Tyologi

Tyologi

By TyologiArtsBooks
Download on the App Store

Tyologi episodes

  • Masyarakat Terbuka dan Musuh-Musuhnya
    Karl Popper merupakan ilmuwan sosial yang menajamkan pisau argumentasinya melawan musuh masa depan demokrasi: masyarakat tertutup. Popper menyerang tradisi filsafat yang telah mapan selama berabad-abad lamanya. Ia menyerang Plato dengan politik regresinya. Ia cemooh bahwa Plato hanyalah mantan pegulat yang tidak bahagia, yang capek-capek membikin Republic hanya agar ia menjadi kandidat tunggal raja selanjutnya. Ia pun mengkritik Hegel, Aristoteles, Herakleitos, dan Marx. Kendatipun menghajar utopia Marx sampai babak belur, ia masih menyimpan simpati ke sang nabi komunis itu. Bagaimanapun, kata Popper, legasi yang patut kita pikul dari jejak pemikiran Marx adalah empati kemanusiaannya.
    47 min
  • Mengapa Negara Gagal
    Buku ini direkomendasikan Mark Zuckerberg. Acemoglu dan Robinson mengajak kita menengok dua negara yang bertetangga tapi punya nasib yang tak sama: Amerika dan Meksiko. Masing-masing negara punya perwakilan orang terkaya di dunia, Amerika punya Bill Gates dan Meksiko punya Carlos Slim. Tapi kenapa Amerika dikenal sebagai negara makmur dan Meksiko justru dikenal sebagai negara tak makmur? 
    Acemoglu dan Robinson mengajak kita untuk menggeledah kembali asumsi-asumsi tentang kenapa negara bisa maju dan kenapa bisa runtuh. Ia mempertanyakan keterbelahan nasib Korea, kausalitas etika Protestan Max Weber, faktor kepemimpinan, dan membuka mata kita betapa pengambilan keputusan di saat-saat genting bisa mempengaruhi alur sejarah Eropa untuk beberapa ratus tahun yang akan datang.
    31 min
  • Menyalakan Nyawa Pencerahan Pinker
    Salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. Pinker, seorang psikolog yang mengambil risiko ke ranah filsafat, politik, dan ekonomi, tidak kehilangan pijakan begitu saja dengan landasan argumentasinya. Dengn cerdas ia mengajukan fakta mengejutkan: “Dunia telah membuat kemajuan spektakuler dalam setiap ukuran kesejahteraan manusia. Dan inilah kejutan keduanya: hampir tidak ada yang tahu tentang hal itu.” Ia dikenal sebagai seorang optimis, seraya berusaha tak terantuk dalam jebakan panglossianisme. Dipenuhi dengan seabrek data serta statistik, Pinker mematahkan kekhawatiran heurstik yang merupakan virus bagi pikiran umat manusia.
    55 min
  • The Power of Bad Roy Baumesteir

    Kehilangan seratus dolar bisa berdampak berkali-kali lipat secara mental ketimbang memperoleh seratus dolar. Itu umum dalam ekonomi perilaku. Musababnya, manusia terpengaruhi hal-hal negatif ketimbang positif. Contoh paling akrab barangkali, fakta kalau perempuan lebih termotivasi diet karena takut menerima body shaming ketimbang demi tampak kurus. Otak memang lebih peka terhadap stimulus negatif daripada positif, dan demi menanggulangi itu, Roy Baumesteir dan John Tierney berkolaborasi memahami dan memanfaatkan naluri negativitas ini untuk tujuan-tujuan positif. Buku ini menyadarkan kita bahwa negative thinking bahkan bisa digunakan untuk mendorong manusia ke potensi-potensi terbaik yang kita miliki.

    38 min
  • Melawan Dunia Dengan Fakta & Factfulness

    Penulis favorit Bill Gates. Hans Rosling terkenal dengan presentasinya yang penuh keseruan, dengan bantuan anak-anaknya, ia menyulap data-data kering menjadi narasi yang kaya akan warna dan gelembung yang disampaikan dengan atraktif seperti pertunjukan akrobatik. Rosling hendak melawan bias-bias kognitif dan naluri berpikir irasional dengan data. Meski kerap disebut seorang optimis, Rosling berkata kalau masa depan bukan berarti terhindar dari hal-hal tak diinginkan, dengan itu, ia menyebut diri sendiri probabilis.

    43 min
  • Imajinasi Nasionalisme & Makam Pahlawan Tak Dikenal

    “Makam Pahlawan Tak Dikenal” atau cenopath, adalah istilah yang disematkan Benedict Anderson tatkala menatap sang pusaka merah-putih dengan ketakziman. Dalam Imagined Community, beliau menulis: “Betapapun kosongnya liang lahat itu dari sisa-sisa kehidupan yang fana dan sukma yang abadi, tetap saja mereka sarat dengan anggitan tentang ‘kebangsaan’ yang membayangi bagai hantu.”

    Barangkali Ben hendak mengungkapkan jika bendera memiliki makna semiotik lebih daripada sekadar identitas negara dihadapan masyarakat global, lebih daripada artefak sejarah. Bendera kita tidak sekedar menyimbolkan harapan dan segenap keresahan akan masa depan suatu komunitas bangsa; bendera juga merupakan cermin masa lalu kita – yang ironisnya seringkali tidak pernah kekal dalam ingatan.

    Adapun Goenawan Mohammad membuka sebuah catatan berjudul Kaki Langit dengan tulisan yang haru namun nyaris tidak dapat menyembunyikan sebuah keresahan mendalam, “Di makam pahlawan tak dikenal, kita diberi tahu: ada seorang yang luar biasa berjasa, tapi ia tak punya identitas. Ia praktis sebuah penanda yang kosong. Tapi hampir tiap bangsa, atau lebih baik: tiap ide kebangsaan, memberi status yang istimewa kepada sosok yang entah berantah yang terkubur di makam itu.”


    37 min
  • Foucault, Keberanian & Kebenaran yang Mengancam
    Kebenaran bisa setajam parang di leher kita, karenanya, retorika dan orator lebih digemari publik daripada parrhesia. Parrhesia, adalah upaya berterus terang, mengucapkan kebenaran yang berisiko bahaya dalam bentuk kritik pada status quo sebagai kewajiban moral yang perlu dilunasi.
    Parrhesia adalah himpunan catatan kuliah dari Foucault, yang mengangkat sejarah parrhesia dari zaman Yunani, untuk dikontekstualisasikan dengan zaman ini. Barangkali ini buku yang baik untuk kita yang mulai tidak menyukai para orator yang bicaranya terlalu berputar-putar tapi kata-kata mereka miskin kebenaran. Kita memang hidup di zaman yang surplus retorika tapi defisit parrhesia. Kita hidup dalam zaman kata-kata minim makna.
    33 min
  • Kronik Burung Pegas Murakami
    Buku keenam Murakami yang saya baca, dan sejauh ini tidak ada penyesalan atas pengalaman enigmatik menyelami imaji Murakami. Novel ini bermula ketika perempuan asing mengajak tokoh utama phone sex, selepas itu, kejadian ganjil berturut-turut muncul dalam cerita, seperti efek domino yang terjadi dalam ruang gelap. Plot cerita membangun peristiwa demi peristiwa yang subtil. Saya seperti diajak masuk ke dasar sumur kering yang pengap dan berbau lumut di rumah “gantung leher”. Seperti biasa, unsur mimpi tetap menjadi premis cerita andalan Murakami. Dan seperti buku lainnya, banyak mencantum rekomendasi musik yang enak-enak. Saya bahkan membikin playlist khusus yang berasal dari buku ini di Youtube.
    36 min
  • Freud, Peradaban, & Kekecewaan

    Peradaban bagi Freud, adalah akumulasi pencapaian-pencapaian manusia dalam bidang estetika, kesehatan, dan moralitas yang membedakan manusia hari ini dengan nenek moyang mereka. Peradaban dibangun semata-mata untuk mereduksi agresi dan memperkaya Eros (cinta kasih). Namun di balik kemajuan peradaban itu, Freud malah ketemu dengan kekecewaan-kekecewaan dan ketidakbahagiaan. Civilization & Discontent konon merupakan buku terpenting Freud. Di sana, kita bisa melihat ketegasan posisinya soal agama, masyarakat manusia modern, dan relasinya dengan suara hati individu.

    38 min
  • Filsafat Pikiran Dennett

    Apakah hanya manusia yang memiliki pikiran atau kesadaran? Bagaimana dengan monyet rhesus, atau semut proletar yang membangun sistem agrikultur di sarangnya, atau anjing yang sangat peka dengan sahabat manusianya? Bagaimana dengan Sofia, robot yang bisa berinteraksi dengan manusia, apakah ia memiliki kesadaran dan apakah dia bisa berbahasa? Dalam buku ini saya belajar bahwa manusia lebih piawai memanusia makhluk non-manusia ketimbang memanusiakan manusia, saya juga belajar bahwa teater Descartes sudah gulung tikar gara-gara Dennett.

    42 min

About Tyologi

From the publisher's feed

Saya bingung kasi deskripsi apa ini barang.