keadaan ini bukan saja dialami oleh orang-orang di luar gereja, tetapi oleh juga banyak orang Kristen yang   mengaku umat Tuhan. Tentu hati Tuhan sangat sedih melihatnya.
     
    Dewasa ini hampir tidak ada lagi orang yang mengaku hamba Tuhan berbicara mengenai neraka kepada umat Tuhan di gereja. Mereka menganggap pengajaran mengenai neraka tidak perlu diajarkan. Banyak orang menganggap sepele dan meremehkannya. Hal ini disebabkan karena mereka tidak memiliki pengetahuan mengenai kebenaran. Hati mereka tertutup karena percintaan dunia. Mereka juga senang hidup wajar seperti anak-anak dunia. Sebagian mereka juga haus kekuasaan dan kedudukan dalam gereja. Sehingga mereka tidak mengerti ketika Roh Kudus mengajarkan kebenaran kepada mereka. Hal ini membuat Tuhan marah, sebab para pembicara gereja mengajarkan ajaran yang tidak diajarkan oleh Tuhan.
     
    Banyak pembicara di mimbar gereja mengajarkan bahwa masuk Kerajaan Tuhan itu mudah. Mereka mengajarkan konsep percaya yang salah kepada umat Tuhan. Sehingga banyak orang Kristen merasa sudah percaya kepada Tuhan, padahal belum. Konyolnya mereka memastikan diri akan masuk Kerajaan Surga. Mereka menganggap dan menilai Kerajaan Surga secara murahan. Sejatinya, mereka sedang menginjak-injak keagungan Kerajaan Tuhan, dan memperlakukan Tuhan secara tidak pantas. Tetapi mereka merasa sudah menghormati Tuhan, sebab mereka mengucapkan kata-kata yang menyanjung nama Tuhan dalam nyanyian di gereja. Mereka tidak sadar kalau sebenarnya mereka sedang mempermainkan Tuhan. Mereka menipu diri mereka sendiri dan mencoba berlaku munafik di hadapan Tuhan. Mereka tidak mau mengerti bahwa Tuhan melalui Roh Kudus menyelami pikiran mereka.
     
    Bapa dan Allah Anak telah mengatakannya melalui hamba-hamba-Nya, bahwa cawan murka Allahakan dicurahkan pada waktunya. Memang sekarang Tuhan seakan-akan diam, tetapi sebenarnya berkali-kali Tuhan telah memperingatkan mereka. Tetapi mereka tidak mau mendengar peringatan-Nya. Hati mereka sebenarnya telah terpikat oleh percintaan dunia. Itulah sebabnya, Tuhan tidak menemukan mereka merindukan bertemu dengan Tuhan Yesus di Kerajaan-Nya. Mereka lebih senang membangun gereja besar untuk kebesaran nama mereka sendiri dan berpesta dalam kebaktian yang sebenarnya Tuhantidak berkenan hadir di situ, sebab mereka hanya mempercakapkan berkat jasmani, kesembuhan jasmani dan mukjizat yang tidak berpengaruh bagi kesucian hidup mereka.  Mereka pasti tidak mengajarkan mengenai neraka secara benar.
     
    Kita harus waspada, bahwa ternyata kuasa jahat berusaha keras agar realitas mengenai neraka lenyap dari pikiran, bahkan dianggap tidak pernah ada, supaya orang-orang Kristen menjadi sekutunya dan terseret ke tempat celaka. Kita harusmenyadari, sebenarnya banyak diantara kita telah terpengaruhi cara hidup anak dunia yang tidak mengenal kebenaran sehingga tidak menyadari sepenuhnya kedahsyatan kengerian neraka. Itulah sebabnya banyak orang tidak sungguh-sungguh menghindarinya. Sekarang orang percaya harus kembali merenungkan realitas neraka ini, supaya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi anggota keluarg...
    0 min
  • Menjadi Anak Allah
    Satu hal yang harus kita mengerti, bahwa Bapa tidak mencari keuntungan apa-apa dari kita, karena segala sesuatu adalah milik-Nya, dan Dia bisa berbuat apa saja untuk membahagiakan Diri-Nya. Dalam kekekalan Bapa sudah menikmati kebersamaan dalam kebahagiaan yang tidak terbatas dan sempurna dengan Putra Tunggal-Nya. Bapa melahirkan dan menciptakan manusia sebagai anugerah yang tidak terhingga. Bapa bermaksud membawa manusia masuk dalam persekutuan dengan Putra Tunggal Bapa dalam kekekalan sebagai Keluarga Besar. Tidak ada makhluk yang diberi hak istimewa seperti yang Bapa sediakan bagi manusia.
     
    Adam disebut anak Allah, sebab roh yang ada di dalam dirinya adalah roh yang berasal dari Diri Bapa. Itulah sebabnya dikatakan bahwa Adam adalah anak Allah. Tetapi Adam tidak pantas disebut anak Allah lagi ketika ia tidak dengar-dengaran kepada-Nya. Adam lebih memilih mendengar suara yang lain. Sampai pada batas waktu dan keadaan tertentu, Allah harus mengusir Adam dari hadirat-Nya dan dari kebersamaan dengan Putra Tunggal-Nya. Hal ini sebenarnya tidak dikehendaki oleh Bapa, tetapi Allah tidak bisa mengingkari Diri-Nya. Setiap kesalahan harus menerima hukumannya.
     
    Pada hari Allah mengusir Adam dan istrinya, Allah sangat berdukacita, malaikat-malaikat-Nya pun ikut berdukacita sangat mendalam (Kej. 3:23-24). Hanya si pemberontak dan malaikat-malaikat yang berkhianat terhadap Allah yang bersukacita. Mereka merasa menang dapat mengungguli anak Allah, Adam. Walau Adam gagal, tetapi Allah masih memberi kesempatan kepada keturunan Set untuk hidup dalam pimpinan Roh-Nya, tetapi ternyata anak-anak keturunan Setpun memilih hidup sesuka hatinya. Mereka tahu bahwa Allah tidak suka jika mereka memilih istri dari keturunan orang keji, tetapi mereka tetap melakukan apa yang mendukakan hati Allah, bahkan mereka juga melakukan banyak kejahatan.
     
    Hati Bapa sangat berduka. Putra Tunggal Bapa, Allah Anak sangat menyesal. Allah harus memusnahkan bumi -selain Nuh dan keluarganya- sebab Allah merencanakan menciptakan manusia yang sesuai dengan rancangan awal. Kalau bumi tidak dimusnahkan pada waktu itu, anak-anak Nuh pun akan terseret dalam kejahatan manusia, sehingga tidak pernah dapat ditemukan lagi orang-orang yang menjadi sarana Putra Tunggal Bapa turun menjadi manusia untuk memenuhi rencana-Nya. Sesungguhnya hukuman air bah adalah cara Allah menyelamatkan dunia ini. Hal tersebut dilakukan demi keselamatan manusia, hadirnya Kerajaan yang diberikan kepada Putra Tunggal Bapabersama orang percaya, serta demi Keluarga Besar yang Bapa inginkan.
     
    Sekarang Putra Tunggal Bapa telah menyelesaikan tugas penyelamatan. Anugerah yang disediakan bagi umat pilihan harus dihargai dengan respon yang benar. Orang percaya harus menyambut anugerah yang Allah berikan dengan respon yang patut. Cara menyambut anugerah Allah adalah dengan meneladani kehidupan Putra Tunggal Bapa, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus sudah menunjukkan kepada dunia bagaimana hidup sebagai anak-anak Allah Bapa. Kalau orang Kristen tidak mengikuti jejak hidup Yesus, berarti mereka menolak anugerah Allah. Untuk apa seseorang mengaku percaya, tetapi tidak mengikuti jejak hidup Yesus? Orang percaya harus tahu bahwa keselamatan diberikan dengan maksud satu-satunya, yaitu orang percaya menjadi manusia seperti Putra Tunggal Bapa.Dengan demikian orang percaya pantas disebut sebagai anak Allah dan dilayakkan masuk anggota keluarga Kerajaan Allah.
     
    Waktu yang diberikan oleh Tuhan kepada orang percaya untuk menjadi anak Allah sangat terbatas dan hanya satu kali saja. Orang percaya harus memanfaatkannya dengan baik. Tidak boleh ada kesibukan dalam hidup ini yang tidak diarahkan pada proses perubahan menjadi anak Allah yang berkodrat Ilahi, agar layak masuk ke dalam keluarga Kerajaan Allah. Oleh sebab itu diperingatkan dengan tegas, agar orang percaya tidak tertarik lagi dengan apa pun selain KerajaanSurga di mana Bapad...
    0 min
  • Kasih Bapa Dan Anak
    Pernahkah kita membayangkan bagaimana tidak mudahnya Tuhan Yesus harus melepaskan semua kesadaran dan kemuliaan yang dimiliki-Nya di kekekalan? Dia harus meninggalkan semuanya dan tidak tahu pasti apakah bisa kembali lagi ke surga atau tidak (Flp. 2:5-7). Allah Anak harus berjuang menyelesaikan tugas yang Bapa berikan. Perjuangan ini bukan sandiwara. Allah Anak diperhadapkan pada kemungkinan menang atau kalah. Hal ini sangat menggetarkan. Sangat besar kemungkinan belum pernah Allah Anak tergetar seperti saat Dia harus melepaskan keberadaan-Nya sebagai bagian dari Elohim Yahweh.
    Allah Anak mengerti bahwa Lusifer, musuh Allah Bapa dan musuh Allah Anak, terus menginginkan takhta yang bukan haknya. Yesus, Putra Tunggal Bapa harus menghentikan ambisinya. Bapa tidak memiliki calon lain selain Diri-Nya. Allah Anak harus ke bumi menjadi manusia yang dalam segala hal disamakan dengan manusia. Ketika Allah Anak harus meninggalkan takhta-Nya, sangat besar kemungkinan malaikat-malaikat kudus di surga terdiam, hening dalam perasaan yang sulit dilukiskan. Bapa pun tentu sedih melepaskan kepergian Raja mereka. Kalau bisa mengatakan, Allah Anak bangga terhadap Bapa yang sangat luar biasa. Bapa mengasihi manusia dengan memberikan Putra Tunggal-Nya, milik yang paling berharga dan yang paling dicintai Bapa. Allah Anak pasti mengikuti teladan-Nya. Melalui hal ini Bapa mengajar Allah Anak untuk memiliki kasih seperti yang ada pada-Nya.
    Seberat apa pun tugas yang dipercayakan kepada Allah Anak, menjadi ringan, karena Dia mengerti dan mengakui bahwa kemuliaan yang dimiliki sesungguhnya dari Bapa. Melihat keadaan manusia yang menuju kebinasaan, Allah Anak rela memberikan Diri-Nya untuk menyelamatkan manusia. Bapa mengajari Allah Anak mengenai kasih yang luar biasa, yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tetapi dapat diterjemahkan dengan tindakan. Dan Allah Anak yang harus menerjemahkannya bagi umat pilihan. Pada hari Bapa mengutus Allah Anak, tidak ada lagi yang diingat-Nya. Semua lenyap, Allah Anak seperti tidak pernah ada. Bapa mengosongkan Diri-Nya, seperti membunuh-Nya. Bapa menaruh Roh Allah Anak di dalam rahim ibunda Maria. Itu pun baru disadari Yesus setelah Diri-Nya bertumbuh dewasa. Orang-orang pertama yang memberi tahu bahwa Yesus datang dari Bapa, bahwa Diri-Nya bukan anak ibunda Maria dan bapak Yusuf adalah bunda Maria dan bapak Yusuf sendiri. Hari demi hari Yesus semakin sadar bahwa Diri-Nya bukan berasal dari bumi ini. Yesus memikul tugas yang sangat besar dari Bapa.
    Pada bulan Desember, ketika orang-orang Kristen sibuk merayakan hari kelahiran-Nya, nampak seakan-akan hari Natal menjadi hukum yang mutlak harus dijalani. Padahal Yesus tidak pernah memerintahkan orang-orang Kristen merayakan kelahiran-Nya seperti cara sebagian besar orang percaya merayakan hari kelahiran mereka. Tentu hal ini menyedihkan hati Tuhan, yaitu jika dalam perayaan Natal itu mereka menghamburkan waktu, tenaga, uang dan banyak hal lain untuk sebuah kegiatan yang tidak membuat orang percaya bertumbuh dewasa. Pada bulan Desember, ketika orang-orang Kristen merayakan Natal, menjadi bulan mereka menghamburkan potensi dengan sia-sia yang membuat pertumbuhan kedewasaan rohani malah melambat.
    Sebenarnya, sangat kecil kemungkinan Tuhan Yesus lahir pada bulan Desember. Tuhan sengaja tidak memberi tahu tepat waktu, tanggal, bulan bahkan tahunnya, sebab Tuhan tidak ingin orang Kristen mendewakan hari itu. Tuhan tidak ingin orang Kristen seperti orang yang tidak mengenal kebenaran, seperti agama-agama kafir yang menjadikan satu hari lebih dari hari yang lain. Sesungguhnya tidak ada satu hari yang lebih dari hari yang lain. Tuhan menghendaki agar orang percaya menjadikan semua hari kudus dan berharga, yaitu dengan melakukan kehendak Bapa, seperti yang Yesus telah lakukan. Semua hari adalah hari Tuhan, sebab orang percaya sudah ditebus menjadi milik Tuhan Yesus. Semua yang ada pada orang percaya adalah milik Tuhan Yesus.
    0 min

About Truth Daily Enlightenment

From the publisher's feed

Renungan harian berisi intisari pengajaran aplikatif yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Erastus Sabdono, dengan tujuan melengkapi bangunan berpikir kita mengenai Tuhan, kerajaan-Nya, kehendak-Nya dan…