
Sign up to save your podcasts
Or


Pasca perubahan nomenklatur Kementerian, reshuffle kabinet tinggal menghitung hari. Nadiem, Moeldoko, Ida Fauziyah, dan Muhammad Lutfi disebut-sebut kemungkinan besar diganti. Sebaliknya, Sri Mulyani mungkin sulit digeser, karena menjadi "jaminan" terhadap IMF dan negara-negara kreditor. Yang pasti, terendus pertarungan kepentingan politik yang kencang di baling reshuffle ini.
Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko ungkap rencana membangun Bukil Algoritma, yang katanya Silicon Valley Indonesia. Banyak pihak skeptis. Beneran nih? Jangan-jangan sekedar gimmik untuk menutupi kongkalikong bisnis dan politik. Apalagi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dijadikan lembaga otonom di bawah Presiden Ketua Dewan Pengarahnya ex officio dijabat Ketua Dewan Pengarah BPIP, yaitu Megawati, Ketum PDIP.
Pemerintah akan subsidi ongkir Harbolnas Ramadhan Rp 500 milyar. Tujuannya, mendorong ekonomi berputar. Tapi, daya beli masyarakat kelas bawah digerus kenaikan iuran BPJS dan penghentian Bansos Tunai. Belum lagi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Lebaran. Di sisi lain, 74% barang yang dijual di marketplace diimpor. Jadi, kebijakan subsidi ongkir Harbolnas Ramadhan untuk apa dan untuk siapa?
Puan sejak lama digadang-gadang, tapi kinerjanya sebagai pejabat publik tak menonjol. Elektabilitasnya juga mandek. Prananda mungkin kuat di internal partai, tapi tidak populer, dan tidak pernah jadi pejabat publik. Mungkin kondisi ini yang bikin Megawati berat untuk lengser. Dia belum punya kandidat pengganti yang mumpuni. Atau jangan-jangan, ini akhir perjalanan trah Bung Karno di singgasana Banteng?
Belakangan KPK tampaknya punya kekuatan magis. Sesuatu yang ada urusan dengan KPK berpotensi hilang. Tahun lalu, Harun Masiku raib, dan sampai sekarang gaib. Beberapa waktu lalu, status tersangka buronan Sjamsul Nursalim juga "hilang", gegara penerbitan SP3 perdana. Kemarin, KPK mengaku kehilangan satu truk berisi barang bukti kasus dugaan penggelapan pajak Jhonlin Baratama. Yuk tebak-tebakan, besok-besok apa atau siapa lagi yang bakal hilang ketika disentuh tongkat ajaib KPK?
Katanya Indonesia negara demokrasi, tapi ideologi jadi alat kontrol pikiran publik. Mirip negara komunis. Bahkan RUU tentang lembaga ideologi pun mengatur soal lembaga riset dan inovasi. Jadi terang-benderang motivasi sebenarnya dari langkah pemerintah melebur Kemeristek ke Kemendikbud. Kalau riset pun sudah tunduk pada kepentingan politik, apa gunanya?
Megawati menyatakan siap lengser dari tahta Ketum PDIP dalam Kongres 2024. Sontak nama dua anak biologis Mega dari suami berbeda, Puan dan Prananda, ditimang-timang untuk menggantikan. Lalu, bagaimana nasib kader-kader potensial yang lain? Tampaknya sudah takdir PDIP dikelola sebagai "perusahaan keluarga" yang tidak bisa lepas dari trah Soekarno.
Dalam cuitan yang sudah dihapus, buzzer yang jadi Komisaris Pelni, Dede Budyarto bilang dirinya penyembah galon. Dede juga menunjukkan tingkah biadab dalam debat dengan Waketum MUI Anwar Abbas di satu acara TV. Tekanan berbagai pihak kemudian membuat Dede sowan dan minta maaf kepada KH. Cholil Nafis. Dengan sepak terjang Dede yang brutal, hanya ada dua pilihan: Erick Thohir segera memecat Dede dari Komisaris Independen Pelni, atau Erick Thohir dipecat dari Menteri BUMN!
Jelang Pemilu 2019 pengurus PSI diterima Jokowi di Istana, bahas strategi pemenangan. Jelang Pilwalkot Solo, Achmad Purnomo dipanggil ke Istana, dikasih info rekomendasi PDIP diberikan untuk Gibran. Beberapa hari lalu, Jokowi membuka Mukernas PKB di Istana. Akad nikah Atta-Aurel yang dihadiri Jokowi sebagai saksi juga tayang di mendsos resmi negara. Jadi, maaf, ingin memastikan saja: Jokowi Presiden atau Raja?
Walaupun Pilpres masih 3,5 tahun lagi, beberapa lembaga survei getol merilis angka elektabilitas capres. Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo konsisten berada di puncak. Mungkin memberi pesan kepada PDIP agar tidak memaksakan Puan, dan memberikant tiket kepada Ganjar. Mungkin juga kirim sinyal kepada para cukong agar merogoh kocek lebih dalam untuk operasi-operasi menjegal Anies.
From the publisher's feed