
Sign up to save your podcasts
Or


Kebebasan sejati adalah menerima ketidaksempurnaan kita apa adanya—tanpa penyangkalan secuil pun.
Haemin Sunim memandu kamu untuk kenalan dengan dirimu sendiri. Bahkan dengan masa kanak-kanakmu yang masih memikul luka, yang menunggu kamu datang mengajarinya cara memaafkan sesuatu yang tak bisa berubah.
Buku ini mengingatkan kita bagaimana memaafkan dengan tenang tanpa melupakan amarah dan kebencian, bagaimana memandang orang-orang yang berbuat buruk kepada kita dengan pandangan iba, bagaimana mengamati bibit-bibit depresi sepersis awan hitam yang akan segera berlalu bila kita tidak menahannya lebih lama.
Kebebasan sejati adalah menerima ketidaksempurnaan, ketika seluruh dunia menuntut kita hidup sebagai adimanusia. Barulah setelah itu seisi dunia akan melihat bahwa kita dan semua orang memang layak untuk merasa dicintai.
Kebenaran lain soal manusia adalah, kita hidup di dunia materialistis tapi tujuan kita sesungguhnya adalah sesuatu yang non-material. Morgan Housel menulis surat kepada anaknya dalam soal ini: “Boleh jadi kamu pikir kamu ingin mobil mahal, arloji keren, rumah besar, dan gaya hidup Indra Kenz. Tapi saya mesti bilang, sebenarnya kamu tak ingin itu. Kamu sebenarnya ingin rasa hormat dan kagum dari orang lain, dan kamu pikir barang mahal akan mendatangkannya. Hampir tidak pernah begitu—terutama dari orang-orang yang kamu inginkan rasa hormat dan kagumnya.”
From the publisher's feed