
Sign up to save your podcasts
Or


Setelah hilang kontak Rabu dinihari lalu, sampai saat ini nasib kapal selam KRI Nanggala 402 tak kunjung jelas. KASAL Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, persediaan oksigen Nanggala 402 hanya cukup untuk 72 jam. Di tengah rasa was-was dan keprihatinan ini, muncul spekulasi mengenai kelayakan operasional Nanggala 402. Usianya kapal ini sudah tua, hampir 44 tahun, dan dimuati 53 orang, yang jelas melebihi kapasitasnya, 34 awak kapal. Mari kita terus berdoa untuk keselamatan putra-putra terbaik bangsa yang ada di dalam Nanggala 402, sambil menuntut Pemerintah menjelaskan penyebab insiden ini secara jujur dan terbuka.
Dalam fiksi, Robin adalah partner Batman. Kita kenal Batman dan Robin sebagai dynamic duo pemberantas kejahatan. Tapi di dunia nyata, setidaknya di Indonesia, Robin adalah tersangka penerima suap dari Walikota Tanjung Balai, M. Syahrial. Yang membuat miris, Robin yang ini adalah Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stefanus Robin, seorang penyidik KPK. Kasus ini seperti melengkapi deretan kasus raibnya Harun Masiku, SP3 Sjamsul Nursalim, hilangnya satu truk barang bukti dari kantor PTJhonlin Baratama, dan pencurian barbuk 2 kg emas oleh pegawai KPK. Jangan salahkan kalau kemudian publik mulai bertanya, apakah KPK masih ada gunanya?
Dua guru honorer yang bertugas di Distrik Baega, Papua, tewas akibat ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Mensos Risma mengusulkan agar kedua guru tersebut diangkat menjadi PNS. Sebelumnya, terkait dengan tragedi KM 50, arwah keenam Laskar FPI sempat dijadikan tersangka oleh polisi. Luar biasa! Cuma di Indonesia arwah masih bisa jadi PNS guru atau tersangka! Mungkin suatu saat arwah akan bisa menekuni pekerjaan dan profesi lain!
Walikota Solo Gibran Rakabuming melarang orang dari luar Solo mudik ke Solo, termasuk bapaknya, Presiden Jokowi. Namun tampaknya publik sudah apatis soal keteladanan pejabat publik, termasuk Presiden, dalam menerapkan prokes. Pasalnya, Presiden Jokowi sudah berkali-kali memicu pelanggaran prokes, dan tidak ada konsekuensi apapun. Terakhir, beberapa hari yang lalu, Presiden meinjau panen di Indramayu. Rakyat berkerumun menonton Jokowi yang berdialog dengan perwakilan petani di tengah sawah. Kalau begini, siapa yang pantas disalahkan ketika masyarakat semakin abai terhadap prokes?
Hampir 60 tahun berlalu, tapi bara di tanah Papua belum padam. Banyak pihak menyesalkan Pemerintah pusat yang dianggap tidak fokus menyelesaikan persoalan Papua dengan pendekatan kemanusiaan dan kesejahteraan yang komprehensif. Belakangan Benny Wenda mengklaim, Partai Komunis China mendukung referendum Papua. Klaim yang masuk akal, karena Tiongkok akan banyak diuntungkan jika Papua lepas dari Indonesia. Pertanyaannya, kalau betul Tiongkong dukung Papua merdeka, Pemerintah Indonesia bisa apa?
Belum lupa kunjungan Presiden Jokowi yang dramatis ke NTT, pasca banjir dan longsor awal April lalu? Presiden memberikan jaket kepada pemuda setempat yang meneriakkan Jokowi tiga periode. Pak Jokowi juga meneteskan air mata di tengah massa, ketika menyaksikan dampak bencana. Sayangnya ada kabar, rakyat terdampak mengeluhkan paket bantuan yang hanya berisi sekilo beras, sebutir telur, dan sebungkus mie instan. Sampai kapan Pemerintah lebih suka main drama dan pencitraan ketimbang bekerja nyata?
Menurut ekonom senior Rizal Ramli, Islamphobia sengaja diciptakan agar rakyat tidak fokus menuntut kegagalan Pemerintah mengelola perekonomian. Isu radikalisme pun digunakan untuk menodong para taipan yang khawatir Indonesia dikuasai kekuatan Islam radikal. Bang Rizal juga berpandangan, partai politik harus didanai penuh oleh APBN, sehingga tidak dibeli cukong. Lalu, seluruh oposisi dan aktivis, termasuk Habib Rizieq, Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, Anton Permana, dll harus dibebaskan. Yuk kita ikuti visi dan janji Bung Rizal Ramli jika diberi amanat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Ekonom senior Rizal Ramli membongkar sepak-terjang Sri Mulyani yang sejak dahulu lebih banyak "mengabdi" ke IMF. Hal tersebut menjelaskan langkah Sri Mulyani yang belakangan minta bimbingan IMF dalam soal pengelolaan hutang. Bang Rizal juga mengkritisi kebiasaan Pemerintah menebar harapan palsu soal pemulihan ekonomi. Padahal langkah yang diambil justru menyedot uang yang ada di masyarakat, sehingga melemahkan kelompok menengah-bawah. Yuk ikuti obrolan seru mengupas carut-marut ekonomi dan politik Indonesia bersama Bang Rizal Ramli.
Saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum menyatakan kerumunan massa Megamendung spontan. Tidak ada undangan maupun spanduk ajakan. Hanya beredar pesan WA yang tidak jelas dari siapa. Hakim Nyompa pun menyalahkan Satpol PP yang dinilai tidak optimal dalam mencegah kerumunan massa. Artinya, jika betul Habib Rizieq diadili murni karena kasus hukum terkait kerumunan, harusnya HRS divonis bebas. Lain ceritanya jika ini adalah bagian dari skenario menyingkirkan HRS dari peta politik Indonesia.
Pidato 2 menit Anies Baswedan di forum C-40 membuat Sekjen PBB Antonio Gutteres terkesan dan memberi dukungan. Prestasi itu menambah daftar panjang capaian Anies sebelumnya di ranah global. Di sisi lain, posisi tawar Anies di perhelatan Capres 2021 tampaknya kian menguat. Apalagi jika Nasdem dan sejumlah partai Islam mengusung Anies, dan Presidential Treshold turun ke 15% Yang jelas, saat ini lawan-lawan politik Anies sedang berhitung semakin cermat!
From the publisher's feed