Tulisan Votavato

Tulisan Votavato

By Anisa RahmaArtsBooks
Download on the App Store

Tulisan Votavato episodes

  • Cerita Suara : Jangan Tunggu Aku Pulang - Bag. 25 | Mystery-Horror-Thriller #AlurCerita
    Malam ini, Sean pergi keluar setelah berpamitan dengan Vikara. Vikara dan Carra sudah tahu dengan aktivitas di malam hari yang sering dilakukan Sean saat malam hari itu, bukan sekedar keluyuran biasa sebenarnya. Meski awalnya Vikara sempat tidak mengizinkan, namun setelah dipikir-pikir, ia tak memiliki hak sepenuhnya untuk melarang Sean. Walau, semenjak kepergian Neo membuat Sean menjadi sering tinggal bersamanya, tapi Vikara merasa ia tak memiliki kewajiban sepenuhnya untuk melarang Sean keluar. Ia selalu mengizinkan dengan syarat yang harus bisa dilakukan oleh Sean. Yakni tidak sampai terluka.
    Sean itu petarung. Setiap malam ia selalu berlatih dengan orang-orang yang juga seperti dirinya. Sebisa mungkin ia hanya akan membuat bagian tubuhnya yang bisa dlindungi saja yang terluka. Makanya, Vikara mengira Sean tetap baik-baik saja selama berlatih dan terus mengizinkannya. Kalau saja ia tahu dengan banyaknya lebam di tubuh Sean, mungkin ceritanya akan sedikit berbeda.
    Malam ini, bukan studio tempatnya berlatih yang Sean kunjungi. Melainkan gedung tua yang setahun lalu sempat ia lihat pada pesan masuk diponselnya Neo. Sean menduga tempat itu ada hubungannya dengan kasus Neo dan Nias. Sebab, ia sempat mendengar berita kalau Nias juga sempat mendapat isi pesan serupa seperti itu. Makanya, gedung ini sudah ditandai garis kuning karena sedang dalam penyelidikan kepolisian.
    Sean sudah mempersiapkan semuanya di mobilnya. Ia lalu membawa benda benda kecil sebagai bentuk pertahanan diri itu ke dalam kantung pakaiannya. Sepintas ia akan terlihat seperti hanya membawa tangan kosong saja.
    Beberapa polisi ada yang mendirikan tenda di depan gedung. Sean jadi kesulitan untuk memarkirkan mobilnya. Ia kemudian berkeliling untuk mencari jalan yang dapat membuatnya jika suatu waktu ia kenapa-kenapa, ia bisa lekas menuju ke mobilnya dan kabur. Setelah hampir satu jam mencari, barulah Sean menemukan tempatnya. Meski jarak mobilnya terbilang lumayan jauh, setidaknya ia masih dapat melihat mobilnya dari balik pintu yang nantinya ia gunakan untuk masuk dan keluar.
    Setelah memastikan tak ada polisi yang berjaga di sekitar. Sean kemudian masuk dengan berhati-hati. Ia tak menyalakan senternya melainkan menggunakan kamera diponselnya agar polisi tidak menyadari dengan keberadaannya.
    Dengan berpacu pada tampilan yang ada di ponselnya, Sean berjalan menuju tangga dengan naik pelan-pelan. Pada lantai kedua ia tak menemukan apa-apa selain keadaan gedung yang berantakan. Kemudian pada lantai tiga pun sama hingga ke lantai 4. Begitu Sean hendak naik ke lantai 5, ternyata lantainya sudah menjadi bagian atap dari bangunan itu. Lantai pijakannya yang retak membuat langkah Sean tak dapat beranjak dari anak tangga. Ia pun kembali teringat dengan berita mengenai gedung ini beserta gempa bumi yang terjadi beberapa bulan lalu.
    8 min
  • Selamat Malam, gimana hari ini? Masih bisa ketawa? Masih bisa senyum? #Podcast Abshort
    Selamat malam
    Raga yang masih terjaga
    Dengan rasa penat yang terus bersarang dalam isi kepala yang rumit
    Gimana hari ini?
    Masih bisa ketawa?
    Masih bisa senyum?
    Atau kamu sekarang lagi nangis?
    Sedih?
    Kecewa?
    Patah hati?
    Ditinggalkan?
    Masalah hidup semakin hari semakin berat?
    Beban hidup makin numpuk?
    Apapun itu, jangan sampai bunuh diri ya
    Tolong
    Kematian nggak akan bisa akhirin rasa sakit yang terus bersarang itu
    Justru kita akan makin sakit di sana
    Kalau kamu nggak kuat
    Istirahat
    Tapi gak bisa karena terus kepikiran?
    Aku bukan psikolog yang bakal ngasih solusi
    Aku juga nggak tahu harus bilang gimana lagi selain
    Kamu itu sebenarnya ngerasain hal itu nggak sendirian
    Banyak kok manausia yang sama sepertimu masalahnya
    Bahkan
    Orang yang kamu lihat bahagia pun bisa aja dia lebih menderita dari kamu
    Cuma dia pandai sembunyi aja
    Udahlah
    Semua emang terlanjur kusut
    Pada dasarnya
    Bahagia itu pilihan
    Bukan harapan seperti yang kamu bayangkan
    Terus mikirin masalah hidup dengan berharap suatu saat bisa bahagia
    Bisa tenang
    Sadar
    Kamu itu manusia yang hidup di zaman modern
    Umurmu terlalu singkat kalau cuma dihabiskan buat mikirin masalah hidup
    Kebayang nggak saat zamannya nabi adam?
    Manusia-manusia umurnya ratusan tahun
    Terus mereka punya masalah hidup
    Bisa bayangin gimana beratnya mikul beban selama puluhan tahun?
    Mau mati juga rasanya enggan karena masih merasa punya harapan
    Aku nggak maksud buat sok nasihatin
    Karena aku sendiri pun masih suka ngeluh sama hidup
    Jadi please
    Bangun
    Jalan
    Gerak
    Jangan biarkan masalah menguasai pikiranmu
    Nanti ujung-ujungnya kamu lagi yang merugi
    Ck
    Yaudahlah
    Manusia emang punya cara hidupnya masing-masing
    Ribet
    7 min
  • Cerita Suara : Catatan Psikopat - Bag. 15 | Thriller-Horror-Mystery #AlurCerita
    Suatu hari, aku menemukan mayat yang mengapung di bawah rumah nenekku yang dibangun tepat di atas sebuah sungai yang menjorok ke laut. Saat itu masih pukul 4 dini hari ketika aku terbangun dan tak bisa tidur lagi. Aku lalu memutuskan untuk pergi ke pinggir sungai yang ada di belakang rumah. Hanya menapaki beberapa papan kayu, aku pun sudah berada di tepi sungai.
    Lampu sengaja tidak kunyalakan dan hanya mengandalkan cahaya bulan purnama yang bersinar sangat terang saat itu.
    Saat itulah, ketika aku mengedarkan pandanganku ke bawah rumah, aku melihat tubuh telentang yang mengambang. Tentu saja awalnya aku terkejut. Tadinya, aku mau memanggil nenekku, tapi tidak jadi.
    Sebab, aku jadi teringat dengan jaguar peliharaan kakek. Aku kemudian mengendap ke dalam rumah dan mengambil parang lalu turun ke bawah untuk memotong-motong tubuhnya. Itu tidak sulit karena kurasa ini sudah lebih dari 3 hari ia berada di sungai. Baunya juga cukup menyengat. Tak aneh jika orang-orang sekitar tidak mencium baunya, sebab di sekitar sini terdapat banyak sekali peternakan kerbau. Makanya, orang-orang pasti mengira baunya dari kotoran kerbau.
    Setelah memotong-motong sampai kebagian terkecil, aku lalu memasukan semuanya ke dalam kantung plastik, sementara sisanya aku biarkan pada ikan-ikan kecil yang kelaparan.
    Setidaknya ini mengobati rasa rinduku untuk tidak melakukannya secara langsung. Sebab, dalam beberapa minggu ke depan, aku akan tinggal sementara di rumah kakek dan nenekku.
    3 min
  • Cerita Suara : Miror Short - Bag. 9 | Mystery-Horror-Thriller #AlurCerita
    Di dalam kamar orangtuaku terdapat lukisan tua peninggalan kakekku. Lukisannya abstrak dan sama sekali tidak bisa aku mengerti apa arti dari seni yang ditunjukan.
    Suatu hari aku masuk ke dalamnya saat kedua orangtuaku sedang berada di ruang tamu. Aku masuk karena penasaran dengan jenis lukisan itu. Karena setahuku biasanya dibagian pojok lukisan terdapat nama atau keterangan singkat dari lukisan itu.
    Aku lalu menyalakan lampunya yang selalu dimatikan saat orangtuaku tidak sedang berada di dalamnya.
    Saat aku perhatikan lagi dengan seksama, lukisan itu benar-benar abstrak. Lebih terlihat seperti coretan yang sembarangan.
    Aku lalu melihat ke bagian pojoknya.
    Aku tertegun saat mendapati pesan singkat yang membuatku bingung.
    Kau abadi di sini
    Hanya itu tulisannya. Saat aku sibuk memperhatikan lukisan itu, ibuku datang dengan bertanya kepadaku kenapa aku bisa ada di dalam kamarnya.
    Saat aku jawab dengan jujur, ibuku justru melarangku untuk tidak pernah mencari tahu lagi dengan apapun mengenai lukisan itu. Saat aku tanya kenapa alasannya, ibuku justru mengatakan hal yang menurutku aneh ditelingaku.
    "Karena kami tidak ingin kehilanganmu lagi, Nak"
    Saat aku tanya apa aku pernah hilang, ibuku tak menjawab dan justru hanya memelukku semakin erat.
    3 min
  • Cerita Suara : Its OK to Not to be Okay - Bag. 16 | Drama Romantis Indonesia #AlurCerita
    "Saya akan pergi kalau sudah selesai." kata Jeara saat berhadapan dengan orang yang membeli banyak gambarannya. Kali ini gambarannya tidak dikemas seperti paket, melainkan dikirim langsung melalui dirinya dan bertemu dengan calon pembelimya.
    Namun, ia tak menyangka kalau pembelinya kali ini adalah orang yang sangat tidak ingin ia temui lagi itu. Disamping ia tak menyukainya, juga karena Jeara merasa adanya pengaruh buruk yang dibawa oleh orang tersebut.
    "Makanlah dulu sebelum pergi dari sini. Tak baik meninggalkan makanan yang sudah tersaji begitu saja." katanya dengan jenis senyuman yang seperti menyimpan banyak rencana licik. Jeara tak suka itu. Kesan baiknya saat kali pertama bertemu kini sudah tak lagi ada, sekarang justru tergantikan dengan wajah penuh mencurigakan.
    "Anda saja yang habiskan. Saya tidak lapar, permisi." kata Jeara dengan beranjak pergi, namun terhenti saat tangannya berhasil di pegang oleh orang itu.
    "Kali ini tidak akan saya biarkan kamu pergi begitu saja. Sekarang duduklah kembali selagi saya masih bicara dengan baik-baik." ujarnya dingin penuh ancaman.
    Jeara menelan salivanya dengan agak susah, namun sedetik kemudian dia menepis begitu saja tangan orang itu lantas pergi begitu saja tanpa menoleh kembali.
    "Brengsek, sekarang dia mulai berani saja." umpat orang itu pelan sambil tetap terlihat tenang saat ada beberapa orang yang sedang memperhatikan dirinya dan Jeara tadi.
    Jeara tak langsung pulang ke rumah, melainkan mampir ke toserba yang mana ada Venus bekerja di dalamnya. Ia lalu memesan makanan untuknya dimakan di sana.
    "Mukamu kayak orang lagi kesal gitu. Kenapa?" tegur Venus saat tak ada pelanggan yang masuk lantas mengampiri Jeara yang sedang makan sambil emosi.
    "Aku habis bertemu dengan orang yang beli gambaranku." sahut Jeara masih menatap lurus ke depan dan makan.
    "Lah? Bukannya itu sudah jadi hal biasa buat kamu. Dibatalkan setelah melihat hasilnya secara langsung. Itu bukan berarti gambaranmu jelek Jeara, selera orang itu aja yang aneh. Buktinya, mural yang ada di toserba ini selalu dijadikan background untuk orang-orang yang mampir hanya untuk sekedar berfoto. Sudahlah, nggak usah terlalu dipikirkan." kata Venus sambil mengusap tangan kiri Jeara.
    "Ck, masalahnya kali ini berbeda dari biasanya, Ven. Orang yang beli gambaranku itu bukan orang biasa." sahut Jeara dengan menoleh sebal ke wajah Venus.
    "Siapa? Artis? Pejabat gila hormat? Bocil sok kaya? Atau manusia sok perfect kayak yang waktu itu?" Jeara menggeleng sambil agak mencebikan bibirnya ke bawah.
    "Lan---" ucapan Venus terhenti ketika beberapa orang masuk untuk belanja. Ia lantas memberikan tatapan meminta maaf pada  Jeara, seraya kembali untuk kerja kembali dan Jeara hanya mengangguk kemudian kembali melanjutkan makanannya.
    Jeara membuka ponselnya dan mencari akun dari orang yang tadi membeli karyanya. Ia berencana untuk memblokirnya agar tak ada lagi transaksi jual beli diantara keduanya berikutnya. Jarinya terhenti saat mendapati adanya sebuah foto yang begitu mirip dengan dirinya. Jeara pun mengklik demi melihat lebih jelas siapa wajah dari foto tersebut.
    Meski itu adalah kali pertama ia melihat, namun rasanya begitu dekat sekaligus sakit. Dadanya tiba-tiba sesak tanpa ia mengerti apa sebabnya. Mungkinkah karena ia melihat foto wanita itu membuat perasaanya menjadi tiba-tiba seperih ini?  Jika mengingat omongan laki-laki itu tempo hari, bisa saja perasaannya saat ini ada kaitannya.
    Laki-laki itu bilang, ia adalah adik dari ibunya yang selama ini meninggalkannya. Lalu, mungkinkah foto yang sedang dilihat Jeara saat ini adalah foto ibunya?
    9 min
  • Cerita Suara : Skylar dan robotnya - Season 2. Bag. 4 | Sci-Fic #AlurCerita
    Lima detik adalah waktu yang terasa begitu lama bagi Skylar yang merasa sentuhan jari pada layar ponselnya sedang terlambat menanggapinya. Meski pada saat detik pertama ia langsung mengalihkan kamera ke arah lain, namun Skylar merasa bahwa koma dari sekian detik pun adalah waktu yang cukup mampu bagi orang-orang bergerak cepat mengambil wajahnya. Karena tidak berhasil mematikan siaran dalam lima detik, Skylar langsung memasukan ponselnya ke air minum di gelas dan menyetrumnya hingga ponsel itu mati.
    Ia mengusap wajahnya merasa frustrasi dengan apa yang baru saja dialaminya. Ia tidak menyangka kejadian seperti ini akan begitu cepat menimpa dirinya.
    Tak ingin merasa gelisah sebab praduga dalam isi kepalanya sendiri, ia pun mengambil sebuah kotak kecil dan menghidupkannya dengan menempelkan sidik jarinya. Sedetik kemudian laptop hologram tersedia di depannya. Ia lalu memeriksa akun aslinya menggunakan akun palsunya. Benar dugaannya. Tag mengenai wajahnya yang sempat diambil dari sekian detik itu berhasil menghebohkan orang-orang diinternet. Pasalnya, meski gambarnya diambil dengan sangat super cepat. Garis wajah yang nyaris sempurna dimiliki Skylar, tetap terlihat menakjubkan meski dalam keadaan kualitas foto yang sedikit buram, sehingga dalam sekejab ia pun kembali menjadi topik terhangat yang sedang banyak dibicarakan oleh orang-orang di seluruh dunia saat ini. Dan efek dari ketidaksengajaan itu pun berdampak positif dengan jumlah pengikut dan penyuka sosial media milik Skylar dengan akun aslinya menjadi makin meningkat. Dalam sekejab, satu juta pengikut ia dapatkan dalam waktu satu jam dan jutaan like dari video youtube dan unggahannya di aplikasi lainnya.
    Awalnya, Skylar merasa sangat takut dengan semua hal yang baru dialaminya itu. Jantungnya berdebar memperhatikan komentar dari setiap orang yang melihat wajahnya. Namun sesaat kemudian, ia mulai hanyut dengan beragam komentar yang ditujukan padanya itu, membuat hatinya terasa menjadi lebih hangat. Ketakutan yang selama ini tak ingin ia hadapi justru tidak muncul, atau mungkin hal itu tidak terjadi lantaran banyaknya orang yang menyukai dirinya dibanding dengan orang-orang yang membencinya.
    Senyumnya merekah dengan binar mata yang agak berkaca-kaca, sebab terharu tentang bagaimana orang-orang yang tak pernah melihat dirinya secara langsung itu justru tidak peduli dengan bagaimana rupanya. Mereka mencintai Skylar karena Skylar adalah Skylar. Sosok idola yang menjadi motivasi mereka untuk terus melanjutkan hidup. Meski lirik lagu yang dibuat Skylar terdengar acak, namun kebanyakan dari mereka justru menangkap dengan jelas apa maksud dari pesan-pesan yang ada pada lagunya itu.
    5 min
  • Selamat Malam, Dunia (Podcast Abshort) Eps. 10
    Selamat malam
    Raga yang masih terjaga
    Dengan rasa penat yang terus bersarang dalam isi kepala yang rumit
    Bumi makin lama makin tua aja ya
    Sementara manusia makin lama makin menggila
    Termasuk aku
    Aku nggak mau buat pengecualian
    Sebab, aku juga manusia biasa yang nggak bisa dikatakan jarang untuk buat kesalahan
    Sering malah
    Berkali-kali
    Berulang-ulang juga
    Gila kan?
    Makanya. Aku gak mau munafik
    Kalau mau ngatain manusia
    Nggak usah jauh-jauh
    Dari diri sendiri dulu aja
    Terus juga
    Orang baik yang sungguhan tulus tuh makin susah sekarang ditemuin
    Kebanyakan cuma depan kamera doang
    Atau paling nggak ya karena pengeng dipuji aja sama orang yang lihat
    Kalau nggak ada kamera atau nggak ada siapa-siapa?
    Nah, disitutuh wallahualam
    Nah,
    Aku juga, barusan suudzon kan sama manusia lain?
    Nah, aku juga termasuk berarti
    Tapi tunggu dulu deh
    Kok kesannya aku jadi kayak yang menjatuhkan diriku sendiri ya?
    Hmmm
    Berat juga ya kalau bahas masalah manusia sama dunianya
    Salah salah aku yang makin salah
    Tapi aku merasa kasihan deh sama bumi
    Dia nggak salah apa-apa jadi di rusak sama tangan-tangan manusia yang merasa kalau
    Mereka tuh nggak hidup kalau gak ngapa-ngapain isi bumi gitu
    Dan itutuh tanpa pertanggung jawaban sama sekali
    Cuma, nggak setiap manusia juga sih yang kayak gitu
    Dahlah manusia sampah kayak aku sepertinya kurang pantas ngomongin masalah bumi
    Sendiri juga masih perlu diperbenah
    3 min
  • Cerita Suara : Rasa Sakit Terhebatku - Bag. 43 | Brokent Heart #AlurCerita
    Namaku Jane.
    Adalah seorang anak dari ibu tunggal yang selama ini membesarkanku dengan susah payah. Ibuku memiliki penyakit skizofhremia, penyakit dimana ibuku melupakan akan jati dirinya dan kembali merasakan menjadi seperti seorang anak kecil. Tidak jarang ia sering buang air kecil dan besar di celananya sendiri. Karena dari kecil aku hanya di rawat olehnya saja, maka aku tak bisa membiarkan ibuku dirawat oleh orang lain. Makin hari penyakitnya semakin parah. Ia bahkan pernah lebih lama menjadi seorang anak kecil dibanding menjadi ibuku sendiri. Aku sering bolos kerja hanya untuk menemaninya kala itu. Bahkan, aku semakin jarang bertemu dengan kekasihku akhir-akhir ini. Setiap ia mengajakku pergi ke luar, aku selalu beralasan bahwa aku tak bisa karena harus merawat ibuku.
    Awalnya Stefan tidak memasalahkan hal itu. Ia selalu bilang baiklah setiap kali aku menolak ajakannya pergi. Kadang ia justru mampir ke rumahku untuk menengok ibuku.
    Ibuku sangat senang dengan stefan. Katanya Stefan begitu dewasa dan cocok untukku. Stefan juga menyukai ibuku sehingga mereka setiap kali bertemu selalu mengobrol banyak sampai nyaris melupakan keberadaanku.
    Seperti halnya hari ini, Stefan berjanji akan datang ke rumahku. Namun aku sempat bilang padanya bahwa ibuku sedang kumat. Ia bilang tak masalah. Aku pun membolehkannya bertemu denganku.
    Karena ibuku tak mengingatnya pun denganku, ia pun mengajak ibuku bermain layaknya bersama anak usia 12 tahun. Ibuku senang-senang saja. Dan aku tersenyum melihat kedekatannya dengan ibuku. Kemudian tak lama berselang aku mendapatkam pesan untuk mengambil paket yang tak bisa diantarkan ke rumah karena berisi paket yang sangat beresiko jika diantarkan, maka aku pun pergi meninggalkan kekasihku dengan ibuku di rumah.
    Stefan sempat menawarkan diri untuk mengantarkanku, namun kubilang tidak usah karena aku bisa pergi sendiri dan lagipula hanya sebentar saja. Stefan pun berjanji akan menjaga ibuku dengan baik. Lalu kemudian pergilah aku dengan menggunakan mobilku.
    Hampir satu jam aku pergi, aku pun pulang ke rumah dengan mendapati kondisi ibuku yang sudah tak lagi utuh bersama dengan Stefan yang mengalami hal serupa. Kulihat tak ada barang yang rusak atau pintu yang terbuka paksa di rumah. Aku mencoba untuk memeriksa denyut nadi dan jantung mereka. Dan mereka sudah tak dapat diselamatkan.
    3 min
  • Cerita Suara : Catatan Psikopat - Bag. 14 | Thriller-Horror-Mystery #AlurCerita
    Aku suka mengenakan kacamata, sebab itu akan membuatku menjadi terlihat jauh lebih pintar. Pintar dalam artian untuk melihat siapa yang akan kujadikan gagang berikutnya.
    Kali ini aku berniat untuk menambah koleksi kacamataku. Tentunya dengan jenis gagang kesukaanku. Aku lalu pergi keluar mencari orang-orang yang benar-benar terlihat baik fisiknya maupun perangainya.
    Suatu hari aku bertemu dengan pemuda gagah yang sedang berolah raga ringan di jalan. Ia berlari-lari kecil melewati mobilku. Aku beranjak dari mobil dan mulai mengikutinya.
    Sampai setelah 2 jam terus memperhatikannya, Akhirnya aku tiba di sebuah gerbang kosan khusus pria. Rupanya ia tinggal di situ. Aku beranjak pulang mendatangi mobilku yang sedari tadi kuparkir. Setidaknya, aku sudah menemukan dimana rumahnya berada.
    Hari-hari berikutnya pada setiap paginya aku terus memantau kegiatannya selama berhari-hari. Sampai aku tahu ia yang selalu pulang larut malam pada tiap dua hari sekali. Di situlah ada celah untukku.
    Pukul sepuluh malam dengan menggunakan mobil yang lebih baru lagi, serta penyamaran yang dibuat senatural mungkin, aku menembakan sebuah jarum kecil berukuran 2 centimeter ke lehernya. Ia yang pada saat itu baru saja memarkirkan motornya mendadak mematung. Sebelum turun dari mobil, aku sudah meretas cctv dan menyabotasenya.
    Aku kemudian membawanya ikut bersamaku dan dengan mudahnya ia pun menurut begitu saja. Aku senang lantaran berhasil membawanya setelah hampir satu bulan menjadi penguntit yang terus berusaha untuk tidak terlihat mencurigakan.
    Ia tak serta merta kubawa ke rumahku. Melainkan ke sebuah ceruk yang ada air terjunnya. Aku membawanya naik ke atas bagian air terjun itu. Setelah memastikan tak ada orang disekitar dengan menggunakan pemantau dari pendeteksi canggih oleh jam tanganku, aku lalu menyuruhnya untuk terjun dari ketinggian itu.
    Ia menurut dan terjun dengan bebasnya hingga terdengar suara jatuh yang nyaring disertai letusan kecil. Saat aku menengok ke bawah, tubuhnya hancur mengenai batu runcing hingga membuat kepalanya meletus pecah. Aku terkekeh geli melihatnya yang bodoh menerjunkan diri tepat mengenai batu itu.
    Berikutnya, aku turun dan mengambil rusuknya untuk kujadikan gagang kacamataku yang baru. Tidak sulit untuk mengoyak tubuhnya, sebab keadaannya sudah tak utuh lagi.
    3 min
  • Cerita Menjelang Buka Puasa : Miror Short - Bag. 8 || Mystery-Horror #AlurCerita
    Suatu hari, aku menemukan sebuah cermin di dalam hutan. Pada saat itu, aku sedang mengikuti kegiatan hiking untuk penyambutan sebagai murid baru di sekolah. Aku sempat bertanya pada kakak seniorku dengan mengapa ada cermin di dalam hutan.
    Bukannya menjawab, ia justru menghindar atau menjauh dariku. Padahal, aku hanya bertanya. Aku melihat kembali ke belakang pada keberadaan cermin kecil itu, tapi saat aku menoleh lagi ke depan, rombonganku sudah sangat jauh berjalan. Padahal, aku tadi terus berjalan beriringan dengan mereka.
    Aku lalu berlari mengampiri mereka dan mulai melanjutkan perjalanan kembali.
    Tapi, ada yang aneh dengan rute jalan yang kami lewati. Sebelumnya tadi jalanan yang kami jalani masih terlihat seperti ada jalur jalannya yang khusus untuk ditapaki. Tapi, kali ini justru melewati semak-semak dan belukar yang kadang buat ranselku tersangkut.
    Samar-samar aku mendengar suara seperti memanggilku. Suaranya seperti kakak pemandu yang padahal saat ini ia berada di depanku sebagai pemimpin perjalanan.
    Aku lalu berteriak menyahutnya, dan tiba-tiba semua orang di depanku terhenti. Aku lalu bertanya kenapa tapi tak ada yang menjawab.
    Dan sesaat kemudian, entah dari mana bisa kakak senior yang kukira ada di depan sudah berada di belakangku. Katanya ia sudah mencariku sedari tadi. Ketika kulihat lagi ke depan, jalanan belukar beserta rombongan yang tadi kulihat, berubah menjadi rawa dengan airnya yang hijau.
    3 min

About Tulisan Votavato

From the publisher's feed

Karena, anak introvert juga punya cerita untuk minta didengar