Falsafah negara kita, Pancasila, seharusnya menjadi alat pemersatu keberagaman. Bukan pemecah, apalagi pemukul. Tapi belakangan, Pancasila kerap diklam milik penguasa, dan dipakai menggebuk lawan politik. Slogannya: kami Pancasila, kalian radikal! Di sisi lain, Megawati diam saja ketika Jokowi melawan ajaran Bung Karno soal ekonomi berdikari dan kedaulatan politik dengan menumpuk hutang. Jadi, sebenarnya Megawati anak ideologis Bung Karno, atau sekedar anak biologis?