Tulisan Votavato

Tulisan Votavato

By Anisa RahmaArtsBooks
Download on the App Store

Tulisan Votavato episodes

  • Cerita Fiksi : Kenapa Aku Bisa Mati? - Eps. 4. Ditimbun Sampah #Alurcerita Horror-Dramatis
    Mampir ke channel youtube saya : Tulisan Votavato. Namanya Winar. Gadis kecil berumur 7 tahun yang pintar.
    Winar adalah anak yang baik dan penurut sekali. Meski umurnya yang masih kecil, Winar sudah dapat mengerti dengan yang namanya perasaan.
    Hingga pada suatu malam, Winar mendapati ibu tirinya yang menangis sesunggukan di kamar. Ia mendatangi dan mencoba untuk bertanya kenapa. Namun Winar justru didorong hingga tubuhnya terbentur tembok.
    Tapi, Winar tidak langsung menangis. Ia kembali mendekati ibunya dan terus mencoba untuk menenangkan ibunya. Dan lagi-lagi Winar hanya dilemparkan dan dicaci maki.
    Melihat ibunya terus-terusan menangis sambil menjerit setelahnya. Winar tak langsung pergi meninggalkan ibunya begitu saja. Karena bagaimana pun, ia sudah dibesarkan oleh ibu tirinya itu. Winar merasa hutang budi dan harus peduli dengan ibunya. Winar sudah tahu bahwa ibunya bukan ibu kandungnya. Namun Winar tetap sayang padanya.
    Winar mencoba untuk memeluknya dan menenangkan ibunya. Sesaat ibunya pun terdiam setelah Winar berkali-kali berusaha memeluknya.
    Ibunya pun meminta Winar melepaskan pelukannya. Kali ini tanpa dorongan kasar seperti tadi.
    Ibunya meminta Winar untuk ikut bersamanya pergi. Winar sempat tanya mau kemana, tapi ibunya tidak mau jawab dan Winar harus tetap ikut.
    Mereka berdua pun naik ke mobil. Jalanan saat itu sangat sunyi sekali. Sebab sudah pukul 2 dinihari dan ketika ibunya baru pulang ia langsung menangis di kamar. Dan Winar tentu saja tidak tinggal diam saat tahu ayahnya sedang tugas kerja di suatu tempat.
    Mobil pun berhenti pada sebuah tempat yang sangat bau sekali. Tempat pembuangan sampah yang mana ada gunungan sampah yang menumpuk.
    Belum sempat Winar turun, ibunya langsung menarik tangannya dan mengikat tubuh Winar dengan tali yang sudah dipersiapkan di jok belakang. Winar sempat berteriak namun hanya sebentar karena ibu tirinya langsung menyumbatkan kain ke mulutnya.
    Winar kemudian diseret paksa oleh ibunya keluar dan menuju gundukan sampah itu.
    Di situ sangat sunyi tak ada siapa-siapa. Ibu Winar lalu mengais gunungan sampah itu hingga membuat lubang kecil. Ia kemudian mendorong Winar masuk ke dalamnya. Kaki Winar juga diikat sehingga ia kesulitan bergerak.
    Ibu Winar pun menimbun tubuh Winar dengan sampah-sampah setinggi mungkin hingga Winar tak lagi kelihatan.
    Keesokan harinya, saat seorang pemulung tengah mengais sampah. Ia menemukan jasad Winar sudah kaku dengan posisi seperti jongkok. Ada bekas muntahan yang menempel disekitarnya.
    4 min
  • Cerita Fiksi : Kenapa Aku Bisa Mati? - Eps. 3. Gantung Diri #Alurcerita Horror-Dramatis
    Mampir ke channel youtube saya : Tulisan Votavato. Bima itu sering dihina sama anak-anak disekolahnya. Bahkan di lingkungan rumahnya juga diperlakukan serupa.
    Orangtuanya sadar itu, tapi mereka justru berpihak pada orang-orang yang merundung Bima. Orangtua Bima seringkali memukul Bima karena ia tidak begitu pandai dalam bicara. Hal itulah yang membuat Bima menjadi bahan olokan orang-orang.
    Ditambah dengan usianya sekarang yang sudah menginjak 15 tahun. Bima masih belum tertata pelafalannya. Ia sangat sulit mengeja tulisan dan suaranya pun masih terdengar cempreng. Orangtua Bima sering kali mengajari Bima agar ia tidak sebodoh itu karena kerap membuat kedua orangtuanya merasa malu.
    Pernah suatu hari, saat Bima menjadi ketua untuk mengatur barisan kelasnya dalam upacara bendera, karena lafal Bima yang salah, ia justru dihina habis-habisan oleh teman sekelasnya. Bahkan gurunya hanya tersenyum dan menggeleng saja dengan kekurangan yang Bima miliki.
    Singkatnya, begitu Bima pulang ke rumah, sudah menjadi hal yang biasa untuk orangtua Bima yang siap berdiri di ruang tamu dengan gulungan koran tebal di tangannya.
    Itu pasti karena laporan dari anak yang tinggal di samping rumahnya. Ia satu kelas dengan Bima. Dialah yang sering mengadukan apa saja yang dilakukan Bima di sekolahnya. Hal itulah yang membuat orangtua Bima geram pada kelemahan Bima yang tak mau melawan.
    Bima pun kembali dihajar dan mulutnya dipukul keras berkali-kali oleh ayahnya dengan gulungan kertas koran tadi.
    Malamnya, saat Bima masih merasakan sakitnya habis dihajar orangtuanya, Bima juga merasakan sakitnya hatinya. Bima lalu beranjak mengambil tali yang sudah ia persiapkan dari beberapa hari yang lalu di lemari.
    Ia kemudian mengaitkan tali itu pada gagang pintu untuk naik ke atap kamarnya. Setelah dirasa kuat, Bima naik dan mengaitkan talinya ke leher. Sesaat kemudian, Bima sempat bergerak dalam beberapa saat. Dan pada detik berikutnya, Bima pun berhasil mengakhiri hidupnya.
    3 min
  • Cerita Fiksi : Kenapa Aku Bisa Mati? -Eps. 2. Dibakar hidup-hidup #Alurcerita Horror-Dramatis
    Mampir ke channel youtube saya : Tulisan Votavato. Namanya Reyn, seorang anak laki-laki berusia 15 tahunan. Reyn memiliki keterbatasan dalam berbicara --alias gagap. Namun, hal itu tidak membuat Reyn minder pada teman-teman sekolahnya. Sebab, mereka dapat mengerti dengan kekurangan yang Reyn miliki.
    Pada pertengahan bulan oktober, ada seorang siswa baru di sekolah Reyn. Dia anak laki-laki kurus berwajah bule. Saat ia masuk ke kelas, semua orang terpana melihat wajahnya. Namanya George.
    Ia mendadak begitu disukai karena pembawaannya yang sopan.
    Dalam beberapa bulan, George masih terlihat seperti anak baik yang disukai banyak orang. Karena wajahnya yang tampan, George kini menjadi anak laki-laki tertampan sesekolahan, ditambah dengan sifatnya yang membuat orang-orang kagum dengannya. Selain itu, George juga pandai dalam semua mata pelajaran. Bisa dibilang George itu hampir sempurna.
    Setiap jam istirahat, George sering bersama Reyn untuk belanja di kantin. Hal itu justru membuat orang-orang yang melihat ---terutama teman sekelasnya--- menjadi bertambah kagum dengan sosok George.
    Tapi, suatu hari sebuah insiden terjadi.
    Sepulang sekolah, George meminta Reyn untuk menemaninya pergi ke suatu tempat. Karena selama ini George selalu menunjukan sikap baiknya, tanpa pikir panjang Reyn menuruti ajakannya.
    Mereka menaiki mobil George yang dikemudikan oleh supirnya. Reyn sempat bertanya dengan kenapa tidak ditemani oleh supirnya saja. Tapi, George bilang ia akan lebih senang ditemani orang yang seumuran dengannya. Apalagi hubungan George dan Reyn itu bisa dibilang cukup dekat.
    Saat mobil memasuki area hutan pinus, Reyn kembali tanya apa tujuan mereka ke sana.
    George hanya bilang kalau dia menyiapkan sesuatu untuk Reyn. Dengan diliputi rasa penasaran dan prasangka yang bersarang di kepalanya, Reyn hanya bisa diam dan menunggu kejutan seperti apa yang dimaksud George.
    Saat memasuki kawasan hutan pinus, mereka hanya berjalan berdua. Sesekali George menceritakan pengalamannya bermain di hutan pinus bersama dengan anjing peliharaannya.
    Sampai akhirnya, mereka tiba di depan sebuah rumah yang mirip seperti gudang dan kelihatan seperti tak pernah ditempati.
    Reyn lagi-lagi bertanya untuk apa dan kenapa ke sana.
    George hanya tersenyum dan menyuruh Reyn masuk.
    Di dalam rumah itu terdapat sedikit perabotan rumah tangga, tapi semuanya sudah ditempeli oleh debu yang cukup tebal. Sarang laba-laba juga ada di mana-mana. Reyn menututup hidungnya sambil berjalan mengikuti George.
    Saat mereka memasuki sebuah ruangan lagi di dalamnya, di situ terlihat lumayan bersih dibanding area lainnya.
    George meminta Reyn untuk tunggu ia sebentar di dalam karena ia akan ambil kejutannya. Reyn hanya mengangguk menuruti. Sembari menunggu, Reyn berjalan-jalan di dalam ruangan itu untuk melihat ke sekitar.
    Sepuluh menit berlalu dan George belum kembali juga.
    Reyn mulai merasakan adanya hawa panas dalam ruangan itu. Ia coba memanggil George namun tak ada sahutan. Saat ia duduk di sebuah sofa dan mengibaskan tangannya demi menghilangkan rasa panas, Reyn tiba-tiba melihat adanya kepulan asap yang masuk ke celah pintu.
    Reyn beranjak namun sesaat berikutnya, kobaran api mendadak masuk begitu saja dan langsung menjalar ke sekitar ruangan.
    Reyn lagi-lagi berteriak memanggil George, tetap tak ada sahutan. Reyn pun mencoba untuk membuka pintu, tapi yang terjadi pintu itu justru terkunci dari luar.
    Karena ruangan itu tidak memiliki jendela maupun ventilasi, Reyn mulai mengalami sesak napas. Ia tak punya jalan keluar selain satu-satunya pintu tempat ia masuk tadi.
    Berkali-kali Reyn coba teriak dan menggedor pintunya, tapi tetap tak ada yang menanggapinya.
    Sementara dari luar, George yang sudah duduk di dalam mobil tengah merekam rumah gudang yang terbakar itu melalui ponselnya. Ia tertawa senang menyaksikan kobaran api serta teriakan samar Reyn yang ada di dalamnya.
    "Dasar bodoh!"
    5 min
  • Cerita Fiksi : Miror Short - Bag. 12. Pohon Tua #Alurcerita Mystery-Horror
    Mampir ke channel youtube saya : Tulisan Votavato. Di belakang rumahku, terdapat sebuah pohon tua yang lumayan besar dengan akarnya yang menyembul keluar. Saat malam hari tiba, penampakannya memang terkesan sangat menyeramkan. Tapi, tidak untuk siang hari. Aku sering duduk dibawahnya sambil membaca buku serial novel kesukaanku.
    Saking nyamannya tempat itu bagiku, aku pernah menjadi lupa waktu hingga berada di sana sampai menjelang tengah malam.
    Saat itu, seperti biasanya, aku selalu membawa satu buku baru yang baru saja dibeli, sambil membawa beberapa kudapan sebagai peneman untukku, aku kemudian dengan santainya bersender pada salah satu akar yang menyembul itu. Entah kenapa aku merasa biasa saja dengan suasana itu. Padahal, bagi sebagian orang yang melihat pohon ini. akan selalu berkomentar mengenai ketakutan mereka. Tapi, aku tetap biasa saja karenanya.
    Saat itu, aku tengah asik membaca, aku sempat menoleh juga ke langit yang masih terang. Sehingga aku betah untuk tidak beranjak dan terus melanjutkan bacaanku.
    Berkali-kali aku menoleh pada langit dan keadaan sekitar, suasanya masih tetap sama. Waktu itu aku masih berpikir bahwa waktu sedang berputar lebih lambat saja. Dan biasanya aju cukup sering mengalami perasaan seperti itu. Sehingga aku hanya mengabaikan saja.
    Hingga pada akhirnya, satu buku yang kubaca pun selesai. Anehnya, langitnya masih tetap sama. Aku mulai dibuat bingung dan menengok pada jam yang ada di ponselku. Begitu aku mengecek ternyata sudah pukul dua belas malam lewat.
    Ketika aku mengalihkan pandang ke sekitar kembali, suasana yang tadinya terang benderang mendadak menjadi gelap gulita. Aku pun bergegas untuk beranjak dari sana.
    Sesampainya di rumah, ayahku sempat terkejut lantaran aku yang tiba-tiba masuk melewati pintu dapur yang dikunci dengan sandi. Ayahku sempat mengira aku sedang menginap di rumah temanku. Padahal aku tahu, setiap sore ayah selalu memberikan pakan ikan di kolam kecil belakang rumah, letaknya juga tidak jauh dari pohon yang biasa aku tempati. Harusnya ayah tahu kalau aku sedang ada di sana.
    4 min
  • Cerita Fiksi : Kenapa Aku Bisa Mati - Eps. 1. Arum Manis #Alurcerita Horor-Mystery
    Mari mampir ke channel youtube saya : Tulisan Votavato. Namanya Janne, dia seorang anak perempuan berusia sekitar 13 tahun. Rambutnya agak pirang dan berasal dari Filipina namun menetap di Indonesia semenjak usianya masih 4 tahun. Janne pandai berbicara 3 bahasa : Tagalog, Indonesia, dan Inggris.
    Suatu hari Janne pergi membeli arum manis yang ada di seberang rumahnya.
    Karena rumah Janne berada di sebuah perumahan yang jarang ramai dilewati kendaraan bermotor, Janne lari dari rumahnya tanpa melihat ke kiri dan kanan. Ia pikir jalanan memang biasanya lengang.
    Baru beberapa meter Janne berlari keluar dari pagar rumahnya, sebuah motor tiba-tiba melaju sangat kencang dari arah kanannya.
    Kecelakaan pun tidak dapat dihindari. Janne terlempar jauh dari depan rumahnya hampir sepuluh meter akibat sempat terseret oleh bagian spion motor.
    Sesaat terkapar di jalanan, Janne masih sempat sadar dan melihat ada banyak orang berkumpul di depannya. Ada orangtuanya juga yang berteriak memanggil Janne untuk tetap sadar.
    Namun Janne mulai dihinggapi oleh rasa kantuk yang teramat sangat. Sakit ditubuhnya tak bisa ia rasakan. Sementara ibu, ayah, dan kakaknya mulai menangis sambil memeluk Janne.
    Sampai akhirnya, Janne sudah berdiri di belakang keluarganya yang sedang memeluk tubuhnya dengan sangat erat. Janne mengampiri dan ingin mengatakan bahwa ia ada di belakang mereka. Tapi, saat Janne menyentuh mereka, tangannya menembus hingga berkali-kali mencoba.
    Janne mulai menangis mendapati kenyataan itu. Ditambah dengan ia menyaksikan sendiri bagaimana tubuhnya diangkut oleh ambulan dalam keadaan yang begitu menyedihkan.
    3 min
  • Cerita Suara : Rasa Sakit Terhebatku - Bag. 45 #Alurcerita Fiksi Drama Patah Hati
    Senja itu, aku dan Killa sedang berada di atas rumah pohon dekat bukit yang ada di sekitaran rumah. Aku dan dia sengaja untuk tidak pulang sehabis bermain basket di bawahnya karena ingin melihat matahari yang sebentar lagi tenggelam ke belakang bukit.
    Saat tengah asiknya melihat senja, tiba-tiba hidung Killa mengeluarkan darah. Aku lantas menyodorkan tisu untuknya. Itu bukanlah kali pertamaku mendapati Killa yang mimisan.
    Killa memang memiliki riwayat penyakit yang membahayakan dalam hidupnya. Yakni kanker otak stadium akhir.
    Tadi saja saat kami sedang bermain basket, hidung Killa juga mengeluarkan banyak darah. Aku sudah berusaha untuk mengentikan Killa agar tidak melanjutkan bermain basket. Karena itu bisa memicu rasa sakit yang dideritanya. Tapi lagi-lagi Killa bersikeras untuk tetap melanjutkan permainan. Sampai akhirnya ia sendiri yang meminta berhenti.
    "Jef, kalau nanti aku sudah pergi, kamu bisa janji nggak untuk nggak nangis lebih kencang dari yang lainnya?" kata Killa mengingat ia yang sempat hampir pingsan waktu upacara di sekolah dan aku adalah orang pertama yang berteriak memanggil namanya sambil menangis. Meski sempat menjadi momen yang memalukan. Tapi aku juga tidak bisa benar-benar melupakan kejadian itu.
    "Kamu ngomong apa sih. Nih, makan dulu. Perut kamu udah bunyi dari tadi." kataku dengan menyodorkan kotak bekal pada Killa.
    "Aku serius, Jef. Aku nggak suka kamu nangis kejer. Aku nggak mau kamu stres gara-gara aku."
    "Aku nggak bisa janji, Kil. Membayangkan kamu nggak ada aja aku sudah takut sekali. Bagaimana jika kamu beneran nggak ada lagi. Aku pas---"
    "Cepat atau lambat aku pasti pergi ninggalin kamu, Jef. Kamu harus siap untuk itu. Aku mohon ya, jangan menyakiti diri kalau aku udah nggak ada. Ya?"
    Aku tidak menyahut apa-apa pada Killa. Aku menatap pada matanya yang semakin sayu itu.
    "Ayo makan." Kataku kemudian, lalu tak lagi ada percakapan diantara kami.
    Besoknya.
    Saat aku bangun tidur hendak menelpon Killa seperti biasanya. Aku lebih dulu mendapatkan pesan bahwa Killa sudah tidak ada lagi.
    3 min
  • Podcast Abshort : Selamat Malam - Bag. 13
    Selamat malam
    Raga yang masih terjaga
    Dengan rasa penat yang terus bersarang dalam isi kepala yang rumit
    Bikin kata-kata itu susah apalagi milih temanya
    Banyak orang yang sudah pernah bahas semua hal yang mau dicari tahu di sosial media
    Dan ketika seorang introvert disuruh untuk cari tahu tema apa yang belum
    Kayaknya nggak ada lagi deh semuanya sudah pernah oranglain bahas
    Tapi ada sih yang belum, membahas hal dengan caraku
    Yalah, kebayangkan gimana orang aneh yang kalau ngomong absurd
    Disuruh bahas hal-hal seperti kayak cinta, hidup, dan lain-lain
    Sebenarnya nggak ada yang nyuruh juga sih
    Cuma inisiatif diri sendiri aja yang sok-sokan mau bahas
    Seperti sekarang ini nih ngebahas hal-hal apa yang mau dibahas
    Kita ngomongin patah hati deh
    Seperti tulisan yang pernah aku bikin
    Itu semua cuma terjadi dalam imajinasiku doang
    Aku sama sekali nggak pernah ngalamin itu semua
    Rasa sakitnya cuma dihayalin doang
    Makanya maaf kalau misal feelnya nggak dapet
    Omong-omong tentang patah hati
    Aku yakin semua orang pasti pernah ngalamin ya
    Nggak mungkin nggak
    Aku?
    Emmm....  Gak tahu deh udah lupa
    Tapi ya, kita tuh emang harusnya mesti pernah mengalami patah hati sih
    Sebab, kalau gak pernah rasain sakit
    kita tuh nggak bakal ngerti gimana sakitnya oranglain
    Kayak misal omongan kita tuh yang tadinya bercandaan doang
    Bisa aja kan bikin yang nangkep jadi patah hati dan kita cuma bisanya bilang
    Ih baperan lu
    Jangan baper dong jadi orang
    Pokoknya gitu-gitulah
    Ini kok ngomongnya jadi kemana mana ya
    Pokoknya gitu deh
    Patah hati emang bagi sebagian besar orang adalah pengalaman paling menentukan buat langkah hidup seseorang berikutnya
    Buktinya, ada orang yang abis patah hati dia jadi rajin solat, sukses diet, punya karya
    Tapi nggak sedikit juga sih hidupnya malah jadi berantakan
    Apa-apa yang dilakuin jadi nggak karuan
    Pokoknya kayak ngerasa dunianya udah hancur gitu
    Patah hati emang selalu bikin dampak besar bagi orang-orang yang belum siap ngalamin hal itu
    Terutama pada orang-orang perasannya terlalu berlebihan
    Hati-hati, segala yang berlebihan itu nggak pernah bisa baik
    Tapi, semoga aku gak pernah sampai segitunya ya
    Dan kamu yang dengerin podcast absurd ini
    Semoga hati kita selalu dilindungi ya
    4 min
  • Cerita Suara Thriller : Catatan Psikopat - Bag. 13 #Alurcerita Fiksi
    Hari ini mood-ku sedang buruk. Dengan rasa penuh kekesalan, aku pergi keluar untuk melampiaskan semua perasaan itu.
    Dengan random kutarik seseorang yang sedang duduk di pinggir jalan sambil memainkan ponselnya. Awalnya, tentu saja ia berontak dan tidak terima karena kita tak saling kenal. Tapi, karena aku sedang tidak ingin dibantah, akhirnya aku buat ia tersetrum sampai pingsan.
    Aku sudah memastikan lokasi itu sebelumnya sehingga yang kulakukan tak sampai ada yang lihat. Dengan susah payah kuseret tubuhnya memasuki mobilku. Kemudian kuiikat kuat dengan rantai.
    Aku melajukan mobilku ke tepian waduk yang tak jauh dari lokasi aku menculiknya. Omong-omong, dia laki-lalu muda berusia sekitar 20-an.
    Begitu aku tiba di sana, ternyata masih ada beberapa orang udik yang menjadikan waduk sebagai lokasi berfoto. Aku lalu menunggu mereka hingga selesai sambil bermain-main dengan jari tangannya.
    Mulutnya yang kubungkam serta mobil yang tak dapat mengeluarkan suara meski ia berteriak sekencang apapun, membuatku jadi leluasa menikmati rasa ketakutannya. Ia histeris setiap kali jarinya terlepas.
    Aku tertawa saat ia menangis kesakitan sampai sesunggukan. Sangat lucu sekali kurasa.
    Selesai dengan semua jari tangannya, aku berpindah pada jari kakinya. Dengan sisa tenaga yang masih dimiliki, ia berusaha untuk membuat kakinya tak dapat kupegang. Ia salah. Justru hal itu membuatku gemas hingga rasanya aku ingin  memotong kelimanya sekaligus.
    Tak terasa langit mulai menguning, orang-orang di waduk sudah tak lagi ada berkeliaran. Aku lalu menyeret dia keluar dengan ceceran darah yang masih keluar dari tangan dan kakinya. Aku kemudian menariknya dalam keadaan tubuh terikat tanpa peduli pada kulit-kulitnya yang tergesek aspal jalanan. Sementara ia terus-terusan berteriak dibalik sumpalan kain yang kubekapkan di mulutnya.
    Sesampainya berada di tengah waduk, aku lalu mendorongnya ke bawah. Karena air pada waduk sedang pasang, membuat suara jatuhnya terdengar kecil. Gelembung kecil terus keluar seiring dengan tubuhnya yang tenggelam ke dasar waduk.
    Sampai akhirnya ia tak lagi terlihat, barulah aku beranjak dari sana dengan melemparkan kunci dari gembok yang kukaitkan dirantai yang tadi kulilit ditubuhnya.
    4 min
  • Cerita Suara : Mystery Horor ( Miror Short) Bag. 11 #Alurcerita Fiksi
    Aku menemukan sebuah buku dari dalam lemari yang ada di belakang kelas baruku. Buku itu terlihat sangat usang dan sudah sangat kuning sekali.
    Karena rasa penasaran yang besar, aku lalu membuka isinya.
    Bagian pertama dalam halaman buku itu tertulis bahwa siapapun yang membuka buku itu, maka orang di sebelahnya akan mati. Aku lantas mengabaikan peringatan itu dan lagipula saat ini aku membukanya dalam keadaan sedang sendirian.
    Di halaman berikutnya kembali aku menemukan tulisan yang kali ini tulisannya tampak lebih buram dari pada sebelumnya. Lebih mirip seperti tulisan spidol yang terkena air. Tapi dengan perlahan aku masih dapat membaca tulisannya.
    Berhenti membaca atau kamu akan kehilangan semuanya.
    Begitu isi tulisannya.
    Aku masih tak menghiraukan tulisan itu dan kembali hendak membuka halaman berikutnya. Tapi, terinstrupsi saat guru yang mengajar di kelasku sudah datang.
    "Anak-anak, hari ini kita kembali berkabung dengan meninggalnya salah seorang murid atau teman kalian yang ada di kelas ini." ucap guru itu yang membuatku menoleh ke sana kemari mencari siapa yang tak hadir di kelas maka dialah yang meninggal. Tapi, saat aku melihat ke setiap penjuru seisi kelas, aku tidak menemukan siapapun yang tak berhadir. Lalu siapa murid yang meninggal itu?
    "Dan bapak juga akan menyampaikan informasi yang harus kalian patuhi. Sebenarnya," Guruku menunjukan sebuah buku yang mana beberapa saat yang lalu kutemukan. "ini bukan buku kutukan seperti yang pernah kalian dengar. Tapi, karena buku ini dulunya memiliki sejarah, percaya atau tidak, kata-kata di dalamnya memang bisa saja membuat seseorang yang membukanya berada dalam bahaya. Bapak sudah melihat isi buku ini bersama orang yang dapat mencegah peringatannya. Untuk itu, buku ini akan bapak letakan di tempat yang aman, agar tidak ada satu orang pun lagi yang menjadi korban berikutnya." Aku mematung seketika saat guruku di kelas menjelaskan perihal buku yang baru saja kutemukan dan kubuka beberapa saat yang lalu itu.
    3 min
  • Musikalisasi Puisi : Tetap Bertahan - oleh Votavato
    Ketika kamu baca judulnya
    Ini sama sekali bukan masalah percintaan, bukan juga perihal rumah tangga
    Tapi tentang bertahan untuk tetap waras dalam tekanan hidup yang semakin kelam
    Aku, kamu, bisa saja memilih untuk menjadi gila saat apa yang selama ini kita perjuangkan tak pernah berada dalam genggaman
    Aku, kamu, bisa saja menjadi kalaf saat apa yang kita harapkan tak pernah menjadi wujud nyata
    Aku, kamu, hanya terus hidup dalam angan-angan ketidak pastian
    Sementara orang-orang disekitar semakin menuntut untuk menjadi seperti apa yang mereka inginkan
    Padahal, untuk tetap bisa bertahan menjadi diri sendiri pun sulit
    Apalagi ditambah harus menjadi sosok orang lain
    Isi kepala rasanya dipenuhi dengan diksi penghakiman
    Seakan keterpurukan yang mereka alami berasal dari kegagalan kita
    Mereka tidak pernah mau tahu saja
    Akan bagaimana rasa sakitnya luka yang selama ini kita tahan, kita pendam dalam kesendirian
    Sementara orang lain hanya terus menceritakan deritanya sendiri seolah hanya merekalalah yang paling menderita
    Aku tahu setiap manusia memilik level kekuatannya dalam mengalami masalahnya masing-masing
    Setiap manusia juga memiliki kadar kemampuannya sendiri sendiri
    Namun, aku tak pernah diberi kesempatan oleh sang waktu untuk membagikannya seperti halnya manusia lain
    Lantas kepada siapa pula aku berbagi?
    Jawaban kebanyakan orang pasti selalu kepada Tuhan
    Dan aku tak akan pernah bisa menampik itu
    Itu tak salah
    Tapi, pada akhirnya memang hanya aku yang mesti sendirian menghadapi semuanya
    3 min

About Tulisan Votavato

From the publisher's feed

Karena, anak introvert juga punya cerita untuk minta didengar